PT Tunggal Perkasa Plantations Raih Penghargaan Nasional, Bukti Konsistensi Dukung Program Imunisasi di Inhu
PT Tunggal Perkasa Plantations (PT TPP), salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, berhasil meraih penghargaan tingkat nasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Green Policing di Pelalawan: Kapolda Riau dan Menteri LH Seru Semua Pihak Jaga Gambut Tetap Basah
Pelalawan, katakabar.com - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh. Jumhur Hidayat, didampingi Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, tinjau sejumlah infrastruktur pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Kamis (18/6). Kunjungan tersebut difokuskan pada pengecekan fungsi sekat kanal sebagai salah satu upaya menjaga kelembapan lahan gambut, dan mengurangi risiko terjadinya kebakaran saat musim kemarau. Selain meninjau kondisi lapangan, rombongan juga melakukan penanaman pohon aren sebagai bagian dari program rehabilitasi lingkungan dan penguatan ekosistem gambut yang berkelanjutan. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengatakan upaya pengendalian karhutla membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, menjaga kawasan gambut tetap basah merupakan langkah strategis untuk mencegah munculnya titik api yang berpotensi memicu bencana asap. "Pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk menjaga ekosistem gambut tetap basah serta mencegah bencana asap sejak dini," kata Irjen Pol Herry. Peninjauan sekat kanal dilakukan untuk memastikan sarana pengelolaan tata air di kawasan gambut berfungsi optimal. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mempertahankan tinggi muka air gambut sehingga potensi kebakaran dapat ditekan secara maksimal. Di kegiatan sama, Menteri Lingkungan Hidup bersama Kapolda Riau dan para pemangku kepentingan melakukan penanaman pohon aren sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Tanaman aren dipilih karena memiliki manfaat ekologis dalam mendukung konservasi lahan sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Irjen Pol Herry menegaskan pendekatan pencegahan harus menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla. Prinsip tersebut, kata dia, sejalan dengan konsep Green Policing yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian penting dari tugas kepolisian. "Green Policing mengajarkan bahwa mencegah lebih baik daripada memadamkan. Karena melindungi lingkungan berarti melindungi kehidupan, kesehatan, dan masa depan generasi yang akan datang," tegasnya. Kabupaten Pelalawan yang memiliki hamparan lahan gambut luas menjadi salah satu wilayah strategis dalam upaya pencegahan karhutla di Provinsi Riau. Oleh karena itu, penguatan pengelolaan tata air, rehabilitasi lingkungan, dan keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga ekosistem gambut tetap lestari. Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam membangun sistem pencegahan karhutla yang berkelanjutan demi menjaga lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama
Jakarta, katakabar.com - Hilirisasi mineral semakin menunjukkan perannya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional. Sepanjang triwulan I 2026, investasi di sektor hilirisasi mineral mencapai Rp98,3 triliun atau sekitar 67 persen dari total investasi hilirisasi nasional yang mencapai Rp147,5 triliun. Besarnya investasi tersebut ditopang sejumlah komoditas strategis yang menjadi bagian dari portofolio Grup MIND ID, mulai dari nikel, tembaga, timah, hingga bauksit. Kondisi ini menegaskan posisi holding industri pertambangan BUMN tersebut sebagai salah satu pilar utama dalam agenda hilirisasi yang terus didorong pemerintah. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengatakan sektor hilirisasi kini berkontribusi semakin besar terhadap investasi nasional. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun atau setara 29,6 persen dari total investasi nasional sebesar Rp498,8 triliun. "Hal yang perlu kami soroti adalah sektor hilirisasi sumber daya alam yang kontribusinya meningkat menjadi 30 persen dari total realisasi investasi pada triwulan I 2026, yakni sebesar Rp147,5 triliun," jelae Rosan saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI. Kata Rosan, sektor mineral masih menjadi penyumbang terbesar investasi hilirisasi nasional. Dari total Rp98,3 triliun investasi mineral, komoditas nikel menyumbang Rp41,5 triliun atau sekitar 42 persen. Di posisi berikutnya terdapat tembaga dengan investasi Rp20,7 triliun, besi baja Rp17 triliun, bauksit Rp13,7 triliun, serta timah Rp2,5 triliun. Sementara sisanya berasal dari komoditas lain seperti emas, perak, kobalt, mangan, batubara, pasir silika, dan logam tanah jarang. Data tersebut menunjukkan investasi hilirisasi nasional masih bertumpu pada komoditas mineral yang menjadi kekuatan utama Indonesia di pasar global. Bagi MIND ID, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa aset-aset strategis yang dikelola grup berperan besar dalam menarik investasi. ANTAM menjadi pemain utama pada rantai nilai nikel dan bauksit, PT Freeport Indonesia pada komoditas tembaga, serta PT Timah pada industri timah nasional. Investasi besar yang masuk ke sektor mineral juga berdampak langsung pada pertumbuhan kawasan industri berbasis sumber daya alam di berbagai daerah. Rosan mengungkapkan sekitar 75 persen investasi hilirisasi berada di luar Pulau Jawa. Investasi tersebut terutama terkonsentrasi di wilayah penghasil mineral seperti Sulawesi Tengah dan Maluku Utara yang menjadi pusat pengembangan industri pengolahan nikel dan ekosistem baterai kendaraan listrik. Data BKPM menunjukkan Sulawesi Tengah menjadi tujuan investasi terbesar kelima nasional dengan nilai Rp32,1 triliun atau 6,4 persen dari total investasi triwulan I 2026. Sementara Maluku Utara menempati posisi keenam dengan investasi Rp25,2 triliun atau 5 persen. Kedua provinsi tersebut menjadi contoh bagaimana hilirisasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat pemerataan investasi di luar Pulau Jawa. Secara nasional, sektor industri logam dasar dan barang logam juga menjadi subsektor investasi terbesar dengan realisasi mencapai Rp69,4 triliun atau 14 persen dari total investasi nasional. Angka tersebut bahkan melampaui sektor pertambangan yang mencatat investasi Rp51,9 triliun. Menurut Rosan, pemerintah akan terus memperluas hilirisasi ke berbagai komoditas strategis agar nilai tambah ekonomi yang tercipta semakin besar. "Kami juga terus mendorong hilirisasi komoditas strategis lainnya yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut," ujarnya. Pemerintah menargetkan realisasi investasi pada 2027 mencapai Rp2.322 triliun, naik 13,8 persen dibandingkan target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Dalam mencapai target tersebut, hilirisasi mineral diperkirakan tetap menjadi salah satu motor utama investasi nasional. Besarnya investasi yang mengalir ke komoditas nikel, tembaga, timah, dan bauksit juga menunjukkan bahwa agenda hilirisasi tidak lagi sekadar kebijakan pengolahan bahan mentah, melainkan telah berkembang menjadi instrumen strategis untuk menarik modal, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.
PHR Zona 1 Curi Perhatian di PIIS Sumut 2026, Raih Stan Terbaik dan Tuai Apresiasi Pemprov
Simalungun, Katakabar - Partisipasi Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 bersama SKK Migas Sumbagut dalam Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIIS) 2026 menuai apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Selain menampilkan puluhan produk UMKM binaan, PHR Zona 1 juga menghadirkan edukasi industri hulu migas yang menarik minat pelajar dan masyarakat.
B2B Tech Asia Expo 2026 Satukan Raksasa Teknologi Global Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi
Jakarta, katakabar.com - Lanskap bisnis modern regional tengah menghadapi titik balik krusial. Ketergantungan pada alur kerja manual yang lambat, pembengkakan biaya software overhead, serta munculnya silo data antar-departemen kini menjadi hambatan utama yang membatasi skala pertumbuhan perusahaan. Menjawab tantangan tersebut, B2B Tech Asia Expo 2026 resmi mengumumkan penyelenggaraan pergelaran pameran dan konferensi ekosistem perangkat lunak (software) serta kecerdasan buatan (AI) B2B paling komprehensif di Indonesia. Mengusung misi strategis untuk menjembatani visi eksekutif dengan implementasi teknologi yang terukur, B2B Tech Asia Expo 2026 akan berlangsung pada 1 hingga 2 Juli 2026 di AXA Tower - Kuningan City Ballroom, Jakarta. Acara ini diproyeksikan menarik lebih dari 3.000 profesional tingkat tinggi, jajaran direksi, C-Suites, IT Director, hingga pemilik bisnis dari berbagai sektor industri. Pameran tahun ini dirancang secara terstruktur lewat pembagian zona operasional khusus (Specialized Enterprise Zones) guna membantu para pelaku bisnis menemukan solusi teknologi spesifik demi mendongkrak ROI (Return on Investment) operasional mereka, antara lain: ERP dan Enterprise Solutions Zone: Menampilkan inovasi sistem tata kelola sumber daya korporasi, integrasi SAP, dan SuperApp kolaborasi modern untuk mengeliminasi duplikasi kerja, yang dipelopori oleh perusahaan global seperti SCSK Indonesia, Lark (Virtuenet by Prasetia), Rekadia, dan BEST Inc. Finance dan Core Banking Zone: Menyajikan arsitektur API keuangan dan infrastruktur pembayaran tanpa friksi untuk memotong biaya rekonsiliasi manual melalui raksasa fintech seperti Midtrans, M2P Fintech, dan IntiCorp. AI dan Process Automation Zone: Berfokus pada penuntasan kendala keterbatasan talenta teknis serta pengapusan human error lewat teknologi Robotic Process Automation (RPA) mutakhir dari IDSTAR. Cloud, Infrastructure dan Telecom Zone: Memperkuat fondasi runtime data enterprise dari risiko keterbatasan jaringan dan downtime sistem bersama titan teknologi global SoftBank Corp. dan Metrodata. HR, Sales dan Support Zones: Menyediakan perangkat otomatisasi kalkulasi kepatuhan pajak lokal (PPh 21/BPJS) serta sistem akselerasi kecepatan pipa penjualan (revenue velocity) lewat Gaji.id dan Salesmania. "B2B Tech Asia Expo 2026 bukan sekadar pameran teknologi biasa. Ini adalah sebuah ekosistem solusi tertutup di mana para pemimpin perusahaan dapat berinteraksi langsung dengan para arsitek teknologi global untuk merancang cetak biru digitalisasi yang adaptif," kata perwakilan Komite Penyelenggara B2B Tech Asia Expo 2026. "Kami fokus membawa teknologi yang mampu memotong jam administrasi yang tidak perlu, meminimalkan operational risk, dan secara nyata memberikan kontribusi positif terhadap bottom-line profit perusahaan," tambahnya. Selain pameran produk, B2B Tech Asia Expo 2026 juga akan menghadirkan panggung konferensi tingkat tinggi yang diisi oleh rangkaian seminar intensif dan panel diskusi dari para praktisi dan pionir digital terkemuka di Asia, termasuk sesi berbagi strategi dari SoftBank Corp, Zoho Indonesia, Qiscus, hingga transformasi digital berbasis kecerdasan buatan dari AI Domino's Pizza. Registrasi kunjungan untuk menghadiri B2B Tech Asia Expo 2026 telah resmi dibuka dan disediakan secara 100% Gratis (Complimentary All-Access Pass) bagi para profesional, pelaku industri, dan eksekutif bisnis melalui situs resmi. Mengingat kapasitas area ballroom yang dikelola secara ketat demi kenyamanan networking, para calon pengunjung diimbau untuk melakukan pendaftaran awal secara daring. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran, daftar lengkap eksibitor, dan jadwal konferensi, silakan mengunjungi situs resmi di www.b2btechasia.com.
ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar: BI Naikkan Suku Bunga dan Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar
Jakarta, katakabar.com - Pasar aset digital dan pasar keuangan global memasuki periode volatilitas lebih tinggi di pekan kedua Juni 2026. Tekanan berasal dari keluarnya arus dana besar dari ETF Bitcoin di Amerika Serikat, pelemahan harga Bitcoin dan Ethereum, serta meningkatnya kehati-hatian investor akibat dinamika ekonomi global dan domestik. Market Outlook FLOQ di minggu kedua bulan Juni 2026, mencatat arus keluar dana dari ETF Bitcoin menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar. Sejak pertengahan Mei, ETF Bitcoin AS tercatat mengalami outflow sekitar US$4,4 miliar atau setara lebih dari 59.000 BTC dalam periode 13 hari perdagangan berturut-turut. Kondisi tersebut turut menekan harga Bitcoin yang sempat bergerak di bawah level psikologis US$60.000 sebelum kembali menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Harga BTC per hari ini berada di kisaran US$66.000 dengan kapitalisasi pasar (market cap) sekitar US$1,3 triliun. Sementara, Ethereum juga mengalami koreksi meskipun aktivitas fundamental di dalam ekosistemnya masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat. "Pasar saat ini sedang berada dalam fase yang sangat dipengaruhi oleh sentimen makro dan arus dana institusi. Namun menariknya, di tengah tekanan harga, indikator fundamental seperti pertumbuhan staking Ethereum dan aktivitas akumulasi institusi masih menunjukkan tren yang positif," ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ. Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian pasar adalah langkah perusahaan Strategy yang sempat menjual 32 BTC pada awal Juni. Meski jumlah tersebut relatif kecil dibanding total kepemilikan mereka, pasar sempat merespons negatif karena dianggap bertentangan dengan strategi akumulasi jangka panjang yang selama ini identik dengan perusahaan tersebut. Tetapi sentimen tersebut berbalik setelah Strategy kembali melakukan pembelian sekitar 1.550 BTC senilai lebih dari US$100 juta hanya beberapa hari kemudian. "Aksi Strategy menunjukkan bahwa investor institusi masih aktif memanfaatkan koreksi pasar untuk melakukan akumulasi. Ini menjadi pengingat bahwa pergerakan jangka pendek sering kali dipengaruhi oleh headline, sementara keputusan investasi institusi umumnya tetap berorientasi jangka panjang," jelasnya. Di dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada keputusan Bank Indonesia yang menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap nilai tukar. Langkah Bank Indonesia memberikan dampak langsung terhadap sentimen pasar domestik. Setelah sempat mengalami tekanan tajam, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan terbatas pasca pengumuman kenaikan suku bunga. Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi arah investasi ke depan, termasuk perkembangan geopolitik global, arah kebijakan moneter negara-negara besar, serta pergerakan arus modal internasional. Para investor perlu memperhatikan bahwa pergerakan aset digital saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan industri blockchain, tetapi juga oleh faktor ekonomi makro yang lebih luas seperti inflasi, suku bunga, dan aliran modal global. Bagi investor pemula, pendekatan akumulasi bertahap atau dollar cost averaging (DCA) dinilai tetap relevan dalam menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif. Sementara bagi trader, disiplin manajemen risiko menjadi faktor penting mengingat pasar masih bergerak sangat sensitif terhadap perkembangan berita dan sentimen. Di sisi lain, investor jangka panjang dinilai masih dapat melihat perkembangan positif dari sisi fundamental industri. Pertumbuhan staking Ethereum yang mencapai rekor baru serta aktivitas akumulasi oleh sejumlah institusi besar menunjukkan bahwa adopsi aset digital dan teknologi blockchain terus berkembang meskipun pasar sedang mengalami fase konsolidasi. "Volatilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan pasar. Yang terpenting bagi investor adalah memahami risiko, menjaga disiplin strategi, dan tetap fokus pada tujuan investasi jangka panjang," terang Yudho.
Barantum: CRM Lokal Kalahkan Produk Global di Mata Pelanggan
Jakarta, katakabar.com - Barantum satukan CRM, AI Agent, Omnichannel, dan WhatsApp Business API satu dashboard, guna memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Di mana hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Kebutuhan akan Customer Relationship Management (CRM) di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring semakin masifnya transformasi digital di berbagai sektor industri. Jika sebelumnya CRM lebih banyak digunakan oleh perusahaan besar, kini teknologi ini juga mulai dimanfaatkan oleh UMKM untuk mengelola pelanggan, meningkatkan efektivitas penjualan, dan memberikan layanan yang lebih baik. Laporan kenresearch.com menunjukkan bahwa perubahan ekspektasi konsumen menjadi salah satu pendorong utama tren tersebut. Sebanyak 76 persen konsumen Indonesia menginginkan pengalaman yang lebih personal ketika berinteraksi dengan sebuah brand, sehingga perusahaan dituntut untuk memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam. Situasi ini mendorong bisnis untuk memanfaatkan data pelanggan, automation, dan teknologi digital guna meningkatkan customer engagement sekaligus menjaga kualitas layanan di tengah persaingan yang semakin ketat. Di tengah perkembangan tersebut, solusi CRM lokal mulai mendapat perhatian lebih besar dari kalangan bisnis. Salah satunya adalah Barantum, yang dinilai mampu menghadirkan sistem yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan di Indonesia dibandingkan banyak solusi global yang tersedia di pasar. Mengapa Banyak Perusahaan Pilih Barantum Dibanding CRM Lain? Lebih dari 1.000 bisnis dan badan usaha di Indonesia telah mempercayakan pengelolaan sales, customer service, dan komunikasi pelanggan mereka kepada Barantum. Solusi ini juga telah digunakan oleh berbagai perusahaan dari beragam industri, mulai dari BRI Insurance, Adira Finance, Total Bangun Persada, AnterAja, Sekolah.mu, Pusat Gadai Indonesia, Bakmi GM, Orang Tua, hingga Kimia Farma. Salah satu alasan banyak perusahaan memilih Barantum dibanding CRM lain adalah karena sistemnya dirancang agar mudah digunakan dan dapat menyesuaikan kebutuhan operasional bisnis di Indonesia. Selain menghadirkan platform yang terintegrasi, Barantum juga dikenal melalui layanan implementasi dan dukungan pelanggan yang responsif sehingga membantu proses adopsi sistem berjalan lebih lancar. Melalui ekosistem all-in-one solution, Barantum menghadirkan berbagai solusi bisnis terintegrasi mulai dari CRM, Omnichannel, WhatsApp API, hingga Call Center untuk membantu perusahaan meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan pelanggan. Sebagai partner resmi Meta untuk layanan WhatsApp Business API, Barantum membantu perusahaan mengelola komunikasi pelanggan secara lebih efektif sekaligus menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih konsisten di berbagai channel. Tingginya Rating Mencerminkan Kepercayaan Pelanggan Dengan rating 4,9/5 dari 1.221 ulasan di Google Business per 12 Juni 2026, Barantum menjadi CRM Indonesia dengan tingkat kepuasan pelanggan tertinggi. Penilaian tersebut mencerminkan pengalaman pengguna yang positif terhadap sistem, layanan, dan dukungan implementasi yang diberikan. Berikut beberapa ulasan pengguna mengenai pengalaman mereka menggunakan Barantum: "We love using Barantum! It really helps us with marketing and reservation broadcasts. Sending promotions and managing customer responses can be done easily in one place. The system makes our daily operations faster and more organized. Their support team is always helpful and quick to respond. Totally recommended!" Admin Jittlada Group "Saya sangat puas dengan pengalaman menggunakan aplikasi Barantum. Aplikasi ini memiliki fitur yang lengkap dan intuitif, sehingga sangat membantu meningkatkan efisiensi kerja serta memperlancar komunikasi, baik di dalam tim maupun dengan pelanggan," ujar Finance Accounting Tax Dearbutter Berbagai ulasan tersebut menunjukkan bahwa pelanggan tidak hanya merasakan manfaat dari sisi teknologi, tetapi juga dari kualitas layanan yang mereka terima selama menggunakan sistem Barantum. Itu sebabnya, Barantum menempatkan kualitas layanan dan customer support sebagai bagian penting dalam membantu perusahaan mengoptimalkan penggunaan CRM sesuai kebutuhan operasional bisnis mereka. Sebagai partner resmi Meta untuk WhatsApp Business API, Barantum memungkinkan bisnis menggunakan WhatsApp Business API resmi untuk mengelola komunikasi pelanggan secara lebih aman dan profesional. Selain itu, seluruh ekosistem platform telah terhubung secara terintegrasi sehingga memudahkan perusahaan memonitor aktivitas pelanggan, tim sales, dan layanan customer service dalam satu dashboard. Keunggulan lain yang banyak dipertimbangkan perusahaan adalah dukungan layanan lokal yang lebih mudah dijangkau. Sebagai produk asli Indonesia, Barantum menghadirkan proses implementasi, onboarding, serta layanan purna jual yang lebih cepat dan responsif sesuai kebutuhan bisnis di pasar Indonesia. Barantum CRM Hadir Mitra Dukung Pertumbuhan Bisnis Melalui Solusi All-in-One CRM, Barantum menghadirkan ekosistem terintegrasi yang membantu perusahaan mengelola penjualan, layanan pelanggan, dan komunikasi bisnis secara lebih efisien, sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data. “Penyedia CRM tidak cukup hanya menawarkan fitur lengkap. Yang terpenting adalah bagaimana pelanggan merasakan pelayanan dan pendampingan yang membantu bisnis mereka berkembang. Karena itu, Barantum hadir bukan hanya sebagai software, tetapi sebagai partner yang membantu perusahaan memaksimalkan penggunaan sistem sesuai kebutuhan operasional bisnis,” kata Handri Kosada, CEO Barantum. Seiring meningkatnya adopsi CRM di Indonesia, kebutuhan akan solusi yang mampu menggabungkan teknologi, layanan, dan pendampingan implementasi diperkirakan akan terus bertumbuh. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan untuk memanfaatkan CRM secara lebih optimal dalam mendukung produktivitas, layanan pelanggan, dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Safe Haven Kembali Diburu, Harga Emas Berpotensi Sentuh 4.369
Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan di perdagangan hari Rabu (17/6). Meskipun sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa sesi terakhir, pergerakan logam mulia masih didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang cukup positif. Kondisi tersebut membuat prospek emas dalam jangka pendek tetap mengarah ke atas, selama tekanan beli masih mampu menjaga harga bertahan di area support penting. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada grafik empat jam (H4) masih menunjukkan struktur bullish cukup kuat. Harga emas dinilai masih mampu mempertahankan tren kenaikan setelah berhasil bertahan di atas area support kedua yang sebelumnya menjadi titik perhatian pelaku pasar. "Hingga saat ini belum ada sinyal yang menunjukkan perubahan arah menjadi bearish. Hal tersebut terlihat dari belum terbentuknya penutupan candlestick di bawah level support yang telah diuji sebelumnya. Selama area tersebut tetap bertahan, peluang emas untuk melanjutkan penguatan masih cukup besar," ujarnya. Dari sisi teknikal, kata Kofit, harga juga berhasil membentuk swing low baru di kisaran 4.328. Terbentuknya pola tersebut menunjukkan minat beli kembali muncul ketika harga berada di area support. Situasi ini menjadi salah satu indikasi bahwa pelaku pasar masih melihat peluang kenaikan sehingga tekanan beli tetap mendominasi perdagangan. "Apabila momentum positif tersebut terus berlanjut, harga emas diperkirakan berpotensi menguji level resistance pertama di area 4.354. Jika level tersebut berhasil ditembus, ruang kenaikan diperkirakan masih terbuka hingga mencapai resistance berikutnya di kisaran 4.369. Kedua level ini menjadi area yang akan diperhatikan investor sebagai target penguatan dalam jangka pendek," jelasnya. Selain pola pergerakan harga yang masih mendukung tren naik, terang Kofit, indikator teknikal juga memperlihatkan kondisi yang cukup positif. Indikator Stochastic masih bergerak naik menuju area overbought atau jenuh beli. Meski indikator tersebut telah mendekati zona overbought, hingga kini belum muncul tanda-tanda pelemahan momentum maupun sinyal pembalikan arah yang kuat. Dengan demikian, tekanan beli masih dinilai cukup dominan untuk menjaga kenaikan harga emas. Dari sisi fundamental, emas juga masih mendapatkan dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda membuat sebagian investor memilih mengalihkan dananya ke instrumen yang dianggap lebih aman. Kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, dinamika geopolitik, hingga tingginya volatilitas di pasar keuangan menjadi faktor yang terus menopang permintaan terhadap emas. Selain itu, lanjutnya, pelemahan dolar Amerika Serikat juga memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga emas. Ketika nilai tukar dolar melemah, harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS. Kondisi tersebut biasanya meningkatkan permintaan terhadap logam mulia sehingga turut mendorong kenaikan harga. "Faktor lain yang ikut memperkuat prospek emas adalah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Ketika yield obligasi bergerak turun, biaya peluang untuk menyimpan emas menjadi lebih rendah. Situasi tersebut membuat emas kembali menarik sebagai pilihan investasi, terutama bagi investor yang ingin menjaga nilai aset di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian," jelasnya. Masih Analis Dupoin Futures, pelaku pasar juga terus mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve. Sejumlah investor mulai memperkirakan bank sentral Amerika Serikat berpotensi mengambil sikap yang lebih longgar apabila data ekonomi, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, maupun aktivitas manufaktur, menunjukkan perlambatan. Ekspektasi tersebut berpotensi menekan pergerakan dolar AS sekaligus memberikan tambahan sentimen positif bagi harga emas. Secara keseluruhan, bebernya, Dupoin Futures menilai peluang penguatan emas masih cukup terbuka pada perdagangan hari ini. Struktur teknikal yang tetap bullish, terbentuknya swing low baru, serta indikator yang masih mendukung kenaikan menjadi sinyal bahwa momentum beli belum berakhir. Di sisi lain, dukungan dari faktor fundamental, seperti tingginya permintaan terhadap aset safe haven, pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi, dan harapan terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve, turut memperkuat prospek positif logam mulia. Selama harga tetap bertahan di atas area support 4.328, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance 4.354 hingga 4.369 masih dinilai cukup besar dalam jangka pendek.
Holding PTPN Salurkan Bantuan Operasional Panti Asuhan di Semarang Lewat PTPN I Regional 3
Semarang, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) lewat PTPN I Regional 3 salurkan bantuan dana operasional kepada Panti Asuhan Darul Karim dan Panti Asuhan Darun Nur yang berada di sekitar wilayah Semarang. Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan sosial yang berkelanjutan. Penyaluran bantuan dilaksanakan Kamis (4/6) lalu melalui penyerahan simbolis oleh perwakilan manajemen PTPN I Regional 3 kepada pengurus kedua panti asuhan. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh anak-anak asuh dan para pendamping. Total bantuan yang diberikan kepada kedua panti asuhan tersebut mencapai Rp8 juta. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan kegiatan pengasuhan, pendidikan, dan pembinaan anak-anak asuh, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan operasional panti agar tercipta lingkungan yang lebih nyaman, aman, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak. Pengurus Panti Asuhan Darul Karim, Miftakhul Huda, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh perusahaan. "Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PTPN I (Persero) Regional 3 atas bantuan dana operasional yang telah diberikan. Bantuan ini sangat bermanfaat dalam mendukung keberlangsungan kegiatan panti, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, konsumsi, pembinaan, serta kebutuhan sehari-hari anak-anak asuh," ujarnya. Sebagai bagian dari implementasi program TJSL Holding Perkebunan Nusantara, bantuan ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para penerima manfaat sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Ke depan, PTPN I Regional 3 akan terus menghadirkan berbagai program TJSL yang selaras dengan kebutuhan masyarakat, sejalan dengan komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam menciptakan nilai bersama, memperkuat pembangunan sosial yang inklusif, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan.
LBH Medan Desak Rico Waas Batalkan Anggaran Rp10 Miliar untuk Gedung Satreskrim Polrestabes Medan
LBH Medan meminta Wali Kota Medan, Rico Waas, membatalkan alokasi anggaran Rp10 miliar dari APBD Kota Medan untuk pembangunan atau rehabilitasi Gedung Satreskrim Polrestabes Medan