Menurut Patuan, saat peninjauan berlangsung, penghamparan material lapis fondasi atau base baru mulai dikerjakan. Ia berharap pembangunan infrastruktur di Toba dilaksanakan sesuai ketentuan dan memenuhi standar teknis yang dipersyaratkan.
“Melalui kunjungan lapangan ini, kami ingin melihat langsung pelaksanaan pekerjaan dan memastikan informasi yang beredar di masyarakat,” ujarnya.
Namun, pengamatan pada satu tahap pekerjaan belum dengan sendirinya membuktikan seluruh material dan proses pengerjaan telah memenuhi spesifikasi. Karena itu, pemeriksaan teknis, termasuk kesesuaian material dan hasil pengujian mutu, tetap menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas pekerjaan hingga selesai.
Menanggapi tentang dugaan penggunaan material di sekitar lokasi, Sahala Tambunan, pelaksana pekerjaan dari CV Mindo Anugerah Persada, menyatakan material yang digunakan didatangkan dari Doloksanggul dan telah diproses sesuai kebutuhan pekerjaan.
“Material yang ada di sekitar lokasi ini tidak dapat digunakan karena tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan,” kata Sahala.
Ia menjelaskan, pekerjaan saat ini berada pada tahap penghamparan material base, sedangkan pekerjaan drainase telah dimulai dari bagian atas. Setelah tahapan tersebut rampung, pengerjaan akan dilanjutkan dengan pengaspalan menggunakan aspal campuran panas atau hotmix.
Sahala menyebut curah hujan menjadi salah satu kendala pelaksanaan, terutama karena kondisi jalan memiliki kontur menurun. Ia berharap cuaca mendukung agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai spesifikasi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Toba, Hendry Tambunan, mengatakan kedua paket rekonstruksi tersebut bersumber dari dana aspirasi anggota DPR RI Martin Manurung dari Partai NasDem. Ia berharap perbaikan jalan dapat membantu memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian dari Sibodiala menuju Balige, serta mendukung pengembangan pariwisata.
DPRD juga mengimbau masyarakat tetap mengawasi pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah dengan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab. Pengawasan publik penting, tetapi perlu disertai data yang dapat diverifikasi agar tidak berhenti pada dugaan.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan proyek bukan hanya progres pengerjaan, melainkan juga mutu konstruksi dan daya tahan jalan setelah digunakan. Karena itu, hasil pemeriksaan teknis serta kesesuaian pekerjaan dengan kontrak menjadi hal yang patut dipastikan hingga kedua ruas tersebut selesai.*
DPRD Toba Cek Proyek Jalan untuk Pastikan Kualitas Infrastruktur
Diskusi pembaca untuk berita ini