Peringati Hari Krida Pertanian, PTPN IV PalmCo Serap 1,34 Juta Ton TBS Petani Sawit
Sawit
9 jam yang lalu

Peringati Hari Krida Pertanian, PTPN IV PalmCo Serap 1,34 Juta Ton TBS Petani

Jakarta, katakabar.com - Sempena momentum Hari Krida Pertanian, PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara mencatat realisasi penyerapan Tandan Buah Segar (TBS) dari perkebunan rakyat mencapai 1,34 juta ton hingga Mei 2026.  Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keberlanjutan usaha petani sawit mitra di berbagai wilayah operasional. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV PalmCo terus perkuat perannya dalam membangun ekosistem perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan melalui dukungan di sisi hilir maupun hulu, mulai dari penyerapan hasil panen hingga pendampingan peningkatan produktivitas kebun rakyat. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan peringatan Hari Krida Pertanian harus dimaknai sebagai momentum untuk menghadirkan manfaat nyata bagi petani. "Peringatan Hari Krida Pertanian seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pasar yang stabil bagi petani. Kado terbaik bagi mereka bukanlah sebuah perayaan, melainkan kepastian bahwa hasil keringat dari kebun dapat terserap maksimal," ujar Jatmiko. Serapan TBS Terus Meningkat Arus distribusi hasil panen dari kebun rakyat menuju pabrik kelapa sawit (PKS) milik perusahaan menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, volume penyerapan TBS dari petani swadaya maupun pihak ketiga mencapai 1,34 juta ton. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 1,30 juta ton. Peningkatan ini mencerminkan terus bergeraknya roda perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Menurut Jatmiko, menjaga kesiapan operasional pabrik kelapa sawit agar mampu menyerap hasil panen petani secara optimal merupakan salah satu prioritas perusahaan, terutama di tengah dinamika harga dan kondisi pasar yang terus berubah. "Ketika harga sedang dinamis atau saat memasuki masa panen raya, PKS kami berupaya menjaga keandalannya. Kami juga memastikan harga beli tetap sangat bersaing, transparan, dan selalu berpedoman pada aturan penetapan harga dari pemerintah daerah. Intervensi positif di hilir ini penting agar tata niaga sawit tingkat petani tidak terganggu," jelas Jatmiko. Selain memastikan terserapnya hasil panen petani, perusahaan juga terus memperkuat dukungan terhadap peningkatan produktivitas perkebunan rakyat melalui program edukasi dan pendampingan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, menegaskan keberlanjutan kesejahteraan petani tidak hanya ditentukan oleh penyerapan hasil panen saat ini, tetapi juga oleh produktivitas kebun pada masa mendatang. "Menyerap sawit mereka hari ini menyelesaikan masalah jangka pendek. Namun, untuk memastikan kesejahteraan petani berkesinambungan, kita harus memikirkan dan merawat produktivitas kebun mereka untuk 10 hingga 20 tahun ke depan. Di situlah letak pentingnya edukasi dan pendampingan berkelanjutan di dalam ekosistem kemitraan kita," tutur Arya. Pendampingan yang dilakukan perusahaan mencakup aspek legalitas, teknis budidaya, hingga dukungan terhadap skema offtaker produksi. Sepanjang tahun 2025, perusahaan telah melakukan pendampingan terhadap lahan seluas 23.188 hektare. Program tersebut terus berlanjut pada tahun 2026. Hingga Mei 2026, proses pendampingan telah menjangkau 6.380 hektare lahan perkebunan rakyat. Kata Arya, luasan tersebut menjadi titik awal transformasi tata kelola perkebunan rakyat menuju penerapan Good Agricultural Practices (GAP). "Edukasi yang kami jalankan di lapangan bersifat komprehensif. Petani tidak dibiarkan meraba-raba menata kebun barunya. Mereka didampingi secara ketat, mulai dari fase krusial pemilihan bibit unggul yang bersertifikat, metode persiapan lahan, hingga teknis pemeliharaan pada masa Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)," terangnya. Ia menambahkan keberhasilan peremajaan sawit sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan pada fase awal penanaman. "Investasi pengetahuan di awal fase tanam ini sangat vital. Petani harus memahami bahwa perawatan yang tepat di awal akan menentukan tonase hasil panen belasan tahun ke depan. Kami ingin kebun yang diremajakan hari ini menjadi sumber penghidupan yang jauh lebih layak bagi keluarga petani kelak," tegas Arya. Melalui sinergi antara dukungan di sektor hulu melalui pendampingan agronomi dan percepatan PSR, serta kepastian penyerapan hasil panen di sektor hilir melalui operasional PKS perusahaan, PTPN IV PalmCo terus memperkuat ekosistem perkebunan kelapa sawit rakyat yang tangguh dan berkelanjutan.

SIEXPO 2026 Bidik Delapan Ribu Pengunjung, Ratusan Teknologi dan Inovasi Produk, Dr. Gulat: Riau Jadi Barometer ISI Sawit
Sawit
Kemarin

SIEXPO 2026 Bidik Delapan Ribu Pengunjung, Ratusan Teknologi dan Inovasi Produk, Dr. Gulat: Riau Jadi Barometer ISI

Pekanbaru, katakabar.com - Lagi, Majalah Sawit Indonesia gelar Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 sebagai ajang pertemukan pelaku industri sawit dari hulu hingga hilir. Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, pameran ini bakal berlangsung pada 6 hingga 8 Agustus 2026 di Ska Co-Ex Pekanbaru, Riau, dengan target kunjungan mencapai delapan ribu orang. Ketua Dewan Pengarah SIEXPO 2026, Dr. Gulat Medali Emas Manurung, mengatakan pergelaran SIEXPO tahun ini jadi momentum penting bagi industri sawit nasional yang manfaatnya semakin dirasakan menggerakkan perekonomian dari tingkat desa hingga pasar global. "SIEXPO ke 4 tahun 2026 adalah momentum yang sangat tepat di tengah semakin tingginya manfaat dari sawit, terutama dalam mendorong perekonomian dari desa ke kabupaten, dari kabupaten ke provinsi, dari provinsi ke Indonesia, hingga dari Indonesia ke dunia. Riau sebagai barometer perkebunan kelapa sawit Indonesia harus mendapatkan tempat sebagai rumahnya sawit Indonesia," kata Gulat. Ia menambahkan, penyelenggaraan SIEXPO yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Provinsi Riau diyakini akan semakin menyemarakkan kegiatan tersebut. "Acara ini juga bersempena dengan hari ulang tahun Provinsi Riau sehingga akan semakin meriah. Peserta dipastikan hadir dari tujuh negara dan seluruh provinsi penghasil sawit, mulai dari Aceh hingga Papua. Petani, korporasi, dan pelaku usaha sawit akan berkumpul di Pekanbaru pada 6 sampai 8 Agustus nanti," jelasnya. Menurut Gulat, tema "Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit" dipilih karena kemajuan industri sawit hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. "Sawit tidak bisa berdiri sendiri. Semua harus berkolaborasi dan bersatu padu. Dengan inovasi serta konsep keberlanjutan dan resiliensi, industri sawit akan semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi bangsa, negara, dan seluruh stakeholder sawit," ucapnya. Gulat juga mengungkapkan panitia berencana mengundang sejumlah menteri untuk menghadiri pembukaan SIEXPO 2026. "Kami berencana mengundang Menteri Bappenas, Menteri Pertanian atau wakilnya, serta Menteri UMKM. Mudah-mudahan beliau-beliau memiliki jadwal yang memungkinkan untuk hadir di pelaksanaan SIEXPO 2026," imbuhnya. Selain pameran dan konferensi, SIEXPO 2026 juga akan menghadirkan SIEXPO Award 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang dinilai berjasa dalam pengembangan industri sawit nasional. "Tahun ini akan diberikan penghargaan dalam 10 kategori kepada putra-putri terbaik bangsa yang dinilai layak menerima SIEXPO Award 2026. Saat ini sudah ada 98 nama yang masuk nominasi dari berbagai bidang. Seluruh nama tersebut akan diseleksi kembali oleh panitia, dan saya sebagai Ketua Dewan Pengarah akan memimpin langsung proses seleksi calon penerima penghargaan," beber Gulat. Pameran Teknologi dan Inovasi Produk Sawit Ketua Pelaksana SIEXPO 2026, Qayuum Amri, mengatakan antusiasme peserta tetap tinggi meski industri sawit tengah menghadapi tantangan akibat dinamika ekonomi global. Tahun ini, jumlah peserta pameran meningkat dengan melibatkan lebih banyak UMKM, koperasi petani, pesantren, hingga perguruan tinggi. "Tahun ini, meski ada guncangan di industri sawit maupun ekonomi global, antusiasme pelaku industri tetap tinggi. Tidak hanya perusahaan besar, tetapi juga UMKM dan koperasi ikut berpartisipasi," ujar Qayuum. Menurutnya, SIEXPO sejak awal dirancang sebagai pameran yang tidak hanya diikuti korporasi besar, tetapi juga memberi ruang bagi pelaku usaha kecil. Sekitar 20 booth disediakan khusus untuk UMKM dan koperasi. "Kami ingin memperkuat ekosistem sawit secara menyeluruh. Semangat kami adalah yang kecil ditingkatkan, yang menengah diperbesar, dan yang besar dijaga," terangnya. Qayuum menilai kolaborasi tersebut akan melahirkan berbagai inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan industri pengolahan sawit. "Kami ingin membangun kolaborasi yang baik sehingga muncul berbagai inovasi teknologi yang mendukung industri sawit sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo," tuturnya. Selama tiga hari penyelenggaraan, SIEXPO juga menghadirkan konferensi dengan sekitar 20 narasumber yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari hilirisasi, digitalisasi, teknologi perkebunan, hingga penerapan AI dalam operasional perkebunan dan pabrik kelapa sawit. "Melalui SIEXPO, pelaku industri tidak hanya melihat teknologi terbaru, tetapi juga mendapatkan pengetahuan yang bisa langsung diterapkan di perkebunan maupun sektor hilir sawit," sebut Qayuum. "Konsep yang kami tawarkan adalah one-stop solution untuk industri sawit. Semua kebutuhan industri sawit, baik sektor hulu maupun hilir, dapat ditemukan dalam satu pameran," timpal Yasin. Selain pameran dan konferensi, SIEXPO 2026 juga menggelar field trip ke salah satu produsen benih sawit sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Penyelenggara optimistis jumlah pengunjung meningkat menjadi sekitar 8.000 orang dari sekitar 6.000 pengunjung pada penyelenggaraan sebelumnya. Selain menjadi ajang promosi teknologi dan inovasi, SIEXPO juga diyakini mampu mendorong lahirnya kerja sama dan transaksi bisnis yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Pekanbaru sebagai salah satu pusat kegiatan industri sawit Indonesia.

Sawit Nusantara Award 2026 Segera Hadir, SawitPRO Siapkan Ajang Penghargaan Terakbar di Indonesia Sawit
Sawit
Selasa, 07 Juli 2026 | 13:03 WIB

Sawit Nusantara Award 2026 Segera Hadir, SawitPRO Siapkan Ajang Penghargaan Terakbar di Indonesia

Pekanbaru, katakabar.com - SawitPRO menghadirkan Sawit Nusantara Award 2026, ajang apresiasi dan kolaborasi bagi pelaku industri sawit Indonesia. Acara ini akan mempertemukan petani, koperasi, perusahaan perkebunan, supplier TBS, pabrik kelapa sawit, akademisi, pemerintah, komunitas, media, influencer, hingga tokoh sawit nasional dalam ruang diskusi, networking, dan penghargaan. Rangkaian acara akan digelar di empat kota, yakni Jambi pada 12 Juli 2026 di Yello Hotel Jambi, Padang pada 16 Juli 2026 di Hotel Mercure Padang, Medan pada 20 Juli 2026 di Selecta Ballroom, dan Pekanbaru pada 24 Juli 2026 di The Premiere Hotel Pekanbaru. Melalui acara ini, SawitPRO ingin memperkuat kolaborasi lintas ekosistem sawit, mendorong pertukaran wawasan, serta memberikan apresiasi kepada individu maupun organisasi yang berkontribusi terhadap kemajuan industri sawit Indonesia. Sawit Nusantara Award 2026 juga menyiapkan total hadiah emas hingga 700 gram bagi peserta dan pihak yang berpartisipasi. Pekanbaru, 1 Juli 2026, SawitPRO resmi menghadirkan Sawit Nusantara Award 2026, sebuah ajang apresiasi dan kolaborasi yang mempertemukan berbagai pelaku penting dalam ekosistem sawit Indonesia. Acara ini menjadi ruang bagi petani, koperasi, perusahaan perkebunan, mitra industri, akademisi, pemerintah, komunitas, hingga pelaku usaha di sektor agribisnis untuk saling bertemu, berbagi wawasan, memperluas jaringan, dan merayakan kontribusi bagi kemajuan industri sawit nasional. Di balik setiap kebun sawit yang produktif, terdapat peran besar dari berbagai pihak yang terus bekerja, berinovasi, dan beradaptasi menghadapi perkembangan industri. Melalui Sawit Nusantara Award 2026, SawitPRO ingin menghadirkan momentum untuk memberikan apresiasi kepada insan dan organisasi yang telah berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan industri sawit Indonesia. “Sawit Nusantara Award 2026 kami hadirkan bukan hanya sebagai ajang penghargaan, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi bagi seluruh pelaku industri sawit. Kami percaya bahwa kemajuan industri sawit Indonesia membutuhkan sinergi antara petani, koperasi, pelaku usaha, pemerintah, akademisi, komunitas, dan mitra industri,” ujar Diba Eriestantia, Campaign Tim SawitPRO. Sawit Nusantara Award 2026 akan menghadirkan berbagai agenda, mulai dari sesi diskusi, talkshow bersama praktisi dan agronomis, pengenalan inovasi serta teknologi terbaru di sektor perkebunan, networking antar pelaku industri, hingga pemberian penghargaan kepada individu maupun organisasi yang dinilai memberikan dampak positif bagi industri sawit Indonesia. Acara ini terbuka bagi berbagai pihak yang memiliki perhatian dan kontribusi terhadap industri sawit, termasuk petani kelapa sawit, koperasi dan kelompok tani, pelaku usaha perkebunan, supplier TBS, pabrik kelapa sawit, mitra industri, Toko Tani, akademisi, mahasiswa, komunitas, media, influencer sawit, serta tokoh sawit nasional. Rangkaian Sawit Nusantara Award 2026 akan diselenggarakan di empat kota utama, yakni: Jambi — 12 Juli 2026, Yello Hotel Jambi Padang — 16 Juli 2026, Hotel Mercure Padang Medan — 20 Juli 2026, Selecta Ballroom Pekanbaru — 24 Juli 2026, The Premiere Hotel Pekanbaru Setiap acara akan berlangsung pada pukul 18.00–21.00 WIB dan menghadirkan suasana pertemuan yang dirancang untuk mendorong diskusi, pertukaran pengalaman, dan terbukanya peluang kolaborasi baru di sektor sawit. Dalam penyelenggaraan tahun ini, SawitPRO juga menyiapkan sejumlah kategori penghargaan yang mencakup kategori mitra dan peserta umum. Kategori tersebut meliputi penghargaan untuk supplier TBS dengan pengiriman terbanyak secara nasional, supplier TBS dengan pengiriman terbanyak per area, Toko Tani berprestasi, petani berprestasi, perkebunan transformasi digital, perkebunan berkelanjutan, influencer sawit paling berpengaruh, perempuan inspiratif di industri sawit, serta pabrik dengan penerimaan supplier TBS terbanyak. Kehadiran dalam Sawit Nusantara Award 2026 tidak dipungut biaya. Namun, untuk menjaga kualitas interaksi dan kenyamanan selama acara berlangsung, jumlah peserta akan disesuaikan dengan kapasitas yang tersedia. Calon peserta diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu, kemudian tim SawitPRO akan melakukan proses verifikasi dan menghubungi peserta terpilih untuk menerima undangan resmi. Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta dan pihak yang berpartisipasi dalam rangkaian acara ini, Sawit Nusantara Award 2026 juga menyiapkan total hadiah emas hingga 700 gram.

SawitPRO Hadirkan Pilihan Pupuk Sawit Lengkap Kebutuhan Petani dan Perkebunan Sawit
Sawit
Selasa, 07 Juli 2026 | 11:10 WIB

SawitPRO Hadirkan Pilihan Pupuk Sawit Lengkap Kebutuhan Petani dan Perkebunan

Pekanbaru, katakabar.com - Kebutuhan pupuk menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas kebun kelapa sawit. Pemilihan pupuk yang tepat dapat membantu petani dan pelaku perkebunan dalam memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman, menjaga kondisi tanah, serta mendukung pertumbuhan tanaman sawit secara lebih optimal. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, SawitPRO menghadirkan berbagai pilihan produk pupuk sawit yang dapat diakses  petani, koperasi, Toko Tani, pelaku agribisnis, hingga perusahaan perkebunan. Melalui SawitPRO, petani dapat menemukan berbagai jenis pupuk populer, mulai dari pupuk NPK, MOP/KCL, RP, TSP, Urea, ZA, Dolomite, Kieserite, Borat, hingga Pupuk SawitPRO. Kehadiran pilihan produk yang beragam ini diharapkan dapat mempermudah petani dalam mencari kebutuhan pupuk sesuai kondisi kebun dan rekomendasi pemupukan masing-masing. Pilihan Pupuk SawitPRO Petani Kelapa Sawit Salah satu produk yang tersedia di SawitPRO adalah Pupuk SawitPRO, yang hadir untuk mendukung kebutuhan petani sawit dalam perawatan kebun. Produk ini tersedia dalam beberapa pilihan ukuran, yaitu Pupuk SawitPRO 50kg dan Pupuk SawitPRO 20kg. Dengan adanya pilihan ukuran tersebut, petani dapat menyesuaikan pembelian berdasarkan kebutuhan kebun, skala penggunaan, dan rencana pemupukan. Produk ini juga menjadi bagian dari komitmen SawitPRO dalam menghadirkan solusi yang lebih dekat dengan kebutuhan petani kelapa sawit di Indonesia. Daftar Pupuk NPK Sawit di SawitPRO Pupuk NPK menjadi salah satu jenis pupuk yang banyak digunakan dalam perawatan tanaman sawit karena mengandung unsur hara makro utama, yaitu nitrogen, fosfor, dan kalium. Di SawitPRO, petani dapat menemukan berbagai pilihan pupuk NPK dari beberapa merek dan formulasi. Beberapa pilihan pupuk NPK tersedia di SawitPRO antara lain: NPK Mahkota 13-8-27-4 0.5 B 50kg, NPK Mahkota 13-6-27-4 0.65 B 50kg, NPK Mahkota 12-12-17-2 TE 50kg, NPK Yaramila 16-16-16 50kg, NPK Phonska Plus 15-15-15 25kg, NPK Mutiara 16-16-16 50kg, NPK DGW 13-8-27-4 TE 50kg, dan NPK 12-6-22 DGW 50kg. Selain itu, SawitPRO juga menyediakan pilihan NPK lainnya seperti: NPK Okura Emas 13-6-27-4 MGO+0.5B 50kg, NPK Okura Emas 13-8-27-4 MGO+0.5B 50kg, NPK Bintang Tani 13-6-27-4 MGO+0.65B 50kg, serta NPK SiNutriHS 13-6-27-4 0.65 B 50kg. Untuk pilihan lain, petani juga dapat menemukan produk dari Pak Tani, seperti NPK Sawit 13-8-27-4 0.5 B Pak Tani 50kg, NPK Sawit 13-6-27-4 0.65 B Pak Tani 50kg, dan NPK 16-16-16 Pak Tani 50kg. Dengan banyaknya pilihan NPK, petani dapat membandingkan produk sesuai kebutuhan unsur hara, kondisi tanaman, umur tanaman, dan rekomendasi teknis yang sesuai untuk kebun sawit. Pilihan MOP/KCL Kebutuhan Kalium Tanaman Sawit Kalium merupakan salah satu unsur penting dalam budidaya kelapa sawit. Untuk kebutuhan tersebut, SawitPRO menyediakan beberapa pilihan produk MOP/KCL yang umum digunakan oleh petani dan pelaku perkebunan. Produk MOP/KCL yang tersedia antara lain : MOP/KCL Canada Cap Mahkota 50kg, MOP/KCL Sasco 50kg, MOP/KCL Mentari 50kg, MOP/KCL Cap Daun 50kg, MOP/KCL Kancil 50kg, dan MOP/KCL Meroke 50 kg. Selain itu, tersedia juga produk kalium lainnya seperti Meroke Korn Kali B / KKB 50kg. Pilihan ini dapat menjadi referensi bagi petani yang membutuhkan pupuk berbasis kalium untuk mendukung kebutuhan pemupukan tanaman sawit. Pupuk RP, TSP dan Fosfat Perawatan Kebun Sawit SawitPRO juga menyediakan pilihan pupuk berbasis fosfat seperti RP dan TSP. Jenis pupuk ini banyak dicari untuk mendukung kebutuhan unsur fosfor pada tanaman. Beberapa pilihan produk yang tersedia antara lain : RP Cap Daun 50kg, RP Mahkota 50kg - Egypt, RP Mahkota 50kg - Peru, RP Sasco 50kg - Egypt, TSP DGW 46% 50kg, dan TSP Cap Daun 50kg. Selain itu, petani juga dapat menemukan Meroke SS - AMMOPHOS 50kg, yang menjadi salah satu pilihan produk berbasis fosfat yang tersedia di SawitPRO. Dengan adanya berbagai pilihan RP, TSP, dan fosfat, petani dapat memilih produk sesuai kebutuhan kebun dan rekomendasi pemupukan yang digunakan. Pilihan Urea dan ZA di SawitPRO Selain NPK, KCL, dan fosfat, kebutuhan nitrogen juga menjadi bagian penting dalam program pemupukan. Untuk itu, SawitPRO menghadirkan beberapa pilihan produk Urea dan ZA. Produk Urea yang tersedia antara lain: Urea Nitrea 46% N 50kg dan Urea Nitrea 46% N 50kg - Granul. Sementara itu, untuk pilihan ZA, tersedia: ZA Cap Daun 50kg, Mahkota ZA 50kg, ZA Sasco 50kg, serta Pupuk ZA Cap Daun 50kg Penyubur Daun dan Batang Tanaman Sawit. Produk-produk ini dapat menjadi pilihan bagi petani yang membutuhkan pupuk berbasis nitrogen dan sulfur sebagai bagian dari strategi perawatan tanaman sawit. Dolomite, Kieserite, Borat dan Mineral Pendukung Lainnya Selain pupuk utama, SawitPRO juga menyediakan produk pendukung untuk kebutuhan perawatan tanah dan unsur hara mikro. Produk-produk ini penting untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tanaman dan mendukung pengelolaan kebun yang lebih baik. Untuk kategori dolomite, tersedia Dolomite M-100 50kg dan Dolomite M-80 50kg. Sementara itu, untuk kebutuhan magnesium, petani dapat menemukan Kieserite German Meroke 50kg dan Kieserite Mahkota 50kg. SawitPRO sediakan beberapa pilihan borat seperti: Borat Mahkota 25kg, Borat Mentari 45% 25kg, Borat Evermax 45-48% 25kg, dan Borat Etibor-48 25kg. Selain itu, tersedia juga AC Powder AKP 50kg sebagai salah satu produk pendukung yang dapat ditemukan di SawitPRO. Varian Khusus Petani, Grosir, dan Keliling Beberapa produk di SawitPRO juga tersedia dalam varian atau skema tertentu seperti Khusus Petani, Grosir, dan Toko Keliling. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi berbagai jenis pembeli, mulai dari petani individu, koperasi, Toko Tani, hingga pelaku distribusi kebutuhan perkebunan. Dengan pilihan produk yang luas, SawitPRO tidak hanya menjadi tempat untuk mencari pupuk sawit, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang membantu petani mendapatkan akses lebih mudah terhadap kebutuhan kebun. Cek Harga dan Ketersediaan Produk di SawitPRO Harga, stok, dan status produk dapat berubah sewaktu-waktu. Beberapa produk juga dapat memiliki status pre-order atau ketersediaan khusus sesuai wilayah dan mekanisme pembelian. Oleh karena itu, petani dan pelaku perkebunan disarankan untuk mengecek langsung informasi terbaru melalui halaman produk resmi di SawitPRO sebelum melakukan pembelian. Melalui SawitPRO, petani dapat menemukan berbagai pilihan pupuk sawit dalam satu platform, mulai dari Pupuk SawitPRO 50kg, Pupuk SawitPRO 20kg, berbagai pilihan NPK, MOP/KCL, RP, TSP, Urea, ZA, Dolomite, Kieserite, Borat, hingga produk pendukung lainnya. Dengan akses yang lebih mudah dan pilihan produk yang semakin lengkap, SawitPRO berharap dapat terus mendukung petani sawit Indonesia dalam meningkatkan produktivitas kebun dan memperkuat ekosistem agribisnis sawit nasional. Daftar Produk Pupuk yang Bisa Dihyperlink ke SawitPRO Berikut daftar produk yang dapat dijadikan internal link ke halaman produk masing-masing di SawitPRO: Pupuk SawitPRO Pupuk SawitPRO 50kgPupuk SawitPRO 20kg Pupuk NPK NPK Mahkota 13-8-27-4 0.5 B 50kg NPK Mahkota 13-6-27-4 0.65 B 50kg NPK Mahkota 12-12-17-2 TE 50kg NPK Yaramila 16-16-16 50kg NPK Phonska Plus 15-15-15 25kg NPK Mutiara 16-16-16 50kg NPK DGW 13-8-27-4 TE 50kg NPK 12-6-22 DGW 50kg NPK Okura Emas 13-6-27-4 MGO+0.5B 50kg NPK Okura Emas 13-8-27-4 MGO+0.5B 50kg NPK Bintang Tani 13-6-27-4 MGO+0.65B 50kg NPK SiNutriHS 13-6-27-4 0.65 B 50kg NPK Sawit 13-8-27-4 0.5 B Pak Tani 50kg NPK Sawit 13-6-27-4 0.65 B Pak Tani 50kg NPK 16-16-16 Pak Tani 50kg MOP / KCL / Kalium MOP/KCL Canada Cap Mahkota 50kg MOP/KCL Sasco 50kg MOP/KCL Mentari 50kg MOP/KCL Cap Daun 50kg MOP/KCL Kancil 50kg MOP/KCL Meroke 50 kg Meroke Korn Kali B / KKB 50kg RP / TSP / Fosfat RP Cap Daun 50kg RP Mahkota 50kg - Egypt RP Mahkota 50kg - Peru RP Sasco 50kg - Egypt TSP DGW 46% 50kg TSP Cap Daun 50kg Meroke SS - AMMOPHOS 50kg Urea / ZA Urea Nitrea 46% N 50kg Urea Nitrea 46% N 50kg - Granul ZA Cap Daun 50kg Mahkota ZA 50kg ZA Sasco 50kg Pupuk ZA Cap Daun 50kg Penyubur Daun dan Batang Tanaman Sawit Dolomite, Kieserite, Borat dan Produk Pendukung Dolomite M-100 50kg Dolomite M-80 50kg Kieserite German Meroke 50kg Kieserite Mahkota 50kg Borat Mahkota 25kg Borat Mentari 45% 25kg Borat Evermax 45-48% 25kg Borat Etibor-48 25kg AC Powder AKP 50kg

Catat! BPDP Umumkan Sepuluh Besar Finalis Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2025-2026 Sawit
Sawit
Minggu, 28 Juni 2026 | 20:05 WIB

Catat! BPDP Umumkan Sepuluh Besar Finalis Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2025-2026

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah melaksanakan Program Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025-2026. Program Lomba Riset Tingkat Mahasiswa bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para mahasiwa aktif tingkat Sarjana atau Diploma dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah diperoleh menjadi lebih aplikatif dalam bentuk penelitian untuk mewujudkan sawit Indonesia yang berkelanjutan. Terhadap empat puluh kelompok penelitian, telah dilakukan penilaian laporan akhir dan ditetapkan sepuluh kelompok finalis bakal mengikuti “Final Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025-2026”. Putaran final ini dilakukan melalui presentasi dan pendalaman hasil penelitian untuk menentukan Juara I, II, dan III. Daftar 10 (sepuluh) kelompok Lomba Riset Tingkat Mahasiswa yang lolos ke putaran final.

Inovasi Produk Podcast 'Bincang di Roemah UMKM Perkebunan' BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas Sawit
Sawit
Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:31 WIB

Inovasi Produk Podcast 'Bincang di Roemah UMKM Perkebunan' BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas

Jakarta, katakabar.com  - Sebagai upaya memperkuat ekosistem usaha dan mewujudkan UMKM Perkebunan Naik Kelas, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai BLU Kemenkeu gelar kegiatan podcast bertajuk “Bincang UMKM Perkebunan di Roemah” di Roemah UMKM BPDP @ SMESCO Indonesia, Jakarta. Kegiatan ini usung tema “Strategi UMKM Naik Kelas melalui Inovasi Produk Berbasis Komoditas Perkebunan” sebagai sarana edukasi bagi pelaku usaha di sektor perkebunan nasional. Kegiatan yang berlangsung Kamis (18/6) lalu ini menghadirkan narasumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan pelaku usaha, meliputi Helmi Muhansah selaku Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, serta Afdhal Aliasar selaku Founder Minang Kakao. Diskusi edukatif ini dipandu oleh Brigita Agustina sebagai pembawa acara. Podcast ini menyoroti pentingnya peran UMKM berbasis komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, kelapa, dan kakao, dalam menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pada sesi diskusi, dipaparkan perjalanan inspiratif Minang Kakao dalam membangun usaha berbasis kakao, mulai dari tantangan dalam menjaga kualitas hingga strategi melakukan inovasi produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan kegiatan podcast ini diharapkan dapat menjadi media promosi sekaligus edukasi bagi masyarakat terkait potensi usaha berbasis perkebunan. “Podcast ini menjadi sarana promosi bagi UMKM perkebunan dan diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk berwirausaha berbasis perkebunan. Melalui berbagai cerita dan pengalaman yang dibagikan, kami berharap semakin banyak masyarakat yang melihat peluang besar pengembangan usaha dari komoditas perkebunan Indonesia,” ujar Helmi. Selain berbagi pengalaman bisnis, podcast ini memaparkan berbagai dukungan BPDP untuk membantu pelaku usaha naik kelas melalui penguatan ekosistem, sinergi pemerintah-pelaku usaha, peningkatan informasi pasar, serta perluasan promosi produk perkebunan melalui kanal digital. Melalui aktivasi Roemah UMKM BPDP di SMESCO Indonesia, pelaku usaha juga didorong untuk terus meningkatkan kapasitas dalam menghasilkan produk turunan yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi bagian penting dari upaya   memastikan UMKM Perkebunan Naik Kelas dengan memanfaatkan potensi kekayaan perkebunan Indonesia. Seluruh rangkaian diskusi ini akan ditayangkan melalui kanal YouTube dan media sosial resmi BPDP untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta motivasi bagi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk berkualitas yang memiliki nilai tambah tinggi agar mampu naik kelas secara konsisten

Sinergi BPDP dan ASPEKPIR Lepas Ekspor Perdana Lidi Sawit ke China Buah Pemberdayaan UMKM Perkebunan Sawit
Sawit
Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:08 WIB

Sinergi BPDP dan ASPEKPIR Lepas Ekspor Perdana Lidi Sawit ke China Buah Pemberdayaan UMKM Perkebunan

Medan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia melepas ekspor perdana lidi sawit saat perhelatan di gudang PT Arra Setya Abadi di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/6) lalu. Total 28 Ton lidi sawit yang berasal dari perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau, Sumatera Utara dan Aceh akan diberangkatkan menuju China. Produk lidi sawit tersebut dikumpulkan dan diusahakan oleh para petani sawit serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta Koperasi anggota ASPEKPIR hasil dari rangkaian kegiatan program pemberdayaan UMKM dan Koperasi yang telah digelar ASPEKPIR dan BPDP. ASPEKPIR menggandeng PT Arra Setya Abadi sebagai eksportir yang akan memasarkan produk lidi sawit ke pasar internasional. Hadir di kegiatan tersebut Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat, Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah, perwakilan Badan Karantina, Sekretaris Jenderal ASPEKPIR Syarifuddin Sirait, perwakilan sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Utara, serta petani dan pengrajin lidi sawit. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Anwar Sadat menyampaikan BPDP telah lama melakukan kegiatan promosi mengenai potensi nilai tambah ekonomi dari produk samping dan limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit. Kerja sama intensif bersama ASPEKPIR dilakukan melalui berbagai kegiatan workshop dan diseminasi sejak tahun 2024 hingga saat ini. Rangkaian workshop produksi lidi sawit tersebut telah dilaksanakan di berbagai wilayah antara lain Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Kabupaten Pasang Kayu, Sulawesi Barat. Upaya tersebut dilakukan untuk mengenalkan potensi lidi sawit dan ketersediaan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan kapasitas petani agar kualitas produk sesuai standar pasar ekspor. Menurut Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, lidi sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi beragam produk bernilai ekonomi, mulai dari bahan baku ekspor hingga aneka kerajinan yang dapat dikerjakan oleh pelaku UMKM di daerah. “BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya. BPDP saat ini memiliki berbagai program strategis untuk mendukung penguatan kapasitas dan peningkatan produktivitas petani sawit, antara lain melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Program Sarana dan Prasarana, Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan, Penelitian dan Pengembangan, serta program Promosi Perkebunan yang bertujuan mengenalkan manfaat komoditas perkebunan bagi masyarakat dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Keberhasilan ekspor perdana lidi sawit ini menunjukkan bahwa sawit adalah komoditas yang inklusif karena manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani, perempuan, pemuda, UMKM, koperasi hingga pelaku ekspor. “Rantai pasok produksi lidi sawit melibatkan banyak pihak, dari petani, pengrajin, koperasi, dan pelaku ekspor, sehingga dapat memberikan efek ganda bagi penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi di daerah,” ujarnya. Menurut Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, kegiatan ini juga sejalan dengan visi pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui ekonomi hijau, memperluas kesempatan kerja berkualitas dengan kewirausahaan, serta pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa. Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono menegaskan pelepasan ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari berbagai program pemberdayaan UMKM yang telah dilaksanakan ASPEKPIR bersama BPDP di sejumlah daerah di Riau dan Sumatera Utara. Dijelaskan Setiyono, sedikitnya tujuh koperasi anggota ASPEKPIR terlibat dalam penyediaan bahan baku lidi sawit yang diekspor ke China. Manfaatnya kemudian akan dirasakan kurang lebih 2.800 anggota koperasi tersebut. Keterlibatan koperasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan usaha berbasis limbah sawit mampu menjadi sumber ekonomi baru bagi petani. “Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” imbuh Setiyono. Direktur Utama PT Arra Setya Abadi, Ilham Setiadi, menimpali sejak akhir 2024 pihaknya bersama ASPEKPIR dan didukung BPDP terus melakukan sosialisasi serta pendampingan pengembangan usaha ekspor lidi sawit di berbagai daerah. Menurut Ilham, permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus menunjukkan tren positif sehingga peluang pengembangan usaha ini masih sangat terbuka lebar bagi petani dan UMKM di berbagai daerah sentra perkebunan sawit. Pada kegiata sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah menyampaikan apresiasi atas keberhasilan ekspor perdana tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk memanfaatkan potensi limbah pertanian dan perkebunan yang memiliki nilai ekonomi. “Sumatera Utara memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan berbasis limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit. Kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi petani, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan keberhasilan ekspor seperti ini,” terangnya. Pengembangan produk lidi sawit menjadi bukti sektor sawit mampu mendukung prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan pelepah dan biomassa sawit sebagai bahan baku produk UMKM membantu mengurangi limbah sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar perkebunan. Produk lidi sawit ini juga sekaligus dapat memperluas pasar ekspor perkebunan melalui diversifikasi produk turunan kelapa sawit. Selain kegiatan pelepasan perdana ekspor lidi sawit, BPDP dan ASPEKPIR taja workshop praktik ekspor lidi sawi di Langkat, Sumatra Utara pada Kamis (18/6). Dalam workshop yang dihadiri 100 peserta ini, dilakukan penandatanganan MoU antara koperasi sawit dan pelaku ekspor tentang peningkatan produksi lidi sawit siap ekspor.

Sosialisasi Program di Sumut, BPDP: Perkuat Sinergi Pengembangan Perkebunan Sawit
Sawit
Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:00 WIB

Sosialisasi Program di Sumut, BPDP: Perkuat Sinergi Pengembangan Perkebunan

Medan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Utara gelar Sosialisasi Program BPDP di Aula Gedung Keuangan Negara Medan, Sumatera Utara. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terhadap berbagai program BPDP sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan yang berkelanjutan. Perwakilan pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan sektor perkebunan di Provinsi Sumatera Utara turut hadir. Melalui forum ini, peserta memperoleh informasi mengenai peran BPDP mendukung pembangunan sektor perkebunan nasional melalui berbagai program strategis yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Dalam keynote speech-nya, Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Sumatera Utara, Indra Soeparjanto, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pelaksanaan program pemerintah guna mendukung pembangunan ekonomi daerah, termasuk sektor perkebunan yang menjadi salah satu sektor strategis di Sumatera Utara. Di kegiatan tersebut, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menyampaikan berbagai program yang dikelola BPDP untuk mendukung pengembangan komoditas perkebunan. Program tersebut meliputi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, beasiswa, pelatihan, penelitian dan pengembangan, dan promosi komoditas perkebunan. “BPDP terus berkomitmen mendukung pengembangan sektor perkebunan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui berbagai program yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun pemangku kepentingan lainnya,” kata Zaid Burhan Ibrahim dalam pemaparannya. Selain paparan mengenai program BPDP, peserta juga memperoleh informasi mengenai kondisi fiskal daerah dan perkembangan pelaksanaan APBN Tahun 2026 di Provinsi Sumatera Utara yang disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Utara, Edy Purwanto. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai peran APBN dalam mendukung pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi regional. Antusiasme peserta terlihat pada sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait mekanisme pelaksanaan program BPDP, peluang pemanfaatan program oleh pemerintah daerah dan pelaku usaha, serta isu-isu pengembangan sektor perkebunan di Sumatera Utara. Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran BPDP dan berbagai dukungan yang tersedia untuk pengembangan komoditas perkebunan. BPDP berharap pemanfaatan berbagai program yang tersedia dapat semakin optimal serta mendorong terbangunnya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pengembangan komoditas perkebunan yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kontribusi sektor perkebunan terhadap perekonomian daerah dan nasional.

Lewat Workshop BPDP Topang Lahirnya Komunitas UMKM Eksportir Lidi Sawit dari Santri dan Masyarakat Sawit
Sawit
Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05 WIB

Lewat Workshop BPDP Topang Lahirnya Komunitas UMKM Eksportir Lidi Sawit dari Santri dan Masyarakat

Bogor, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dan Gerakan Muda Pembaharu Sawit Nusantara (SawitNus) gelar workshop kewirausahaan angkat tema “Pemanfaatan Limbah Sawit sebagai Nilai Tambah Produk Turunan Kelapa Sawit bagi Generasi Muda” di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Cigudeg, Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta meliputi santri, pelajar, pemuda, mahasiswa, serta masyarakat sekitar pondok pesantren. Tujuannya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai potensi besar industri kelapa sawit, khususnya dalam pemanfaatan limbah sawit yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Di antara fokus utama adalah pengolahan lidi sawit menjadi produk bernilai tambah yang memiliki peluang pasar ekspor. Peserta diberikan pemahaman mengenai rantai pasok ekspor lidi sawit, peluang pasar di berbagai negara, serta strategi membangun usaha berbasis ekonomi sirkular yang memanfaatkan limbah perkebunan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Sebagai tindak lanjut kegiatan, dilakukan pembentukan Komunitas Pengrajin Lidi Sawit yang diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi para peserta dalam mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperkuat akses pasar untuk mendukung ekspor produk lidi sawit dari Indonesia. Pimpinan Pondok Pesantren Raudatul Ulum  Cigudeg  Bogor Mukhtar mengucapkan terima kasih kepada BPDP yang telah mendukung acara ini yang dilaksanakan di pondok pesantren harapan kedepan dari acara ini bisa melahirkan santri-santri prenur kelapa sawit di lingkungan pondok dan bisa berkolaborasi dengan UMKM yang ada dilingkungan pondok Pesantren. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang memberikan manfaat luas bagi kehidupan masyarakat Indonesia. “Kelapa sawit bukan hanya menghasilkan minyak goreng. Banyak produk yang kita gunakan sehari-hari berasal dari sawit. Karena itu, generasi muda perlu melihat sawit sebagai sumber inovasi, peluang usaha, sekaligus sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. BPDP mendorong generasi muda terutama santri ikut membangun UMKM berbasis sawit dalam upaya mendukung target  pertumbuhan ekonomi Presiden Prabowo Subianto  sebesar 8 persen,” bebernya. Ketua Umum Gerakan Muda Pembaharu Sawit Nusantata (SawitNus), Ujang, menjelaskan kelapa sawit memiliki peran yang sangat penting bagi Indonesia. Selain menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar negara, sektor sawit juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat yang bekerja di sepanjang rantai pasok industri tersebut, dan  kegiatan ini bisa menumbuhkan wirausaha baru dan mendukung pelaku UMKM pengrajin lidi sawit yang ada di wilayah bogor. Pembentukan Komunitas Pengrajin Lidi Sawit menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Dengan pendampingan yang tepat, komunitas tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi sentra produksi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memahami manfaat kelapa sawit secara utuh, sekaligus mampu memanfaatkan peluang usaha dari berbagai produk turunan sawit. Dengan demikian, sawit tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi menjadi sumber inovasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di masa depan.