Alreza Ahyu: Langkah-langkah Baru Membangun Pendidikan Sejalan Visi Bupati dan Wakil Bupati Rohul
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Pendidikan bukan sekadar memindahkan pengetahuan ke dalam kepala anak‑anak tetapi ia adalah cara kita mewariskan jati‑diri, martabat, harapan, serta arah masa depan tanah tempat kita berpijak. Di bawah arahan kuat serta dukungan penuh Bupati Rokan Hulu Anton, ST., MM., dan Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M. bertekad menjadikan kemajuan ilmu pengetahuan berjalan beriringan bersama kearifan lokal dan pembentukan jiwa manusia seutuhnya, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) kini bergerak maju dengan rencana kerja yang teratur, peduli, transparan, serta tegas memegang amanat rakyat dipimpin Kepala Dinas Al Reza Ahyu, S.E., M.Si., Ak. yang memadukan ketegasan peraturan dengan kepekaan hati masyarakat. Langkah‑langkah yang kini digulirkan menyentuh sisi kehidupan sekolah secara menyeluruh: mulai dari menjaga napas dan kesehatan anak didik, memastikan setiap rupiah bantuan datang tepat sasaran, membersihkan gerbang penerimaan siswa dari segala noda pungutan maupun percaloan, hingga menanamkan kembali akar budi pekerti, iman, dan semangat berkemasyarakatan yang menjadi ciri khas “Negeri Seribu Suluk” nama lain dari Rokan Hulu. Ketika asap kebakaran hutan dan lahan mulai menyelimuti langit ancaman yang kerap datang tanpa diundang, Disdikpora segera bertindak cepat dan terukur. Melalui Surat Edaran Nomor 300.2.1/DISDIKPORA‑Set/1, masa pembelajaran dialihkan sementara waktu menjadi sistem jarak jauh atau pembelajaran daring, berlaku 26 hingga 28 Agustus 2026, agar tak ada satu pun murid yang terpaksa menghirup udara berbahaya demi mengikuti pelajaran. Tetapu kepedulian tak berhenti sekadar mengubah cara belajar: gizi anak tetap menjadi prioritas utama. Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan penuh dengan pengaturan yang memudahkan para orang tua mengambil pangan yang sudah disiapkan sekolah lewat koordinasi sederhana, sehingga manfaat program negara ini tetap sampai ke meja makan anak‑anak meski mereka belajar dari rumah. “Kita tidak boleh membiarkan pelajaran terhenti, dan kita juga tak boleh membiarkan perut anak kita kosong,” kata Kadisdikpora Rokan Hulu Alreza Ahyu. Semangat yang tercermin di sini persis sejalan arahan Bupati Anton: pelayanan harus peka, cepat, dan tak menyulitkan rakyat. Di balik kemajuan sekolah terdapat hal yang sederhana namun sangat menentukan nasib ribuan ruang belajar: kebenaran data. Menjelang penutupan pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada 31 Agustus 2026, seluruh jajaran sekolah diminta memeriksa ulang satu‑persatu: jumlah murid, tenaga pendidik, sarana prasarana hingga kelengkapan dokumen kemajuan belajar. Ini bukan sekadar urusan administrasi rutin, sebab data Dapodiklah yang menjadi dasar perhitungan seluruh alokasi anggaran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2027. “Setiap angka harus jujur, setiap nama harus benar ada, karena itu adalah uang yang dipercayakan rakyat untuk masa depan anak‑bangsa. Sesuai semangat tata kelola bersih yang terus didengungkan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, apa yang kita catat harus benar, apa yang kita rencanakan harus jelas, dan apa yang kita terima harus kita pertanggung‑jawabkan lurus di hadapan rakyat," jelasnya. Kemudian kata Reza, pendidikan adalah hak setiap anak bukan milik siapa yang paling kaya, paling berpengaruh, atau paling banyak kenalan. Untuk itu, menyambut Tahun Ajaran baru, seluruh jajaran pemimpin sekolah dan petugas penerimaan murid baru telah menandatangani Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) bersih. Janji tertulis ini bermakna besar: penerimaan siswa akan berjalan murni berdasarkan ketentuan aturan, tanpa pungutan apa pun, tanpa jalur tersembunyi, tanpa bisa digeser oleh pengaruh jabatan, kerabat, maupun tokoh masyarakat, siapa pun itu. “Gerbang sekolah terbuka lebar untuk setiap anak yang berhak masuk, ditutup rapat bagi siapa pun yang ingin membelokkan keadilan,” prinsip ini sejalan dengan komitmen bersama Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti: membangun pemerintahan yang jujur, membuka peluang setara bagi semua orang, dan menghapus kebiasaan lama yang membebani maupun merugikan warga. Di tengah arus zaman yang makin cepat berubah, ada hal yang tak boleh berubah: kebaikan hati, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta kebersamaan dan semangat pengabdian yang menjadi warisan leluhur kita. Dua langkah besar kini mulai dijalankan serentak: pertama, melalui arahan yang bersumber dari Surat Edaran Bupati, seluruh satuan pendidikan jenjang SD maupun SMP negeri maupun swasta mulai melaksanakan kegiatan keagamaan: melaksanakan Shalat Dhuha serta Shalat Zuhur berjamaah di lingkungan sekolah. “Kita membangun kecerdasan otak, namun jangan lupa membangun kemuliaan hati,” ucapnya dengan semangat di balik kebijakan ini. Kedua, Pendidikan Kepramukaan kini resmi menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib berlaku di seluruh jenjang sekolah, diperkuat dengan rutinitas apel setiap hari Rabu serta kebangkitan Gugus Depan yang sempat berhenti bergerak. Langkah ini sejalan langsung dengan amanat baru Al Reza Ahyu sendiri yang kini juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Rokan Hulu. “Di sini anak tak sekadar belajar melipat bendera atau mendirikan tenda mereka belajar saling peduli, disiplin, mandiri, mencintai tanah air, serta siap bergotong‑royong membantu sesama tanpa diminta,” terangnya, sesuai cita‑cita pemimpin daerah: agar anak kelak tumbuh menjadi orang pandai sekaligus berjiwa besar, berpikiran luas namun tetap menginjak bumi dan mengingat asal‑usulnya. Dari menjaga udara yang dihirup murid hingga menjaga kejujuran angka di atas kertas; dari memastikan makanan bergizi hingga ke perut murid hingga memastikan hati mereka tumbuh lembut, beriman, dan gagah berani kebijakan‑kebijakan yang sedang berjalan ini bukan sekadar daftar tugas rutin dinas semata. Ia adalah cerminan keinginan besar: bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti, serta pengelolaan pendidikan yang dipimpin Al Reza Ahyu, Rokan Hulu tak sekadar ingin mencetak murid yang pandai ujian melainkan generasi yang tahu siapa dirinya, percaya diri, jujur, peduli lingkungan, saling menghormati, serta siap pulang dan membangun kampung halamannya sendiri menjadi negeri yang makmur, damai, dan terhormat. "Semua ini tak sempurna dalam sekejap mata—namun arahnya harus benar, jalannya harus lurus, dan langkahnya sudah pasti: bersama pemerintah yang peduli, kita tegas sekaligus terbuka, tenaga pendidik yang berjuang tanpa kenal lelah, serta dukungan kita semua—masa depan anak‑anak “Negeri Seribu Suluk” sedang kita rajut bersama, benih‑demi‑benih, hari‑demi‑hari," tandasnya.