Darurat

Sorotan terbaru dari Tag # Darurat

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan Lewat BNPB Nusantara
Nusantara
6 jam yang lalu

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan Lewat BNPB

Jakarta, katakabar.com - IDSurvey Group salurkan 2,4 ton bantuan kemanusiaan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut ditujukan bagi tujuh kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Ende, Ngada, dan Nagekeo. Dukungan dihimpun melalui kolaborasi PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia atau IDSurvey (Persero), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), PT SUCOFINDO (Persero), dan PT Surveyor Indonesia (Persero). Program kemanusiaan ini menjadi bagian dari gerakan bersama seluruh BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia untuk mendukung penanganan darurat dan pemulihan masyarakat terdampak bencana di NTT. Bantuan diserahkan oleh para Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) IDSurvey Group melalui Pos Dukungan Logistik Nasional BNPB di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Penyaluran melalui BNPB dilakukan agar bantuan terintegrasi dengan sistem penanganan bencana nasional serta dapat didistribusikan sesuai kebutuhan dan prioritas setiap wilayah. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi dengan parameter pemutakhiran magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB lalu. Gempa dangkal berkedalaman 15 kilometer tersebut berpusat di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT. Dampak bencana dan rangkaian gempa susulan menyebabkan kebutuhan terhadap bantuan kemanusiaan dan perlengkapan tanggap darurat masih menjadi perhatian utama. “Respons terhadap bencana membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan koordinasi. Sebagai bagian dari keluarga besar BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia, IDSurvey Group berupaya memastikan dukungan yang dihimpun seluruh entitas dapat tersalurkan melalui mekanisme yang terkoordinasi dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Chief Financial Officer (CFO) IDSurvey, Sinung Triwulandari. Kata Sinung, bantuan yang disalurkan mencakup selimut, tenda, kebutuhan pokok, perlengkapan mandi, obat-obatan, serta makanan bayi. Komposisi bantuan disiapkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perlindungan dan dukungan tambahan selama masa tanggap darurat. Berdasarkan skema distribusi BNPB, bantuan disalurkan melalui dua posko utama. Posko Labuan Bajo melayani Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada, sedangkan Posko Maumere melayani Sikka, Ende, dan Nagekeo. Mekanisme tersebut diharapkan mendukung distribusi bantuan secara terarah sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Gerakan bersama BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan layanan publik, penguatan posko penanganan bencana, serta pemetaan kebutuhan lanjutan masyarakat. Bantuan dari IDSurvey Group melengkapi berbagai dukungan yang disalurkan BUMN lainnya sesuai dengan kapasitas dan bidang masing-masing. Melalui program TJSL, IDSurvey Group berkomitmen memberikan kontribusi yang relevan terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam situasi kebencanaan, dengan mengedepankan kolaborasi antarentitas dan koordinasi bersama lembaga terkait. IDSurvey Group menyampaikan empati kepada seluruh masyarakat terdampak gempa bumi di NTT. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para penyintas sekaligus mendukung proses penanganan dan pemulihan masyarakat di tujuh kabupaten terdampak.

Peran Drone Angkut Jaga Keberlangsungan Distribusi Logistik Darurat di Indonesia Tekno
Tekno
Minggu, 21 Desember 2025 | 12:30 WIB

Peran Drone Angkut Jaga Keberlangsungan Distribusi Logistik Darurat di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Indonesia menghadapi tingkat risiko bencana yang tinggi dengan karakteristik geografis yang beragam. Gempa bumi, banjir, longsor, hingga erupsi gunung api kerap berdampak pada terputusnya akses menuju wilayah terdampak. Pada kondisi tersebut, pendekatan logistik yang adaptif menjadi bagian penting dalam memastikan respon darurat dapat berjalan secara efektif di lapangan. Kerusakan infrastruktur, medan yang sulit dijangkau, serta faktor cuaca sering kali membatasi pergerakan moda transportasi darat pada fase awal pascabencana. Kondisi ini menuntut mekanisme distribusi yang mampu beroperasi tanpa ketergantungan penuh pada jalur akses konvensional, khususnya untuk menjangkau titik-titik operasional yang terisolasi. Di situasi krisis, kecepatan distribusi logistik perlu diimbangi dengan kemampuan menjaga keberlangsungan fungsi-fungsi kritis di lapangan. Penerangan, komunikasi, layanan medis, serta koordinasi operasional merupakan elemen yang saling terkait dan perlu segera difungsikan oleh tim respon darurat. Pada saat yang sama, bahan pokok dan air bersih menjadi kebutuhan dasar yang harus disalurkan kepada masyarakat terdampak pada fase awal penanggulangan bencana. Menurut Halo Robotics, distribusi logistik darurat pada tahap ini tidak semata-mata berfokus pada pemindahan barang, tetapi pada penyediaan sarana yang memungkinkan aktivitas lapangan berjalan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan operasional. Pada kondisi akses terbatas, logistik udara menjadi salah satu mekanisme pendukung yang relevan untuk menjangkau area yang belum dapat diakses secara optimal melalui jalur darat. Tantangan jarak pendek hingga menengah yang terputus sering kali menjadi hambatan utama dalam distribusi logistik dari posko utama menuju titik-titik operasional di lapangan. Dalam konteks ini, drone angkut kelas berat seperti DJI FlyCart 100 digunakan untuk mendukung pengiriman muatan pada kondisi akses terbatas, terutama pada fase awal pascabencana. Pemanfaatan drone angkut memungkinkan distribusi muatan tertentu dilakukan secara langsung, tanpa harus menunggu pemulihan infrastruktur atau pembukaan jalur alternatif di darat. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas tambahan dalam perencanaan dan pelaksanaan distribusi logistik darurat. “Nilai utama drone angkut terletak pada fleksibilitas operasionalnya. Dalam skenario tertentu, konfigurasi pengangkutan hingga sekitar 80 kg pada jarak hingga 6 km memungkinkan skema distribusi tetap berjalan ketika jalur darat terputus atau belum dapat digunakan, tanpa harus menunggu pemulihan infrastruktur”, ujar Johannes Soekidi, Managing Director Halo Robotics. Dalam konteks respon darurat, kapasitas angkut dan jangkauan operasional menjadi faktor penting dalam menentukan jenis dukungan yang dapat disalurkan melalui jalur udara. Kemampuan membawa muatan dalam satu kali pengiriman berkontribusi pada efisiensi distribusi, terutama ketika kebutuhan di lapangan bersifat mendesak dan berulang. Pendekatan berbasis kapasitas operasional yang terukur membantu memastikan distribusi logistik dapat direncanakan secara realistis sesuai dengan kebutuhan di lapangan, sekaligus menjaga kesinambungan dukungan bagi tim respon darurat. Sarana pendukung operasional seperti genset, perangkat komunikasi, dan peralatan medis merupakan komponen penting bagi tim respon darurat dalam menjalankan fungsi kritis di lapangan. Penyaluran sarana pendukung ini, bersama dengan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, berperan besar dalam menjaga kontinuitas penanggulangan bencana hingga sistem pendukung utama kembali berfungsi secara bertahap. Menuju Sistem Logistik Darurat Lebih Adaptif Halo Robotics melihat bahwa pemanfaatan drone angkut akan semakin relevan sebagai bagian dari sistem logistik darurat yang adaptif, khususnya di negara dengan karakteristik geografis yang kompleks seperti Indonesia. Pada fase awal pascabencana, ketika waktu dan akses menjadi faktor krusial, pendekatan logistik yang fleksibel dapat berkontribusi pada efektivitas respon secara keseluruhan. Dengan perencanaan yang tepat dan integrasi yang sesuai, teknologi drone angkut dapat mendukung distribusi logistik darurat secara lebih terstruktur, aman, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.

Perkuat Keandalan K3, UBP Jatigede MoU dengan Damkar Kabupaten Sumedang Nasional
Nasional
Minggu, 11 Mei 2025 | 18:43 WIB

Perkuat Keandalan K3, UBP Jatigede MoU dengan Damkar Kabupaten Sumedang

Sumedang, katakabar.com - Perusahaan Listik Negara atau PLN Indonesia Power UBP Jatigede gelar kegiatan penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) antara PLN Indonesia Power UBP Jatigede dengan Bidang Pemadam Kebakaran Wilayah Kabupaten Sumedang, di pekan kedua Mei 2025 lalu. MoU ini tentang kerja sama Penanganan Kondisi Darurat Kebakaran Pada Area Kerja Pembangkitan PLTA Jatigede. Pertemuan yang dipimpin Manajer Unit UBP Jatigede, Novy Heryanto bersama beberapa perwakilan dari Unit lain bertujuan untuk memperkuat keandalan K3 di lingkungan area kerja pembangkitan PLTA Jatigede. Dengan melihat potensi risiko kebakaran baik dari sisi peralatan dan asset pembangkit, UBP Jatigede membutuhkan expert terkait penanggulangan bencana kebakaran. Hal ini disambut baik Bidang Pemadam Kebakaran Pemkab Sumedang, tidak terbatas hanya penanggulangan kebakaran, tapi Edukasi kepada para Pegawai untuk pencegahan adanya potensi kebakaran di tempat kerja. Nota kesepahaman ini dipimpin langsung oleh Novy Heryanto (Manajer Unit), dan Arif Kuncoro Adi (Team Leader K3) selaku pihak pertama dari PLN Indonesia Power UBP Jatigede, dan pihak kedua Cece Ruhiat S.Sos., M.Si selaku Kepala Bidang Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Sumedang. Di acara tersebut Novy Heryanto menjelaskan, PLTA Jatigede salah satu Obvitnas yang cukup strategis di Area Jawa Barat, sehingga pengoperasiannya harus memiliki mitigasi proteksi dari segala sisi.