Sambut Hari Bhayangkara ke 80 2026, Polres Kepulauan Meranti Gelar Baksos dan Green Policing di Pasar Modern Hukrim
Hukrim
3 jam yang lalu

Sambut Hari Bhayangkara ke 80 2026, Polres Kepulauan Meranti Gelar Baksos dan Green Policing di Pasar Modern

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Sempena memperingati Hari Bhayangkara ke 80 Tahun 2026, Polres Kepulauan Meranti gelar kegiatan bakti sosial (Baksos), dan Gerakan Indonesia Asri di kawasan Pasar Modern, yang berada di kawasan Jalan Pelabuhan Tanjung Harapan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (19/6). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB, menurut Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., kegiatan ini sebagai bentuk nyata komitmen Polri dalam meningkatkan kepedulian sosial dan menjaga kelestarian lingkungan. Turut mendampingi Kapolres di kegiatan tersebut Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H., Kabag Ops, Kabag SDM, Kabag Log, Kasat Reskrim, Kasat Lantas, Kapolsek Tebing Tinggi, Kasi Humas, para perwira, personel Polres Kepulauan Meranti, serta personel Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kepulauan Meranti. Rangkaian kegiatan diawali dengan apel gabungan personel Polres Kepulauan Meranti bersama personel Dinas Perkim di Mapolsek Tebing Tinggi. Setelah itu, seluruh peserta melaksanakan foto bersama sebelum bergerak menuju kawasan Pasar Modern untuk melaksanakan gotong royong dan pembersihan lingkungan. Aksi bersih-bersih yang dilakukan di area pasar menjadi bagian dari bakti sosial Hari Bhayangkara ke 80 sekaligus dukungan terhadap program Gerakan Indonesia Asri. Kegiatan tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus mengedukasi masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan. Selain melaksanakan gotong royong, Polres Kepulauan Meranti juga implementasikan program Green Policing melalui penanaman tiga bibit pohon kopi di sekitar kawasan Pasar Modern. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan hidup serta dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, menambahkan peringatan Hari Bhayangkara ke 80 tidak hanya menjadi momentum refleksi pengabdian Polri kepada bangsa dan negara, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung. “Melalui bakti sosial dan program Green Policing ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan. Sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman,” harapnya. Kegiatan ini mencerminkan kuatnya sinergitas antara Polres Kepulauan Meranti dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dalam mendukung berbagai program sosial kemasyarakatan. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat soliditas antarinstansi dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke 80. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 08.30 WIB dan berlangsung keadaan aman, tertib, serta kondusif.

Literasi Digital Media 2026, PHR Dorong Wartawan Lebih Adaptif dan Profesional di Tengah Arus Disrupsi Teknologi Serba Serbi
Serba Serbi
4 jam yang lalu

Literasi Digital Media 2026, PHR Dorong Wartawan Lebih Adaptif dan Profesional di Tengah Arus Disrupsi Teknologi

Duri, katakabar.com - Pertamina Hulu Rokan (PHR) dorong wartawan lebih adaptif, dan profesional lewat kegiatan Literasi Digital Media 2026, di Hang Nadim Conference Room, Widuri Club PHR, Jumat (19/6). Kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi jurnalis di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas. Apalagi kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama kawal kedaulatan energi nasional. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyadari pentingnya hal itu, makanya kegiatan dilaksanakan bersama rekan-rekan jurnalis di Wilayah Operasional North. Di mana agenda ini padukan esensi kebugaran fisik, penguatan pemahaman hukum pers, hingga strategi adaptasi teknologi digital guna melahirkan jurnalisme yang profesional. Kegiatan berlangsung semarak diawali dengan jalan santai bersama manajemen PHR dan puluhan wartawan. Selain mempromosikan gaya hidup sehat, momen ini menjadi ruang diskusi santai tanpa sekat untuk mempererat keakraban yang selama ini telah terjalin baik demi mendukung penyebaran informasi positif terkait ketahanan energi di Blok Rokan. Acara tersebut mengangkat materi terkait aspek hukum pers (Legal Awareness) dan adaptasi teknologi (Tech Adaptation). Di sesi hukum, wartawan diajak membedah kode etik jurnalisme, serta langkah mitigasi risiko peliputan agar terhindar dari sengketa hukum maupun jeratan Undang Undang ITE yang dibawakan Mario Abdillah Khair selaku Ahli Pers Dewan Pers. Sementara pada sesi teknologi, para peserta dilatih untuk mengoptimalkan media sosial secara etis guna melakukan riset tren, distribusi informasi, hingga memproduksi konten berita interaktif yang berdaya jangkau luas oleh Eko Faizin dari AJI Pekanbaru. Pjs. Manager Corporate Communication PHR, Yulia Rintawati, mengatakan hubungan baik dengan media bukan sekadar kemitraan biasa, melainkan pilar penting yang ikut menjaga denyut nadi industri migas tanah air. "Rekan-rekan media adalah garda terdepan sekaligus mitra strategis PHR dalam menyebarkan edukasi mengenai perjuangan ketahanan energi nasional. Tetapi, kami juga memahami tantangan jurnalisme hari ini semakin berat dengan adanya kecerdasan buatan, media sosial, dan dinamika hukum. Itu sebabnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian PHR untuk tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga ikut berkontribusi meningkatkan kompetensi,” ujar Yulia. Melalui sinergi yang terus disegarkan ini, PHR berharap pers dapat terus menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus edukasi publik secara profesional. Kemitraan yang kokoh ini menjadi bukti untuk mewujudkan ketahanan energi nasional dibutuhkan kerja sama yang harmonis antara industri hulu migas dan dunia jurnalisme. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Kabarnya Diperiksa Soal Kasus Rp82,8 Miliar, dr Zuldi Afki: Itu Cuma Koordinasi Limbah Hukrim
Hukrim
5 jam yang lalu

Kabarnya Diperiksa Soal Kasus Rp82,8 Miliar, dr Zuldi Afki: Itu Cuma Koordinasi Limbah

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Kedatangan personel kepolisian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu icu spekulasi keras, dan bikin heboh di tengah masyarakat. Beredar kabar kuat, Direktur RSUD Rokan Hulu, dr. Zuldi Afki, didatangi pihak berwajib terkait kasus korupsi mega proyek gedung baru senilai Rp82,8 miliar. Tetapi, pihak manajemen rumah sakit berkilah, kunjungan itu murni hanya soal pembinaan pengelolaan limbah dan kepatuhan aturan. Benarkah demikian? Padahal kedatangan petugas seragam coklat di lingkungan RSUD Rokan Hulu, Jumat (19/6), memantik pembicaraan hangat. Apalagi kasus pembangunan gedung baru enam lantai yang menghabiskan anggaran fantastis Rp82,8 miliar itu masih menjadi tanda tanya besar, dan belum terungkap secara jelas ke publik, dugaan kuat pun muncul hal ini berkaitan dengan proses hukum. Bahkan, isu yang beredar menyebutkan yang datang adalah personel dari Bareskrim Polri untuk melakukan pemeriksaan terhadap dr. Zuldi Afki selaku Direktur RSUD Rokan Hulu. Tetapi, ketika dikonfirmasi langsung oleh wartawan, Zuldi Afki dengan tegas membantah hal tersebut. Ia menegaskan tidak ada sama sekali proses pemeriksaan atau konteks pidana korupsi dalam pertemuan tersebut. "Terima kasih atas konfirmasinya. Perlu kami sampaikan kunjungan personel Polri pada hari ini bukan terkait pemeriksaan dugaan tindak pidana korupsi. Kegiatan tersebut merupakan kunjungan dalam rangka pembinaan dan koordinasi terkait pengelolaan limbah rumah sakit serta aspek kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku," ujar dr. Zuldi Afki kepada katakabar.com, Jum'at (19/6). Tetapi, jawaban itu justru memunculkan tanda tanya baru. Ketika ditanya lebih mendalam, apakah kegiatan semacam ini merupakan agenda rutin atau insidental, serta dari satuan mana personel tersebut berasal, apakah dari Polres Rokan Hulu, Polda Riau, atau bahkan Mabes Polri. Tetapi, Zuldi Afki enggan menjelaskan secara rinci. Ia memilih untuk tidak merespons pertanyaan mendalam tersebut. "Apakah kegiatan pembinaan dan pengawasan seperti ini merupakan agenda rutin yang dilakukan kepolisian bekerja sama dengan instansi terkait, atau merupakan kegiatan insidental?" Pertanyaan ini hingga kini belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. Kasus Rp82,8 Miliar "Mengambang" Kepastian soal kedatangan polisi ini menjadi sangat krusial, lantaran publik masih mengingat jelas kasus pembangunan gedung RSUD Rohul yang nilainya fantastis. Proyek enam lantai yang menghabiskan anggaran Rp82,8 miliar itu hingga saat ini penanganannya dinilai stagnan dan berjalan sangat lambat di Polda Riau. Ironisnya, kasus yang uang negara yang hilang nilainya jauh lebih kecil saja sudah bisa sampai ke meja hijau dan memakan korban hukum. Namun, kasus raksasa senilai Rp82,8 miliar ini seolah "hilang ditelan bumi", tidak ada kejelasan, dan tidak pernah terungkap apa sebenarnya yang terjadi di dalamnya. Masyarakat menuntut, kasus sebesar ini tidak boleh didiamkan. Penanganan yang lambat dan tidak transparan justru memunculkan berbagai spekulasi negatif. Kehadiran polisi di RSUD hari ini, meski dibantah berkaitan dengan korupsi, namun tetap menjadi sorotan tajam mengingat kasus lama yang belum usai. Apakah ini sekadar kunjungan biasa, ataukah ini adalah langkah awal dari serangkaian proses hukum yang akan segera bergulir? Publik menunggu kepastian, bukan sekadar jawaban diplomatis yang berputar-putar. Kasus Rp82,8 miliar ini harus terungkap, keadilan harus ditegakkan, dan duit rakyat harus dipertanggungjawabkan.

Politisi Senayan Tinjau Inovasi CEOR Minas, Dukung Langkah Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional Nasional
Nasional
6 jam yang lalu

Politisi Senayan Tinjau Inovasi CEOR Minas, Dukung Langkah Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional

Pekanbaru, katakabar.com -  Sebagai upaya pastikan keberlanjutan pasokan energi nasional, Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI tinjau fasilitas operasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Lapangan Minas, Riau, Kamis (18/6) kemarin. Kunjungan ini berfokus pada pengawasan optimalisasi produksi minyak dan gas bumi, khususnya melalui penerapan inovasi teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR). Rombongan Komisi VI DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VI, Andre Rosiade, disambut langsung oleh Senior Director Specialist O&G PT Danantara Asset Management Wiko Migantoro, Direktur Perencanaan Strategis Badan Pengelola BUMN Abdi Mustakim, Direktur SDM & Penunjang Bisnis PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Eri Sulistyo Sutikno serta Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Muhamad Arifin. Pada tinjauan lapangan tersebut, Komisi VI mengamati langsung infrastruktur fasilitas injeksi Alkali Surfactant Polymer (ASP). Teknologi mutakhir ini diimplementasikan guna meningkatkan perolehan minyak bumi di Lapangan Minas, yang saat ini masih menjadi salah satu andalan produksi nasional dengan capaian sekitar 28.000 barel per hari. Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyampaikan pentingnya langkah strategis BUMN dalam mengelola aset negara. "Berbagai inovasi teknologi, termasuk implementasi CEOR, telah berhasil meningkatkan produksi di Lapangan Minas ini. Berkat kerja keras seluruh pekerja PHR serta penerapan inovasi tersebut, kami optimis target nasional dapat tercapai. PHR sudah sangat baik dan perlu terus didukung demi mewujudkan swasembada energi nasional," kata Andre. Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Muhamad Arifin, menegaskan komitmen perusahaan dalam memaksimalkan potensi lapangan-lapangan mature (tua) di WK Rokan. "Penerapan CEOR di Lapangan Minas merupakan manifestasi dari komitmen kami untuk terus meningkatkan produksi, termasuk melalui penerapan teknologi enhanced ini, yang mampu menjangkau sisa minyak yang tidak mungkin diperoleh dengan cara-cara konvensional. Kami mengapresiasi dukungan penuh dari Komisi VI DPR RI. Sinergi antara legislatif dan BUMN memberikan landasan yang kuat bagi kami untuk mengeksekusi peta jalan strategis ketahanan energi, memberdayakan kapasitas rantai pasok nasional secara optimal, dan tentunya dengan senantiasa mengedepankan prinsip Safety First dalam setiap aspek operasi kami," jelasnya. WK Rokan saat ini masih menjadi salah satu penopang utama produksi minyak mentah di Indonesia dengan kontribusi sekitar 30 persen secara nasional. Melalui pendekatan "Back to Geology" dan pemanfaatan teknologi lanjutan, PHR terus berupaya mentransformasi tantangan operasional menjadi peluang peningkatan produksi yang berkelanjutan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Pemulihan Pascabanjir Langkat Diperpanjang hingga Desember 2026 Sumut
Sumut
8 jam yang lalu

Pemulihan Pascabanjir Langkat Diperpanjang hingga Desember 2026

Langkat, Katakabar – Pemerintah Kabupaten Langkat memperpanjang masa transisi dari darurat menuju pemulihan pascabanjir selama enam bulan, terhitung mulai 25 Juni hingga 25 Desember 2026. Keputusan tersebut disepakati dalam rapat penanganan bencana yang dipimpin Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH, di Rumah Dinas Bupati Langkat, Kamis (18/6/2026) kemarin.

Sambut Piala Dunia 2026: Tiga Destinasi Hospitality Hadirkan Pengalaman Nonton Bersama di Samosir, Jakarta dan Bali Wisata
Wisata
11 jam yang lalu

Sambut Piala Dunia 2026: Tiga Destinasi Hospitality Hadirkan Pengalaman Nonton Bersama di Samosir, Jakarta dan Bali

Inggris vs Kroasia - 03.00 WIB Ghana vs Panama - 06.00 WIB Uzbekistan vs Kolombia - 09.00 WIB Republik Ceko vs Afrika Selatan - 23.00 WIB Jumat, 19 Juni 2026 Swiss vs Bosnia dan Herzegovina - 02.00 WIB Kanada vs Qatar - 05.00 WIB Meksiko vs Korea Selatan - 08.00 WIB Sabtu, 20 Juni 2026 Belanda vs Swedia - 00.00 WIB Amerika Serikat vs Australia - 02.00 WIB Skotlandia vs Maroko - 05.00 WIB Brasil vs Haiti - 07.30 WIB Turki vs Paraguay - 11.00 WIB Minggu, 21 Juni 2026 Jerman vs Pantai Gading - 03.00 WIB Ekuador vs Curaçao - 07.00 WIB Tunisia vs Jepang - 11.00 WIB Spanyol vs Arab Saudi - 23.00 WIB Senin, 22 Juni 2026 Belgia vs Iran - 02.00 WIB Uruguay vs Tanjung Verde - 05.00 WIB Selandia Baru vs Mesir - 08.00 WIB Argentina vs Austria - 00.00 WIB Selasa, 23 Juni 2026 Prancis vs Irak - 04.00 WIB Norwegia vs Senegal - 07.00 WIB Yordania vs Aljazair - 10.00 WIB Portugal vs Uzbekistan - 00.00 WIB Rabu, 24 Juni 2026 Inggris vs Ghana - 03.00 WIB Panama vs Kroasia - 06.00 WIB Kolombia vs Republik Demokratik Kongo - 09.00 WIB Kamis, 25 Juni 2026 Swiss vs Kanada - 02.00 WIB Bosnia dan Herzegovina vs Qatar - 02.00 WIB Skotlandia vs Brasil - 05.00 WIB Maroko vs Haiti - 05.00 WIB Republik Ceko vs Meksiko - 08.00 WIB Afrika Selatan vs Korea Selatan - 08.00 WIB Jumat, 26 Juni 2026 Curaçao vs Pantai Gading - 03.00 WIB Ekuador vs Jerman - 03.00 WIB Jepang vs Swedia - 06.00 WIB Tunisia vs Belanda - 06.00 WIB Turki vs Amerika Serikat - 09.00 WIB Paraguay vs Australia - 09.00 WIB Sabtu, 27 Juni 2026 Norwegia vs Prancis - 02.00 WIB Ghana vs Irak - 02.00 WIB Uruguay vs Spanyol - 07.00 WIB Tanjung Verde vs Arab Saudi - 07.00 WIB Mesir vs Iran - 10.00 WIB Selandia Baru vs Belgia - 10.00 WIB Minggu, 28 Juni 2026 Panama vs Inggris - 04.00 WIB Kroasia vs Ghana - 04.00 WIB Kolombia vs Portugal - 06.30 WIB Republik Demokratik Kongo vs Uzbekistan - 06.30 WIB Yordania vs Argentina - 09.00 WIB Aljazair vs Austria - 09.00 WIB

KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek Dukung Kebutuhan Pengguna Nasional
Nasional
12 jam yang lalu

KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek Dukung Kebutuhan Pengguna

Jakarta, katakabar.com - Seiring kenaikan pengguna LRT Jabodebek, Kereta Api Indonesia (KAI) kembangkan layanan pendukung dan tenant di area stasiun. Pada 2024 melayani 21,05 juta pengguna, naik jadi 28,81 juta di 2025. Jan–Mei 2026 sudah 13,21 juta pengguna atau +23% YoY. Rata-rata harian hari kerja naik dari 100 ribu di 2025 jadi 120 ribu di 2026. KAI ingin stasiun jadi ruang publik yang praktis, bukan cuma titik transit. Kehadiran tenant memudahkan pengguna dapat kebutuhan cepat sebelum/sesudah perjalanan. Ke depan KAI akan terus kolaborasi dengan mitra usaha untuk ekosistem komersial terintegrasi, demi pengalaman perjalanan yang lebih nyaman Seiring meningkatnya pengguna LRT Jabodebek, mendorong KAI terus mengembangkan layanan pendukung di area stasiun untuk menghadirkan perjalanan yang lebih praktis dan nyaman bagi pengguna. Pengembangan tersebut juga merupakan upaya KAI dalam menjawab kebutuhan pengguna yang menginginkan ketersediaan berbagai layanan dan kebutuhan sehari-hari di lingkungan stasiun guna mendukung mobilitas mereka. Sebagai moda transportasi perkotaan yang melayani mobilitas masyarakat setiap hari, LRT Jabodebek tidak hanya berfokus pada layanan perjalanan yang aman dan tepat waktu, tetapi juga berupaya menghadirkan fasilitas pendukung yang dapat membantu memenuhi kebutuhan pengguna selama perjalanan maupun saat berada di area stasiun. Kehadiran tenant di area stasiun diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pengguna untuk memperoleh kebutuhan secara cepat dan praktis, baik sebelum memulai perjalanan maupun setelah tiba di stasiun tujuan. Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem layanan yang mendukung aktivitas masyarakat urban yang memiliki mobilitas tinggi. Kebutuhan terhadap layanan pendukung tersebut sejalan dengan pertumbuhan jumlah pengguna LRT Jabodebek yang terus meningkat. Pada tahun 2024, LRT Jabodebek melayani 21.055.870 pengguna dan meningkat menjadi 28.816.787 pengguna pada tahun 2025. Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pengguna mencapai 13.211.856 pengguna atau meningkat sekitar 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, rata-rata jumlah pengguna harian pada hari kerja juga meningkat dari sekitar 100 ribu pengguna pada tahun 2025 menjadi sekitar 120 ribu pengguna pada periode Januari hingga Mei 2026. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari mobilitas harian masyarakat Jabodetabek, sehingga kebutuhan akan layanan pendukung yang mudah diakses juga terus berkembang. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pengembangan layanan pendukung dilakukan untuk memberikan kemudahan tambahan bagi pengguna dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. “Pertumbuhan jumlah pengguna menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Karena itu, kami terus menghadirkan layanan pendukung yang dapat membantu pengguna memenuhi kebutuhannya secara lebih praktis selama berada di area stasiun maupun saat menggunakan LRT Jabodebek,” ujar Radhitya. Menurutnya, kehadiran tenant tidak hanya memberikan kemudahan bagi pengguna, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna LRT Jabodebek dalam mobilitasnya. “KAI ingin stasiun tidak hanya berfungsi sebagai titik keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga menjadi ruang yang mampu mendukung kebutuhan pengguna selama beraktivitas. Dengan semakin lengkapnya layanan yang tersedia, pengguna dapat merasakan manfaat lebih dari penggunaan transportasi publik,” jeasnya. KAI akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra usaha untuk menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Melalui pengembangan ekosistem komersial yang terintegrasi dengan layanan transportasi, KAI akan terus mengembangkan layanan pendukung di lingkungan LRT Jabodebek melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kesamaan visi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi ruang publik yang tidak hanya mendukung perpindahan orang, tetapi juga mampu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dalam menjalankan mobilitas sehari-hari.

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah