India dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pertambangan, Bidik Mineral Kritis dan Peluang Hilirisasi Internasional
Internasional
1 jam yang lalu

India dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pertambangan, Bidik Mineral Kritis dan Peluang Hilirisasi

Jakarta, katakabar.com - India dan Indonesia mendorong penguatan kerja sama di sektor pertambangan dan batu bara dengan memperluas kolaborasi dari perdagangan komoditas menuju investasi, teknologi, mineral kritis, industri hilir, dan keamanan rantai pasok. Peluang tersebut dibahas dalam roundtable “Boosting India-Indonesia Collaboration in Mining and Coal Sectors” di Tagore Hall, New Chancery, Kedutaan Besar India di Jakarta, 11 September 2026. Pertemuan mempertemukan pejabat pemerintah, perusahaan pertambangan, asosiasi industri, investor, kontraktor, dan pemangku kepentingan dari kedua negara. Indonesia menawarkan sumber daya mineral yang besar, sementara India memiliki kemampuan industri, teknologi, investasi, dan kebutuhan pasar yang terus berkembang. India Ingin Menjadi Mitra, Bukan Sekadar Pembeli Bahan Mentah Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menegaskan bahwa India tidak tertarik hanya mendapatkan akses bahan baku. “Kami tidak tertarik hanya mengambil bahan mentah. Kami ingin bermitra dengan Anda, dan kami ingin menjadi mitra dalam kemajuan Anda," kata Sandeep. Menurutnya, kebijakan hilirisasi Indonesia telah mengubah lanskap investasi. Perusahaan India perlu melihat Indonesia bukan hanya sebagai sumber mineral, tetapi juga sebagai tempat membangun fasilitas pengolahan, manufaktur, dan industri bernilai tambah. Mineral Kritis Jadi Area Strategis Baru Vivek Kumar Bajpai, Joint Secretary, Ministry of Mines, Government of India, menjelaskan transformasi sektor pertambangan India melalui eksplorasi, pengelolaan data geologi, keterlibatan swasta, dan pengembangan pengolahan mineral. India juga memberikan perhatian besar terhadap National Critical Mineral Mission (NCMM), yang mencakup eksplorasi, lelang blok, akuisisi aset luar negeri, fasilitas pengolahan, daur ulang, serta penelitian dan pengembangan. “Perusahaan-perusahaan India sangat tertarik untuk datang ke Indonesia dan melakukan investasi di sini,” kata Bajpai. Langkah berikutnya, menurutnya, adalah mempertemukan perusahaan India dengan proyek dan mitra yang tepat di Indonesia. Batu Bara Tetap Strategis, India Dorong Modernisasi Bhuvaneshwari S., Deputy Secretary, Ministry of Coal, Government of India, menjelaskan batu bara masih berperan penting dalam sistem energi India. Namun, pemerintah mendorong reformasi kebijakan, modernisasi teknologi, serta pemanfaatan batu bara untuk menghasilkan nilai tambah. India membuka sektor pertambangan batu bara melalui commercial mining dan mendorong penggunaan AI, GPS, GIS, serta sistem pemantauan terintegrasi. Melalui National Coal Gasification Mission, India juga mengembangkan teknologi untuk mengubah batu bara menjadi produk dan bahan baku industri, dengan tetap memperhatikan lingkungan dan keselamatan. Indonesia Punya Potensi Besar Mineral Kritis Debdutta Ganguly, President Director PT HDJ Consultant Indonesia, menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam industri pertambangan global, termasuk batu bara, nikel, tembaga, emas, bauksit, dan timah. Indonesia telah mengidentifikasi 47 mineral kritis, sementara India memiliki sekitar 30. Nikel, kobalt, tembaga, grafit, timah, dan rare earth elements menjadi sejumlah mineral yang memiliki kepentingan bagi kedua negara. Ganguly mendorong kedua negara segera menentukan proyek prioritas. “Identifikasi beberapa proyek prioritas. Kita cocokkan kemampuan India dengan proyek-proyek di Indonesia. Kemudian kita dapat meluncurkan dua atau tiga proyek percontohan," ucapnya. APNI Buka Peluang bagi Perusahaan India Meidy Katrin Lengkey, Secretary General Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), memaparkan pesatnya perkembangan industri nikel Indonesia. Menurutnya, sekitar 450 perusahaan tambang nikel aktif berproduksi, sementara hilirisasi telah mendorong pembangunan berbagai fasilitas pengolahan dan pemurnian. Indonesia kini memasok sekitar 65 persen kebutuhan nikel dunia. Tetapi, Meidy menyoroti dominasi investor China di sektor hilir. “Sayangnya, sejak program hilirisasi dimulai, kita dapat melihat bahwa sekitar 90 persen sektor hilir berasal dari China," timpalnya. Kondisi tersebut membuka ruang bagi India untuk menjadi mitra baru Indonesia, tidak hanya di nikel tetapi juga 47 mineral kritis yang telah diidentifikasi Indonesia. Dari Nikel Menuju Produk Bernilai Tambah Kamlesh Kumar, COO Tata Power Indonesia, menilai peluang nikel seharusnya tidak hanya diarahkan untuk menambah kapasitas produksi. Sejumlah segmen telah menghadapi oversupply, sehingga peluang lebih menarik dapat berada pada tahapan lebih tinggi dalam rantai nilai. Selain nickel pig iron (NPI), perusahaan dapat mempertimbangkan bahan kimia dan material yang digunakan dalam rantai nilai baterai. Tembaga, timah, bauksit, dan coal gasification juga dinilai memiliki peluang kerja sama. Ashok Mitra, mantan CEO Kaltim Prima Coal (KPC), menambahkan bahwa gasifikasi batu bara bukan konsep baru di Indonesia, tetapi masih menghadapi tantangan ekonomi proyek, kebutuhan investasi, serta ketersediaan batu bara yang sesuai. Adani Dorong Perusahaan India Lebih Agresif Siddharth Taparia, Country Head Adani Indonesia, mengatakan perusahaan India perlu melihat peluang lebih luas dan tidak hanya berfokus pada batu bara. Nikel, tembaga, dan bauksit dapat menjadi pintu masuk baru. Ia menilai perusahaan China telah bergerak sangat agresif dengan membawa modal, teknologi, peralatan, dan kemampuan engineering. “Kita harus lebih agresif.” Namun, perusahaan yang masuk ke Indonesia juga harus memahami ekosistem lokal dan memberikan nilai tambah. Danantara Melihat Peluang dari Tambang hingga Baterai Suryadi Wijaya, Director Investment Danantara, mengatakan peluang investasi dapat dikembangkan melalui co-investment dan kemitraan dengan investor strategis, dengan tetap berorientasi pada commercial return. Rantai nilai tersebut mencakup pengolahan mineral, material baterai, anode, cathode, battery cell, hingga kendaraan listrik. Indonesia juga membutuhkan diversifikasi teknologi agar tidak bergantung pada satu pendekatan atau sumber teknologi. Mineral Kritis Bukan Sekadar “Dig and Sell” Naveen Chandralal, Director PT Amman, menekankan bahwa mineral kritis membutuhkan perspektif jangka panjang. “Mineral kritis bukan sekadar dig and sell," tuturnya. Pengembangan mineral kritis membutuhkan fasilitas pengolahan, modal besar, teknologi, dan kepastian pasar. Tembaga, misalnya, semakin penting bagi India seiring meningkatnya kebutuhan industri. Indonesia dapat menjadi mitra strategis karena memiliki sumber daya dan pengalaman dalam operasi pertambangan berskala besar. Tantangan Pasokan Nikel Arief Perdana Kusumah, Chairman Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), menyoroti konsentrasi pasar nikel Indonesia ke China. Ia menyebut sekitar 93 persen produksi logam nikel Indonesia mengalir ke China. Arief juga menyoroti kebutuhan impor bijih nikel dari Filipina, terutama karena Maluku Utara menghadapi defisit bijih di tengah terkonsentrasinya kapasitas pengolahan nikel di wilayah tersebut. Salah satu opsi yang dibahas untuk menjamin pasokan adalah long-term offtake agreement dengan produsen yang telah beroperasi. Pilihan lainnya adalah kepemilikan saham atau akuisisi fasilitas yang sudah beroperasi. Meidy menjelaskan bahwa impor bijih dari Filipina berkaitan dengan karakteristik bijih yang dibutuhkan fasilitas pengolahan dan dapat dicampur dengan bijih domestik. Di tengah oversupply pada sejumlah segmen, Indonesia dinilai perlu semakin berfokus pada nilai tambah. Peluang bagi Kontraktor Pertambangan India Roundtable juga membahas peluang bagi perusahaan India untuk masuk sebagai kontraktor pertambangan maupun melalui model Mine Developer and Operator (MDO). Kuhan Selvaretnam, Director Sumbar Mitra Jaya, memberikan perspektif dari sisi kontraktor pertambangan Indonesia. Menurutnya, Indonesia telah berkembang pesat dari sisi teknologi pertambangan. “Dari perspektif pertambangan, Indonesia sudah cukup maju. Kita memiliki akses terhadap teknologi terbaru, baik untuk alat berat, pengawasan tambang, pengembangan tambang dan sebagainya," katanya. Ia juga melihat perbedaan model kontraktor Indonesia dan MDO di India sebagai peluang untuk saling belajar. Kuhan turut mengapresiasi perkembangan regulasi pertambangan India dan upaya menuju praktik pertambangan batu bara yang lebih ramah lingkungan. Saatnya Mengubah Dialog Menjadi Aksi Bijay Selvaraj, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar India di Jakarta, menilai forum tersebut mempertemukan keahlian dari pembuat kebijakan, perusahaan, investor, perbankan, dan Danantara. “Sudah menjadi sangat jelas bahwa Indonesia adalah tempat di mana hampir segala sesuatu terjadi dalam hal pertambangan. Anda dapat menyebut mineral apa pun, dan mineral itu ada di sini,” tukasnya. Menurutnya, peluang tersebut harus berjalan bersama kebijakan hilirisasi dan transisi menuju industri yang lebih bersih. “Kita tidak bisa hanya berada di apa yang disebut sebagai ruang kotor. Kita harus masuk ke ruang yang bersih dan juga menunjukkannya,” bebernya. India Mining Week Jadi Forum Lanjutan Selvaraj mengundang pelaku industri Indonesia untuk melanjutkan pembicaraan melalui India Mining Week pada 15 hingga 17 November 2026. Forum tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi peluang investasi dan kemitraan yang lebih konkret. Pertemuan di Jakarta menunjukkan bahwa kerja sama pertambangan India dan Indonesia mulai bergerak melampaui perdagangan komoditas. Batu bara tetap menjadi bagian penting, tetapi peluang masa depan semakin mengarah pada mineral kritis, hilirisasi, teknologi, pengolahan, manufaktur, investasi bersama, dan keamanan rantai pasok. Tantangan berikutnya adalah mengubah komplementaritas kedua negara menjadi proyek nyata dengan menentukan proyek prioritas, mempertemukan perusahaan yang tepat, dan membangun proyek percontohan sebagai dasar kemitraan industri jangka panjang.

Bitcoin Hadapi Tekanan Baru, Mampukah Kembali ke US$80 Ribu? Ekonomi
Ekonomi
2 jam yang lalu

Bitcoin Hadapi Tekanan Baru, Mampukah Kembali ke US$80 Ribu?

Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak di kisaran US$77.000 setelah sempat menembus US$80.000 pada pekan sebelumnya. Koreksi terjadi ketika pasar menghadapi tekanan makro yang meningkat menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 16 September. Di tengah pelemahan tersebut, Bitcoin baru saja membentuk golden cross pada 8 September, ketika rata-rata pergerakan 50 hari menembus ke atas rata-rata 200 hari. Pola ini secara historis sering dipandang sebagai sinyal momentum positif dalam jangka menengah, meski tidak menjamin harga akan langsung melanjutkan kenaikan. CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kondisi pasar saat ini menunjukkan tarik-menarik yang cukup kuat antara sinyal teknikal positif dan tekanan makro global. “Golden cross menunjukkan struktur teknikal Bitcoin mulai membaik, tetapi pasar saat ini masih sangat dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga dan likuiditas global. Karena itu, sinyal teknikal ini tetap membutuhkan konfirmasi dari pergerakan harga setelah keputusan The Fed,” ujar Yudho. Faktor Penekan BItcoin Tekanan terhadap Bitcoin meningkat setelah data tenaga kerja AS menunjukkan nonfarm payroll bertambah 162.000 pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Data tersebut kembali memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Ekspektasi kenaikan suku bunga juga mengalami perubahan cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Dalam laporan Market Outlook FLOQ, probabilitas kenaikan suku bunga pada FOMC September berada di kisaran 56–59%, berbalik naik setelah sebelumnya sempat turun ke sekitar 31,6% pada akhir Agustus. Menurut Yudho, perubahan ekspektasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Bitcoin belum mampu mempertahankan momentum kenaikannya meski secara teknikal menunjukkan sinyal yang lebih positif. “Bitcoin masih sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan moneter. Ketika pasar mulai memperkirakan suku bunga akan bertahan tinggi atau bahkan naik, investor cenderung lebih berhati-hati terhadap aset berisiko. Namun, selama permintaan spot masih bertahan, tekanan seperti ini juga bisa menjadi fase konsolidasi sebelum pasar menemukan arah baru,” jelasnya. Permintaan Institusi Di sisi lain, permintaan institusional masih memberikan sinyal konstruktif. ETF Bitcoin dan Ethereum di AS mencatat inflow gabungan sekitar US$3,8 miliar dalam tiga pekan berturut-turut hingga awal September. Pada pekan yang berakhir 4 September saja, spot Bitcoin ETF membukukan inflow sekitar US$986,7 juta, dengan BlackRock IBIT menjadi kontributor terbesar. Arus dana tersebut menjadi faktor penting karena menunjukkan bahwa minat investor institusional masih bertahan di tengah ketidakpastian makro. Namun, FLOQ menilai tren inflow masih perlu berlanjut untuk memberikan konfirmasi bahwa pasar benar-benar memasuki fase akumulasi yang lebih kuat. “Kalau inflow ETF tetap bertahan ketika harga Bitcoin bergerak sideways atau bahkan terkoreksi, itu akan menjadi sinyal yang lebih kuat bahwa investor institusional tidak hanya mengejar momentum, tetapi mulai melakukan alokasi dengan horizon yang lebih panjang,” ujar Yudho. Pasar kini akan fokus pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September 2026. Selain keputusan suku bunga, investor juga akan mencermati proyeksi ekonomi serta arah kebijakan Federal Reserve untuk beberapa bulan berikutnya. Bagi Bitcoin, hasil FOMC berpotensi menjadi katalis penting untuk menentukan apakah momentum golden cross dapat berlanjut atau justru tertahan lebih lama. Sinyal kebijakan yang lebih hawkish berpotensi menjaga tekanan terhadap aset berisiko, sedangkan nada yang lebih moderat dapat membuka ruang bagi pemulihan. Menurut Yudho, kemampuan Bitcoin untuk kembali merebut area US$79.000–US$80.000 akan menjadi salah satu indikator awal pemulihan. Jika momentum semakin kuat, area di atas US$80.000 dapat kembali diuji. Sebaliknya, tekanan makro yang meningkat dapat membuat Bitcoin tetap berada dalam fase konsolidasi. “Beberapa hari ke depan akan menjadi periode penting. Bitcoin sudah memiliki sinyal teknikal positif dari golden cross, tetapi konfirmasi sesungguhnya akan terlihat setelah pasar mengetahui arah kebijakan The Fed. Jika Bitcoin mampu bertahan dan permintaan institusional tetap kuat, peluang pemulihan jangka menengah masih terbuka,” imbuhnya. Prospek Bitcoin dalam jangka pendek masih cenderung netral dengan volatilitas tinggi. Golden cross menjadi sinyal positif dari sisi teknikal, tetapi arah suku bunga, likuiditas global, serta keberlanjutan arus dana institusional akan tetap menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan Bitcoin selanjutnya.

Bittime Soroti Pengaruh Data Ekonomi AS Pada Pergerakan Harga Kripto Internasional
Internasional
3 jam yang lalu

Bittime Soroti Pengaruh Data Ekonomi AS Pada Pergerakan Harga Kripto

Jakarta, katakabar.com - Bittime soroti pengaruh data ekonomi Amerika Serikat dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed terhadap pergerakan pasar kripto. Bittime juga mengingatkan pentingnya memahami karakteristik, leverage, dan risiko produk aset digital, terutama di tengah tingginya aktivitas perdagangan derivatif global. Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai perkembangan ekonomi global menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor untuk memahami pergerakan pasar aset kripto. Berdasarkan data CoinMarketCap pada 11 September 2026 pagi, Bitcoin berada di kisaran US$76.695, melemah 1,88% dalam 24 jam terakhir dan 5,00% dalam sepekan. Sementara, Ethereum berada di sekitar US$2.452, terkoreksi 0,51% dalam 24 jam dan 2,16% dalam sepekan. Pergerakan tersebut berlangsung ketika investor masih mencermati berbagai perkembangan ekonomi global, termasuk arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Mengapa Data Makro Diperhatikan Investor? Data seperti Consumer Price Index (CPI), Non-Farm Payrolls (NFP), dan keputusan Federal Reserve (The Fed) menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah suku bunga. Ketika data ekonomi berbeda dari perkiraan pasar, investor dapat menyesuaikan kembali pandangan mereka terhadap kebijakan moneter. Perubahan ekspektasi tersebut kemudian dapat memengaruhi imbal hasil obligasi, nilai dolar AS, dan minat investor terhadap aset berisiko. Riset International Monetary Fund (IMF) pada 2023 yang berjudul “The Crypto Cycle and US Monetary Policy” menunjukkan bahwa pengetatan kebijakan moneter AS dapat memengaruhi pasar kripto melalui perubahan risk appetite investor. IMF juga menemukan bahwa meningkatnya keterkaitan pasar kripto dengan pasar saham terjadi seiring masuknya investor institusional ke pasar kripto. Dengan demikian, reaksi pasar terhadap suatu data tidak selalu bergantung pada apakah angkanya naik atau turun. Investor juga melihat bagaimana data tersebut dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya serta apa dampaknya terhadap kebijakan moneter ke depan. “Investor perlu memahami bahwa pasar tidak hanya bereaksi terhadap apakah suatu data ekonomi naik atau turun, tetapi juga bagaimana data tersebut dibandingkan dengan ekspektasi dan apa artinya terhadap kebijakan moneter ke depan. Karena itu, data makro juga menjadi salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi,” kata Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn. Pergerakan Pasar Kripto Investor dan trader global tidak hanya mencermati data makroekonomi Amerika Serikat, tetapi juga perkembangan aktivitas perdagangan aset kripto di pasar spot dan derivatif. Pasar derivatif merupakan salah satu bagian dari aktivitas perdagangan aset kripto global. Berdasarkan laporan CoinMarketCap berjudul August Exchange Monthly Report, 11 bursa yang dipantau mencatat total volume perdagangan spot dan derivatif sekitar US$4,23 triliun pada Agustus 2026, meningkat 12,3% dibandingkan Juli 2026. Dari total tersebut, perdagangan spot menyumbang sekitar 13,8%, sedangkan perdagangan derivatif mencapai sekitar 86,2%, atau setara dengan US$3,65 triliun. Laporan tersebut juga mencatat volume perdagangan derivatif sekitar 6,25 kali dari volume perdagangan spot pada Agustus 2026. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai komposisi aktivitas perdagangan aset kripto pada bursa yang dipantau CoinMarketCap selama periode tersebut. Data tersebut menggambarkan bahwa pasar derivatif memiliki aktivitas perdagangan yang besar sekaligus memiliki risiko yang perlu dipahami oleh pelaku pasar. Perubahan harga yang cepat dapat memengaruhi posisi futures, terutama pada transaksi yang menggunakan leverage. Karena itu, pemahaman terhadap mekanisme produk dan manajemen risiko menjadi bagian penting sebelum melakukan transaksi. “Setiap produk aset digital memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, investor perlu memahami cara kerja produk, termasuk penggunaan leverage dan pengelolaan posisi, sebelum melakukan transaksi. Pemahaman tersebut dapat membantu investor menyesuaikan penggunaan produk dengan kebutuhan dan tingkat pemahamannya,” sebut Ryan.

Tren Kerja Online dan Kerja Sampingan Menguat, NambahCuan Tawarkan Tiga Jenis Tugas Tanpa Jam Kerja Mengikat Ekonomi
Ekonomi
5 jam yang lalu

Tren Kerja Online dan Kerja Sampingan Menguat, NambahCuan Tawarkan Tiga Jenis Tugas Tanpa Jam Kerja Mengikat

Jakarta, katakabar.com - Dulu, brand yang mau kontennya ramai di media sosial biasanya cuma punya dua pilihan: kerjakan sendiri lewat tim internal, atau sewa agency dengan biaya yang tidak murah, terutama berat untuk brand kecil dan menengah. Pergeseran terjadi begitu konsep microtask berkembang di Indonesia. Brand kini bisa mempertemukan langsung kebutuhan campaign-nya dengan ribuan talent lewat satu platform, dengan biaya yang lebih terukur per tugas. Model ini juga ikut mendorong minat kerja online dan kerja sampingan naik, karena membuka peluang penghasilan tambahan lewat tugas digital dari HP. NambahCuan menjawab dua kebutuhan ini sekaligus lewat platform microtask yang kini didukung lebih dari 10.000 talent terdaftar, memungkinkan pengguna memilih dan mengerjakan tugas digital untuk penghasilan tambahan tanpa terikat jam kerja tetap. Tiga Jenis Tugas, Bisa Dipilih Sesuai Waktu Luang NambahCuan menghubungkan kebutuhan campaign dari brand dengan talent yang bersedia mengerjakan tugas digital sesuai brief. Tiga kategori tugas yang tersedia: Buzzer, membantu mendistribusikan campaign lewat akun media sosial pribadi sesuai instruksi yang diberikan Clipper video, mengolah video berdurasi panjang menjadi beberapa konten pendek berformat vertikal untuk TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts, membutuhkan kemampuan editing dasar seperti CapCut Micro-job media sosial, tugas ringan lain dengan tingkat kesulitan dan komisi yang bervariasi Pendaftaran sebagai talent tidak dikenakan biaya. Setelah akun memenuhi ketentuan platform, pengguna dapat memilih tugas yang tersedia lewat dashboard NambahCuan tanpa kewajiban mengambil seluruh campaign yang ditawarkan. Tugas Clipper, Butuh Skill Tambahan Tapi Prosesnya Tetap Sederhana Dari tiga jenis tugas di atas, clipper adalah satu-satunya yang butuh keterampilan tambahan di luar sekadar posting atau share. Talent memotong video panjang milik brand menjadi klip pendek berformat vertikal, lalu mengeditnya sendiri dengan aplikasi sederhana seperti CapCut sebelum diunggah. Begitu klip selesai diedit dan diposting sesuai ketentuan campaign, sistem akan memverifikasi hasilnya dan saldo langsung masuk ke akun talent, tanpa proses pencairan yang berlapis-lapis. Talent tidak perlu memiliki followers dalam jumlah besar untuk bisa mengambil tugas ini, karena penilaiannya ada di hasil kerja, bukan di ukuran akun. Penghasilan Berbeda di Tiap Jenis Tugas Besaran komisi berbeda untuk setiap jenis pekerjaan. Tugas buzzer dan micro-job media sosial menawarkan potensi Rp50.000 hingga Rp100.000 per hari, tergantung jumlah tugas yang tersedia dan berhasil diselesaikan. Tugas clipper bernilai lebih tinggi karena membutuhkan waktu dan keterampilan editing lebih banyak, dengan potensi penghasilan Rp5 juta hingga Rp15 juta per bulan bagi talent yang aktif dan konsisten mengambil campaign. NambahCuan menegaskan nominal tersebut adalah potensi berdasarkan aktivitas pekerjaan, bukan pendapatan tetap yang dijamin untuk setiap pengguna. Bukan Skema Rekrutmen, Ini Penegasan NambahCuan Mas Abai, Admin NambahCuan, menekankan pentingnya membedakan platform microtask dari sistem yang menjadikan perekrutan anggota baru sebagai sumber pendapatan utama. "Kalau penghasilan utamanya berasal dari merekrut orang lain, bukan dari mengerjakan tugas, modelnya sudah berbeda dari micro-job. Di NambahCuan, talent mendapat komisi dari tugas yang mereka kerjakan sendiri, tidak ada target merekrut orang lain," ujar Mas Abai. Syarat dan ketentuan NambahCuan dapat diakses publik secara terbuka. Calon talent tetap disarankan mempelajari mekanisme platform sebelum bergabung dengan platform kerja online apa pun.

Apple Masuk ke Pasar Foldable, Bisakah iPhone Duo Saingi Samsung? Teknologi
Teknologi
5 jam yang lalu

Apple Masuk ke Pasar Foldable, Bisakah iPhone Duo Saingi Samsung?

Jakarta, katakabar.com - Persaingan di industri smartphone semakin menarik setelah Samsung mengungkap adanya peningkatan signifikan jumlah pengguna iPhone yang beralih ke perangkat foldable Galaxy. Momentum ini datang tepat ketika Apple akhirnya memasuki pasar smartphone lipat dengan memperkenalkan iPhone Duo pada September 2026. Kondisi tersebut membuka babak baru persaingan dua raksasa teknologi. Samsung selama bertahun-tahun telah membangun posisi di pasar foldable, sementara Apple baru mulai masuk ke segmen tersebut. Bagi investor, perkembangan ini juga menjadi perhatian karena keberhasilan atau kegagalan produk foldable berpotensi memengaruhi prospek bisnis serta pergerakan saham kedua perusahaan. Pengguna iPhone Mulai Beralih ke Samsung Samsung menyebut tingkat perpindahan pengguna iOS ke seri Galaxy Z Fold8 mencapai 1,6 kali lebih tinggi dibandingkan tingkat perpindahan ke generasi Fold7 dan Flip7 tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa perangkat foldable Samsung mulai memiliki daya tarik yang lebih besar di kalangan pengguna iPhone. Di Amerika Serikat, sekitar 30% pembeli Galaxy Z Flip8 disebut berasal dari pengguna perangkat merek lain. Menariknya, sebagian besar dari mereka merupakan konsumen yang baru pertama kali membeli smartphone foldable. Samsung juga berupaya membuat proses perpindahan dari iPhone menjadi lebih mudah. Melalui pembaruan fitur Smart Switch, pengguna iPhone dapat memindahkan data ke perangkat Galaxy menggunakan pemindaian kode QR tanpa perlu memasang aplikasi tambahan. Langkah tersebut menjadi strategi penting bagi Samsung karena salah satu hambatan terbesar dalam berpindah ekosistem adalah proses transfer data dan adaptasi terhadap sistem operasi baru. Samsung Punya Keunggulan sebagai Pelopor Samsung mulai memasuki pasar foldable pada 2019 melalui Galaxy Fold. Artinya, perusahaan Korea Selatan tersebut memiliki pengalaman sekitar tujuh tahun dalam mengembangkan dan memasarkan perangkat dengan layar lipat. Keunggulan sebagai pelopor memungkinkan Samsung memiliki waktu lebih panjang untuk mengembangkan desain, mekanisme engsel, software, serta pengalaman pengguna pada perangkat foldable. Apple kini harus menghadapi tantangan untuk mengejar pengalaman tersebut. Namun, masuknya Apple ke pasar foldable juga dapat memperluas ukuran pasar secara keseluruhan karena basis pengguna iPhone yang sangat besar. Menurut Counterpoint Research, Samsung diproyeksikan tetap memimpin pasar foldable pada 2026 dengan pangsa sekitar 32%, sedangkan Apple diperkirakan langsung mengambil sekitar 25% setelah memasuki pasar tersebut. Huawei juga masih menjadi pemain penting, khususnya di pasar China. Apple Akhirnya Hadirkan iPhone Duo Setelah bertahun-tahun menjadi bahan rumor, Apple akhirnya memperkenalkan perangkat foldable pertamanya yang diberi nama iPhone Duo pada acara 9 September 2026. Perangkat tersebut dibanderol mulai US$1.999 untuk kapasitas 256 GB dan mencapai US$3.199 untuk varian 2 TB. iPhone Duo memiliki layar internal berukuran sekitar 7,6 inci dan layar eksternal 5,4 inci dengan bodi berbahan titanium. Harga tersebut menjadikan iPhone Duo sebagai salah satu perangkat paling premium yang pernah diperkenalkan Apple. Pre-order dijadwalkan dimulai pada 16 Oktober, sementara penjualan perdana berlangsung pada 23 Oktober di Amerika Serikat dan lebih dari 70 negara lainnya. Peluncuran tersebut juga menjadi momen penting bagi CEO baru Apple, John Ternus, yang baru menggantikan Tim Cook pada 1 September 2026. Karena itu, iPhone Duo bukan hanya produk baru, tetapi juga menjadi salah satu ujian awal bagi arah Apple di bawah kepemimpinan baru. Saham Apple Menghadapi Efek “Sell the News” Meski peluncuran iPhone Duo menjadi perhatian besar, reaksi pasar terhadap saham Apple tidak langsung positif. Saham Apple ditutup di sekitar US$315,34, turun 0,28% setelah acara peluncuran. Pola tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Analis Bank of America Wamsi Mohan mencatat bahwa saham Apple pernah turun pada hari setelah peluncuran produk dalam 10 dari 24 acara sebelumnya. Fenomena ini sering disebut sebagai “sell the news”, ketika investor yang telah membeli saham berdasarkan ekspektasi positif sebelum sebuah acara memilih merealisasikan keuntungan setelah katalis tersebut benar-benar terjadi. Tetapi, secara historis, penurunan tersebut tidak selalu berlangsung lama. Data yang dikutip Yahoo Finance menunjukkan bahwa pergerakan saham Apple dalam pola serupa cenderung berbalik dalam rentang sekitar 30 hingga 60 hari. Persaingan Foldable Jadi Katalis Baru Persaingan antara Samsung dan Apple di pasar foldable menjadi menarik karena keduanya memiliki kekuatan yang berbeda. Samsung memiliki pengalaman lebih panjang serta portofolio foldable yang sudah berkembang. Sementara itu, Apple mempunyai basis pengguna iPhone yang sangat besar dan ekosistem produk yang terintegrasi. Jika Apple mampu meyakinkan pengguna iPhone untuk melakukan upgrade ke iPhone Duo, perangkat tersebut berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru. Sebaliknya, jika konsumen tetap memilih perangkat Samsung karena harga, pengalaman foldable, atau fleksibilitas Android, Samsung berpeluang mempertahankan keunggulannya. Bagi investor, perkembangan ini menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan karena persaingan produk dapat berdampak pada penjualan, pendapatan, hingga sentimen terhadap saham perusahaan teknologi. Pantau Saham AS dan Aset Investasi di Nanovest Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai koin kripto lainnya. Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi, kamu juga tidak perlu khawatir karena Nanovest memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga sudah tersedia di Play Store maupun App Store, sehingga investor dapat mengakses berbagai pilihan aset investasi melalui satu aplikasi. Persaingan Apple dan Samsung di pasar foldable pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang memiliki teknologi layar lipat terbaik. Perkembangan ini juga menjadi gambaran bagaimana perusahaan teknologi besar terus mencari sumber pertumbuhan baru di tengah pasar smartphone yang semakin kompetitif. Bagi investor, respons konsumen terhadap iPhone Duo dan kemampuan Samsung mempertahankan pengguna iPhone akan menjadi cerita yang menarik untuk dipantau sepanjang 2026.

Ruang Fiskal Seluas Lapangan Futsal Opini
Opini
6 jam yang lalu

Ruang Fiskal Seluas Lapangan Futsal

Oleh Agung Marsudi katakabar.com - Bayangkan perekonomian negara kita seperti bermain bola di lapangan futsal: ukurannya terbatas, garis batasnya jelas, setiap gerakan terlihat, setiap kesalahan terbaca. Itulah ruang fiskal kita — sempit, penuh tekanan, namun di atasnya berjalan pertandingan yang menentukan nasib dua ratus delapan puluh juta jiwa. Kita asik bermain di lapangan kecil, bukan lapangan sepak bola yang luas, terbentang jauh, memberi ruang berbelok, berlari, bernapas. Ruang fiskal kita sempit; Pendapatan negara tumbuh lambat sementara kebutuhan melesat cepat. Hutang menumpuk di sisi satu, kewajiban di sisi lain. Setiap rupiah yang dipakai di satu tempat, berarti dikurangi dari tempat lain. Garis batasnya ketat: defisit, plafon utang, kewajiban cicilan — tak boleh dilanggar. Di lapangan futsal, pemain harus banyak bergerak, dan berlari. Di lapangan yang sempit ini, pemainnya harus bekerja dua kali lebih keras; Pemerintah — menjadi penjaga gawang sekaligus penyerang, mengatur pertahanan sekaligus membangun serangan, mengurus pengeluaran sekaligus mencari pemasukan. Rakyat — adalah bola yang ditendang, dipindahkan, didorong, dikejar, kadang terpental ke pinggir lapangan. Para pengusaha — berusaha bergerak di ruang yang makin sempit, menghindari pajak yang naik, biaya yang bertambah, ketidakpastian yang mengintai. Sedang daerah — berjuang dengan jatah yang makin kecil, tranfer ke daerah yang ditahan, sementara tuntutan pembangunan makin besar. "Di lapangan futsal, tidak ada yang berdiri diam. Semua berlari sepanjang pertandingan. Begitu juga ekonomi kita — tak ada yang berhenti, tetapi tak semua sampai ke gawang." Karena lapangannya sempit, setiap keputusan berdampak langsung. Jika satu pemain salah langkah, seluruh tim terdesak. Jika satu sisi lemah, lawan langsung rebut kesempatan. Bola ekonomi di lapangan futsal memang tak pernah diam; Ketika harga naik, bola memantul keras ke arah rakyat kecil. Ketika pajak bertambah, bola ditendang ke arah pengusaha dan pekerja Ketika utang dibayar, bola ditarik ke luar lapangan — tidak kembali ke permainan. Ketika proyek besar dibangun, bola terkunci di satu sudut — sementara sisi lain lapangan kosong melompong. "Bola itu seharusnya berpindah dari satu ke yang lain, menyebar, hidup. Tetapi di lapangan ini, seringkali bola tertahan di kaki yang sama terlalu lama." Yang menyakitkan: di lapangan yang sempit, jika bola dikuasai sedikit orang, sisanya hanya berlari mengejar tanpa pernah menyentuhnya. Banyak yang bertanya: mengapa tidak diperlebar lapangannya? Mengapa tidak dibuka ruang yang lebih luas? Jawabannya: Sumber pendapatan negara masih bergantung pada sedikit sumber — pajak yang belum menyentuh semua, kekayaan alam yang diambil lalu habis. Kebocoran di sepanjang garis —kebocoran anggaran, korupsi, pengeluaran yang tidak tepat sasaran. Beban masa lalu — cicilan utang tahun-tahun pemerintahan sebelumnya. Ketidakmerataan —kekayaan yang seharusnya memperluas lapangan, justru terkumpul di satu sisi, sehingga sisi lain makin sempit. "Lapangan tidak akan melebar hanya dengan mengucapkan janji, pidato dan orasi. Lapangan melebar ketika setiap orang mendapat tempat, dan setiap rupiah bekerja untuk semua." Di lapangan futsal, kemenangan tidak datang dari berlari cepat sendirian. Ia datang dari: Kerja sama yang rapat —setiap pemain tahu perannya, tidak berebut bola, saling mengisi ruang yang kosong. Gerakan cepat dan tepat — tidak ada waktu berputar-putar, keputusan harus diambil cepat. Menjaga bola tetap berputar — tidak dikuasai satu orang, disebarkan ke mana peluang terbuka. Menjaga pertahanan sekuat serangan — tidak asik mengejar gol tapi lupa menjaga gawang sendiri. "Di ruang yang sempit, kebijaksanaan lebih berharga daripada kekuatan." Ruang fiskal kita memang seluas lapangan futsal hari ini. Tetapi pertandingan belum selesai. Garis batas bisa digeser — bukan dengan melanggar aturan, melainkan dengan: Menutup kebocoran agar setiap rupiah kembali ke permainan. Membuka lapangan agar lebih banyak pemain bisa ikut berbagi bola. Menjaga agar lapangan tetap utuh untuk generasi berikutnya. Itulah makna sejati ekonomi: bukan seberapa luas lapangan yang kita miliki hari ini, melainkan seberapa cerdas kita bermain — dan seberapa adil kita membagi ruang itu untuk semua. Itulah esensi ekonomi Pancasila. Bola ada di kaki kita. Permainan masih berlanjut. Selanjutnya Purbaya ke luar lapangan, Suahasil Nazara masuk sebagai pengganti, sesuai pesanan oligarki.

Satu Jam Perburuan, Reskrim Polsek Mandau Tangkap Dua Pelaku Penyalahgunaan Sabu Hukrim
Hukrim
7 jam yang lalu

Satu Jam Perburuan, Reskrim Polsek Mandau Tangkap Dua Pelaku Penyalahgunaan Sabu

Bathin Solapan, katakabar.com - Tim Opsnal Polsek Mandau hanya butuh satu jam tangkap dua orang laki-laki bernama KV 24 tahun, dan HR 46 tahun karena melanggar tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu di lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Senin (14/9). Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mandau, AKP I Mada Pasek, diteruskan Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, dalam keterangan resmi kepada wartawan, Tim Opsnal Polsek Mandau mendapat informasi Senin (14/9) sekitar pukul 16.45 WIB terkait adanya adanya penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Jalan Duri-Dumai kilometer 19 Desa Boncah Mahang, Kecamatan Bathin Solapan. Tidak berlama-lama, petugas polisi ke Jalan Duri-Dumai kilometer 19 kulim. Tiba di lokasi tim dengan sigap mengamankan satu orang laki-laki bernama KV ditemukan dua paket narkotika jenis sabu rinciannya dua paket besar narkotika jenis sabu, ditemukan di atas karpet. "Dari pengakuan pelaku barang narrkotika jenis Sabu tersebut didapat dari IR (DPO)," jelasnya. Selanjutnya, sebut Betty, di hari yang sama sekitar pukul 17.30 WIB Tim Opsnal Polsek Mandau mendapat informasi menngenai adanya penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Jalan Duri-Dumai kilometer 12 Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan. Kemudian tim ke lokasi target langsunf mengamankan satu orang bernama HR ditemukan empat paket narkotika jenis sabu yang ditemukan dibdalam pakaian dalam pelaku. "Dari pengakuan  barang markotika jenis Sabu tersebut didapat dari JK (DPO)," imbuhnya. Atas kejadian tersebut, ke dua pelaku serta barang bukti dibawa ke Mako Polsek Mandau guna di lakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. "Kepada kedua pelaku disangkakan Pasal 114 Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 Jo Pasal 609 tentang penyesuaian pidana," tandasnya

Dari Malaysia KM Hontery Bongkar Muatan di Pelabuhan I Selatpanjang, PD IWO Soroti Transparansi Dokumen Kepabeanan Riau
Riau
18 jam yang lalu

Dari Malaysia KM Hontery Bongkar Muatan di Pelabuhan I Selatpanjang, PD IWO Soroti Transparansi Dokumen Kepabeanan

Selatpanjang, katakabar.com -  Aktivitas bongkar muatan KM Hontery, kapal di duga milik Abeng yang membawa sejumlah barang dari Malaysia, di Pelabuhan I Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, menjadi sorotan. Dari hasil pengamatan di lapangan, kapal tersebut diketahui membawa sejumlah barang berupa lilin berukuran besar, sedang dan kecil serta kertas sembahyang yang berasal dari Malaysia, Senin (14/9) Karena barang tersebut berasal dari luar negeri, aspek kepabeanan dan kesesuaian dokumen menjadi bagian penting yang perlu dipastikan dalam setiap proses pemasukan dan pembongkaran barang. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sendiri memiliki kewenangan dalam pengawasan barang yang masuk ke wilayah Indonesia, termasuk penelitian dokumen kepabeanan serta pemeriksaan terhadap barang sesuai ketentuan yang berlaku. Persoalan yang kini menjadi perhatian bukan semata-mata aktivitas bongkar muatnya, melainkan apakah seluruh barang yang diturunkan dari KM Hontery telah sesuai dengan dokumen kepabeanan yang dilaporkan. Mulai dari jenis barang, jumlah, asal barang hingga dokumen pendukungnya perlu dipastikan secara transparan oleh instansi berwenang. Ketua PD IWO Kabupaten Kepulauan Meranti, Rahmat Arifin, meminta aparat terkait, khususnya Bea Cukai, memberikan penjelasan secara terbuka mengenai aktivitas pembongkaran tersebut. Menurut Rahmat, pengawasan terhadap barang yang masuk dari luar negeri merupakan bagian penting dalam menjaga tertib administrasi sekaligus mencegah terjadinya penyalahgunaan jalur perdagangan lintas batas. “Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan kegiatan tersebut merupakan pelanggaran. Tetapi ketika ada kapal yang membawa barang dari Malaysia dan kemudian melakukan pembongkaran di Selatpanjang, tentu publik berhak mengetahui apakah seluruh prosesnya sudah sesuai dengan ketentuan kepabeanan,” kata Rahmat Arifin. Ia menegaskan, pertanyaan yang perlu dijawab bukan hanya mengenai keberadaan kapal dan barang, tetapi juga menyangkut manifest, jumlah serta jenis barang yang tercantum dalam dokumen dengan barang yang benar-benar dibongkar di lapangan. “Kalau dokumennya lengkap dan barang yang dibongkar sesuai dengan manifest, tentu tidak ada persoalan. Justru kami meminta hal itu dijelaskan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” tegasnya. Rahmat juga meminta agar petugas terkait memastikan seluruh prosedur pengawasan berjalan sebagaimana mestinya. “Yang paling penting adalah transparansi. Apakah sudah dilakukan pemeriksaan dokumen, apakah ada pemeriksaan fisik terhadap muatan, berapa jumlah barang dalam manifest dan apakah seluruhnya sesuai dengan barang yang dibongkar. Ini yang perlu dijelaskan kepada publik,” jelasnya. PD IWO Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai organisasi wartawan, terangnya, memiliki kepentingan untuk memastikan informasi yang beredar kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan. Ia menilai, keterbukaan dari instansi terkait justru dapat mencegah munculnya berbagai asumsi di tengah masyarakat. “Kami berharap Bea Cukai tidak melihat ini hanya sebagai persoalan pemberitaan. Ini bagian dari fungsi kontrol sosial. Kalau memang seluruh prosedurnya sudah benar, sampaikan secara terbuka. Kalau ada kekurangan administrasi atau persoalan lain, tentu menjadi kewenangan aparat untuk menindaklanjutinya,” imbuhnya. Rahmat juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang langsung memberikan label “penyelundupan” sebelum dilakukan pemeriksaan dan terdapat dasar hukum yang jelas. “Kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Tetapi transparansi juga wajib dikedepankan. Jangan sampai masyarakat hanya melihat proses bongkar barang, sementara tidak mengetahui apakah barang tersebut sudah sesuai dengan dokumen atau belum,” tambahnya. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bea Cukai Selatpanjang belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi terkait status dokumen KM Hontery, manifest barang, jumlah dan jenis muatan serta mekanisme pengawasan selama proses pembongkaran. Media membuka ruang bagi Bea Cukai Selatpanjang, pemilik KM Hontery maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai prinsip pemberitaan yang berimbang.

Prediksi Harga Emas Dupoin Futures Waspadai XAUUSD Menuju 4.237 Internasional
Internasional
19 jam yang lalu

Prediksi Harga Emas Dupoin Futures Waspadai XAUUSD Menuju 4.237

Jakarta, katakabar.com - Harga emas diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan pekan depan. Analisis Dupoin Futures menunjukkan pergerakan XAUUSD pada time frame Daily masih memberikan sinyal bearish seiring terbentuknya pola Head & Shoulder. Formasi teknikal tersebut membuka peluang bagi harga emas untuk melanjutkan koreksi menuju area support terdekat di level 4.237. Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai terbentuknya Head & Shoulder pada grafik harian menjadi sinyal yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar. Pola tersebut menggambarkan adanya perubahan momentum yang dapat meningkatkan tekanan jual terhadap XAUUSD. Dalam kondisi seperti ini, Dupoin Futures melihat peluang pelemahan harga emas masih cukup terbuka, terutama apabila harga belum mampu menunjukkan pembalikan arah yang signifikan. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, level 4.237 menjadi support utama yang perlu dicermati pada pekan depan. Apabila tekanan jual terus berlanjut, XAUUSD berpotensi bergerak turun untuk menguji area tersebut. Level support akan menjadi titik penting karena respons harga di sekitar 4.237 dapat memberikan petunjuk mengenai apakah tekanan bearish masih akan berlanjut atau mulai muncul peluang pemulihan. Di sisi lain, Dupoin Futures juga menempatkan level 4.409 sebagai resistance penting. Selama harga emas belum mampu menembus dan mencatatkan penutupan di atas level tersebut, skenario bearish masih dinilai lebih dominan. Dengan demikian, pergerakan XAUUSD di bawah 4.409 menjadi salah satu kondisi yang memperkuat potensi harga emas untuk melanjutkan pelemahan. Jika harga mampu bergerak kembali di atas resistance 4.409 dan bertahan setelah penutupan, skenario bearish tersebut dapat mulai mendapatkan tekanan. Tetapi, selama kondisi tersebut belum terjadi, Dupoin Futures memperkirakan tekanan jual masih menjadi faktor utama yang perlu diantisipasi. Pelaku pasar dapat memperhatikan pergerakan harga di antara resistance 4.409 dan support 4.237 untuk melihat perkembangan tren berikutnya. Tidak hanya faktor teknikal, harga emas pekan depan juga akan dipengaruhi sejumlah sentimen fundamental global. Dupoin Futures mencermati adanya dua kekuatan yang berlawanan terhadap pergerakan logam mulia. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven. Ketidakpastian yang meningkat biasanya mendorong investor untuk mencari instrumen yang dinilai lebih defensif, sehingga kondisi tersebut dapat memberikan dukungan terhadap harga emas. Terkait perkembangan geopolitik juga memberikan tekanan melalui kenaikan harga minyak. Harga minyak yang telah bergerak di atas US$100 per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi kenaikan inflasi. Menurut perspektif Dupoin Futures, lonjakan harga energi menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan biaya energi dan produksi, sehingga berpotensi membuat tekanan inflasi menjadi lebih persisten. Apabila inflasi tetap tinggi, pasar dapat memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk periode yang lebih panjang. Kondisi tersebut berpotensi menjadi sentimen negatif bagi harga emas. Dupoin Futures juga menyoroti hubungan antara ekspektasi suku bunga, dolar AS, dan Treasury yield. Ketika pasar memperkirakan kebijakan moneter The Fed akan lebih ketat, dolar AS dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat berpotensi mendapatkan dukungan. Penguatan kedua aset tersebut dapat meningkatkan tekanan terhadap emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen obligasi. Data ekonomi Amerika Serikat turut menjadi perhatian untuk perdagangan pekan depan. Salah satunya adalah Producer Price Index atau PPI yang mencatat kenaikan 0,4% secara bulanan. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang dapat memberikan gambaran mengenai tekanan harga di tingkat produsen dan selanjutnya memengaruhi ekspektasi terhadap perkembangan inflasi. Menurut Dupoin Futures, perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed dapat memberikan dampak signifikan terhadap XAUUSD. Apabila data ekonomi menunjukkan tekanan inflasi yang lebih kuat, peluang suku bunga bertahan tinggi dapat meningkat sehingga berpotensi menekan harga emas. Sebaliknya, tanda-tanda pelemahan inflasi dapat memberikan ruang bagi ekspektasi kebijakan yang lebih longgar dan berpotensi mendukung pemulihan XAUUSD. Selain data ekonomi, perkembangan konflik Timur Tengah juga tetap menjadi katalis yang harus diperhatikan. Eskalasi konflik dapat meningkatkan permintaan safe haven dan memberikan dorongan terhadap emas. Namun, apabila dampaknya terhadap harga minyak semakin besar, kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi dapat menjadi faktor yang kembali membatasi penguatan harga emas. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Dupoin Futures melihat XAUUSD masih memiliki risiko pelemahan pada perdagangan pekan depan. Dari sisi teknikal, pola Head & Shoulder pada time frame Daily memberikan indikasi tekanan bearish dengan target support di level 4.237. Selama harga belum mampu ditutup di atas resistance 4.409, tren bearish diperkirakan masih menjadi skenario utama. Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai pelaku pasar perlu mencermati respons XAUUSD terhadap level 4.237 sekaligus memperhatikan kemampuan harga menembus resistance 4.409. Kedua level tersebut dapat menjadi acuan penting dalam menentukan arah harga emas selanjutnya. Secara keseluruhan, prediksi harga emas pekan depan dari Dupoin Futures masih menunjukkan kecenderungan bearish. Tekanan teknikal dari pola Head & Shoulder berpotensi membawa XAUUSD menuju support 4.237, sementara level 4.409 menjadi resistance yang harus ditembus untuk mengurangi tekanan bearish. Di sisi fundamental, arah dolar AS, Treasury yield, harga minyak, inflasi Amerika Serikat, serta perkembangan konflik Timur Tengah akan menjadi katalis utama yang menentukan volatilitas harga emas pada pekan depan.

Bitcoin-Ethereum Terkoreksi, Pelaku Pasar Cermati Suku Bunga The Fed Ekonomi
Ekonomi
20 jam yang lalu

Bitcoin-Ethereum Terkoreksi, Pelaku Pasar Cermati Suku Bunga The Fed

Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin dan Ethereum mengalami koreksi di tengah dinamika pasar aset kripto dan perhatian pelaku pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Lantaran itu, menjelang FOMC Meeting September 2026, investor perlu mencermati perkembangan ekonomi global serta memahami risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan investasi. Pergerakan harga aset kripto masih menunjukkan dinamika di tengah berbagai sentimen ekonomi global. Berdasarkan data CoinMarketCap pada 11 September 2026 pagi, Bitcoin berada di kisaran US$76.695, melemah 1,88% dalam 24 jam terakhir dan 5,00% dalam sepekan. Sementara itu, Ethereum berada di sekitar US$2.452, terkoreksi 0,51% dalam 24 jam dan 2,16% dalam sepekan. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor perlu mencermati berbagai sentimen yang dapat memengaruhi kondisi pasar aset kripto. Investor Cermati Sentimen Suku Bunga The Fed Sejumlah perkembangan makroekonomi turut menjadi perhatian pelaku pasar, salah satunya adalah perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) setelah data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan kondisi ekonomi yang relatif kuat. Melansir situs resmi Federal Reserve, The Fed dijadwalkan akan menggelar FOMC meeting pada 15-16 September 2026. Mengutip pemberitaan The Block pada 7 September 2026 lalu, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) kembali meningkat setelah laporan pekerjaan AS menunjukkan penambahan 162.000 lapangan kerja pada Agustus. Perubahan ekspektasi tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury dan menjadi salah satu faktor yang dicermati pasar aset berisiko, termasuk kripto. “Pergerakan Bitcoin dan Ethereum saat ini menunjukkan bahwa pasar masih cukup dinamis. Kenaikan secara mingguan tidak serta-merta menghilangkan potensi volatilitas dalam jangka pendek. Investor perlu mencermati berbagai faktor yang dapat memengaruhi pasar sebelum mengambil keputusan,” ujar Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn. Investor Perlu Mencermati Volatilitas Pasar Pergerakan harga aset kripto dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi makroekonomi, kebijakan moneter, perkembangan geopolitik, hingga sentimen pasar. Karena itu, perubahan harga dalam jangka pendek perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas. Pemahaman terhadap kondisi pasar juga menjadi bagian penting bagi investor dalam menentukan keputusan investasi. Investor perlu mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat toleransi terhadap risiko, serta kondisi pasar sebelum mengambil keputusan. “Pasar aset kripto memiliki karakteristik volatilitas yang perlu dipahami oleh investor. Pergerakan harga dalam jangka pendek dapat berubah seiring dengan munculnya data ekonomi maupun sentimen global. Karena itu, penting bagi investor untuk melakukan pertimbangan secara menyeluruh dan menyesuaikan keputusan dengan profil risikonya,” ucap Ryan.

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah