Akuakultur

Sorotan terbaru dari Tag # Akuakultur

Tim Pengabdian Masyarakat Akuakultur Fikkia Gencarkan Edukasi Pembenihan di SMKN 1 Glagah Banyuwangi Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 01 Juli 2026 | 10:17 WIB

Tim Pengabdian Masyarakat Akuakultur Fikkia Gencarkan Edukasi Pembenihan di SMKN 1 Glagah Banyuwangi

Banyuwangi, katakabar.com - Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan alam, dan keanekaragaman hayati perairan yang sangat melimpah. Setiap wilayah memiliki species ikan lokal air tawar dengan karakteristik dan potensi yang beragam. Tetapi, keberadaan ikan tersebut kini kian menurun akibat praktik penangkapan berlebih (overfishing), masuknya species ikan invasif serta degradasi habitat aslinya. Sebagai upaya pelestarian ikan lokal air tawar di Indonesia, Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Akuakultur, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga mulai mengajak generasi muda untuk terlibat langsung. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi dan workshop mengenai optimalisasi pembenihan ikan lokal air tawar di SMKN 1 Glagah Banyuwangi, di pekan kedua Juni 2026 lalu.  Kegiatan ini melibatkan narasumber sekaligus dosen yang ahli dibidangnya, mahasiswa dan 50 siswa SMKN 1 Glagah Banyuwangi. Suciyono, S.St.Pi., M.P., Ketua Pelaksana Tim Pengmas, menjelaskan kegiatan transfer pengetahuan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, dan keterampilan siswa pada kegiatan pembenihan ikan lokal air tawar sebagai upaya pelestarian sumber daya perairan. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan ikan lokal air tawar melalui penerapan teknik budidaya dan pembenihan yang tepat. Selain itu, kegiatan ini diharakan dapat mendorong siswa untuk lebih mengenal potensi ikan lokal serta mampu mengamplikasikan pengetahuan pembenihan secara langsung di lingkungan sekolah maupun masyarakat nantinya. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 1 Glagah, Suparman, S.T., M.T., menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dapat bekerja sama dengan instansi terkait khususnya dalam pelestarian dan pengembangan budidaya ikan lokal air tawar di lingkungan sekolah," ucapnya. Sesi materi worksop dibuka Farida Mauludia, S.Pi., M.P., M.Sc. Ia mengenalkan berbagai jenis ikan lokal air tawar yang ada di Indonesia dan menekankan pentingnya pelestarian melalui restocking budidaya dan konservasi habitat. “Alasan utama kita perlu membudidayakan ikan lokal air tawar karena populasinya semakin menurun” tuturnya. Materi berikutnya disampaikan Hapsari Kenconojati, S.Si., M.Si yang membahas manajemen pemeliharaan induk dan larva ikan lokal air tawar berdasarkan aspek nutrisi. Hapsari menjelaskan bahwa nutrisi berperan penting dalam pertumbuhan, reproduksi dan sistem imun ikan. Selain itu manajemen pemberian pakan muali dari frekuensi, proporsi hingga konsistensi menjadi faktor penting dalam keberhasilan pemeliharaan ikan lokal air tawar. Di sesi terakhir, Darmawan Setia Budi, S.Pi., M.Si mengangkat topik pembenihan ikan lokal air tawar. Ia menyoroti mengenai keterbatasan stok dan kualitas induk sebagai tantangan utama yang berdampak pada kualitas dan kuantitas benih. Berbagai teknik pembenihan seperti rekasaya genetika, media conditioning serta manipulasi pemijahan juga turut dijelaskan kepada siswa. “Pembenihan merupakan fondasi utama dalam budidaya. Tanpa adanya pembenihan, tidak akan ada pembesaran. Tanpa pembenihan, akuakultur tidak akan berjalan," tegasnya. Sebagai bentuk implementasi, tim pengabdian masyarakat juga mengenalkan secara langsung metode pembenihan ikan lokal kepada siswa, mulai dari pemilihan induk, teknik pemijahan, hingga penanganan larva. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan praktis siswa dalam kegiatan budidaya. Tidak hanya itu, sebagai bentuk dukungan nyata, tim Pengabdian Masyarakat Akuakultur FIKKIA Unair turut menyumbangkan beberapa pasang indukan ikan lokal kepada pihak sekolah, diantaranya nilem (Osteochilus haselti), Muraganting (Systomus sp.), Wader Pari (Rasbora argyrotaenia), Ikan Dewa (Neolissochilus soroides), dan Tawes (Puntius javanicus). Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai stok induk untuk kegiatan pembenihan di lingkungan sekolah. Antusiasme siswa juga terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu siswa kelas XI APAT 2, Rocella berharap kegiatan serupa dapat Kembali dilaksanakan. “Saya Berharap kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi karena memberikan banyak wawasan mengenai cara pembenihan ikan lokal air tawar yang lebih dalam," timpalnya. Melalui kegiatan workshop ini, diharapkan penurunan populasi ikan lokal khususnya di Banyuwangi dapat teratasi melalui pendekatan edukasi, konservasi, dan pengembangan budidaya yang berkelanjutan.

Startup Teknologi FisTx Perkenalkan Antasena Solusi Efisiensi Energi di Industri Akuakultur Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 22 Agustus 2025 | 10:00 WIB

Startup Teknologi FisTx Perkenalkan Antasena Solusi Efisiensi Energi di Industri Akuakultur

Jakarta, katakabar.com - FisTx Indonesia, perusahaan teknologi akuakultur karya anak bangsa, resmi kenalkan inovasi terbarunya bernama Antasena, sebuah teknologi microbubble hemat daya dengan konsumsi listrik di bawah 200 watt. Perkenalan ke publik ini berlangsung di acara Tilapia Stakeholder Meeting 2025 yang digelar di Bandung, di pertengahan Agustus 2025 lalu. Solusi Tantangan Besar Budidaya Ikan Salah satu tantangan terbesar dalam budidaya ikan nila atau tilapia maupun udang adalah menjaga kadar oksigen terlarut (DO/Dissolved Oxygen) tetap stabil sepanjang waktu. Aerator konvensional membutuhkan daya listrik besar dan biaya operasional tinggi, terutama pada sistem kolam yang beroperasi 24 jam. Antasena hadir sebagai solusi tepat guna: - Konsumsi hemat daya di bawah 200 watt. - Peningkatan kualitas air dengan gelembung mikro (microbubble) yang efisien. - Mendukung budidaya berkelanjutan dengan menekan biaya operasional. Peluncuran Antasena juga menjadi wujud nyata komitmen FisTx Indonesia dalam mendukung program revitalisasi tambak di wilayah Pantura, yang sebagian besar dikelola petambak ikan nila (tilapia). Dengan teknologi hemat energi ini, diharapkan petambak dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya listrik.

Bangun Masa Depan Akuakultur Berkelanjutan: Perjalanan Aquarev dan Para Petambak Kecil di Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 20 Juli 2025 | 17:17 WIB

Bangun Masa Depan Akuakultur Berkelanjutan: Perjalanan Aquarev dan Para Petambak Kecil di Indonesia

Head of Partnerships Aquarev, Retno Nuraini mengatakan, model yang ditawarkan Aquarev berbasis pendekatan komunitas. Setiap kelompok petambak didampingi melalui sistem klaster dan mekanisme pembagian risiko (risk sharing), di mana tantangan budidaya dihadapi secara kolektif. "Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan peluang keberhasilan panen, tetapi juga memperkuat solidaritas serta tata kelola usaha yang lebih inklusif dan berkelanjutan," ujarnya. Menurutnya, Aquarev juga aktif menjaga aspek keberlanjutan lingkungan dengan melindungi dan mulai merehabilitasi kawasan mangrove yang menjadi bagian penting dari ekosistem pesisir. "Upaya ini dilakukan melalui penanaman bibit mangrove di sekitar tambak, serta edukasi kepada petambak tentang pentingnya ekosistem pesisir yang sehat bagi keberlangsungan usaha budidaya," jelasnya.

Peran Sistem Ketertelusuran, Remote Sensing, dan Kode QR Tingkatkan Transparansi Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 22 September 2024 | 21:52 WIB

Peran Sistem Ketertelusuran, Remote Sensing, dan Kode QR Tingkatkan Transparansi

Jakarta, katakabar.com - Seiring meningkatnya permintaan global terhadap makanan laut, akuakultur kini menjadi alternatif penting bagi perikanan tradisional dan sumber mata pencaharian bagi jutaan orang di seluruh dunia. Tapi, praktik akuakultur yang tidak berkelanjutan dan eksploitasi berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan yang serius, mengancam sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.