Investor Kripto Capai 22,4 Juta, Potensi Pasar Indonesia Makin Besar Ekonomi
Ekonomi
7 jam yang lalu

Investor Kripto Capai 22,4 Juta, Potensi Pasar Indonesia Makin Besar

Jakarta, katakabar.com - Industri aset kripto Indonesia masih menunjukkan potensi pertumbuhan sepanjang 2026. Peningkatan nilai transaksi, bertambahnya jumlah konsumen, serta penguatan regulasi menjadi penopang perkembangan ekosistem aset digital nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto di pasar spot mencapai Rp122,02 triliun secara year-to-date hingga Mei 2026. Pada Mei saja, transaksi tercatat sebesar Rp23,01 triliun, naik tipis 0,11 persen dibandingkan April 2026 sebesar Rp22,98 triliun. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, mengatakan kepercayaan konsumen terhadap industri masih terjaga. “Di tengah fluktuasi nilai transaksi yang terjadi, kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital termasuk aset kripto Indonesia masih terjaga dengan baik,” ujar Adi dalam Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK hasil Rapat Dewan Komisioner Bulan Juni 2026, Selasa (7/7) lalu. OJK juga mencatat jumlah akun konsumen aset kripto telah mencapai 22,4 juta akun hingga Mei 2026. Jumlah itu tumbuh 3,17 persen secara month-to-date. Pasar Domestik Tetap Tumbuh Pertumbuhan industri di Indonesia berlangsung ketika pasar kripto global masih mengalami tekanan. Laporan CoinGecko Q1 2026 mencatat kapitalisasi pasar kripto global turun 20,4 persen secara kuartalan menjadi US$2,4 triliun. Volume perdagangan spot pada 10 bursa kripto terpusat terbesar dunia juga turun 39,1 persen menjadi US$2,7 triliun. Namun, kapitalisasi stablecoin tetap bertahan di sekitar US$309,9 miliar, menunjukkan likuiditas pasar masih terjaga. Kondisi tersebut menunjukkan pasar Indonesia masih memiliki daya tahan dan ruang ekspansi, terutama dengan basis pengguna yang terus bertambah.  BTSE Indonesia Siap Ramaikan Industri Melihat potensi pasar tersebut mendorong BTSE Group meluncurkan BTSE Indonesia melalui joint venture dengan PT Aset Kripto Internasional. Perusahaan ini merupakan hasil rebranding NVX dan telah memperoleh izin OJK sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital. Dalam kerja sama tersebut, BTSE Group menyediakan infrastruktur perdagangan, teknologi, dan likuiditas. Sementara itu, tim lokal akan berfokus pada akuisisi pengguna, pemasaran, penjualan, serta kemitraan strategis. Chief Strategy Officer BTSE Indonesia, Stephanie Kusnadi, menilai perpaduan antara pemahaman pasar lokal dan dukungan teknologi global menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menghadirkan layanan perdagangan aset digital yang aman, kompetitif, serta sesuai dengan regulasi di Indonesia. “Dengan keahlian lokal yang mendalam serta dukungan dari salah satu exchange global terkemuka, BTSE Indonesia berada pada posisi yang unik untuk menghadirkan platform perdagangan yang aman, kompetitif, dan sepenuhnya mematuhi regulasi lokal,” kata Stephanie. Dorong Kolaborasi dan Program Pengguna BTSE Indonesia juga akan berkolaborasi dengan regulator, komunitas, dan pelaku industri untuk memperkuat edukasi serta pengembangan ekosistem kripto nasional. Perusahaan menyiapkan biaya perdagangan yang lebih rendah di Indonesia, rewards pengguna baru dengan total nilai hingga US$330, program afiliasi yang cukup kompetitif di Industri dan referral tertinggi di industri. Selain itu, BTSE Indonesia juga mempunyai lebih dari 200+ aset (tersedia dalam pairings IDR dan USDT), serta layanan deposit seperti QRIS, OVO dan VA bank lainnya dan khusus pengguna baru, akan langsung mendapatkan $20 BTSE Cash in rewards. Pengguna juga bisa mendapatkan rewards melalui activity “First Trade Experience” cukup dengan memberikan pengalaman pertamanya menggunakan aplikasi BTSE Indonesia. BTSE Indonesia sudah tersedia di Apps Store dan Google Play Store.

9 jam yang lalu

Mengapa IDBW 2026 di JICC Jadi Investasi Bisnis Paling Strategis 2026

Jakarta, katakabar.com - Indonesia kini tengah bergerak cepat menjadi pusat keuangan digital baru di Asia Tenggara. Sebagai respons terhadap momentum tersebut, gelaran Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026 yang akan berlangsung pada 12 hingga 13 Agustus 2026 di JICC hadir sebagai titik temu bisnis paling strategis tahun ini. Ajang ini menjadi kesempatan krusial bagi para pemimpin perusahaan dan investor untuk membangun jaringan eksklusif langsung dengan para pembuat keputusan global, sekaligus mengeksekusi peluang komersial nyata dari tren adopsi DeFi serta tokenisasi aset dunia nyata (Real-World Asset/RWA) Fase spekulasi di pasar Web3 global perlahan mulai usai. Menariknya, Indonesia justru bergerak cepat mengambil tongkat estafet untuk menjadi pusat keuangan digital baru di Asia Tenggara. Transisi aset kripto menjadi komersial di bawah regulasi formal saat ini bukan lagi sekadar eksperimen teknologi, melainkan realitas ekonomi baru yang wajib diantisipasi oleh para pelaku industri. Melihat pertumbuhan pasar domestik yang terus melonjak dalam berbagai laporan global, Jakarta kini resmi menjadi magnet baru bagi masuknya modal institusional internasional. Merespons momentum besar tersebut, Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026 kembali digelar pada 12–13 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Usung tema “Turning Infrastructure into Impact”, gelaran tahun ini dirancang sebagai titik temu strategis bagi para pemimpin korporasi, investor, dan pembuat kebijakan untuk mengeksekusi peluang bisnis riil. Bagi eksekutif perusahaan dan founders, hadir di IDBW 2026 menjadi langkah komersial paling krusial tahun ini. Berikut adalah tiga alasan utamanya: 1. Memangkas Birokrasi Lewat Jalur Networking Langsung Membangun koneksi bisnis lewat platform digital sering kali terbentur dinding birokrasi yang kaku. Di JICC, hambatan tersebut dipangkas. Menghadirkan lebih dari 100 pembicara internasional, acara ini membuka akses langsung bagi para pelaku bisnis lokal untuk berdiskusi, bernegosiasi, dan membangun kemitraan strategis dengan para pendiri protokol global serta investor institusi di area eksklusif seperti VIP Lounge. 2. Fokus pada Dampak Riil: Tokenisasi RWA dan DeFi IDBW 2026 menggeser fokus industri dari yang tadinya sekadar membahas potensi teknologi menjadi pembuktian hasil ekonomi yang nyata. Salah satu topik utama yang akan dibedah adalah implementasi Real-World Asset (RWA) atau tokenisasi aset dunia nyata serta Decentralized Finance (DeFi) institusional. Sesi ini akan mengupas tuntas bagaimana perusahaan dapat memanfaatkan efisiensi blockchain untuk mengoptimalkan likuiditas aset tanpa harus terjebak dalam kerumitan teknis di balik layarnya. 3. Membaca Arah Tren Pasar dan Strategi Pendanaan Hadir di acara ini memberikan kesempatan bagi para pelaku bisnis untuk membaca arah tren pasar Web3 dan blockchain menjelang tahun 2027 sebelum menjadi konsumsi publik. Bagi investor, forum ini menjadi ruang yang tepat untuk memantau langsung proyek-proyek digital paling potensial di Asia Tenggara sekaligus bertemu dengan para inovator di balik proyek tersebut. Informasi Pendaftaran: Jangan hanya menjadi penonton dari balik meja kerja. Pendaftaran tiket saat ini telah dibuka bagi perusahaan, investor, dan inovator digital yang ingin mengamankan posisi strategis di pusat ekonomi digital Asia Tenggara. Amankan Akses IDBW 2026 Sekarang Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan tiket, silakan kunjungi situs resmi di www.indonesiablockchainweek.comatau ikuti akun resmi LinkedIn Indonesia Blockchain Week.

Indonesia ION Membangun Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Nasional Internasional
Internasional
10 jam yang lalu

Indonesia ION Membangun Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Nasional

Jakarta, katakabar.com - Indonesia dan India menandai babak baru dalam kemitraan strategis di bidang ekonomi digital melalui peluncuran Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur perdagangan digital terbuka berskala nasional yang dirancang untuk membangun pasar digital yang interoperabel. Melalui ION, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, koperasi, pasar tradisional, hingga pelaku usaha lokal dapat melakukan transaksi lintas berbagai aplikasi dan platform tanpa terikat pada satu ekosistem digital tertentu. Peluncuran ION merupakan salah satu pengumuman strategis yang disambut langsung oleh Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India, Narendra Modi dalam kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia. Inisiatif ini merupakan implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Pengembangan Digital yang ditandatangani kedua negara pada Januari 2025, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi di bidang Digital Public Infrastructure (DPI), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan inovasi digital. Dalam Pernyataan Bersama kedua pemimpin, Indonesia Open Network (ION), yang dikembangkan berdasarkan arsitektur Open Network for Digital Commerce (ONDC) milik India, dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun pasar digital yang terbuka dan saling terhubung. Melalui pendekatan ini, UMKM, petani, koperasi, dan pelaku usaha lokal dapat menjangkau lebih banyak pasar melalui berbagai aplikasi dan platform tanpa harus bergantung pada satu platform e-commerce tertentu. Peluncuran ION menjadi salah satu kolaborasi paling strategis di Asia Tenggara dalam membangun Digital Public Infrastructure (DPI) untuk sektor perdagangan. Inisiatif ini mempertemukan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), APINDO, SMESCO Indonesia, konsorsium pakar Digital Public Infrastructure dan perusahaan teknologi dari India yang berkontribusi dalam pengembangan ONDC, bersama Indonesia Open Network (ION) beserta para mitra ekosistemnya untuk membangun fondasi baru perdagangan digital Indonesia. Beberapa bulan mendatang, lebih banyak kementerian, penyedia layanan, serta pelaku industri akan bergabung untuk memperkuat ION sebagai infrastruktur dasar ekonomi digital Indonesia. Memberdayakan UMKM Indonesia Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di dunia. Tetapi, jutaan UMKM, petani, koperasi, dan pelaku usaha informal masih menghadapi berbagai hambatan struktural yang membatasi partisipasi mereka dalam ekonomi digital. Fragmentasi marketplace, sistem logistik yang belum terintegrasi, kebutuhan integrasi teknologi yang kompleks, keterbatasan akses pembiayaan, hingga tingginya biaya memperoleh pelanggan masih menjadi tantangan utama, terutama bagi pelaku usaha di daerah. Implementasi ION dilakukan melalui kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra teknologi. Bersama Kementerian UMKM, ION memperkuat inisiatif nasional SAPA UMKM melalui PASAR SAPA, sebuah lapisan perdagangan digital interoperabel yang mengembangkan platform UMKM milik pemerintah menjadi ekosistem transaksi digital yang lebih komprehensif. Melalui kerja sama ini, UMKM yang terdaftar akan memperoleh akses ke jaringan pembeli, penyedia logistik, sistem pembayaran digital, layanan pembiayaan, asuransi, hingga berbagai layanan pendukung usaha lainnya melalui arsitektur jaringan terbuka. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, mengatakan Visi kami adalah memastikan setiap UMKM Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, tanpa memandang ukuran maupun lokasi usahanya. Melalui SAPA UMKM dan Indonesia Open Network, kami membangun ekosistem terbuka yang menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, layanan logistik, pembiayaan, layanan publik yang terintegrasi, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana Digital Public Infrastructure dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Di tingkat komunitas, ION Hyperlokal akan menghubungkan desa, kecamatan, pasar tradisional, koperasi, petani, serta penyedia layanan lokal ke dalam ekosistem ekonomi digital berbasis wilayah. Model ini memungkinkan transaksi perdagangan, distribusi logistik, dan layanan lainnya dipenuhi dari dalam komunitas setempat sekaligus membuka akses menuju pasar nasional. Sementara, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendukung pengembangan ekosistem ION dengan mendorong partisipasi komunitas inovasi digital Indonesia, termasuk pengembang aplikasi, startup, dan penyedia layanan digital agar menjadi bagian dari infrastruktur digital nasional yang interoperabel. Membangun Infrastruktur Digital Bersama Indonesia Open Network hadir bukan sebagai platform e-commerce baru, melainkan sebagai infrastruktur digital bersama yang memungkinkan berbagai marketplace, aplikasi, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, dan layanan digital saling terhubung dalam satu jaringan terbuka. Dengan pendekatan ini, pelaku usaha hanya perlu melakukan satu kali integrasi untuk dapat berpartisipasi dalam ekosistem digital yang terus berkembang. Prinsip utama ION adalah: Join Once. Sell Everywhere. Dengan memisahkan fungsi infrastruktur digital dari aplikasi komersial, ION mendorong inovasi, meningkatkan persaingan yang sehat, menurunkan biaya teknologi, serta memberikan pilihan yang lebih luas bagi pelaku usaha maupun konsumen. Infrastruktur Digital yang Dirancang untuk Indonesia Mengacu pada pengalaman India melalui ONDC, Indonesia mengembangkan ION dengan menyesuaikannya pada kebutuhan nasional, karakteristik ekonomi, serta prioritas pembangunan Indonesia. Alih-alih menyalin model India, Indonesia mengadaptasi prinsip jaringan terbuka untuk memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif, kedaulatan digital, serta pemanfaatan AI dalam skala nasional. Managing Director dan CEO ONDC sekaligus Anggota Dewan Penasihat Indonesia Open Network, T Koshy, menimpali keberhasilan jaringan digital terbuka tidak terletak pada meniru model negara lain, melainkan mengadaptasi prinsip-prinsip yang telah terbukti sesuai dengan kebutuhan lokal. Indonesia berhasil mengembangkan pendekatan nasionalnya sendiri yang mencerminkan kondisi ekonomi, institusi, dan cita-cita pembangunan nasional. Kami merasa terhormat dapat mendukung perjalanan penting ini. Kolaborasi Seluruh Ekosistem ION dibangun atas keyakinan bahwa keberhasilan Digital Public Infrastructure hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra teknologi. Sebagai representasi dunia usaha nasional, APINDO bekerja sama dengan ION untuk memperluas partisipasi pelaku usaha sekaligus mempercepat adopsi jaringan terbuka di berbagai sektor industri. Melalui interoperabilitas, pelaku usaha dari berbagai skala dapat menikmati biaya transaksi yang lebih rendah, akses pasar yang lebih luas, dan konektivitas digital yang lebih baik. Ketua Dewan Penasihat Indonesia Open Network sekaligus Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani, menerangkan Sektor swasta telah lama memahami bahwa interoperabilitas merupakan kunci menuju tahap berikutnya dalam perkembangan ekonomi digital Indonesia. ION membangun infrastruktur bersama yang menurunkan hambatan inovasi, mengurangi biaya usaha, dan membuka peluang bagi perusahaan dari berbagai skala untuk berkembang dalam perdagangan digital. APINDO bangga mendukung inisiatif nasional ini. Sebagai bagian dari implementasi ION, SMESCO Indonesia dan PT Chairos International Ventures juga menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperluas partisipasi digital UMKM, meningkatkan akses pasar, memperkuat inklusi keuangan, serta mengembangkan kapasitas usaha melalui berbagai program implementasi dan pengembangan ekosistem. Babak Baru Kemitraan Strategis Indonesia dan India Peluncuran Indonesia Open Network menjadi salah satu implementasi nyata pertama dari kemitraan Indonesia dan India di bidang pengembangan digital. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana kerja sama strategis antarnegara dapat menghasilkan infrastruktur digital yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas. Dengan memadukan visi Indonesia dalam membangun ekonomi yang inklusif serta pengalaman India dalam mengembangkan Digital Public Infrastructure, kedua negara menghadirkan model baru kolaborasi internasional yang berlandaskan keterbukaan, interoperabilitas, inovasi bersama, dan kesejahteraan bersama. Chief Executive Officer PT Chairos International Ventures, Sachin Gopalan, menekankan ION bukan sekadar platform e-commerce baru, melainkan infrastruktur digital bersama yang memungkinkan seluruh marketplace, perusahaan logistik, penyedia pembayaran, perbankan, dan aplikasi bisnis saling terhubung. Dengan memisahkan infrastruktur dari aplikasi, Indonesia sedang membangun ekonomi digital yang mendorong kolaborasi sebagai sumber inovasi. Peran Chairos adalah mempertemukan pemerintah, industri, mitra teknologi, dan para ahli internasional untuk mewujudkan visi ini menjadi ekosistem nasional yang pada akhirnya dimiliki oleh Indonesia." Menuju Indonesia Emas 2045 Seiring langkah Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045, Digital Public Infrastructure akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Indonesia Open Network bukan sekadar inisiatif teknologi, tetapi awal dari arsitektur baru ekonomi digital Indonesia, di mana interoperabilitas menggantikan fragmentasi, kolaborasi menggantikan eksklusivitas, dan Digital Public Infrastructure menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Bersama, Indonesia dan India menunjukkan bagaimana kemitraan strategis dapat membangun infrastruktur digital terbuka yang memperluas peluang, memperkuat kedaulatan digital, dan menghadirkan kesejahteraan bagi jutaan masyarakat. Tentang Indonesia Open Network (ION) Indonesia Open Network (ION) merupakan Digital Public Infrastructure (DPI) nasional Indonesia untuk perdagangan digital yang dibangun menggunakan arsitektur jaringan terbuka dan dirancang khusus sesuai kebutuhan Indonesia. ION memungkinkan aplikasi pembeli, aplikasi penjual, penyedia layanan logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, serta berbagai layanan digital untuk saling terhubung melalui satu infrastruktur nasional bersama. Melalui prinsip "Join Once. Sell Everywhere.", ION memperluas akses pasar, menurunkan hambatan bagi pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Tentang PT Chairos International Ventures PT Chairos International Ventures merupakan perusahaan pengembangan venture dan inovasi strategis asal Indonesia yang berperan sebagai incubation agency bagi Indonesia Open Network (ION). Chairos bekerja sama dengan pemerintah, pelaku industri, mitra teknologi, serta berbagai organisasi internasional dalam mengembangkan Digital Public Infrastructure dan ekosistem inovasi yang mendukung percepatan transformasi digital Indonesia.

Godrej Perkuat Investasi di Indonesia, Bidik Generasi Digital Lewat Produk Relevan Kebutuhan Konsumen Ekonomi
Ekonomi
10 jam yang lalu

Godrej Perkuat Investasi di Indonesia, Bidik Generasi Digital Lewat Produk Relevan Kebutuhan Konsumen

Jakarta, katakabar.com - Indonesia terus jadi pasar strategis bagi perusahaan multinasional India, Godrej Consumer Products Limited (GCPL). Dengan pertumbuhan bisnis yang konsisten selama lebih dari satu dekade, Godrej kini semakin memperkuat komitmennya melalui peningkatan investasi, penguatan produksi lokal, hingga strategi pemasaran yang berfokus pada generasi digital. Hal tersebut disampaikan Rajesh Sethuraman, CEO Godrej Indonesia, dalam wawancara bersama Mercy Widjaja, di pekan kedua Juli 2026 lalu. Menurutnya, Indonesia tidak hanya menjadi salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga telah berkembang menjadi operasi terbesar kedua GCPL di luar India, sekaligus salah satu kontributor penting bagi pertumbuhan global perusahaan. Didirikan di Mumbai pada 1897 lampau, Godrej telah berevolusi dari produsen kunci mekanis menjadi salah satu konglomerasi terbesar di India. Melalui Godrej Consumer Products Limited (GCPL), perusahaan menghadirkan berbagai produk kebutuhan sehari-hari yang kini dipasarkan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Godrej memasuki pasar Indonesia melalui proses akuisisi pada tahun 2010. Sejak saat itu, bisnis perusahaan telah berkembang hingga empat sampai lima kali lipat dibandingkan saat pertama kali beroperasi di Tanah Air. "Kami terus bertumbuh karena fokus pada kebutuhan konsumen Indonesia. Produk yang kami kembangkan diproduksi secara lokal sehingga lebih relevan, kompetitif, dan berkelanjutan," ujar Rajesh Sethuraman. Saat ini sekitar 75 persen komponen produk Godrej telah menggunakan bahan baku lokal, melampaui ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Tingginya kandungan lokal tersebut membuat perusahaan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus meningkatkan efisiensi produksi. Sebagai bentuk komitmen jangka panjang di Indonesia, Godrej juga tengah menyelesaikan pembangunan fasilitas produksi baru di Kendal, Jawa Tengah, yang ditargetkan mulai beroperasi dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Pabrik tersebut akan memperkuat kapasitas produksi berbagai kategori produk rumah tangga, mulai dari obat nyamuk, pengharum ruangan, pembersih toilet, pembersih lantai, hingga produk perawatan bayi. Fokus Kategori Potensi Pertumbuhan Tinggi Alih-alih bersaing di pasar yang sudah jenuh, Godrej memilih mengembangkan kategori produk yang masih memiliki ruang pertumbuhan besar atau under-indexed categories. Strategi tersebut membuahkan hasil positif. Saat ini Godrej berhasil menjadi pemimpin pasar pada tiga kategori utama, yaitu baby wipes, pengharum ruangan, dan produk pengendali serangga rumah tangga. Ke depan, perusahaan juga akan memperluas portofolionya ke kategori pewarna rambut (hair color). Menurut Rajesh, keberhasilan tersebut tidak hanya diukur melalui pertumbuhan penjualan, tetapi juga dari meningkatnya volume dan profitabilitas perusahaan yang menunjukkan semakin tingginya relevansi produk di mata konsumen Indonesia. Indonesia Menjadi Prioritas Strategis Bagi Godrej, Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi ekonomi digital terbesar di dunia. Rajesh menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sekitar 300 juta penduduk dengan lebih dari 180 juta konsumen aktif berbelanja secara online, menjadikannya salah satu pasar e-commerce paling dinamis secara global. Perubahan perilaku konsumen juga semakin dipengaruhi oleh dominasi Generasi Z dan Milenial, yang kini menjadi kelompok dengan daya beli terbesar. "Internet telah menjadi titik pertama konsumen menemukan sebuah produk. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan rekomendasi keluarga atau orang terdekat, tetapi juga mencari inspirasi melalui media sosial," jelasnya. Masyarakat Indonesia diketahui menghabiskan sekitar tiga hingga enam jam setiap hari di media sosial. Kondisi tersebut membuat kehadiran merek di platform digital menjadi sama pentingnya dengan media konvensional seperti televisi maupun billboard. Lantaran itu, Godrej terus memperkuat strategi pemasaran digitalnya melalui media sosial dan platform e-commerce guna memastikan produknya tetap relevan dengan gaya hidup konsumen masa kini. Optimistis pada Masa Depan Indonesia Dengan kombinasi produksi lokal yang kuat, investasi berkelanjutan, inovasi produk, serta strategi pemasaran berbasis digital, Godrej melihat Indonesia sebagai salah satu motor pertumbuhan terpenting bagi perusahaan secara global. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia sekaligus memperluas kontribusinya terhadap pertumbuhan industri manufaktur dan ekonomi digital nasional.

Kapolres Kepulauan Meranti Berganti, AKBP Gede PAS Resmi Lanjutkan Tongkat Estafet Kepemimpinan Hukrim
Hukrim
11 jam yang lalu

Kapolres Kepulauan Meranti Berganti, AKBP Gede PAS Resmi Lanjutkan Tongkat Estafet Kepemimpinan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti gelar acara kenal pamit Kapolres dari AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. kepada pejabat baru AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita, S.I.K., di Mapolres Kepulauan Meranti, Sabtu (18/7). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para kepala OPD, camat, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Kepulauan Meranti, Ketua MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), serta insan pers. AKBP Aldi Alfa Faroqi, Kapolres lama, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh Forkopimda, jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, media, dan seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan selama dirinya mengemban amanah sebagai Kapolres Kepulauan Meranti. Ia mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Kabupaten Kepulauan Meranti setelah mengabdi selama kurang lebih satu tahun tiga bulan. "Hari yang berat saya lalui karena hati saya tertanam di wilayah Meranti. Banyak pengalaman dan kenangan berharga yang akan selalu kami ingat. Kekompakan Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," ujar AKBP Aldi. Sedang, Kapolres Kepulauan Meranti baru, AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita, memperkenalkan diri sekaligus memohon doa dan dukungan agar dapat menjalankan amanah dengan baik. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti. "Kami mohon diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Kepulauan Meranti. Kami berharap dukungan, masukan, serta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat agar tugas dan tanggung jawab ini dapat kami jalankan dengan sebaik-baiknya," ucapnya. Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar,  menyampaikan apresiasi atas dedikasi AKBP Aldi Alfa Faroqi selama bertugas di Kepulauan Meranti serta mengucapkan selamat datang kepada AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita. Menurutnya, sinergitas antara Polres Kepulauan Meranti dengan Pemerintah Daerah selama ini telah terjalin sangat baik dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung berbagai program pembangunan daerah. Ketua Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, turut ucapkan selamat datang kepada Kapolres baru melalui pantun Melayu, sekaligus mengajak untuk terus menjaga nilai-nilai persatuan, kebersamaan, dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kepulauan Meranti. Acara kenal pamit berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Kegiatan ditutup dengan pemberian cendera mata kepada pejabat lama, sesi foto bersama, serta ramah tamah sebagai simbol penghormatan atas pengabdian AKBP Aldi Alfa Faroqi sekaligus penyambutan kepada AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita sebagai Kapolres Kepulauan Meranti yang baru.

Monday Momentum: Atasi Kecemasan Pembukaan Pasar dan Mulai Pekan Trading dengan Disiplin Ekonomi
Ekonomi
15 jam yang lalu

Monday Momentum: Atasi Kecemasan Pembukaan Pasar dan Mulai Pekan Trading dengan Disiplin

Jakarta, katakabar.com - Pagi hari di awal pekan selalu menghadirkan atmosfer yang berbeda bagi para pelaku pasar finansial di seluruh dunia. Setelah jeda libur akhir pekan, berbunyinya bel pembukaan bursa global pada hari Senin sering kali memicu lonjakan adrenalin dan kecemasan tersendiri. Layar monitor yang kembali dipenuhi oleh grafik yang berkedip aktif dan fluktuasi angka yang cepat tak jarang memancing hasrat untuk segera melakukan transaksi. Tetapi, awal pekan justru menjadi waktu yang paling krusial untuk menguji kendali diri, di mana langkah pertama yang Anda ambil pada hari Senin akan sangat menentukan konsistensi portofolio Anda hingga hari Jumat nanti. Menyaring Kebisingan Sesi Awal dan Menghindari Jebakan Impulsif Fase awal pembukaan pasar pada Senin pagi, terutama selama berlangsungnya sesi perdagangan Asia, kerap kali diwarnai oleh volatilitas yang tidak menentu. Hal ini terjadi karena pasar sedang mencerna dan merefleksikan seluruh akumulasi berita, rumor, atau isu geopolitik yang berkembang sepanjang libur akhir pekan. Bagi mereka yang masih dalam tahap belajar trading, kondisi ini sering kali menjebak. Melihat pergerakan harga aset yang tiba-tiba melompat naik atau merosot tajam di awal hari dapat menimbulkan kepanikan digital, yang memicu trader untuk membuka posisi secara terburu-buru tanpa adanya konfirmasi analisis yang matang. Menghadapi situasi ini, trader profesional umumnya memilih untuk bersikap tenang dan memberikan waktu bagi pasar untuk membentuk strukturnya terlebih dahulu. Langkah terbaik di hari Senin bukanlah mengejar ke mana arah harga melompat, melainkan membuka kembali rencana perdagangan yang telah disusun sebelumnya dengan kepala dingin. Dengan tetap berpegang teguh pada level-level batasan yang objektif, Anda dapat menyaring kebisingan pasar jangka pendek dan hanya akan mengeksekusi transaksi apabila kondisi pasar benar-benar telah memenuhi syarat sistem perdagangan Anda. Membangun Konsistensi Jangka Panjang Lewat Manajemen Risiko Memulai pekan perdagangan dengan pondasi yang sehat membutuhkan kedisiplinan absolut dalam penempatan ukuran modal. Mengingat perjalanan pasar masih sangat panjang selama lima hari ke depan, sangat tidak bijaksana untuk mempertaruhkan porsi modal yang terlalu besar pada transaksi pertama di hari Senin. Prinsip dasar pengelolaan dana yang aman menyarankan agar setiap posisi yang dibuka melalui sistem trading online selalu disertai dengan sabuk pengaman otomatis berupa pembatasan kerugian (stop loss) guna mengantisipasi pergerakan arah pasar yang berlawanan dari estimasi. Fleksibilitas untuk beradaptasi dengan arah tren global yang dinamis ini menjadi keunggulan utama yang ditawarkan di dalam ekosistem pasar berjangka. Baik saat pasar sedang bergerak dalam tren naik yang kuat maupun saat mengalami tekanan koreksi yang tajam, peluang untuk mengamankan potensi keuntungan dua arah selalu terbuka lebar. Kunci keberhasilannya terletak pada kombinasi antara ketenangan psikologis trader dalam mengeksekusi rencana serta dukungan dari platform perdagangan yang andal, sehingga setiap instruksi proteksi modal dapat diproses secara instan tanpa kendala teknis. Mulai Momentum Awal Pekan Anda Bersama KVB Futures Menavigasi strategi perdagangan global dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi membutuhkan kemitraan bersama broker yang memiliki komitmen penuh terhadap stabilitas teknologi dan transparansi eksekusi. KVB Futures hadir untuk menyediakan lingkungan perdagangan kontrak berjangka dunia yang andal, aman, serta sepenuhnya patuh pada regulasi industri yang ketat. Kami berkomitmen untuk memastikan setiap infrastruktur digital kami siap mendukung eksekusi taktis portofolio Anda secara presisi tanpa penundaan di segala kondisi pasar. Seluruh fasilitas dan layanan profesional kami dikembangkan secara khusus untuk membantu para pelaku pasar mengoptimalkan akurasi pengelolaan modal mereka secara terarah sepanjang pekan. Anda dapat mengeksplorasi berbagai keunggulan produk dan spesifikasi spesifik dari kontrak perdagangan kami dengan mengunjungi halaman resmi Broker trading Futures KVB Futures. Untuk segera mengambil langkah profesional Anda dalam membangun konsistensi akun serta menguasai peluang pasar internasional sejak awal pekan ini, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Registrasi KVB Futures.

Harga Emas Masih Dibayangi Tekanan Bearish, Dupoin Futures Proyeksikan Pelemahan Berlanjut Internasional
Internasional
16 jam yang lalu

Harga Emas Masih Dibayangi Tekanan Bearish, Dupoin Futures Proyeksikan Pelemahan Berlanjut

Jakarta, katakabar.com - Harga emas diprediksi masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan di pertengahan Juli 2026. Berdasarkan analisis terbaru Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai tren penurunan masih menjadi skenario utama karena kombinasi faktor teknikal dan fundamental belum menunjukkan perubahan yang cukup kuat untuk mendorong pembalikan arah. "Selama tekanan jual tetap mendominasi pasar, Dupoin Futures memperkirakan ruang pelemahan harga emas masih terbuka menuju area support berikutnya," ujar Gerldo Menurut analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam struktur primary bearish trend. Arah pergerakan ini terlihat dari posisi harga yang belum mampu menembus Moving Average (MA) 21 dan MA 34, yang masih berfungsi sebagai dynamic resistance. Setiap kali harga mencoba naik mendekati area tersebut, tekanan jual kembali muncul sehingga membatasi ruang penguatan. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan kondisi tersebut mengindikasikan seller masih memegang kendali atas pasar. Oleh karena itu, setiap kenaikan harga yang terjadi saat ini lebih berpotensi menjadi secondary trend atau sekadar koreksi jangka pendek sebelum kembali melanjutkan tren turun yang lebih besar. Selama harga belum mampu bertahan di atas kedua garis moving average tersebut, peluang perubahan tren menuju bullish masih relatif kecil. "Selain tertahan oleh area resistance dinamis, struktur harga juga masih mendukung skenario pelemahan lanjutan. Menurut Dupoin Futures, belum adanya breakout yang valid di atas resistance menjadi sinyal bahwa minat beli belum cukup kuat untuk mengubah arah pergerakan. Dengan kondisi tersebut, trader masih perlu mengutamakan kewaspadaan terhadap potensi lanjutan tekanan bearish dalam beberapa sesi perdagangan ke depan," jelasnya. Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, area 4.018 menjadi level support terdekat yang berpotensi diuji dalam waktu dekat. Apabila tekanan jual terus meningkat dan level tersebut berhasil ditembus, maka harga emas diperkirakan dapat melanjutkan penurunan menuju target berikutnya di kisaran 3.972. Kedua area tersebut dinilai menjadi level teknikal penting yang patut diperhatikan karena berpotensi menjadi titik reaksi pasar apabila terjadi peningkatan aktivitas beli. Sinyal pelemahan juga diperkuat oleh indikator Stochastic yang masih bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual. Walaupun posisi oversold sering dikaitkan dengan peluang terjadinya rebound teknikal, Dupoin Futures menilai hingga saat ini belum terdapat konfirmasi pembalikan arah yang cukup kuat. Dengan demikian, momentum bearish masih dianggap lebih dominan dibandingkan peluang kenaikan dalam jangka pendek. Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat pergerakan emas masih dipengaruhi oleh kuatnya sentimen terhadap dolar Amerika Serikat. Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level yang relatif tinggi membuat dolar AS tetap menjadi pilihan utama bagi investor. Situasi tersebut memberikan tekanan terhadap harga emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil seperti instrumen keuangan lainnya. Menurut Dupoin Futures, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan emas. Ketika yield meningkat, investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang mampu memberikan return lebih menarik. Akibatnya, permintaan terhadap emas berpotensi menurun sehingga tekanan jual semakin besar. Tetapi, Dupoin Futures mengingatkan bahwa pasar tetap berpotensi mengalami perubahan apabila muncul sentimen baru dari Amerika Serikat. Data inflasi, laporan ketenagakerjaan, hingga pernyataan pejabat Federal Reserve akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pergerakan dolar AS dan harga emas dalam waktu dekat. Jika data ekonomi menunjukkan perlambatan sehingga meningkatkan peluang kebijakan moneter yang lebih longgar, tekanan terhadap emas dapat mulai mereda. Namun sebaliknya, apabila data ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan hasil yang kuat dan memperkuat keyakinan pasar bahwa suku bunga tinggi akan dipertahankan lebih lama, maka penguatan dolar AS berpotensi berlanjut. Kondisi tersebut diperkirakan akan kembali membatasi ruang kenaikan emas sekaligus memperbesar peluang terjadinya pelemahan lanjutan. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu menembus Moving Average 21 dan 34 yang berfungsi sebagai dynamic resistance, dominasi seller diperkirakan masih akan bertahan. Dengan dukungan sentimen fundamental berupa kuatnya dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 4.018 hingga 3.972, sambil menunggu katalis baru yang mampu mengubah arah pergerakan pasar.

CEO FLOQ: Bitcoin Naik 6 Persen Tapi Pasar Kripto Belum Keluar dari Zona Waspada Ekonomi
Ekonomi
16 jam yang lalu

CEO FLOQ: Bitcoin Naik 6 Persen Tapi Pasar Kripto Belum Keluar dari Zona Waspada

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto kembali tunjukkan volatilitas tinggi pada pekan kedua Juli 2026. Setelah sempat menguat lebih dari 6 persen pada awal bulan akibat meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat, Bitcoin kembali terkoreksi seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan pergerakan pasar saat ini menunjukkan bahwa sentimen terhadap aset kripto masih sangat dipengaruhi oleh faktor makroekonomi dan geopolitik, bukan semata-mata kondisi industri kripto itu sendiri. "Kenaikan Bitcoin di awal Juli sempat memunculkan optimisme bahwa pasar memasuki fase pemulihan. Namun, eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran mengingatkan kita bahwa aset kripto tetap menjadi bagian dari pasar keuangan global yang sensitif terhadap perubahan sentimen risiko. Investor perlu memahami bahwa volatilitas saat ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal dibandingkan fundamental industri kripto," ujar Yudho. Bitcoin Menguat, Tetapi Belum Keluar dari Zona Ketidakpastian Pada awal Juli, Bitcoin sempat menyentuh level terendah di sekitar US$58.278, sebelum kembali menguat hingga US$64.034 dalam waktu kurang dari sepekan. Penguatan tersebut didorong oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi, sehingga memunculkan harapan bahwa Federal Reserve akan mengurangi agresivitas kebijakan suku bunga. Tetapi, peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed masih tetap terbuka sehingga pasar belum memiliki kepastian mengenai arah kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang. "Data ekonomi yang lebih lemah memang membuka ruang bagi ekspektasi penurunan tekanan suku bunga. Namun pasar masih berada dalam fase wait and see. Investor sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa tren bullish telah kembali hanya berdasarkan pergerakan harga dalam beberapa hari," kata Yudho. Konflik Geopolitik Kembali Menekan Aset Berisiko Optimisme pasar tidak berlangsung lama setelah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan tersebut mendorong investor global beralih ke aset yang dianggap lebih aman (risk-off), sehingga Bitcoin maupun aset kripto lainnya kembali mengalami tekanan. Selain memengaruhi pasar keuangan, konflik tersebut juga mendorong kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut dapat mempersempit ruang bagi Federal Reserve untuk mulai melonggarkan kebijakan moneternya. Altcoin Mengalami Koreksi Lebih Dalam Di tengah meningkatnya ketidakpastian, aset kripto dengan kapitalisasi lebih kecil kembali mengalami tekanan yang lebih besar dibandingkan Bitcoin. Sejumlah altcoin seperti Solana, JUP, ETHFI, hingga PUMP mencatatkan koreksi signifikan seiring meningkatnya aksi jual investor. Menurut FLOQ, kondisi ini merupakan pola yang umum terjadi ketika pasar memasuki fase risk-off, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset dengan tingkat risiko yang lebih tinggi. Sinyal Positif Mulai Bermunculan Di balik tingginya volatilitas, terdapat sejumlah indikator yang memberikan harapan terhadap prospek jangka menengah pasar kripto. ETF Bitcoin di Amerika Serikat mulai kembali mencatat arus dana masuk (inflow) setelah mengalami outflow besar sepanjang Juni. Selain itu, data on-chain menunjukkan adanya peningkatan akumulasi Bitcoin di area harga sekitar US$59.000, mengindikasikan sebagian investor jangka panjang mulai kembali melakukan pembelian. "Kami melihat adanya sinyal akumulasi dari investor jangka panjang dan mulai pulihnya minat institusi melalui ETF Bitcoin. Namun sinyal tersebut masih memerlukan konfirmasi yang lebih kuat sebelum dapat dianggap sebagai awal dari siklus bullish baru," jelas Yudho. Regulasi Masih Menjadi Faktor Penting Selain faktor ekonomi global, kepastian regulasi di Amerika Serikat juga masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Pembahasan CLARITY Act, yang diharapkan memberikan kepastian hukum bagi industri aset digital, masih mengalami penundaan sehingga belum mampu memberikan katalis positif bagi pasar. Menurut FLOQ, kepastian regulasi akan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor institusi terhadap industri aset kripto. Investor Perlu Mengedepankan Manajemen Risiko Menghadapi kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, FLOQ mengimbau investor untuk tetap disiplin dalam mengelola risiko dan menghindari keputusan investasi yang didasarkan pada sentimen jangka pendek. "Volatilitas merupakan bagian dari karakteristik pasar kripto. Yang terpenting bagi investor bukan mengejar setiap kenaikan harga, melainkan memiliki strategi investasi yang konsisten, disiplin, dan sesuai dengan profil risiko masing-masing. Pendekatan seperti dollar cost averaging (DCA) tetap relevan bagi investor jangka panjang selama dilakukan dengan pengelolaan risiko yang baik," terang Yudho. Ke depan, FLOQ menilai pasar akan sangat dipengaruhi oleh sejumlah agenda penting, di antaranya data inflasi Amerika Serikat, perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, pembahasan regulasi aset kripto di Amerika Serikat, serta keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) pada akhir Juli. Sebagai platform perdagangan aset kripto yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), FLOQ berkomitmen menghadirkan pengalaman investasi aset digital yang aman, mudah, dan transparan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang tersedia hanya bersifat umum dan bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi investasi. Kami menghimbau seluruh konsumen untuk melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi secara matang sebelum melakukan transaksi aset kripto. Konsumen juga diharapkan untuk bertransaksi sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial masing-masing serta tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan.

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah