Balita

Sorotan terbaru dari Tag # Balita

Resah Angka Kematian Balita, Swiluva Ma Dirikan BioMom Wujudkan Kota Probiotik di Indonesia Kesehatan
Kesehatan
Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:08 WIB

Resah Angka Kematian Balita, Swiluva Ma Dirikan BioMom Wujudkan Kota Probiotik di Indonesia

Tangerang, katakabar.com - Berawal dari keresahan terhadap tingginya angka kematian balita akibat diare serta maraknya kasus kanker usus dan obesitas pada orang dewasa, Swiluva Sigalovada Swilly Sumardy Ma, pelajar kelas 11 Tzu Chi School PIK, mendirikan Biomom, berkolaborasi dengan pemerintah daerah meluncurkan program edukasi kesehatan berbasis komunitas bertajuk 'Probiotic City: Healthy Gut, Healthy City' Swiluva Sigalovada Swilly Sumardy Ma, siswa kelas 11 di Tzu Chi School PIK, Jakarta Utara, menggagas BioMom, sebuah inisiatif kesehatan publik berbasis sains yang bertujuan mendorong lahirnya kota ramah probiotik di berbagai kota dan daerah di Indonesia. Visi besar ini dimulai dari Kota Serang melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Serang, dengan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu agar mampu membuat minuman probiotik sehat secara mandiri di rumah. Gagasan BioMom lahir dari kepedulian Swiluva terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat, khususnya penyakit yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Diare sebagai penyebab utama kematian balita, tingkat obesitas orang dewasa yang terus meningkat dan kasus kanker usus yang terus bertambah. Faktanya, sekitar 80 persen sistem imun tubuh berkaitan erat dengan sistem pencernaan. Di dalam usus, terdapat ekosistem kompleks yang dihuni oleh lebih dari 100 triliun bakteri, atau yang dikenal sebagai mikrobiota usus. Ketika kondisi usus sehat, tubuh memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap berbagai penyakit. Bagi Swiluva, sistem pencernaan bukan sekadar saluran makanan, melainkan “otak kedua” yang menopang kekebalan dan kesehatan seluruh organ tubuh. Kepedulian tersebut semakin kuat ketika Swiluva melihat bahwa diare masih menjadi salah satu penyebab utama kematian balita di Indonesia dan dapat menimbulkan beban sosial maupun ekonomi bagi keluarga. Di sisi lain, meningkatnya kasus kanker usus dan obesitas pada orang dewasa juga menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan pencernaan sejak tingkat keluarga. Lantaran itu, diperlukan solusi yang sederhana, tepat, dan mudah diterapkan untuk membantu mengurangi angka kejadian penyakit pencernaan di Indonesia. Kegelisahan tersebut kemudian Swiluva bawa ke jalur pembelajaran yang lebih mendalam melalui program mikrobiologi di University of Pennsylvania dan Johns Hopkins University. Dari pengalaman belajar di dua institusi tersebut, Swiluva semakin memahami pentingnya hubungan antara mikrobioma, sistem imun, dan kesehatan keluarga. Ilmu yang ia peroleh kemudian ia terjemahkan menjadi gerakan yang sederhana, aplikatif, dan dapat dilakukan langsung oleh masyarakat di rumah. Melalui BioMom, para ibu dan keluarga dilatih untuk membuat home-made probiotics, khususnya minuman probiotik fermentasi seperti water kefir, sebagai cara sederhana dan terjangkau untuk memperkenalkan kebiasaan hidup sehat berbasis mikrobioma. Program ini tidak hanya mengajarkan resep, tetapi juga menekankan pentingnya kebersihan, proses fermentasi yang benar, pemahaman tentang bakteri baik, serta kesadaran bahwa kesehatan usus bukan sekadar isu medis, melainkan kebiasaan harian yang dapat dimulai dari dapur rumah tangga. Bagi Swiluva, ibu memiliki peran strategis sebagai penjaga kesehatan keluarga. Ketika seorang ibu mampu membuat minuman probiotik sendiri, manfaatnya tidak berhenti pada dirinya, tetapi juga mengalir kepada ayah, anak-anak, dan seluruh anggota keluarga. Itu sebabnya, BioMom menargetkan untuk melatih 5.000 ibu-ibu di seluruh Indonesia. Dengan asumsi satu keluarga terdiri dari ibu, ayah, dan dua anak, pelatihan ini berpotensi memberikan dampak langsung kepada sekitar 20.000 anggota keluarga. Artinya, 5.000 ibu yang terlatih dapat menjadi pintu masuk bagi puluhan ribu masyarakat Indonesia untuk mulai mengonsumsi minuman probiotik sehat, memahami pentingnya kesehatan pencernaan, dan membangun kebiasaan hidup yang mendukung usus sehat. Visi BioMom untuk menciptakan kota ramah probiotik dimulai dari Kota Serang. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Serang, BioMom menghadirkan pelatihan langsung bagi ibu-ibu di Kota Serang sebagai langkah awal membangun kesadaran kesehatan usus dari tingkat keluarga. Dari Serang, Swiluva berharap gerakan ini dapat menjadi model yang dapat diterapkan di berbagai kota dan daerah lain di Indonesia, sehingga semakin banyak keluarga memiliki akses terhadap edukasi probiotik yang sederhana, praktis, dan berdampak nyata. Tidak berhenti pada pelatihan masyarakat, Swiluva Ma dan BioMom juga menyusun serta menyerahkan dokumen Rekomendasi Kebijakan Kota Probiotik kepada Wali Kota Serang dan Anggota DPRD Kota Serang. Dokumen tersebut berisi gagasan strategis tentang bagaimana menciptakan kota sehat melalui pendekatan Usus Sehat dan Keluarga Sehat, dengan tiga pilar utama: Regulasi dan Standardisasi, Edukasi dan Perubahan Perilaku Masyarakat, serta Pengembangan dan Integrasi UMKM Probiotik. Melalui rekomendasi kebijakan ini, BioMom berharap konsep Kota Probiotik tidak hanya berhenti sebagai program edukasi, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan kota yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan memiliki dukungan kebijakan publik. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif BioMom dan langkah Swiluva Ma dalam membawa ilmu mikrobiologi menjadi gerakan kesehatan masyarakat yang mudah dipahami. Menurutnya, BioMom tidak hanya membantu meningkatkan literasi kesehatan keluarga, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu-ibu, melalui keterampilan membuat minuman probiotik rumahan. Dukungan Pemerintah Kota Serang menjadi bukti kolaborasi antara anak muda, masyarakat, dan pemerintah dapat melahirkan gerakan kesehatan publik yang konkret dan relevan bagi kebutuhan warga. “Usus sehat adalah fondasi keluarga sehat. Ketika keluarga sehat, anak bisa belajar lebih baik, orang tua bisa lebih produktif, dan masyarakat bisa tumbuh lebih kuat,” ujar Swiluva Ma. BioMom, jelasnya, hadir untuk menjembatani ilmu mikrobiologi yang sering dianggap rumit menjadi praktik sederhana yang dapat dipahami dan dilakukan oleh para ibu, anak-anak, dan keluarga. Dengan semangat “Usus Sehat, Keluarga Sehat, Kota Sehat”, BioMom diharapkan menjadi gerakan kesehatan publik yang berkelanjutan dimulai dari keluarga, diperkuat oleh komunitas, didukung pemerintah daerah, dan diarahkan melalui rekomendasi kebijakan yang konkret.

Di Puskesmas Pematang Pudu Bulan Penimbangan Serentak Digelar Kesehatan
Kesehatan
Minggu, 16 Juni 2024 | 09:14 WIB

Di Puskesmas Pematang Pudu Bulan Penimbangan Serentak Digelar

Mandau, katakabar.com - Di Unit Pelayanan Teknis Dinas atau UPT Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas Kelurahan Pematang Pudu, Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis dilaksanakan Bulan Penimbangan Serentak, pada Sabtu (15/6). Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Mandau, Dewi Asdinar, Camat Mandau Riki Rihardi hadiri giat Bulan Penimbangan Serentak yang dilaksanakan oleh UPT Puskesmas Pematang Pudu. Di Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu Sabar, Kelurahan Pematang Pudu, Aula Kantor Lurah Pematang Pudu tepat Bulan Penimbangan Serentak diramaikan bu-ibu yang membawa Bayi dan Balita mereka rutin melakukan kunjungan ke Posyandu Sabar setiap bulannya, di mana totalnya lebih dari 50 pengunjung. Kepala UPT Puskesmas Pematang Pudu, Ns. Januar, S.Kep. menyatakan, kepada pengunjung Posyandu Sabar perlu kesadaran orang tua untuk terus memperhatikan kesehatan bayi dan balitanya. "Dengan membawa anak ke Posyandu, dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh Pihak Puskesmas anak terindikasi memiliki Gizi Buruk atau Stunting, tindakan pertolongan bisa segera dilakukan pihak terkait," jelasnya. Kalau anak bapak ibu pengunjung Posyandu terindikasi mengalami Gizi Buruk atau Stunting, timpal Camat Mandau, Riki Rihardi, Pemerintah Daerah atau Pemda, yakni Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Kecamatan Mandau, dan Kelurahan Pematang Pudu melakukan melakukan tindakan dengan mengirim Petugas Ojek Makanan Sehat Mandau Khusus Balita atau Omasuka ke rumah Bapak Ibu untuk diberikan PMT yang bergizi tinggi, sehingga dapat memacu tumbuh kembang anak. "Setiap turun ke rumah bapak ibu, petugas Omasuka melakukan penimbangan berat badan, dan pengukuran tinggi badan kepada anak, sehingga tumbuh kembangnya terpantau dan tercatat untuk dilaporkan ke Puskesmas", terangnya. Diketahui, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada tahun ini sedang menggalakan Penimbangan Serentak kepada Bayi dan Balita yang dilaksanakan oleh Puskesmas se Indonesia, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah atau Pemda setempat, dimulai 1 hingga 30 Juni 2024 mendatang.

Polsek Merbau Beri Bantuan ke Anak Stanting di Awal Ramadhan Riau
Riau
Jumat, 15 Maret 2024 | 13:09 WIB

Polsek Merbau Beri Bantuan ke Anak Stanting di Awal Ramadhan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Polsek Kecamatan Merbah dan petugas media Puskesmas Teluk Belitung, Kecamatan Merbau beri bantuan pada anak stunting di Kamis Barokah, awal ramadhan 1445 hijiriah tahun 2024. Di giat Kamis Barokah tersebut hadir Kapolsek Merbau, AKP Aguslan, SH, Kanit Binmas Polsek Merbau, Aipda Mardoni, Kanit Provos Polsek Merbau, Bripka Hartono, SH, Bhabinkamtibmas Polsek Merbau, Aipda Dodi Novrian, BA Polsek Merbau, Bripda Ibnu Maulana BP, Ahli Gizi Puskesmas Teluk Belitung, Hadi Syahputra, SKM Jefri "Personel Polsek Merbau memberikan bantuan, berupa Sembako kepada anak-anak stunting Kecamatan Merbau. Sembako tersebut, berupa Beras, Susu, Gula, Telur, Kacang Hijau," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan diteruskan Kapolsek Merbau, AKP Aguslan. Data dari Puskesmas Teluk Belitung menunjukkan, anak-anak stunting yang menerima bantuan tersebut, yakni Faras Pahlevi 2,3 tahun anak Ibu Mara Karnila warga Desa mayang Sari Jalan Tengku Abdulah Kecamatan Merbau, Nadira 3 tahun anak Ibu Ardina warga Desa mayang Sari Jalan Tengku Abdulah Kecamatan Merbau. "Bantuan kepada balita stunting di wilayah hukumnya bentuk perhatian Polri untuk asupan gizi, sekaligus mendukung program Pemerintah mengatasi dan mengurangi angka penderita stunting, khususnya di Merbau,” jelasnya. Bantuan yang diberikan, harap AKP Aguslan, setidaknya dapat mengurangi beban kebutuhan hidup penerimanya di tengah kesulitan ekonomi. Begitu pula halnya buat anak penderita stunting setidaknya dapat meningkatkan asupan gizi. Para keluarga balita yang mendapat bantuan tersebut sampaikan terima kasih atas perhatian Polri, khususnya Polsek Kecamatan Merbau.

Program si Dul, Polsek Rangsang Jenguk dan Beri Bantuan Pada Balita Stunting Riau
Riau
Jumat, 15 Desember 2023 | 10:08 WIB

Program si Dul, Polsek Rangsang Jenguk dan Beri Bantuan Pada Balita Stunting

Selatpanjang, katakabar.com - Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Rangsang Polres Kepulauan Meranti lewat program Rutin Polisi Peduli (Si Dul) sambangi seorang Balita penderita stunting di Desa Tanjung Samak, pada Kamis (14/12) kemarin. Kegiatan itu dilaksanakan Kanit Binmas, Bripka Benny Surya, Ps. Kanit Reskrim, Bripka Sukrizal, S.H dan Bripda Frans E.L.Toruan, serta Bidan desa Tanjungsamak, Helfa Lestari, AMD keb. Balita yang dikunjungi bernama M Azka 4, 9 tahun hanya miliki bobot 13,1 kilogram dan tinggi 97,8 sentimeter anak dari pasangan suami istri, Ahmad dan Indah "Pembagian makanan tambahan ini diharapkan dapat menunjang perbaikan gizi bagi anak stunting,” kata Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Andi Yul Lapawesean Tenri Guling diteruskan Kanit Binmas, Bripka Benny Surya. Selain itu, kegiatan ini diharapkan untuk menjalin silaturahmi antara kepolisian dengan masyarakat sebagai wujud dari rasa kemanusiaan untuk mewujudkan rasa cinta kasih, rasa saling menolong dan rasa saling peduli Kepolisian terhadap masyarakat. “Ini salah satu wujud dari rasa kemanusiaan, cinta kasih, saling menolong dan peduli terhadap masyarakat. Mudah-mudahan dengan partisipasi kita ini bisa membantu dan anak tersebut bisa sembuh dan sehat seperti sediakala," jelasnya.

Curahkan Perhatian Atasi Stunting, 'Sobat Kamis Barokah' Polsek Merbau Salurkan Bantuan Serba Serbi
Serba Serbi
Jumat, 20 Oktober 2023 | 10:20 WIB

Curahkan Perhatian Atasi Stunting, 'Sobat Kamis Barokah' Polsek Merbau Salurkan Bantuan

Meranti, katakabar.com - Kepolisian Sektor Kecamatan Merbau Polres Kepulauan Meranti curahkan perhatian kepada penderita stunting, lewat program rutin Solidaritas Bhayangkara Atasi Stunting (Sobat) Kamis Barokah. Kali ini Polsek Merbau Polres Kepulauan memeberikan bantuan kepada dua balita stunting, pada Kamis (19/10) pagi kemarin. Kasium Polsek Merbau Aipda Gusman Huri, bersama Kanit Binmas Aipda Mardoni, Kanit Provos, Bripka Hartono, Bhabinkamtibmas, Bripka Rinaldo, dan Kepala Poli Gizi Puskesmas Teluk Belitung, Nadira Rafika yang melaksanakan giat. Untuk sasaran pemberian bantuan, yakni Rona Sangkara 1,5 tahun warga Desa Mayang Sari dan ELSA 2,3 tahun asal Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul LTG diteruskan Kapolsek Merbau, AKP Aguslan SH mengatakan, bantuan balita stunting bentuk curahan perhatian Polri. "Seperti biasa, bantuan sembako dan asupan gizi ini bentuk perhatian kita yang sekaligus mendukung program pemerintah mengurangi angka penderita stunting, khususnya di wilayah hukum Polsek Merbau," ujarnya. Kami berharap, kata Kapolsek Merbau, bantuan itu memperbaiki gizi balita disamping mengurangi beban kebutuhan ekonomi keluarga penerimanya. "Perhatian kita ini mudah-mudahan membuahkan hasil. Harapan berkurangnya angka anak penderita stunting khususnya di Merbau dan Kepulauan Meranti secara umumnya," sebutnya.

Sobat Polsek Rangsang Barat Serahkan Bantuan Asupan Gizi Balita Stunting Hukrim
Hukrim
Sabtu, 30 September 2023 | 09:37 WIB

Sobat Polsek Rangsang Barat Serahkan Bantuan Asupan Gizi Balita Stunting

Meranti, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Rangsang Barat dikemas dengan program Solidaritas Bhayangkara Atasi Stunting (Sobat) serahkan bantuan kepada seorang balita penderita stunting di Desa Bina Maju, pada Jumat (29/9) kemarin. Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Rangsang Barat, Iptu Roly Irvan yang pimpin penyerahan bantuan sosial didampingi Ps Kanit Binmas, Aiptu T Ishak, Bhabinkamtibmas Desa Bokor, Aipda Ashobirin, Bhabinkamtibmas Desa Bina Maju, Briptu Rahmad Adil Jaya, dan Bidan Desa Bina Maju, Heny Amd Keb. Bantuan itu, berupa paket sembako dan makanan asupan gizi balita diberikan kepada Rozi 5 tahun, balita laki-laki yang beralamat di Desa Bina Maju. "Bantuan bentuk kepedulian Polri kepada anak-anak penderita stunting, khususnya di wilayah hukum Polsek Rangsang Barat. Apa yang kamk berikan mudah-mudahan bermanfaat bagi balita dan keluarganya," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul diteruskan Kapolsek Rangsang,Iptu Roly Irvan. Program Sobat ini salah satu upaya Polri bersama-sama pemerintah mengatasi dan menekan angka anak penderita stunting. "Melalui kegiatan ini terus menjalin komunikasi dan silaturahmi yang baik dengan masyarakat. Sehingga upaya untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di Rangsang Barat terus berlanjut," harapnya. Orang tua balita, M Yani, ucapkan terima kasih dengan kepedulian Polsek Rangsang Barat kepada anaknya. "Kami terima kasih atas bantuan ini, mudah-mudahan niat baik dari Polsek dapat menjadi amal ibadah," imbuhnya.

Polisi Bantu Asupan Gizi Dua Balita Penderita Stunting di Merbau Hukrim
Hukrim
Kamis, 07 September 2023 | 18:14 WIB

Polisi Bantu Asupan Gizi Dua Balita Penderita Stunting di Merbau

Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti lewat program Kamis Barokah Polsek Merbau, untuk kesekian kalinya bantu Balita penderita stunting di Kecamatan Merbau Kepulauan Meranti, pada Kamis (7/9) pagi. Kapolsek Kecamatan Merbau, AKP Aguslan yang pimpin giat didampingi Kanit Binmas, Aipda Mardoni, Kanit Provos, Bripka Hartono, dan Banit Samapta, Bripda Ibnu Maulana. Bantuan yang diberikan seragam dinas coklat 'Negeri Sagu' nama lain dari Kepulauan Meranti, berupa sembako dan makanan asupan gizi Balita bernama Naya 1,3 tahun asal Kelurahan Teluk Belitung dan Githa 1,9 tahun asal Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau. Menurut Kapolsek Kecamatan Merbau, AKP Aguslan mengatakan, pemberian bantuan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat. Selain ikut serta membantu program pemerintah dalam menurunkan angka stunting, khususnya di wilayah hukumnya. "Giat ini dapat dilakukan berkat kerja sama kita dengan pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Teluk Belitung mengenai data-data dan alamat balita stunting," ujarnya. Kapolsek Merbau berharap bantuan bisa meringankan beban kebutuhan hidup keluarga dari kedua balita. "Bantuan sembako asupan penambah gizi yang diberikan bermanfaat dan membantu meningkatkan kesehatan kedua balita itu," harapnya. Orang tua dari kedua Balita ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Kapolsek Merbau dan anggotanya. "Alhamdulillah, kami terima kasih dengan bantuan dari Pak Kapolsek beserta anggota," sebut Mirawati.