Asteng

Sorotan terbaru dari Tag # Asteng

KEK Gresik Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Berdaya Saing Global di Asteng Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:00 WIB

KEK Gresik Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Berdaya Saing Global di Asteng

Gresik, katakabar.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik kian mengukuhkan posisinya sebagai hub hilirisasi terintegrasi berdaya saing global di Asia Tenggara. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) dua proyek strategis sektor mineral di kawasan terkait fasilitas produksi brass mill dan brass cup serta pabrik manufaktur emas logam mulia, di penghujung April 2026 lalu. Proyek bagian dari 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II inisiasi BPI Danantara ini melibatkan kolaborasi strategis antara MIND ID, DEFEND ID, dan Pelindo. Skemanya, katoda tembaga dari smelter akan diolah menjadi brass cup dan brass mill berkapasitas 10.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan amunisi nasional. Sementara, untuk pengolahan emas, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akan memproses hasil pemurnian logam menjadi emas batangan (bullion) guna memperkuat rantai pasok logam mulia domestik. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan pengembangan industri derivatif di Gresik merupakan langkah nyata dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi daerah. Inisiatif ini diyakini mampu menjadi motor penggerak baru bagi struktur ekonomi Jawa Timur agar semakin kokoh dan berdaya saing. “Definisi maju tentu adalah kemampuan kita mengembangkan industri strategis yang membuat bangsa ini menjadi berdikari. Prasyarat untuk mewujudkan hal tersebut adalah adanya ekosistem yang mumpuni. Itulah sebabnya Jawa Timur ingin menjadi bagian penting dari rantai nilai (value chain) industri nasional," kata Emil saat meresmikan proyek tersebut di KEK Gresik. Emil menjelaskan, hilirisasi di KEK Gresik kini telah melompat ke tahap produk turunan tingkat dua dan tiga. Ia mencontohkan bagaimana katoda tembaga kini diolah lebih lanjut menjadi copper rod, copper foil, hingga brass cup yang merupakan bahan baku peluru. “Kita sudah bergeser ke arah industri derivatif. Katoda tembaga yang dihasilkan smelter kini diolah menjadi brass cup oleh Pindad untuk kebutuhan amunisi. Jadi, peluru yang biasanya diimpor untuk kebutuhan TNI, ke depan akan diproduksi di dalam negeri menggunakan bahan baku lokal," ucapnya. Kehadiran fasilitas brass mill ini diproyeksikan mampu menekan angka impor komponen amunisi TNI secara signifikan sekaligus memperkuat kemandirian pertahanan melalui integrasi produksi di kawasan yang sama. Secara sosial-ekonomi, proyek terintegrasi ini diperkirakan akan serap hingga 7.000 tenaga kerja terampil. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi lintas BUMN yang melibatkan PT Freeport Indonesia sebagai penyedia bahan baku, PT Pindad, PT Antam, hingga PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melalui PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) sebagai mitra infrastruktur pelabuhan. Guna mendukung transformasi KEK Gresik sebagai hub hilirisasi berdaya saing global, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen memperkuat efisiensi logistik melalui perbaikan infrastruktur di sekitar kawasan, termasuk pelebaran akses jalan tol dan pembenahan jembatan guna memastikan kelancaran operasional KEK Gresik sebagai tulang punggung industri nasional. “KEK Gresik bukan lagi single commodity, melainkan multi-commodity hub. Dengan dukungan infrastruktur dari Pelindo dan ekosistem industri yang sudah 'nyambung', kawasan ini akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang menyerap ribuan tenaga kerja terampil,” sebut Emil. Dari sisi makroekonomi, posisi KEK Gresik di jantung aglomerasi Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Emil memaparkan wilayah ini menyumbang hampir separuh dari PDRB Jawa Timur. "Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di kawasan Gerbangkertosusila mencapai hampir separuh dari perekonomian Jawa Timur. Mengingat Jawa Timur menyumbang seperenam ekonomi nasional, maka perputaran ekonomi di aglomerasi ini saja mencakup hampir 10 persen dari total ekonomi Indonesia. Ini adalah keunggulan kompetitif yang harus kita jaga," tandasnya.

Bermitra dengan Halo Robotics Buka Pasar Terbesar Asteng Bagi Robot Humanoid dan Quadruped Tekno
Tekno
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:15 WIB

Bermitra dengan Halo Robotics Buka Pasar Terbesar Asteng Bagi Robot Humanoid dan Quadruped

Jakarta, katakabar.com - Produsen robot enterprise terbesar di dunia dengan lebih dari 50.000 unit quadruped dan 5.500 unit humanoid terjual secara global menghadirkan lini lengkap robot berkaki empat dan humanoid di Indonesia untuk sektor industri, keselamatan publik, edukasi, dan riset AI. Unitree, pemimpin global untuk robot humanoid dan quadruped, resmi memasuki pasar Indonesia melalui kemitraan distribusi eksklusif dengan Halo Robotics, distributor drone dan robotika enterprise terbesar di Indonesia. Seluruh lini robot humanoid dan quadruped (berkaki empat) Unitree kini tersedia di Indonesia dengan dukungan teknis lokal penuh, mencakup garansi, pelatihan operasional, dan layanan purna jual. Didirikan pada 2016 silam di Hangzhou, Unitree telah mengirimkan lebih dari 50.000 unit robot quadruped ke seluruh dunia dan menguasai 70 persen pangsa pasar global di segmen tersebut. Pada 2025 lalu, Unitree menjadi produsen robot humanoid dengan volume pengiriman terbesar di dunia, dengan lebih dari 5.500 unit humanoid dikirim dalam satu tahun. Dari Stanford hingga Tokyo University, lebih dari 300 penelitian yang diterbitkan oleh universitas-universitas dalam jajaran Top 50 dunia menggunakan teknologi Unitree untuk riset AI dan robotika. Indonesia menjadi pasar strategis berikutnya dalam ekspansi global Unitree. "We are confident that Indonesia will rapidly become a Top 10 global market for Unitree," ujar Irving Chen, Global Sales Director for Unitree. "In addition to being by far the largest economy in Southeast Asia, we also find that Indonesian companies are quick to adopt new technology, frequently facing significant logistics, safety and cost challenges that can be addressed by robotics and AI technology." "Meanwhile, in our experience, local sales partnerships are also essential to rapidly open the market. Halo Robotics is a proven leader in drone and robotics technology, with deep understanding of customer requirements across Indonesia's major industries, and a wide distribution channel network to support rapid sales growth of Unitree products throughout all major regions of Indonesia." “Indonesia, dengan sektor industri yang sangat besar di pertambangan, minyak dan gas, pertanian perkebunan, serta manufaktur, memiliki kebutuhan langsung terhadap robot yang mampu beroperasi di lingkungan berbahaya dan sulit dijangkau,” ujar Johannes Soekidi, Managing Director Halo Robotics,. “Dalam banyak kasus, return on investment yangujar Johannes Soekidi, Managing Director Halo Robotic signifikan dapat tercapai, seiring dengan peningkatan nyata dalam efisiensi operasional dan keselamatan kerja,” jelasnya. “Ini adalah titik balik penting dalam transformasi industri dan Industry 4.0 di Indonesia, dan kami yakin bahwa robot Unitree akan diimplementasikan secara luas di seluruh sektor industri utama, dengan skala yang terus bertumbuh didukung oleh pusat layanan purna jual resmi di Indonesia melalui Halo Robotics," bebernya. Mengapa Unitree Unitree berfokus pada pengembangan robot untuk operasi dunia nyata. Seluruh platform Unitree dirancang dengan tiga prinsip utama: pergerakan yang natural, stabilitas ekstrem di berbagai medan, dan integrasi sensor tingkat lanjut termasuk LiDAR, kamera visual resolusi tinggi, kamera termal, dan modul komputasi AI. Berbeda dari produsen robot yang masih dalam tahap prototipe, Unitree telah mencapai skala produksi massal dan pengiriman komersial secara global. Robot Unitree telah dioperasikan secara aktif untuk patroli gardu listrik, inspeksi fasilitas migas, respons kebakaran, pemetaan 3D fasilitas industri, dan riset AI di universitas dan pusat riset terkemuka di seluruh dunia. Robot Quadruped: Dari Platform Riset Hingga Operasi Industri Berat Quadruped adalah robot berkaki empat yang dirancang untuk lingkungan industrial paling ekstrem. Robot ini mampu membawa payload berat dan beroperasi di kondisi dengan risiko tinggi, hingga berfungsi sebagai platform multifungsi untuk aplikasi otomatis: inspeksi, mapping, patroli keamanan, tanggap darurat, pemantauan operasional, dan deteksi emisi gas. Lini produk utama mencakup Go2, As2, dan A2, dengan setiap platform memiliki pilihan roda (wheel-leg) untuk kecepatan tinggi di permukaan datar. Seluruh produk Unitree fleksibel untuk dikustomisasi sesuai kebutuhan industri, termasuk integrasi kamera termal, sensor gas, NDT, scanner 3D, lengan robotik, dan modul komputasi AI. Varian EDU hadir sebagai platform riset AI terbuka dengan dukungan NVIDIA Jetson Orin. Unitree Go2 adalah platform entry-level untuk edukasi, riset, dan pengembangan AI. Dengan bobot 15 kg, kecepatan hingga 3,5 m/s, dan sistem 4D LiDAR untuk pemetaan 3D real-time, Go2 menjadi platform ideal bagi universitas dan pusat riset yang mengembangkan kemampuan robotika dan AI robotik. Unitree As2 merupakan quadruped generasi terbaru yang menggabungkan ukuran kompak dengan kapabilitas industri. Dengan bobot 18 kg, torsi sendi maksimum 90 Nm, kecepatan hingga 5 m/s, dan daya tahan baterai lebih dari 4 jam tanpa beban, As2 mampu membawa payload hingga 15 kg saat berjalan dan 65 kg dalam posisi statis. Rating IP54 menjadikan As2 tahan terhadap debu dan hujan untuk operasi outdoor. Unitree A2 adalah platform kelas industri untuk mobilitas tinggi dan daya angkut besar. A2 mampu membawa beban hingga 25 kg dengan daya tahan baterai lebih dari 5 jam, dan beroperasi di medan menantang termasuk tangga, lereng curam, dan area tidak rata. Robot Humanoid: Otomasi Cerdas yang Sudah Terbukti di Tingkat Dunia Unitree G1 adalah robot humanoid untuk riset dan otomasi industri. G1 dilengkapi dua pilihan aksesoris tangan: Unitree Dex3-1 dengan tiga jari untuk tugas industri, dan BrainCo Revo2, tangan lima jari yang mampu menangani objek paling rapuh sekalipun dengan presisi tinggi. G1 digunakan secara aktif untuk inspeksi fasilitas, riset AI robotik, dan demonstrasi otomasi di berbagai negara. Unitree H2 adalah humanoid dengan kemampuan self-learning. H2 dilengkapi onboard computer yang mampu menjalankan LLM (Large Language Model) skala penuh dan memproses AI tingkat lanjut langsung di perangkat, tanpa membutuhkan koneksi internet. H2 relevan untuk otomasi di lingkungan tanpa jaringan internet atau di fasilitas dengan kebutuhan keamanan data tinggi. Unitree R1 dirancang untuk berinteraksi langsung dengan manusia secara natural. R1 menawarkan kemampuan berjalan, berlari, dan bergerak dinamis termasuk berdiri dari posisi terjatuh. Dengan desain yang mengutamakan interaksi manusia-robot, R1 ditujukan untuk aplikasi edukasi dan entertainment. Aplikasi Robot Unitree telah dibuktikan di berbagai skenario operasional nyata di seluruh dunia. Aplikasi utama mencakup inspeksi di ruang terbatas dan zona berbahaya, inspeksi kontak langsung dengan sensor NDT, pemetaan dan scanning 3D terowongan, gedung, dan fasilitas industri, serta patroli keamanan dan respons insiden di area yang tidak bisa dicapai kendaraan konvensional. Di sektor energi, robot quadruped Unitree telah digunakan untuk patroli gardu listrik dengan pemindaian termal dan deteksi kebocoran gas secara otonom. Di sektor keselamatan publik, tim pemadam kebakaran telah mengoperasikan robot Unitree yang dilengkapi kamera 360° dan sensor gas untuk penilaian kondisi di zona berbahaya sebelum personel masuk. Teknologi Unitree relevan untuk berbagai industri: minyak dan gas, pertambangan, konstruksi, kelistrikan, keamanan, SAR (Search and Rescue), riset AI, otomasi industri, dan entertainment. Ketersediaan di Indonesia Seluruh produk Unitree di Indonesia didistribusikan secara resmi melalui Halo Robotics (PT Halo Indah Permai), distributor drone profesional dan robotika terbesar di Indonesia. Sebagai distributor resmi dan eksklusif Unitree di Indonesia, Halo Robotics menyediakan dukungan lokal penuh mencakup konsultasi, integrasi sistem, pelatihan operasional, garansi resmi dan pusat layanan purna jual di Indonesia. Tentang Unitree Unitree adalah pemimpin global dalam pengembangan robot humanoid dan robot quadruped berperforma tinggi yang dirancang untuk operasi dunia nyata di berbagai lingkungan industri, keselamatan publik, dan interaksi manusia-robot. Dengan fokus kuat pada pergerakan yang natural, stabilitas ekstrem, serta integrasi sensor tingkat lanjut termasuk LiDAR, kamera visual resolusi tinggi, kamera termal, dan modul komputasi AI platform Unitree beroperasi secara andal di ruang publik, medan yang kompleks, dan lingkungan berisiko tinggi.

Pemerintah Indonesia dan THE Sinergi Gelar Kongres Keberlanjutan Global di Tengah Asteng Sorotan Dunia Internasional
Internasional
Jumat, 27 Maret 2026 | 13:11 WIB

Pemerintah Indonesia dan THE Sinergi Gelar Kongres Keberlanjutan Global di Tengah Asteng Sorotan Dunia

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) resmi bergabung sebagai co-host untuk Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026. Ini merupakan perkembangan penting bagi kawasan Asia Tenggara. Dengan adanya kemitraan tersebut, Kongres yang bakal digelar di Jakarta ini tidak hanya berfungsi sebagai forum pertukaran ide, tetapi sebagai pusat pengambilan keputusan global. Dalam acara yang digelar pada 2026 ini, Pemerintah Indonesia dan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) akan memainkan peran penting. Acara ini akan menjadi platform utama yang mempertemukan kebijakan nasional dan inovasi global untuk mendorong langkah berikutnya dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). “Di tengah peran Indonesia memimpi upaya kawasan menuju masa depan lebih tangguh, kami merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah bagi forum yang mencerminkan kompleksitas SDGs secara nyata," kata Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia. Menururnya, upaya mencapai keberlanjutan tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pembuat kebijakan, pimpinan perusahaan global, peneliti akademik, dan organisasi masyarakat sipil. Dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan ini di Jakarta, kami ingin menjembatani kesenjangan antara rencana strategis dan implementasi nyata di lapangan. Dengan kemitraan ini, solusi yang dihasilkan diharapkan memiliki dukungan politik, pendanaan, serta kepercayaan Masyarakat untuk membawa dampak nyata di tingkat lokal,” ujarnya. Sedang, Yemi Adeshiyan, Managing Director GSDC, menimpali keterlibatan Pemerintah Indonesia sebagai co-host menjadi pendorong penting bagi kawasan ini. Dengan menjadikan Asia Tenggara sebagai pusat penyelenggaraan Kongres dan bekerja langsung dengan sistem perencanaan nasional, kami pastikan solusi yang lahir dari Jakarta memiliki kekuatan strategis dan politik untuk memberi pengaruh nyata terhadap Agenda Global 2030. "Kemitraan ini juga mempertemukan keahlian akademik global dengan implementasi kebijakan di tingkat negara," ucap Yemi. Salah satu sorotan utama dalam program tahun 2026 adalah peluncuran Asia-Pacific Sustainable Business Summit yang pertama. Apalagi digelar bersamaan dengan Kongres utama, forum tingkat tinggi ini akan membahas berbagai isu penting yang membentuk arah bisnis berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik. Topik yang dibahas mencakup transisi energi, pembiayaan berkelanjutan, rantai pasok, ekonomi sirkular, infrastruktur digital, hingga pengembangan kapasitas tenaga kerja. Sejumlah perusahaan dan institusi global dijadwalkan berpartisipasi, di antaranya Coca-Cola, TikTok, dan IBM, bersama European Investment Bank, Danantara Indonesia, serta UN Global Compact. Kepemimpinan dalam Pendidikan dan FilantropiKongres ini juga akan menghadirkan berbagai tokoh pengambil keputusan, termasuk para Menteri Pendidikan dari kawasan Asia Tenggara. Selain itu, Tan Sri Dr. Jeffrey Cheah, pendiri sekaligus Chairman Sunway Group, juga akan turut hadir. Komitmen filantropinya mendukung pendidikan berkualitas telah menjadi salah satu fondasi penting bagi gerakan SDG di kawasan. Terkait acara ini, Tan Sri Dr. Jeffrey Cheah menyampaikan, pendidikan berkualitas dan pembangunan berkelanjutan merupakan dua pilar utama bagi masa depan yang tangguh. GSDC menjadi ruang pertemuan penting untuk menggerakkan dunia akademik, pemerintah, dan sektor swasta dari sekadar ambisi menjadi tindakan nyata yang terukur. Saya bersama Sunway University merasa terhormat dapat ikut berkontribusi dalam upaya memberdayakan generasi masa depan.” Agenda Global 2026 Pada 22 hingga 25 Juni 2026 mendatang, Kongres utama bersama Asia-Pacific Sustainable Business Summit akan mempertemukan sekitar 5.000 pemimpin dari berbagai sektor untuk membahas enam pilar transformasi: Kota dan Komunitas, Pendidikan, Gender dan Ketimpangan, Lingkungan, Ekonomi Sirkular dan Material, Dekarbonisasi dan Energi, serta Rantai Pasok dan Sumber Daya. Acara ini juga akan menampilkan pengumuman global secara langsung untuk THE's Impact Rankings 2026, yang merupakan kerangka penilaian terkemuka di dunia untuk mengukur kontribusi universitas terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB. Home | Global Sustainable Development Congress 2026

Di Asian Telecom Summit 2026, MyRepublic Air Jadi Benchmark Asteng Implementasi FWA Internasional
Internasional
Minggu, 01 Maret 2026 | 13:20 WIB

Di Asian Telecom Summit 2026, MyRepublic Air Jadi Benchmark Asteng Implementasi FWA

Jakarta, katakabar.com - MyRepublic Air, tekonologi Fixed Wireless Access (FWA) dari MyRepublic Indonesia akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri telekomunikasi Asia Tenggara. Chief Executive Officer MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, menegaskan Fixed Wireless Access (FWA) akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri telekomunikasi Asia Tenggara dalam forum Asian Telecom Summit 2026, Singapura. Pada sesi panel bertajuk “From FWA to APIs: What Will Actually Drive Revenue Growth in South East Asia”, Timotius menekankan FWA bukan sekadar momentum jangka pendek yang didorong oleh tren 5G, melainkan solusi strategis untuk memperluas penetrasi broadband di pasar yang masih underpenetrated seperti Indonesia. Menurutnya, di negara berkembang seperti Indonesia, peluang terbesar masih berada pada peningkatan penetrasi broadband. “Di Indonesia dan banyak negara Asia Tenggara, ruang pertumbuhannya masih sangat besar. Fiber tetap menjadi fondasi jangka panjang, namun implementasinya membutuhkan waktu dan investasi lebih besar. FWA memungkinkan operator bergerak lebih cepat dan efisien untuk menjangkau wilayah suburban, kota tier dua, hingga area yang belum optimal untuk fiber,” ulas Timotius. Ia menekankan FWA bukan sekadar pergeseran Average Revenue Per User (ARPU), melainkan strategi ekspansi pasar yang nyata. “Melalui FWA, kami tidak hanya memperluas akses, tetapi juga memperbesar skala pasar yang bisa kami layani. Ketika basis pelanggan tumbuh, ruang untuk inovasi layanan dan kolaborasi digital menjadi semakin terbuka. Di situlah fase pertumbuhan berikutnya dimulai,” ucapnya. Langkah tersebut diperkuat dengan kemenangan MyRepublic Indonesia dalam lelang spektrum 1,4 GHz yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk Regional 2 dan Regional 3, mencakup wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. Berbekal spektrum tersebut, MyRepublic Indonesia menghadirkan MyRepublic Air sebagai solusi Fixed Wireless Access (FWA) dengan teknologi True 5G–Fiber Quality dan paket Truly Unlimited yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman internet rumah dengan fleksibilitas jaringan nirkabel. Saat ini, MyRepublic Air tengah menjalani proses Uji Laik Operasi (ULO) secara bertahap di sejumlah lokasi di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara. MyRepublic Air dipersiapkan segera untuk melayani masyarakat sebagai solusi akses internet rakyat, khususnya di wilayah yang membutuhkan percepatan penetrasi broadband berkualitas. Dengan penguasaan spektrum tersebut, MyRepublic Indonesia mempercepat perluasan akses internet berkualitas di luar Pulau Jawa dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain yang aktif mendorong pemerataan konektivitas nasional. Partisipasi Timotius dalam Asian Telecom Summit 2026 menegaskan peran MyRepublic Indonesia bukan hanya sebagai operator, tetapi juga sebagai bagian dari para pemimpin industri yang turut membentuk arah diskusi dan strategi pertumbuhan telekomunikasi di kawasan Asia Tenggara.

Thermax Percepat Efisiensi Energi dan Air di Asteng Pakai Teknologi Closed-Loop Cooling Towers Internasional
Internasional
Sabtu, 15 November 2025 | 17:35 WIB

Thermax Percepat Efisiensi Energi dan Air di Asteng Pakai Teknologi Closed-Loop Cooling Towers

Jakarta, katakabar.com - Thermax perkuat perannya sebagai pemimpin solusi energi dan lingkungan dengan menghadirkan generasi terbaru closed-loop cooling towers yang dirancang untuk membantu industri di Asia Tenggara mengurangi konsumsi energi, menghemat air, dan menjaga stabilitas proses produksi. Di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap operasi yang berkelanjutan, teknologi ini menjadi alternatif modern yang lebih efisien dibandingkan sistem pendinginan konvensional. Dengan pengalaman puluhan tahun dalam solusi pendinginan proses industri, Thermax menyediakan sistem yang menjaga kualitas air tetap bersih, mencegah kontaminasi, serta meminimalkan scaling dan korosi. Dengan menggantikan open-loop cooling tower yang boros air dan membutuhkan perawatan besar, perusahaan dapat menekan biaya operasional sekaligus memperpanjang umur peralatan produksi. Closed-loop cooling towers Thermax mampu mempertahankan suhu proses dengan presisi serta meminimalkan kehilangan air akibat evaporasi. Sistem ini mengurangi kebutuhan bahan kimia dan menekan gangguan operasional yang sering muncul pada sistem pendinginan terbuka. Keunggulan utama meliputi penghematan air, efisiensi energi, keandalan operasional, kebutuhan perawatan yang rendah, serta dukungan kuat terhadap program keberlanjutan perusahaan. Manfaat tersebut menjadikan teknologi ini relevan untuk sektor manufaktur, petrokimia, pangan, dan pembangkit yang membutuhkan pendinginan stabil sepanjang tahun. Sebuah produsen particle board terkemuka di Malaysia sebelumnya menghadapi tingginya penggunaan air, biaya energi yang besar, serta kontaminasi pada sistem pendinginan mereka. Thermax kemudian menghadirkan solusi terintegrasi yang menggabungkan closed-loop cooling tower dengan absorption chiller berbasis panas buang. Pendekatan ini berhasil mengurangi penggunaan air hingga 10.000 liter per jam serta menghemat energi listrik sebesar 172 kW per jam. Masalah kontaminasi dan scaling yang sebelumnya mengganggu kelancaran produksi juga dapat ditekan secara signifikan, sehingga biaya perawatan menurun dan efisiensi operasional meningkat. Seiring meningkatnya komitmen industri di Asia Tenggara terhadap efisiensi sumber daya dan pengurangan dampak lingkungan, teknologi pendinginan yang berkelanjutan menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang. Thermax terus mendukung perubahan ini dengan menghadirkan keahlian global dan dukungan teknis lokal, memastikan setiap solusi dirancang sesuai kebutuhan operasional sekaligus mendukung target keberlanjutan. Closed-loop cooling towers tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membantu industri melakukan transformasi menuju operasi yang lebih bersih, cerdas, dan kompetitif. Tentang Thermax Thermax Limited (NSE: THERMAX) adalah perusahaan global terkemuka di sektor energi dan lingkungan serta mitra terpercaya dalam transisi energi industri. Portofolionya mencakup solusi udara bersih, energi bersih, air bersih, dan bahan kimia industri. Melalui kemitraan jangka panjang dengan berbagai sektor, Thermax telah membangun keahlian kuat dalam audit, konsultasi, pelaksanaan proyek, pemeliharaan, dan layanan digital. Dengan rekayasa teknologi yang maju dan pendekatan solusi terintegrasi, Thermax membantu pelanggan mengubah biaya menjadi keuntungan terukur sekaligus menurunkan jejak lingkungan. Thermax mengoperasikan 14 fasilitas manufaktur di India, Eropa, dan Asia Tenggara, serta memiliki 45 anak perusahaan di dalam dan luar negeri.