Nansen menyampaikan, petugas terus berupaya membantu masyarakat dengan menyalurkan air bersih sambil melakukan penanganan terhadap pipa yang rusak. Hal tersebut merupakan upaya pelayanan selama masa pemulihan.

Upaya memperbaiki pipa sebelumnya telah dilakukan. Namun, hasil perbaikan belum bertahan karena pipa kembali mengalami kerusakan saat menerima tekanan air yang tinggi. Kondisi tersebut menjadi kendala teknis yang memperlambat pemulihan distribusi.

Tantangan lainnya adalah lokasi kerusakan yang sulit dijangkau. Berdasarkan keterangan UPT SPAM Humbahas, pipa berada di area jurang dengan kemiringan sekitar 45 derajat dan kedalaman kurang lebih 150 meter. Kondisi medan tersebut menuntut kehati-hatian serta penanganan teknis yang memadai demi keselamatan petugas.

Pemerintah daerah melalui UPT SPAM menyatakan penanganan kerusakan jaringan utama terus diupayakan agar distribusi air bersih dapat kembali normal. Namun, belum ada kepastian mengenai waktu penyelesaian perbaikan, mengingat kondisi lapangan dan kerusakan yang berulang.

Bagi masyarakat terdampak, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Karena itu, distribusi alternatif perlu dijaga selama masa perbaikan, disertai informasi yang jelas mengenai wilayah layanan, jadwal penyaluran, dan perkembangan pemulihan jaringan.

Warga diharapkan tetap bersabar selama proses penanganan berlangsung. Di sisi lain, pemantauan berkala terhadap kebutuhan masyarakat penting dilakukan agar bantuan air bersih dapat menjangkau keluarga yang paling terdampak.