Pada 13 Agustus 1947, pejuang dan masyarakat Pangkalan Brandan membumihanguskan fasilitas minyak untuk mencegah sumber daya strategis tersebut dikuasai Belanda.
“Semangat perjuangan tersebut harus kita lanjutkan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Tiorita.
Ia juga mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan semangat pengabdian untuk mendorong kemajuan Langkat dan Sumatera Utara.
Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Asisten Pemerintahan Setdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung mengatakan nilai perjuangan masyarakat Pangkalan Brandan harus diterapkan dalam kehidupan masa kini, antara lain melalui pendidikan, pembangunan, pelayanan publik dan penguatan ekonomi.
Peringatan ditutup dengan drama kolosal Kilas Balik Peristiwa Berandan Bumi Hangus yang diperankan ratusan pelajar bersama prajurit Marinir Yonif 8 Harimau Putih.
Tiorita Ajak Masyarakat Hidupkan Semangat Perjuangan Berandan Bumi Hangus
Diskusi pembaca untuk berita ini