Puluhan Pengunjung THM Terjaring Razia, BNNK Binjai Paparkan Penanganan
Binjai, katakabar.com - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai menyampaikan penanganan puluhan pengunjung yang terjaring razia pada Minggu tanggal 13 Juli 2026 dini hari.
Respons Antrean BBM, Pemko Binjai Sidak Sejumlah SPBU
Pemerintah Kota Binjai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Binjai, Senin (13/7), sebagai respons atas meningkatnya antrean BBM dalam beberapa hari terakhir.
Anak Diduga Korban Penganiayaan Oknum Berseragam, PBH Peradi Pekanbaru Minta Polisi Tindak Tegas
Pekanbaru, katakabar.com - Perkara dugaan tindak penganiayaan terhadap seorang anak yang dilaporkan RR masih menjadi perhatian. Setelah laporan polisi (LP) yang dibuat sejak Maret lalu belum menunjukkan perkembangan signifikan, Tim Hukum Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Pekanbaru melakukan koordinasi untuk memastikan proses hukum terhadap perkara tersebut tetap berjalan. Kasus ini berkaitan dengan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh dua oknum berseragam terhadap anak korban di Kota Pekanbaru. PBH Peradi Pekanbaru menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan penyidik terkait perkembangan penanganan laporan tersebut. Dari hasil koordinasi, penyidik menyampaikan proses penyidikan masih berjalan dan akan dilakukan pemanggilan terhadap dua orang saksi tambahan untuk memperkuat proses pemeriksaan. "Benar perkara ini hampir berlarut. Tetapi, dari hasil koordinasi tadi kami mendapat kejelasan bahwa laporan klien kami tetap ditindaklanjuti dan penyidik akan memanggil dua saksi lagi," kata Dara Tasmania, S.H., anggota Tim Hukum PBH Peradi Pekanbaru. Dara mengatakan, pihaknya akan terus mengawal perkembangan perkara tersebut serta memberikan pendampingan hukum kepada klien sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa PBH Peradi tetap menghormati seluruh tahapan proses hukum yang sedang berlangsung. Sementara, Kepala Bidang Probono PBH Peradi Pekanbaru, Desi Silvia Anggraini, mengatakan perkara tersebut menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan dugaan kekerasan terhadap anak. "Perkara ini cukup menjadi perhatian serius bagi kami di PBH Peradi Pekanbaru karena menyangkut kekerasan terhadap anak. Kami akan terus mengingatkan pihak Polresta Pekanbaru agar berani mengambil sikap dan memproses perkara ini secara profesional, sekalipun melibatkan oknum berseragam," jelas Desi. PBH Peradi Pekanbaru berharap proses penyidikan dapat berjalan secara transparan dan memberikan kepastian hukum bagi korban serta keluarga.
Tambah Daya, Jaga Produksi: Cerita di Balik Penguatan Kelistrikan Lapangan Libo Zona Rokan
Siak, katakabar.com - Di industri migas, produksi selain ditentukan cadangan yang tersimpan di bawah permukaan bumi. Di balik setiap sumur yang beroperasi, terdapat sistem penunjang yang bekerja tanpa henti, salah satunya pasokan listrik yang andal. Kesadaran itu yang mendorong PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) perkuat infrastruktur kelistrikan di Lapangan Libo, Kabupaten Siak, Riau. Melalui proyek Libo Substation Upgrade, PHR meningkatkan kapasitas gardu induk Libo dari 10,5 MVA menjadi 24,5 MVA, atau bertambah 14 MVA untuk mendukung pengembangan sumur-sumur baru dan menjaga keberlanjutan produksi migas di Wilayah Kerja Rokan. Bagi area Libo Southeast, peningkatan kapasitas listrik menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Kawasan ini saat ini menjadi salah satu fokus pengembangan sumur produksi dan sumur injeksi. Seiring bertambahnya aktivitas pemboran dan pengoperasian fasilitas produksi, kebutuhan daya listrik pun meningkat signifikan. Berbagai peralatan produksi, mulai dari Electrical Submersible Pump (ESP) hingga Water Injection Pump (WIP), memerlukan pasokan energi yang stabil agar minyak dapat diproduksikan secara optimal. Tanpa dukungan kelistrikan yang memadai, upaya peningkatan produksi akan menghadapi tantangan yang tidak ringan. GM Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengatakan bahwa keandalan infrastruktur merupakan fondasi penting dalam menjaga kinerja produksi migas. "Melalui Libo Substation Upgrade, PHR memastikan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pengoperasian sumur-sumur baru dan mengoptimalkan produksi migas bagi kebutuhan energi nasional," ujarnya. Proyek ini juga menjadi bukti efektivitas kolaborasi antara PHR dan mitra kerja. Bersama PT Indokomas Buana Perkasa sebagai kontraktor EPC, proyek berhasil diselesaikan pada Maret 2026, lebih cepat dua bulan dari target yang ditetapkan dalam Work Program & Budget (WP&B) 2025, yakni Mei 2026. Kata Andre, sistem yang tuntas mendahului target ini adalah upaya PHR menjaga keandalan operasi untuk ketahanan energi. Sekaligus juga sebagai pondasi yang kokoh bagi masa depan migas nasional. Dari sisi teknis, proyek mencakup pemasangan power transformer berkapasitas 14 MVA, voltage regulator 1,4 MVA, sistem proteksi dan pengukuran baru, pembangunan gedung kontrol kelistrikan, serta penarikan jaringan kabel distribusi sepanjang sekitar 2,5 kilometer. Seluruh fasilitas telah melalui proses pengujian dan commissioning sebelum beroperasi penuh. Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Sebastian Julius, mengapresiasi penyelesaian proyek tersebut. Menurutnya, peningkatan infrastruktur kelistrikan merupakan langkah penting untuk mendukung keandalan operasi dan pencapaian target produksi di Zona Rokan. “Infrastruktur ini sangat berguna untuk mendukung produksi di Zona Rokan. Terus semangat one goal, untuk operasi yang andal, selamat dan efisien untuk keandalan produksi,” ucapnya. Di tengah upaya menjaga ketahanan energi nasional, proyek ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi migas tidak selalu dimulai dari pengeboran sumur baru. Terkadang, langkah penting justru hadir dari penguatan infrastruktur penunjang yang memastikan setiap fasilitas dapat beroperasi secara aman, andal, dan berkelanjutan. Bagi PHR, gardu induk yang kini memiliki kapasitas lebih besar itu bukan sekadar fasilitas kelistrikan. Ia menjadi penggerak di balik operasi lapangan, memastikan energi terus mengalir sehingga produksi migas dari Lapangan Libo dapat terus memberi kontribusi bagi kebutuhan energi Indonesia. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina.
Geledah Rumah Anong, Polisi Buka Peluang Pengembangan Kasus Dugaan Korupsi di Dishub Siak
Polisi menggeledah rumah Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Siak Junaidi alias Anong di Kelurahan Kampung Dalam, Siak, Riau, Senin (13/7) sore.
Bahasa Inggris di Kampus: Mitos atau Realita?
Jakarta, katakabar.com - Ketika membahas modal paling penting untuk bekerja di perusahaan multinasional atau bahkan luar negeri, salah satunya adalah kemampuan berbahasa Inggris. Buktinya, laporan dari Cambridge English menemukan bahwa sekitar 85 persen organisasi internasional di seluruh dunia menggunakan bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa kerja utama mereka. Kabar gembiranya, kamu bisa mengasah skill bahasa Inggris dengan sangat efektif jika memilih kuliah program international di kampus yang menerapkan lingkungan English-only. Memang, apa saja kelebihannya? Keuntungan Kuliah di Kampus Berbahasa Inggris Berkuliah di kampus yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama untuk pembelajaran dan komunikasi akan memberimu banyak manfaat untuk pengembangan karier dalam jangka panjang. Ini dia contohnya! 1. Imersi total untuk mengasah kemampuan Program international di Indonesia mewajibkanmu menggunakan bahasa Inggris dalam setiap aspek kehidupan kampus. Misalnya, saat belajar teori di ruang kelas, berdiskusi dengan teman sekelompok, menulis paper, dan membawakan presentasi di depan dosen. Alhasil, kondisi ini memaksa otakmu untuk terus aktif memproses informasi dalam bahasa asing secara alami. Kemampuan komunikasi verbalmu akan meningkat tajam karena kamu terbiasa mendengar berbagai aksen dari dosen maupun teman-temanmu. Selain itu, kemampuan menulismu juga akan terasah lewat tugas laporan, esai, hingga ujian yang semuanya menuntut standar akademis internasional. 2. Membentuk kepercayaan diri berbahasa Inggris Proses imersi tersebut secara otomatis akan membentuk kepercayaan diri kamu dalam menggunakan bahasa Inggris. Apalagi, kalau kamu selama ini mudah merasa ragu atau takut salah saat berbicara dalam bahasa asing karena kurangnya jam terbang. Namun, lingkungan kuliah program international mengubah rasa takut itu menjadi sebuah kebiasaan yang menyenangkan. Kamu akan menyadari bahwa melakukan kesalahan adalah bagian dari proses belajar yang wajar. Seiring berjalannya waktu, kamu akan jadi lebih lancar saat harus menyampaikan ide atau berdebat dalam forum resmi. Kepercayaan diri ini akan sangat membantumu saat kuliah ke luar negeri, menghadapi wawancara kerja di perusahaan multinasional, atau melakukan presentasi di hadapan klien asing. 3. Paparan terhadap budaya global Selain aspek bahasa, kamu juga akan mendapatkan paparan terhadap budaya global yang sangat kaya. Sebab, kampus internasional biasanya menjadi rumah bagi mahasiswa dari berbagai belahan dunia. Kamu akan berinteraksi dengan teman-teman yang memiliki latar belakang, tradisi, dan cara berpikir yang berbeda-beda. Secara tidak langsung, interaksi harian ini melatih kecerdasan budaya kamu agar lebih adaptif di lingkungan yang beragam. Kamu pun jadi belajar menghargai perbedaan pendapat dan memahami etika pergaulan internasional tanpa harus pergi ke luar negeri terlebih dahulu. 4. Akses mudah ke rujukan berkualitas Sebagian besar jurnal ilmiah, buku teks terbaru, dan hasil riset terkemuka di dunia terbit dalam bahasa Inggris. Nah, kalau kamu sudah terbiasa dengan bahasa ini dalam keseharian kuliah, kamu tidak perlu lagi menunggu versi terjemahan yang sering kali membutuhkan waktu lama. Justru, kamu bisa langsung menyerap informasi terbaru dari sumber aslinya secara cepat dan akurat. Pada akhirnya, pemahaman yang mendalam terhadap literatur global akan membuat kualitas hasil tugas-tugas akademismu menjadi jauh lebih berbobot. 5. Membentuk kemampuan berpikir kritis Kuliah di lingkungan internasional juga sangat efektif untuk mengasah kemampuan critical thinking, lho. Saat kamu mempelajari materi dalam bahasa asing, otakmu bekerja lebih keras untuk menganalisis dan memahami setiap konsep secara mendalam. Selain itu, dosen di kampus internasional biasanya mendorong mahasiswa untuk berani bertanya dan menyanggah argumen dengan landasan logika yang kuat. Kamu akan sering terlibat dalam diskusi kelompok yang menantang kamu untuk memecahkan masalah dari berbagai sudut pandang. Jadi, pola pendidikan seperti ini melatih kamu untuk mengevaluasi tiap informasi secara mendalam lebih dulu. Di Indonesia, kamu bisa menemukan lingkungan belajar ideal seperti ini di BINUS International. Sebab, BINUS International menggunakan bahasa Inggris secara penuh untuk pemaparan materi kuliah di dalam ruang kelas, sehingga suasana belajarnya sangat autentik. Kehadiran banyak mahasiswa internasional dari berbagai negara di Binus International semakin memperkuat nuansa global yang akan kamu rasakan setiap hari. Kamu juga akan didorong untuk rutin melakukan presentasi dalam bahasa asing guna melatih kemampuan berbicara di depan umum secara profesional. Bahkan, ada juga program double degree di kampus luar negeri supaya kamu bisa mendapatkan gelar sarjana lokal dan internasional!
Telkom AI Center Aceh Bekali Generasi Kreatif dengan Pemanfaatan AI Optimasi Konten Medsos
Banda Aceh, katakabar.com - Sebagai upaya meningkatkan kapasitas talenta digital dan ekonomi kreatif di Aceh, Telkom AI Center Aceh gelar “Technical Workshop: Social Media Content Optimization with AI” di Telkom AI Center, Banda Aceh, di pertengahan Juni 2026 lalu. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini menghadirkan puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, pelaku usaha, content creator, desainer grafis, dan pegiat media sosial. Workshop menghadirkan Rahmat Ferdiansyah, seorang content creator dan desainer grafis, yang membagikan berbagai strategi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses kreatif, mulai dari brainstorming ide, desain grafis, pembuatan video, manajemen konten, hingga pengembangan strategi media sosial yang lebih efektif dan efisien. Pada sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai platform dan tools AI seperti Canva, ChatGPT, Notion, dan berbagai aplikasi pendukung lainnya yang kini semakin banyak digunakan oleh para kreator dan praktisi pemasaran digital. AI Mengubah Cara Berkarya di Industri Kreatif Salah satu pesan utama yang disampaikan dalam workshop adalah bagaimana AI telah mengubah cara individu dan organisasi memproduksi konten digital. "Di dunia kreatif saat ini, kita sering dituntut menjadi 'one-man army', menguasai desain, video, copywriting, hingga strategi media sosial. AI membantu mempercepat banyak proses tersebut sehingga kreator dapat lebih fokus pada ide dan strategi," ujar Rahmat Ferdiansyah ketika sesi pemaparan. Peserta juga diajak memahami bagaimana AI dapat digunakan untuk mempercepat proses editing video, menghasilkan ide konten, membuat desain visual, hingga melakukan riset kompetitor dan tren media sosial. Pentingnya Human Oversight Pemanfaatan AI Meski AI memberikan banyak kemudahan, workshop ini juga menekankan pentingnya pengawasan manusia atau human oversight dalam setiap proses kreatif. Pemateri mengingatkan bahwa AI masih memiliki keterbatasan dan berpotensi menghasilkan kesalahan apabila digunakan tanpa proses validasi. Salah satu contoh yang dibahas adalah kasus kesalahan visual pada lambang Garuda yang sempat menjadi perhatian publik dan menunjukkan pentingnya pengecekan ulang terhadap hasil yang dihasilkan oleh AI. "AI adalah alat bantu yang luar biasa, tetapi kreativitas, pertimbangan, dan validasi manusia tetap tidak dapat digantikan. Kita harus memastikan bahwa setiap konten yang dipublikasikan tetap akurat, relevan, dan sesuai dengan identitas merek," jelas Rahmat. Strategi Konten Efektif di Era Algoritma Workshop juga membahas berbagai strategi pengelolaan media sosial di tengah perubahan algoritma platform digital. Peserta diperkenalkan pada dua pendekatan utama dalam membangun merek di media sosial, yaitu Virality Chaser, yang fokus mengejar trend dan viralitas, serta Brand Purist, yang lebih menekankan konsistensi identitas merek. Diskusi juga mencakup strategi konten khusus untuk platform seperti Instagram dan TikTok, pentingnya membuat hook yang kuat, memanfaatkan tren yang sedang berkembang, serta melakukan analisis kompetitor untuk meningkatkan performa konten. Selain itu, peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai deteksi konten AI oleh platform media sosial, penjadwalan konten, dan peluang otomatisasi dalam proses pembuatan konten digital. Mendorong Lahirnya Kreator Digital di Aceh Sebagai bagian dari sesi praktik, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk merancang konsep merek dan strategi eksekusi media sosial mereka sendiri. Hasil dari setiap kelompok akan dikumpulkan dan disusun menjadi portofolio bersama sebagai bahan pembelajaran dan tindak lanjut program. "Kami ingin mendorong lahirnya lebih banyak talenta kreatif dan content creator di Aceh yang tidak hanya mampu memanfaatkan AI, tetapi juga memahami strategi dan etika dalam penggunaannya. AI harus menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas, bukan menggantikan peran manusia," timpal Jurnalis JH, Business and Community Lead Telkom AI Connect Aceh. Melalui kegiatan ini, Telkom AI Center Aceh berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program literasi digital dan pengembangan keterampilan di bidang kecerdasan buatan, pemasaran digital, dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang berkelanjutan di Aceh.
Kadishub Kena OTT, Muncul Papan Bunga Dukungan Dari 'PNS Siak TPP 50%' Untuk Polres Siak
Papan bunga berisi narasi ucapan terima kasih terhadap Polres Siak karena telah mengungkap kasus korupsi dengan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Siak Junaidi alias Anong.
Tim Opsnal Polsek Mandau Gasak Lima Pria Penyalahgunaan Sabu di Kost-kostan Simpang Padang
Bathin Solapan, katakabar.com - Tim Opsnal Kepolisian Sektor (Polsek) Mandau gasak lima orang pria diduga penyalahgunaan narkotika golongan I jenis sabu, di kawasan Jalan Sultan Syarif Kasim, persis di sebuah kost belakang salah satu rumah makan, Desa Simpang Padang, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau, Sabtu (11/7) sekitar pukul 21.30 WIB. Kapolsek Mandau, AKP I Made Pasek, melalui Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan Senin (13/7), mengatakan pengungkapan dugaan penyalahgunaan narkotika golongan I jenis sabu berawal informasi dari laporan masyarakat melalui WhatsApp Kapolres Bengkalis mengenai adanya penyalahgunaan narkotika jenis sabu di belakang salah satu rumah makan di sebuag Kost Jalan Sultan Syarif Kasim Desa Simpang Padang, Kecamatan Bathin Solapan, Sabtu (11/7) sekitar pukul 21.30 WIB. "Kelima terduga pelaku masing-masing bernama MD alias M 45 tahun, AP alias A 24 tahun, TC alias T 45 tahun, HKP alias H 27 tahun, dan SL alias S 43 tahun," jelas Betty. Dari situ, ujar Kasi Humas Polsek Mandau, tim opsnal Polsek Mandau mengamankan para pelaku beserta barang bukti berupa laporan masyarakat Dan hasil cek urine positif. Selanjutnya, tim opsnal membawa kelima pelaku ke Mapolsek Mandau guna di lakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. "Kepada kelima pelaku disangkakan Pasal 114 ayat (1)Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo pasal 609 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2026 tentang tentang penyesuaian pidana," imbuhnya. Untuk itu, imbau Betty Dumauli S, bila masyarakat membutuhkan kehadiran petugas kepolisian seger hubungi Call Center 110. Polres Bengkalis Polsek Mandau berkomitmen untuk melakukan penegakan hukum secara cepat, tegas, profesional, dan tuntas.
Riset Fahsul Falah: Budaya Organisasi Faktor Kunci Penguatan E-Government di BSKDN
Jakarta, katakabar.com - Transformasi digital pemerintahan tidak hanya ditentukan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia dan budaya kerja di dalam organisasi. Hal tersebut menjadi temuan utama dalam penelitian Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si. yang mengkaji pengaruh learning organization, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi terhadap e-government serta implikasinya pada efektivitas Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di BSKDN Kemendagri. Penelitian ini menegaskan keberhasilan digitalisasi birokrasi membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya berbasis infrastruktur teknologi, tetapi juga pada aspek kelembagaan dan perilaku organisasi. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variabel utama, yakni learning organization, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi secara simultan memberikan kontribusi sebesar 61 persen terhadap penguatan e-government di lingkungan organisasi yang diteliti. Dari ketiga variabel tersebut, budaya organisasi menjadi faktor dengan pengaruh paling besar, yakni 22,22 persen, disusul learning organization sebesar 21,33 persen dan kompetensi pegawai sebesar 19,58 persen. Temuan ini menunjukkan perubahan digital di sektor pemerintahan sangat dipengaruhi oleh pola pikir, nilai, dan kebiasaan kerja aparatur, selain kemampuan teknis dan sistem pembelajaran organisasi. “Transformasi digital tidak bisa dipahami hanya sebagai pengadaan sistem atau aplikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana organisasi membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan terbuka terhadap perubahan,” ujar Fahsul Falah. E-Government Penghubung Transformasi SPBE Penelitian ini juga menempatkan e-government sebagai variabel mediasi yang menjembatani hubungan antara faktor internal organisasi dengan efektivitas SPBE. Hasil analisis menunjukkan seluruh hubungan antarvariabel bersifat positif, yang berarti peningkatan pada learning organization, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi akan memperkuat implementasi e-government, yang pada akhirnya berdampak pada efektivitas SPBE. Model ini memperlihatkan bahwa e-government memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kapasitas organisasi dengan keberhasilan transformasi digital pemerintahan. “SPBE yang efektif membutuhkan keselarasan antara teknologi, manusia, dan budaya organisasi. Tanpa itu, digitalisasi hanya berhenti pada penggunaan sistem, bukan perubahan tata kelola,” tambahnya. Urutan Transformasi Organisasi Dalam analisis konseptualnya, penelitian ini juga menegaskan bahwa transformasi birokrasi paling realistis dilakukan melalui tiga tahap berurutan: penguatan kompetensi pegawai, pembentukan budaya organisasi adaptif, dan pengembangan learning organization. Tahap pertama dimulai dari peningkatan kompetensi ASN sebagai fondasi utama. Tahap ini mencakup kompetensi teknis, manajerial, digital, dan sosial-kultural. Tahap kedua adalah membangun budaya organisasi yang mendukung kolaborasi, inovasi, dan keterbukaan terhadap perubahan. Peran kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi transformasi. Tahap ketiga adalah membangun organisasi pembelajar yang mampu menginstitusionalisasikan proses pembelajaran melalui berbagi pengetahuan, mentoring, evaluasi pengalaman, dan pengelolaan pengetahuan secara berkelanjutan. Relevansi bagi Pemerintah Daerah Penelitian ini juga menyoroti implementasi pada pemerintah daerah yang memiliki keterbatasan anggaran, infrastruktur, dan kompetensi pegawai. Dalam konteks tersebut, mekanisme learning organization tidak selalu harus berbasis teknologi tinggi, tetapi dapat dilakukan melalui pendekatan sederhana seperti coaching, mentoring, komunitas praktik, dan evaluasi rutin. Hasil penelitian menunjukkan dalam kondisi keterbatasan, budaya organisasi adaptif justru menjadi faktor yang semakin menentukan keberhasilan transformasi digital. “Daerah dengan sumber daya terbatas tetap dapat mendorong transformasi jika mampu membangun budaya kerja yang adaptif dan memaksimalkan pembelajaran berbasis pengalaman,” jelas Fahsul. Metodologi dan Validasi Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus terhadap seluruh ASN di BSKDN. Analisis data dilakukan menggunakan path analysis untuk menguji hubungan antarvariabel. Instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel, dengan nilai Cronbach Alpha di atas 0,7. Hasil kuantitatif juga diperkuat melalui expert judgement dari akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan. Menurut Fahsul, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik sekaligus rujukan praktis dalam memperkuat implementasi SPBE di Indonesia. “Intinya, keberhasilan transformasi digital bukan hanya soal sistem, tetapi soal bagaimana organisasi belajar, beradaptasi, dan membangun budaya kerja yang tepat,” tandasnya.