Apa yang Harus Disiapkan untuk Kuliah di Luar Negeri? Pendidikan
Pendidikan
9 jam yang lalu

Apa yang Harus Disiapkan untuk Kuliah di Luar Negeri?

Jakarta, katakabar.com - Kuliah di luar negeri adalah impian bagi banyak mahasiswa walau proses transisinya sering kali penuh tantangan. Tanpa persiapan yang matang, perbedaan sistem akademik dan standar penilaian bisa menjadi kendala serius yang menghambat kelancaran studi. Oleh karena itu, penting untuk menyiapkan beberapa hal agar proses transfer kreditmu berjalan lancar. Untuk memastikan proses transfer kredit dan masa kuliah ke luar negeri berjalan mulus, berikut adalah beberapa aspek krusial yang harus kamu siapkan. 1. Kemampuan bahasa Inggris Umumnya, sebelum kuliah di luar negeri, kamu harus mengasah kemampuan berbahasa Inggris secara intens di luar ruang kelas. Namun, mahasiswa di BINUS International memiliki keuntungan besar karena sudah terbiasa dengan lingkungan English-only sejak hari pertama kuliah. Kamu tidak perlu lagi merasa asing dengan istilah-istilah akademik internasional atau merasa gugup saat berdiskusi. Apalagi, seluruh materi dan interaksi harian telah menggunakan bahasa Inggris sebagaimana program international di Indonesia pada umumnya. Kebiasaan ini tentu sangat membantumu menyiapkan diri sebelum tiba di negara tujuan. Sehingga, fokusmu bisa langsung beralih pada pemahaman materi kuliah, 2. IPK sesuai syarat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) atau GPA merupakan indikator utama bagi universitas mitra untuk menerima transfer kreditmu. Sebagian besar universitas top di dunia memiliki standar minimum yang kompetitif untuk memastikan bahwa mahasiswa yang datang memiliki kapasitas akademik mumpuni. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk menjaga performa nilai sejak semester awal. Sebab, IPK yang stabil mencerminkan kedisiplinan dan kesiapanmu menghadapi beban akademik di lingkungan yang baru. 3. Kemampuan belajar yang baik Kuliah di luar negeri menuntut kemandirian belajar yang jauh lebih tinggi daripada biasanya, termasuk kuliah program international di tanah air. Kamu harus menguasai keterampilan akademik, seperti manajemen waktu, teknik riset, hingga kemampuan menulis esai yang bebas plagiat. Perlu kamu tahu bahwa standar akademik internasional sangat mengutamakan orisinalitas dan argumen yang kritis. Dengan mengasah kemampuan belajar ini sejak di Indonesia, kamu tidak akan merasa kewalahan saat harus menghadapi tumpukan tugas atau proyek penelitian mandiri di universitas mitra. 4. Kemampuan adaptasi budaya Perbedaan budaya bukan hanya soal bahasa, tetapi juga etika sosial dan cara berinteraksi di lingkungan kampus. Mahasiswa yang sukses adalah mereka yang mampu bersikap terbuka dan cepat beradaptasi dengan norma lokal di negara tujuan. Mempelajari budaya setempat sebelum berangkat akan membantumu menghindari culture shock yang berlebihan. Dengan adaptasi yang baik, kamu jadi bisa membangun jejaring pertemanan internasional yang luas untuk memperkaya pengalaman globalmu. 5. Persiapan mental dan kemandirian Tinggal jauh dari rumah menuntut ketangguhan mental dan kemandirian dalam mengurus kebutuhan sehari-hari, mulai dari manajemen keuangan pribadi hingga mengelola emosi saat jauh dari keluarga. Kamu akan dihadapkan pada situasi yang mengharuskanmu mengambil keputusan sendiri dengan cepat. Mental yang kuat sangat diperlukan agar kamu tetap fokus pada tujuan studi meskipun sedang menghadapi tantangan di lingkungan baru. 6. Berkas administrasi Meskipun bersifat teknis, persiapan administrasi adalah langkah krusial yang tidak boleh dilewatkan. Kamu perlu memastikan semua dokumen mulai dari paspor, visa pelajar, transkrip nilai resmi, hingga surat penerimaan dari universitas mitra sudah lengkap dan valid. Kelalaian dalam mengurus satu dokumen kecil dapat berdampak pada tertundanya keberangkatan atau kegagalan proses transfer kredit. Maka, siapkan dokumen-dokumenmu dengan baik, ya! 7. GPA & kemampuan belajar Aspek terakhir yang harus diperhatikan adalah kaitan antara Grade Point Average (GPA) dan kemampuan belajarmu secara keseluruhan. Di luar negeri, GPA sering kali menjadi tolak ukur awal bagi para dosen untuk melihat kapasitas intelektualmu. Menggabungkan performa GPA yang tinggi dengan kemampuan belajar yang eksploratif akan membuatmu lebih menonjol di mata para pengajar internasional. Konsistensi dalam menjaga kualitas belajar ini memastikan bahwa setiap kredit yang kamu transfer memiliki nilai yang sepadan dengan standar pendidikan tinggi dunia. BINUS International senantiasa mendukung setiap mahasiswa yang hendak melakukan kuliah di luar negeri melalui program transfer kredit, terutama untuk kamu yang menjalani program double degree. Persiapan yang matang akan membuat manfaat dari pengalaman global ini semakin terasa bagi pertumbuhan pribadi dan pembentukan global mindset. Siap untuk memulai langkah pertamamu menjadi bagian dari komunitas global? Gabung di BINUS International sekarang!

Tegaskan Dominasi Lokal, Quadra dan Roman Hadirkan Inovasi Material Standar Global Lifestyle
Lifestyle
9 jam yang lalu

Tegaskan Dominasi Lokal, Quadra dan Roman Hadirkan Inovasi Material Standar Global

Jakarta, katakabar.com - Sebagai pionir di industri sintered stone big slab di Indonesia, QUADRA kembali meraih prestasi membanggakan dengan memecahkan rekor Museum Rekor - Dunia Indonesia (MURI) atas inovasi Meja Sintered Stone Seamless (Tanpa Sambungan) Terpanjang, pada ajang Keramika 2026, Jumat (5/6). Pencapaian ini membuktikan keunggulan QUADRA dalam memadukan teknologi manufaktur lokal dan craftsmanship kelas Internasional untuk mendukung tren arsitektur dan interior modern. Rekor MURI ini menambah deretan pencapaian QUADRA di tahun 2026, setelah sebelumnya, QUADRA sukses mencatatkan prestasi dalam ajang internasional dengan menerima penghargaan Asia Pacific Property Awards untuk kategori Best Retail Architecture Indonesia atas desain inovatif QUADRA Gallery Signature Bali. Pimpinan QUADRA & ROMAN, Willie Low, mengatakan proses manufaktur meja sintered stone sepanjang 5 meter menggunakan teknologi Sacmi Continua+, teknologi Italia yang memiliki beberapa keunggulan seperti, nyaris tidak berpori, tahan gores, tahan noda, dan tahan panas. “Dengan inovasi teknologi manufaktur di pabrik QUADRA, material alami pilihan dipadatkan hingga mencapai tingkat yang optimal dan daya serap air nyaris nol untuk menciptakan slab berukuran super besar dengan konsistensi struktural yang sempurna. Inilah hasilnya meja sintered stone 5 meter tanpa sambungan,” kata Willie. Permukaan tidak berpori dan mudah dibersihkan menjadikan meja seamless QUADRA sangat ideal untuk mendukung kebutuhan ruang modern baik untuk aplikasi residensial seperti kitchen island mewah, maupun ruang komersial dan profesional seperti meja ruang rapat eksekutif (boardroom table). Wakil Direktur Utama MURI, Osmar Semesta Susilo, menimpali pemberian rekor MURI kepada QUADRA merupakan bentuk apresiasi karya dan inovasi anak bangsa dalam bidang ekonomi dan industri. “Meja berbahan sintered stone yang berhasil dicatatkan sebagai rekor merupakan hasil produksi dalam negeri, dengan seluruh proses manufaktur dilakukan di fasilitas produksi di Indonesia. MURI berharap dengan rekor tersebut mampu menumbuhkan semangat, kreativitas, dan inovasi anak bangsa,” ujar Osmar. Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Edy Suyanto mengapresiasi rekor MURI yang diraih oleh QUADRA. Pencapaian monumental ini menjadi bukti konkret bahwa industri lokal semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar internasional. “Selamat kepada QUADRA atas prestasi MURI yang membanggakan, penghargaan ini sebagai bukti nyata inovasi, teknologi dan kualitas produk QUADRA setara dengan produk-produk premium dari Eropa khususnya Italia dan Amerika Serikat. Bangga dan selalu menjadi yang terdepan," tutur Edy. QUADRA Hadirkan Solusi Material Fleksibel Melalui partisipasinya pada acara KERAMIKA 2026, QUADRA juga menampilkan inovasi produk terbarunya, QUADRA eXential yang hadir dengan dengan tiga ukuran: 100x100 cm, 120x60 cm dan 80x80 cm, cm. Variasi ukuran ini memberikan fleksibilitas dalam proses desain dan aplikasi, khususnya untuk ruang dengan dimensi yang lebih compact, sekaligus mendukung pemasangan yang lebih efisien dan presisi. Selain itu, QUADRA juga menghadirkan inovasi sintered stone slab dengan ketebalan 6 mm yang dirancang untuk menjawab kebutuhan arsitektur modern terhadap material ringan, kuat dan fleksibel dalam pengaplikasiannya. Dengan metode pemasangan tile on tile, produk ini memungkinkan instalasi tanpa membebani struktur, sehingga ideal diaplikasikan pada dinding, pintu pivot, pelapis kabinet, hingga lantai ruang lift. Mengangkat Kearifan Lokal Lewat ROMAN moZaik Melengkapi portofolio inovasi grup, ROMAN resmi menghadirkan moZaik, lini produk yang diproduksi langsung di Indonesia dengan memadukan presisi teknologi modern, kekayaan alam Indonesia, dan sentuhan artistik yang detail. Kehadiran moZaik menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong perkembangan industri kreatif lokal melalui inovasi bernilai tambah tinggi. “Melalui berbagai inovasi yang kami hadirkan, mulai dari meja seamless 5 meter, koleksi sintered stone dengan ketebalan 6mm hingga koleksi moZaik, merupakan wujud komitmen kami untuk membuktikan bahwa industri lokal mampu menghadirkan produk dengan standar kualitas global. Dalam inovasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa industri dalam negeri memiliki kemampuan untuk terus mendorong eksplorasi baru dalam desain interior dan arsitektur,” terang Willie. Inovasi produk tersebut dapat disaksikan di pameran Keramika yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 7 Juni 2026, di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 tepatnya di booth KM 01-07. Selain QUADRA & ROMAN, di booth ini pengunjung dapat melihat berbagai inovasi produk terbaru genteng keramik KANMURI.

Transaksi Kripto RI Hampir Rp100 Triliun, Pelaku Industri Mulai Profit Ekonomi
Ekonomi
10 jam yang lalu

Transaksi Kripto RI Hampir Rp100 Triliun, Pelaku Industri Mulai Profit

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto Indonesia terus memperlihatkan perkembangan positif, baik dari sisi transaksi perdagangan dan jumlah investor. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aktivitas transaksi kripto di pasar spot telah mencapai Rp99,01 triliun secara year-to-date hingga April 2026, mendekati ambang Rp100 triliun hanya dalam periode empat bulan. Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh peningkatan jumlah pengguna aset keuangan digital dan aset kripto di Indonesia. Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap instrumen aset digital masih tetap kuat, meski kondisi pasar global masih bergerak fluktuatif. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyampaikan nilai transaksi aset kripto pada April 2026 tercatat sebesar Rp22,98 triliun. Realisasi tersebut lebih tinggi 2,86 persen dibandingkan Maret 2026 yang berada di level Rp22,34 triliun. Dengan tambahan transaksi pada April, akumulasi transaksi kripto nasional sejak awal tahun telah mencapai Rp99,01 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia masih cukup solid di tengah dinamika pasar. “Di tengah fluktuasi nilai transaksi yang terjadi, kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital termasuk aset kripto di Indonesia tercatat masih terjaga dengan baik,” ujar Adi Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Mei 2026, Juma (5/6). Jumlah Konsumen Terus Bertumbuh Selain dari sisi transaksi, OJK juga mencatat adanya kenaikan jumlah akun konsumen aset keuangan digital dan aset kripto. Pada April 2026, jumlah akun konsumen mencapai 21,70 juta, meningkat dari 21,37 juta akun pada Maret 2026. Kenaikan sebesar 1,57 persen secara bulanan tersebut menjadi sinyal bahwa adopsi aset kripto di Indonesia masih berlanjut. Bertambahnya jumlah akun konsumen juga memperlihatkan bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap pemanfaatan aset digital sebagai bagian dari aktivitas keuangan mereka. Kondisi ini sekaligus memperkuat pandangan ekosistem aset kripto nasional mulai memasuki tahap perkembangan yang lebih matang, tidak hanya dari sisi jumlah pengguna, tetapi juga dari sisi aktivitas transaksi dan kesiapan pelaku usaha. PAKD Mulai Tunjukkan Kinerja Positif Perkembangan industri juga terlihat dari kinerja Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD). OJK menyampaikan bahwa seluruh PAKD telah menyerahkan laporan keuangan untuk tahun buku 2025. Dari laporan tersebut, sebagian pelaku usaha telah berhasil mencatatkan kinerja yang positif. Di sisi lain, masih terdapat pelaku usaha yang berada dalam tahap konsolidasi dan investasi. Fase tersebut terutama berkaitan dengan kebutuhan pengembangan teknologi, penguatan infrastruktur, serta penyesuaian terhadap kerangka pengawasan OJK. Salah satu PAKD yang mencatatkan performa positif adalah Tokocrypto. Perusahaan berhasil membukukan profitabilitas selama dua tahun berturut-turut. Capaian ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam memperkuat model bisnis, menjaga efisiensi operasional, serta meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap platform. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa industri kripto di Indonesia memiliki prospek pertumbuhan yang sehat apabila dijalankan dengan tata kelola yang baik, inovasi berkelanjutan, dan komitmen terhadap perlindungan konsumen. “Capaian profitabilitas Tokocrypto dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa industri aset kripto dapat berkembang secara lebih sehat dan berkelanjutan. Bagi kami, pertumbuhan bisnis harus berjalan seimbang dengan penguatan produk, peningkatan kualitas layanan, keamanan sistem, serta kepatuhan terhadap regulasi,” ulas Calvin. Produk Kripto Semakin Beragam Calvin menjelaskan, Tokocrypto terus mengembangkan produk dan layanan untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin beragam. Penguatan layanan ini dilakukan untuk menciptakan pengalaman transaksi yang lebih mudah, aman, dan relevan dengan kondisi pasar. Saat ini, sejumlah produk yang paling banyak diminati pengguna Tokocrypto mencakup perdagangan spot, staking, serta fitur Dollar Cost Averaging (DCA) atau pembelian berkala. Ketiga layanan tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi pengguna dengan kebutuhan dan strategi yang berbeda. Perdagangan spot masih menjadi pilihan utama karena memberikan akses langsung bagi pengguna untuk melakukan jual beli aset kripto. Sementara itu, staking menjadi alternatif bagi pengguna yang ingin mengoptimalkan aset kripto yang dimiliki. Di sisi lain, DCA semakin diminati karena membantu pengguna melakukan pembelian secara bertahap dalam periode tertentu. “Dalam situasi pasar yang masih bergerak dinamis, pengguna membutuhkan layanan yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga membantu mereka mengambil keputusan secara lebih terencana. Spot trading tetap menjadi produk utama, sementara staking dan DCA semakin relevan bagi pengguna yang ingin menghadapi volatilitas pasar dengan pendekatan yang lebih disiplin,” jelas Calvin. Ketahanan Industri Jadi Perhatian Utama OJK menegaskan penilaian terhadap industri aset keuangan digital dan aset kripto tidak hanya bertumpu pada aspek profitabilitas. Regulator juga memperhatikan kecukupan modal, kualitas tata kelola, keandalan teknologi, keamanan siber, serta kemampuan pelaku usaha dalam melindungi aset dan dana konsumen. “Yang paling penting adalah industri memiliki ketahanan, tata kelola yang baik, dan mampu menjalankan kewajibannya kepada konsumen secara kredibel,” ujar Adi. OJK juga menyoroti profitabilitas industri masih memiliki tantangan. Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain beban biaya transaksi serta aspek perpajakan. Oleh karena itu, regulator bersama pemangku kepentingan terkait terus melakukan kajian untuk mendorong ekosistem aset keuangan digital yang lebih sehat dan kompetitif. Ekosistem Kripto Nasional Terus Diperkuat Dengan nilai transaksi yang hampir menyentuh Rp100 triliun hingga April 2026, pertumbuhan jumlah konsumen, serta mulai membaiknya kinerja sejumlah PAKD, industri kripto Indonesia dinilai berada pada jalur pertumbuhan yang lebih kuat. Calvin menilai momentum ini perlu dijaga melalui kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat. Penguatan edukasi, peningkatan standar layanan, inovasi produk, serta penerapan tata kelola yang baik menjadi faktor penting untuk membangun ekosistem aset kripto yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Ke depan, industri aset kripto nasional diharapkan tidak hanya tumbuh dari sisi transaksi, tetapi juga mampu memperkuat kepercayaan publik melalui layanan yang kredibel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.

Dari Lubang Tambang Jadi Kawasan Hijau: Reklamasi Jadi Instrumen Pemulihan Ekologi Lingkungan
Lingkungan
10 jam yang lalu

Dari Lubang Tambang Jadi Kawasan Hijau: Reklamasi Jadi Instrumen Pemulihan Ekologi

Jakarta, katakabar.com - Reklamasi dan pemulihan lingkungan kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari praktik pertambangan berkelanjutan. Bagi perusahaan-perusahaan anggota Grup MIND ID, reklamasi tidak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif setelah kegiatan tambang berakhir, melainkan sebagai upaya memulihkan fungsi ekologis kawasan sekaligus menciptakan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Melalui berbagai program restorasi lahan, rehabilitasi ekosistem, konservasi biodiversitas, hingga pengembangan tanaman energi, perusahaan-perusahaan tambang anggota Grup MIND ID berupaya menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan. Di ANTAM, reklamasi diposisikan sebagai instrumen pemulihan fungsi ekologis jangka panjang. Perusahaan menjalankan program reklamasi dan rehabilitasi secara sistematis dengan tujuan mengembalikan fungsi lingkungan pada area pascatambang agar tetap aman, stabil, dan produktif. Kegiatan tersebut meliputi penataan lahan, pengendalian erosi dan sedimentasi, revegetasi menggunakan spesies lokal, hingga pemantauan kualitas lingkungan secara berkala. ANTAM juga mengintegrasikan program konservasi biodiversitas melalui pemantauan flora dan fauna, rehabilitasi ekosistem sungai, serta perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi di sekitar wilayah operasional. Pada 2025, ANTAM telah menanam lebih dari 195 ribu pohon di area pascatambang maupun kawasan rehabilitasi lainnya. Selanjutny, Bukit Asam atau PTBA mengembangkan inovasi melalui pemanfaatan tanaman kaliandra merah di lahan reklamasi. Tanaman energi tersebut dikembangkan sebagai bahan baku wood pellet untuk program co-firing pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Program ini tidak hanya mempercepat penghijauan lahan pascatambang, tetapi juga mendukung pengurangan emisi karbon melalui substitusi sebagian penggunaan batu bara dengan biomassa. Hingga 2025, PTBA bersama mitra akademik telah melakukan penanaman kaliandra merah di lahan seluas 26,47 hektare dengan lebih dari 240 ribu batang tanaman. Di samping itu, Freeport Indonesia menjadikan pengelolaan biodiversitas sebagai salah satu fokus utama strategi keberlanjutannya. Perusahaan menerapkan berbagai sistem pengelolaan lingkungan yang bertujuan meminimalkan dampak operasional terhadap ekosistem, termasuk pemantauan lingkungan secara berkelanjutan dan pengelolaan tailing sesuai standar yang telah diverifikasi secara internasional. Selain itu, Freeport melakukan penilaian kondisi alam melalui pendekatan empat tahap, mulai dari identifikasi lokasi, evaluasi, asesmen, hingga penyiapan langkah mitigasi guna memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati di wilayah operasionalnya. Sementara, PT Timah menempatkan reklamasi dan restorasi lanskap pascatambang sebagai bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui revegetasi lahan bekas tambang, tetapi juga rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. Program yang dijalankan mencakup pembangunan terumbu karang buatan, penanaman mangrove, hingga restocking kepiting sebagai bagian dari pemulihan ekosistem perairan yang terdampak aktivitas pertambangan. Pada 2025, perusahaan mencatat realisasi 100 persen target perawatan reklamasi dan rehabilitasi lingkungan yang telah ditetapkan. Adapun PT Vale Indonesia menempatkan reklamasi dan rehabilitasi kawasan tambang sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan sumber daya alam jangka panjang. Perusahaan menjalankan pemulihan lahan melalui revegetasi, pengelolaan keanekaragaman hayati, dan rehabilitasi kawasan terdampak operasi tambang untuk memastikan kawasan yang telah ditambang dapat kembali memiliki fungsi ekologis yang mendukung keseimbangan lingkungan di sekitar wilayah operasi. Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa paradigma industri pertambangan terus berubah. Reklamasi tidak lagi berhenti pada penanaman kembali vegetasi, melainkan berkembang menjadi upaya pemulihan ekosistem yang lebih komprehensif dari konservasi biodiversitas, rehabilitasi kawasan darat dan perairan, hingga pengembangan tanaman energi yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan-perusahaan anggota Grup MIND ID membuktikan bahwa kegiatan pertambangan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

India dan Indonesia Perkokoh Kemitraan Strategis di Pertemuan Komisi Bersama ke 8 di New Delhi Internasional
Internasional
12 jam yang lalu

India dan Indonesia Perkokoh Kemitraan Strategis di Pertemuan Komisi Bersama ke 8 di New Delhi

New Delhi, katakabar.com - India dan Indonesia tegaskan lagi komitmen perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah menjadi fondasi hubungan kedua negara selama beberapa dekade. Komitmen tersebut mengemuka dalam Pertemuan Komisi Bersama (Joint Commission Meeting/JCM) ke-8 yang digelar di New Delhi, Minggu (7/6). Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono bersama Menteri Urusan Luar Negeri India, Dr. S. Jaishankar, yang pimpin pertemuan. Pertemuan tingkat tinggi ini forum penting untuk evaluasi perkembangan hubungan bilateral sekaligus merumuskan langkah-langkah baru dalam memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis. Kedua negara membahas berbagai isu mulai dari politik, pertahanan dan keamanan, ekonomi digital, perdagangan, kesehatan, energi, konektivitas, pendidikan, hingga hubungan antar masyarakat. Dalam pernyataan bersama yang dirilis, kedua menteri meninjau keseluruhan perkembangan hubungan bilateral di bawah kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif India dan Indonesia dan membahas berbagai peluang baru untuk memperdalam kolaborasi di masa mendatang. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya intensitas hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir, termasuk setelah kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025 yang dinilai memberikan dorongan baru bagi hubungan bilateral. Hubungan Bilateral Dinilai Alami Kemajuan Signifikan Menteri Urusan Luar Negeri India, Dr. S. Jaishankar mengatakan hubungan India dan Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir. “Merupakan suatu kehormatan untuk bersama-sama memimpin Pertemuan Komisi Bersama India–Indonesia ke-8 bersama Menteri Luar Negeri Sugiono. Kemitraan Strategis Komprehensif kita telah mengalami pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Jaishankar. Ia menjelaskan kedua pihak melakukan pembahasan mendalam mengenai berbagai bidang kerja sama yang selama ini menjadi prioritas kedua negara. “Kami mengadakan diskusi substantif mengenai kerja sama politik, pertahanan dan keamanan, maritim dan pelayaran, perdagangan, fintech, kesehatan, farmasi, pupuk, mineral kritis, pariwisata, pendidikan, dan kerja sama budaya,” ujarnya. Menurut Jaishankar, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan kawasan dan isu global yang menjadi kepentingan bersama. “Kami juga bertukar perspektif mengenai perkembangan regional, memajukan koordinasi multilateral, serta memperdalam hubungan India dengan ASEAN,” tambahnya. Momentum Baru Pasca Kunjungan Presiden RI ke India Dalam sambutan pembukaannya, Jaishankar menyoroti pentingnya pertemuan kali ini yang merupakan JCM pertama setelah jeda selama empat tahun. “Pertemuan Komisi Bersama ini berlangsung setelah empat tahun. Saya pikir penting untuk menyadari bahwa selama empat tahun tersebut kita telah membuat kemajuan yang baik dalam hubungan bilateral,” jelasnya. Ia juga mengingat kembali sejumlah capaian penting yang telah memperkuat hubungan kedua negara, termasuk peringatan 75 tahun hubungan diplomatik India dan Indonesia pada tahun 2025. “Kami mendapat kehormatan menyambut Presiden Prabowo dalam kunjungan kenegaraan sekaligus sebagai tamu utama pada perayaan Hari Republik India ke-76 tahun lalu. Ketika saya bertemu dengan Yang Mulia Presiden selama kunjungan tersebut, saya sangat menghargai arahan yang beliau berikan untuk mengembangkan hubungan bilateral kita yang semakin beragam,” ucapnya. Menurutnya, pembicaraan antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto selama kunjungan tersebut telah memberikan energi baru bagi hubungan kedua negara. “Terdapat diskusi yang sangat produktif antara Perdana Menteri Modi dan Presiden Prabowo selama kunjungan itu dan hal tersebut telah memberikan momentum baru bagi Kemitraan Strategis Komprehensif kita,” ujarnya. Indonesia Tekankan Kerja Sama yang Memberikan Manfaat Nyata Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menegaskan Indonesia memandang India sebagai mitra strategis penting di kawasan Indo-Pasifik dan dunia berkembang. “Senang dapat memimpin bersama Pertemuan Komisi Bersama Indonesia–India ke-8 bersama Dr. S. Jaishankar di New Delhi,” tutur Sugiono. Ia menjelaskan pembahasan kedua negara mencakup berbagai sektor yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Kami membahas berbagai prioritas utama dalam Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India, mulai dari perdagangan dan keamanan maritim hingga konektivitas digital, infrastruktur, kesehatan, serta hubungan antar masyarakat,” kupasnya. Sugiono juga menaruh harapan besar terhadap kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Jakarta yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu mendatang. “Kami menantikan kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Jakarta. Kunjungan tersebut akan menjadi kesempatan penting untuk semakin memperdalam kerja sama dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” imbuh Sugiono. Komitmen Perkuat Koordinasi Regional dan Global Selain membahas hubungan bilateral, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan regional dan internasional. India dan Indonesia sepakat bahwa kerja sama yang lebih erat diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Kedua negara kembali menegaskan komitmen untuk meningkatkan koordinasi di berbagai forum regional dan multilateral, termasuk dalam kerangka ASEAN serta berbagai organisasi internasional lainnya. Pertemuan tersebut juga menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pilar utama dalam kebijakan Act East Policy India. Dengan ikatan sejarah dan peradaban yang telah terjalin selama berabad-abad, kedua negara meyakini bahwa hubungan bilateral masih memiliki ruang yang luas untuk terus berkembang. Menutup pertemuan, kedua pihak menyambut positif tren peningkatan hubungan India–Indonesia dan sepakat untuk menyelenggarakan Pertemuan Komisi Bersama berikutnya pada waktu yang akan disepakati bersama dalam waktu dekat. Dengan semakin luasnya cakupan kerja sama, mulai dari keamanan maritim, ekonomi digital, mineral kritis, kesehatan, hingga pertukaran budaya dan pendidikan, India dan Indonesia menunjukkan tekad untuk menjadikan kemitraan strategis mereka sebagai salah satu hubungan bilateral paling penting di kawasan Indo-Pasifik.

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah