Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Rikardo Hutajulu, yang hadir mewakili Bupati Effendi Sintong Panangian Napitupulu, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan pelajar menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah daerah menjaga keberlanjutan kebudayaan.
“Ini sangat membantu kami dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan. Warisan leluhur harus kita lestarikan,” kata Rikardo.
Ia menilai aksara dan bahasa Batak merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada anak-anak, terutama ketika teknologi dan arus informasi semakin memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Rikardo juga berharap Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Toba dapat terus berkontribusi dalam menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni dan budaya melalui kegiatan yang melibatkan mereka secara langsung.
Sementara itu, Ketua DKD yang sekaligus juga Ketua DPRD Kabupaten Toba, Franshendrik Tambunan, menegaskan bahwa pelestarian aksara Batak merupakan bagian dari upaya menjaga jati diri masyarakat.
Menurutnya, aksara tidak sekadar menjadi lambang tertulis, tetapi juga menyimpan pengetahuan dan nilai sejarah yang diwariskan lintas generasi.
“Kita harus menyadari bahwa aksara Batak bukan sekadar simbol, tetapi di dalamnya ada pengetahuan. Jangan sampai kita lebih mengenal budaya lain namun justru lupa dengan budaya kita sendiri,” ujarnya.
Franshendrik mengajak masyarakat menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk membangkitkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Batak.
Ia juga mendorong agar kekayaan budaya daerah terus dirawat, dijaga, dan diperkenalkan hingga ke tingkat internasional.
Keikutsertaan puluhan pelajar dalam lomba ini menjadi langkah untuk mendekatkan aksara Batak kepada generasi penerus.
Tantangan berikutnya ialah memastikan pengenalan tersebut berlanjut melalui pembelajaran, kegiatan komunitas, dan pemanfaatan aksara Batak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pelestarian tidak berhenti pada perlombaan.*
51 Pelajar Toba Ikuti Lomba Menulis Aksara Batak, Merawat Warisan Leluhur
Diskusi pembaca untuk berita ini