Iklan E-Commerce Indonesia Boros Tidak Konversi? Tigo AI Gerakkan Jutaan Kreator Biasa Setiap Rupiah Anggaran Tampak Hasil Ekonomi
Ekonomi
11 menit yang lalu

Iklan E-Commerce Indonesia Boros Tidak Konversi? Tigo AI Gerakkan Jutaan Kreator Biasa Setiap Rupiah Anggaran Tampak Hasil

Jakarta, katakabar.com - Pelaku usaha yang beriklan di Shopee, Lazada, dan TikTok Shop Indonesia hampir semuanya pernah menghadapi masalah besar dalam iklan tradisional. Kerja sama dengan KOL papan atas yang mahal, bahkan satu konten bisa mencapai Rp5 juta, reputasi influencer dapat bermasalah dan tingkat kepercayaan terhadap iklan turun 8 persen per tahun, pengguna semakin menolak iklan berbayar yang terpusat, jutaan exposure belum tentu menghasilkan transaksi 2 persen, produksi materi membutuhkan waktu 2 hingga 4 minggu dan revisi berulang meningkatkan biaya tenaga kerja, data kampanye juga tidak transparan, sehingga hanya exposure yang terlihat sementara ROI konversi nyata sulit dilacak. Pada 2026, ukuran pasar periklanan digital Indonesia diperkirakan terus meningkat, tetapi 74 persen brand telah meninggalkan strategi yang hanya mengejar exposure berbasis CPM dan beralih ke model berbasis hasil seperti CPA dan CPS. Semua pihak mencari kanal iklan yang berbiaya rendah, memiliki tingkat kepercayaan tinggi, dan transparan dari ujung ke ujung. Dalam konteks inilah Tigo AI (situs resmi: https://tigoads.com) hadir. Dengan dukungan modal dari konsorsium Singapura, Tigo AI membangun ekosistem iklan AI terdesentralisasi pertama di Indonesia untuk mengatasi tiga masalah utama yang dihadapi pelaku e-commerce: 1. Produksi massal materi lokal dengan AI dalam satu langkah: model besar yang dikembangkan khusus untuk pasar Indonesia mampu menghasilkan batch video pendek, konten gambar-teks, dan script live yang sesuai untuk TikTok, IG, serta Shopee dalam 0,8 jam. Biaya kreatif dapat ditekan langsung hingga 80%, dengan kapasitas lebih dari 200 materi berbeda per hari untuk A/B testing, sehingga mengakhiri siklus produksi manual yang lambat. 2. Jaringan distribusi rekomendasi oleh jutaan pengguna nyata: tidak lagi bergantung pada monopoli trafik segelintir KOL papan atas. Platform telah membangun jaringan 100 ribu+ kreator lokal biasa yang menjangkau berbagai segmen pengguna. Konten UGC nyata menggantikan iklan hard selling, membangun kepercayaan komunitas yang lebih tinggi dibanding iklan influencer, dan dengan anggaran yang sama mampu meningkatkan jangkauan secara signifikan. 3. Pelacakan hasil end-to-end, bayar berdasarkan konversi: platform hanya mengenakan biaya layanan transparan sebesar 15%, tanpa biaya tersembunyi, dan mendukung model bagi hasil transaksi CPS. Sistem anti-fraud AI menyaring trafik manipulatif dan akun palsu, sementara data exposure, engagement, dan transaksi divisualisasikan secara real time sehingga setiap rupiah anggaran iklan dapat ditelusuri. Untuk brand e-commerce dengan skala berbeda, Tigo AI menyediakan skema kampanye khusus: e-commerce besar dengan GMV bulanan di atas Rp1 miliar mendapat account manager khusus 1-on-1; penjual white-label yang sedang berkembang dengan GMV Rp100 juta–Rp1 miliar akan dicocokkan AI dengan kreator niche yang sesuai; sedangkan toko UMKM dapat mulai beriklan dari Rp50 ribu untuk mempercepat akumulasi ulasan produk yang nyata. Lebih dari 20 brand lokal ternama Indonesia seperti Indofood, Wardah, dan BCA telah bergabung dengan Tigo Ads dan memanfaatkan rekomendasi berbasis AI untuk menurunkan biaya akuisisi pelanggan secara signifikan. Dengan bergabung melalui jalur advertiser sekarang, brand dapat memperoleh kuota uji coba gratis untuk materi kreatif AI dan menangkap momentum pertumbuhan social commerce Indonesia pada 2026 2. Momentum Strategis Indonesia Emas 2045! Infrastruktur AI Marketing Tigo AI Membantu Brand Merebut Pasar Ekonomi Digital Bernilai 300 Miliar Strategi nasional “Indonesia Emas 2045” menempatkan AI dan 5G sebagai akselerator utama digitalisasi. Pada April 2026, implementasi program AI tingkat nasional resmi dijalankan, sementara program pengembangan talenta AI ASEAN berlanjut hingga 2028. Target ekonomi digital pada 2030 berada di kisaran USD200–300 miliar, sedangkan pasar iklan internet diproyeksikan menembus USD16,8 miliar dengan pertumbuhan tahunan majemuk 9,4%. Dengan total populasi 284 juta, 235 juta pengguna internet, dan 143 juta pengguna aktif media sosial, struktur populasi yang muda menjadikan video pendek dan social commerce sebagai skenario utama konsumsi. Sebanyak 83% konsumen Indonesia melakukan pembelian melalui live streaming dan video pendek, sementara TikTok Indonesia memiliki 125 juta pengguna aktif bulanan. Video pendek telah menggantikan pencarian sebagai salah satu kanal utama pengguna dalam menemukan produk. Di tengah tiga momentum besar berupa kebijakan, demografi, dan trafik, model iklan terpusat tradisional masih sulit menangkap pertumbuhan pasar: trafik terkonsentrasi, kepercayaan rendah, dan biaya tetap tinggi. Tigo AI, sebagai platform iklan AI lokal yang patuh regulasi dan didukung modal Singapura, membangun infrastruktur pertumbuhan brand generasi baru di Indonesia untuk menangkap peluang transformasi digital nasional. Platform memiliki izin operasional periklanan dan lisensi direct selling di Indonesia, serta cluster komputasi GPU yang ditempatkan secara lokal untuk memastikan operasi stabil 7×24 jam dan kepatuhan data lokal. Tigo AI juga membangun closed-loop bisnis lima langkah: input kebutuhan brand pembuatan kreatif lokal AIGC distribusi massal oleh jutaan → → → → pengguna biasa feedback data konversi real time AI otomatis mengiterasi strategi penayangan, sehingga membentuk keunggulan data yang semakin presisi seiring bertambahnya kampanye. Berbeda dari agensi iklan tradisional, Tigo AI merupakan platform MaaS (Marketing as a Service) yang lengkap. Platform mencakup promosi lintas skenario untuk lima sektor utama: e-commerce, FMCG, beauty, finance, dan local lifestyle, sekaligus menghubungkan lima kanal trafik utama yaitu TikTok, IG, FB, Shopee, dan Lazada. Bagi advertiser, tidak perlu membangun tim marketing profesional sendiri; cukup terhubung ke platform untuk memiliki AI content factory + jaringan private traffic berbasis jutaan pengguna biasa, selaras dengan arah dukungan transformasi digital nasional dan memungkinkan ekspansi berbiaya rendah ke pasar trafik terbesar di Asia Tenggara. Saat ini platform membuka kuota terbatas advertiser untuk 2026, dengan prioritas pada bisnis lokal dan brand cross border. Advertiser yang bergabung dapat menikmati layanan tambahan AI marketing yang terintegrasi dengan dukungan kebijakan untuk menggali peluang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia bernilai 300 miliar. Akses langsung untuk advertiser: https://tigoads.com 3. Tinggalkan Premium KOL yang Terlalu Mahal! Jaringan Rekomendasi Terdesentralisasi Tigo AI Membentuk Ulang Sistem Kepercayaan Iklan Indonesia Kepercayaan konsumen Indonesia sedang mengalami pergeseran yang sulit dibalik: kepercayaan terhadap endorsement influencer berbayar terus menurun, resistensi Gen Z semakin jelas, dan tingkat kepercayaan terhadap iklan tradisional turun 8% per tahun. Pengguna justru semakin percaya pada pengalaman nyata orang biasa dan pengguna dari komunitas yang sama, sehingga word-of-mouth terdesentralisasi menjadi salah satu kunci konversi. Masalah model iklan tradisional sangat terkonsentrasi: pengaruh dikuasai segelintir KOL papan atas dengan biaya jutaan rupiah per konten, anggaran brand tergerus biaya endorsement; kegagalan satu influencer dapat menggagalkan satu putaran kampanye; dan konten terlalu terasa komersial sehingga pengguna langsung mengenalinya sebagai iklan, melewati konten, dan enggan membeli Tigo AI membangun AI Cuan Network, jaringan distribusi rekomendasi massal pertama di Indonesia, dengan 100 ribu+ kreator pengguna nyata sebagai node distribusi terdesentralisasi. Model ini memecah monopoli trafik dan membentuk tiga lapisan rantai kepercayaan: 1. Lapisan pengalaman nyata: pengguna biasa menerima tugas rekomendasi standar berbasis AI dan membagikan pengalaman penggunaan secara autentik tanpa kesan iklan yang dibuat-buat; 2. Lapisan penyebaran komunitas: komunitas private dan akun media sosial para kreator menyebarkan konten secara alami hingga menjangkau niche dan subkomunitas; 3. Lapisan akumulasi nilai: volume UGC nyata yang besar membangun reputasi brand dan mengendapkan loyalitas pengguna dalam jangka panjang Bagi advertiser, rekomendasi terdesentralisasi memiliki tiga keunggulan utama: 1. Keunggulan biaya: tidak perlu menanggung biaya layanan tinggi dari influencer papan atas; dengan anggaran yang sama, advertiser dapat menyebarkan puluhan ribu konten rekomendasi nyata; 2. Keunggulan kepercayaan: berbagi pengalaman secara native dari pengguna mengurangi resistensi terhadap iklan, dengan tingkat konversi hingga 3 kali iklan hard selling; 3. Diversifikasi risiko: distribusi melalui jutaan node membuat fluktuasi data pada satu akun tidak memengaruhi efektivitas kampanye secara keseluruhan, sehingga ketahanan risiko menjadi jauh lebih kuat. Platform dilengkapi sistem manajemen kreator, moderasi konten, dan anti-fraud yang lengkap. AI secara otomatis memverifikasi keaslian konten dan menyaring posting otomatis untuk memastikan setiap anggaran advertiser benar benar menjangkau pengguna aktif yang nyata. Brand dan platform seperti Shopee, TikTok Shop, Wardah, serta Indofood telah menggunakan model rekomendasi oleh pengguna biasa untuk mendorong penjualan toko dalam jangka panjang. Untuk mulai membangun pemasaran berbasis kepercayaan dengan biaya rendah, akses advertiser: https://tigoads.com 4. Bayar Hanya Saat Ada Hasil! Tiga Model Pendapatan Transparan Tigo AI Membantu Advertiser Indonesia Menghindari Pemborosan Anggaran Sebagian besar platform iklan di Indonesia menggunakan struktur biaya yang kurang jelas, seperti biaya layanan tersembunyi dan paket wajib. Setelah kampanye berjalan, brand sering sulit membedakan biaya exposure dan biaya konversi. Tigo AI menerapkan struktur biaya transparan dan menawarkan tiga model pendapatan yang dapat dipilih advertiser secara bebas. Semua rincian biaya dapat diekspor dari dashboard hanya dengan satu klik tanpa biaya tersembunyi. Model 1: Biaya Layanan Platform Tetap 15% (Kampanye Dasar) Brand membeli sendiri materi AI + trafik rekomendasi pengguna biasa, sementara platform hanya mengenakan biaya layanan standar 15%. Biaya materi dan distribusi tetap dikendalikan penuh oleh brand, setiap pengeluaran dicatat secara real time, sehingga cocok untuk brand menengah dan besar dengan anggaran marketing stabil serta kampanye jangka panjang. Model 2: Bagi Hasil CPS/CPA Berdasarkan Hasil (Pilihan Utama Berisiko Rendah) Advertiser tidak perlu membayar biaya promosi besar di muka. Platform hanya mengambil komisi berdasarkan pesanan yang benar-benar terjadi atau lead valid. Jika tidak ada transaksi, tidak ada biaya tambahan. Model ini sangat sesuai untuk cold start produk baru, penjual kecil dan menengah, serta pengujian produk di toko baru. Advertiser hanya membayar untuk pelanggan nyata sehingga risiko membakar anggaran tanpa hasil dapat ditekan. Model 3: Layanan Data Bernilai Tambah (Operasi Brand Mendalam) Untuk perusahaan yang membutuhkan pembangunan brand jangka panjang, platform menyediakan layanan tambahan seperti analisis data industri dan kompetitor, insight profil konsumen, penyusunan strategi marketing tahunan, serta review materi viral. Layanan dapat dibeli secara terpisah sesuai kebutuhan dan dikombinasikan secara fleksibel dengan paket kampanye. Dashboard visualisasi data end-to-end menjadi fondasi utama transparansi biaya: advertiser dapat melihat penggunaan materi, biaya distribusi kreator biasa, pesanan yang terjadi, serta potongan bagi hasil secara real time. AI otomatis menghasilkan laporan evaluasi kampanye bulanan yang menunjukkan dengan jelas exposure, engagement, dan konversi yang dihasilkan setiap anggaran. Pada saat yang sama, sistem anti-fraud AI memastikan trafik tetap nyata dan mencegah komisi dikenakan pada transaksi palsu. Validasi dari 26 brand terkemuka di berbagai industri menunjukkan bahwa setelah menggunakan model bagi hasil berbasis performa Tigo AI, pemborosan iklan secara keseluruhan berkurang lebih dari 50% dan ROI rata-rata meningkat 2,8 kali. Bergabung sekarang melalui https://tigoads.com, advertiser baru dapat memperoleh pengurangan biaya layanan untuk pesanan pertama. 5. Ambil Posisi di Jalur Pertumbuhan Iklan Indonesia 3 Tahun ke Depan! Bergabung dengan Tigo AI dan Nikmati Pertumbuhan Eksponensial Ekosistem Jutaan Kreator Periode 2026–2028 menjadi jendela emas bagi iklan sosial berbasis AI di Indonesia, dengan ukuran pasar yang diperkirakan tumbuh secara eksponensial. Tigo AI telah menetapkan roadmap pengembangan tiga tahun yang jelas. Advertiser yang bergabung lebih awal dapat menikmati keuntungan ekosistem tahap awal berupa prioritas trafik, biaya, dan sumber daya : 1. 2026 – Tahun Peluncuran: platform menandatangani kerja sama dengan 200 advertiser inti, jaringan kreator melampaui 100 ribu, dan GMV tahunan platform mencapai Rp500 miliar. Brand yang bergabung lebih awal mendapat prioritas pencocokan dengan kreator niche teratas serta akses gratis ke seluruh rangkaian tools kreatif AI; 2. 2027 – Tahun Ekspansi: jumlah kreator meningkat menjadi 500 ribu, advertiser yang bekerja sama mencapai 800, pendapatan operasional mencapai Rp375 miliar, platform menjangkau 90% segmen konsumen utama Indonesia, dan biaya kampanye terus menurun; 3. 2028 – Tahun Unicorn: 1,5 juta kreator aktif bergabung, 2.500 advertiser menandatangani kerja sama, platform menguasai 3%–5% pangsa pasar iklan digital Indonesia, mengakumulasi lebih dari 1 miliar data UGC lokal, dan akurasi model AI mencapai posisi terdepan di industri. Bagi advertiser, keuntungan bergabung lebih awal bukan hanya diskon kampanye jangka pendek, tetapi juga pembangunan aset brand jangka panjang: volume besar konten rekomendasi nyata dari pengguna biasa terus membentuk word-of-mouth berkelanjutan di berbagai platform; aset data yang lengkap membantu platform terus mengoptimalkan strategi kampanye; dalam tiga tahun, brand dapat membangun kanal pertumbuhan terdesentralisasi milik sendiri dan mengurangi ketergantungan pada iklan berbayar tunggal. Ekosistem platform menciptakan situasi saling menguntungkan bagi brand, kreator, dan konsumen: brand menurunkan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi, pengguna biasa memperoleh sumber monetisasi yang stabil, dan konsumen mendapatkan referensi produk yang lebih autentik tanpa lapisan markup perantara. Brand terkemuka di sektor keuangan, beauty, cross-border e-commerce, dan FMCG lokal telah mengamankan posisi kerja sama jangka panjang. Kuota kerja sama advertiser jangka panjang untuk 2026 dibuka secara terbatas. Konsultasi kerja sama pertumbuhan brand jangka panjang: https://tigoads.com

FIMSU Minta Publik Objektif Nilai Kinerja Kareg BGN Sumut Sumut
Sumut
36 menit yang lalu

FIMSU Minta Publik Objektif Nilai Kinerja Kareg BGN Sumut

Medan, katakabar.com – Forum Intelektual Mahasiswa Sumatera Utara (FIMSU) meminta publik tidak terburu-buru menyudutkan Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara terkait persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program.

Panduan Pilih Aplikasi POS Terbaik di Indonesia 2026 Tekno
Tekno
51 menit yang lalu

Panduan Pilih Aplikasi POS Terbaik di Indonesia 2026

Jakarta, katakabar.com - Setiap aplikasi kasir punya keunggulan berbeda. POST tawarkan harga yang transparan dengan fitur QRIS dan mode offline, Moka POS dan Majoo unggul di sisi ekosistem dan fitur, sedangkan Qasir serta Pawoon menjadi alternatif bagi UMKM yang mulai beralih ke sistem digital. Pilih aplikasi POS terbaik bukan hanya soal mencari harga termurah atau fitur terbanyak. Setiap bisnis memiliki kebutuhan operasional yang berbeda, sehingga sistem yang tepat bergantung pada jenis usaha, jumlah outlet, metode pembayaran, hingga rencana ekspansi bisnis. Dengan banyaknya pilihan aplikasi POS di Indonesia, penting untuk membandingkan fitur, harga, dan kemampuan masing-masing sebelum menentukan solusi yang paling sesuai. Panduan ini membahas faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih aplikasi POS, sekaligus membandingkan beberapa aplikasi POS populer di Indonesia seperti POST, Moka POS, Majoo, Qasir, dan Pawoon. Dengan memahami kelebihan setiap solusi, Anda dapat memilih sistem yang paling mendukung operasional bisnis saat ini maupun pertumbuhan di masa depan. Faktor Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Aplikasi POS Sebelum memilih aplikasi POS, pastikan Anda mengevaluasi beberapa aspek berikut: Kelengkapan fitur seperti kasir digital, manajemen inventori, laporan penjualan, dan manajemen pelanggan. - Dukungan berbagai metode pembayaran, termasuk QRIS, kartu debit/kredit, dan dompet digital. - Kemampuan offline agar transaksi tetap berjalan saat koneksi internet terganggu. - Struktur harga yang transparan, baik berbasis outlet maupun paket (tier). - Kemudahan penggunaan sehingga staf baru dapat beradaptasi dengan cepat. - Skalabilitas untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan penambahan outlet. - Kualitas layanan pelanggan ketika terjadi kendala operasional. Tidak ada satu aplikasi POS yang paling unggul untuk semua jenis bisnis. Pilihan terbaik adalah aplikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional dan anggaran bisnis Anda. Perbandingan Aplikasi POS Populer di Indonesia Berikut beberapa aplikasi POS yang banyak digunakan oleh bisnis retail, F&B, dan UMKM di Indonesia. Pilih Aplikasi POS Sesuai Jenis Bisnis Setiap industri memiliki kebutuhan operasional yang berbeda sehingga fitur yang dibutuhkan pun tidak sama. Retail Bisnis retail membutuhkan aplikasi POS dengan manajemen stok yang akurat, barcode scanner, pengelolaan varian produk, serta laporan penjualan yang mudah dipantau. Restoran dan Kafe Bisnis F&B lebih membutuhkan fitur seperti QR menu, manajemen meja, split bill, kitchen order, serta dukungan berbagai metode pembayaran digital. UMKM Untuk usaha yang baru memulai digitalisasi, kemudahan penggunaan, biaya yang terjangkau, dan proses implementasi yang cepat biasanya menjadi prioritas utama. Bisnis Multi-Outlet Jika bisnis memiliki beberapa cabang atau berencana melakukan ekspansi, pertimbangkan aplikasi POS dengan dashboard terpusat serta model harga yang tetap efisien ketika jumlah outlet bertambah. Hal Perlu Diperhatikan Sebelum Berlangganan Selain membandingkan fitur dan harga, lakukan evaluasi langsung melalui versi demo atau masa uji coba. Pastikan aplikasi mampu mendukung alur operasional bisnis Anda, mulai dari proses transaksi, pengelolaan stok, hingga pelaporan. Beberapa pertanyaan yang dapat membantu proses evaluasi antara lain: - Apakah aplikasi tetap dapat digunakan saat internet terputus? - Apakah mendukung pembayaran QRIS dan metode pembayaran digital lainnya? - Apakah laporan penjualan mudah dipahami? - Seberapa mudah aplikasi digunakan oleh karyawan baru? - Apakah biaya akan meningkat ketika jumlah outlet bertambah? - Bagaimana kualitas layanan pelanggan jika terjadi kendala? Aplikasi POS terbaik adalah aplikasi yang mampu mendukung operasional bisnis secara efisien sekaligus mengikuti pertumbuhan usaha. Moka POS, Majoo, Qasir, Pawoon, dan POST menawarkan keunggulan yang berbeda sehingga pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan masing-masing bisnis. Bagi bisnis retail dan F&B yang membutuhkan aplikasi POS dengan harga transparan, dukungan QRIS, mode offline, serta pengelolaan multi-outlet dalam satu platform, POST menjadi salah satu solusi yang layak dipertimbangkan. Anda dapat mencoba paket gratis atau menjadwalkan demo untuk melihat bagaimana fitur kasir, inventori, laporan real-time, dan pembayaran digital POST membantu operasional bisnis menjadi lebih efisien.

Kolaborasi PHR Nyalakan Desa Wisata Balai Pungut Lewat Festival Pacu Sampan Wisata
Wisata
2 jam yang lalu

Kolaborasi PHR Nyalakan Desa Wisata Balai Pungut Lewat Festival Pacu Sampan

Bengkalis, katakabar.com - Sorak-sorai warga padati tepian Desa Wisata Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, iringi riak air Sungai Batang Mandau bergemuruh. Usung tema “Merdeka Mengayuh, Mandiri Bertumbuh”, puluhan dayung kayu merobek arus sungai dengan gagah pada perhelatan Festival Pacu Sampan Tepian Batang Mandau. Kegiatan ini digelar oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kolaborasi Multi-Stakeholder mulai Pemerintah Bengkalis hingga masyarakat setempat, Rabu (19/8) kemarin sempena memperingati Ulang Tahun ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Desa Balai Pungut bukan sekadar tepian sungai biasa. Secara demografi dan histori, kawasan di Kecamatan Pinggir ini memiliki sejarah  yang menjadi bagian dari jalur kehidupan dan transportasi masyarakat, serta memiliki keterkaitan dengan mobilitas, dan logistik pada masa awal perkembangan kegiatan hulu migas di Blok Rokan. Memadukan kekayaan warisan sejarah dan jejak emas industri migas, Festival Pacu Sampan ini hadir sebagai simpul perekat tradisi dan modernitas. Acara ini rangkaian kegiatan aktivasi program Community Involvement and Development (CID) PHR Zona Rokan yang dilakukan untuk pengembangan pelestarian budaya lokal, memperkuat potensi desa wisata, serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat Desa Wisata Balai Pungut, sekaligus momentum memperingati HUT ke 81 Republik Indonesia. Pada 2025 lalu PHR telah melakukan pendampingan dan peningkatan dalam pembentukan Pokdarwis, Perancangan Ripardes, peningkatan kapasitas pokdarwis terkait manajemen pengelolaan wisata serta hospitality hingga sarana dan prasarana penunjang Desa WIsata. Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, menegaskan dukungan perusahaan terhadap pelestarian tradisi lokal merupakan komitmen berkelanjutan PHR untuk tumbuh selaras bersama masyarakat. "Pertamina Hulu Rokan berkomitmen tidak hanya fokus pada keandalan operasi migas, tetapi juga hadir secara aktif menjaga kearifan lokal serta mendorong kemandirian ekonomi warga. Festival Pacu Sampan di Balai Pungut ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus pemantik bangkitnya pariwisata berbasis sejarah dan budaya. Kami berharap momen ini makin memperkuat sinergi yang harmonis antara PHR, Pemerintah Kabupaten Bengkalis, dan masyarakat demi mendukung keberlanjutan operasi PHR di wilayah Rokan," cerita Eviyanti Rofraida. Hadir langsung membuka perhelatan, Bupati Bengkalis, Kasmarni, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian PHR terhadap pelestarian warisan budaya Melayu dan pemberdayaan ekonomi di wilayahnya. "Pemerintah Kabupaten Bengkalis sangat menyambut baik dan mengapresiasi komitmen PT Pertamina Hulu Rokan yang terus konsisten mendampingi masyarakat. Balai Pungut adalah daerah bersejarah, baik dari sisi kebudayaan Melayu maupun jejak sejarah migas kita. Melalui Festival Pacu Sampan ini, PHR tidak hanya menghidupkan kembali tradisi kebanggaan warga di Batang Mandau, tetapi juga menggerakkan ekonomi UMKM dan pariwisata daerah,” ucapnya. Kata Kasmarni, kegiatan ini bukan sekedar perayaan untuk mengangkat potensi wisata daerah, melainkan juga ajang untuk merawat beragam kearifan lokal yang kita miliki. Beliau berpesan, “Sampan tidak akan melaju jika pengayuh bergerak sendiri. Namun, dengan kolaborasi, kekompakan, satu semangat, dan satu tujuan, kita bisa melangkah lebih jauh,” ulas Kasmarni. Melalui festival ini, ia mengajak mari jadikan momentum gotong royong untuk bersama-sama membangun desa dan daerah, sekaligus menumbuhkan kesadaran wisata di tengah masyarakat. Erwin, selaku Ketua Pokdarwis Balai Pungut, menjelaskan kawasan ini dulunya memiliki akar budaya yang sangat kental. Berawal dari gagasan Pemerintah Desa beserta para tokoh masyarakat, tercetuslah ide untuk menjadikan Sungai Mandau sebagai destinasi wisata yang indah, bukan sekadar dikenal sebagai tempat berwisata, tetapi juga dikenang sebagai bagian dari sejarah. Objek wisata ini diharapkan mampu mendorong pembangunan serta kemajuan di Balai Pungut. Pembentukan Pokdarwis ini telah dirintis hingga akhirnya pada tahun 2025 kami mendapatkan pembinaan langsung dari PHR (PT Pertamina Hulu Rokan). Bantuan tersebut memberikan banyak ilmu baru, sehingga manajemen pengelolaan menjadi jauh lebih baik dan terkendali sejak tahun 2025. “Tujuan utama kami adalah menjadikan desa ini dikenal sebagai desa wisata yang lahir dari cerita sejarah Balai Pungut. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PHR atas ilmu, pelatihan, serta dukungan fasilitas untuk mendukung pariwisata ini. Dalam perkembangannya, berkat pendampingan dari PHR, UMKM setempat juga telah berdiri dan berkembang,” terang Erwin. Selain disaksikan riuh ribuan warga, perhelatan ini turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, jajaran pejabat Pemkab Bengkalis, tokoh masyarakat, pemuda Karang Taruna, Bumdes serta Masyarakat. Melalui kegiatan kolaboratif multi-stakeholder ini, memberikan semangat, serta memperkuat identitas Desa Wisata Balai Pungut sebagai destinasi wisata berbasis Sejarah dan budaya yang memberikan manfaat ekonomi bekelanjutan bagi Masyarakat sekaligus mendukung hubungan harmonis dan keberlanjutan operasi PHR. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Tigo AI Perkenalkan Matrix v4.0  Dukung Pemasaran Digital di Asia Tenggara Tekno
Tekno
2 jam yang lalu

Tigo AI Perkenalkan Matrix v4.0  Dukung Pemasaran Digital di Asia Tenggara

Jakarta, katakabar.com - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus membuka peluang baru dalam industri pemasaran digital. Teknologi ini mulai digunakan tidak hanya untuk menghasilkan konten, tetapi juga untuk membantu proses distribusi, pengelolaan kreator, hingga analisis performa kampanye. Di tengah perkembangan tersebut, Tigo AI memperkenalkan Matrix v4.0 di Indonesia, sebuah sistem pemasaran yang dirancang untuk menghubungkan sejumlah aktivitas pemasaran digital dalam satu platform. Menurut perusahaan, Matrix v4.0 mengintegrasikan produksi materi kreatif, distribusi konten, aktivitas promosi melalui kreator, serta evaluasi data kampanye. Sistem tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter ekosistem digital di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara. Menghubungkan Beberapa Proses Marketing Dalam aktivitas pemasaran digital, perusahaan biasanya menggunakan berbagai layanan berbeda untuk membuat konten, mencari kreator, menjalankan kampanye, dan melakukan analisis. Kondisi ini dapat membuat proses pemasaran menjadi lebih kompleks, khususnya bagi bisnis yang menjalankan kampanye di beberapa kanal sekaligus. Matrix v4.0 mencoba menyederhanakan proses tersebut dengan menghubungkan sejumlah fungsi dalam satu sistem. Menurut Tigo AI, platform dapat digunakan untuk membantu pembuatan materi pemasaran sekaligus mendukung distribusinya melalui berbagai kanal digital. Beberapa platform yang menjadi fokus antara lain TikTok, Instagram, dan kanal e-commerce seperti Shopee. Indonesia Menjadi Salah Satu Pasar Utama Indonesia memiliki ekosistem media sosial dan e-commerce yang besar sehingga menjadi salah satu pasar penting dalam perkembangan pemasaran digital di Asia Tenggara. Tidak hanya perusahaan berskala besar, UMKM dan pelaku e-commerce juga semakin bergantung pada kanal digital untuk menjangkau konsumen. Tigo AI menyatakan pengembangan Matrix v4.0 diarahkan untuk mengurangi hambatan penggunaan teknologi AI dalam pemasaran. Dengan pendekatan tersebut, solusi AI diharapkan dapat digunakan oleh bisnis dengan skala yang lebih beragam. Ke depan, perusahaan menyebut akan terus mengembangkan fitur seperti produksi konten multibahasa, live streaming virtual, mekanisme anti-fraud, serta pengendalian risiko kampanye. Kedua, Produksi Konten AI dan Jaringan Kreator Mulai Terintegrasi dalam Pemasaran Digital Perkembangan media sosial membuat proses pemasaran semakin bergantung pada kemampuan bisnis dalam menghasilkan dan mendistribusikan konten secara konsisten. Tetapi, produksi materi kreatif dan distribusi konten selama ini sering kali dikelola melalui proses yang berbeda. Perusahaan dapat menggunakan satu penyedia layanan untuk membuat video dan desain, kemudian bekerja sama dengan pihak lain untuk mengelola kreator maupun distribusi konten. Model seperti ini dapat menambah proses komunikasi dan koordinasi dalam sebuah kampanye. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Tigo AI mengembangkan sistem yang menggabungkan produksi materi berbasis AI dengan distribusi melalui jaringan kreator. Dari Produksi hingga Distribusi Dalam sistem yang dikembangkan perusahaan, AI digunakan untuk membantu membuat sejumlah jenis materi pemasaran seperti copy media sosial, poster, dan video pendek. Materi kemudian dapat digunakan di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, Shopee, dan Lazada. Tigo AI menyebut sistemnya mendukung beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Hal tersebut ditujukan untuk membantu bisnis yang menjalankan aktivitas pemasaran di beberapa negara. Setelah materi dibuat, konten dapat diteruskan kepada micro-creator untuk disesuaikan dengan karakter audiens masing-masing. Pendekatan tersebut menghasilkan format seperti review produk, pengalaman penggunaan, maupun konten rekomendasi. Konten Native Semakin Mendapat Perhatian Banyak pengguna media sosial terbiasa menemukan iklan dalam jumlah besar setiap hari. Hal ini membuat brand semakin memperhatikan format konten yang terasa lebih natural dan sesuai dengan karakter platform. Konten native maupun user-generated content menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengurangi kesan komunikasi yang terlalu komersial. Namun, efektivitas strategi tersebut tetap dipengaruhi oleh relevansi kreator, kualitas konten, transparansi hubungan komersial, serta kesesuaian produk dengan audiens. Tigo AI menyebut bahwa seluruh proses tersebut dapat dipantau melalui sistem yang sama, mulai dari produksi materi, distribusi kepada kreator hingga data exposure, engagement, traffic, dan conversion. Platform juga menyatakan telah menerapkan mekanisme verifikasi untuk membantu mengurangi trafik yang tidak valid. Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri pemasaran digital mulai bergerak dari penggunaan tools yang berdiri sendiri menuju sistem yang lebih terintegrasi. Ketiga, AI Mulai Mengubah Proses dan Biaya Produksi Materi Periklanan Penggunaan generative AI mulai memberikan perubahan dalam proses produksi materi pemasaran. Jika sebelumnya pembuatan sebuah kampanye membutuhkan keterlibatan copywriter, desainer, editor, tim produksi, hingga fotografer atau videografer, sebagian proses tersebut kini dapat dibantu oleh teknologi AI. Tigo AI menjadi salah satu perusahaan yang mengembangkan teknologi tersebut melalui AI Creative Engine yang digunakan untuk menghasilkan berbagai materi pemasaran. Menurut perusahaan, sistem tersebut dapat menghasilkan materi tertentu dalam waktu yang sangat singkat. Tigo AI mengklaim bahwa pada kondisi tertentu proses generasi materi dapat mencapai sekitar 0,8 detik. Perusahaan juga menyebut penggunaan AI berpotensi mengurangi sebagian biaya produksi dibandingkan model produksi konvensional, meskipun tingkat efisiensi pada praktiknya dapat berbeda tergantung jenis dan kompleksitas materi. Satu Informasi Produk Menjadi Beberapa Konten AI Creative Engine milik Tigo AI menggunakan informasi dasar seperti produk, positioning brand, selling point, dan target audiens sebagai bahan untuk menghasilkan materi. Dari informasi tersebut, sistem dapat membantu menghasilkan poster, naskah video pendek, hingga copy media sosial. Materi kemudian dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai platform digital. Menurut perusahaan, sistem juga dikembangkan dengan pendekatan lokalisasi agar bahasa dan gaya visual lebih sesuai dengan karakter pasar Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu tantangan penting bagi generative AI. Konten yang secara teknis terlihat baik belum tentu sesuai dengan budaya, kebiasaan komunikasi, maupun preferensi masyarakat di suatu pasar. AI Mempercepat Proses Eksperimen Kreatif Salah satu perubahan yang ditawarkan generative AI adalah kemampuan menghasilkan lebih banyak variasi materi. Bagi advertiser, hal ini memungkinkan proses pengujian ide dilakukan lebih cepat. Bisnis dapat mencoba beberapa versi headline, desain, video, atau konsep komunikasi sebelum menentukan materi yang memberikan respons terbaik. Dengan demikian, peran AI tidak hanya berkaitan dengan efisiensi produksi, tetapi juga dengan kemampuan bisnis melakukan eksperimen kreatif dalam skala lebih besar. Namun, hasil dari teknologi tersebut tetap membutuhkan evaluasi manusia untuk memastikan kualitas, akurasi informasi, identitas brand, serta kesesuaian dengan audiens. Keempat, AI Content Factory Menjadi Pendekatan Baru dalam Produksi Materi Marketing Pertumbuhan e-commerce dan media sosial membuat kebutuhan terhadap materi pemasaran terus meningkat. Satu brand dapat membutuhkan puluhan jenis konten untuk berbagai kebutuhan, mulai dari posting media sosial, promosi produk, video pendek, hingga kampanye penjualan. Kondisi tersebut mendorong berkembangnya konsep AI Content Factory, yaitu sistem yang memanfaatkan AI untuk membantu menghasilkan materi pemasaran secara lebih terstruktur dan dalam jumlah besar. Tigo AI mengembangkan konsep tersebut melalui Smart Content Factory yang mencakup tiga kategori utama: AI copy, AI poster, dan AI short video. Produksi Konten dalam Satu Sistem Dalam sistem tersebut, pengguna memasukkan informasi produk, target konsumen, serta tema pemasaran. AI kemudian mengolah informasi tersebut menjadi beberapa jenis materi. Misalnya, satu informasi produk dapat dikembangkan menjadi caption Instagram, poster promosi, serta video pendek yang digunakan untuk TikTok. Menurut perusahaan, materi juga dapat disesuaikan dengan konteks bahasa dan karakter pasar Indonesia. Pendekatan ini dapat membantu bisnis yang sebelumnya harus menggunakan beberapa software maupun tenaga profesional untuk pekerjaan yang berbeda. UMKM dan Brand Memiliki Kebutuhan Berbeda Jumlah materi yang dibutuhkan setiap perusahaan tidak selalu sama. Brand berskala besar mungkin membutuhkan banyak variasi konten untuk melakukan A/B testing dan menjalankan kampanye dalam skala besar. Sebaliknya, UMKM mungkin hanya membutuhkan beberapa materi setiap minggu untuk menjaga aktivitas media sosial maupun mempromosikan produk tertentu. Karena itu, pemanfaatan AI dalam content production berpotensi memberikan manfaat yang berbeda bagi setiap skala bisnis. Bagi perusahaan besar, AI dapat meningkatkan kapasitas produksi. Sementara bagi bisnis kecil, teknologi tersebut dapat membantu mengurangi hambatan dalam menghasilkan materi pemasaran secara rutin. Perkembangan AI Content Factory menunjukkan bahwa teknologi generatif mulai bergerak dari sekadar alat pembuat gambar atau teks menjadi bagian dari workflow pemasaran perusahaan. Kelima, Platform Marketing Mulai Menawarkan Layanan Berbeda Berdasarkan Skala Bisnis Tidak semua perusahaan memiliki kebutuhan pemasaran yang sama. Brand besar biasanya berfokus pada peningkatan awareness, jangkauan pasar, dan pengelolaan kampanye dalam skala besar. Sementara bisnis yang sedang berkembang lebih sering berorientasi pada peningkatan traffic dan conversion. UMKM memiliki tantangan lain, terutama keterbatasan anggaran, tenaga kerja, dan kemampuan teknis. Perbedaan kebutuhan tersebut mendorong perusahaan marketing technology untuk mengembangkan layanan yang lebih fleksibel. Tigo AI termasuk salah satu platform yang memperkenalkan sistem layanan pemasaran berdasarkan skala bisnis. Brand Besar Untuk perusahaan berskala besar, kebutuhan marketing biasanya mencakup produksi konten dalam volume tinggi, distribusi melalui sejumlah kanal, serta analisis data kampanye. Tigo AI menyediakan kombinasi materi kreatif berbasis AI, jaringan micro-creator, serta data lintas kanal untuk kategori tersebut. Bisnis yang Sedang Berkembang Untuk seller maupun perusahaan yang sedang memperbesar skala bisnis, fokus kampanye dapat lebih diarahkan pada traffic dan conversion. Pada konteks e-commerce, pendekatan tersebut dapat mencakup produksi konten promosi dan distribusi melalui kreator yang diarahkan ke kanal seperti Shopee atau Lazada. UMKM Bagi UMKM, kesederhanaan operasional menjadi salah satu faktor penting. Pelaku usaha kecil umumnya tidak memiliki tim marketing yang terdiri dari desainer, copywriter, social media specialist, dan video editor. Lantaran itu, penggunaan sistem yang mengintegrasikan beberapa pekerjaan dapat mengurangi hambatan awal untuk menjalankan promosi digital. Menurut Tigo AI, pengguna dapat memilih layanan berdasarkan skala usaha, anggaran, dan tujuan kampanye. Model bertingkat seperti ini mencerminkan semakin beragamnya kebutuhan pelaku ekonomi digital Indonesia. Keenam, AI Membuka Alternatif Promosi Digital bagi UMKM dengan Anggaran Terbatas Digitalisasi memberikan banyak peluang bagi UMKM Indonesia, tetapi aktivitas pemasaran online masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku usaha. Membuat konten secara konsisten membutuhkan waktu dan kemampuan tertentu, sedangkan menggunakan jasa profesional dapat meningkatkan biaya operasional. Perkembangan generative AI mulai menawarkan alternatif baru. Teknologi tersebut memungkinkan berbagai aktivitas dasar seperti pembuatan copy, desain promosi, dan video pendek dilakukan dengan proses yang lebih sederhana. Tigo AI menjadi salah satu platform yang menawarkan layanan pemasaran berbasis AI untuk segmen UMKM. Menurut informasi perusahaan, layanan tertentu dapat digunakan dengan anggaran awal mulai sekitar Rp50 ribu, tergantung jenis kampanye dan kebutuhan pengguna. Dari Informasi Produk ke Materi Promosi Dalam sistem yang dikembangkan platform, pemilik usaha memberikan informasi dasar mengenai produk. AI kemudian dapat membantu menghasilkan beberapa jenis materi seperti copy media sosial, poster, dan video pendek. Materi tersebut dapat digunakan untuk akun bisnis atau didistribusikan melalui jaringan micro-creator. Bagi UMKM, pendekatan ini dapat mengurangi kebutuhan memiliki kemampuan desain maupun editing secara mendalam. Memulai dari Skala Kecil Salah satu tantangan dalam pemasaran adalah menentukan seberapa besar anggaran yang perlu dikeluarkan. Bisnis kecil umumnya memiliki toleransi risiko yang lebih rendah dibanding perusahaan besar. Karena itu, kemampuan memulai kampanye dalam skala kecil dapat memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk melakukan eksperimen sebelum meningkatkan investasi. Menurut Tigo AI, pengguna dapat memantau indikator seperti exposure dan engagement untuk mengevaluasi respons kampanye. Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi berikutnya. Meskipun AI dapat menurunkan sebagian hambatan produksi, keberhasilan pemasaran tetap dipengaruhi oleh kualitas produk, harga, pelayanan, strategi distribusi, kreativitas komunikasi, serta kesesuaian dengan target konsumen. Kerujuh, Review Pengguna dan Micro-Creator Semakin Berperan dalam Strategi E-Commerce Ulasan menjadi salah satu elemen yang diperhatikan konsumen sebelum melakukan pembelian secara online. Selain membaca informasi produk yang disediakan seller, pembeli juga dapat melihat komentar pelanggan, video review, maupun pengalaman pengguna di media sosial. Fenomena tersebut membuat reputasi digital semakin penting dalam persaingan e-commerce. Tigo AI mengembangkan pendekatan pemasaran yang menggabungkan jaringan micro-creator dengan produksi konten berbasis AI. Menurut perusahaan, sistem digunakan untuk membantu seller memperoleh distribusi konten dari pengguna atau kreator yang relevan. Dari Media Sosial ke E-Commerce Dalam model tersebut, kreator dapat membuat konten berupa pengalaman penggunaan, foto produk, ataupun video review yang kemudian dipublikasikan melalui kanal seperti TikTok dan Instagram. Konten tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan konsumen sebelum akhirnya mengunjungi halaman produk di marketplace. Pendekatan semacam ini mencoba menghubungkan social media discovery dengan transaksi e-commerce. Keaslian Tetap Menjadi Faktor Penting Penggunaan review sebagai bagian dari strategi marketing perlu dibedakan dari manipulasi ulasan. Review palsu dapat merugikan konsumen, merusak reputasi brand, dan bertentangan dengan kebijakan sejumlah platform. Tigo AI menyatakan sistemnya memiliki mekanisme verifikasi untuk membantu memastikan aktivitas dilakukan oleh pengguna nyata serta mengurangi risiko trafik yang tidak valid. Menurut perusahaan, platform juga digunakan untuk membantu bisnis memilih kreator berdasarkan kategori produk serta melihat data exposure, engagement, dan traffic. Bagi produk baru, konten dari pengguna dapat membantu meningkatkan percakapan mengenai produk sekaligus memberikan feedback kepada seller. Namun, kredibilitas strategi tersebut tetap bergantung pada transparansi, pengalaman penggunaan yang nyata, serta kebebasan kreator dalam menyampaikan pendapat. Ke depan, perpaduan antara micro-creator, UGC, social commerce, dan e-commerce diperkirakan akan semakin banyak digunakan sebagai bagian dari strategi pemasaran digital. Kedelapan, Tigo Mengembangkan Sistem Produksi Short Drama Berbasis AI dalam Skala Besar Perkembangan artificial intelligence mulai memberikan dampak pada industri produksi video dan konten hiburan. Teknologi generative AI kini dapat digunakan dalam berbagai tahap produksi, mulai dari pengembangan naskah, pembuatan karakter, desain latar, suara, hingga video. Tigo menjadi salah satu platform yang mencoba menerapkan teknologi tersebut dalam produksi serial video pendek atau short drama. Pada Agustus 2026, perusahaan memperkenalkan konsep layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari”. Menurut perusahaan, angka tersebut menggambarkan target kapasitas produksi yang dapat dicapai melalui workflow AI yang telah distandardisasi, bukan berarti setiap proyek secara otomatis menghasilkan 100 episode dalam kondisi yang sama. Dari Produksi Berbasis Proyek ke Workflow Terstandardisasi Produksi serial video secara tradisional membutuhkan banyak tenaga kerja. Proses dapat melibatkan penulis naskah, sutradara, pemain, tim kamera, lighting, lokasi, editor, voice-over, hingga tim pascaproduksi. Untuk proyek dengan jumlah episode besar, proses tersebut membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Tigo mencoba menerapkan pendekatan berbeda. Tema dan konsep cerita terlebih dahulu dikembangkan menjadi struktur karakter, dunia cerita, serta format episode. Setelah elemen dasar tersebut ditentukan, AI digunakan untuk membantu mempercepat berbagai bagian produksi. AI Script Generation AI dapat digunakan untuk menyusun struktur cerita berdasarkan genre, audiens, dan kebutuhan platform. Proses tersebut mencakup pengembangan karakter, konflik utama, serta alur setiap episode. AI Character Generation Teknologi generatif digunakan untuk membuat desain karakter dan mempertahankan konsistensi tampilan di berbagai scene dan episode. Konsistensi karakter masih menjadi salah satu tantangan utama dalam produksi video berbasis AI. AI Scene Generation AI memungkinkan pembuat konten menghasilkan berbagai lingkungan tanpa membangun seluruh set secara fisik. Latar tersebut dapat berupa sekolah, rumah, kantor, kawasan perkotaan, dunia historis, maupun lingkungan futuristik. AI Video Generation Visual statis kemudian dapat dikembangkan menjadi rangkaian shot atau video menggunakan teknologi generative video. AI Voice-Over dan Dialogue Teknologi suara sintetis dapat digunakan untuk menghasilkan dialog dalam beberapa bahasa maupun karakter suara yang berbeda. Kemampuan ini membuka kemungkinan lokalisasi konten untuk berbagai negara. AI Subtitle dan Post-Production Sebagian proses subtitle, editing dasar, audio, dan pengolahan visual juga dapat diotomatisasi. Dengan menggabungkan beberapa tahapan tersebut dalam satu workflow, proses produksi yang sebelumnya tersebar ke banyak fungsi dapat dikelola secara lebih terintegrasi. Mengapa Mengejar Skala Produksi? Dalam ekosistem TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, dan platform video pendek lainnya, konsistensi publikasi menjadi salah satu tantangan utama kreator. Satu konten viral dapat menghasilkan pertumbuhan tinggi dalam waktu singkat, tetapi mempertahankan perhatian audiens membutuhkan produksi konten secara terus-menerus. Menurut Tigo, konsep 100 episode bukan hanya tentang jumlah video. Perusahaan ingin mengembangkan sistem di mana karakter, dunia cerita, dan format produksi dibuat terlebih dahulu sehingga proses berikutnya dapat dilakukan lebih cepat. Pendekatan tersebut juga memungkinkan kreator menguji beberapa genre dan konsep cerita dalam waktu yang relatif singkat. Tidak Hanya untuk Industri Film Tigo menyebut sistem tersebut tidak hanya ditujukan kepada studio film atau perusahaan produksi profesional. Brand dapat menggunakan serial cerita sebagai bagian dari branded content. Produk dapat ditempatkan sebagai bagian dari cerita, bukan hanya muncul dalam format iklan konvensional. Bisnis lokal juga dapat mengembangkan cerita untuk sektor seperti kuliner, kecantikan, pendidikan, maupun pariwisata. Sementara kreator individual dapat menggunakan teknologi tersebut untuk membangun karakter dan intellectual property mereka sendiri. Indonesia Menjadi Pasar Menarik untuk Eksperimen AI Short Drama Indonesia memiliki basis pengguna media sosial yang besar dan aktivitas konsumsi video pendek yang tinggi. Kondisi ini membuat Indonesia menjadi salah satu pasar yang menarik untuk perkembangan format konten baru. Video pendek, live streaming, social commerce, e-commerce, dan storytelling juga semakin saling terhubung. Menurut Tigo, perkembangan tersebut berpotensi membuat short drama tidak hanya berfungsi sebagai konten hiburan tetapi juga sebagai salah satu format komunikasi pemasaran. Alih-alih hanya membuat satu iklan, sebuah brand dapat membangun rangkaian cerita yang terus diikuti pengguna. Meski demikian, peningkatan kapasitas produksi tidak otomatis menjamin keberhasilan sebuah konten. Kualitas cerita, konsistensi karakter, kreativitas, relevansi budaya, serta kemampuan memahami audiens tetap menjadi faktor penting. Perkembangan AI kemungkinan akan membuat proses produksi menjadi semakin mudah diakses. Namun, persaingan selanjutnya bukan hanya mengenai siapa yang mampu menghasilkan lebih banyak video, melainkan siapa yang mampu menghasilkan cerita yang relevan dan cukup menarik untuk terus diikuti audiens.

Peringatan HUT PJI Rohul ke 28: Resmikan Sekretariat Baru Teguhkan Komitmen Jaga Marwah Pers Serba Serbi
Serba Serbi
3 jam yang lalu

Peringatan HUT PJI Rohul ke 28: Resmikan Sekretariat Baru Teguhkan Komitmen Jaga Marwah Pers

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan selimuti peringatan HUT ke‑28 Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Rokan Hulu ke 28, di kawasan Jalan Hang Tuah Wonosari Barat, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Kamis (20/8). Momen bersejarah ini sekaligus menjadi peresmian Sekretariat DPC PJI Rokan Hulu sebuah wadah yang kini berdiri megah, dan disebut sebagai yang terindah dalam sejarah organisasi pers di daerah ini. Acara berjalan khidmat dan dihadiri jajaran pejabat tinggi serta tokoh lintas elemen masyarakat. Hadir langsung mewakili Bupati Rokan Hulu Anton, ST., MM., Penjabat Sekretaris Daerah, Drs. H. Yusmar, M.Si. Turut hadir Ketua DPRD Rokan Hulu, Hj. Sumiartini, Kepala Kantor Jaksa Agung Rokan Hulu, Kepala Dinas Kominfo, Kapolres Rokan Hulu, Dandim, Kepala Lapas Pasir Pengaraian, Sekretaris Dinas Pendidikan Mawardi (mewakili Kepala Dinas Pendidikan Al Reza Ahyu), tokoh masyarakat, warga sekitar, mahasiswa, serta insan‑pers dari berbagai organisasi media se Kabupaten Rokan Hulu. Sekretariat Megah Langkah Awal Lebih Bermartabat Sekdakab Rokan Hulu, Drs. Yusmar, M.Si., menyampaikan apresiasi yang luar biasa sekaligus pesan selamat dari Bupati Anton atas bertambahnya usia PJI menjadi ke 28 tahun. Ia menegaskan keberadaan gedung sekretariat yang baru saja diresmikan ini bukanlah bangunan biasa karena keindahannya belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah pergerakan pers di Rokan Hulu. “Saya sangat mengapresiasi keberadaan PJI Kabupaten Rokan Hulu. Gedung ini sangat megah dan mewah belum pernah ada sejarahnya peringatan hari ulang tahun organisasi pers di Rokan Hulu terlaksana dengan sebaik ini,” ujar Yusmar disambut tepuk tangan hadirin. Ia juga menyoroti tema yang diusung: peningkatan marwah profesi wartawan. “Hal ini sangat kita butuhkan. Dengan adanya wadah yang representatif ini, semoga makin meninggikan derajat wartawan dalam menyampaikan informasi yang benar, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat luas terutama mendukung pemerintah bersama‑sama menggerakkan Rokan Hulu menuju kemajuan yang berkelanjutan," jelasnya. Yusmar melanjutkan, semangat yang dimiliki PJI sangat selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. “Kita satu tujuan: membangun daerah ini menjadi lebih baik. Semoga kebersamaan yang terjalin erat antarwartawan, khususnya yang tergabung dalam PJI, makin berkontribusi besar demi kemajuan pembangunan dan terjaganya kebenaran informasi di tengah masyarakat," ujarnya. Bukan Sekadar Gedung Melainkan Rumah dan Wadah Pengabdian Ketua DPC PJI Rokan Hulu, Sudirman akrab disapa Bung Eman, menyampaikan perasaan syukur dan harapan besar atas terlaksananya acara ini di lokasi sekretariat yang baru. Baginya, hari ini bukan sekadar merayakan usia organisasi atau meresmikan tembok dan atap baru. “Bagi kami, hari ini bukan sekadar momentum peresmian sebuah gedung atau sekretariat. Ini adalah langkah penting untuk memperkuat keberadaan PJI di Kabupaten Rokan Hulu, sekaligus meneguhkan komitmen kami untuk terus menjaga marwah profesi jurnalistik,” kata Bung Eman dengan nada tulus dan mantap. “Di usia yang ke 28 tahun ini, PJI harus terus hadir sebagai organisasi yang mendorong setiap anggotanya untuk bekerja secara profesional, independen, berintegritas tinggi, dan bermartabat. Wartawan bukan sekadar menyampaikan kabar tetapi ia memiliki tanggung jawab moral yang besar kepada masyarakat: menghadirkan berita yang benar, berimbang, telah diverifikasi kebenarannya, dan selalu berpihak pada kepentingan rakyat banyak,” terangnya. Ia berharap gedung yang berdiri di alamat ini benar‑benar menjadi tempat yang hidup: “Sekretariat DPC PJI Rokan Hulu di Jalan Hangtuah ini hendaknya menjadi rumah bersama bagi seluruh insan pers. Rumah untuk berkumpul, berdiskusi, bertukar gagasan, membangun solidaritas, meningkatkan kemampuan diri, dan bersama‑sama melahirkan karya jurnalistik yang berkualitas, tajam, dan tetap menjunjung tinggi kebenaran,” bebernya. Penuh Kebaikan: Berbagi untuk Sesama Kegiatan yang sarat makna ini juga ditutup dengan semangat kepedulian yang tulus. Sebagai wujud rasa syukur dan berbagi kebahagiaan, PJI Rokan Hulu menyerahkan bantuan kepada anak‑anak yatim berupa 20 paket yang berisi beras, minyak goreng, serta sumbangan dana. Hal ini sebuah pengingat kemerdekaan profesi dan keberhasilan organisasi seharusnya senantiasa dibarengi dengan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan uluran tangan. Dengan berakhirnya acara ini, tersemat harapan yang kuat gedung sekretariat yang megah ini bukan sekadar simbol kemegahan fisik, melainkan benteng tempat insan‑pers Rokan Hulu saling menguatkan, memperteguh prinsip, dan menjadikan pers yang makin dipercaya, makin bermanfaat, dan makin mencintai daerahnya sendiri.

Urutan Pembubuhan e-Meterai dan Tanda Tangan Elektronik Sering Tertukar Serba Serbi
Serba Serbi
4 jam yang lalu

Urutan Pembubuhan e-Meterai dan Tanda Tangan Elektronik Sering Tertukar

Jakarta, katakabar.com - Memahami urutan pembubuhan e-Meterai dan tanda tangan elektronik penting agar dokumen tetap sah dan dapat diproses dengan benar. Ketahui tahapan yang tepat untuk menghindari kesalahan saat menandatangani dokumen digital. Tim legal sering berdebat soal mana yang harus didahulukan pada dokumen digital. Sebagian yakin meterai wajib lebih dulu, sebagian lagi sebaliknya. Urutan Pembubuhan e-Meterai memang menjadi salah satu pertanyaan paling berulang. Perdebatan itu memakan waktu yang seharusnya dipakai memproses kontrak. Lebih repot lagi bila dokumen telanjur dibubuhi lalu dianggap salah prosedur. Sebagian tim akhirnya mengulang proses dari awal tanpa alasan yang tepat. Kuota terbuang, jadwal mundur, dan keraguan tetap tersisa. Padahal acuan resminya sudah tersedia sejak beberapa tahun lalu. Perusahaan yang memakai ematerai cukup memahami satu prinsip dasarnya. Sisanya soal ketelitian teknis yang jauh lebih menentukan. Dua Fungsi Berbeda Kerap Dianggap Satu Rangkaian Meterai elektronik dan tanda tangan elektronik menjawab kebutuhan yang berlainan. Meterai berfungsi sebagai pembayaran pajak atas dokumen tertentu. Tanda tangan berfungsi sebagai persetujuan dan pengesahan oleh pihak berwenang. Keduanya berdiri sendiri, meski tampil pada lembar yang sama. Asal Mula Kekeliruan Kebiasaan dokumen kertas ikut terbawa ke ranah digital. Pada meterai tempel, tanda tangan memang harus mengenai sebagian meterai. Aturan itu lalu diasumsikan berlaku sama pada dokumen elektronik. Penjelasan Resmi soal Urutan Pembubuhan e-Meterai Peruri sebagai penerbit meterai elektronik sudah menjawab pertanyaan ini. Keduanya dinyatakan tidak berkaitan, sehingga pembubuhannya boleh dilakukan mana saja lebih dulu. Untuk waktu pembubuhan, acuannya adalah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai. Pasal-pasal di dalamnya mengatur saat terutang untuk tiap jenis dokumen. Pengecualian Perlu Dicatat Ada satu hal yang urutannya justru mengikat. Bila dokumen memerlukan stempel digital, pembubuhannya dilakukan paling akhir. Stempel tersebut berfungsi sebagai penyegel yang memastikan tidak ada perubahan berikutnya. Kesalahan Jauh Lebih Berisiko daripada Soal Urutan Fokus yang keliru membuat risiko sesungguhnya luput dari perhatian. Beberapa kesalahan berikut lebih sering membatalkan validitas dokumen: ● Menempatkan tanda tangan menimpa kode QR pada meterai ● Mengedit, mengompres, atau mengubah ukuran dokumen setelah pembubuhan ● Membubuhkan meterai pada dokumen yang isinya masih akan direvisi ● Meletakkan meterai hingga menutupi informasi penting di dalam dokumen Alasan Teknis di Balik Larangan Tumpang Tindih Meterai elektronik berbentuk kode QR yang dipakai sebagai media validasi. Kode yang tertimpa objek lain berisiko gagal terbaca sistem pemeriksa. Karena itu posisi meterai dan tanda tangan sebaiknya berdampingan. Alur Kerja Aman untuk Dokumen Perusahaan Alur berikut membantu tim menghindari pengulangan proses: 1. Finalkan seluruh isi dokumen sebelum apa pun dibubuhkan. 2. Pastikan kuota meterai tersedia agar proses tidak terhenti. 3. Tentukan posisi meterai dan kolom tanda tangan secara berdampingan. 4. Bubuhkan meterai dan tanda tangan sesuai alur persetujuan internal. 5. Periksa hasil akhirnya melalui kanal verifikasi resmi. Menyiapkan Kuota Sebelum Dokumen Menumpuk Kuota yang menipis sering menjadi penyebab proses tertunda. Perusahaan sebaiknya beli meterai elektronik sesuai perkiraan volume bulanan. Pengelolaannya dilakukan melalui admin korporat agar pemakaiannya terpantau. Menertibkan Urutan Pembubuhan e-Meterai di Tingkat Perusahaan Inti persoalannya bukan pada mana yang lebih dulu. Yang menentukan adalah kesiapan dokumen, posisi penempatan, dan disiplin setelah pembubuhan. Perusahaan yang menuangkannya dalam prosedur tertulis jarang mengalami dokumen ditolak. ezSign menyediakan pembubuhan meterai elektronik terbitan Peruri berdampingan dengan tanda tangan elektronik. Keduanya berjalan dalam satu aplikasi, sehingga tim tidak perlu berpindah platform. Perusahaan yang hendak beli meterai elektronik untuk kebutuhan rutin dapat berdiskusi melalui kanal resmi ezSign. Pertanyaan Sering Diajukan 1. Apakah meterai elektronik wajib dibubuhkan sebelum tanda tangan? Tidak wajib, karena keduanya memiliki fungsi berbeda dan urutannya dapat disesuaikan kebutuhan. 2. Bolehkah tanda tangan diletakkan menimpa meterai elektronik? Sebaiknya tidak, sebab kode QR yang tertimpa berisiko gagal terbaca saat proses validasi. 3. Apa yang terjadi bila dokumen diedit setelah dibubuhi meterai? Perubahan setelah pembubuhan berisiko membuat dokumen tidak lolos pemeriksaan keaslian.

Satukan Laporan Puluhan Cabang Tanpa Tunggu Rekap Manual dari Daerah Tekno
Tekno
5 jam yang lalu

Satukan Laporan Puluhan Cabang Tanpa Tunggu Rekap Manual dari Daerah

Jakarta, katakabar.com - Kelola laporan dari puluhan cabang secara terpusat tanpa menunggu proses rekap manual dari masing masing daerah. Data yang terintegrasi membantu mempercepat pelaporan, meningkatkan akurasi, dan memudahkan manajemen mengambil keputusan. Tanggal sepuluh sudah lewat, tetapi laba bulan lalu belum diketahui. Kantor pusat masih menunggu berkas dari beberapa cabang di daerah. Setiap cabang mengirim format berbeda, sebagian bahkan lewat foto dokumen. Menyatukan laporan puluhan cabang akhirnya menjadi pekerjaan bulanan yang melelahkan. Masalahnya bukan sekadar lelah. Keputusan harga dan pembelian diambil memakai angka berumur tiga minggu. Revisi kecil dari satu cabang bisa mengubah seluruh laporan gabungan. Auditor pun kesulitan menelusuri asal angka saat pemeriksaan berlangsung. Akar persoalannya ada pada cara data dikumpulkan, bukan pada tim keuangan. Selama pencatatan berjalan terpisah, rekap manual akan selalu dibutuhkan. Karena itu, jasa pembuatan ERP sebaiknya dimulai dari penyeragaman struktur akun. Tanpa itu, laporan gabungan hanya memindahkan kekacauan ke tempat lain. Rekap Manual Membuat Angka Selalu Ketinggalan Rekap manual membuat laporan puluhan cabang selalu tertinggal dari kebutuhan. Semakin banyak lokasi, semakin panjang antrean berkas yang harus diperiksa. Waktu tim keuangan pun habis untuk menyalin, bukan menganalisis. Padahal, analisis itulah yang sebenarnya ditunggu manajemen. Tanda Proses Sudah Terlalu Berat Beberapa kondisi berikut biasanya muncul lebih dulu: ● Tutup buku bulanan selesai lebih dari dua minggu setelah periode. ● Nama akun yang sama ditulis berbeda di tiap cabang. ● Satu transaksi antar cabang tercatat dua kali di laporan gabungan. ● Revisi angka dikirim lewat pesan singkat, bukan lewat sistem. Kondisi tersebut sering dianggap wajar bagi perusahaan yang sedang tumbuh. Namun, risikonya membesar seiring bertambahnya jumlah lokasi. Fondasi Satukan Laporan Puluhan Cabang Konsolidasi yang rapi selalu dimulai dari struktur, bukan dari laporan. Seluruh cabang sebaiknya memakai satu bagan akun yang sama. Perbedaan lokasi cukup ditandai lewat kode analitik, bukan lewat akun baru. Cara ini membuat laporan dapat dipecah per cabang tanpa mengubah struktur. Transaksi Antar Cabang Sering Kacau Pengiriman barang antar cabang kerap tercatat sebagai penjualan biasa. Akibatnya, omzet gabungan terlihat lebih besar daripada kenyataan. Transaksi semacam itu perlu ditandai agar bisa dieliminasi otomatis. Tanpa penandaan, koreksinya harus dikerjakan manual setiap bulan. Angka Dibutuhkan Manajemen Setiap Hari Tidak semua laporan harus menunggu proses tutup buku selesai. Penjualan harian, piutang jatuh tempo, dan stok kritis bisa dipantau lebih awal. Data itu terbentuk otomatis begitu cabang mencatat transaksinya di sistem. Manajemen pun bisa menindak penyimpangan pada minggu berjalan, bukan bulan berikutnya. Kunci penyajiannya ada pada hak akses tiap pengguna. Cabang cukup melihat datanya sendiri, sedangkan pusat memegang tampilan gabungan. Administrasi Pajak Terpusat, Laporan Internal Menyusul Arah kebijakan sebenarnya sudah mendukung pemusatan. Melalui PMK 81 Tahun 2024, kewajiban perpajakan dijalankan memakai NPWP pusat. Setiap lokasi usaha kini ditandai NITKU sebagai identitas tempat kegiatan usaha. Logika serupa layak diterapkan pada pelaporan internal perusahaan. Menyelaraskan Kode Cabang dengan Data Pajak Kode cabang di sistem sebaiknya mengikuti daftar lokasi yang dilaporkan. Keselarasan itu memudahkan pencocokan faktur pajak dengan catatan penjualan. Selisih antara data pajak dan pembukuan pun lebih cepat ditemukan. Penyusunan laporan puluhan cabang juga jauh lebih mudah ditelusuri saat audit. Tahapan Menyusun Laporan Puluhan Cabang Secara Otomatis Penataannya biasanya berjalan dalam empat tahap: 1. Penyeragaman bagan akun dan istilah biaya di seluruh cabang. 2. Penetapan kode analitik untuk tiap lokasi serta lini bisnis. 3. Penandaan transaksi antar cabang agar eliminasi berjalan otomatis. 4. Penetapan tenggat tutup buku yang sama bagi semua lokasi. Tahap terakhir paling sering diabaikan. Banyak proyek jasa pembuatan ERP tersendat justru karena tenggatnya tidak disepakati. Tenggat yang seragam membuat semua cabang bekerja pada ritme sama. Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Sistem Berjalan Tiga hal berikut menentukan kualitas laporan gabungan: ● Daftar cabang beserta penanggung jawab pembukuannya. ● Batas wewenang persetujuan jurnal di masing-masing lokasi. ● Jadwal penguncian periode agar angka tidak berubah setelah dilaporkan. Vendor ERP berpengalaman biasanya menanyakan ketiganya sejak pertemuan awal. Pertanyaan itu justru menghemat waktu pada tahap implementasi. Mengubah Laporan Bulanan Jadi Angka Harian Intinya, banyaknya cabang bukan penyebab lambatnya laporan. Penyebab utamanya adalah pencatatan yang masih berdiri sendiri di tiap lokasi. Dengan struktur seragam, laporan puluhan cabang dapat dibaca hampir kapan saja. Prosesnya bertahap dan menuntut kesepakatan lintas divisi sejak awal. i2C Studio sebagai vendor ERP mendampingi penyeragaman akun hingga proses tutup buku. Pendekatannya menyesuaikan kebiasaan pelaporan yang sudah berjalan di perusahaan. Diskusi awal membantu menilai kesiapan data sebelum sistem dijalankan penuh. Pertanyaan Sering Diajukan Manajemen 1. Apakah setiap cabang perlu bagan akun sendiri? Tidak, cukup satu bagan akun dengan kode analitik untuk membedakan tiap lokasi. 2. Bagaimana menghindari penjualan ganda antar cabang? Transaksi internal ditandai khusus agar tereliminasi otomatis saat laporan digabungkan. 3. Seberapa cepat tutup buku bisa dicapai? Bergantung disiplin cabang, tetapi tenggat sepuluh hari kerja cukup realistis dikejar.

6 jam yang lalu

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Emas Dukung Sistem Moneter

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah mendorong penguatan sistem moneter Indonesia dengan mengoptimalkan potensi cadangan emas tambang sebesar 3.600 ton. Deputi Bidang ESDM Kemenko Perekonomian, Elen Setiadi, mengatakan Indonesia perlu membangun ekosistem emas dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, traceability, pemurnian, perdagangan hingga bullion banking. Hal ini akan berkontribusi besar bagi perekonomian negara. Dengan kata lain, emas tidak hanya menjadi komoditas tambang, tetapi juga dapat berkembang menjadi instrumen keuangan dan aset strategis negara dan mampu mendukung sistem moneter. "Kalau nanti ditambah lagi dengan penguatan cadangan devisa, emasnya BI semakin baik-semakin besar, maka ketika ada guncangan dinamika global, guncangan ekonomi, kita punya stabilizer namanya emas selain cadangan devisa tadi," kata Elen. Diketahui, emas yang tercatat sebagai cadangan moneter Bank Indonesia (BI) baru mencapai 87,1 ton, atau sekitar 7,7% dari total cadangan. Dengan kepemilikan tersebut, Indonesia berada di posisi ke 44 dunia dalam hal cadangan emas bank sentral. Sebagai gambaran, negara maju seperti Amerika Serikat memiliki cadangan emas mencapai 8.133,5 ton. Sementara Jerman memiliki 3.349,5 ton, Italia 2.451,8 ton, Prancis 2.437 ton, dan China 2.346,4 ton. Meski penyerapannya belum semasif negara maju, produksi emas Indonesia disebut telah mencapai kisaran 100 ton per tahun. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyebut produksi yang tercatat secara resmi belum sepenuhnya menggambarkan aktivitas emas di lapangan. Masih terdapat produksi dan perdagangan emas yang belum tercatat dalam sistem resmi. "Jadi memang ada beberapa catatan untuk emas ini memang yang mungkin teridentifikasi ada beberapa penjualan yang tanda petik ilegal gitu ya," ujar Tri. Ke depan, pemerintah akan mendorong penataan aktivitas pertambangan rakyat melalui Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Upaya tersebut diharapkan membuat aktivitas pertambangan emas lebih tertata dan produksinya dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus mengurangi peredaran emas melalui jalur ilegal. "Mungkin nanti penambangannya lebih dapat dipertanggungjawabkan hasilnya, tidak lari ke mana-mana, ilegalitasnya sedikit," imbuhnya. Merujuk data Kemenko Perekonomian, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat ekosistem emas nasional. Sebagai gambaran, di dalam Grup MIND ID PT Antam Tbk saat ini memiliki fasilitas pemurnian (refinery) berkapasitas 150 ton per tahun. Selain itu, terdapat Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia yang mampu memurnikan emas hingga 50 ton per tahun. Sementara dari sektor swasta, smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mampu mengolah emas dengan kapasitas 18 ton per tahun. Adapun, potensi produksi bijih juga didukung oleh sejumlah perusahaan tambang lainnya, seperti PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar 2,4–2,7 ton, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 2,9 ton, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) 2,6 ton, PT Agincourt Resources (PTAR) 5,9–6,8 ton, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 2,2 ton per tahun. Besarnya kapasitas tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem emas nasional, yang pada akhirnya potensial untuk memperkuat cadangan devisa bank sentral. Atas dasar itulah, pemerintah terus mendorong Bank Indonesia (BI) untuk meningkatkan cadangan emasnya, sehinga semakin memperkuat stabilitas moneter dan ekonomi nasional.

Sinergi Sucofindo-Sukawa Edupark: Wujudkan Pusat Peternakan Berkelanjutan Hulu hingga Hilir Ekonomi
Ekonomi
7 jam yang lalu

Sinergi Sucofindo-Sukawa Edupark: Wujudkan Pusat Peternakan Berkelanjutan Hulu hingga Hilir

Magelang, katakabar.com -  PT Sucofindo (Persero) terus perkuat komitmen dorong pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Sukawa Edupark dalam membangun pusat pelatihan dan edukasi peternakan kambing perah terintegrasi yang mengedepankan standar pengelolaan peternakan dari hulu hingga hilir di Sukawa Edupark, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, di pekan kedua Agustus 2026 lalu. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat, kualitas pengelolaan peternakan, serta menciptakan ekosistem usaha yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian lokal. Direktur Sumber Daya Manusia PT Sucofindo (Persero), Budi Utomo, Sucofindo sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang Testing, Inspection, Certification (TIC), turut berperan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kontribusi yang selaras dengan kompetensi dan core business perusahaan. “Sucofindo memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui program TJSL, kami berupaya menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga membangun kapasitas dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. Pengembangan pusat pelatihan dan edukasi peternakan kambing perah ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Budi Utomo. Budi Utomo melanjutkan dalam kolaborasi tersebut, PT Sucofindo (Persero) turut berkontribusi dalam penyempurnaan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeliharaan ternak dengan mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare). Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola peternakan yang lebih etis, higienis, terstandar sekaligus mendukung produktivitas peternakan. “Prinsip animal welfare menjadi bagian penting karena kondisi ternak yang sehat dan terpelihara dengan baik turut mendukung kualitas hasil produksi, termasuk susu kambing yang dihasilkan,” jelas Budi Utomo. PT Sucofindo (Persero) juga mendukung penyediaan fasilitas pengolahan susu kambing etawa sebagai bagian dari penguatan rantai nilai di tingkat hilir. “Dukungan fasilitas pengolahan ini memastikan seluruh proses, mulai dari pemerahan hingga pengolahan produk, berjalan secara sistematis dan higienis sehingga mampu meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk olahan susu etawa lokal,” tutur Budi Utomo. Pada kegiatan sama Kepala Unit TJSL PT Sucofindo (Persero), Nuri Hidayat, menyampaikan pengembangan pusat pelatihan dan edukasi tersebut dirancang tidak hanya untuk menyediakan sarana fisik, tetapi juga sebagai wadah peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian masyarakat. “Melalui edukasi peternakan yang beretika, para peternak dan pengelola lokal dibekali pemahaman bahwa kesejahteraan hewan merupakan pilar utama dalam menjaga produktivitas usaha dan keberlanjutan ekosistem eduwisata. Kami ingin memastikan bahwa fasilitas yang dibangun dapat menjadi ruang belajar dan praktik yang memberikan manfaat secara berkelanjutan,” kata Nuri Hidayat. Menurut Nuri Hidayat, program ini juga selaras dengan kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kehidupan sehat dan sejahtera, tanpa kelaparan, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. “Secara komprehensif, kolaborasi strategis ini diharapkan mampu memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan, antara lain melalui penerapan standar pengelolaan peternakan yang baik, dan peningkatan kesadaran animal welfare, serta tersedianya fasilitas praktik berkualitas bagi berbagai elemen Masyarakat, termasuk peternak. Seluruh Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pusat pelatihan nasional bagi peternakan berkelanjutan,” beber Nuri Hidayat. Selaras dengan pernyataan tersebut, Kepala PT Sucofindo (Persero) Cabang Semarang, Habib Krisna Wijaya, mengatakan bahwa melalui kolaborasi ini, Sukawa Edupark berpotensi menjadi kawasan eduwisata percontohan di wilayah Jawa Tengah yang memadukan etika pemeliharaan hewan, edukasi masyarakat dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. “Sinergi berkelanjutan melalui program TJSL Sucofindo ini diharapkan menciptakan dampak berganda (multiplier effect), mulai dari peningkatan standar pengelolaan kawasan dan mutu produk olahan hingga terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat sekitar,” sebut Habib Krisna Wijaya.

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah