Lewat Lahan Jagung Polsek Mandau Bangun Budaya Goro dan Kepedulian Ketapang di Bathin Betuah
Mandau, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Mandau, Polres Bengkalis, melalui Bhabinkamtibmas, bangun budaya Gotong Royong (Goro) dan kepedulian pada Ketahanan Pangan Nasional (Ketapangnas) di Desa Bathin Betuah, Kecamatana Mandau, Kabupaten Bengkalis, lewat pengelolaan lahan penanaman jagung pipil. Menumbuhkan semangat Goro dan kepedulian Ketapangnas tersebut, ujar Kapolsek Mandau, AKP I Made, lewat Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada katakabar.com, Rabu siang, Bhabinkamtibmas Polsek Mandau Desa Bathin Betuah bersinergi dengan kelompok masyarakat, Badan Usaha Milik Desa (BumDes), pemilik lahan di Desa Bathin Betuah, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, mengelola lahan jagung pipil. Menurut Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kegiatan tersebut untuk terus mendukung program Swasembada Pangan Nasional. "Kegiatan ini bentuk dukungan nyata Polri terhadap program ketahanan pangan, dengan memanfaatkan lahan secara produktif dan berkelanjutan," jelasnya. Dengan penanaman jagung pipil, harap Kasi Humas Polsek Mandau, dapat mendukung ketersediaan pangan, meningkatkan kemandirian pangan di tengah masyarakat. "Selain terus mendukung program Ketapang Nasional, kegiatan ini juga bukti nyata Polri mewujudkan program 100 Hari Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto," terangnya.
India dan Indonesia: Hubungan Kuno Terjalin Melalui Sejarah, Budaya dan Kehidupan Sehari-hari
Oleh: Dr. Manish Shrivastava* Jakarta, katakabar.com - Jauh sebelum ada kedutaan besar, kunjungan kenegaraan, atau perjanjian diplomatik, hubungan India dan Indonesia telah dimulai dari laut. Para pedagang, biksu, cendekiawan, perajin, pendongeng, dan peziarah tidak hanya membawa barang dagangan melintasi samudra. Mereka juga membawa bahasa, aksara, kepercayaan, kisah-kisah, tradisi kuliner, serta cara pandang terhadap kehidupan. Di tengah lalu lintas manusia dan gagasan itu, sosok Resi Agastya turut memasuki imajinasi masyarakat Nusantara. Di Pulau Jawa, ia dikenang sebagai guru yang membawa ajaran Hindu, disiplin, dan nilai-nilai spiritual. Kehadirannya dalam tradisi candi, termasuk di Prambanan, menunjukkan betapa dalamnya pengaruh pemikiran India yang kemudian bertransformasi menjadi bagian dari identitas Indonesia sendiri. Kerajaan-kerajaan kuno semakin mempererat hubungan tersebut. Sriwijaya di Sumatra berkembang menjadi pusat pembelajaran agama Buddha yang memiliki hubungan erat dengan Universitas Nalanda di India. Di Jawa dan Bali, kisah Ramayana dan Mahabharata menemukan kehidupan baru melalui tari, teater, seni pahat, penamaan, hingga berbagai ritual budaya. Bagi seorang India yang berdiri di hadapan Candi Borobudur atau Prambanan, sering kali muncul perasaan yang sulit dijelaskan. Kisah-kisahnya terasa akrab, tetapi cara masyarakat Indonesia menghidupkannya benar-benar memiliki karakter yang khas. Barangkali penyair besar India, Rabindranath Tagore, juga merasakan hal serupa ketika mengunjungi Jawa dan Bali pada tahun 1927. Sebagai seorang penyair, ia mampu melihat hal-hal yang sering luput dari perhatian para pelancong. Ia menyaksikan candi, tari, musik, ritual, dan kehidupan masyarakat desa. Namun yang paling membekas baginya adalah bagaimana keindahan begitu menyatu secara alami dalam kehidupan sehari-hari. Tagore menemukan gema India di Indonesia, tetapi setiap gema itu telah memperoleh suaranya sendiri. Kisah-kisah epik tetap hidup, namun bergerak dengan kelembutan budaya Jawa. Pemikiran Hindu tetap bertahan, tetapi di Bali berkembang melalui upacara adat, sesajen, kehidupan komunal, dan penghormatan terhadap alam. Musik gamelan memiliki kesabarannya sendiri. Tarian berbicara melalui keheningan. Gerak tubuh berlangsung perlahan, ekspresi tetap tenang, tetapi pesannya mampu menyentuh hati. Saya sendiri berkali-kali merasakan pengalaman serupa. Di Indonesia, masa lalu jarang hadir secara mencolok. Ia hidup tenang di balik nama-nama orang, upacara adat, candi, tradisi keluarga, bahkan dalam cara masyarakat memaknai waktu. Perjuangan kemerdekaan kemudian memberikan makna emosional yang lebih dalam bagi kedekatan kedua bangsa. India dan Indonesia sama-sama pernah merasakan pahitnya penjajahan. Masyarakat di kedua negara memahami bagaimana rasanya ketika tanah, perdagangan, pendidikan, bahkan martabat bangsa berada di bawah kendali pihak asing. Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945 dan harus berjuang panjang memperoleh pengakuan internasional. India menyusul meraih kemerdekaan dua tahun kemudian. Saat itu, berbagai bangsa di Asia sedang merebut kembali suara dan identitas mereka setelah berabad-abad hidup di bawah kolonialisme. Dukungan India terhadap Indonesia bukan semata-mata lahir dari kepentingan diplomatik. Dukungan itu juga tumbuh dari kesamaan pengalaman sejarah, dari rasa hormat satu peradaban tua terhadap peradaban tua lainnya yang sedang berusaha kembali menemukan tempatnya di dunia. Laut memang memisahkan kedua negara. Bahasa dan pengalaman kolonial pun berbeda. Namun makna kebebasan yang dirasakan masyarakat keduanya sangatlah serupa. Setelah sama-sama merdeka, hubungan India dan Indonesia memperoleh bentuk resmi melalui berbagai kerja sama antarnegara. Namun bagi mereka yang pernah hidup di kedua negeri ini, hubungan tersebut selalu terasa melalui hal-hal sederhana. Saya menemukannya dalam nama-nama seperti Dewi, Putri, Indra, Wisnu, dan Surya. Saya melihatnya dalam pertunjukan Ramayana di Jawa, ketika cerita berasal dari India, tetapi gerak tari, irama musik, dan suasananya sepenuhnya milik Indonesia. Saya juga menemukannya di Bali. Seorang pengunjung dari India mungkin mendengar mantra-mantra yang familiar, tetapi akan menyaksikan cara beribadah, sesajen, kehidupan pura, dan kedisiplinan masyarakat yang berbeda namun tetap terasa dekat. Saya merasakannya pula di Jakarta, tempat makanan India, film Bollywood, yoga, Ayurveda, dunia usaha, pendidikan, dan komunitas India hidup berdampingan secara harmonis dengan keramahan masyarakat Indonesia, bahasa Indonesia, tata krama, dan budaya lokal. Kunjungan resmi dari India ke Indonesia pada bulan Juli ini menjadi bagian dari tradisi panjang tersebut. Bagi saya pribadi, kunjungan ini menyentuh sesuatu yang telah saya alami dalam kehidupan sehari-hari selama bertahun-tahun. Saya datang ke Indonesia sebagai seorang profesional biasa dari India. Hal pertama yang ditantang negeri ini bukanlah kemampuan saya bekerja, melainkan cara saya memandang waktu. Saya datang dengan kebiasaan khas India: ingin bertanya cepat, mengambil keputusan cepat, menindaklanjuti pekerjaan dengan cepat, dan menganggap bahwa jika sesuatu sudah jelas bagi saya, maka tentu akan segera jelas pula bagi orang lain. Indonesia tidak pernah memperdebatkan kebiasaan itu. Indonesia hanya membuat saya belajar menunggu. Sebuah percakapan sering kali dimulai dengan secangkir teh. Sebuah keputusan lahir setelah banyak percakapan kecil. Bahkan sebuah kata "ya" pun membutuhkan waktunya sendiri. Kata nanti dapat memiliki begitu banyak makna. Pada awalnya saya merasa gelisah. Namun perlahan saya memahami bahwa masyarakat Indonesia bukan sedang menguji efisiensi saya. Mereka hanya ingin mengetahui apakah saya dapat dipercaya, apakah saya mampu mendengarkan, dan apakah saya tetap tenang ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai jadwal yang saya buat. Saat Idul Fitri pertama saya di Indonesia, saya mendengar ucapan, "Mohon maaf lahir dan batin." Ucapan itu langsung mengingatkan saya pada tradisi Jain di India yang mengenal ungkapan Micchāmi Dukkaḍaṃ, yaitu permohonan maaf atas segala kesalahan yang dilakukan, baik disengaja maupun tidak. Bahasanya berbeda. Tradisi agamanya pun berbeda. Namun maknanya terasa sangat akrab. Saya melihat keluarga saling mengunjungi, membawa makanan, meminta maaf, berbicara dengan lembut, serta menempatkan hubungan antarmanusia di atas ego pribadi. Nilai-nilai serupa juga saya temukan dalam keluarga-keluarga di India, terkadang saat perayaan, setelah terjadi perselisihan keluarga, atau melalui penghormatan yang diberikan kepada orang tua tanpa perlu dijelaskan alasannya. Pengalaman-pengalaman kecil inilah yang kemudian menjadi benih lahirnya buku saya, Sabar, Sambal & Survival. Kini, setiap kali memikirkan hubungan India dan Indonesia, yang terlintas justru momen-momen sederhana tersebut. Seorang warga India yang belajar berbahasa Indonesia sebelum bertamu ke rumah orang Indonesia. Seorang sahabat Indonesia yang dengan sabar menjelaskan adat setempat tanpa membuat orang asing merasa canggung. Sebuah meja makan tempat sambal berdampingan dengan masakan India, dan keduanya terasa sama-sama pantas berada di sana. Atau ucapan selamat hari raya yang membawa semangat saling memaafkan, meski diucapkan dalam bahasa yang berbeda. Indonesia mengajarkan saya cara baru memahami manusia, tata krama, penghormatan, humor, makanan, agama, keluarga, bahasa, dan rasa memiliki. Di India, saya sering mendengar pepatah, "Sabr ka phal meetha hota hai" yang berarti "buah kesabaran itu manis." Tetapi setelah tinggal di Indonesia, saya memahami maknanya secara berbeda. Di sini, kesabaran tidak pernah diajarkan melalui nasihat. Kesabaran hadir melalui proses menunggu, secangkir teh, keheningan, keluarga, makanan, senyuman, dan terkadang sedikit sambal di sampingnya. Ketika akhirnya kita benar-benar memahaminya, kesabaran bukan lagi sekadar terasa manis. Ia memiliki rasa. *Dr. Manish Shrivastava adalah penulis dan profesional asal India yang berbasis di Jakarta. Ia telah tinggal dan bekerja di Indonesia sejak 2008 serta memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang layanan kesehatan berbasis Ayurveda, termasuk lebih dari sepuluh tahun memimpin bisnis Himalaya di Indonesia dan memperkenalkan produk-produk kesehatan berbasis Ayurveda kepada masyarakat Indonesia. Ia telah menulis 14 buku, termasuk seri sepuluh buku berjudul Krantidoot yang mengangkat kisah para pejuang kemerdekaan India yang kurang dikenal. Buku terbarunya, Sabar, Sambal & Survival, merefleksikan pengalaman hidupnya di Indonesia sekaligus kedekatan budaya antara India dan Indonesia.
Perkuat Budaya Wellbeing, PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan
Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) tegaskan komitmen dukung kesehatan masyarakat dan aksi kemanusiaan lewat pelaksanaan PTPN Blood Donor Day 2026 di Ballroom Gedung Agro Plaza Lantai 18, Jakarta, Kamis (18/6) lalu. Kegiatab usung tema “One Drop of Humanity. Give Blood, Save Lives'. Selain menghadirkan layanan donor darah, berbagai program edukasi dan pemeriksaan kesehatan melalui rangkaian kegiatan Health Talks dan Health & Wellness Booths yang dapat diakses seluruh peserta. Di sesi Health Talks yang dipandu Melaney Ricardo, peserta memperoleh wawasan sekaligus berkesempatan berinteraksi langsung dengan para narasumber mengenai pentingnya donor darah, serta gaya hidup sehat dari para narasumber yakni dr. Reisa Broto Asmoro, serta dr. Santi Christiani, Sp.PD-KHOM, yang membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka terkait kesehatan serta pentingnya menjaga kualitas hidup melalui tindakan preventif dan kepedulian terhadap sesama. Selain donor darah, peserta juga dapat memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang disediakan, antara lain Rapid Test (pemeriksaan kolesterol, asam urat, dan gula darah), Skin Check, Pap Smear, Body Mass Index, Naluri Wellness, serta Pemeriksaan Payudara Klinis yang didukung oleh PMI Kabupaten Tangerang, Kimia Farma, Naluri dan Siloam Hospitals. Kehadiran berbagai fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya PTPN Group dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan penerapan pola hidup sehat. Direktur SDM dan Umum PTPN III (Persero), Endang Suraningsih, menyampaikan kegiatan ini wujud komitmen PTPN Group dalam membangun budaya kepedulian sosial dan semangat kerelawanan melalui program Employee Volunteering Day, sekaligus mendukung implementasi Program PTPN Sehat sebagai salah satu dari 9 Inisiatif Strategis Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN Group. Program tersebut menempatkan kesehatan, kesejahteraan, dan kepedulian kemanusiaan sebagai bagian penting dari budaya kerja perusahaan yang berkelanjutan. "Melalui PTPN Blood Donor Day, kami ingin mengajak Nusantara EntrePlanters PTPN Group serta masyarakat berpartisipasi dalam gerakan donor darah menumbuhkan semangat kerelawanan dan kepedulian terhadap sesama. Setiap tetes darah yang didonorkan memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan. Di saat yang sama, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan," ujarnya. Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta dan pendonor, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) juga menyediakan berbagai doorprize yang dapat diikuti oleh seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan. PTPN Group berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luas, tidak hanya dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah nasional, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya hidup sehat, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong di lingkungan perusahaan maupun masyarakat.
Perkuat Diplomasi Budaya dan Koneksi Masyarakat Kawasan di ASEAN-India Bazaar 2026
Jakarta, katakabar.com - Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, hubungan antara ASEAN dan India dinilai justru semakin menemukan relevansinya. Tetapi hubungan tersebut kini tidak hanya dibangun melalui forum diplomatik dan kerja sama formal antarpemerintah, melainkan juga melalui koneksi masyarakat, budaya, hingga ekonomi kreatif yang tumbuh dari komunitas. Semangat itu terlihat di pergelaran ASEAN-India Bazaar 2026 yang digelar di The Westin Jakarta, Sabtu (23/5) lalu. Memasuki tahun kelima pergelaran, acara ini berkembang menjadi ruang pertemuan lintas budaya yang mempertemukan komunitas ASEAN dan India melalui kuliner, seni, UMKM, hingga pertunjukan budaya. Ruang Pertemuan Budaya dan Komunitas Bazar yang diselenggarakan oleh komunitas Indoindians tersebut menghadirkan puluhan tenant dan komunitas dari berbagai negara ASEAN dan India. Di dalam ballroom hotel, pengunjung disuguhi berbagai kuliner khas India dan Asia Tenggara, produk tekstil tradisional, kerajinan tangan, aksesori, dekorasi rumah, produk kecantikan, hingga berbagai brand gaya hidup milik pelaku UMKM dan komunitas diaspora. Selain itu, pertunjukan tari dan musik tradisional turut memeriahkan suasana. Atmosfer yang tercipta lebih menyerupai ruang pertemuan budaya dibanding sekadar pameran komersial. Pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga menikmati pengalaman lintas budaya melalui makanan, seni, dan interaksi langsung dengan komunitas dari berbagai negara ASEAN dan India. Founder Indoindians, Poonam Sagar, mengatakan ASEAN-India Bazaar sejak awal memang dirancang bukan hanya sebagai ruang transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai jembatan budaya yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. “Ini lebih dari sekedar bazar. Ini adalah perayaan hubungan berabad-abad antara India dan Asia Tenggara, tempat budaya, makanan, ide, seni, dan masyarakat bertemu dalam satu ruang,” ujar Poonam. Ia menambahkan setiap pelaku usaha dan produk yang hadir membawa cerita mengenai kreativitas, warisan budaya, serta perjalanan komunitas yang membangun identitas mereka masing-masing. “Saat Anda berjalan di aula ini, Anda tidak hanya melihat produk atau stan. Anda melihat mimpi, kreativitas, keberanian, dan warisan budaya. Setiap pengusaha memiliki cerita dan setiap pengunjung menjadi bagian dari semangat bersama ini,” ucapnya. Poonam juga mengajak para pengunjung untuk mendukung pelaku usaha kecil dan kreator lokal yang terlibat dalam acara tersebut. “Saya mendorong semua orang untuk menemukan sesuatu yang baru, mendukung kreator lokal dan usaha kecil, memulai percakapan, serta merayakan keberagaman,” jelasnya. People-to-People Connectivity Jadi Kunci Pesan mengenai pentingnya people-to-people connectivity menjadi benang merah dalam berbagai sambutan yang disampaikan para diplomat dan pejabat ASEAN yang hadir. Duta Besar India untuk ASEAN, Srinivas Gotru, menerangkan ASEAN-India Bazaar menunjukkan bagaimana hubungan kedua kawasan terus berkembang melalui partisipasi komunitas dan masyarakat. Menurutnya, antusiasme vendor, komunitas, hingga berbagai misi diplomatik yang terlibat menunjukkan hubungan ASEAN dan India kini semakin hidup di tingkat masyarakat. “Ini adalah cara yang sangat baik untuk menghubungkan masyarakat lintas budaya. Kami sangat senang dapat bermitra dan menghadirkan acara ini,” imbuhnya. Ia berharap ASEAN-India Bazaar dapat terus menjadi agenda tahunan yang memperkuat hubungan masyarakat ASEAN dan India ke depan. Sementara, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menilai kerja sama ASEAN dan India saat ini semakin strategis karena kedua kawasan memiliki kedekatan historis dan geografis yang kuat. Menurutnya, hubungan ASEAN dan India tidak selalu harus bergantung pada pusat-pusat geopolitik global tradisional. “Kita tidak harus selalu melewati New York, London, atau Brussels. Hubungan itu bisa langsung terhubung melalui kawasan kita sendiri,” kata Sandeep Chakravorty. Ia menyebut kerja sama ASEAN dan India kini menjadi simbol bagaimana dua kawasan berkembang bersama melalui budaya, perdagangan, konektivitas masyarakat, dan kolaborasi ekonomi kreatif. ASEAN dan India Dinilai Punya Kedekatan Historis Duta Besar dan Perwakilan Tetap Filipina untuk ASEAN, Evangeline T. Ong Jimenez-Ducrocq, juga menyoroti hubungan panjang antara ASEAN dan India yang menurutnya telah berlangsung selama ratusan tahun melalui pertukaran budaya dan perdagangan. Ia mengatakan ASEAN-India Bazaar memperlihatkan bagaimana hubungan tersebut masih terasa hidup hingga saat ini melalui pengalaman budaya yang dapat dirasakan langsung masyarakat. “Di sini kita melihat warna, rasa, tradisi, dan budaya yang terasa familiar namun tetap unik. Ini menunjukkan bagaimana hubungan ASEAN dan India telah tumbuh selama ratusan tahun,” ulasnya. Menurutnya, hubungan ASEAN dan India saat ini berkembang jauh melampaui sektor perdagangan dan investasi. Kerja sama kedua kawasan kini mencakup inovasi digital, pendidikan, kesehatan, keberlanjutan, hingga pertukaran budaya. Sebagai Ketua ASEAN tahun ini, Filipina disebut terus mendorong kawasan yang lebih people-centered dan inklusif, termasuk melalui penguatan kerja sama dengan India sebagai salah satu mitra strategis utama ASEAN. “Kami percaya koneksi antar masyarakat dapat membuka lebih banyak peluang bagi komunitas, UMKM, industri kreatif, dan generasi muda di kawasan ASEAN maupun India,” bebernya. Diplomasi Tidak Lagi Hanya Dibangun Lewat Forum Formal Pandangan serupa juga disampaikan Dirjen Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi. Dalam sambutannya, Ina mengatakan diplomasi modern kini tidak lagi hanya dibangun melalui perjanjian dan forum resmi antarpemerintah, tetapi juga melalui interaksi sehari-hari masyarakat. “Diplomasi tidak hanya dibangun melalui pengaruh dan perjanjian. Diplomasi juga tumbuh lewat makanan, tekstil, musik, seni, usaha kecil, dan kebahagiaan sederhana ketika masyarakat saling bertemu,” timpalnya. Bagi Ina, ASEAN-India Bazaar memperlihatkan bagaimana hubungan antar kawasan dapat tumbuh secara lebih membumi melalui budaya dan koneksi sosial masyarakat. Pengalamannya pernah bertugas di India juga membuat ia melihat kedekatan Indonesia dan India tidak hanya hadir dalam hubungan diplomatik, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakatnya. “Hubungan seperti ini dibangun melalui koneksi sehari-hari antarmasyarakat. Itu yang menjadi fondasi hidup dari kemitraan strategis ASEAN dan India,” tuturnya. Ketahanan Kawasan Dinilai Harus Dibangun Bersama Wakil Sekjen Komunitas Ekonomi ASEAN, Satvinder Singh, mengatakan hubungan ASEAN dan India saat ini memasuki fase baru yang jauh lebih strategis. Menurutnya, ASEAN dan India kini tidak hanya menjadi mitra ekonomi, tetapi juga co-creators of growth bagi kawasan dan dunia. “Kami mewakili lebih dari dua miliar penduduk. Kerja sama kami mencakup perdagangan, investasi, ekonomi digital, konektivitas, keberlanjutan, dan inovasi,” kata Satvinder Singh. Ia juga menyinggung meningkatnya risiko global mulai dari gangguan rantai pasok, ketegangan ekonomi, hingga perubahan iklim yang membuat hubungan antar kawasan perlu dibangun di atas kemitraan yang saling percaya. “Di tengah berbagai ketidakpastian global, ini adalah momen bagi kita untuk memperkuat integrasi ekonomi, membangun rantai pasok yang lebih tangguh, dan memastikan kawasan kita tetap terhubung,” kupasnya. Menurut Satvinder, acara seperti ASEAN-India Bazaar memiliki makna simbolik yang besar karena menunjukkan bagaimana hubungan ASEAN dan India sejak awal memang dibangun melalui pertukaran budaya, perdagangan, dan interaksi masyarakat.
Mulai Stasiun Pasar Senen, KAI Daop 1 Jakarta Bangun Budaya Pilah Sampah Bersama Pelanggan
Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mulai terapkan sistem pemilahan sampah di Stasiun Pasar Senen sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan stasiun yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, di area Stasiun Pasar Senen kini telah tersedia fasilitas tempat sampah terpilah yang dibedakan berdasarkan jenis sampah, mulai dari organik dan anorganik. Fasilitas tersebut disediakan agar pelanggan dapat langsung memilah sampah sejak awal saat membuang sampah di area stasiun. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan persoalan sampah tidak cukup hanya diselesaikan pada tahap pengangkutan, namun perlu dimulai dari perubahan kebiasaan masyarakat melalui pemilahan sejak dari sumbernya. “Kalau sampah sudah dipilah sejak awal, proses pengelolaannya akan jauh lebih baik. Sampah yang masih bisa didaur ulang tidak tercampur dengan sampah lain dan volume sampah yang dibuang ke TPA juga bisa berkurang,” ujar Franoto. Ia menjelaskan, proses pengelolaan sampah di Stasiun Pasar Senen dimulai dari pemilahan oleh pelanggan melalui fasilitas tempat sampah terpilah yang telah tersedia di sejumlah titik pelayanan. Selanjutnya, ulas Franoto, sampah yang terkumpul dipisahkan kembali oleh petugas sesuai kategorinya sebelum masuk ke proses pengangkutan dan pengelolaan lanjutan. "Konsep tersebut sejalan dengan pengelolaan sampah bertanggung jawab yang menekankan pentingnya pemilahan sejak dari sumber sampah dihasilkan;" ucapnya. Franoto menilai kebiasaan memilah sampah masih menjadi tantangan di Indonesia. Dalam edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan, rendahnya tingkat pemilahan sampah menjadi salah satu penyebab tingginya volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Meski fasilitas tempat sampah terpilah telah tersedia, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sampah yang dibuang tidak sesuai dengan jenisnya. Itu sebabnya, petugas kebersihan di Stasiun Pasar Senen masih melakukan proses sortir ulang di tempat penampungan sementara sebelum sampah dikelola lebih lanjut oleh Dinas Lingkungan Hidup. Rata-rata volume sampah yang dihasilkan di Stasiun Pasar Senen mencapai sekitar 420 kilogram per hari, terdiri dari sekitar 300 kilogram sampah organik dan 120 kilogram sampah nonorganik. Sampah organik tersebut selanjutnya diolah menjadi kompos dengan hasil sekitar 0,5 kilogram kompos padat yang dimanfaatkan kembali sebagai pupuk tanaman di area stasiun. Selain itu, KAI Daop 1 Jakarta juga menyediakan tempat sampah khusus botol plastik yang nantinya akan dikelola bersama Bank Sampah Pasar Senen untuk dimanfaatkan kembali menjadi pot pembibitan tanaman yang akan ditempatkan di area stasiun. Melalui program tersebut, KAI Daop 1 Jakarta tidak hanya berupaya menjaga kebersihan lingkungan stasiun, namun juga mendorong terciptanya budaya peduli lingkungan bersama pelanggan dan masyarakat. “Kami ingin budaya memilah sampah ini menjadi kebiasaan bersama. Mulainya dari hal sederhana, yakni membuang sampah sesuai jenisnya. Harapannya, kesadaran ini dapat tumbuh tidak hanya di stasiun, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” beber Franoto. KAI Daop 1 Jakarta akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi terkait kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah berkelanjutan di area stasiun sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
ASEAN-India Bazaar 2026 Hadir di Jakarta, Satukan Budaya, Bisnis dan Komunitas Satu Perayaan
Jakarta, katakabar.com - ASEAN-India Bazaar 2026 bakal digelar lagi di Jakarta Sabtu (23/5) nanti di The Westin Jakarta. Acara ini menghadirkan perpaduan bazar budaya, kuliner, hiburan, dan networking yang mempertemukan diaspora India, komunitas ASEAN, ekspatriat, hingga masyarakat Indonesia dalam satu ruang interaksi. Komunitas Indoindians yang gelar bazar ini dirancang tidak hanya sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai platform komunitas yang memperkuat hubungan budaya, dan bisnis antar masyarakat ASEAN dan India Selama bertahun-tahun, Indoindians dikenal sebagai platform komunitas yang aktif menghubungkan masyarakat India di Indonesia dengan publik lokal melalui berbagai program budaya, bisnis, edukasi, hingga gaya hidup. Platform ini telah berkembang menjadi salah satu pusat informasi komunitas India terbesar di Indonesia dengan jaringan newsletter, media digital, event offline, hingga aktivitas sosial lintas komunitas. Lebih dari Sekedar Bazaar ASEAN-India Bazaar 2026 dirancang sebagai pengalaman komunitas yang menyatukan berbagai elemen dalam satu lokasi. Pengunjung akan menemukan tenant yang menghadirkan produk fesyen, perhiasan, dekorasi rumah, lifestyle, kerajinan tangan, karya seni, hingga layanan pendidikan dan wellness. Konsep acara yang menggabungkan shopping experience dengan cultural engagement menjadi salah satu daya tarik utama. Pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga menikmati atmosfer festival budaya yang penuh interaksi. Area food court juga akan menjadi pusat perhatian dengan hadirnya ragam kuliner India dan ASEAN yang dapat dinikmati sepanjang hari. Kehadiran makanan khas regional menjadi bagian penting dari pengalaman acara karena kuliner dianggap sebagai salah satu jembatan budaya paling efektif dalam mempertemukan komunitas yang berbeda. Melalui akun Instagram resminya, IndoIndians juga mempromosikan bazar ini sebagai event komunitas berskala besar yang menghubungkan brand dengan komunitas internasional di Jakarta. Dalam sejumlah unggahan terbaru, mereka menyebut ASEAN–India Bazaar 2026 akan hadir dengan skala yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain menjadi festival budaya, ASEAN–India Bazaar juga diarahkan sebagai platform bisnis yang mendukung pelaku usaha kecil, kreatif, dan komunitas entrepreneur. Penyelenggara menilai acara seperti ini penting untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM dan brand independen. Dengan audiens yang terdiri dari diaspora India, komunitas ASEAN, ekspatriat, dan masyarakat urban Jakarta, bazar ini menawarkan peluang promosi langsung ke pasar yang sangat beragam. Indoindians menyebut event ini sebagai wadah untuk mempertemukan buyer dan seller dalam suasana yang lebih santai dan berbasis komunitas. Vendor tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun relasi, memperkenalkan brand, dan menciptakan koneksi baru dengan pengunjung. Dalam beberapa penyelenggaraan sebelumnya, bazar Indoindians menghadirkan ratusan vendor dan ribuan pengunjung dari berbagai komunitas internasional di Jakarta. Acara serupa yang digelar pada 2025 bahkan disebut berhasil mempertemukan komunitas India-Indonesia dengan berbagai kelompok ekspatriat dan masyarakat lokal dalam suasana yang inklusif dan penuh interaksi budaya. Budaya Penghubung Antar Komunitas Salah satu elemen utama ASEAN-India Bazaar adalah pertunjukan budaya yang menampilkan keragaman tradisi dari India dan negara-negara ASEAN. Penampilan seni, musik, dan tarian tradisional akan menjadi bagian penting dari keseluruhan pengalaman acara. Konsep ini sejalan dengan posisi Jakarta sebagai kota global yang semakin terbuka terhadap pertukaran budaya internasional. Dalam beberapa dekade terakhir, hubungan India dan Indonesia berkembang tidak hanya di sektor perdagangan dan diplomasi, tetapi juga melalui hubungan masyarakat, komunitas diaspora, pendidikan, dan budaya. Komunitas India di Indonesia sendiri memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian dari perkembangan sosial-ekonomi di berbagai kota besar, termasuk Jakarta. Kehadiran diaspora India telah membentuk jaringan komunitas yang aktif di bidang bisnis, pendidikan, sosial, hingga kebudayaan. Melalui ASEAN-India Bazaar 2026, penyelenggara ingin memperkuat semangat tersebut dengan menciptakan ruang interaksi yang terbuka dan inklusif bagi semua kalangan. Sebagai penyelenggara, Indoindians selama ini dikenal aktif mengembangkan berbagai program yang memperkuat hubungan India dan Indonesia. Platform ini tidak hanya menghadirkan berita komunitas, tetapi juga event budaya, networking bisnis, kegiatan sosial, hingga layanan informasi bagi diaspora India di Indonesia. Melalui website dan media sosialnya, Indoindians juga rutin membangun engagement komunitas lewat newsletter mingguan, promosi event, hingga kolaborasi dengan berbagai organisasi dan brand. Kehadiran ASEAN-India Bazaar 2026 menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana komunitas diaspora dapat menjadi penghubung budaya dan ekonomi di tengah masyarakat urban Jakarta yang semakin multikultural. Dengan konsep yang menggabungkan budaya, kuliner, bisnis, hiburan, dan networking, ASEAN-India Bazaar 2026 diproyeksikan menjadi salah satu event komunitas internasional terbesar di Jakarta tahun ini.
byFood dan KOKUBU Luncurkan Tur Eksklusif Pabrik Sake Wisatawan Internasional
Tokyo, katakabar.com - Pengalaman budaya langka yang menggabungkan pabrik sake berusia 200 tahun, kuliner hasil karya koki, dan penceritaan yang mendalam. Seiring meningkatnya kunjungan wisata internasional ke Jepang hingga mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebuah pengalaman premium baru mengajak para pelancong global untuk menjelajahi Jepang melalui salah satu tradisi budayanya yang paling ikonik: sake. Tablecross Inc., perusahaan di balik platform wisata kuliner global byFood, telah bermitra dengan KOKUBU Group Corp., salah satu distributor makanan dan minuman paling bersejarah di Jepang, untuk meluncurkan perjalanan eksklusif ke pabrik sake yang dirancang untuk pengunjung internasional yang mencari pengalaman budaya yang lebih mendalam. Kini tersedia melalui byFood, pengalaman istimewa ini memungkinkan para tamu untuk memasuki pabrik bir berusia 200 tahun, bertemu dengan para perajin di balik minuman paling terkenal di Jepang, dan menikmati paduan kuliner mewah yang dibuat oleh koki sushi ternama. Pengalaman ini kali pertama diujicobakan pada November 2025 di Tamura Sake Brewery, sebuah pabrik sake bersejarah yang didirikan pada tahun 1822 di Fussa, Tokyo, di mana para peserta menggambarkan tur tersebut sebagai "salah satu pengalaman budaya paling otentik di Jepang." Mengapa pengalaman ini menarik perhatian global? Pariwisata mancanegara di Jepang telah memasuki era pertumbuhan baru. Pada 2025 lalu, negara ini menyambut 42,7 juta pengunjung internasional, melampaui angka 40 juta wisatawan untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pengeluaran wisatawan juga mencapai rekor 9,5 triliun yen, mencerminkan permintaan yang kuat untuk wisata pengalaman dan wisata budaya yang mendalam. Di saat yang sama, minat terhadap sake Jepang berkembang pesat di seluruh dunia. Menurut Badan Pajak Nasional Jepang, ekspor minuman beralkohol Jepang melonjak pada tahun 2024, dengan ekspor sake tumbuh sebesar 106 persen baik dalam nilai maupun volume. Akibatnya, wisatawan internasional semakin mencari pengalaman yang melampaui sekadar melihat-lihat mencari kesempatan untuk memahami keahlian, filosofi, dan warisan di balik budaya kuliner Jepang. Program baru ini dirancang khusus untuk memenuhi permintaan tersebut. Perjalanan menyelami budaya sake Pengalaman ini dikembangkan bekerja sama dengan IRIS Inc., sebuah perusahaan yang dikenal karena merancang tur sake yang berfokus pada penceritaan dan interpretasi budaya. Alih-alih sekadar menjelaskan teknik pembuatan sake, program ini mengeksplorasi peran budaya sake yang lebih dalam hubungannya dengan spiritualitas Jepang, tradisi musiman, dan kehidupan komunitas. Para tamu mengunjungi Pabrik Sake Tamura, yang bangunan bersejarahnya terdaftar sebagai warisan budaya nasional, mewakili lebih dari dua abad keahlian. Selama tur, pengunjung berjalan-jalan di sekitar area pabrik bir, mempelajari proses pembuatan bir yang rumit, dan menemukan filosofi yang telah membimbing pabrik bir ini selama beberapa generasi. Pengalaman ini diakhiri dengan sesi mencicipi sake yang dipandu, disesuaikan dengan preferensi dan tingkat pengetahuan setiap tamu tentang sake. Paduan kuliner koki sushi ternama Salah satu elemen paling khas dari program ini adalah kolaborasi kulinernya dengan Sushi Udatsu, sebuah restoran sushi terkenal yang terletak di distrik Nakameguro, Tokyo. Chef Hisashi Udatsu menyiapkan makan siang yang dirancang khusus di tempat pembuatan sake, memadukan sake khas Tamura Brewery dengan hidangan yang terinspirasi dari sushi tradisional Edomae. Hasilnya adalah kesempatan langka untuk mengeksplorasi hubungan antara masakan Jepang, kerajinan tangan, dan budaya sake dalam satu lingkungan yang imersif. Sorotan pengalaman Pengalaman di Pabrik Sake Berkualitas Tinggi meliputi: • Upacara penyambutan yang diselenggarakan oleh pabrik bir. • Tur berpemandu pribadi ke pabrik bir bersejarah • Bercerita tentang tradisi sake • Sesi mencicipi sake yang dipersonalisasi • Makan siang premium dipadukan dengan sake pilihan • Botol sake dengan label khusus sebagai suvenir Halaman pengalaman https://www.byfood.com/experiences/tokyo-signature-sake-journey-46701 Memperluas pariwisata sake di seluruh Jepang Tablecross Inc. dan KOKUBU Group Corp. berencana untuk memperluas program ini dengan berkolaborasi dengan pabrik sake di seluruh Jepang. Dengan menghubungkan para wisatawan dengan orang-orang, cerita, dan tradisi di balik produksi sake regional, inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pabrik sake lokal sekaligus mendorong pariwisata di luar kota-kota besar Jepang. Tentang byFood byFood adalah platform global yang didedikasikan untuk berbagi budaya kuliner Jepang dengan dunia. Melalui byFood, wisatawan internasional dapat memesan pengalaman kuliner, memesan restoran, dan menemukan produk makanan Jepang langsung dari produsen lokal. Situs web https://www.byfood.com/ YouTube https://www.youtube.com/@JapanbyFood
Buka Jambore Budaya DSML 2026, Syah Afandin Dorong Pemuda Langkat Jadi Pelopor Budaya
Langkat, Katakabar.com - Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH secara resmi membuka kegiatan Jambore Budaya Dewan Syarikat Melayu Langkat (DSML) 2026 yang mengusung tema “Generasi Muda Inklusif, Berdaya dan Berbudaya”, di Gedung Dewan Syarikat Melayu Langkat, Stabat, Rabu (8/4/2026).
Holding PTPN Perkuat Budaya ONE PTPN Lewat Implementasi 3ON3 di PT IKN
Medan, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara melalui anak perusahaannya, PT Industri Karet Nusantara, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat transformasi dan peningkatan kinerja berkelanjutan melalui program Internalisasi dan Implementasi 3ON3 di seluruh unit kerja. Program ini menjadi bagian penting dalam penguatan budaya ONE PTPN sekaligus pembentukan karakter Nusantara EntrePlanters yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Program 3ON3 juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antar perusahaan di lingkungan PTPN Group serta mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih fleksibel dan responsif terhadap dinamika industri perkebunan. Dengan implementasi yang konsisten, 3ON3 diharapkan mampu memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan daya saing, serta menciptakan nilai tambah bagi perusahaan maupun masyarakat. Sebagai bentuk komitmen bersama, setiap unit kerja diwajibkan melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap implementasi 3ON3, serta melaporkan progresnya melalui sistem yang telah ditetapkan perusahaan. Dengan mekanisme tersebut, penguatan budaya perusahaan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga terukur dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi. Komitmen tersebut turut tercermin dari capaian perusahaan dalam pelaporan Agro Culture Monitoring System (ACMS) pada tahun 2025. PT Industri Karet Nusantara berhasil meraih peringkat pertama untuk kategori Anak Perusahaan Non-PTPN (Anper Non PTPN), sekaligus menempati peringkat ke-17 dari lebih dari 500 unit kerja di lingkungan PTPN Group. Pencapaian ini menjadi indikator bahwa implementasi budaya perusahaan melalui program 3ON3 berjalan secara konsisten dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transformasi Holding Perkebunan Nusantara menuju organisasi yang semakin adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Taja Edukasi Perkeretaapian di Stasiun Pemalang, KAI Daop 4 Semarang Tanamkan Budaya Keselamatan
Semarang, katakabar.com - Kereta Api Daerah Operasi (KAI Daop) 4 Semarang terus berkomitmen mendukung edukasi transportasi publik kepada masyarakat dari usia dini. Salah satu wujud komitmen tersebut diwujudkan melalui penerimaan kunjungan edukatif dari siswa-siswi TK Islam Terpadu Pemalang yang berlangsung di Stasiun Pemalang, Jumat (15/2) lalu. Kunjungan ini diikuti 40 siswa didampingi guru pembimbing. Rombongan disambut jajaran Stasiun Pemalang dan tim Pengamanan Daop 4. Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan di kegiatan tersebut KAI mengenalkan dunia kereta api dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, agar mudah dipahami oleh anak-anak usia dini. “Kami ingin anak-anak mengenal kereta api sejak dini, mulai dari apa itu kereta api, bagaimana cara naik kereta dengan tertib, hingga pentingnya menjaga keselamatan. Semuanya kami sampaikan dengan bahasa yang ringan dan menyenangkan, sehingga anak-anak bisa belajar sambil bermain,” kata Luqman. Kata Luqman, para siswa diperkenalkan dengan kereta api sebagai salah satu moda transportasi umum yang digunakan oleh banyak orang. Anak-anak juga dikenalkan dengan lingkungan stasiun, fungsi dasar stasiun, serta peran petugas kereta api dalam melayani dan menjaga keselamatan perjalanan. Selain pengenalan kereta api, KAI Daop 4 Semarang juga memberikan edukasi terkait keselamatan dan keamanan perkeretaapian. Materi yang disampaikan antara lain pentingnya tertib saat berada di stasiun, tidak bermain di sekitar jalur rel, serta berhati-hati dan mematuhi aturan saat melintasi perlintasan sebidang kereta api, baik yang dijaga maupun tidak dijaga. Edukasi tidak hanya diberikan kepada siswa, tetapi juga kepada guru dan orang tua yang mendampingi. Di kegiatan tersebut, KAI menyampaikan informasi mengenai layanan kereta api, termasuk kemudahan pemesanan tiket rombongan serta pembelian tiket melalui aplikasi KAI Access, Contact Center 121, dan kanal penjualan resmi lainnya yang bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Luqman menambahkan kegiatan edukasi ini juga menjadi sarana untuk menanamkan budaya keselamatan kepada anak-anak sejak usia dini. “Kami berharap dari kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya senang berkunjung ke stasiun, tetapi juga mulai memahami mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kereta api. Harapannya, kebiasaan baik ini bisa terus terbawa hingga mereka dewasa,” ucap Luqman. Melalui kegiatan kunjungan edukatif ini, KAI Daop 4 Semarang berharap dapat menanamkan pemahaman dan kesadaran tentang keselamatan sejak usia dini, sekaligus mengenalkan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan ramah bagi masyarakat. KAI Daop 4 Semarang akan terus mendukung kegiatan edukasi dan kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan dan tertib berlalu lintas di lingkungan perkeretaapian.