Berkelanjutan
Sorotan terbaru dari Tag # Berkelanjutan
Kolaborasi FKS Group dan PT PMT Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai Berkelanjutan
Surabaya, katakabar.com - FKS Group bersama PT Pelindo Multi Terminal kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat yang kini memasuki tahap kedua di Surabaya. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis pangan agar semakin berkembang, mandiri, dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Angkat semangat Empowering Potential, Building Expertise, dan Creating Impact, kolaborasi ini berfokus pada penguatan keterampilan praktis sekaligus peningkatan kapasitas usaha masyarakat. Pada tahap kedua program diperluas ke Kelurahan Tenggulunan di kawasan Teluk Lamong dan wilayah Surabaya dengan target lebih dari 100 peserta ibu-ibu rumah tangga penerima manfaat. Kegiatan kick-off sendiri diikuti oleh lebih dari 150 peserta. Program ini hadir di tengah pertumbuhan ekonomi Surabaya yang terus menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat ekonomi Surabaya tumbuh 5,87 persen pada 2025 dengan sektor perdagangan dan industri pengolahan sebagai kontributor terbesar terhadap perekonomian kota. Di sisi lain, geliat UMKM juga terus berkembang. Pemerintah Kota Surabaya mencatat jumlah UMKM di kota tersebut telah mencapai lebih dari 106 ribu unit usaha dan terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Melalui program kolaborasi ini, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan tempe fresh yang higienis sesuai dengan standart Halal dan berbagai produk inovasi berbasis kedelai, pelatihan pembukuan sederhana, desain kemasan produk, pendampingan pengurusan legalitas usaha seperti PIRT dan sertifikasi Halal hingga memasuki pasar modern. Peserta tahap pertama juga dilibatkan sebagai trainer melalui skema Training of Trainers (ToT), sehingga proses pembelajaran dapat terus berlanjut di masyarakat. VP of ESG FKS Group, Beatrice Susanto, menyampaikan FKS Empower Tahap 2 dirancang sebagai langkah nyata untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM. “Melalui FKS Empower, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pelatihan. Program ini kami rancang sebagai ruang bertumbuh bagi para peserta untuk memperkuat keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Kami percaya, ketika perempuan diberi akses terhadap pengetahuan, jejaring, dan peluang, mereka dapat menjadi penggerak perubahan yang membawa dampak positif bagi keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitarnya,” ujar Beatrice. Senada itu VP TJSL Pelindo Multi Terminal, Zulhendri menyampaikan harapan agar program ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat hingga pada akhirnya dapat berkembang secara mandiri dan memberi dampak positif ke sekitarnya. “Program ini menjadi wujud nyata kepedulian kami sebagai insan BUMN Pelindo Group terhadap pengembangan UMKM di Surabaya sebagai bagian dari wilayah kerja kami, sekaligus menjalankan prinsip berkelanjutan, sehingga komunitas yang telah mendapat manfaat dapat turut serta memberi inovasi dan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya masing-masing,” kata Zulhendri. Kolaborasi FKS Group dan Pelindo Multi Terminal telah berjalan sejak 2024. Pada tahap pertama di tahun 2024, objektif program ditujukan untuk mendampingi masyarakat di empat kelurahan sekitar Teluk Lamong, Gresik, yaitu Kel. Romokalisari, Kelompok Tambak Osowilangun, Kelompok Tambak Sarioso, dan Kelompok Karangkiring. Selama program berlangsung, sebanyak 60 ibu rumah tangga mendapatkan pendampingan selama satu tahun. Dari program tersebut, total pendapatan kelompok tercatat mencapai lebih dari Rp100 juta. Beragam produk inovatif juga berhasil dikembangkan, mulai dari tempe fresh, keripik tempe sagu, susu kacang kedelai, brownies tempe, hingga berbagai produk turunan kedelai lainnya. Selain mendorong peningkatan pendapatan, program ini juga diarahkan untuk membangun ekonomi berbasis komunitas melalui pemanfaatan bahan pangan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan tren pertumbuhan UMKM di Surabaya yang semakin terdorong oleh inovasi produk dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyambut baik kehadiran program yang sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat kapasitas UMKM agar semakin naik kelas dan berdaya saing. “Kolaborasi antara pemerintah dengan BUMN dan sektor swasta seperti ini menjadi sangat penting untuk mendorong pelaku usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi dan jejaring pasar yang lebih luas. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Surabaya dan membuka lebih banyak peluang usaha yang berkelanjutan,” timpal Eri Cahyadi. Salah satu peserta UMKM, Dessy Intan Normalasari, mengaku program ini memberikan banyak manfaat dalam pengembangan usahanya. “Dari program ini saya jadi belajar banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya pahami, mulai dari cara mengelola usaha, membuat kemasan produk yang lebih menarik, sampai pentingnya legalitas usaha. Pendampingannya juga terasa dekat dan mudah dipahami, jadi kami lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha ke depannya,” tutur Dessy. Selain memperluas jangkauan penerima manfaat, pada tahap kedua ini FKS Group bersama Pelindo Multi Terminal juga memperkuat pendampingan bagi peserta tahap pertama agar produk UMKM binaan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar modern lokal di Surabaya. Hal ini diharapkan dapat terus mendorong tumbuhnya UMKM lokal yang lebih mandiri, inovatif, dan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
OneCore CRM Bantu Perusahaan Kelola Leads dan Optimalkan Konversi Dorong Bisnis Berkelanjutan
Jakarta, katakabar.com - OneCore CRM hadir platform Customer Relationship Management (CRM dirancang untuk bantu perusahaan tidak hanya kelola leads, tetapi mengoptimalkan konversi, dan dorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Palagi di tengah transformasi digital fungsi penjualan (sales) di Indonesia terus mengalami percepatan, seiring meningkatnya penggunaan kanal digital dalam akuisisi pelanggan. Masalahnya, dibalik tingginya jumlah leads yang dihasilkan, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan mendasar: rendahnya tingkat konversi menjadi transaksi. Fenomena yang umum terjadi saat ini meningkatnya biaya akuisisi pelanggan (customer acquisition cost), tanpa diiringi sistem pengelolaan leads yang terstruktur. Dampaknya, banyak potensi penjualan yang tidak termaksimalkan bahkan tanpa disadari perusahaan terus mengalami “kebocoran” biaya pemasaran atau yang sering disebut sebagai “stop bleeding money” moment dalam proses sales mereka. “Banyak perusahaan terlalu fokus pada bagaimana mendapatkan leads jumlah besar, tetapi belum memiliki sistem yang memastikan setiap leads dikelola dengan baik hingga closing. Di sinilah peran CRM menjadi sangat krusial sebagai penggerak pertumbuhan,” ujar Mochtar Auning, Executive Director OneCore CRM. Masalah Klasik: Leads Banyak dan Closing Rendah Di lapangan, sejumlah tantangan yang sering dihadapi perusahaan antara lain: - Distribusi leads yang tidak merata, manual dan lambat ke tim sales - Aktivitas follow-up yang tidak tercatat atau terstruktur - Minimnya visibilitas terhadap performa individu maupun tim - Kesulitan manajemen dalam mengidentifikasi bottleneck di pipeline Tidak cuma itu, banyak perusahaan yang sebenarnya sudah menggunakan CRM, tetapi masih mengandalkan berbagai tools yang terpisah-pisah untuk menjalankan proses penjualan. Kondisi ini membuat alur kerja menjadi tidak efisien, data tersebar di berbagai sistem, serta menghambat koordinasi antar tim seperti digital marketing, telemarketing, hingga customer retention. Di mana imbasnya, bukan hanya konversi yang rendah, tetapi juga biaya yang terus terbuang tanpa kontrol yang jelas membuat perusahaan sulit benar-benar menghentikan kebocoran biaya (stop bleeding money) dalam proses akuisisi dan penjualan mereka. CRM sebagai Enabler Pertumbuhan Bisnis Sebagai solusi, OneCore CRM tawarkan pendekatan end-to-end dalam pengelolaan proses penjualan, mulai dari akuisisi hingga closing dengan sistem yang terintegrasi dan terukur. Berbeda dengan CRM konvensional, OneCore CRM telah mengintegrasikan berbagai fungsi penting dalam satu platform, mulai dari divisi digital marketing, VoIP, telemarketing, hingga retensi pelanggan. Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur call analytics serta kemampuan monitoring interaksi secara langsung, seperti mendengar percakapan, whisper (memberikan arahan tanpa terdengar oleh nasabah), hingga join call antara supervisor, agent, dan nasabah. Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya meningkatkan performa sales, tetapi juga mampu secara sistematis menghentikan kebocoran biaya (stop bleeding money) dan mengubah setiap leads menjadi peluang yang terukur. Fitur utama yang ditawarkan meliputi: - Dashboard real-time untuk monitoring performa sales - Sistem manajemen leads yang smart dan terstruktur - Tracking aktivitas follow-up secara otomatis - Pipeline analytics untuk mengidentifikasi hambatan penjualan Dengan sistem yang terpusat dan terintegrasi, perusahaan dapat meningkatkan akuntabilitas tim, mempercepat siklus penjualan, serta mengoptimalkan setiap peluang yang masuk. “Kami memposisikan OneCore CRM bukan sekadar tools, tetapi sebagai enabler pertumbuhan bisnis. Dengan sistem yang tepat, perusahaan bisa mengubah proses sales yang sebelumnya manual dan tidak terukur menjadi mesin pertumbuhan yang scalable dan berbasis data,” jelas Mochtar. Relevan untuk Berbagai Industri Seiring meningkatnya kompetisi di berbagai sektor mulai dari keuangan, properti, retail, hingga startup digital kebutuhan akan sistem CRM yang adaptif menjadi semakin penting. OneCore CRM dirancang fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tiap industri, sekaligus membantu perusahaan beralih ke pendekatan data-driven decision making dalam strategi penjualan. Kehadiran OneCore CRM menjadi bagian dari gelombang transformasi digital yang lebih luas di Indonesia, khususnya dalam fungsi sales dan marketing yang selama ini masih banyak bergantung pada proses manual. Dengan ekspektasi pelanggan yang semakin tinggi terhadap kecepatan dan kualitas layanan, perusahaan dituntut untuk memiliki sistem yang mampu merespons kebutuhan pasar secara lebih agile, terukur, dan terintegrasi.
STT 2026: Konferensi Inovasi Global Terbesar di Asia Dorong Kota Berkelanjutan Lewat Teknologi Tinggi
Tokyo, katakabar.com - Pemerintah Metropolitan Tokyo bakal gelar “SusHi Tech Tokyo 2026,” salah satu konferensi inovasi global terbesar di Asia. Usung konsep “Sustainable Cities through High Technology,” acara ini akan mempertemukan berbagai pelaku inovasi termasuk startup, investor, perusahaan, universitas, dan pemerintah dari seluruh dunia untuk menciptakan aksi dan solusi baru terhadap tantangan global. ■ Detail Acara - Hari Bisnis: 27–28 April 2026 - Hari Publik: 29 April 2026 - Tempat: Tokyo Big Sight (Hall Barat 1–4), Tokyo, Jepang ■ Gambaran Tempat dan Pameran Tempat acara ini akan menampilkan zona pameran yang dinamis, ruang networking, dan area pertemuan bisnis yang dirancang untuk mendorong interaksi dan kolaborasi antar peserta. ■ Skala Terbesar Sepanjang Sejarah SusHi Tech Tokyo 2026 akan diselenggarakan dalam skala terbesar hingga saat ini: - Sekitar 770 startup berpartisipasi dalam pameran - Sekitar 10.000 pertemuan bisnis - Sekitar 60.000 peserta - 158 sesi ■ Sorotan Utama 1. Partisipasi Startup Global Startup dari lebih dari 60 negara dan wilayah akan menampilkan teknologi mutakhir dan ide bisnis melalui pameran serta kompetisi pitch. 2. Platform Open Innovation Area khusus akan menghubungkan perusahaan dan startup, mempercepat kolaborasi dan pengembangan bisnis baru. 3. Pencocokan Bisnis Canggih Sistem berbasis AI dan aplikasi resmi akan memungkinkan pencocokan, penjadwalan pertemuan, serta peluang networking secara efisien. ■ Area Fokus Acara ini akan berfokus pada empat domain utama yang membentuk masa depan kota: - AI – Transisi menuju implementasi di dunia nyata - Robotika – Meningkatkan kolaborasi dan produktivitas manusia - Ketahanan – Mengatasi tantangan iklim dan bencana - Hiburan – Menciptakan pengalaman budaya dan digital baru ■ Konten Pengalaman Masa Depan Pengunjung akan merasakan teknologi mutakhir seperti robotika, VR/XR, drone, dan pencetakan 3D, yang memberikan gambaran imersif tentang kehidupan perkotaan di masa depan. ■ Tujuan “SusHi Tech Tokyo” lebih dari sekadar pameran ini adalah platform inovasi global yang dirancang untuk: - Menciptakan peluang bisnis internasional - Mengatasi tantangan perkotaan dan sosial - Memperkuat ekosistem startup global ■ Visi Masa Depan Melihat ke depan hingga tahun 2032, acara ini bertujuan untuk berkembang menjadi platform inovasi skala kota, menjadikan Tokyo sebagai pusat global di mana inovasi meluas tidak hanya di dalam venue tetapi ke seluruh kota. ■ Ringkasan SusHi Tech Tokyo 2026 menjadi platform unik di mana teknologi, bisnis, dan masyarakat bertemu menghadirkan para pemimpin global untuk bersama-sama menciptakan masa depan kota berkelanjutan.
Right System, Right Expert: Peran Strategis Sistem Informasi Bangun Proses Bisnis Berkelanjutan
Jakarta, katakabar.com - Di tengah percepatan transformasi digital, kebutuhan akan sistem yang terintegrasi dan talenta yang kompeten semakin menjadi prioritas bagi organisasi. Proses bisnis modern kini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kehadiran ahli Sistem Informasi yang mampu mengelola dan mengoptimalkan teknologi tersebut secara strategis. Sistem informasi memainkan peran penting memastikan proses bisnis berjalan secara efisien, akurat, dan adaptif. Dengan sistem yang tepat, organisasi dapat mengelola data secara real-time, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis dalam satu ekosistem yang terhubung. Tetapi, implementasi teknologi yang optimal membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang relevan. Ahli Sistem Informasi hadir sebagai penghubung antara kebutuhan bisnis dan solusi teknologi, mulai dari analisis proses bisnis hingga perancangan sistem yang sesuai dengan kebutuhan industri. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas kebutuhan bisnis, sertifikasi profesional menjadi salah satu indikator penting dalam menjamin kualitas kompetensi. Sertifikasi seperti Business Analysis, IT Service Management, IT Governance, Enterprise Resource Planning (ERP), hingga Project Management menjadi nilai tambah yang menunjukkan kesiapan profesional dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Menjawab kebutuhan tersebut, Binu University melalui School of Information Systems menghadirkan program pendidikan yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kombinasi pengetahuan bisnis dan teknologi. Sebagai bagian dari School of Information Systems Binus University, mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Kurikulum yang diterapkan mengintegrasikan berbagai bidang strategis, seperti: Business Intelligence Enterprise Resource Planning (ERP) Digital Automation Technology User Experience (UX) Cloud Computing IT Governance Selain itu, School of Information Systems juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata melalui Enrichment Program, yang mencakup magang, proyek industri, serta pembelajaran berbasis praktik. Pendekatan ini memastikan lulusan dari School of Information Systems BINUS University tidak hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga kesiapan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja. “Dalam era digital, keberhasilan bisnis ditentukan oleh kemampuan dalam mengintegrasikan sistem yang tepat dengan talenta yang kompeten. Oleh karena itu, peran institusi pendidikan seperti School of Information Systems menjadi sangat penting dalam mencetak profesional yang siap menghadapi tantangan industri,” ujar perwakilan Binus University. Dengan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang inovatif dan adaptif, Binus University melalui School of Information Systems berperan dalam mempersiapkan generasi profesional yang mampu mendukung transformasi digital di berbagai sektor industri.
Perkuat Akses Pasar Global dan Dukung Energi Berkelanjutan, Sucifindo Ekspansi ke Jepang
Jepang, katakabar.com - Sucofindo (Persero) terus perkuat perannya sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) dengan memperluas ekspansi layanan ke pasar internasional, khususnya Jepang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong daya saing industri nasional, memperluas ekspor, serta mendukung harmonisasi standar global dan praktik bisnis berkelanjutan. Ekspansi tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara PT Sucopindo (Persero) dan Japan Quality Assurance Organization (JQA). Kerja sama ini mencakup pengembangan layanan sertifikasi dan akses pasar, kolaborasi pengujian dan inspeksi, serta peningkatan kapasitas dan penguatan skema sertifikasi bersama. Direktur Utama PT Suconfindo (Persero), Sandry Pasambuna, menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global. “Sucofindo berperan sebagai enabler bagi industri nasional untuk memenuhi standar internasional. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membuka akses pasar yang lebih luas, khususnya ke Jepang, serta meningkatkan kepercayaan global terhadap produk Indonesia,” kata Sandry. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang TIC, Sucofindo memiliki peran penting dalam mendukung implementasi regulasi pemerintah, memastikan kepatuhan industri, serta memperkuat infrastruktur mutu nasional. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperlancar arus perdagangan antara Indonesia dan Jepang serta memperkuat pengakuan internasional terhadap layanan TIC Indonesia. Direktur Operasi PT Sucofindo (Persero), Dani Pramantyo, menimpali kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam mengintegrasikan proses operasional dengan mitra global. “Harmonisasi standar melalui kolaborasi ini akan meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional, serta kesiapan sumber daya dalam menghadapi persaingan global,” jelas Dani. Selain memperkuat akses perdagangan, PT Sucofindo (Perseoro) juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda global transisi energi berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui penguatan layanan pemastian biomassa kelapa sawit sebagai bagian dari ekosistem energi hijau. Dalam ajang International Biomass Expo di Tokyo Big Sight, Jepang, Sucofindo menegaskan kapabilitasnya yang 68 laboratorium, 29 kantor cabang, serta 93 titik layanan di seluruh Indonesia. “Sucofindomemiliki kapabilitas dalam memastikan biomassa kelapa sawit memenuhi standar internasional, meningkatkan kepercayaan pasar global, serta memperkuat rantai pasok energi berkelanjutan,” terang Sandry. Layanan yang diberikan mencakup pengambilan sampel dan pengujian, verifikasi kuantitas, verifikasi keberlanjutan, serta traceability assurance untuk memastikan transparansi rantai pasok. Hal ini menjadi penting dalam menjawab tuntutan global terhadap praktik ESG (Environmental, Social, and Governance) yang semakin ketat. Lebih lanjut, PT Suconfindo (Persero) juga terus mengembangkan berbagai layanan berbasis keberlanjutan, antara lain pemantauan dan pengelolaan lingkungan berbasis teknologi, audit lingkungan, konsultansi ESG, serta dukungan terhadap green mining, green smelter, sustainable procurement, eco-label, green building, green port, hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan layanan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Melalui langkah ini, PT Sucofindo (Persero) tidak hanya memperkuat perannya dalam meningkatkan daya saing industri nasional, tetapi juga berkontribusi dalam percepatan transisi menuju sistem energi rendah karbon serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Ke depan, PT Sucofindo (Persero) optimistis kolaborasi ini akan memberikan dampak nyata, baik dalam peningkatan ekspor, penguatan industri nasional, maupun pengembangan ekosistem energi berkelanjutan. “Sucofindo) siap menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta memperkuat posisi Indonesia di kancah global,” tutup Sandry.
Waka MPR RI Hadir di Binus @Bandung Bahas Peran GM dan DU Masa Depan Berkelanjutan
Bandung, katakabar.com - Upaya menjaga hak masyarakat atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat kembali menjadi sorotan nasional. Dampak perubahan iklim tidak hanya dirasakan pada sektor lingkungan, tetapi pengaruhi stabilitas ekonomi, keberlanjutan industri, hingga kualitas hidup masyarakat. Menyadari pentingnya peran generasi muda dalam menjawab tantangan tersebut, Binus @Bandung menghadirkan Seminar Kebangsaan MPR Goes to Campus yang menghadirkan Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., Selasa (3/3) di Binus @Bandung Kampus Paskal. Isu lingkungan hidup yang diangkat dalam seminar bukan sekadar persoalan ekologi, melainkan menyangkut hak konstitusional warga negara. Pasal 28H ayat (1) UUD NRI 1945 menegaskan setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, serta memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat. Berangkat dari amanat konstitusi tersebut, transisi menuju energi terbarukan diposisikan sebagai agenda kebangsaan yang perlu dipahami, dipercepat, dan didukung oleh seluruh elemen, dari pemerintah, dunia pendidikan, hingga pelaku bisnis. Kehadiran Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., memberi pemaparan yang menyoroti aspek pendidikan dan partisipasi publik. Dalam penjelasannya, ia menggarisbawahi MPR Goes to Campus kali ini tidak hanya menjadi wahana edukasi, melainkan juga ajakan langsung kepada mahasiswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan hidup dan hak atas udara yang sehat sebagaimana diamanatkan konstitusi. “Hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta udara bersih merupakan hak setiap warga negara sebagaimana tercantum dalam Pasal 28H UUD NRI 1945. Lantaran itu, percepatan transisi menuju energi terbarukan menjadi langkah penting yang harus didorong secara bersama oleh pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda,” jelasnya. Ia menyampaikan harapan agar forum ini menjadi ruang tukar gagasan yang produktif dan menjadi saluran masukan dari civitas academica, mahasiswa, dosen, dan peneliti mengenai arah kebijakan pengembangan energi terbarukan yang lebih presisi, dan implementatif. "Mari mahasiswa untuk lebih aktif berperan dalam mendorong solusi inovatif terhadap tantangan lingkungan. Menurutnya, generasi muda memiliki potensi besar dalam menciptakan gagasan baru yang mampu menjawab kebutuhan masa depan, termasuk dalam pengembangan teknologi dan model bisnis yang berkelanjutan," serunya. Sementara dari pihak tuan rumah, Dr. Johan Muliadi Kerta, S.Kom., M.M. selaku Campus Director BINUS @Bandung, mengatakan peran perguruan tinggi sebagai simpul penggerak perubahan yang menyatukan dialog, riset, dan kolaborasi untuk menjawab tantangan transisi energi. “Binus @Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang diskusi dan kolaborasi yang mendorong mahasiswa memahami tantangan global, termasuk isu transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Melalui forum seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara akademis, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis dan solutif terhadap berbagai permasalahan nyata di masyarakat,” ulasnya. Sejalan dengan itu, Deputy Campus Director bidang Academic, Research & Student Development, Dr. Rudy Aryanto, S.E., M.M., menuturka perspektif akademik mengenai relevansi lintas disiplin dari teknologi, kebijakan, hingga model bisnis agar solusi transisi energi berjalan saling menopang dan berdampak. Diskusi berkembang hingga menghasilkan gagasan mengenai pentingnya penggunaan teknologi yang efisien, serta peran generasi muda dalam mendorong inovasi menjadi sorotan utama. Seluruh pemikiran yang muncul diharapkan dapat memperkaya arah kebijakan dan mendorong terciptanya langkah-langkah praktis yang dapat diimplementasikan secara bertahap. Melalui penyelenggaraan Seminar Kebangsaan MPR Goes to Campus, Binus @Bandung berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah kolaboratif untuk merumuskan perspektif kebijakan yang lebih progresif sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung percepatan transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Sinergi antara lembaga negara dan institusi pendidikan diharapkan mampu menghasilkan gagasan serta solusi yang lebih komprehensif dalam menghadapi tantangan krisis iklim di masa depan. Sebagai Creative Technology & Entrepreneurship Campus, Binus @Bandung mengambil peran yang konsisten dalam menghubungkan kajian teknologi, kebijakan publik, dan pemikiran kewirausahaan.
Binus University @Semarang Gelar SMARTA 2026, Wadah Inovasi Pelajar Demi Masa Depan Berkelanjutan
Semarang, katakabar.com - Di tengah percepatan perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, generasi muda dihadapkan pada tantangan besar untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi pencipta inovasi yang mampu memberikan solusi bagi masa depan yang berkelanjutan. Pada kenyataannya, masih banyak pelajar yang memiliki ide kreatif dan potensi besar, tetapi belum memiliki ruang kompetitif dan ekosistem yang tepat untuk mengembangkan gagasan tersebut menjadi inovasi nyata. Melihat kebutuhan tersebut, Binus University @Semarang menghadirkan sebuah wadah kompetisi nasional yang dirancang untuk mendorong kreativitas, pemikiran kritis, serta kemampuan problem solving generasi muda Indonesia. Pada tahun 2026 ini, Binus University @Semarang menyelenggarakan SMARTA 2026 (Semarang Smart Talent Competition) dengan mengusung tema “Youth Innovation for Sustainable Future.” Kompetisi nasional ini terbuka bagi pelajar SMA dan SMK dari seluruh Indonesia yang ingin menunjukkan ide, kreativitas, serta inovasi mereka di bidang teknologi, bisnis, dan kreativitas. SMARTA 2026 menjadi bagian dari komitmen Binus University @Semarang dalam menghadirkan Digital Transformation and AI Experience Campus, yakni ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan pendekatan inovatif dalam proses pendidikan. Melalui kompetisi ini, para pelajar tidak hanya berkompetisi, tetapi juga dapat merasakan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan teknologi masa depan. Di kompetisi SMARTA 2026, peserta dapat memilih lima cabang kompetisi yang dirancang untuk mengasah kemampuan di berbagai bidang. Cabang pertama adalah SMARTA LOGIKA (Innovation Tech Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Computer Science dan Digital Psychology. Kompetisi ini menantang peserta untuk mengembangkan ide teknologi inovatif serta melatih kemampuan berpikir adaptif dalam menghadapi tantangan teknologi yang terus berkembang. Cabang kedua adalah SMARTA IDEA (Idea Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Smart Industrial Engineering. Kompetisi ini mendorong peserta untuk menciptakan ide inovatif, berupa desain produk atau alat yang dapat memberikan solusi terhadap permasalahan sehari-hari, khususnya yang berorientasi pada keberlanjutan dan ramah lingkungan. Cabang berikutnya adalah SMARTA BIZTECH (Business Case Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Information System. Kompetisi ini mengajak peserta untuk merancang solusi bisnis berbasis teknologi yang mengintegrasikan User Experience (UX), Artificial Intelligence (AI), dan smart technology dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu terdapat SMARTA DIGITAL (Business Model Canvas Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Digital Business. Kompetisi ini dirancang untuk menginspirasi generasi muda dalam mengembangkan ide bisnis digital yang inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi masa depan. Sementara, bagi pelajar yang memiliki minat di bidang kreativitas visual, SMARTA juga menghadirkan SMARTA KREATIVA (Motion Poster Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV). Kompetisi ini mendorong peserta untuk menyampaikan pesan inovasi dan keberlanjutan melalui pendekatan visual yang kreatif dan komunikatif. Seluruh rangkaian kompetisi SMARTA 2026 dapat diikuti secara gratis oleh pelajar SMA dan SMK dari seluruh Indonesia. Peserta yang lolos ke tahap final akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, termasuk workshop dan pembinaan langsung dari akademisi Binus University @Semarang. Grand Final SMARTA 2026 akan dilaksanakan secara onsite di Binus University @Semarang pada 9 Mei 2026. Direktur Kampus Binus University @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom, menyampaikan kompetisi ini menjadi bagian dari upaya Binus membangun generasi inovator masa depan yang siap menghadapi transformasi digital global. “Melalui SMARTA 2026, Binus University @Semarang ingin memberikan ruang bagi generasi muda Indonesia untuk mengekspresikan ide, kreativitas, dan inovasi mereka. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembelajaran bagi pelajar untuk memahami bagaimana teknologi, bisnis, dan kreativitas dapat berkolaborasi dalam menciptakan solusi nyata bagi masa depan yang berkelanjutan. "Hal ini juga sejalan dengan komitmen kami dalam menghadirkan Digital Transformation and AI Experience Campus yang mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital dan kecerdasan buatan,” ujarnya. Dengan adanya SMARTA 2026, Binue University @Semarang berharap semakin banyak talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia yang berani mengembangkan ide, menciptakan inovasi, dan berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan melalui teknologi, kreativitas, dan pemikiran solutif.
Lewat Bisnis Berkelanjutan, Sucofindo Komit Wujudkan Dekarbonisasi Menuju Net Zero Emission
Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) terus perkuat perannya dukung agenda dekarbonisasi nasional dan percepatan transisi menuju Net Zero Emission (NZE) melalui praktik bisnis berkelanjutan yang terintegrasi dengan kompetensi di bidang Testing, Inspection, Certification (TIC). Komitmen tersebut mendapatkan pengakuan dalam ajang Indonesia Top Achievements of The Year 2026 yang diselenggarakan oleh Metro TV. Di ajang tersebut, PT Sucofindo meraih penghargaan Environmental and Industrial Compliance Excellence Award 2026 atas kontribusinya dalam mendorong kepatuhan lingkungan dan tata kelola industri berkelanjutan. Direktur Operasi PT Sucofindo, Dani Pramantyo, menegaskan keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi bisnis Perusahaan. “Keberlanjutan bukan sekedar komitmen, melainkan telah terimplementasikan dalam program dan layanan yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berimbang,” ujar Dani. Implementasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi dengan DLHKP Kebumen dalam pembangunan fasilitas dan optimalisasi biogas di Kabupaten Kebumen. Program ini memanfaatkan gas metana dari timbulan sampah di TPA untuk diolah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga, sekaligus mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca. Menurut Dani, inisiatif tersebut juga selaras dengan peran Sucofindo sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK), sehingga kontribusi perusahaan tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan ekosistem ekonomi karbon nasional. Selain itu, PT Sucofindo Bersama dengan Bendesa Adat Manukaya Let Gianyar dan Yayasan Akshara Linia mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui pembangunan TPS 3R serta Green House dan Ecofarm. Progam ini dirancang untuk menciptakan dampak berkelanjutan, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dapat dicapai melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan yang terintegrasi sehingga dapat menciptakan nilai ekonomi dan sosial secara bersama-sama,” jelasnya. Penghargaan Indonesia Top Achievement of the Year pada kategori Environmental and Industrial Compliance Excellence Award 2026 yang diraih oleh PT Sucofindo, Dani Pramantyo menyebutkan menjadi motivasi bagi Sucifindo untuk terus meningkatkan kinerja dan kontribusi bagi Indonesia dan juga global. “Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan hijau dan solusi berbasis ESG, program aksi hijau, maupun layanan green generation lainnya guna mendukung target Net Zero Emission Indonesia,” tandasnya. Sebagai perusahaan Testing, Inspection, Certification (TIC) PT Sucofindo siap mendukung optimalisasi program CSR bagi pelaku usaha melalui layanan seperti social mapping, konsultansi ISO 26000, penyusunan Sustainability Report, pengukuran Community Satisfaction Index (CSI), serta evaluasi dampak program CSR dengan metode Social Return On Investment (SROI). Pendekatan ini memastikan program CSR lebih terukur, strategis, dan selaras dengan agenda Pembangunan berkelanjutan nasional.
Tinjau Progres KPP Papua Selatan, Menteri PU Tekankan Pentingnya Sistem Drainase Berkelanjutan
Merauke, katakabar.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja tinjau progres pembangunan Kawasan Pusat Pemerintahan (KPP) Provinsi Papua Selatan yang berlokasi di Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Salor, Kabupaten Merauke, di awal pekan kedua Februari 2026 lalu. Peninjauan ini bertujuan memastikan pembangunan infrastruktur di Daerah Otonomi Baru (DOB) tersebut berjalan sesuai rencana dengan tetap mengedepankan aspek keberlanjutan. Dalam tinjauannya, Dody memberikan perhatian khusus terhadap sistem drainase kawasan. Ia menekankan kesiapan drainase merupakan faktor krusial untuk mengantisipasi potensi genangan dan banjir, terutama mengingat dinamika perubahan pola cuaca yang terjadi saat ini. “Saya titip kepada jajaran Cipta Karya, Sumber Daya Air, dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, drainasenya harus benar-benar dijaga. Jangan sampai ketika hujan turun justru menimbulkan genangan. Walaupun daerah ini dikenal relatif kering, kita tetap harus antisipasi karena pola cuaca sekarang berubah-ubah," tegas Dody di lokasi pembangunan. Dody menambahkan, pengawasan dan pemeliharaan sistem drainase harus menjadi bagian integral dari pembangunan kawasan. Hal ini dinilai vital agar pusat pemerintahan Provinsi Papua Selatan dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang tanpa gangguan persoalan banjir. Pembangunan KPP Provinsi Papua Selatan terdiri dari sejumlah infrastruktur utama, antara lain Kantor Gubernur, Gedung DPRD, Gedung Majelis Rakyat Papua (MRP), Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan jaringan perpipaan, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), serta Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Lingkup pekerjaan juga meliputi land development seperti penyiapan lahan, aksesibilitas kawasan, utilitas dasar, dan penataan lingkungan. Ia mengapresiasi capaian pembangunan yang telah berjalan sejak tahun 2024 tersebut. Menurutnya, perkembangan fisik di lapangan menunjukkan hasil yang signifikan. “Tadi saya mendarat masih sore, saya langsung menyempatkan diri melihat ke lokasi. Saya tidak kaget, progresnya sudah bagus,” jelasnya. Selain fokus pada kawasan inti pemerintahan, Kementerian PU juga berkomitmen menuntaskan infrastruktur konektivitas pendukung. Dody memastikan bahwa sejumlah ruas jalan akses menuju KPP Provinsi Papua Selatan yang belum tertangani akan diselesaikan secara bertahap pada Tahun Anggaran 2026. Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja di Merauke, Menteri PU juga meninjau progres pengembangan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Wanam. Di agenda tersebut, Kementerian PU berdialog langsung dengan para petani setempat untuk menyerap aspirasi guna memastikan dukungan infrastruktur pertanian dapat diberikan secara tepat sasaran sesuai kewenangan kementerian. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.
PKD ke 3 PMII Kepulauan Meranti Tegaskan Komitmen Kaderisasi Berkelanjutan
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kepulauan Meranti tegaskan komitmen cetak kader berkualitas melalui Pelatihan Kader Dasar (PKD) ke 3. Kegiatan ini menjadi langkah awal pembentukan karakter kader PMII yang berlandaskan nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan. Ketua Cabang PMII Kepulauan Meranti, Amri Sukarles, menyampaikan PKD bukan sekadar kegiatan pelatihan formal, melainkan ruang strategis untuk menempa ideologi, intelektualitas, serta kepekaan sosial kader. “PKD bukan hanya ruang pelatihan, tetapi ruang penempaan ideologi, intelektual, dan kepekaan sosial kader. Dari sinilah PMII Kepulauan Meranti menyiapkan generasi penerus yang siap berkhidmat untuk umat dan bangsa,” ujar Amri. Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta dibekali berbagai materi fundamental, mulai dari Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja), ke PMII-an, kepemimpinan, analisis sosial, hingga wawasan kebangsaan. Materi disampaikan oleh instruktur serta pemateri yang berasal dari internal dan eksternal PMII, guna memperkaya perspektif dan pemahaman peserta. Ketua Panitia PKD ke 3, Dede Kurnia, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan dengan lancar dan tertib. Ia menilai keberhasilan PKD ke 3 tidak terlepas dari kerja sama seluruh panitia, dukungan pengurus cabang, serta antusiasme peserta. “Alhamdulillah, PKD ke 3 PC PMII Kepulauan Meranti dapat terlaksana dengan baik. Ini berkat kerja sama seluruh panitia, dukungan cabang, serta partisipasi aktif para peserta yang mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh disiplin,” jelasnya. Melalui PKD ke 3 ini, PMII Kepulauan Meranti berharap dapat melahirkan kader-kader yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu berperan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat Kepulauan Meranti. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan PKD ke 3, PMII Kepulauan Meranti menegaskan komitmen untuk terus melaksanakan kaderisasi secara berjenjang dan berkelanjutan, sebagai upaya menjaga marwah organisasi sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam pembangunan daerah dan bangsa.