Andalkan

Sorotan terbaru dari Tag # Andalkan

Hadapi Gejolak Energi Global, Holding PTPN Andalkan dan Optimalkan POME PLTBg PalmCo Sawit
Sawit
Minggu, 26 April 2026 | 12:01 WIB

Hadapi Gejolak Energi Global, Holding PTPN Andalkan dan Optimalkan POME PLTBg PalmCo

Jakarta, katakabar.com - Ketidakpastian harga energi fosil akibat dinamika geopolitik global dorong pelaku industri mencari strategi alternatif demi menjaga stabilitas operasional. Di sektor perkebunan, langkah antisipatif tersebut telah menunjukkan hasil melalui pemanfaatan energi baru terbarukan berbasis limbah kelapa sawit. Salah satunya dilakukan PTPN IV PalmCo, Subholding PT Perkebunan Nusantara III (Persero), mengoptimalkan pemanfaatan limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent atau POME) sebagai sumber energi. Melalui inovasi tersebut, perusahaan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) guna menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan inisiatif tersebut bukan merupakan respons jangka pendek terhadap lonjakan harga energi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. “Gejolak harga energi fosil dunia saat ini justru membuktikan bahwa pengembangan energi terbarukan yang kami lakukan adalah langkah tepat. PLTBg membantu kami mengurangi ketergantungan terhadap solar, sekaligus menjaga efisiensi biaya operasional,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, di pertengahan April 2026 lalu. Saat ini, PalmCo mengoperasikan dua fasilitas pembangkit listrik berbahan baku limbah cair sawit, yakni PLTBg Terantam dan PLTBg Tandun. Keduanya menggunakan teknologi covered lagoon untuk mengolah limbah cair menjadi biogas yang kemudian dikonversi menjadi listrik. Energi yang dihasilkan dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PPIS Tandun, serta mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Data perusahaan menunjukkan, pemanfaatan energi biogas tersebut telah menggantikan penggunaan genset berbahan bakar solar secara signifikan. Dalam periode 2023 hingga 2025, konsumsi solar berhasil ditekan hingga lebih dari 2,6 juta liter. Efisiensi tersebut berdampak langsung terhadap kinerja keuangan perusahaan. PalmCo mencatat penghematan biaya energi mencapai sekitar Rp39,5 miliar dalam tiga tahun terakhir. Direktur Strategy dan Sustainability PalmCo, Ugun Untaryo, menilai pemanfaatan POME sebagai sumber energi juga mencerminkan penerapan prinsip keberlanjutan di industri sawit. “Ini bukan sekadar efisiensi, tetapi bagian dari ekonomi sirkular. Limbah cair yang sebelumnya menjadi tantangan lingkungan kini kami olah menjadi sumber energi yang bernilai,” cerita Ugun. Ia menjelaskan, pada tahun lalu kedua fasilitas PLTBg tersebut mampu mengolah lebih dari 293.000 meter kubik limbah cair. Dari proses tersebut dihasilkan jutaan meter kubik gas metana yang dimanfaatkan sebagai energi sekaligus mencegah pelepasan emisi gas rumah kaca ke atmosfer. Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya global dalam menekan emisi dan mempercepat transisi energi. Pemanfaatan limbah sebagai sumber listrik tidak hanya menjaga efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat ketahanan energi sektor industri. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV PalmCo terus dorong pengembangan energi berbasis limbah sebagai strategi keberlanjutan sekaligus peningkatan daya saing industri perkebunan nasional. Dengan capaian tersebut, model pengelolaan energi berbasis limbah yang dikembangkan PalmCo berpotensi menjadi rujukan bagi industri perkebunan dalam menghadapi dinamika energi global secara berkelanjutan.

Pantau Kelancaran Pelayanan Selama Masa Nataru, KAI Services Andalkan Unit Command Center Nasional
Nasional
Rabu, 07 Januari 2026 | 17:00 WIB

Pantau Kelancaran Pelayanan Selama Masa Nataru, KAI Services Andalkan Unit Command Center

Jakarta, katakabar.com - Masa Nataru 2025-2026 baru saja berakhir Ahad, 4 Januari 2026 lalu. Selama masa liburan akhir tahun tersebut, KAI Services mengoperasikan unit Command Center untuk memantau semua unit pelayanan dapat berjalan dengan baik dan lancar selama 24 jam nonstop. Pemantauan dilakukan secara real-time untuk mendeteksi dini kendala di lapangan dan pengambilan keputusan cepat. Data dari petugas lapangan langsung terhubung ke Command Center melalui sistem interkoneksi antar-aplikasi. Menurut Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, Melalui Command Center, kami dapat memastikan seluruh layanan KAI Services tetap optimal selama periode masa Nataru 2025-2026 yang baru saja selesai di hari minggu 4 Januari kemarin. Dengan pemantauan 24 jam dan analisis berbasis data, setiap tantangan di lapangan dapat segera direspons secara cepat dan tepat, “Angkutan Nataru 2025-2026 yang berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Puncak arus penumpang yang liburan diperkirakan pada Rabu 24 Desember 2025 terus dipantau oleh Unit Command Cemter yang mempersiapkan seluruh pekerjanya melakukan posko selama 24 jam nonstop,“ ujar Nyoman lewat keterangan resmi, Selasa kemarin. Command Center KAI Services menjadi pusat untuk melakukan kegiatan Monitoring agar mendapatkan data yang valid dan update mengenai kondisi yang terjadi di lapangan secara real time. Command Center menampilkan data-data secara visual yang bisa menjadi tolak ukur untuk mencari solusi bila terjadi permasalahan di lapangan.