Binjai|Katakabar.com-
Baru beberapa bulan dilakukan perbaikan yang disebut bersumber dari dana CSR Hutama Karya (HK). Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara, kini kembali rusak. Lubang besar dan jalan bergelombang siap mengancam keselamatan para pengendara.
"Mereka (HK), memperbaiki tidak ada kordinasi dengan kita. Sehingga jalan tersebut rusak lagi.Entah cemana kerjanya makanya jalan itu rusak kembali," kata Kepala Tata Usaha (KTU) UPT Jalan dan Jembatan Azwar, saat ditemui di kantornya Jalan Veteran, Kota Binjai, Sumatera Utara, kemarin (28/10/2021).
Dirinyapun menilai, perbaikan jalan yang dilakukan oleh pihak HK disinyalir kuat memiliki syarat kepentingan pribadi HK. Sehingga dengan cepat mungkin perusahaan itu (HK), memperbaiki jalan tanpa perancangan yang cukup matang.
Karena diduga kuat pembangunan jalan tol mengambil material dari wilayah Langkat dan selalu melintasi Jalan Gatot Subroto. "Meskinya harus ada perhitungan dan kita tidak dilibatkan dalam pembangunan kemarin," beber dia kembali.
Karena kurangnya perencanaan yang matang, sehingga jalan yang diperbaiki terkesan asal-asalan saja. Ini dibuktikan dengan rusaknya kembali jalan hanya dalam kurun waktu beberapa bulan saja. "Banyak truk material batu dan tanah timbun lewat jalan situ, makanya jalan itu diperbaiki dengan cara cepat," nilai dia.
Karena dikerjakan asal jadi, jalan kinipun terlihat bergelombang dan berlubang. Tentu ini memiliki dampak atau efek yang sangat membahayakan bagi pengendara saat melintas. Belum lagi abu yang ditimbulkan cukup tebal dan menghalangi pengelihatan pengendara baik sepeda motor dan mobil.
"Kerusakan jalan dipercepat dengan hilir mudiknya truk-truk pengangkut material melebihi kapasitas (over tonase). Perihal ini dapat dilihat, dari jalan yang rusak dan bergelombang setiap kali kendaraan berat itu lewat. Lihatlah, bukan sedikit yang dibawa truk-truk itu," papar dia.
Meskipun jalan diperbaiki, tambah dia, meskinya pemerintah daerah, dapat mengawasi truk-truk yang melintas dengan over tonase. Sehingga jalan yang diperbaiki tidak cepat rusak dan terawat dengan baik.
"Inikan tidak, sudah tahu truk over kapasitas kok tidak ada tindakan, cemana ini? Kenapa jalan lain bagus, jalan ini rusak dan seolah tidak ada tindakan kepada truk lebih kapasitas," jelas dia sembari berharap ada tindakan kepada pengangkutan yang melebihi kapasitas.
Pantauan di lapangan, terlihat lubang berdiameter besar menyelimuti Jalan Gatot Subroto. Setiap kali pengendara sepeda motor melintas, harus menghindarinya. Akibat menghindari lubang, pengendara bisa jatuh dan terlindas oleh kendaraan yang membawa material batu kelebihan kapasitas.
Sementara itu, Pimpinan Proyek Tol Binjai-Langsa Hestu Budi Husodo, saat dikonfirmasi belum mau menjawab panggilan yang dilayangkan terkait dengan kendaraan pengangkut material untukpembangunan jalan tol over kapasitas melintas di Jalan Gatot Subroto.
Jalan Gatot Subroto Baru Diperbaiki Sudah Rusak Kembali
Diskusi pembaca untuk berita ini