Ekonomi
Biaya Admin Shopee dan TikTok Shop Terus Naik di 2026, Pelaku UMKM Mulai Lirik Toko Online Sendiri
Jakarta, katakabar.com - Permintaan jasa pembuatan website ecommerce meningkat seiring makin banyak penjual online mengeluhkan hal serupa, yakni omzet di layar terlihat besar, tapi saldo yang benar-benar masuk rekening jauh lebih kecil dari yang dibayangkan. Penyebabnya bukan penurunan penjualan, melainkan tumpukan potongan biaya yang makin tebal di dua marketplace terbesar Indonesia, Shopee dan TikTok Shop. Kondisi ini mendorong makin banyak pelaku usaha melirik kanal penjualan tambahan di luar marketplace konvensional. Dua Platform, Dua Skema Kenaikan Berjalan Bersamaan Shopee memberlakukan skema biaya admin baru mulai Januari 2026, dengan besaran 2,5 hingga 10 persen tergantung kategori produk. Untuk toko berstatus Shopee Mall, sebagian kategori bahkan dikenakan tarif hingga 11,7 persen. Di luar persentase utama, Shopee juga menetapkan biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi sejak Juli 2025, serta biaya tambahan 3 persen untuk produk pre-order sejak awal 2026. TikTok Shop menempuh jalur serupa. Komisi platform berkisar 6,97 hingga 8 persen, ditambah komisi dinamis per kategori yang bisa menambah 3 hingga 8 persen lagi. Yang paling terasa bagi penjual bernilai transaksi besar: batas maksimum komisi per item naik drastis dari Rp40.000 menjadi Rp650.000 sejak pertengahan tahun, seiring integrasi platform ke ekosistem ShopTokopedia. Kedua penyesuaian ini terjadi di waktu yang berdekatan, membuat penjual yang aktif di kedua platform merasakan dampaknya nyaris bersamaan. Berapa Besar Sebenarnya Hilang Kombinasi komisi platform dan komisi dinamis TikTok Shop untuk sejumlah kategori bisa mencapai sekitar 15 persen dari nilai transaksi. Artinya, toko dengan omzet Rp100 juta sebulan berpotensi kehilangan Rp15 juta hanya untuk biaya platform, di luar ongkos iklan dan promosi yang biasanya dikeluarkan terpisah. Dalam setahun, potongan ini bisa menembus Rp180 juta, angka yang cukup untuk membiayai penambahan tim atau pengembangan produk baru. Toko dengan omzet kecil belum tentu merasakan dampak sebesar ini, karena potongan persentase yang kecil kadang masih lebih murah dibanding biaya langganan flat. Tapi begitu skala usaha membesar, perhitungannya sering berbalik. Toko Sendiri Jalan Keluar dari Skema Persentase Alih-alih terus menyesuaikan harga jual setiap kali platform menaikkan komisi, sebagian pelaku usaha memilih memakai jasa pembuatan website toko online untuk membangun kanal penjualan yang biayanya tidak bergantung pada persentase omzet. Skema langganan flat BisnisOn dilengkapi enam pilihan payment gateway, delapan lebih opsi kurir real-time, notifikasi WhatsApp otomatis untuk setiap pesanan, dan dukungan custom domain lengkap dengan SSL gratis sejak hari pertama toko digunakan. "Yang sering terjadi, pelaku usaha baru menyadari besarnya potongan komisi setelah beberapa bulan berjalan, ketika mereka mulai membandingkan angka penjualan kotor dengan yang benar-benar diterima," ujar Mas Tama, pendiri BisnisOn. "Struktur langganan flat membuat pelaku usaha bisa menghitung biaya operasionalnya di depan, tanpa perlu menyesuaikan harga jual setiap kali platform mengubah skema komisi." Dua Kanal Berjalan Berdampingan, Bukan Saling Menggantikan Toko online mandiri dan toko di marketplace pada praktiknya lebih sering berjalan bersamaan, bukan salah satu ditinggalkan. Perbedaannya terletak pada siapa yang memegang data pelanggan dan bagaimana biaya dihitung. Di marketplace, data pembeli sepenuhnya berada di sistem platform dan biayanya mengikuti persentase transaksi. Di toko sendiri, pelanggan menjadi milik brand secara langsung dan biayanya tetap sama besar berapa pun jumlah transaksi bulanan. Pendekatan menjalankan dua kanal sekaligus semakin umum ditemui di kalangan pelaku usaha yang omzetnya sudah stabil di marketplace, tapi ingin punya kendali lebih besar atas biaya operasional jangka panjang.
Internasional
Bitcoin Masuki Pekan Penentuan, Mampukah Kembali Tembus US$85.000?
Jakarta, katakabar.com - Masih bergerak di sekitar level US$79.000 setelah reli menuju US$82.000 belum mampu berlanjut. Meski momentum jangka pendek cenderung tertahan, peluang Bitcoin untuk kembali menguji US$85.000 masih terbuka seiring pasar bersiap menghadapi sejumlah agenda ekonomi penting Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari ke depan. Data internal FLOQ menunjukkan Bitcoin diperdagangkan sekitar US$79.522, dengan rentang perdagangan 24 jam antara US$79.081 hingga US$80.494. Sementara itu, dalam tujuh hari terakhir, BTC sempat bergerak hingga US$82.108 sebelum kembali terkoreksi. CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kondisi saat ini menempatkan Bitcoin pada fase konsolidasi penting. Menurutnya, area US$82.000 menjadi salah satu level yang perlu ditembus agar momentum kenaikan menuju US$85.000 kembali mendapatkan konfirmasi. “Bitcoin saat ini berada dalam fase menunggu katalis baru. Area US$82.000 menjadi level yang cukup penting karena beberapa kali menjadi resistance. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan volume dan permintaan yang kuat, peluang untuk melihat Bitcoin kembali menguji US$85.000 akan semakin terbuka,” kata Yudho. Jalan Menuju US$85.000 Masih Terbuka Secara teknikal, Bitcoin masih menghadapi resistance di kisaran US$80.000 hingga US$82.000. Kemampuan BTC merebut kembali area tersebut akan menjadi salah satu sinyal penting untuk menentukan apakah tren pemulihan dapat berlanjut. Sentimen pasar terhadap kemungkinan kenaikan juga masih relatif positif. Laporan mencatat pasar prediksi pergerakan Bitcoin sebelumnya memberikan probabilitas sekitar 77% bahwa BTC akan melewati US$85.000 sebelum 2 Oktober 2026. Meski demikian, probabilitas di prediction market bersifat dinamis dan bukan merupakan proyeksi harga yang pasti. Yudho mengatakan target US$85.000 masih realistis apabila beberapa katalis makro bergerak sesuai harapan pasar. “Untuk menuju US$85.000, Bitcoin tidak hanya membutuhkan faktor teknikal. Pasar juga membutuhkan dukungan dari sisi likuiditas dan sentimen makro. Karena itu, pergerakan minggu ini penting untuk melihat apakah investor kembali meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko atau justru memilih lebih defensif menjelang keputusan The Fed,” jelasnya. Arus Dana ETF Masih Jadi Penopang Di tengah volatilitas harga, permintaan institusional terhadap Bitcoin masih menunjukkan sinyal positif. ETF Bitcoin di AS membukukan net inflow sekitar US$175 juta pada 4 September, menandai tiga sesi berturut-turut arus dana positif. BlackRock IBIT menyumbang sekitar US$117 juta, sedangkan Fidelity mencatat arus masuk sekitar US$57,22 juta. Sehari sebelumnya, total inflow ETF Bitcoin bahkan mencapai sekitar US$731 juta. Menurut Yudho, kesinambungan arus dana ETF menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena dapat menunjukkan bahwa investor institusional masih memiliki minat terhadap Bitcoin meskipun volatilitas jangka pendek meningkat. “ETF inflow menjadi salah satu indikator yang menarik karena memperlihatkan bahwa permintaan institusional masih ada ketika Bitcoin mengalami konsolidasi. Apabila tren arus masuk ini berlanjut, tekanan dari sisi permintaan bisa membantu Bitcoin mempertahankan struktur kenaikannya dan kembali mencoba resistance yang lebih tinggi,” katanya. Bitcoin Hadapi Tiga Ujian Besar Pekan Ini Selain pergerakan harga, perhatian investor pekan ini akan tertuju pada serangkaian agenda ekonomi AS yang berpotensi mengubah ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Ujian pertama datang dari pasar obligasi AS. Departemen Keuangan AS dijadwalkan melelang kembali Treasury Note tenor 10 tahun pada 9 September 2026, dengan settlement pada 15 September. Hasil lelang menjadi penting karena permintaan yang lemah berpotensi mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi, sementara permintaan yang kuat dapat membantu menahan kenaikan yield. Pada hari yang sama, kebijakan baru Treasury untuk meningkatkan kapasitas program buyback obligasi berjangka panjang juga mulai berlaku. Treasury meningkatkan batas maksimum operasi liquidity-support buyback dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi untuk sejumlah surat utang berjangka panjang. Kebijakan ini berlaku mulai 9 September hingga awal November. Setelah itu, pasar kripto akan menghadapi dua laporan inflasi utama. Bureau of Labor Statistics (BLS) dijadwalkan merilis Producer Price Index (PPI) Agustus pada 10 September, disusul Consumer Price Index (CPI) Agustus pada 11 September. CPI AS terakhir tercatat meningkat 3,4% secara tahunan pada Juli. Data tersebut menjadi semakin penting setelah laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan nonfarm payroll bertambah 162.000 pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Kondisi pasar tenaga kerja yang masih relatif kuat membuat pelaku pasar kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat. “PPI dan CPI akan menjadi dua data yang sangat penting. Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda, pasar bisa kembali melihat ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif ke depan. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat mendorong yield dan dolar AS naik, yang biasanya menjadi tantangan bagi aset berisiko termasuk Bitcoin,” jelas Yudho. FOMC Jadi Penentu Arah Berikutnya Puncak perhatian pasar kemudian akan tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September 2026. Federal Reserve dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada 16 September, disertai pembaruan proyeksi ekonomi dan jalur suku bunga dari para pejabat The Fed. Menurut Yudho, keputusan suku bunga saja belum tentu menjadi faktor terpenting. Panduan The Fed mengenai prospek inflasi, ekonomi, dan arah suku bunga berikutnya juga berpotensi menentukan sentimen pasar hingga akhir September. “Pasar pada akhirnya tidak hanya melihat apakah The Fed menaikkan atau mempertahankan suku bunga. Investor akan membaca bagaimana The Fed melihat inflasi dan arah kebijakan beberapa bulan ke depan. Nada yang lebih dovish dapat menjadi katalis positif bagi likuiditas pasar, sementara sikap yang tetap hawkish berpotensi membuat Bitcoin bertahan dalam fase konsolidasi lebih lama,” ucap Yudho. Dengan kondisi tersebut, US$82.000 menjadi resistance penting yang perlu diperhatikan dalam jangka pendek. Keberhasilan Bitcoin menembus dan mempertahankan level tersebut dapat membuka kembali peluang menuju US$85.000. Sebaliknya, apabila tekanan makro kembali meningkat, Bitcoin masih berpotensi bergerak volatil di sekitar area US$79.000 dan menguji support yang lebih rendah. Namun, kombinasi antara arus dana ETF yang masih positif, minat institusional, serta rangkaian katalis makro dalam beberapa hari ke depan membuat September berpotensi menjadi periode penting dalam menentukan fase berikutnya bagi Bitcoin. “Kami melihat September sebagai periode yang akan memberikan lebih banyak kejelasan mengenai arah pasar. US$85.000 masih sangat mungkin dicapai, tetapi jalannya tidak akan linear. Investor perlu memperhatikan data makro, arus dana institusional, dan bagaimana Bitcoin merespons level-level penting, bukan hanya mengejar pergerakan harga dalam satu atau dua hari,” sebut Yudho. Disclaimer: Materi ini disampaikan untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli maupun menjual aset kripto.
Sumut
Plt Bupati Tiorita Tertibkan Aset, Seluruh Kendaraan Dinas Pemkab Langkat Diperiksa
Langkat, katakabar.com - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, mulai menertibkan kendaraan dinas sebagai bagian dari pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD).
Ekonomi
Cara Menabung Emas di Rumah Lewat Aplikasi, Lebih Praktis dan Terencana
Jakarta, katakabar.com - Punya emas sebagai bagian dari rencana keuangan tidak selalu berarti harus membeli emas batangan lalu menyimpannya di rumah. Saat ini, menabung emas juga dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi. Cara ini bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin mulai mengumpulkan emas secara bertahap tanpa perlu langsung membeli emas fisik dalam jumlah besar. Namun, sebelum mulai, penting memahami cara kerja emas digital, risiko perubahan harga, serta ketentuan transaksi yang berlaku. Cara Menabung Emas di Rumah Lewat Aplikasi Kalau mencari cara menabung emas di rumah, kamu bisa melakukannya dengan mengelola kepemilikan emas secara digital melalui aplikasi. Secara sederhana, prosesnya dapat dilakukan dengan: 1. Membuka layanan emas pada aplikasi. 2. Memilih nominal atau jumlah emas yang ingin dibeli. 3. Memastikan harga dan detail transaksi. 4. Menyelesaikan pembayaran sesuai metode yang tersedia. 5. Memantau saldo emas secara digital. Dengan mekanisme emas digital, kamu tidak perlu menyimpan emas fisik sendiri di rumah. Saldo emas tercatat secara digital sesuai mekanisme dan ketentuan layanan yang digunakan. Menabung Emas Digital, Apa Kemudahannya? Ada beberapa hal yang membuat menabung emas digital dapat dipertimbangkan. 1. Tidak Perlu Menyimpan Emas Fisik Kamu tidak perlu menyediakan tempat penyimpanan khusus di rumah untuk emas yang dimiliki secara digital. 2. Bisa Dimulai Bertahap Pembelian dapat dilakukan secara bertahap sesuai nominal yang tersedia. 3. Lebih Mudah Dipantau Saldo emas dan transaksi dapat dipantau melalui aplikasi sehingga perkembangan kepemilikan lebih mudah dilihat. Namun, kemudahan tersebut tidak menghilangkan risiko investasi. Harga emas tetap dapat mengalami perubahan. Apakah Emas Digital Bisa Dijual? Emas digital dapat dijual kembali sesuai mekanisme dan ketentuan layanan. Namun, jangan menganggap harga jual pasti lebih tinggi daripada harga pembelian. Harga emas bergerak mengikuti kondisi pasar dan terdapat kemungkinan perbedaan antara harga beli dan harga jual. Karena itu, sebelum menjual, perhatikan harga transaksi dan biaya yang mungkin berlaku. Tips Menabung Emas untuk Pemula Kalau baru mulai, beberapa hal berikut dapat membantu: 1. Tentukan Tujuan Tentukan untuk apa emas tersebut dikumpulkan dan kapan kemungkinan akan digunakan. 2. Mulai Sesuai Kemampuan Pilih nominal yang tidak mengganggu kebutuhan rutin dan kewajiban finansial. 3. Jangan Mengejar Harga Harga emas dapat berubah setiap waktu. Hindari mengambil keputusan hanya karena melihat kenaikan atau penurunan harga dalam waktu singkat. 4. Pahami Harga Beli dan Jual Perhatikan harga ketika membeli dan harga ketika menjual karena keduanya dapat berbeda. 5. Evaluasi Secara Berkala Tinjau kembali jumlah emas yang sudah dimiliki dan sesuaikan dengan tujuan keuangan. Jadi, Bagaimana Cara Menabung Emas di Rumah Lewat Aplikasi? Untuk kamu yang mencari cara menabung emas di bank di rumah, aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce menyediakan layanan transaksi emas digital melalui mitra Lakuemas dan Treasury. Pembelian emas dapat dimulai dari Rp10.000, sehingga kamu bisa menyesuaikan nominal pembelian dengan kemampuan dan tujuan keuanganmu. Cara menabung emas di rumah kini dapat dilakukan tanpa harus menyimpan emas fisik secara langsung. Dengan layanan pembelian emas digital melalui mitra di neobank, pembelian dan penjualan dapat dilakukan melalui aplikasi. Investasi emas mengandung risiko. Harga emas dapat mengalami kenaikan maupun penurunan sehingga nilai investasi tidak dijamin. Pastikan kamu membaca informasi produk dan memahami seluruh syarat serta ketentuan sebelum melakukan transaksi. Jika ingin mulai investasi emas unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Emas di website resmi Bank Neo Commerce. PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Sumut
Kesiapsiagaan Langkat Hadapi Cuaca Ekstrem
Langkat, katakabar.com - Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meminta seluruh jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda bergerak cepat menghadapi cuaca ekstrem yang telah memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Langkat.
Nasional
PTPN Group Terus Perkuat Branding Produk Hilir
Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding PTPN III (Persero) terus perkuat strategi branding dan pemasaran produk hilir sebagai bagian dari akselerasi hilirisasi serta peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan. Regulasi yang membuka peluang bagi badan usaha milik negara (BUMN) untuk memperluas bisnis hingga menyasar konsumen akhir dan pasar ritel menjadi momentum strategis bagi PTPN I untuk mendekatkan produk-produknya kepada masyarakat. Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, mengatakan perusahaan memiliki sejarah panjang sebagai produsen berbagai produk konsumen berkualitas yang reputasinya telah dikenal hingga pasar Eropa dan Amerika. “Kita memiliki sejarah panjang sebagai produsen consumer goods dengan reputasi yang sudah dikenal hingga Eropa sejak zaman Belanda. Teh Walini, Kopi Banaran, Cerutu Golden Djawa, Cerutu Deli Nusantara, dan berbagai produk perkebunan lainnya merupakan merek-merek yang memiliki nama besar. Namun, ketika BUMN tidak lagi menyentuh pasar hingga sektor riil, pamor merek-merek tersebut perlahan tertinggal dari merek swasta yang bergerak lebih agresif. Sekarang saatnya kita kembali memperkuat posisi itu sejalan dengan program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah,” ujar Abdul Rivai Ras di Jakarta, di suatu perbincangan di pekan pertama September 2026. Abdul Rivai Ras mengakui, membangkitkan kembali kejayaan merek-merek PTPN I di tengah persaingan pasar yang semakin ketat bukan pekerjaan mudah. Namun, tren pasar saat ini memberikan peluang besar karena konsumen semakin mengutamakan kualitas, keamanan pangan, reputasi produk, serta keberlanjutan lingkungan. “Kesadaran masyarakat terus meningkat seiring membaiknya tingkat kesejahteraan. Konsumen kini tidak hanya membeli produk, tetapi juga memilih kualitas, keamanan pangan, reputasi premium, dan proses produksi yang ramah lingkungan. Karena itu, kami akan terus memperkuat branding seluruh produk ritel PTPN I, mulai dari Teh Walini, Kopi Banaran, Kopi Rollaas, Cerutu Golden Djawa, Cerutu Deli Nusantara, hingga produk-produk unggulan lainnya,” ucapnya. Menurut Abdul Rivai Ras, program hilirisasi yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto merupakan peluang strategis bagi PTPN I untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan. Hilirisasi, menurutnya, tidak cukup berhenti pada proses produksi, tetapi harus mampu membangun merek, memperluas akses pasar, dan menciptakan pengalaman yang mendorong konsumen terus memilih produk PTPN I. “Hilirisasi tidak berhenti ketika produk selesai diproduksi. Hilirisasi baru berhasil ketika produk sampai ke tangan konsumen, digunakan, dibeli kembali, dan menjadi pilihan utama masyarakat. Di situlah nilai tambah benar-benar tercipta,” jelasnya. Dekatkan Produk kepada Konsumen PTPN I memiliki modal kuat untuk mengakselerasi strategi tersebut. Selain didukung portofolio merek yang telah dikenal luas, perusahaan memiliki belasan ribu karyawan yang tersebar di berbagai wilayah operasional. “Kita tidak boleh hanya bangga memiliki Teh Walini, Kopi Rollaas, Kopi Banaran, Cerutu Golden Djawa, maupun Cerutu Deli Nusantara. Produk-produk itu harus semakin dekat dengan masyarakat. Transformasi dimulai dari diri kita sendiri. Belasan ribu insan PTPN I harus menjadi pelanggan pertama, duta pertama, sekaligus pemasar pertama bagi produk kebanggaan perusahaan,” ujarnya. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pemasaran, PTPN I akan memperluas penggunaan produk-produknya di seluruh lingkungan perusahaan, mulai dari kantor, ruang rapat, mess karyawan, guest house, hingga destinasi wisata yang dikelola perusahaan. “Kalau kita sendiri belum bangga menyajikan produk PTPN I kepada tamu, bagaimana masyarakat akan mengenal kualitasnya? Setiap fasilitas perusahaan harus menjadi etalase yang memperkenalkan kekuatan merek-merek PTPN I,” ulasnya. Selain memperluas penggunaan produk di lingkungan internal, PTPN I akan mengembangkan gerai dan café berbasis produk hilir pada sejumlah aset strategis perusahaan. Konsep tersebut dirancang sebagai ruang yang mengintegrasikan promosi, pengalaman pelanggan, dan aktivitas perdagangan dalam satu ekosistem bisnis. Melalui gerai tersebut, pengunjung dapat menikmati cerutu premium Indonesia yang dipadukan dengan kopi dan teh produksi PTPN I, sekaligus memperoleh berbagai produk unggulan perusahaan. “Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar café. Kami ingin membangun sebuah destinasi yang menjadi rumah bagi merek-merek PTPN I, tempat masyarakat dapat menikmati kualitas produk sekaligus melakukan transaksi. Di situlah promosi, pengalaman pelanggan, dan bisnis bertemu dalam satu ekosistem,” kata Abdul Rivai Ras. Jadikan Aset sebagai Mesin Pertumbuhan Pengembangan gerai akan memanfaatkan aset-aset strategis perusahaan yang berada di Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, dan Makassar. Optimalisasi aset tersebut akan menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan sekaligus memperkuat jangkauan pasar produk-produk PTPN I. “Setiap aset PTPN I harus menjadi mesin pertumbuhan. Aset tidak boleh hanya menjadi bangunan yang dimiliki perusahaan, tetapi harus menjadi pusat aktivitas ekonomi yang memperkuat merek, menggerakkan hilirisasi, dan menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan,” tegasnya. Abdul Rivai Ras optimistis sinergi antara penguatan merek, optimalisasi aset, dan keterlibatan seluruh insan perusahaan akan mempercepat transformasi bisnis PTPN I. Melalui strategi tersebut, Holding Perkebunan Nusantara mendorong produk-produk unggulan PTPN I semakin dekat dengan masyarakat, memperluas pangsa pasar, dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar nasional maupun internasional.
Teknologi
Saham Apple Bersiap Hadapi Kejutan September, iPhone Lipat Jadi Katalis Baru
Jakarta, katakabar.com - Saham Apple Inc. (AAPL) memasuki September 2026 dengan perhatian investor yang semakin besar. Perusahaan dijadwalkan menggelar acara peluncuran produk pada 9 September usung tema “Surprise and Shine”. Meski Apple belum mengungkap seluruh produk yang akan diperkenalkan, investor dan pasar menaruh ekspektasi tinggi terhadap kehadiran lini iPhone terbaru, termasuk potensi iPhone lipat pertama Apple. Menurut laporan Yahoo Finance, saham Apple telah mencatat kenaikan hampir 21% sepanjang tahun berjalan hingga menjelang acara tersebut. Kinerja itu menunjukkan bahwa investor masih memiliki optimisme terhadap prospek perusahaan, meskipun Apple menghadapi tantangan dalam persaingan kecerdasan buatan (AI). Karena itu, acara September kali ini dipandang bukan sekadar peluncuran produk tahunan, tetapi juga momentum penting untuk melihat arah pertumbuhan Apple di bawah kepemimpinan CEO baru, John Ternus. iPhone 18 Pro Jadi Sorotan Salah satu produk yang paling dinantikan adalah iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kedua perangkat tersebut diperkirakan membawa sejumlah peningkatan, termasuk penggunaan chip A20 Pro yang disebut akan dibuat menggunakan proses manufaktur 2 nanometer. Apple juga diperkirakan menghadirkan perubahan pada sistem kamera, termasuk kamera utama dengan aperture variabel. Selain itu, varian Pro kemungkinan mendapatkan pilihan warna baru. Meski perubahan tersebut belum tentu tergolong revolusioner, kombinasi peningkatan hardware dapat menjadi daya tarik bagi pengguna kelas premium yang ingin melakukan upgrade. Namun, perhatian terbesar pasar justru tertuju pada kemungkinan Apple memperkenalkan perangkat yang benar-benar baru: iPhone lipat. iPhone Lipat Bisa Jadi “Surprise” Terbesar Apple Apple dikabarkan tengah mempersiapkan iPhone lipat yang berpotensi menggunakan nama iPhone Ultra. Perangkat tersebut diperkirakan menggunakan desain lipat bergaya buku, dengan layar sekitar 5,5 inci ketika ditutup dan sekitar 7,6 inci ketika dibuka. Jika benar diluncurkan, iPhone lipat akan menjadi langkah besar bagi Apple karena perusahaan akhirnya memasuki kategori smartphone yang telah lebih dahulu diisi oleh sejumlah kompetitor, terutama Samsung. Pasar smartphone lipat sendiri masih berkembang. Berdasarkan data yang dikutip dalam laporan tersebut, IDC memperkirakan pengiriman global perangkat foldable dapat tumbuh 12,6% pada 2026. Kondisi ini memberikan peluang bagi Apple untuk masuk ke segmen baru ketika permintaan terhadap perangkat lipat masih menunjukkan pertumbuhan. Potensi kontribusinya terhadap bisnis Apple juga cukup besar. Morgan Stanley memperkirakan iPhone lipat dapat menghasilkan sekitar US$14 miliar pendapatan bagi Apple pada kuartal Desember. Produksi perangkat tersebut diperkirakan mencapai sekitar 7 juta hingga 8 juta unit pada paruh kedua 2026, sementara total produksi dalam siklus produk pertamanya berpotensi mencapai 20 juta unit. Meski demikian, harga akan menjadi salah satu faktor penting. Produk baru dengan harga premium harus mampu memberikan alasan kuat bagi konsumen untuk melakukan upgrade. Jika harga terlalu tinggi dan konsumen tidak melihat manfaat yang signifikan, potensi pertumbuhan penjualan dapat menjadi lebih terbatas. Kinerja Bisnis Apple Masih Solid Di tengah spekulasi mengenai produk baru, kinerja bisnis Apple tetap menjadi fondasi penting bagi valuasi sahamnya. Pada kuartal Juni, pendapatan iPhone Apple tumbuh 22% secara tahunan menjadi US$54,3 miliar. Sementara itu, total pendapatan perusahaan meningkat 16% menjadi US$109,4 miliar. Untuk kuartal September, manajemen Apple memperkirakan pertumbuhan pendapatan sekitar 9% hingga 11%, dengan pendapatan iPhone diproyeksikan tumbuh pada kisaran pertengahan belasan persen. Konsensus pasar juga memperkirakan pendapatan Apple sepanjang 2026 dapat mencapai sekitar US$477,7 miliar, atau tumbuh sekitar 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun Apple tengah mencari sumber pertumbuhan baru, bisnis utamanya masih memiliki momentum yang kuat. Keberhasilan produk baru, terutama iPhone lipat, berpotensi memberikan tambahan katalis bagi pertumbuhan perusahaan. Era Baru di Bawah CEO John Ternus Peluncuran September 2026 juga memiliki arti strategis karena menjadi acara produk besar pertama Apple setelah John Ternus mengambil alih posisi CEO pada 1 September, menggantikan Tim Cook yang telah memimpin perusahaan selama hampir 15 tahun. Ternus merupakan eksekutif lama Apple yang memiliki latar belakang kuat di bidang hardware. Karena itu, investor akan mengamati bagaimana dirinya membawa Apple memasuki fase baru, terutama ketika perusahaan menghadapi tekanan untuk mengejar ketertinggalan dari kompetitor dalam perkembangan AI. Acara 9 September pun menjadi kesempatan bagi Ternus untuk membangun kepercayaan investor sekaligus menunjukkan visi Apple di bawah kepemimpinannya. Apakah Saham Apple Menarik untuk Investor? Meski prospek Apple masih menarik, valuasi saham juga perlu menjadi perhatian. Laporan tersebut mencatat Apple diperdagangkan sekitar 37,1 kali estimasi laba ke depan, sehingga sahamnya tidak dapat disebut murah. Di sisi lain, potensi iPhone lipat dapat menjadi katalis baru yang membuat prospek Apple lebih menarik. Konsensus analis saat ini memberikan rating “Moderate Buy”. Dari 41 analis yang mengikuti saham Apple, 21 memberikan rekomendasi “Strong Buy”, tiga “Moderate Buy”, 13 “Hold”, dua “Moderate Sell”, dan dua “Strong Sell”. Target harga rata-rata berada di sekitar US$328,70, sedangkan target tertinggi mencapai US$400. Dengan demikian, investor perlu mencermati hasil acara Apple pada 9 September, termasuk respons konsumen terhadap produk baru, strategi harga, serta kemampuan Apple menghadirkan inovasi yang dapat menopang pertumbuhan jangka panjang. Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai koin kripto lainnya. Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia. Bagi investor yang baru ingin memulai investasi, kamu juga tidak perlu khawatir karena aset kamu mendapatkan perlindungan dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas. Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui website Nanovest. Aplikasi Nanovest juga sudah tersedia di Play Store maupun App Store, sehingga investor dapat mulai mengeksplorasi berbagai pilihan aset investasi dengan mudah dalam satu aplikasi.
Olahraga
AHY Cup 2026 di Binjai Resmi Berakhir
Turnamen Bola Voli AHY Cup Pelajar se-Sumatera Utara 2026 resmi berakhir di GOR Rambung Binjai
Kesehatan
Percepat Penanggulangan TB, Pemko Binjai Gelar Cek Kesehatan Gratis
Pemko Binjai melalui Dinas Kesehatan menggelar tracing TB terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pustu SM. Rejo, Kecamatan Binjai Timur
Ekonomi
Rakor Bansos, Kecamatan Binjai Kota Dorong Pemutakhiran Data DTSEN
Kecamatan Binjai Kota menggelar rapat koordinasi evaluasi penerima bantuan sosial (bansos) di Aula Kantor Camat Binjai Kota.