Dyan D Ajak Masyarakat Lebih Melek Perda Lewat Kuis Interaktif Saat Sosialisasi Perda Koperasi dan UMKM Politik
Politik
22 menit yang lalu

Dyan D Ajak Masyarakat Lebih Melek Perda Lewat Kuis Interaktif Saat Sosialisasi Perda Koperasi dan UMKM

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Dyan Desmanengsih, S.Sos., M.IP, gelar kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kepulauan Meranti Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pemberdayaan, Pengembangan, dan Perlindungan Koperasi serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan berlangsung penuh antusias tersebut didampingi suamimya Sahala Marulitua Hutajulu dihadiri tokoh masyarakat, Ketua RT, pelaku UMKM, serta warga setempat. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan doa bersama dan sambutan Ketua RT, Erizam, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya wilayah tersebut sebagai lokasi penyebarluasan perda. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai hak, kewajiban, serta dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha. Dalam sambutannya, Dyan Desmanengsih menegaskan lahirnya Perda Nomor 10 Tahun 2024 merupakan bentuk komitmen DPRD bersama Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi koperasi dan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. "UMKM bukan hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, perda ini hadir agar pelaku usaha mendapatkan perlindungan, pembinaan, hingga akses pengembangan usaha yang lebih baik," ujar Dyan. Suasana sosialisasi berlangsung lebih hidup karena Dyan memilih pendekatan yang berbeda. Alih-alih hanya menyampaikan materi secara satu arah, ia mengajak peserta mengikuti kuis interaktif seputar isi Perda Nomor 10 Tahun 2024. Pertanyaan-pertanyaan sederhana diberikan kepada peserta mengenai tujuan perda, kewajiban pemerintah, hingga hak pelaku UMKM. Metode tersebut berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat. Warga tampak antusias mengangkat tangan untuk menjawab setiap pertanyaan, bahkan saling berdiskusi mengenai isi perda. Pendekatan edukatif ini dinilai efektif untuk membangun pemahaman masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya sadar hukum. "Saya senang belajar sekaligus berbagi melalui metode kuis. Dengan cara seperti ini masyarakat lebih mudah mengingat isi perda, lebih aktif berdiskusi, dan diharapkan semakin melek terhadap regulasi yang dibuat untuk kepentingan mereka sendiri," ucap Dyan. Di kegiatan tersebut, Pemateri, Fakhru, menjelaskan berdasarkan Perda Nomor 10 Tahun 2024, pemerintah daerah tidak hanya berperan sebagai pembuat regulasi, tetapi juga memiliki kewajiban melakukan pembinaan, pendampingan, membantu pemasaran produk, membuka akses pembiayaan, hingga meningkatkan daya saing koperasi dan UMKM. Ia juga memaparkan bahwa tujuan perda sebagaimana diatur dalam Pasal 2 adalah memberdayakan, mengembangkan, dan melindungi UMKM, mengurangi kemiskinan, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pada sesi dialog, berbagai pertanyaan disampaikan masyarakat. Salah satunya mengenai apakah pemerintah hanya membuat aturan atau juga berkewajiban membantu pelaku usaha. Menanggapi hal tersebut, Dyan menegaskan perda ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk hadir secara nyata melalui berbagai program pemberdayaan. Pembahasan juga menyoroti pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas usaha. Dyan mengingatkan bahwa masih banyak pelaku usaha yang telah menjalankan usahanya selama bertahun-tahun tetapi belum memiliki NIB, sehingga mengalami kendala ketika mengajukan pembiayaan ke lembaga perbankan. Selain legalitas, Dyan juga mengajak pelaku UMKM agar tidak hanya berfokus pada modal, tetapi juga meningkatkan kualitas produk, kemasan, pemasaran, serta memanfaatkan teknologi digital dan marketplace sebagai sarana memperluas pasar. "Persaingan usaha saat ini semakin berkembang. Produk lokal harus mampu bersaing melalui kualitas, kemasan yang baik, serta pemasaran digital. Pemerintah telah memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi pelatihan, pendampingan, kemitraan, hingga akses pembiayaan sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 10 Tahun 2024," jelasnya. Dyan yang juga pelaku usaha di bidang hijab, kosmetik, dan skincare mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan program-program pemerintah yang berpihak kepada UMKM. Ia mengingatkan masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pengaduan apabila pelayanan pemerintah dalam pelaksanaan perda belum berjalan secara optimal. Menutup kegiatan, Dyan berharap penyebarluasan perda tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi sarana meningkatkan literasi hukum masyarakat. Menurutnya, keberhasilan implementasi Perda Nomor 10 Tahun 2024 membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat agar koperasi serta UMKM di Kabupaten Kepulauan Meranti semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.

Citra Polisi Dipertaruhkan! Keluarga Korban Sedih, Laporan Penganiayaan Stagnan Dua Tahun di Polsek Pinggir Hukrim
Hukrim
16 jam yang lalu

Citra Polisi Dipertaruhkan! Keluarga Korban Sedih, Laporan Penganiayaan Stagnan Dua Tahun di Polsek Pinggir

Pinggir, katakabar.com - Citra kepolisan benar-benar dipertaruhkan lantaran laporan kasus penganiayaan dua tahun stagnan di Polsek Pinggir, Polres Bengkalis. Keluarga pun nelangsa melihat nasib malang Haris Sitorus, warga Jalan Gereja, Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Riau, merupakan korban penganiayaan yang terjadi pada 2024 silam saat dirinya terjerat kasus pencurian dan telah menjalani hukuman selama 18 bulan kurungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis. Ironisnya, jangankan mendapat keadilan setelah korban dianiaya sekelompok pemuda yang diduga dikomandai Idris Manalu. Mirisnya, penganiayaan yang dilakukan sungguh di luar nalar hingga korban dilindas dan diseret para pelaku. Kini, ia dan keluarga malah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari penyidik Polsek Pinggir. Hal itu diceritakan kakak korban, Mesriani Sitorus yang mengaku menjadi korban kurang nyaman pelayanan dari pihak penyidik Polsek Pinggir, kepada wartawan di Duri, Sabtu (8/8) sore. Mirisnya, pelaku penganiayaan adiknya saat ini dengan bebas menghirup udara segar tanpa tersentuh hukum sesuai peraturan dan perundang-undangan di republik ini. Kata Mesriani, segenap keluarga merasa didzolimi akan penganiayaan adik kandungnya yang dilakukan orang yang berdiam tak jauh dari rumahnya. "Sudah kami laporkan sejak dua tahun lalu, persisnya pada Oktober 2024 silam atas nama pelapor Denny Krismanto Sitorus. Tetapi, hingga saat ini tidak jelas alias abu abau. Bahkan ketika saya ke Kantor Polsek Pinggir di Jalan Lintas Pekanbaru-Duri, saya yang dibentak salah seorang anggota di Polsek Pinggir," jelasnya Menurut Mesriani, meledaknya kisah sedih itu terjadi Kamis (6/8) malam lalu di Mapolsek Pinggir. Saat ia mendatangi penyidik bertujuan menanyakan kelanjutan kasus penganiayaan itu, pihaknya tidak mendapatkan jawaban yang semestinya didapatkan. Malahan, dirinya dibentak-bentak salah seorang personel kepolisian bernama Jaka. "Sedihnya saya Pak, jangankan dapat jawaban yang menggembirakan akan keadilan, malah saya dibentak anggota Polisi, namanya Jaka," ucapnya. "Ini sebenarnya kasus receh, tapi kenapa tidak bisa diselesaikan? Ada apa ini," terangnya rada kecewa emosional. Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp mengenai laporan  penganiayaan stagnan dua tahun di Polsek Pinggir, Sabtu (8/8) lebih memilih tidak memberikan keterangan. Hal tersebut sangat kontras dengan imbaun atau seruan kepada masyarakat agar segera melaporkan setiap gangguan Kamtibmas maupun dugaan tindak pidana melalui Call Center Polri 110.

Perempuan Bangsa Kepri Turun Gelar Pengobatan Massal Bukti Politik Hadir dan Peduli Warga Politik
Politik
17 jam yang lalu

Perempuan Bangsa Kepri Turun Gelar Pengobatan Massal Bukti Politik Hadir dan Peduli Warga

Batam, katakabar.com - Perempuan Bangsa Kepulauan Riau menunjukkan komitmen hadir di tengah masyarakat. Organisasi ini menggelar pengobatan massal di Lapangan RT 02 RW 06, Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Sabtu (8/8). Kegiatan bagian dari rangkaian program pelayanan kesehatan masyarakat yang telah dilaksanakan Perempuan Bangsa Kepri sejak Januari 2026 lalu di mana kegiatan digelar di Bengkong dan Pulau Geranting. Tidak sampai di situ, program pelayanan kesehatan rencananya terus berlanjut ke sejumlah wilayah lain di Kepulauan Riau hingga Desember 2026 mendatang. Ketua DPW Perempuan Bangsa Kepulauan Riau, Hj. Helmiaty Basri, S.Sos., M.AP., mengatakan kegiatan bukan sekadar agenda sesaat, melainkan bagian dari upaya membangun kedekatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. “Pengobatan massal ini bukan kegiatan sesaat. Sejak Januari kami sudah bergerak dari satu tempat ke tempat lain, mulai dari Bengkong, Pulau Geranting, dan sekarang di Tanjung Uma. Insyaallah kegiatan ini akan terus kami lanjutkan ke beberapa tempat lainnya sampai Desember mendatang,” ujar Helmiaty. Menurut Helmiaty, kesehatan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian secara berkelanjutan. Pemeriksaan dan edukasi kesehatan, kata dia, penting dilakukan sebelum masyarakat mengalami gangguan kesehatan. “Bagi kami, kesehatan adalah bagian penting dari kesejahteraan. Jangan menunggu sakit baru memikirkan kesehatan. Edukasi, pemeriksaan dan pencegahan harus terus dilakukan,” jelasnya. Helmiaty juga menyoroti peran perempuanmenjaga kesehatan keluarga. Menurutnya, perempuan, khususnya ibu, merupakan sosok yang paling dekat dengan berbagai persoalan kesehatan di dalam keluarga. Mulai dari mengatur pola makan, menjaga kebersihan, memperhatikan kesehatan anak, hingga menentukan kapan anggota keluarga membutuhkan pemeriksaan medis. “Ketika kita bicara kesehatan masyarakat, kita tidak bisa mengabaikan peran perempuan. Perempuan adalah pintu pertama dalam menjaga kesehatan keluarga. Lantaran itu, perempuan harus sehat, memiliki pengetahuan dan mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik,” ucapnya. Ia menilai perempuan yang sehat dan berdaya dapat memberikan dampak besar terhadap ketahanan keluarga dan masyarakat. “Kalau ibunya sehat, anak-anak terurus, keluarga lebih kuat. Kalau keluarga kuat, masyarakat juga akan kuat. Karena itu, pemberdayaan perempuan harus berjalan bersamaan dengan peningkatan kesejahteraan keluarga,” bebernya. Selain bidang kesehatan, Perempuan Bangsa Kepri juga menjalankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat, di antaranya pelatihan UMKM, penguatan ekonomi keluarga, serta pengolahan sampah. Helmiaty mengatakan berbagai program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjalankan arahan Ketua Umum DPP PKB, A. Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, agar Perempuan Bangsa tidak hanya aktif dalam kegiatan politik, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. “Gus Muhaimin selalu mengingatkan bahwa politik harus menghadirkan kemanfaatan. Perempuan Bangsa harus berada di tengah masyarakat, mendengar apa yang menjadi persoalan mereka dan ikut memberikan solusi,” tuturnya. Karena itu, Perempuan Bangsa Kepri berupaya membangun program yang berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Perempuan Bangsa ada bersama mereka. Kami datang bukan hanya untuk berbicara, tetapi untuk mendengar dan bekerja. Kalau masyarakat membutuhkan layanan kesehatan, kami hadir dengan pengobatan. Kalau membutuhkan peningkatan ekonomi, kami hadir dengan pelatihan UMKM. Kalau ada persoalan lingkungan, kami hadir dengan program pengolahan sampah,” tegasnya. Rangkaian pengobatan massal tersebut digelar secara bertahap di sejumlah wilayah Kepulauan Riau. Setelah Bengkong dan Pulau Geranting, Tanjung Uma menjadi salah satu lokasi berikutnya. Helmiaty memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan hingga akhir 2026 dengan menyasar wilayah lainnya. “Target kami sederhana, semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan manfaat. Karena itu, setelah Tanjung Uma, kami akan terus bergerak ke tempat-tempat lain sampai Desember. Ini adalah kerja bersama dan akan terus kami lakukan secara konsisten,” imbuhnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong semakin banyak perempuan di Kepulauan Riau untuk mengambil peran dalam pembangunan masyarakat. “Perempuan jangan hanya menjadi penerima manfaat pembangunan. Perempuan harus menjadi pelaku pembangunan. Dari keluarga, lingkungan, hingga masyarakat luas. Perempuan Bangsa ingin menjadi bagian dari gerakan itu,” sebutnya.

18 jam yang lalu

Sering Terblokir? Segera Beralih Gunakan WhatsApp Business API

Jakarta, katakabar.com - Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. WhatsApp telah menjadi salah satu channel komunikasi utama bagi banyak bisnis, mulai dari melayani pelanggan, menerima pesanan, hingga mengirim promosi. Ketika, ketika jumlah pelanggan dan aktivitas komunikasi terus meningkat, penggunaan WhatsApp biasa sering kali menimbulkan berbagai kendala. Mulai dari akun yang dibatasi, sulit mengelola banyak percakapan sekaligus, hingga risiko nomor terblokir, semuanya dapat mengganggu operasional bisnis. Karena itu, semakin banyak perusahaan mulai beralih ke WhatsApp Business API yang dirancang khusus untuk kebutuhan komunikasi bisnis dalam skala besar. Mengapa Akun WhatsApp Bisnis Bisa Terblokir atau Dibatasi? Masih banyak bisnis menggunakan WhatsApp biasa untuk mengirim pesan kepada ratusan bahkan ribuan pelanggan. Padahal, aplikasi WhatsApp biasa tidak dirancang untuk kebutuhan komunikasi dalam skala besar. Beberapa penyebab akun WhatsApp bisnis sering terblokir atau dibatasi antara lain: ● Mengirim pesan massal tanpa izin pelanggan. ● Menggunakan WhatsApp biasa untuk kebutuhan skala besar. ● Tingkat blokir dan laporan pelanggan yang tinggi. ● Mengirim pesan terlalu sering dalam waktu singkat. ● Menggunakan tools yang tidak resmi. ● Mengelola banyak agent dalam satu nomor WhatsApp. Ketika akun dibatasi atau terblokir, bisnis tidak hanya kehilangan akses komunikasi dengan pelanggan, tetapi juga berisiko mengganggu aktivitas penjualan dan layanan pelanggan yang sedang berjalan. Apa Keuntungan Menggunakan WhatsApp Business API untuk Bisnis? WhatsApp Business API hadir sebagai solusi yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola komunikasi pelanggan secara lebih aman dan profesional. Beberapa keuntungan menggunakan WhatsApp Business API antara lain: ● Mengirim pesan dalam skala besar secara lebih aman. ● Mendukung banyak pengguna dalam satu nomor. ● Terintegrasi dengan CRM dan Omnichannel. ● Memiliki fitur broadcast dan otomatisasi. ● Menyediakan dashboard dan pelaporan. ● Membantu menjaga kualitas akun bisnis. Selain itu, WhatsApp Business API juga memungkinkan bisnis membangun komunikasi yang lebih terukur, mengelola pelanggan dengan lebih baik, dan memberikan pengalaman layanan yang lebih konsisten. Bagaimana WhatsApp Business API Barantum Bantu Bisnis Berkomunikasi Lebih Aman? Melalui WhatsApp Business API Barantum, perusahaan dapat memanfaatkan solusi komunikasi yang resmi dan terintegrasi untuk mendukung berbagai aktivitas bisnis, mulai dari customer service, sales, hingga pemasaran. Keunggulan WhatsApp Business API Barantum antara lain: ● Partner resmi Meta. ● Mendukung broadcast dan otomatisasi percakapan. ● Terintegrasi dengan CRM dan AI Agent. ● Memudahkan pengelolaan banyak agent. ● Monitoring percakapan secara real-time. ● Didukung tim implementasi lokal. Dengan sistem yang terintegrasi, bisnis dapat mengelola seluruh komunikasi pelanggan dalam satu platform, melakukan follow-up dengan lebih cepat, serta menjaga kualitas layanan pelanggan secara konsisten. Jika bisnis Anda mulai menghadapi kendala seperti nomor WhatsApp yang sering dibatasi, sulit mengelola banyak percakapan, atau membutuhkan solusi komunikasi yang lebih profesional, beralih ke WhatsApp Business API dapat menjadi langkah yang tepat. Dengan WhatsApp Business API Barantum, perusahaan dapat berkomunikasi dengan pelanggan secara lebih aman, terukur, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Dukung Penciptaan Lapangan Kerja, PTPN I Serap 15 hingga 20 Ribu Pekerja di Pabrik Tembakau Nasional
Nasional
19 jam yang lalu

Dukung Penciptaan Lapangan Kerja, PTPN I Serap 15 hingga 20 Ribu Pekerja di Pabrik Tembakau

Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 5 terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah melalui industri tembakau yang mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja sepanjang satu siklus produksi. Mulai dari persiapan lahan hingga pengolahan di pabrik, aktivitas usaha perusahaan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat Kabupaten Jember dan sekitarnya. Sebagai salah satu sentra produksi tembakau unggulan nasional, PTPN I Regional 5 mengelola lebih dari puluhan area tanam yang setiap tahun menjalankan siklus budidaya secara berkesinambungan mulai November hingga November tahun berikutnya. Seluruh tahapan produksi, mulai dari perolehan lahan, pembibitan, pengolahan tanah, persiapan media tanam, penanaman, pemeliharaan, panen, pengeringan, hingga pengolahan di pabrik, melibatkan tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Penyerapan tenaga kerja meningkat seiring perkembangan siklus produksi. Pada tahap pengolahan tanah, setiap area tanam rata-rata mempekerjakan lebih dari 50 pekerja per hari dengan dominasi tenaga kerja laki-laki karena karakter pekerjaan yang membutuhkan kemampuan teknis dan fisik. Sementara pada fase penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pengeringan, kebutuhan tenaga kerja perempuan lebih besar karena pekerjaan tersebut memerlukan ketelitian dan keterampilan tinggi. Aktivitas kemudian mencapai puncaknya pada proses pengolahan tembakau yang berlangsung pada Juli hingga November. Operasional pabrik mampu menyerap sekitar 15.000 hingga 20.000 tenaga kerja, menjadikan industri tembakau PTPN I Regional 5 sebagai salah satu penyerap tenaga kerja musiman terbesar di Kabupaten Jember dan sekitarnya. Direktur Utama PTPN I, Dr. Abdul Rivai Ras, menegaskan pertumbuhan bisnis perusahaan harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikannya di Jakarta, Rabu (15/7) lalu, sebagai bagian dari upaya PTPN I memperkuat peran perusahaan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif. “PTPN I tidak hanya mengelola perkebunan untuk menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga memastikan setiap aktivitas usaha memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Industri tembakau yang kami kelola telah menjadi sumber penghidupan bagi puluhan ribu pekerja dan menggerakkan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja yang luas, mulai dari proses budidaya hingga pengolahan di pabrik,” ujar Abdul Rivai Ras. Menurutnya, tingginya penyerapan tenaga kerja merupakan implementasi nyata prinsip Creating Shared Value, di mana pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. “Kami meyakini keberlanjutan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh produktivitas dan kinerja bisnis, tetapi juga oleh besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat. Lantaran itu, PTPN I akan terus memperkuat pengelolaan perkebunan yang produktif, berkelanjutan, dan inklusif dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem usaha perusahaan,” jelas bro Rivai sapaan akrab Abdul Rivai Ras. Selain menciptakan lapangan kerja secara langsung, keberadaan Kebun dan Pabrik Pengolahan Tembakau Ajong juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Aktivitas ribuan pekerja sepanjang musim tembakau mendorong pertumbuhan sektor transportasi, perdagangan, logistik, jasa, usaha mikro, hingga pelaku usaha kuliner di sekitar kawasan operasional. Melalui penguatan rantai bisnis dari hulu hingga hilir, PTPN Group terus menegaskan komitmennya sebagai perusahaan perkebunan negara yang tidak hanya menghasilkan tembakau berkualitas untuk pasar nasional dan internasional, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memberdayakan masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.

Perdana di Indonesia: FisTx Produksi dan Terapkan Teknologi Nano Atasi EHP, AHPND, WSSV hingga WFD Udang Tekno
Tekno
20 jam yang lalu

Perdana di Indonesia: FisTx Produksi dan Terapkan Teknologi Nano Atasi EHP, AHPND, WSSV hingga WFD Udang

Yogyakarta, katakabar.com - FisTx (PT Aditya Inovasi Makmur), perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta, mengukuhkan diri sebagai perusahaan akuakultur pertama di Indonesia yang berhasil memproduksi, sekaligus menerapkan teknologi nano sebagai alat disinfeksi air dan aditif pakan untuk mengatasi momok utama industri udang nasional: EHP (Enterocytozoon hepatopenaei), AHPND (Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease), WSSV (White Spot Syndrome Virus) hingga WFD (White Feces Disease). Lewat dua produk andalan, Nano Silver dan Nano Disinfektan (nano copper), FisTx menghadirkan pendekatan biosekuriti berlapis: Nano Silver dicampur langsung ke pakan untuk melindungi udang dari dalam, sementara Nano Disinfektan ditebar ke air kolam untuk sterilisasi menyeluruh. Kedua produk memanfaatkan partikel aktif berukuran 4–7 nanometer — validasi Transmission Electron Microscope (TEM) di Laboratorium Kimia FMIPA UGM mengonfirmasi ukuran partikel ini konsisten dan terdistribusi merata tanpa agregasi. "Selama ini petambak udang Indonesia bergantung pada disinfektan kimia konvensional atau antibiotik yang punya dua masalah besar: memicu resistensi bakteri dan meninggalkan residu berbahaya. Teknologi nano bekerja berbeda — partikelnya menembus langsung dinding sel patogen, menonaktifkan enzim dan produksi energinya, hingga merusak DNA-nya. Karena jalur serangannya multi-titik, Vibrio, virus WSSV, maupun spora EHP tidak sempat membangun resistensi," kata Rico Wisnu Wibisono, Founder & CEO FisTx. Terbukti di Lapangan Efektivitas Nano Disinfektan FisTx sudah divalidasi di sejumlah tambak komersial. Di tambak udang Pasuruan, aplikasi rutin berhasil menjaga total Vibrio tetap di bawah ambang aman selama siklus budidaya berlangsung. Pada uji feed additive bersama mitra PT MEN, satu kolam mencatat penurunan Vibrio Green patogenik dari 38.700 CFU/ml menjadi nol hanya dalam sepuluh hari evaluasi. Dari sisi keamanan, uji LD-50 internal menunjukkan margin keamanan hingga 710 kali antara dosis operasional dan ambang toksik bagi udang — jauh di atas standar keamanan produk sejenis. Dari sisi ekonomi, penggunaan Nano Disinfektan tercatat menghemat biaya disinfeksi lebih dari 87% dibanding kaporit untuk volume setara. Klaim efektivitas ini juga diperkuat pengalaman langsung para petambak yang sudah menggunakan produk FisTx. Iming, petambak dari Lampung yang telah tiga kali membeli Nano Disinfektan, mengaku puas dengan hasilnya: "So far bagus." Di Kulon Progo, seorang petambak binaan FisTx sempat mengalami lonjakan kematian udang sejak hari ke-30 budidaya (DOC 30). Setelah rutin menerapkan Nano Disinfektan, kondisi kolam berangsur pulih. "Alhamdulillah sudah membaik, yang bermasalah kemarin kolam 8 dan kolam 6, sudah mau makan dan kematian menurun," tulis petambak tersebut kepada tim FisTx. Tambak ini akhirnya berhasil dipanen tuntas pada DOC 120 dengan size 28, total hasil panen 9,5 ton dari tiga kolam. Salah satu performa dari Fistx Disinfection System (FDS) yakni Nano Disinfektan telah dirasakan oleh Mas Bayu, Petambak di Pengandaran. “Bakteri vibrio dulu jadi masalah utama di tambak kami. Sekarang bisa kami kendalikan dengan Nano Disinfektan. Kami berhasil pertahankan SR di atas 85% selama 4 siklus terakhir. Ini jadi produk standar wajib di semua kolam tambak kami,“ ucapnya. Membangun Kepercayaan Global Pencapaian teknologi nano ini menjadi fondasi baru bagi ekspansi FisTx yang saat ini tengah memperluas jejak kemitraan internasional, termasuk ke Pakistan dan kawasan Timur Tengah. Sebagai perusahaan yang telah mendistribusikan produk ke lebih dari 25 provinsi dan tiga negara, dengan lebih dari 1.500 petambak binaan, keberhasilan memproduksi teknologi nano dalam negeri memperkuat posisi Indonesia di peta inovasi akuakultur global — bukan lagi sekadar pengguna teknologi asing, melainkan produsen dan eksportir solusi biosekuriti berbasis riset sendiri. "Ini bukan cuma soal produk baru. Ini soal membuktikan bahwa Indonesia bisa memproduksi teknologi nano akuakultur kelas dunia dari dalam negeri, dengan validasi ilmiah dan bukti lapangan yang bisa dipertanggungjawabkan ke mitra global mana pun," kata Rico. Tentang FisTx FisTx (PT Aditya Inovasi Makmur) adalah perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta, yang menyediakan solusi terintegrasi biosekuriti air, nutrisi budidaya, konstruksi tambak, dan pendampingan lapangan bagi pelaku perikanan budidaya di seluruh Indonesia. Produk FisTx telah didistribusikan ke lebih dari 25 provinsi dan tiga negara, menjangkau lebih dari 1.500 petambak, dengan rata-rata peningkatan tingkat keberhasilan budidaya hingga 83,6 persen.

Lewat Sirkular Ekonomi Sucofindo Perkuat Ekosistem Sawit Berkelanjutan Sawit
Sawit
21 jam yang lalu

Lewat Sirkular Ekonomi Sucofindo Perkuat Ekosistem Sawit Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo terus memperkuat komitmen dorong pembangunan berkelanjutan menuju Visi Indonesia Emas 2045. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap implementasi circular economy di sektor kelapa sawit. Hal itu yang disampaikan saat ajang Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 lalu. Hal ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing. Head of Climate Solution & Sustainable Energy Project Management Unit PT Sucofindo (Persero), Dikman Purnama, menjelaskan penerapan cicular economy merupakan strategi untuk menjembatani antara keberlanjutan industri dengan ketahanan bisnis di tengah berbagai tantangan khususnya pada sektor industri sawit. Tantangan tersebut meliputi tingginya kontribusi emisi, timbulan limbah, tingginya penggunaan air, energi dan lahan serta tekanan terhadap hutan dan keanekaragaman hayati hingga meningkatnya tuntutan standar keberlanjutan dan traceability dari pasar global. “Kelapa Sawit memiliki peran penting bagi ekspor, ketahanan energi, ketahanan pangan serta perekonomian daerah. Namun, di tengah berbagai tekanan yang dihadapi industri, circular economy dapat menjadi solusi untuk meningkatkan daya saing, mempertahankan nilai, memulihkan sumber daya sekaligus meregenerasi sistem produksi agar lebih berkelanjutan,” ucap Dikman Purnama. Menurut Dikman Purnama, implementasi circular economy sawit sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, khususnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang menempatkan sawit sebagai komoditas strategis nasional dan bagian dari hilirasasi berbasis sumber daya alam. “Melalui pendekatan ini, industri sawit didorong tidak hanya memenuhi kepatuhan regulasi, tetapi juga mampu menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan, kinerja keberlanjutan yang terukur, terverifikasi, dan semakin kompetitif di pasar global,” jelasnya. Selain mendukung agenda pembangunan nasional, circular economy pada sawit turut menjadi berkontribusi terhadap target penurunan emisi Gas Rumah Kaca Indonesia pada tahun 2030. Dalam model linear, residu sawit berakhir sebagai limbah yang menimbulkan biaya dan emisi. “Sehingga melalui circular economy, residu sawit tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang dapat menghasilkan energi, reduksi emisi karbon, pupuk, dan nilai pasar yang terukur,” jelas Dikman Purnama. Usung tema “Shaping the Palm Oil Industry Ecosystems for a Sustainable Future” PERISAI 2026 diharapkan menghasilkan berbagai inovasi dan rekomendasi riset untuk membentuk ekosistem industri sawit yang berkelanjutan. Selaras dengan hal tersebut, PT Sucofindo (Persero) sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa Testing, Inspection, Certification (TIC) menyambut baik terhadap sinergi lintas sektor dalam membangun industri sawit yang tangguh terhadap perubahan iklim sekaligus memiliki daya saing menuju akses pasar global. “Ekonomi sirkular tidak hanya menjadi inisiatif Corporate Social Responsibility, tetapi telah menjadi strategi bisnis untuk menjaga ketahanan industri, memperluas akses pasar global sekaligus mendukung swasembada energi nasional. Sehingga dalam mewujudkannya perlu adanya kolaborasi lintas sektor, inovasi berkelanjutan dan komitmen bersama untuk generasi mendatang,” tegas Dikman Purnama. Sebagai bentuk dukungan terhadap transisi strategis tersebut, PT Sucofindo (Persero) memiliki layanan yang membantu pelaku industri memenuhi regulasi sekaligus meningkatkan daya saing. Salah satunya melalui layanan Sertifikasi Indonesian Sustanaible Palm Oil (ISPO) yang menjadi instrumen wajib untuk seluruh pelaku usaha sawit sesuai Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025. Dikman Purnama melanjutkan, dalam mendukung kepatuhan, akses pasar global dan aksi dekarbonisasi, Indonesia memiliki sertifikasi ISPO guna memastikan pengelolaan usaha kelapa sawit di Indonesia dilakukan secara berkelanjutan, taat regulasi dan berwawasan lingkungan. Dalam mendukung hal tersebut, PT Sucofindo (Persero) menyediakan layanan Audit energi untuk efisiensi energi, konsultansi lingkungan, perijinan lingkungan, monitoring lingkungan hingga melayani inventarisasi emisi untuk transparansi pelaporan emisi sebagai bagian upaya perusahaan dalam dekarbonisasi sebagai bagian usaha menuju ekonomi rendah karbon,” terang Dikman Purnama. PT Sucofindk (Persero) juga turut menjalankan peran strategis sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Peran ini memastikan setiap klaim penurunan emisi dilakukan secara terukur, transparan, dan sesuai standar. “Sucofindo siap mendukung sinergi strategis dalam mewujudkan upaya berkelanjutan melalui circular economy sawit, mulai dari proses fase hulu, proses produksi hingga hilir, sehingga tercipta industri yang tangguh, berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan pasar global,” tandasnya.

Holding PTPN Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Terima Kunjungan Duke Corporate Education Nasional
Nasional
22 jam yang lalu

Holding PTPN Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Terima Kunjungan Duke Corporate Education

Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menerima kunjungan delegasi Duke Corporate Education (Duke CE) dalam rangka company visit yang bertujuan memperkuat kolaborasi di bidang pengembangan kepemimpinan, inovasi, serta implementasi praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) pada sektor perkebunan. Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan transformasi yang tengah dilakukan PTPN Group melalui RPN, khususnya dalam pengembangan riset, inovasi, digitalisasi, dan praktik bisnis berkelanjutan yang mendukung daya saing industri perkebunan di tingkat global. Delegasi Duke CE disambut oleh jajaran manajemen PT RPN dan mengikuti berbagai sesi, mulai dari pemaparan profil perusahaan, demonstrasi teknologi digital seperti Chat OPA, e-Hara, dan NusaGIS, hingga diskusi interaktif mengenai tantangan dan peluang industri perkebunan masa depan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Unit Bogor Getas serta Kebun Percobaan Kopyor Ciomas untuk melihat secara langsung aktivitas riset dan inovasi yang dikembangkan RPN. SEVP Riset, Inovasi & Sustainability PT RPN, Dr. Misnawi, menegaskan industri perkebunan menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan dinamis seiring dengan pertumbuhan pasar global bisnis sektor perkebunan yang senantiasa berubah. “Perkebunan semakin berkembang dan semakin besar. Tantangan yang kita hadapi pun semakin besar. Karena itu, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci. Pertemuan antara Duke Corporate Education, PT RPN, dan PTPN Group merupakan kesempatan berharga untuk mempererat kerja sama dalam membangun industri perkebunan yang lebih maju, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga memperluas jejaring dan dampaknya di tingkat global,” kata Misnawi. Managing Director for Middle East & APAC Duke Corporate Education, Mr. Dennis Foo, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari PTPN Group dan PT RPN. “Terima kasih kepada PTPN Group dan seluruh panitia yang telah menerima kami hari ini. Berbagi wawasan mengenai ESG menjadi sangat penting karena keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kita membutuhkan ESG hari ini, besok, dan di masa depan sebagai fondasi bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Dennis. Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara dunia industri dan institusi pendidikan global. Pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik diharapkan mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia, mempercepat inovasi, dan mendorong transformasi sektor perkebunan menuju industri yang lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas negara dan lintas sektor ini, PT Riset Perkebunan Nusantara sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi industri perkebunan Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam ekosistem perkebunan berkelanjutan di tingkat dunia.

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah