Menteri PKP Pimpin Raper Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit Nasional
Nasional
10 jam yang lalu

Menteri PKP Pimpin Raper Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

Jakarta, katakabar.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memimpin langsung rapat evaluasi dan percepatan penyaluran rumah subsidi tahun 2026 di Kantor BP Tapera, Jakarta, Senin (21/9). Rapat tersebut dihadiri Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati, serta jajaran terkait untuk membahas strategi percepatan realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga akhir tahun. Hingga 21 September 2026, realisasi penyaluran FLPP tercatat mencapai 154.034 unit atau sekitar 44 persen dari target 350.000 unit rumah pada tahun ini. Capaian tersebut menjadi perhatian dalam rapat, mengingat masih terdapat selisih yang perlu dikejar dalam waktu sekitar tiga bulan menjelang akhir tahun. Dalam arahannya, Menteri PKP, Maruarar Sirait menyoroti perlunya pembenahan kinerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) BP Tapera untuk mendukung percepatan realisasi. Ia juga mendorong BP Tapera agar terus berinovasi dan menghadirkan terobosan yang mampu menjawab berbagai tantangan penyaluran rumah subsidi. “Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, BP Tapera harus melakukan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh, terutama dalam meningkatkan kualitas SDM. Saya ingin jajaran BP Tapera mampu menghadirkan inovasi, menyelesaikan berbagai hambatan, dan bekerja lebih optimal agar target penyaluran rumah subsidi tahun 2026 dapat tercapai,” ujar Maruarar Sirait. Menindaklanjuti arahan Menteri PKP, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa BP Tapera terus mengakselerasi berbagai langkah strategis, baik melalui penguatan koordinasi dengan pemangku kepentingan maupun perluasan segmen hunian yang dapat dimanfaatkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah menindaklanjuti Keputusan Menteri PKP Nomor 1721/KPTS/M/2026 terkait rumah susun subsidi. BP Tapera telah mengundang para pengembang rumah susun untuk mengunggah produk hunian mereka ke dalam aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang), sehingga pilihan hunian subsidi dapat semakin beragam dan mendukung perluasan akses pembiayaan perumahan bagi MBR. “Kami menindaklanjuti arahan Menteri PKP melalui berbagai langkah percepatan, termasuk implementasi Kepmen PKP Nomor 1721 Tahun 2026. BP Tapera telah mengundang para pengembang rumah susun untuk mengunggah produknya ke aplikasi SiKumbang. Kami juga menyiapkan percepatan realisasi melalui rencana akad massal pada Desember mendatang, yang tidak hanya mencakup rumah tapak subsidi, tetapi juga rumah susun subsidi,” jelas Heru Pudyo Nugroho. Sebagai bagian dari strategi percepatan, BP Tapera menyiapkan sekitar 71.000 unit rumah subsidi untuk akad massal pada Desember 2026. Kegiatan yang direncanakan berlangsung di Jawa Timur tersebut akan mencakup rumah tapak subsidi dan rumah susun subsidi, sebagai upaya memperluas pilihan hunian terjangkau bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan realisasi FLPP hingga akhir tahun. Melalui evaluasi berkala, peningkatan kualitas SDM, penguatan sinergi dengan pengembang dan perbankan penyalur, serta perluasan realisasi rumah tapak dan rumah susun subsidi, BP Tapera berkomitmen mendukung percepatan penyaluran FLPP. Upaya ini diharapkan dapat mengoptimalkan capaian target tahun 2026 sekaligus memperluas akses kepemilikan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Alita Gandeng Fujitsu Bawa Teknologi Analitik Gerak Berbasis AI ke Indonesia Teknologi
Teknologi
11 jam yang lalu

Alita Gandeng Fujitsu Bawa Teknologi Analitik Gerak Berbasis AI ke Indonesia

Jakarta, katakabar.com -  PT Alita Praya Mitra (Alita) menggandeng Fujitsu Limited untuk menghadirkan teknologi analitik gerak manusia berbasis kecerdasan buatan, Human Motion Analytics, ke Indonesia. Kerja sama ini menyasar sektor olahraga dan kesehatan, dan teknologinya sudah dapat dicoba langsung oleh publik mulai hari ini di Indonesia Sports Summit 2026, Jakarta Convention Center. Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan di Jakarta pada Jumat (11/9) oleh Direktur Utama Alita Joseph Lumban Gaol dan Corporate Executive Officer, EVP, Global Solutions Business Group Fujitsu Limited Naoko Otsuka, dalam rangkaian kunjungan delegasi Fujitsu ke kantor pusat Alita. Di booth bersama Alita dan Fujitsu, pengunjung Indonesia Sports Summit 2026 dapat mencoba empat penerapan teknologi ini secara langsung. AI Gait Analysis menganalisis pola jalan dan mobilitas. Senior Functional Training ditujukan untuk kebugaran lansia dan pengurangan risiko jatuh. Rowing Performance Analysis mengukur teknik dan efisiensi gerakan mendayung. Golf Swing Analysis membedah mekanika ayunan untuk kebutuhan pelatihan. Booth terbuka untuk umum pada 11 sampai 13 September. "Selama lebih dari 30 tahun, Alita membangun infrastruktur digital yang diandalkan banyak institusi di Indonesia. Sekarang kami membawa kemampuan itu ke ranah yang baru," kata Direktur Utama Alita Joseph Lumban Gaol. "Teknologi ini membuat analisis gerak yang tadinya hanya bisa dilakukan di laboratorium menjadi jauh lebih terjangkau. Bagi kami, ini bukan sekadar mendatangkan produk dari luar, tetapi Alita sebagai perusahaan teknologi lokal akan mengembangkan penggunaan teknologinya dengan konteks Indonesia agar benar-benar menjawab kebutuhan atlet, pelatih, dan tenaga kesehatan di Indonesia." Teknologi yang dikembangkan Fujitsu ini, dikenal sebagai skeleton recognition AI, mendigitalkan gerak tubuh manusia secara tiga dimensi hanya dari rekaman video biasa. Tidak diperlukan sensor yang dikenakan di tubuh maupun studio motion capture khusus. Selama ini, analisis gerak yang objektif menuntut laboratorium dan peralatan mahal, sehingga sulit dijangkau sebagian besar klub olahraga, klinik, dan pusat pelatihan di Indonesia. Dengan kamera biasa dan pengolahan berbasis AI, analisis serupa dapat dilakukan di lapangan, di ruang latihan, atau di klinik. Penerapannya mencakup identifikasi bakat, peningkatan performa atlet, pencegahan cedera, hingga pemantauan proses rehabilitasi. Bagi Alita, kerja sama ini memperluas penerapan pilar Business Productivity, salah satu dari empat pilar solusi bisnis yang dikembangkan Alita, yang mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan untuk kebutuhan organisasi. Sektor olahraga dan kesehatan menjadi segmen baru di luar basis pelanggan telekomunikasi, korporasi, dan institusi publik yang selama ini dilayani Alita. Teknologi Human Motion Analytics merupakan bagian dari Fujitsu Uvance, portofolio solusi lintas industri Fujitsu. Alita telah disetujui berpartisipasi dalam program Uvance Partner, yaitu program kemitraan strategis Fujitsu untuk mengembangkan peluang bisnis bersama di pasar masing-masing mitra. "Indonesia menyimpan peluang besar bagi teknologi yang mendukung kesehatan, performa manusia, dan kualitas hidup," kata Naoko Otsuka. "Melalui kerja sama dengan Alita, yang memiliki pemahaman pasar lokal, keahlian di bidang infrastruktur, dan jangkauan nasional yang kuat, kami akan menjajaki bagaimana teknologi dan keahlian Fujitsu dapat menjawab kebutuhan sektor olahraga dan kesehatan di Indonesia," jelasnya. Ke depan, kedua perusahaan akan mengidentifikasi prioritas penerapan, menjajaki kerja sama dengan pemangku kepentingan di ekosistem olahraga, kesehatan, dan pendidikan, serta mengevaluasi kebutuhan teknis dan komersial untuk implementasi di Indonesia. Nota Kesepahaman ini merupakan kerangka kerja yang tidak mengikat, dan setiap kesepakatan komersial yang dihasilkan akan tunduk pada perjanjian terpisah.

Bitcoin Jadi Sorotan Lantaran Tembus US$87.000, Lantas Seberapa Tinggi BTC Melaju? Ekonomi
Ekonomi
14 jam yang lalu

Bitcoin Jadi Sorotan Lantaran Tembus US$87.000, Lantas Seberapa Tinggi BTC Melaju?

Jakarta, katakabar.com - Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah menembus level US$86.000 dan sempat bergerak mendekati US$87.000 pada Selasa (22/9). Kenaikan tersebut membawa Bitcoin ke level tertinggi dalam sekitar delapan bulan sekaligus membuka perhatian pasar terhadap potensi pergerakan harga berikutnya. Data pasar menunjukkan Bitcoin sempat mencapai sekitar US$86.500–US$87.000, dengan penguatan harian sekitar 6%. Pergerakan ini terjadi setelah BTC sebelumnya bertahan di atas level US$80.000. Kenaikan Bitcoin juga berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas di pasar derivatif dan arus dana ke produk investasi Bitcoin. Data internal FLOQ menunjukkan open interest Bitcoin meningkat 9,38% dalam 24 jam menjadi sekitar US$61,33 miliar, sementara volume perdagangan gabungan meningkat 39%. Di pasar spot ETF Amerika Serikat, arus dana juga kembali menunjukkan momentum positif. Data mencatat ETF Bitcoin spot membukukan arus masuk bersih sekitar US$68,1 juta pada 21 September, setelah sebelumnya mencatat inflow sekitar US$433 juta pada 18 September. FOMO Bitcoin Kembali Meningkat Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah meningkatnya sentimen fear of missing out (FOMO). Coinpedia mengutip data Santiment yang menunjukkan FOMO Bitcoin telah mencapai level tertinggi sejak Desember 2024. Kondisi tersebut muncul ketika Bitcoin berhasil melewati sejumlah level teknikal penting. Berdasarkan analisis teknikal, Bitcoin telah menembus moving average 50 minggu di sekitar US$78.320 dan sebelumnya juga melewati swing high yang terbentuk pada Mei. Dalam skenario teknikal tersebut, level US$85.000 disebut sebagai target minimum dari pola kenaikan. Sementara itu, area US$88.600–US$92.220 menjadi zona target berikutnya, dengan potensi ekstensi hingga sekitar US$97.637 apabila momentum berlanjut. Tetapi, level-level tersebut merupakan proyeksi teknikal dan bukan jaminan bahwa Bitcoin akan mencapai harga tertentu. Pembelian Korporasi Ikut Menopang Sentimen Minat korporasi terhadap Bitcoin juga kembali menjadi perhatian. Strategy, perusahaan yang dikenal dengan strategi treasury Bitcoin, pada pekan yang berakhir 20 September membeli tambahan 950 BTC senilai sekitar US$75,7 juta. Pembelian tersebut membawa total kepemilikan Bitcoin Strategy menjadi 846.000 BTC. Berdasarkan laporan perusahaan, pembelian dilakukan dengan menggunakan kas perusahaan. Menurut CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, kombinasi antara arus dana institusional, pembelian korporasi, dan aktivitas pasar derivatif menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam membaca reli Bitcoin saat ini. “Kenaikan Bitcoin ke area US$87.000 menunjukkan bahwa momentum pasar kembali menguat setelah sebelumnya BTC mengalami tekanan di bawah US$80.000. Yang menarik bukan hanya pergerakan harganya, tetapi juga adanya kombinasi arus dana ETF, akumulasi korporasi, dan meningkatnya aktivitas di pasar derivatif,” ujar Yudho. Kata Yudho, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan Bitcoin saat ini memiliki beberapa katalis yang berjalan secara bersamaan. Namun, peningkatan FOMO juga perlu menjadi perhatian karena dapat membuat volatilitas meningkat apabila ekspektasi pasar bergerak terlalu cepat. “Di sisi lain, kenaikan yang berlangsung cepat juga perlu dibaca dengan hati-hati. Ketika FOMO meningkat dan posisi derivatif bertambah, ruang volatilitas menjadi lebih besar. Karena itu, level harga sebaiknya tidak dilihat sebagai kepastian arah pasar, melainkan sebagai area yang perlu dipantau bersama dengan volume, arus ETF, likuiditas, dan kondisi makroekonomi,” lanjutnya. US$90.000 Jadi Level yang Kembali Disorot Setelah berhasil melewati US$86.000, level US$90.000 kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Sejumlah analisis teknikal menempatkan US$88.600–US$92.220 sebagai area yang perlu diperhatikan apabila momentum kenaikan berlanjut. Pada kerangka waktu yang lebih pendek, area sekitar US$80.120 disebut sebagai level penting untuk mempertahankan struktur kenaikan jangka pendek. Sementara itu, jika terjadi koreksi, area US$82.000–US$84.000 menjadi salah satu zona yang dipantau pasar. Analisis lain yang dikutip Coinpedia juga menempatkan sekitar US$75.000 sebagai area dukungan yang lebih luas apabila koreksi berlangsung lebih dalam. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa setelah reli tajam, pasar Bitcoin kini berada dalam fase yang membutuhkan konfirmasi lanjutan, bukan sekadar melihat kenaikan harga dalam jangka pendek. Yudho menambahkan pasar kripto saat ini perlu melihat Bitcoin dalam konteks yang lebih luas. “Bitcoin sudah menunjukkan kemampuan untuk kembali berada di atas level teknikal penting, tetapi keberlanjutan tren akan sangat bergantung pada apakah permintaan spot dapat terus menopang harga. Jika kenaikan semakin banyak didorong leverage dan FOMO, risiko koreksi juga perlu diperhitungkan. Bagi investor, memahami volatilitas dan mengelola risiko tetap menjadi bagian penting ketika pasar bergerak cepat,” jelas Yudho. Dengan Bitcoin berada di sekitar US$86.000–US$87.000, perhatian pasar selanjutnya tertuju pada kemampuan BTC mempertahankan level tersebut sekaligus menguji area US$90.000. Di sisi lain, arus ETF, aktivitas korporasi, kondisi likuiditas, serta perkembangan makroekonomi akan menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi arah pasar berikutnya. Pergerakan harga aset kripto bersifat volatil dan memiliki risiko. Informasi dalam artikel ini bersifat edukasi dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual aset kripto.

Chat dari Iklan WhatsApp Bisa Gratis 72 Jam, Ini Cara Maksimalkannya Teknologi
Teknologi
15 jam yang lalu

Chat dari Iklan WhatsApp Bisa Gratis 72 Jam, Ini Cara Maksimalkannya

Jakarta, katakabar.com  - Barantum solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center satu platform terintegrasi. Guna untuk kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Iklan Click-to-WhatsApp tidak hanya membuka percakapan langsung dengan calon pelanggan. Dalam kondisi tertentu, chat yang dimulai dari iklan juga dapat memperoleh window gratis selama 72 jam. Kesempatan ini dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan, melakukan kualifikasi, dan menyiapkan tindak lanjut tanpa menambah biaya service message selama window berlaku. Namun, window tersebut tidak aktif tanpa syarat. Bisnis harus merespons pelanggan dalam batas waktu yang ditentukan dan tetap memerlukan alur yang rapi agar tiga hari tidak habis untuk pertanyaan dasar. Cara Kerja Window Gratis 72 Jam Alurnya dimulai ketika pelanggan mengklik iklan Click-to-WhatsApp dan mengirim pesan. Bisnis kemudian perlu memberikan respons dalam 24 jam. Jika ketentuan terpenuhi, window gratis 72 jam dihitung sejak balasan pertama bisnis terkirim. Window ini berlaku untuk percakapan yang memenuhi kriteria, bukan seluruh chat WhatsApp. Tim marketing dan customer service perlu membedakan source agar percakapan organik, campaign lain, dan CTWA tidak tercampur dalam laporan. Setelah window berakhir, tindak lanjut kembali mengikuti kategori dan ketentuan pesan yang berlaku. Karena itu, jadwal follow-up harus dirancang berdasarkan prioritas lead, bukan hanya karena kontak pernah masuk dari iklan. Gunakan 72 Jam untuk Menjawab dan Mengualifikasi Respons pertama sebaiknya menyelesaikan dua hal: menjawab kebutuhan utama dan mengumpulkan informasi yang benar-benar diperlukan. Hindari banyak sapaan terpisah sebelum memahami maksud pelanggan. Pertanyaan kualifikasi dapat diringkas melalui Form agar nama, kebutuhan, skala bisnis, dan waktu rencana diterima sekaligus. Setelah data awal tersedia, percakapan dapat diarahkan berdasarkan kebutuhan. Lead yang siap berbicara dengan sales diteruskan kepada owner yang tepat, sedangkan pertanyaan umum dijawab dari knowledge base. Kasus yang belum siap membeli dapat menerima informasi relevan tanpa dipaksa melalui rangkaian pesan panjang. Tim juga perlu menetapkan batas waktu internal. Respons pertama diprioritaskan pada jam yang sama, kualifikasi diselesaikan lebih awal, dan tindak lanjut penting dilakukan sebelum window berakhir. Tujuannya bukan mengirim sebanyak mungkin pesan, melainkan mempercepat keputusan. Sebelum campaign aktif, siapkan jawaban utama, field Form, kriteria lead, owner tiap kategori, dan batas kapan chat diteruskan ke sales atau support. Persiapan ini mengurangi keputusan ad hoc yang biasanya menambah pesan dan memperlambat respons. Lacak Campaign sampai Closing Window gratis hanya bernilai jika bisnis dapat mengetahui campaign mana yang menghasilkan percakapan berkualitas. Karena itu, source perlu ditandai sejak teks awal dan dibawa sampai lead, deal, serta won. Barantum menyediakan CTA WhatsApp Tracking Barantum untuk menyiapkan kode unik pada setiap campaign Click-to-WhatsApp. Kode dibaca dari teks awal percakapan dan mengikuti contact, lead, serta deal. Dengan cara ini, campaign yang masuk ke nomor yang sama tetap dapat dibedakan tanpa mengandalkan sumber terakhir. CRM Barantum kemudian menghubungkan source dengan sales owner, tahapan pipeline, nilai deal, dan status closing sehingga kualitas traffic dapat dinilai sampai hasil akhir. Biaya iklan tidak ditarik otomatis ke Barantum. ROAS tetap dihitung manual dengan membandingkan ad spend di platform iklan terhadap revenue atau margin dari source yang sudah tercatat. Untuk menjaga peluang window 72 jam pada chat yang masuk di luar jam kerja, AI Agent Barantum dapat membantu memberi respons awal berbasis knowledge base. Penggunaannya tetap mengikuti flow yang disetujui dan bukan alasan untuk mengirim pesan berlebihan. Selain revenue, pantau kecepatan respons, proporsi chat yang memenuhi syarat window, qualified lead, dan waktu menuju follow-up pertama. Campaign dengan biaya klik murah belum tentu lebih baik jika respons terlambat atau mayoritas chat tidak bergerak ke tahap berikutnya. Setelah window berakhir, tinjau minat, tahapan pipeline, dan izin komunikasi sebelum follow-up. Pesan yang tepat sasaran lebih bernilai daripada menambah volume kepada seluruh kontak tanpa prioritas.

Koperasi Pers Indonesia dan Cahaya Kita Bersama Teken PKS Grain Dryer Ekonomi
Ekonomi
19 jam yang lalu

Koperasi Pers Indonesia dan Cahaya Kita Bersama Teken PKS Grain Dryer

Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia dan Koperasi Jasa Cahaya Kita Bersama menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk menempatkan dan menguji Mobile Grain Dryer atau mesin pengering gabah di fasilitas penggilingan padi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah