AI Search

Sorotan terbaru dari Tag # AI Search

AI Search Ubah Strategi Digital Brand, AVO AI Bantu Ukur Peluang Brand Dipilih AI Teknologi
Teknologi
Senin, 29 Juni 2026 | 09:10 WIB

AI Search Ubah Strategi Digital Brand, AVO AI Bantu Ukur Peluang Brand Dipilih AI

Jakarta, katakabar.com - Selama bertahun-tahun, perusahaan berlomba meningkatkan visibilitas digital melalui optimasi mesin pencari, iklan, dan berbagai kanal pemasaran online. Tetapi munculnya AI generatif mulai mengubah cara brand bersaing di ruang digital. Laporan terbaru Capgemini menemukan bahwa 58 persen konsumen telah menggunakan generative AI seperti ChatGPT dan Gemini sebagai pengganti mesin pencari tradisional untuk mendapatkan rekomendasi produk dan layanan, meningkat tajam dibandingkan 25 persen pada 2023. Bahkan, 71 persen konsumen menginginkan AI terintegrasi dalam pengalaman pencarian dan belanja mereka. Pergeseran perilaku tersebut membuat visibilitas di platform AI menjadi semakin penting. Berbeda dengan mesin pencari yang menampilkan banyak pilihan hasil pencarian, AI cenderung memberikan sejumlah kecil jawaban yang dianggap paling relevan dan terpercaya. Akibatnya, peluang sebuah brand untuk dipertimbangkan konsumen semakin dipengaruhi oleh apakah brand tersebut muncul dalam jawaban AI. Meski demikian, sebagian besar perusahaan masih belum memiliki cara untuk mengetahui apakah brand mereka direkomendasikan oleh AI. Banyak perusahaan dapat memantau posisi brand mereka di mesin pencari, traffic website, maupun performa kampanye digital secara real-time, tetapi belum memiliki visibilitas mengenai bagaimana AI menilai dan menggunakan informasi tentang brand mereka. “Berbeda dengan mesin pencari yang menampilkan puluhan hasil, AI biasanya hanya menampilkan beberapa brand yang dianggap paling relevan. Karena itu, muncul atau tidaknya sebuah brand dalam jawaban AI dapat memengaruhi peluang brand tersebut masuk ke tahap pertimbangan konsumen,” kata Alexandro Wibowo, Partner Avonetiq. Menurut Alexandro, AI menggunakan berbagai sinyal untuk menentukan informasi yang akan dijadikan jawaban, mulai dari konsistensi informasi, kredibilitas sumber, hingga otoritas digital sebuah brand. Karena itu, visibilitas di AI menjadi faktor yang semakin penting dalam strategi pemasaran dan komunikasi digital. “Selama ini perusahaan memiliki cara untuk mengukur traffic website atau posisi kata kunci di mesin pencari. Namun mereka belum memiliki cara untuk memahami apakah AI benar-benar mempertimbangkan brand mereka ketika menjawab pertanyaan pengguna. Kesenjangan inilah yang mulai muncul di era AI Search,” jelas Alexandro. Untuk membantu perusahaan memahami perubahan tersebut, Avonetiq menghadirkan AVO AI, sebuah platform yang dirancang untuk menganalisis jawaban dari berbagai platform AI untuk mengukur seberapa sering sebuah brand dipilih, direkomendasikan, atau disebutkan dalam konteks tertentu. “Kami mengembangkan metode untuk mengukur bagaimana AI menggunakan sebuah brand sebagai jawaban ketika pengguna mencari informasi atau meminta rekomendasi. Melalui AVO AI, pemilik brand tidak hanya bisa melihat skornya, tetapi juga memahami apa yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan visibilitas tersebut," ucap Alexandro. AVO AI mengukur dua aspek utama, yaitu Authority Score dan Visibility Score. Authority Score menunjukkan tingkat kesiapan sebuah brand untuk dipercaya oleh sistem AI berdasarkan kualitas informasi, klaim, dan verifikasi yang tersedia secara digital.  Brand dengan Authority Score yang lebih tinggi umumnya memiliki informasi yang lebih konsisten serta lebih banyak klaim yang tervalidasi melalui media, website resmi, maupun sumber pihak ketiga yang kredibel. Sementara itu, Visibility Score mengukur seberapa sering sebuah brand muncul dalam jawaban AI untuk berbagai topik dan kategori yang relevan. Melalui kedua metrik tersebut, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana AI memahami, menilai, dan menggunakan informasi tentang brand mereka dalam menyusun jawaban kepada pengguna. “Perusahaan juga bisa mengetahui pertanyaan apa yang memunculkan kompetitor mereka dan mengapa AI lebih memilih kompetitor tersebut. Dengan begitu, mereka tidak hanya mengetahui hasil akhirnya, tetapi juga memahami faktor yang mempengaruhi visibilitas brand di AI,” tuturnya. Alexandro menilai kemampuan memantau visibilitas di AI akan menjadi bagian penting dari strategi pemasaran modern, sebagaimana SEO dan analitik digital menjadi standar dalam dua dekade terakhir. “Dulu brand bertanya apakah mereka muncul di halaman pertama mesin pencari. Kini pertanyaannya berubah menjadi apakah AI memilih brand mereka sebagai jawaban. Seiring meningkatnya penggunaan AI untuk mencari informasi dan rekomendasi, monitoring visibility akan menjadi metrik yang semakin penting bagi brand,” tandas Alexandro.

Webdevv.cloud Bangun Generasi Baru Website UMKM Dioptimalkan SEO, AI Search dan Siap UCP Tekno
Tekno
Selasa, 20 Januari 2026 | 19:21 WIB

Webdevv.cloud Bangun Generasi Baru Website UMKM Dioptimalkan SEO, AI Search dan Siap UCP

Jakarta, katakabar.com - Persaingan digital di Indonesia semakin cepat. Bagi jutaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), punya website bukan lagi sekadar formalitas, tetapi syarat dasar untuk bertahan di dunia yang kini dikuasai AI search engines dan standar baru e-commerce global. Di tengah perubahan besar ini, Webdevv.cloud unit pengembangan website dari AdsMediaMix Digital Agency hadir dengan positioning yang berbeda. Bukan hanya membuat website yang terlihat menarik, tetapi membangun fondasi digital yang siap menghadapi masa depan: SEO kuat, AI-search optimized, dan kompatibel dengan Universal Commerce Protocol (UCP) yang akan diluncurkan Google. Sementara banyak penyedia jasa website masih berfokus pada tampilan visual, Webdevv.cloud menggeser paradigma tersebut menuju standar baru yang jauh lebih strategis. AI Search Mulai Ubah Cara Website Ditemukan Pencarian informasi tidak lagi didominasi oleh halaman hasil Google yang tradisional. Kini, penemuan konten dan produk banyak ditentukan oleh mesin kecerdasan buatan, seperti Google Gemini, ChatGPT, dan Perplexity AI. Mesin-mesin ini tidak hanya membaca halaman; mereka menafsirkan struktur, konteks, entitas, dan hubungan data. Website yang tidak memiliki struktur semantik yang jelas dan tidak dibangun dengan pendekatan machine-readable akan semakin sulit muncul dalam rekomendasi AI. Webdevv.cloud membangun website dengan standar baru yang meliputi: - struktur konten semantik, - schema markup yang kompleks, - entity-based SEO, - optimasi konten untuk dipahami LLM (large language models), - serta pola penulisan yang mudah ditarik oleh AI Search. Menurut Kurniawan Aryanto, Digital R&D Director AdsMediaMix.id, “AI Search membalikkan aturan lama SEO. Website hari ini harus dirancang agar bisa dipahami oleh mesin yang mengambil keputusan, bukan sekadar robot yang merayapi halaman. Gemini dan ChatGPT akan menjadi pintu masuk penemuan informasi, dan bisnis harus siap dari sekarang.” Universal Commerce Protocol: Standar Baru Ubah E-Commerce Google memperkenalkan Universal Commerce Protocol (UCP) sebagai upaya menciptakan standar universal untuk data produk. Detail teknis UCP dapat dilihat di: https://developers.googleblog.com/under-the-hood-universal-commerce-protocol-ucp/ UCP memungkinkan produk, harga, stok, variasi, dan detail katalog ditulis dalam format yang dapat dibaca secara universal oleh berbagai platform. Dengan UCP, satu input data produk di website dapat tersinkron otomatis dengan: - Google Search - Google Shopping - Merchant Center - Marketplace - Layanan AI shopping - dan berbagai platform pihak ketiga Bagi sektor printing online, custom merchandise, dan bisnis UMKM berbasis katalog, perubahan ini sangat besar. UCP membuat katalog produk lebih mudah muncul di AI Search dan mempercepat integrasi dengan ekosistem Google. Kurniawan Aryanto menjelaskan Universal Commerce Protocol bukan hanya pembaruan teknis. "Ini adalah fondasi baru perdagangan digital global," ujarnya. UMKM, kata Kurniawan, yang menyiapkan website mereka sejak awal akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan. Webdevv.cloud mempersiapkan seluruh website toko online termasuk untuk bisnis printing, merchandise, dan on-demand production agar kompatibel dengan UCP dari awal. Website Masa Depan: SEO, AI, dan Infrastruktur E-Commerce Webdevv.cloud membangun website dengan konsep tiga pilar utama yang diprediksi akan menentukan masa depan digital Indonesia: 1. Optimasi SEO Tradisional Mencakup struktur heading, meta tags, Core Web Vitals, optimasi gambar, serta internal linking. 2. Optimasi AI Search Menggunakan semantic clusters, entitas yang mudah dipahami AI, schema lanjutan, dan struktur konten yang memungkinkan mesin AI memberikan rekomendasi yang benar. 3. Kompatibilitas UCP Mempersiapkan format katalog agar terhubung dengan sistem e-commerce Google di masa mendatang. Pendekatan ini membuat Webdevv.cloud menjadi salah satu pemain awal yang menjembatani SEO tradisional menuju AI discovery dan universal commerce. Dampaknya untuk UMKM Indonesia Indonesia memiliki lebih dari 65 juta UMKM, tetapi hanya sebagian kecil yang memiliki website profesional. Dari jumlah itu, sangat sedikit yang siap untuk struktur AI Search atau UCP. Webdevv.cloud melihat peluang besar ini sebagai fase berikutnya dalam digitalisasi UMKM: UMKM tidak hanya hadir online, tetapi hadir dengan website yang memiliki struktur data modern, siap AI, dan siap masuk ke ekosistem commerce global. Ini bukan sekadar membangun website, tetapi membangun infrastruktur yang akan relevan hingga satu dekade ke depan. Didukung AdsMediaMix Digital Agency Sebagai bagian dari AdsMediaMix, Webdevv.cloud mendapat dukungan dari: - Tim SEO, - Analis data, - Content strategist, - Teknologi R&D, - serta pengalaman lintas industri. Ini menjadikan Webdevv.cloud bukan sekadar vendor pembuatan website, tetapi sebuah unit teknologi yang memberikan solusi end-to-end. Untuk Informasi Lebih Lanjut Bisnis yang ingin membangun website yang: - Siap SEO, - Siap AI Search, - Siap UCP, dan - Siap bertahan menghadapi perubahan digital, dapat menghubungi: Website: https://webdevv.cloud/ Bagian dari: AdsMediaMix Digital Agency