Bukan Sekadar Silaturahmi, IWO Inhil dan Polres Bahas Informasi Hoaks hingga Green Policing Kapolda Riau Riau
Riau
6 jam yang lalu

Bukan Sekadar Silaturahmi, IWO Inhil dan Polres Bahas Informasi Hoaks hingga Green Policing Kapolda Riau

Tembilahan, katakabar.com - Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) silaturahmi ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Indragiri Hilir, Senin (27/7) sore. Rombongan IWO Indragiri Hilir diterima Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Kasat Intelkam Polres Indragiri Hilir, AKP Jamaluddin, S.H., M.H., di ruang kerja Kapolres Indragiri Hilir, Jalan Jenderal Sudirman, Tembilahan. Pertemuan berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB tersebut turut dihadiri Ketua Pengurus Wilayah (PW) IWO Provinsi Riau, Muridi Susandi bersama sejumlah pengurus IWO lainnya. Silaturahmi tersebut menjadi momentum perkuat komunikasi dan sinergi antara insan pers dan kepolisian, khususnya dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi palsu atau hoaks di ruang digital, menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta mendukung penyampaian informasi terkait program kepolisian. Di antara yang turut dibahas pada pertemuan tersebut yakni peran media mensosialisasikan program Green Policing yang digagas Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan sebagai langkah kepolisian meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta mengajak masyarakat menjaga kelestarian alam. Ketua PD IWO Indragiri Hilir, menyampaikan wartawan memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat, termasuk mendukung program-program positif pemerintah dan kepolisian. "Pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami siap bersinergi dalam menyampaikan informasi yang positif, termasuk program Green Policing agar semakin dikenal masyarakat," ujarnya. Ia mengatakan, perkembangan teknologi informasi membuat arus informasi semakin cepat sehingga wartawan dituntut mengedepankan verifikasi, profesionalitas, serta kode etik jurnalistik. "Melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang, kami ingin ikut menciptakan ruang informasi yang sehat serta membantu menangkal penyebaran berita hoaks yang dapat mengganggu Kamtibmas," ucapnya. Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Donny Eko Listianto menyambut baik kunjungan silaturahmi jajaran IWO Indragiri Hilir tersebut. Menurutnya, media merupakan mitra strategis Polri menyampaikan informasi kepada masyarakat, memberikan edukasi publik, serta mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. "Kami mengapresiasi silaturahmi dari rekan-rekan IWO Indragiri Hilir. Media memiliki peran penting dalam membantu Polri menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat," terang AKBP Donny. Ia mengajak insan pers untuk bersama-sama menangkal penyebaran berita hoaks serta menyampaikan informasi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. "Kami berharap kerja sama dan komunikasi yang baik ini terus ditingkatkan. Mari bersama-sama memberikan informasi yang positif, berimbang, dan bertanggung jawab demi menjaga Kamtibmas di Kabupaten Indragiri Hilir," bebernya. Kapolres juga menyampaikan pentingnya dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menyosialisasikan program Green Policing yang menjadi salah satu upaya kepolisian dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kelestarian alam. "Program-program positif seperti Green Policing perlu diketahui masyarakat luas. Peran media sangat penting dalam membantu menyampaikan pesan-pesan tersebut," sebutnya. Kapolres turut mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dengan memastikan kebenaran setiap informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya. Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan ini diharapkan semakin memperkuat kemitraan antara IWO Indrgiri Hilir dan Polres Indrgiri Hilir dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat, menjaga Kamtibmas, serta mendukung program kepolisian di Kabupaten Indragiri Hilir

Mahasiswa KKN Universitas Riau Ikuti Penyuluhan Pertanian Tema Peningkatan Produktivitas Sawit di Sungai Lala Riau
Riau
10 jam yang lalu

Mahasiswa KKN Universitas Riau Ikuti Penyuluhan Pertanian Tema Peningkatan Produktivitas Sawit di Sungai Lala

Sungai Lala, katakabar.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau ikuti Penyuluhan Pertanian usung tema 'Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit Melalui Identifikasi dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman pada Perkebunan Rakyat' di Aula Serbaguna Desa Pasir Bongkal, Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Minggu (19/7) lalu. Kegiatan penyuluhan menghadirkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KUKERTA Berdampak Universitas Riau di Kecamatan Sungai Lala, sebagai narasumber utama, yakni Irfandri, S.P., M.Si. Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat dan mahasiswa untuk memperdalam wawasan mengenai sektor pertanian, khususnya budidaya kelapa sawit yang merupakan komoditas unggulan masyarakat di Kecamatan Sungai Lala. Penyuluhan dihadiri seluruh mahasiswa KKN Universitas Riau yang ditempatkan di lingkungan Kecamatan Sungai Lala, termasuk mahasiswa KKN dari Desa Sungai Air Putih. Selain itu, kegiatan juga melibatkan perwakilan masyarakat dari beberapa desa, yakni Desa Pasir Bongkal, Desa Sungai Air Putih, Desa Kuala Lala, dan Desa Perkebunan Sungai Lala. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan kelapa sawit memiliki peran strategis sebagai komoditas utama yang menopang perekonomian masyarakat di Kecamatan Sungai Lala. Lantaran itu, jelas Irfandri, peningkatan produktivitas perkebunan rakyat perlu didukung melalui penerapan teknik budidaya yang baik, termasuk kemampuan petani dalam mengidentifikasi dan mengendalikan berbagai organisme pengganggu tanaman (OPT) yang berpotensi menurunkan hasil panen. Materi penyuluhan mencakup pengenalan jenis-jenis organisme pengganggu tanaman pada kelapa sawit, gejala serangan yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pengendalian yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Narasumber juga menekankan pentingnya pemantauan rutin di lapangan sebagai upaya deteksi dini sehingga serangan hama dan penyakit dapat dikendalikan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan mahasiswa KKN maupun peserta dari perwakilan desa yang merupakan petani sawit pula. Berbagai pengalaman dan permasalahan yang dihadapi petani dalam mengelola perkebunan kelapa sawit menjadi bahan diskusi bersama untuk memperoleh solusi yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Melalui penyuluhan ini, diharapkan masyarakat yang berprofesi sebagai petani sawit dan mahasiswa KKN Universitas Riau memperoleh tambahan pengetahuan yang dapat diterapkan selama menjalankan program pengabdian kepada masyarakat. Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya identifikasi dan pengendalian organisme pengganggu tanaman sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat di Kecamatan Sungai Lala. Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Universitas Riau, mahasiswa KKN, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian melalui penyebarluasan ilmu pengetahuan, serta penguatan kapasitas petani menuju perkebunan kelapa sawit yang lebih produktif, sehat, dan berkelanjutan.

Hisense Paparkan Strategi Pertumbuhan Berbasis AI Bentuk Era Baru Kehidupan Cerdas Internasional
Internasional
11 jam yang lalu

Hisense Paparkan Strategi Pertumbuhan Berbasis AI Bentuk Era Baru Kehidupan Cerdas

Tiongkok, katakabar.com - Hisense sebagai merek global elektronik dan peralatan rumah tangga, perkenalkan strategi pertumbuhan berbasis AI. Bersama strategi ini, Hisense siap memasuki babak baru pengembangan global untuk terus mendorong inovasi, menghadirkan kehidupan yang cerdas, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi konsumen. Pada Final FIFA World Cup 2026™ di New York, Hisense menggelar Hisense Global Partner Conference 2026. Momen ini menjadi wadah bagi Hisense untuk merangkul para konsumen dan mitra global dalam memperkenalkan visi masa depan di era AI. “AI telah mengubah segalanya, dan kita semua adalah bagian dari perubahan ini,” ujar Fisher Yu, CEO Hisense Group.  “Di era AI, kita harus menyambut gelombang besar ini. Kami memperkuat strategi perusahaan melalui lima pilar utama: memperluas rekam jejak di seluruh rantai nilai AI; mentransformasi perangkat pintar menjadi pendamping rumah cerdas melalui inovasi skenario berbasis AI; mempertahankan pemasaran olahraga jangka panjang untuk memperkuat merek global; mengutamakan pendekatan berbasis layanan demi meningkatkan pengalaman pengguna; serta  memperdalam glokalisasi guna menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan mitra kami,” imbuhnya. Di dalam pusat strategi, Hisense adalah wujud komitmen jangka panjang dalam perkembangan AI. Hisense tengah membangun ekosistem AI terintegrasi yang mencakup seluruh rantai nilai.  “Ketika kami memetakan Hisense ke dalam arsitektur ini, visi kami jelas membangun kembali seluruh bisnis kami berbasis AI,” jelas Yu. Di saat yang sama, Hisense memacu pertumbuhan di berbagai sektor seperti AI Hub, semikonduktor, energi cerdas, teknologi laser, hingga elektronik otomotif, sembari terus memperkuat lini bisnis perangkat pintarnya.  Bagi konsumen, inovasi ini melahirkan era baru tempat perangkat rumah tangga bertransformasi menjadi pendamping cerdas. Bukan lagi sekadar alat, perangkat ini mampu membaca situasi, memahami preferensi personal, berinteraksi secara alami, dan bertindak secara proaktif.  “Perangkat biasa sekadar menerima instruksi. Sebaliknya, seorang pendamping hadir untuk memahami Anda, membaca kebutuhan Anda, dan menciptakan kehangatan di rumah. Inilah masa depan yang sedang kami bentuk,” pungkas Yu. ​Visi ini telah hadir di seluruh ekosistem Hisense. Didukung V AI OS, TV Hisense dapat membaca keinginan pengguna dan menghadirkan tontonan favorit di saat yang paling pas. Tak hanya untuk hiburan, ekosistem ConnectLife menyatukan berbagai peralatan rumah tangga agar bertindak pintar dalam urusan dapur, perawatan pakaian, kenyamanan udara, hingga penghematan energi. Perpaduan fungsi AI ini menghadirkan kehangatan dan kemudahan baru di tengah keluarga. Berupaya memperkuat merk globalnya, Hisense menyatukan konsumen di seluruh dunia denegan kemitraan olahraga jangka panjang, melalui bahasa universal yang dipahami semua orang.  “Sangat menyenangkan melihat mitra kami terus melangkah ke depan, menawarkan teknologi canggih seperti LED mutakhir, serta mendukung operasional VAR di setiap level pertandingan,” ungkap Romy Gai, Chief Business Officer FIFA. “Harvey Norman sangat mengapresiasi kemitraan dengan Hisense, terutama atas investasi global perusahaan yang berkelanjutan dalam teknologi mutakhir, inovasi, dan penguatan merek,” ucap Haydon Myers, Executive General Manager Electrical, Harvey Norman Australia.  "Komitmen Hisense terhadap standar premium global terbukti lewat kemitraannya di tiga Piala Dunia FIFA berturut-turut. Komitmen jangka panjang inilah yang terus memperkuat merek Hisense sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi konsumen, mitra ritel, dan industri secara luas,” imbuhnya. Investasi jangka panjang Hisense di dunia olahraga global tumbuh berdampingan dengan perjalanannya di ranah internasional. Memasuki era baru, di mana AI meredefinisikan berbagai industri, Hisense akan terus menyinergikan teknologi mutakhir, kemitraan global, serta inovasi yang mengedepankan kebutuhan pengguna untuk menciptakan pengalaman hidup cerdas yang lebih bermakna.

Intensifkan Rantai Ketahanan Pangan: Dari Laut hingga Meja Makan Nasional
Nasional
12 jam yang lalu

Intensifkan Rantai Ketahanan Pangan: Dari Laut hingga Meja Makan

Jakarta, katakabar.com - Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan bahan makanan di pasar atau harga yang terjangkau di tingkat konsumen. Soalnya, di balik setiap bahan pangan yang tersaji di meja makan masyarakat, terdapat rantai panjang yang dimulai dari proses produksi, distribusi, hingga berbagai kebijakan pemerintah untuk memastikan pasokan tetap terjaga.  Pada konteks Indonesia sebagai negara kepulauan, rantai tersebut bahkan dimulai dari laut, tempat jutaan nelayan menggantungkan hidup sekaligus menjadi penyedia salah satu sumber protein utama masyarakat. Lantaran itu, memperkuat ketahanan pangan tidak cukup dilakukan melalui intervensi harga di hilir. Penguatan sektor produksi, khususnya di wilayah pesisir, juga menjadi bagian penting agar pasokan pangan tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, dan kesejahteraan pelaku usaha pangan ikut meningkat. Laut sebagai Titik Awal Ketahanan Pangan Pentingnya sektor perikanan dalam mendukung ketahanan pangan tercermin dari tren konsumsi ikan nasional yang terus meningkat. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan konsumsi ikan masyarakat naik dari 54,56 kilogram per kapita per tahun pada 2020 menjadi 58,91 kilogram per kapita per tahun pada 2024.  Peningkatan ini menunjukkan ikan semakin menjadi sumber protein penting bagi masyarakat Indonesia. Di sisi lain, peningkatan konsumsi juga menuntut ketersediaan pasokan yang berkelanjutan. Artinya, produktivitas nelayan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan menjaga ketahanan pangan nasional. Sebagai upaya memperkuat sektor hulu, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap pertama yang tersebar di berbagai wilayah pesisir Indonesia.  Program ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari pabrik es, gudang beku (cold storage), bengkel kapal, sentra kuliner, hingga kios perbekalan nelayan untuk meningkatkan efisiensi aktivitas melaut dan menjaga kualitas hasil tangkapan. Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP Tahap I dan II, Trian Yunanda, mengatakan seluruh pembangunan fisik tahap pertama telah rampung. "Pekerjaan konstruksi KNMP Tahap I pada 65 lokasi telah selesai sepenuhnya 100 persen per akhir April 2026. Kami pastikan seluruh fasilitas dapat segera berfungsi secara optimal. Selanjutnya Satgas akan memastikan kesiapan operasionalisasi KNMP dapat berjalan efektif,” kata Trian di suatu perbincangan. Penguatan sektor nelayan juga dilakukan melalui rencana penyaluran 1.582 unit kapal ikan yang akan diberikan secara bertahap melalui koperasi nelayan. Presiden RI, H Prabowo Subianto, menegaskan peningkatan kesejahteraan nelayan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. "Yang selama ini mereka susah, mereka melaut tanpa es, sekarang kita bikin pabrik es di tiap kampung nelayan. Kita juga akan bantu kapal-kapal untuk mereka,” jelas Presiden RI pada Peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2026 lalu.  Berbagai upaya tersebut juga diharapkan berdampak terhadap kesejahteraan nelayan. Salah satu indikator yang digunakan pemerintah adalah Nilai Tukar Nelayan (NTN).  Data Badan Pusat Statistik menunjukkan NTN sempat meningkat dari 116,23 pada Januari menjadi 122,28 pada April 2026 sebelum berada di level 118,39 pada Mei 2026. Nilai di atas 100 menunjukkan bahwa secara umum daya beli nelayan masih berada pada kondisi yang relatif baik karena pendapatan yang diterima lebih tinggi dibandingkan pengeluaran yang harus dikeluarkan. Menjaga Pasokan dan Stabilitas Harga Produksi yang meningkat perlu diikuti distribusi yang baik agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, menjaga ketahanan pangan tidak berhenti pada peningkatan produksi. Hasil tangkapan nelayan maupun komoditas pangan lainnya tetap harus dapat diakses masyarakat dengan harga yang wajar. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi pangan pada Maret 2026 menurun menjadi 1,58 persen dibandingkan Februari yang mencapai 2,50 persen. Sementara inflasi umum secara bulanan tercatat sebesar 0,41 persen. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa inflasi Maret masih didorong oleh komponen harga bergejolak yang didominasi komoditas pangan strategis seperti daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, dan daging sapi. "Inflasi Maret tahun 2026 sebesar 0,41 persen. Ini terutamanya didorong oleh inflasi komponen harga bergejolak. Komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 1,58 persen. Komponen ini memberikan andil inflasi terbesar, yakni 0,27 persen," timpalnya. Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut masih berada dalam koridor yang terkendali melalui berbagai instrumen stabilisasi pangan. Memastikan Pangan Tetap Terjangkau Untuk menjaga keterjangkauan harga pangan, pemerintah menjalankan berbagai program stabilisasi, mulai dari penyaluran bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga Gerakan Pangan Murah (GPM). Pada periode Juli–September 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan beras kepada 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP), masing-masing sebanyak 10 kilogram beras setiap bulan.  Penyaluran tersebut menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi 3 tahun 2026 sebagai basis data terbaru agar bantuan semakin tepat sasaran. Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, menegaskan penyaluran bantuan pangan mengacu pada pembaruan data terbaru yang telah dirilis Badan Pusat Statistik. "DTSEN yang akan digunakan dalam penyaluran bantuan pangan tersebut akan merujuk pada rilis terbaru BPS (DTSEN versi 3),” ucapnya, Senin (13/7). Sepanjang Januari hingga 11 Juli 2026, pemerintah juga telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah sebanyak 5.884 kali di 38 provinsi dan 440 kabupaten/kota. Di saat yang sama, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai sekitar 457 ribu ton atau 55,22 persen dari target tahun 2026 sebesar 828 ribu ton. Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen stabilisasi pangan untuk menjaga pasokan, keterjangkauan harga, sekaligus daya beli masyarakat. "Pemerintah hadir melalui berbagai instrumen, mulai dari Gerakan Pangan Murah, SPHP beras, hingga bantuan pangan, untuk memastikan masyarakat tetap tenang dan daya beli terjaga,” imbuhnya Rantai Ketahanan Pangan yang Saling Terhubung Ketahanan pangan dibangun melalui rantai yang saling terhubung, mulai dari nelayan yang memperoleh dukungan untuk meningkatkan produktivitas, sistem distribusi yang semakin baik, hingga berbagai kebijakan yang menjaga agar bahan pangan tetap terjangkau oleh masyarakat. Ketika rantai tersebut berjalan dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari laut, tetapi juga oleh jutaan keluarga Indonesia yang setiap hari mengandalkan ketersediaan pangan di meja makan.  Di situlah ketahanan pangan menjadi lebih dari sekadar target pembangunan, melainkan fondasi bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.

Stop Beli Pakaian Hanya "Oke" di Awal Serba Serbi
Serba Serbi
13 jam yang lalu

Stop Beli Pakaian Hanya "Oke" di Awal

Jakarta, katakabar.com - Dunia fashion lokal memang sedang ramai-ramainya. Brand baru bermunculan setiap minggu, tetapi banyak yang terjebak pada formula yang sama: mengejar tren musiman dan logo yang mencolok. Di tengah keriuhan itu, konsumen mulai sadar bahwa mereka sudah lelah dengan pakaian yang "gugur" sebelum waktunya. Ada pergeseran perilaku yang menarik di sini. Pembeli sekarang jauh lebih kritis. Mereka tidak lagi beli kaos yang cuma terlihat bagus di foto, tapi yang bisa awet setelah puluhan kali dicuci. Mereka mencari kenyamanan jangka panjang, bukan gaya instan. Commongoods melihat fenomena ini bukan sebagai pasar, melainkan sebuah tanggung jawab. Melawan Budaya Fast Fashion dengan Kualitas Tantangan utama yang dihadapi banyak orang saat ini adalah konsistensi. Seringkali, kita membeli kaos dengan harapan tinggi, tapi tiga kali masuk mesin cuci, kerahnya sudah melar atau warnanya memudar. Ini bukan masalah baju, tapi masalah harga diri pemakainya. Commongoods menolak narasi "yang penting murah dan laku". Fokus brand ini sejak awal adalah durabilitas. Ini adalah resistensi halus terhadap budaya fast fashion yang memprioritaskan kuantitas di atas kualitas. Bagi mereka, pakaian basic yang baik bukanlah yang paling mencolok, melainkan yang paling bisa diandalkan setiap hari. Minimalis Bukan Berarti Tanpa Karakter Ada kesalahpahaman umum bahwa desain minimalis itu membosankan. Padahal, justru di sinilah letak tantangan sesungguhnya. Membuat pakaian dengan siluet bersih yang tetap terlihat modern dan proporsional saat dipakai, tanpa terlihat kedodoran atau kaku, memerlukan presisi yang tinggi. Koleksi kaos oversize dari Commongoods adalah contoh nyata. Potongannya dirancang untuk beradaptasi dengan berbagai bentuk tubuh, memberikan kesan urban yang effortless. Ini bukan hanya tentang kaos, tapi juga instrumen kepercayaan diri. Saat jahitan tepi rapi dan pemilihan kain yang pas untuk cuaca tropis bersatu, di situlah fungsi dan estetika bertemu. Investasi pada Citra Diri Dalam ekosistem digital di mana penampilan seringkali menjadi kesan pertama, memilih pakaian basic yang berkualitas adalah investasi untuk personal branding. Kita tidak selalu butuh pakaian yang ramai untuk tampil prima. Justru, kemampuan memadupadankan busana minimalis yang berkualitas menunjukkan selera yang lebih matang. Kehadiran Commongoods di industri lokal memberikan sinyal penting: bahwa produsen lokal sudah saatnya menetapkan standar yang lebih tinggi. Bukan lagi soal siapa yang bisa menjual paling murah, tapi siapa yang bisa memberikan nilai jangka panjang bagi penggunanya. Tentang Commongoods Commongoods adalah ruang bagi mereka yang percaya pakaian tidak hanya pelapis tubuh. Dengan pendekatan yang mengutamakan fungsi, ketahanan kain, dan desain yang timeless, brand ini berkomitmen menjadi solusi busana harian bagi masyarakat urban Indonesia yang tidak ingin berkompromi dengan kualitas. Untuk melihat bagaimana mereka membingkai kembali standar pakaian basic, Anda bisa beli kaos oversize di official website Commongoods commongoods.id

B2: Bengkalis Bermasa(lah)? Opini
Opini
17 jam yang lalu

B2: Bengkalis Bermasa(lah)?

Oleh: Agung Marsudi, Founder Duri Institute katakabar.com - Tulisan ini diawali dengan narasi pendek, gaya dramatis ala konten media sosial—tak lebih dari 514 kata, seperti angka ultah Bengkalis tahun ini. Skripnya sebagai berikut; (1) "Bengkalis. Kaya migas. Tapi rakyatnya tak jua sejahtera." (2) "Kas daerah kering. Minyaknya sudah rest." (3) "Pemerintah kabupaten ibarat kapal Roro. Ikut arus, tidak ada gebrakan." (4) "Sementara daerah lain seperti Siak, Afni bupatinya sudah teriak. Bengkalis mencari jalan aman, memilih diam." (5) "Kita butuh nahkoda baru. Bukan sekadar penumpang. Ada apa dengan Bengkalis? Negeri "bawah minyak, atas minyak". Tapi slogan "Bermasa" Bermarwah, Maju, Sejahtera, masih jauh dari realita. Puluhan tahun, Dana Bagi Hasil (DBH) menjadi andalan pendapatan daerah. Kini minyaknya terlihat mulai "rest". Seperti kapal roro. Kredo pemerintahan Kasmarni-Bagus Santosa. Wira-wiri, ikut arus, ikut gelombang politik Jakarta. Tidak ada gebrakan. Saat krisis, kita butuh yang berani banting setir. Berani lobi pusat, seperti yang dilakukan bupati Siak. Soal krisis fiskal daerah penghasil migas. Berani jujur ke rakyat. "Menurut kamu gimana? Komen!" Di sisa masa jabatan pasangan KBS, menahkodai Bengkalis, perlu jurus pamungkas terkait DBH Migas. Paradoksnya jelas. Relasi kekuasaan, Proyek ada, peluang ada. Tapi uangnya tidak ada. Ini bukan soal korupsi. Dulu kita bangga punya "Bermasa". Bengkalis butuh lebih dari sekadar nahkoda Roro. Bengkalis butuh kapten yang berani lawan arus. Yang berani bilang ke Jakarta: "Kami yang menghasilkan, kami juga yang harus diselamatkan". "Kita tidak sedang baik-baik saja". Kalau tidak, kapal pembangunan kita akan terus terombang-ambing. Jangan sampai 5 tahun lagi. Kita cuma mewarisi cerita. Dulu Bengkalis "pernah kaya". Tahun ini tak terasa Bengkalis sudah genap berusia 514 tahun. Kita tak ingin "Bermasa" dikenang masyarakat menjadi slogan "Bermasa(lah)", sementara para peneraju negerinya biasa "leguh legah".

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah