Polres Kepulauan Meranti Tangkap Pelaku Karhutla dan Amankan BB di Tanjung Gemuk Hukrim
Hukrim
52 menit yang lalu

Polres Kepulauan Meranti Tangkap Pelaku Karhutla dan Amankan BB di Tanjung Gemuk

Kepulauan Meranti, katakabar.com -  Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti tangkap seorang pria berinisial D 57 tahun, yang diduga terlibat dalam tindak pidana pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Penangkapan dilakukan Unit II Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Kepulauan Meranti yang mengungkap, dan menangkap pelaku, Jumat (14/8). Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., lewat Kasat Reskrim Polres Meranti, Iptu M. Iqbalul Fikri, S.Tr.K., S.I.K., menyampaikan penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut penyelidikan atas laporan dugaan Karhutla yang terjadi di Jalan Hasanudin, RT 02 RW 04, Desa Tanjung Gemuk. Peristiwa kebakaran diketahui terjadi pada Jumat (31/7) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, piket SPK Polsek Rangsang mendeteksi adanya titik panas atau hotspot melalui dashboard Lancang Kuning. Menindaklanjuti informasi tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Gemuk berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan pengecekan ke lokasi. Dari pengecekan tersebut ditemukan adanya kebakaran lahan. “Setelah menerima informasi adanya hotspot, petugas melakukan pengecekan ke lokasi dan ditemukan adanya kebakaran lahan,” demikian keterangan penyidik dalam laporan penanganan perkara. Menurut Kasat Reskrim, Penyidik kemudian melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) Senin (3/8). Dalam kegiatan tersebut, Unit Tipidter Satreskrim Polres Kepulauan Meranti bersama UPT KPH Tebing Tinggi mengambil titik koordinat untuk mengetahui status kawasan lahan yang terbakar, serta melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Dari hasil penyelidikan, penyidik selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap D yang sebelumnya berstatus sebagai saksi. Setelah memperoleh dua alat bukti yang cukup, penyidik melakukan gelar perkara. Pada Jumat (14/8) sekitar pukul 10.00 WIB, D kemudian ditetapkan sebagai tersangka, dan dilakukan penangkapan. Dalam perkara tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, yakni satu buah cangkul bergagang kayu warna hitam, satu buah mancis merek Dolpin warna putih kombinasi biru, serta dua buah ranting kayu bekas terbakar. Penyidik menerapkan Pasal 78 ayat (3) dan/atau Pasal 78 ayat (4) juncto Pasal 50 ayat (3) huruf d Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, sebagaimana telah diubah melalui ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Menurur Kasat Reskrim, penyidik telah melakukan sejumlah tindakan hukum, mulai dari pembuatan laporan polisi, melengkapi administrasi penyidikan, pemeriksaan saksi, pemeriksaan ahli kehutanan dari UPT KPH Tebing Tinggi, penyitaan barang bukti hingga mengamankan pelaku. Selanjutnya, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap ahli pidana, mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan mempersiapkan proses pelimpahan tahap I. Diketahui, Polres Kepulauan Meranti menegaskan penanganan perkara tersebut menjadi bagian dari upaya penegakan hukum terhadap praktik pembakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Kabupaten Kepulauan Meranti, sekaligus mendukung upaya pencegahan karhutla di daerah tersebut. Polres Kepulauan Meranti mengimbau apabila ada menemukan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) segera melaporkan, dan menghubungi Call Center 110  Polres Kepulauan Meranti siap melayani.

Avenew Hadirkan AveXchange 2026, PMO Exchange Perdana di Indonesia Ungkap 'The X Factor of PMO' Serba Serbi
Serba Serbi
9 jam yang lalu

Avenew Hadirkan AveXchange 2026, PMO Exchange Perdana di Indonesia Ungkap 'The X Factor of PMO'

Jakarta, katakabar.com - Berdasarkan penelitian PMO di Indonesia terbaru, sebesar 40 persen proyek di berbagai industri terancam gagal akibat tata kelola yang tidak efektif, sehingga tantangan PMO kini bergeser dari sekadar standarisasi proses menjadi pencipta nilai bisnis. Menjawab tantangan tersebut, Avenew Indonesia gelar AveXchange 2026: The X Factor of PMO, forum pertukaran PMO pertama di Indonesia bakal dihelat Kamis, 17 September 2026 di The Grove Suites by Grand Aston, Kuningan, Jakarta Selatan. Menghadirkan para pembicara ahli seperti Dr. Alin Veronika, Andre Permana PhD, dan jajaran PMO expert lainnya, acara ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana Project Management Office dapat bertransformasi dari sekadar fungsi administratif menjadi penggerak strategis organisasi. Avenew Indonesia secara resmi umumkan pergelaran AveXchange 2026: The X Factor of PMO, sebuah forum yang didedikasikan untuk komunitas Project Management Office (PMO) dan menjadi PMO Exchange pertama di Indonesia. Usung tema “The X Factor of PMO”, AveXchange 2026 dibangun di atas satu pertanyaan utama: apa faktor “X” yang membedakan PMO yang sekadar menjalankan fungsi administrasi dengan PMO yang mampu menciptakan dampak strategis bagi organisasi? Di tengah meningkatnya kompleksitas bisnis dan transformasi organisasi, peran PMO terus berkembang dari fungsi pengawasan proyek menjadi enabler strategi, penggerak kolaborasi lintas fungsi, dan pencipta nilai bisnis. AveXchange hadir sebagai ruang pertukaran gagasan, pengalaman, dan perspektif lintas industri untuk membahas masa depan PMO di Indonesia. “AveXchange bukan sekadar konferensi. AveXchange adalah platform pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang mempertemukan praktisi, eksekutif, akademisi, peneliti, dan organisasi untuk bersama-sama mengungkap “X Factor” di balik PMO yang berkinerja tinggi,” ujar Bayu Aditya Firmansyah, S.T., M.T., PMP, PMI-RMP, PMI-PMOCP, IPMO-P, CEO Avenew Indonesia. Forum ini akan menghadirkan pembahasan mengenai PMO lintas industri, kolaborasi lintas fungsi, perspektif praktisi dan akademisi, serta bagaimana PMO dapat mendorong transformasi dan keberhasilan organisasi secara berkelanjutan yang juga didukung langsung oleh PMO INDONESIA. Sejumlah pembicara yang telah dikonfirmasi antara lain: 1. Dr. Alin Veronika, S.T., M.T., PMP, PMI-RMP, PMI-PMOCP, IPMO-P (PMO Transformation Strategist & CEO of Avenew Academy) 2. Andre Permana, S.T., M.T., PhD (President Director (Acting) and Business Director of PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)) 3. Dr. Mohammad Ichsan., M.T., PfMP, PgMP, PMP, PMI-SP, PMI-PMOCP (Associate Professor in Project Management, BINUS Business School) 4. Tri Sutrisno, PMP, PMI-PMOCP, PSM, CSDS (PMO Head of Pegadaian) 5. Aditya Pradana, PMP, PMOCP, CSM, ATP, AHPP, CSSGB (PMO Transfomation Head of Pertamina Bina Medika IHC) 6. Ika Avianto, S.T., M.T., PMP (PMO Head of Avenew Indonesia and PMO Team Leader for National Strategic Projects) 7. Agus Rianto, S.T., M.T. (Vice President of Project Management Office PT PLN) 8. Sachlani, PMP, PSMI, P3O, PMI-PMOCP (President of PMO INDONESIA) 9. Chalid Tamimi, MBA, PMP (President Director of DCOptima) Dimulai pada pukul 08:30 WIB hingga 17:00 WIB, peserta AveXchange 2026 dapat memperoleh akses ke seluruh sesi presentasi dan panel diskusi, kesempatan networking terkurasi dengan profesional PMO, materi presentasi acara, sertifikat partisipasi digital, kesempatan coaching corner eksklusif serta klaim hingga 7 PMI PDUs untuk mendukung pengembangan profesional dan pemeliharaan sertifikasi PMI. Pergelaran AveXchange 2026 juga menjadi bagian dari perayaan 13 tahun perjalanan Avenew Indonesia dalam mendukung pengembangan kapabilitas organisasi melalui Consulting, Training, serta Research & Innovation di bidang Project, Program, and Portfolio Management sejak didirikan pada tahun 2013. Pendaftaran Early Bird dibuka mulai 23 Juli hingga 2 September 2026 dengan harga Rp550.000, sementara harga normal sebesar Rp700.000 berlaku mulai 3 hingga 17 September 2026. Tersedia pula Team Pass dengan potongan 10 persen untuk minimal lima peserta. Daftar sekarang juga dan dapatkan 7 PMI PDU, kesempatan coaching corner eksklusif, serta potongan harga selama Early Bird. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat diakses melalui kanal resmi Avenew Indonesia.

Reli Belum Usai! Dupoin Futures Prediksi Harga Emas Masih Berpotensi Melonjak Internasional
Internasional
10 jam yang lalu

Reli Belum Usai! Dupoin Futures Prediksi Harga Emas Masih Berpotensi Melonjak

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih berada dalam jalur penguatan pada perdagangan Selasa (11/8). Analisis terbaru dari Dupoin Futures menjelaskan, tren bullish yang telah terbentuk dalam beberapa waktu terakhir masih menunjukkan kekuatan yang solid. Dukungan dari indikator teknikal yang positif serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven menjadi kombinasi faktor yang dinilai mampu menjaga momentum kenaikan harga dalam jangka pendek hingga menengah. Menurut analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, selama belum muncul sinyal teknikal yang mengindikasikan pembalikan arah, peluang emas (XAUUSD) untuk melanjutkan reli masih cukup besar. Dalam kajian teknikal yang dilakukan Dupoin Futures, emas (XAUUSD) pada time frame Daily masih memperlihatkan struktur pergerakan yang didominasi oleh buyer. Arah tren utama masih mengarah ke atas dengan target penguatan menuju area resistance 4.484 hingga 4.592. Area tersebut dipandang sebagai sasaran kenaikan berikutnya apabila momentum beli tetap bertahan dan tidak terganggu oleh sentimen negatif dari pasar global. Geraldo Kofit menuturkan salah satu indikator yang memperkuat proyeksi tersebut adalah Stochastic, yang hingga saat ini masih bergerak naik tanpa menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang berarti. Posisi indikator tersebut mengindikasikan bahwa tekanan beli masih lebih dominan dibandingkan tekanan jual. Selama kondisi ini bertahan, peluang bagi harga emas (XAUUSD) untuk mencetak level yang lebih tinggi dinilai masih terbuka. "Dominasi buyer juga terlihat dari pola pergerakan harga yang terus mempertahankan tren naik secara konsisten. Meskipun dalam setiap tren bullish tetap terdapat peluang koreksi jangka pendek akibat aksi ambil untung, pelemahan tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara selama struktur tren utama tidak mengalami perubahan. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap memperhatikan level-level teknikal penting sebagai acuan dalam menentukan strategi transaksi," ujarnya. Analis Dupoin Futures juga mengingatkan kenaikan harga yang cukup cepat sering kali diikuti oleh peningkatan volatilitas pasar. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya fluktuasi harga yang lebih besar dalam jangka pendek. Tetapi, selama tekanan beli masih mampu mempertahankan momentum, koreksi yang muncul justru dapat menjadi bagian dari proses konsolidasi sebelum harga kembali melanjutkan penguatan. Dari sisi fundamental, prospek harga emas (XAUUSD) masih memperoleh dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian mengenai situasi di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian investor global karena kawasan tersebut merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia. Potensi gangguan terhadap arus perdagangan energi membuat pelaku pasar cenderung mengalihkan sebagian investasinya ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas. Selain faktor geopolitik, Dupoin Futures juga menyoroti fenomena fear of missing out (FOMO) yang mulai terlihat di pasar. Setelah harga emas (XAUUSD) berhasil mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir, semakin banyak investor yang mulai masuk ke pasar untuk mengantisipasi potensi kenaikan lanjutan. Arus pembelian tambahan tersebut turut memperkuat momentum bullish yang sedang berlangsung. Permintaan fisik emas dari China juga menjadi salah satu faktor yang menopang prospek harga. Sebagai salah satu konsumen emas terbesar di dunia, peningkatan pembelian dari China memberikan dukungan terhadap keseimbangan permintaan global. Menurut Dupoin Futures, tingginya permintaan dari pasar Asia berpotensi menjaga harga tetap berada dalam tren positif, terutama ketika dibarengi dengan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai. Perhatian pelaku pasar kini juga tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang akan menjadi salah satu katalis utama dalam beberapa waktu ke depan. Data inflasi tersebut dinilai memiliki pengaruh besar terhadap ekspektasi arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Apabila inflasi menunjukkan perlambatan, pasar berpotensi semakin yakin bahwa bank sentral Amerika Serikat memiliki ruang untuk memangkas suku bunga di masa mendatang. Skenario tersebut dapat memberikan dorongan tambahan bagi harga emas (XAUUSD) karena pelemahan ekspektasi suku bunga biasanya diikuti oleh tekanan terhadap dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Sebaliknya, apabila inflasi masih bertahan tinggi atau bahkan melampaui ekspektasi pasar, peluang penguatan dolar AS dapat meningkat sehingga berpotensi membatasi laju kenaikan emas dalam jangka pendek. Dupoin Futures menilai bahwa kombinasi antara faktor teknikal dan fundamental saat ini masih memberikan peluang yang cukup besar bagi harga emas (XAUUSD) untuk mempertahankan tren bullish. Dominasi buyer yang masih kuat, indikator Stochastic yang terus menunjukkan momentum positif, meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven akibat ketidakpastian geopolitik, fenomena FOMO di kalangan investor, serta naiknya permintaan emas dari China menjadi fondasi yang memperkuat prospek kenaikan harga. Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas (XAUUSD) masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan menuju area resistance 4.484 hingga 4.592. Meskipun pasar tetap berpotensi mengalami volatilitas menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat, struktur tren yang masih bullish membuat peluang kenaikan dinilai lebih dominan.

Indonesia dan IIT Madras Perkuat Kemitraan Strategis Bidang Riset, Inovasi dan Komersialisasi Teknologi Deep-Tech Teknologi
Teknologi
13 jam yang lalu

Indonesia dan IIT Madras Perkuat Kemitraan Strategis Bidang Riset, Inovasi dan Komersialisasi Teknologi Deep-Tech

Jakarta, katakabar.com - ndonesia’s Ministry of Higher Education, Science & Technology dan IIT Madras Global Research Foundation (IITM Global) tandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di pekan pertama untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, riset strategis, inovasi, teknologi deep-tech, kewirausahaan, dan pengembangan talenta, sekaligus menandai langkah baru penguatan kemitraan strategis India dan Indonesia. Perjanjian tersebut ditandatangani dalam kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains & Teknologi Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, ke Indian Institute of Technology Madras (IIT Madras). Kemitraan tersebut diformalkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Indian Institute of Technology Madras (IIT Madras) dalam kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains & Teknologi Indonesia, Prof. Brian Yuliarto. Perjanjian ini dirancang untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi kolaboratif, mempercepat komersialisasi solusi deep-tech, serta mendukung pengembangan talenta dan perusahaan yang berdaya saing global. Kolaborasi ini mempertemukan kemampuan IIT Madras di bidang riset, teknologi deep-tech, inovasi, dan kewirausahaan dengan prioritas pembangunan nasional Indonesia. Kedua pihak bertujuan mengembangkan solusi praktis dan dapat diperluas yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, kemandirian teknologi, dan pembangunan berbasis pengetahuan. Dari Riset Bersama hingga Komersialisasi Salah satu fokus utama kemitraan ini adalah menciptakan jalur yang lebih kuat antara lembaga penelitian dan sektor komersial, sehingga berbagai gagasan yang dikembangkan melalui riset akademik dapat bergerak melampaui laboratorium menuju startup, industri, dan penerapan ekonomi yang lebih luas. Melalui kemitraan ini, universitas-universitas di Indonesia diharapkan memperoleh lebih banyak peluang untuk berpartisipasi dalam riset bersama, pengembangan talenta, komersialisasi teknologi, dan program inovasi bersama IIT Madras Global Research Foundation. Bagi Indonesia, kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung ambisi yang lebih luas dalam membangun ekonomi berbasis inovasi, di mana riset dapat menghasilkan nilai ekonomi yang nyata. Kemitraan ini juga berupaya memperkuat hubungan antara universitas, peneliti, mahasiswa, pengusaha, dan industri. “Indonesia telah menetapkan visi ambisius untuk menjadi ekonomi yang kompetitif secara global dan digerakkan oleh inovasi. Untuk mencapainya, diperlukan kemitraan yang kuat yang memberdayakan universitas, peneliti, mahasiswa, dan pengusaha untuk bekerja sama dengan institusi kelas dunia,” ujar Prof. Brian Yuliarto. “Tujuan kami bukan hanya menghasilkan riset yang unggul, tetapi juga mengubah gagasan menjadi startup, membantu startup tersebut berkembang menjadi industri yang kompetitif secara global, dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” jelasnya. Membangun Model Inovasi Selatan-Selatan Di luar proyek riset individual, perjanjian ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk membangun ekosistem inovasi yang dapat menjadi model bagi kemitraan Selatan-Selatan di masa depan. Kemitraan ini menggabungkan kemampuan riset dan teknologi IIT Madras yang telah diakui secara global dengan agenda pembangunan Indonesia, dengan tujuan menghasilkan solusi yang dapat diterapkan dalam skala luas. Kedua negara juga melihat kolaborasi ini sebagai peluang untuk menunjukkan bagaimana institusi dari negara-negara berkembang dapat bekerja sama dalam membangun kapasitas teknologi dan kewirausahaan yang lebih kuat. Prof. V. Kamakoti, Chairman IIT Madras Global Research Foundation sekaligus Director IIT Madras, mengatakan kemitraan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap ekosistem riset dan inovasi IIT Madras serta kemampuannya untuk bekerja sama dengan mitra internasional dalam menghadapi berbagai tantangan dunia nyata. “Melalui IIT Madras Global Research Foundation, kami memperluas kemampuan kami melampaui batas-batas nasional untuk bersama-sama menciptakan solusi yang menjawab berbagai tantangan dunia nyata,” kata Prof. Kamakoti. Ia menambahkan bahwa kemitraan tersebut akan berkontribusi dalam membangun ekosistem riset, inovasi, dan kewirausahaan yang kompetitif secara global, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan dan memperkuat hubungan yang telah terjalin antara India dan Indonesia. MoU Diteken Pejabat Senior Kedua Negara MoU tersebut ditandatangani oleh Prof. Raghunathan Rengaswamy, Director IIT Madras Global Research Foundation, dan Madhav Narayan, CEO and Director IIT Madras Global Research Foundation, mewakili IITM Global, bersama Dr. Mohammad Fauzan Adziman, Director General of Research and Development dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains & Teknologi Indonesia. Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Prof. V. Kamakoti, Prof. Brian Yuliarto, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty, Prof. Preeti Aghalayam, Dean of Global Engagement IIT Madras, serta para dekan dan dosen IIT Madras, pejabat senior pemerintah dari India dan Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Perjanjian ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan bilateral antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, di mana kedua pemimpin kembali menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan tinggi, sains, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan. IIT Madras sebagai Pusat Riset dan Inovasi Global Didirikan pada 1959 oleh Pemerintah India sebagai Institute of National Importance, IIT Madras telah mengembangkan ekosistem akademik dan riset yang luas, mencakup 18 departemen akademik dan sejumlah pusat riset interdisipliner tingkat lanjut. Institusi ini menawarkan program sarjana dan pascasarjana di berbagai bidang serta memiliki lebih dari 650 dosen dan 10.000 mahasiswa, dengan mahasiswa yang berasal dari 18 negara. Institusi tersebut juga telah membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat melalui dukungan IITM Incubation Cell. Diakui sebagai Institution of Eminence pada 2019, IIT Madras menempati peringkat pertama dalam kategori Overall selama tujuh tahun berturut-turut dalam India Rankings 2025. IIT Madras juga mempertahankan posisi pertama dalam kategori Engineering Institutions selama 10 tahun berturut-turut sejak 2016 hingga 2025. Selain itu, IIT Madras menempati peringkat pertama dalam kategori Sustainability Development Goals yang diperkenalkan pada 2025 dan juga meraih posisi pertama dalam kategori Innovations, meningkat dari peringkat kedua pada tahun sebelumnya. Pada 2023, IIT Madras menjadi IIT pertama yang mendirikan kampus internasional di Zanzibar, Tanzania, yang dikenal sebagai IIT Madras Zanzibar. Melalui kemitraan baru ini, kemampuan riset dan inovasi IIT Madras akan semakin terhubung dengan ekosistem pendidikan tinggi dan inovasi nasional Indonesia, menciptakan peluang baru bagi peneliti, mahasiswa, dan pengusaha dari kedua negara untuk berkolaborasi dalam pengembangan teknologi dan solusi yang memiliki dampak ekonomi dan sosial lebih luas.

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah