Pulihkan Aktivitas Warga, Wali Kota Binjai Tinjau Jembatan Titi Gantung Limau Sundai
Walikota Binjai tinjau jembatan gantung Limau Sundai berjanji akan bangun jembatan baru meski jembatan lama dipertahankan
Pelantikan PD PERSIS Binjai 2026–2030, Pemko Dorong Sinergi Keagamaan dan Sosial
Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, menghadiri pelantikan Tasykil Pimpinan Daerah (PD) PERSIS Kota Binjai
Lagi, Polsek Mandau Survei Lahan Program Gerakan Penanaman Jagung Seuas 1 Juta Hektar Polri
Bathin Solpan, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) kembali melaksanakan survei sekaligus pengecekan pengelolaan lahan program Gerakan penanaman jagung seluas 1 juta hektar Polri, sekaligus program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, "Lokasi pengelolaan lahan yang tersebut di Jalan Rejosari RT 03 RW 03 Dusun Sukamaju, Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis seluas dua hektar," ujar Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, lewat Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan melalui siaran pers, Selasa (19/5) malam Di kegiatan tersebut, ulas Kasi Humas Polsek Mandau, Kapolsek Mandau yang inisiasi didukung Pj Kades Air Kulim, Suryati, Bhabinkamtibmas Desa Air Kulim, Brigadir Polisi Bambang Siregar, personel, Faizunsyah, Ketua Kelompok Tani Berkah, Aditya Kurniawan, Ketua Bumdes Desa Air Kulim, di mana Kelompok Pengelola Tani Berkah bekerja sama dengan BumDes Air Kulim, serta pemilik lahan Sumadi aliad Akong. "Bibit untuk Ketahanan Pangan (Ketapang) jenis jagung pipil," terangnya. Kegiatan tersebut merupakan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H, Prabowo Subianto, sebut Betty, di mana Polri mendorong kelompok masyarakat, BumDes Air Kulim, dan pemilik kebun untuk memanfaatkan lahan kebun kelapa sawit tumpang sari tanaman jagung pipil. "Total luas lahan sementara 2 hektar yang memasuki usia tanam kurang lebih 1 minggu dan sedang dilakukan pemupukan oleh Kelompok Tani Berkah," tandasnya.
Demi Tanah Tempuh 17 Kilometer Perjalanan Konstantin Zulske Lintasi Negara dan Benua
Jakarta, katakabar.com - Sulit rasanya melihat berita dunia belakangan ini tanpa dihantui perang, kelangkaan sumber daya, dan situasi politik yang penuh ketidakpastian. Banyak dari peristiwa itu terjadi jauh dari kehidupan sehari-hari sehingga terkadang terasa lebih mudah untuk berpikir semua itu bukan urusan kita. Jarak sering membuat orang merasa dapat mengambil langkah menjauh dari suatu persoalan. Tetapi bagi aktivis lingkungan Konstantin Zulske, jarak bukan alasan untuk mengabaikannya. Dari Jerman Timur ke India hingga Indonesia, Konstantin Zulske telah menempuh lebih dari 17.000 kilometer hanya dengan sepeda. Semua itu ia lakukan untuk mempromosikan Save Soil, sebuah gerakan yang mengangkat kesadaran mengenai degradasi tanah yang semakin cepat terjadi di berbagai belahan dunia. Selama perjalanannya, ia telah melakukan banyak wawancara, berkemah di ruang terbuka, melintasi negara-negara berbeda, serta bertemu orang-orang dari berbagai latar budaya yang ikut membentuk perjalanan hidup dan pemahamannya tentang makna gerakan ini. Saat ini, ia berada di Jakarta setelah menyelesaikan perjalanan di sejumlah wilayah Indonesia dan Bali. Wawancaranya bersama tim India News Desk di Taman Menteng menjadi salah satu titik terbaru dalam perjalanan panjangnya. Bersepeda Melintasi Batas Sebuah Misi Global Save Soil awalnya didirikan oleh Sadhguru dan Isha Foundation sebagai upaya meningkatkan perhatian terhadap krisis degradasi tanah. Apa yang semula muncul sebagai isu lokal kemudian berkembang menjadi gerakan global dengan jutaan relawan di berbagai negara. Menurut Konstantin, para ilmuwan telah memperingatkan bahwa sekitar 52 persen tanah produktif untuk pertanian di dunia telah mengalami degradasi, menciptakan dampak yang jauh melampaui sektor pertanian itu sendiri. Bagi Konstantin, persoalan ini berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, hilangnya keanekaragaman hayati, migrasi, perubahan iklim, hingga stabilitas global. “Semua orang berbicara tentang perubahan iklim dan krisis air. Namun hampir tidak ada yang membicarakan soal tanah,” ujarnya. Keterlibatan Konstantin dalam gerakan ini terasa alami. Jauh sebelum perjalanan dimulai, bersepeda telah menjadi bagian dari hidupnya. Ia mengaku terbiasa menempuh perjalanan jauh sejak masa sekolah hingga kuliah, bahkan sering bersepeda puluhan kilometer setiap hari. Ketika latar belakang akademiknya di bidang ilmu tanah bertemu dengan gerakan Save Soil, ia merasa menemukan perpaduan antara minat pribadi dan tujuan hidup. “Saya suka bersepeda, saya suka menyelamatkan tanah. Jadi itulah yang mendorong saya melakukan sesuatu yang cukup gila,” katanya sambil tertawa. Keputusan “gila” itu kemudian berkembang menjadi #cyclingforsoil, sebuah misi yang membawanya melintasi benua dan berbagai bentang alam. Ketika ditanya mengenai bagian paling berkesan dari perjalanannya, Konstantin mengatakan banyak momen istimewa muncul justru saat ia sendirian. Di luar wawancara dan interaksi dengan masyarakat lokal, sebagian besar waktunya dihabiskan untuk memperhatikan perubahan lanskap yang ia lewati. Jalanan, pegunungan, garis pantai, hutan, hingga langit malam perlahan menjadi bagian dari kesehariannya. Lanskap Indonesia, Keramahan Warga dan Tantangan Tak Diduga Meski perjalanan panjangnya dipenuhi berbagai tantangan, Konstantin justru menyebut Indonesia sebagai salah satu pengalaman tersulit secara fisik. Setelah menghabiskan enam bulan di India untuk fokus pada yoga dan meditasi tanpa bersepeda, ia tiba di Jakarta dan langsung memulai perjalanan menuju Bandung melalui jalur Puncak. Di tengah perjalanan, ia mengalami gangguan pencernaan sekaligus nyeri hebat pada lutut saat harus menghadapi jalur menanjak. Tetapi kesulitan di awal itu perlahan tergantikan oleh pengalaman-pengalaman yang membekas. Saat kali pertama tiba di Jakarta bertepatan dengan perayaan Idulfitri, ia justru dikejutkan oleh suasana kota yang sangat sepi. Setelah datang dari Mumbai yang padat dan ramai, Jakarta yang lengang terasa sangat berbeda dari bayangannya. Ketika mulai kembali bersepeda, ia merasakan antusiasme masyarakat Indonesia yang menurutnya sangat unik. “Semua orang sangat antusias melihat saya,” katanya sambil tertawa saat mengingat bagaimana orang-orang meneriakkan “Mister!” dan “Bule!” berkali-kali sepanjang perjalanan. Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah saat mengunjungi Gunung Bromo. Melihat gunung berapi dari jarak dekat untuk pertama kalinya, lalu menuruni jalur menuju Probolinggo di bawah cahaya bulan, menjadi salah satu momen yang paling ia ingat. Ia menggambarkan perjalanan melewati garis pantai, jalanan yang diterangi bulan, hingga area dengan kunang-kunang sebagai pengalaman yang sulit dilupakan. Ia juga memuji keramahan masyarakat Indonesia. “Orang Indonesia sangat ramah dan menyenangkan,” tuturnya sambil tertawa. Mulai dari sekolah, universitas, hingga warga yang membuka pintu rumah dan berbagi makanan dengannya, Konstantin merasa selalu diterima selama berada di Indonesia. Perjalanan ke Dalam Diri dan Melampaui Batas Menjelang akhir wawancara, Konstantin mengatakan pelajaran terbesarnya bukan sekadar tentang perjalanan fisik. Bertahun-tahun menghabiskan waktu di jalan yang panjang dan sepi memberinya ruang untuk menghadapi banyak pikiran yang selama ini tenggelam di tengah rutinitas. Ia menggambarkan pengalaman tersebut sebagai perjalanan yang sangat personal, bahkan spiritual. Baginya, perjalanan itu menjadi kesempatan untuk memahami apa yang benar-benar ia inginkan dalam hidup dan hal-hal yang ternyata tidak terlalu ia perlukan. Di luar refleksi pribadi, perjalanan juga mengubah cara pandangnya terhadap orang lain. Setelah mengunjungi berbagai negara, termasuk wilayah yang sering dikaitkan dengan ketegangan politik, ia menyadari bahwa manusia di mana pun memiliki harapan dan pergumulan yang serupa. “Pada akhirnya, manusia tetaplah manusia,” jelasnya. Saat menutup percakapan, Konstantin mengingatkan bahwa di balik seluruh pengalaman positifnya, ia juga melihat langsung pembakaran sisa tanaman dan sungai-sungai yang mulai mengering selama perjalanannya. Degradasi tanah terus berlangsung secara perlahan di banyak tempat, tetapi ia percaya kesadaran dan tindakan bersama masih dapat mengubah masa depannya.
Sachin Gopalan Dorong IndoFringe dan Indonesia Open Network Mesin Baru Ekonomi Kreatif Anak Muda
Jakarta, katakabar.com - Pendiri sekaligus penggerak IndoFringe, Sachin Gopalan, menegaskan pentingnya transformasi digital membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih inklusif bagi generasi muda Indonesia. Hal itu disampaikannya ketika sesi talkshow “Digitizing Culture and Creativity: Powering the Next Wave of Creative Economy” rangkaian hari pertama Jakarta Marketing Week 2026 di Kota Kasablanka, Rabu (6/5) lalu. Dalam paparannya, Sachin, menjelaskan IndoFringe tidak lagi sekedar festival seni dan kreativitas anak muda, tetapi tengah berkembang menjadi gerakan ekonomi kreatif berbasis digital yang terhubung dengan Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur perdagangan digital terbuka yang didukung pemerintah. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjawab tantangan terbesar para pelaku ekonomi kreatif saat ini, yakni sulitnya memperoleh pasar dan tingginya biaya platform digital konvensional. “Creative economy tidak jalan karena komisi strukturnya terlalu mahal. Banyak platform mengambil komisi 25 sampai 40 persen. Lantaran itu kita bangun Indonesia Open Network dengan biaya jauh lebih rendah, sekitar dua sampai tiga persen,” terang Sachin pada sesi diskusi tersebut. IndoFringe Siapkan Marketplace Talenta Muda Sachin menjelaskan timnya kini sedang mengembangkan platform digital baru untuk IndoFringe yang ditargetkan meluncur pada Oktober mendatang. Platform tersebut dirancang sebagai marketplace bagi siswa, mahasiswa, hingga anak muda yang belum memiliki pekerjaan tetap agar dapat menawarkan keterampilan mereka secara langsung kepada pasar. Ia mencontohkan berbagai jenis pekerjaan kreatif yang bisa diakses melalui platform tersebut, mulai dari fotografi, videografi, desain grafis, penulisan konten, hingga jasa kreatif lainnya yang berkaitan dengan ekonomi digital. Menurutnya, banyak anak muda sebenarnya memiliki bakat dan kemampuan, tetapi tidak memiliki akses terhadap pasar. Karena itu, platform digital tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan antara talenta muda dengan kebutuhan industri kreatif. “Kalau punya talent, mereka bisa pasarkan lewat digital dan dapat short project. Mungkin nilainya tidak besar, tapi bisa jadi source of income buat anak muda,” ujarnya. Ia menambahkan, platform itu nantinya juga akan memiliki fitur jual beli, penyewaan alat, layanan kreatif, pencarian kerja, hingga konektivitas dengan aplikasi lain yang tergabung dalam ekosistem open network. Terhubung dengan Indonesia Open Network Dalam kesempatan itu, Sachin juga menyoroti peran Indonesia Open Network atau ION yang disebutnya akan menjadi pondasi penting bagi demokratisasi ekonomi digital di Indonesia. Ia menjelaskan ION merupakan public infrastructure untuk commerce yang dikembangkan bersama pemerintah, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta Kementerian UMKM Republik Indonesia, agar masyarakat dapat mengakses layanan digital dengan biaya lebih murah. “Kalau platform mengambil komisi terlalu besar, akhirnya yang kaya hanya platform. Pemerintah ingin commerce lebih demokratis sehingga masyarakat juga bisa menikmati manfaat ekonomi digital,” ucapnya. Melalui koneksi dengan ION, talenta-talenta kreatif di IndoFringe nantinya dapat menawarkan jasa mereka melalui berbagai aplikasi besar yang telah terhubung dalam jaringan tersebut, termasuk operator telekomunikasi dan platform digital lain. Sachin menilai model open network akan membuka peluang lebih luas bagi pekerja kreatif independen seperti MC, moderator, penyanyi, pelukis, hingga content creator untuk memperoleh pasar tanpa terbebani biaya tinggi. Dari Festival Seni Jadi Gerakan Nasional IndoFringe sendiri telah berkembang pesat dalam tiga tahun terakhir. Sachin menyebut lebih dari 500 sekolah telah terlibat dalam berbagai festival yang diselenggarakan pihaknya. Ia mengungkapkan awalnya banyak sekolah ragu mengikuti festival lintas sekolah karena khawatir terjadi konflik antar pelajar. Tetapi pengalaman selama beberapa tahun justru menunjukkan kegiatan seni mampu membangun suasana yang lebih damai dan kolaboratif. “Kegiatan ekonomi kreatif membuat anak muda lebih bersahabat. Tidak seperti kompetisi olahraga yang kadang terlalu kompetitif,” bebernya. Ke depan, IndoFringe menargetkan ekspansi lebih besar dengan melibatkan kampus-kampus dan komunitas kreatif di berbagai daerah. Bahkan pada 2028, mereka menargetkan penyelenggaraan 500 festival serentak di seluruh Indonesia dalam waktu 10 hari. Menurut Sachin, digitalisasi menjadi kunci utama untuk mewujudkan target ambisius tersebut karena seluruh koordinasi, mobilisasi relawan, hingga promosi kegiatan akan terhubung melalui platform digital. Membuka Ruang Semua Bidang Kreatif Sachin juga menegaskan IndoFringe tidak membatasi diri hanya pada seni pertunjukan. Menurutnya, seluruh aktivitas yang melibatkan kreativitas, komunikasi, exhibition, hingga teknologi dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif. Pada sesi tanya jawab dengan mahasiswa yang hadir di Jakarta Marketing Week 2026, ia menyebut bidang seperti teknologi, digital content, hingga kompetisi elektronika nasional juga dapat menjadi bagian dari IndoFringe selama dikemas dalam format exhibition atau performance. Ia menilai ekonomi kreatif saat ini telah berkembang jauh lebih luas, termasuk di bidang content creator, videografi, script writing, gaming, hingga digital exhibition. “Kita ingin semua orang bisa membawa ide dan mengkomersialisasikannya. Jadi bukan sekadar kegiatan sukarela, tetapi juga menjadi business proposition,” ulasnya. Pesan untuk Generasi Muda Menutup sesi diskusi, Sachin mengingatkan generasi muda agar tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi dan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kemampuan komunikasi dan keberanian untuk bertanya tetap menjadi keterampilan paling penting di era digital.
Polres Kepulauan Meranti Musnahkan BB Pengungkapan TP Narkotika Jaringan Internasional
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti gelar konferensi pers pemusnahan Barang Bukti (BB) pengungkapan tindak pidana narkotika jaringan internasional, dengan Barang Bukti (BB) jenis sabu di Halaman Polres Kepulauan Meranti, Selasa (19/5) sekitar pukul 13:00 WIB. Di kegiatan pemusnahan BB tindak pidana narkotika berupa narkotika jenis sabu seberat 26.615,98 gram, dan cartridge mengandung Etomidate sebanyak 254 pcs. Kegiatan tersebut sebagai upaya transparansi penanganan perkara serta memberikan kepastian hukum terhadap barang bukti hasil pengungkapan tindak pidana narkotika. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H, S.I.K, M.H., mengatakan kegiatan ini bentuk komitmen aparat penegak hukum dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika jaringan internasional di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Ia menjelaskan pemusnahan barang bukti tahapan akhir dari pengungkapan narkotika. Untuk itu, kinerja personel Satresnarkoba patut kita apresiasi. Menurut Kapolres Kepulauan Meranti, pada 27 April 2026 dilakukan penangkapan di kawasan perairan Selat Malaka. Personel dalam melakukan penindakan mampu mengkondisikan situasi yang ada sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. Di mana sebanyak 27 kilogram dan Catridge sebentar lagi dilakukan pemusnahan. "Narkoba tidak hanya merusak kesehatan tetapi menghancurkan moral generasi muda, apabila barang ini lolos kita bisa membayangkan berapa banyak masyarakat, keluarga, dan anak anak yang terpengaruh narkoba," ujarnya. Mari sama sama bekerja sama, imbaunya, baik unsur pemerintah daerah dan semua pihak berkolaborasi tidak hanya kasus narkotika ini tetapi ke depan kita melakukan pencegahan yang lebih maksimal. "Lebih baik kita mencegah dari pada penindakan hukum," tegasnya. Ia menyampaikan kepada rekan rekan media dan tamu undangan apabila menemukan informasi terkait narkoba segera menghubungi 110 dan personel kami akan cepat tanggap terhadap setiap laporan dari masyarakat terkait narkoba di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kabid Labfor Polda Riau, AKBP Ungkap Siaahan, S.Si, M.Si, menjelaskan mengenai pemeriksaan yang telah kami lakukan terhadap barang bukti pengungkapan narkotika ini adalah positif narkotika jenis golongan I yang terdaftar dalam Undang Undang Narkotika. "Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti jenis Catridge itu mengandung etomidate yang berdasarkan Permenkes Nomor 15 tahun 2026 yang sebagai mana kedua barang bukti ini positif mengandung narkotika," terangnya. Selanjutnya pemusnahan dilakukan dengan cara pemusnahan barang bukti sabu dimasukkan kedalam ember yang berisi air dengan dicambur dengan cairan pembersih, dan untuk Catridge dilakukan dengan cara di Blender dan dicampur dengan air. Berikut rincian barang bukti yang dimusnahkan di antaranya sabu seberat 26,615,98 gram narkotika dan 254 Pcs Catridge. Kegiatan ini turut dihadiri oleh para pejabat kepolisian, perwakilan instansi pemerintah, dan insan pers sebagai bentuk keterbukaan informasi publik. Sebelum barang bukti tersebut dimusnahkan lebih dulu dilakukan pengujian keaslian oleh Ladfor Polda Riau.
Penanaman Jagung Pipil Berlanjut, Polsek Rangsang Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan Nasional
Rangsang, katakabar.com - Kepolisiain Sektor (Polsek) Rangsang kembali melaksanakan penanaman jagung pipil di Desa Tanjungsamak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (22/4). Kegiatan itu menjadi penanaman ketiga yang dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Penanaman dilakukan di lahan seluas 0,5 hektare milik warga, Wasis, di Jalan Roesman Dusun III. Kegiatan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan dipimpin langsung Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan. Sejumlah unsur turut terlibat pada kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Desa Tanjungsamak, Ahmad Afandi, Bhabinkamtibmas, Desa Dwi Tunggal, Brigadir Josman Siboro, Bhabinkamtibmas Desa Tanjungsamak, Brigadir Yoki Prasetya, Kepala Dusun Rio, serta masyarakat setempat. Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, mengatakan, keterlibatan Polri dalam program penanaman jagung pipil merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah. “Program ini kami laksanakan secara berkelanjutan. Bukan hanya menanam, tetapi juga mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan produktif yang tersedia,” jelas AKP Gunawan. Ia menyebut, ketahanan pangan menjadi isu penting yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk institusi kepolisian melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. “Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, salah satunya di sektor pangan,” ucapnya. Kegiatan penanaman berakhir sekitar pukul 16.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.
Sucofindo Dorong Ekosistem Energi Terbarukan Lewat Layanan TIC Terintegrasi
Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) terus pertegas komitmennya dukung pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya menekan emisi dan mendorong implementasi Net Zero Emission. Peran ini sejalan dengan posisi PT Sucofindo (Persero) sebagai perusahaan BUMN di bidang TIC (Testing, Inspection, Certification). Komitmen tersebut mendapat apresiasi di ajang Solartec 2026 pada kategori Renewable Energy Industrial Services, di pekan keempat April 2026 lalu. Di kesempatan tersebut, Direktur Komersial PT Sucofindo (Persero), Agus Permadi, menyampaikan Sucofindo terus berperan aktif mendukung ekosistem energi terbarukan di Indonesia. “Kami terus menjalankan upaya berkelanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan, termasuk dalam pengembangan energi baru terbarukan. Sucofindo sebagai perusahaan TIC turut berperan dalam mendorong implementasi Net Zero Emission,” ujar Agus Permadi. Ia menambahkan, PT Sucofindo (Persero) menyediakan layanan TIC pada setiap tahapan proses, sesuai dengan standar nasional maupun internasional, untuk mendukung upaya pencapaian Net Zero Emission. Melalui capaian tersebut, perusahaan terus mendorong untuk berkontribusi dalam pengembangan energi baru terbarukan. “Kami berharap peran Sucofindo dalam ekosistem energi terbarukan dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung program transisi energi nasional,” lanjut Agus. Dalam mendukung sektor energi terbarukan, PT Sucotindo (Persero) berperan sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Selain itu, Sucofindo juga menyediakan layanan sampling dan analisis pada berbagai sumber energi seperti gas metana batubara, panas bumi, serta sumber energi baru terbarukan lainnya. Untuk memastikan pemenuhan standar keberlanjutan, PT Sucofindo (Persero) turut menghadirkan layanan verifikasi pada panel surya, turbin angin, infrastruktur pengisian kendaraan listrik (EV charging), serta sistem penyimpanan energi. “Sucofindo berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung pencapaian Net Zero Emission, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang didukung oleh infrastruktur perusahaan,” tutup Agus Permadi. Sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, PT Sucofindo (Persero) juga menghadirkan layanan pemantauan dan pengelolaan lingkungan, seperti pemetaan lahan, audit lingkungan, serta layanan ESG (Environmental, Social, and Governance). Selain itu, Sucofindo menyediakan berbagai layanan pendukung sustainable development, antara lain green smelter, ecolabel, green office, green building, green port, konsultansi energi terbarukan, green project management, industri hijau, sertifikasi GGL (Green Gold Label), serta CCS/CCUS (Carbon Capture, Storage/Utilization).
Investasi dan Spekulasi: Dua Pendekatan dalam Dunia Keuangan
Jakarta, katakabar.com - Pasar keuangan global tawarkan berbagai jalan bagi individu untuk kembangkan kekayaan mereka, tetapi tidak semua jalan tersebut ditempuh dengan cara yang sama. Dua pendekatan yang paling sering diperdebatkan dan diterapkan oleh pelaku pasar adalah investasi dan spekulasi. Meskipun keduanya sama-sama bertujuan untuk menghasilkan keuntungan finansial dan melibatkan penempatan modal pada instrumen keuangan, fondasi berpikir, jangka waktu, serta tingkat risiko yang diambil sangatlah berbeda jauh. Memahami batasan yang jelas antara kedua konsep ini adalah langkah krusial agar Anda tidak terjebak dalam kesalahan fatal akibat salah menerapkan strategi yang tidak sesuai dengan profil risiko pribadi. Landasan Analisis dan Horison Waktu Berbeda Pendekatan investasi didasarkan pada analisis yang mendalam terhadap nilai intrinsik suatu aset, di mana seorang investor bertindak sebagai pemilik sebagian dari bisnis atau aset tersebut. Fokus utamanya adalah pertumbuhan nilai jangka panjang dan pendapatan pasif berkelanjutan, seperti dividen atau bunga, yang dihasilkan dari kinerja fundamental aset yang sehat. Seorang investor yang bijak biasanya bersedia mengabaikan fluktuasi harga jangka pendek karena mereka percaya pada prospek jangka panjang ekonomi global. Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai cara memetakan arah pasar jangka panjang berdasarkan data makroekonomi, Anda dapat mempelajari ulasannya di Market Analysis KVB. Sebaliknya, spekulasi berfokus sepenuhnya pada pemanfaatan pergerakan harga jangka pendek demi meraup keuntungan kilat. Seorang spekulan tidak terlalu peduli dengan nilai fundamental dari instrumen yang mereka beli, melainkan lebih mengandalkan analisis teknikal, pola grafik, momentum pasar, atau bahkan rumor untuk memprediksi ke arah mana harga akan bergerak dalam hitungan jam atau hari. Horison waktu yang sangat singkat ini membuat spekulasi memiliki tingkat perputaran modal yang tinggi. Hal ini menuntut kesiapan mental yang kuat karena potensi keuntungan yang besar selalu berbanding lurus dengan risiko kerugian yang tidak kalah besar akibat volatilitas pasar yang ekstrem. Manajemen Risiko dan Efisiensi Ekscution Pasar Perbedaan paling mencolok antara kedua pendekatan ini terletak pada cara mengelola risiko portofolio. Investor cenderung memitigasi risiko melalui strategi diversifikasi aset dan membiarkan waktu bekerja untuk menetralisir volatilitas pasar. Di sisi lain, spekulan mengandalkan manajemen risiko yang sangat ketat melalui penempatan batasan kerugian instan guna melindungi modal mereka dari pergerakan harga yang berlawanan dengan prediksi awal. Dalam lingkungan perdagangan yang bergerak sangat cepat, akurasi dan kecepatan sistem menjadi faktor penentu utama keberhasilan strategi spekulatif ini. Infrastruktur perdagangan yang stabil dan transparan sangat dibutuhkan oleh kedua tipe pelaku pasar ini agar mereka dapat mengeksplorasi pasar global dengan adil. Ketersediaan likuiditas yang melimpah memastikan bahwa setiap keputusan untuk masuk atau keluar dari pasar dapat diproses secara instan pada tingkat harga yang kompetitif. Dukungan teknologi mutakhir memberikan jaminan bagi para pelaku pasar bahwa sistem pendukung di balik setiap transaksi memiliki standar keamanan yang ketat, sehingga mereka dapat fokus sepenuhnya pada pengoptimalan strategi tanpa perlu khawatir akan kendala teknis yang merugikan. Navigasi Strategi Finansial Anda Bersama KVB Futures Apapun pendekatan yang Anda pilih, apakah menjadi investor jangka panjang yang metodis atau spekulan jangka pendek yang agresif memiliki mitra broker yang andal adalah kunci utama. KVB Futures hadir untuk menyediakan lingkungan perdagangan dengan stabilitas tinggi dan dukungan teknologi eksekusi mutakhir, memungkinkan Anda untuk mengelola portofolio di pasar global secara optimal dan aman. Kami berkomitmen untuk mendampingi setiap langkah finansial Anda melalui penyediaan layanan yang transparan demi mendukung pencapaian target keuangan Anda. Seluruh fitur dan infrastruktur digital kami dirancang khusus untuk memenuhi ekspektasi para pelaku pasar yang mengutamakan kecepatan, akurasi, dan keamanan data. Anda dapat mengeksplorasi berbagai keunggulan produk dan layanan perdagangan berjangka kami dengan mengunjungi halaman Broker trading Futures KVB Futures. Untuk segera mengambil langkah profesional dalam mengelola modal dan menangkap peluang di tengah dinamika pasar keuangan dunia, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Registrasi KVB Futures.
Dari Kereta hingga Sepeda, Karyawan PalmCo Dukung Kampanye Bebas Emisi Holding PTPN
Jakarta, katakabar.com - Isu penghematan energi menjadi perhatian lagi di tengah pemerintahan Presiden RI, H Prabowo Subianto. Pemerintah mendorong efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), penggunaan transportasi publik, serta perubahan pola mobilitas masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional. Sejalan dengan semangat tersebut, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo terus dorong budaya kerja yang mendukung prinsip keberlanjutan, termasuk melalui kebiasaan sederhana yang dijalankan para karyawannya dalam aktivitas sehari-hari. Di berbagai wilayah operasional PalmCo, sejumlah karyawan memilih menggunakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan untuk menuju tempat kerja, mulai dari kereta, bus, sepeda, hingga berjalan kaki. Bagi sebagian karyawan, pilihan tersebut awalnya lahir karena alasan praktis seperti lebih hemat, lebih cepat, atau lebih sehat. Tetapi dalam keseharian, kebiasaan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung pengurangan konsumsi BBM dan emisi kendaraan pribadi. Di Head Office PTPN IV PalmCo, Nabila Shifa menjadi salah satu karyawan yang memilih menggunakan transportasi umum. Setiap hari, ia menempuh perjalanan dari Depok menuju Jakarta menggunakan Commuter Line. Sebagai warga komuter, Nabila sudah terbiasa dengan rutinitas pagi, mulai dari menuju stasiun, menunggu kereta, hingga melanjutkan perjalanan menuju kantor. “Awalnya saya menggunakan Commuter Line karena lebih praktis dari Depok ke Jakarta. Tetapi lama-kelamaan saya merasa ini juga menjadi cara sederhana untuk ikut mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” ulas Nabila. Menurutnya, penggunaan transportasi umum membuat perjalanan lebih terukur dan efisien. “Dengan Commuter Line, saya bisa memperkirakan waktu perjalanan. Biayanya juga lebih efisien. Bagi saya, ini bukan hanya soal berangkat kerja, tetapi juga soal membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap energi dan lingkungan,” ceritanya. Pilihan serupa juga dilakukan Christovanly, karyawan PTPN IV PalmCo Head Office yang menggunakan TransJakarta sebagai moda transportasi menuju kantor. “TransJakarta sangat membantu mobilitas saya. Selain lebih hemat, saya juga merasa ikut berkontribusi dalam mengurangi kepadatan lalu lintas dan konsumsi BBM,” kata Christovanly. Ia menilai perubahan kebiasaan tidak selalu harus dilakukan melalui langkah besar. “Mungkin terlihat sederhana, hanya memilih naik bus. Tapi kalau dilakukan oleh banyak orang, dampaknya akan terasa. Kita bisa ikut mendukung efisiensi energi dari kebiasaan sehari-hari,” ucapnya. Sementara, di PTPN IV Regional III Riau, sejumlah karyawan mulai membiasakan diri menggunakan sepeda untuk berangkat ke kantor melalui Komunitas Gowes Regional III atau Go_R3. Ketua Go_R3, Hendra, mengatakan minat karyawan untuk bersepeda terus meningkat sejak awal bulan lalu. “Sejak awal bulan lalu, kami melihat semakin banyak karyawan yang menggunakan sepeda ke kantor. Ini perkembangan yang positif karena bersepeda bukan hanya membuat tubuh lebih sehat, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap efisiensi energi,” jelas Hendra. Aktivitas bersepeda, sebutnya, juga mempererat kebersamaan antarpegawai di luar ruang kerja formal. “Kami ingin gerakan ini berkelanjutan. Kalau semakin banyak karyawan yang ikut, pesan yang disampaikan juga semakin kuat bahwa kita bisa berkontribusi terhadap penghematan energi mulai dari diri sendiri,” timpalnya. Di Medan, karyawan PTPN IV Regional I Rahmad Syahputra memilih berjalan kaki menuju kantor setiap hari sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehat. “Bagi saya berjalan kaki ke kantor itu menyenangkan. Saya memang suka olahraga, jadi aktivitas ini sekaligus menjadi cara menjaga kebugaran sebelum mulai bekerja,” tutur Rahmad. Ia menilai berjalan kaki menjadi pilihan yang efektif selama jarak rumah dan kantor masih memungkinkan. “Kalau jaraknya masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki, saya lebih memilih jalan. Lebih sehat, lebih sederhana, dan tentu lebih hemat energi,” katanya. Hal serupa juga dilakukan Hery Kusdiyanto, karyawan PTPN IV Regional VII Lampung yang rutin berjalan kaki menuju kantor. “Saya berjalan kaki itu lebih hemat. Tidak perlu biaya transportasi, tidak menggunakan BBM, dan badan juga terasa lebih segar,” ujar Hery. Kebiasaan sederhana tersebut, terangnya, dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan maupun lingkungan. “Kalau bisa dimulai dari diri sendiri, kenapa tidak? Hal kecil seperti berjalan kaki ternyata memberi manfaat untuk kesehatan dan lingkungan,” imbuhnya. Berbagai kebiasaan yang dijalankan para karyawan PalmCo tersebut menunjukkan bahwa upaya efisiensi energi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari penggunaan transportasi publik, bersepeda, hingga berjalan kaki, seluruhnya menjadi bagian dari budaya kerja yang mendukung prinsip keberlanjutan dan pengurangan emisi. Melalui semangat tersebut, Holding Perkebunan Nusantara bersama PTPN IV PalmCo terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih adaptif, sehat, dan berorientasi pada keberlanjutan, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung agenda transisi energi nasional dan pembangunan rendah emisi.