Diminat

Sorotan terbaru dari Tag # Diminat

Safe Haven Kembali Diminati, Harga Emas Berpotensi Lanjut Reli Internasional
Internasional
Jumat, 03 Juli 2026 | 15:10 WIB

Safe Haven Kembali Diminati, Harga Emas Berpotensi Lanjut Reli

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan pada perdagangan awal pekan Juli 2026. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan kondisi pasar mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah tekanan jual yang sempat mendominasi beberapa waktu terakhir mulai berkurang. Dari sisi teknikal maupun fundamental, peluang kenaikan emas dinilai masih cukup terbuka selama tidak muncul sentimen baru yang mengubah arah pasar secara signifikan. Geraldo menjelaskan pada grafik H4, harga emas berhasil mempertahankan posisinya di atas area support penting yang terbentuk dalam beberapa sesi terakhir. Kemampuan harga bertahan di level tersebut menjadi tanda bahwa minat beli mulai kembali meningkat. Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa tekanan dari pihak penjual tidak lagi sebesar sebelumnya sehingga membuka peluang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi. Selain bertahan di area support, pergerakan harga juga membentuk pola swing low yang valid. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering kali menjadi sinyal awal bahwa tren naik mulai terbentuk setelah fase pelemahan. Munculnya pola ini menunjukkan bahwa pembeli mulai mengambil alih kendali pasar dan berusaha mempertahankan harga di atas level support yang ada. "Selama support tetap terjaga, peluang penguatan emas masih cukup besar. Struktur pergerakan harga saat ini masih mendukung skenario kenaikan dalam jangka pendek," kata Geraldo dari hasil analisisnya. Berdasarkan proyeksi teknikal, target kenaikan terdekat berada di area resistance 4.095. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan volume transaksi yang kuat, harga emas diperkirakan memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran 4.144. Sementara, indikator Stochastic masih bergerak di area overbought atau jenuh beli. Walaupun kondisi tersebut biasanya menjadi tanda bahwa harga sudah naik cukup tinggi, hingga kini belum terlihat adanya sinyal yang menunjukkan pelemahan momentum maupun pembalikan arah. Selama tekanan beli masih mendominasi, pergerakan naik diperkirakan masih dapat berlanjut. Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek ketika harga mendekati area resistance. Tidak menutup kemungkinan sebagian pelaku pasar akan melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir. Koreksi seperti ini umumnya bersifat sementara sebelum pasar kembali menentukan arah pergerakan berikutnya. Selain didukung oleh faktor teknikal, prospek kenaikan harga emas juga mendapat dorongan dari sejumlah sentimen fundamental. Salah satunya adalah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi pasar keuangan. Perlambatan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara, ketegangan geopolitik, serta tingginya volatilitas pasar membuat investor cenderung mencari aset yang dinilai lebih aman. Dalam situasi seperti ini, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih sebagai aset safe haven. Ketika tingkat ketidakpastian meningkat, permintaan terhadap logam mulia biasanya ikut naik sehingga mampu memberikan dorongan positif terhadap harga. Faktor lain yang berpotensi menopang kenaikan emas adalah pelemahan dolar Amerika Serikat. Ketika nilai tukar dolar menurun, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi tersebut biasanya mendorong peningkatan permintaan sehingga harga emas memiliki peluang untuk bergerak lebih tinggi. Selain itu, pasar juga mulai mencermati kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Jika ekspektasi terhadap penurunan suku bunga kembali menguat, maka tekanan terhadap dolar AS diperkirakan akan berkurang. Situasi ini umumnya memberikan dampak positif bagi emas karena investor mulai beralih ke aset yang dianggap mampu menjaga nilai investasi. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga menjadi faktor yang mendukung prospek emas. Ketika imbal hasil obligasi turun, biaya peluang untuk memiliki emas menjadi lebih rendah sehingga logam mulia kembali menarik bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi portofolio. Tetapi, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data inflasi, tenaga kerja, hingga aktivitas sektor manufaktur masih menjadi indikator penting yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve sekaligus menentukan pergerakan dolar AS dan harga emas. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai peluang penguatan emas masih lebih dominan dibandingkan potensi pelemahannya dalam jangka pendek. Dari sisi teknikal, terbentuknya support yang kuat, munculnya valid swing low, serta masih kuatnya momentum beli memberikan sinyal positif bagi pergerakan harga.

Benih Sawit Varietas Simalungun Diminati Petani di Bengkulu, Kok Bisa! Sawit
Sawit
Sabtu, 05 Agustus 2023 | 19:19 WIB

Benih Sawit Varietas Simalungun Diminati Petani di Bengkulu, Kok Bisa!

Bengkulu, katakabar.com - Benih kelapa sawit varietas Simalungun sangat diminati petani di Provinsi Bengkulu. Lantaran petani sawit yang mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Bengkulu umumnya menanam bibit varietas. "Benih produksi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) jadi favorit petani di daerah Bengkulu, sebab keunggulan memproduksi buah kelapa sawit dibanding benih kelapa sawit lain," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (5/8). Kata Rosmala lagi, Simalungun adalah varietas yang paling banyak dibeli petani sawit di Bengkulu. Padahal di PPKS banyak varietas benih kelapa sawit unggul. Tapi kecintaan petani terhadap varietas Simalungun mengalahkan varietas unggul lainnya. Menurutnya, salah satu alasannya varietas Simalungun dipilih para petani lantaran permintaan dari sejumlah Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di Bengkulu. "Rata-rata PMKS memberikan harga sedikit lebih tinggi varietas Simalungun dibanding kelapa sawit dari varietas lain. Itu tadi Simalungun mampu menghasilkan buah kelapa sawit dengan rendemen yang tinggi," jelasnya. Rendemen varietas Simalungun tutur Rosmala mencapai 26,5 persen, dan PMKS mampu bisa produksi Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 7,53 ton per hektar per tahun dengan rendemen Simalungun. "Ini sebenaranya alasan PMKS lebih suka TBS kelapa sawit Simalungun yang dijual para petani kebun," bebernya. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu sesungguhnya tidak permasalahkan varietas benih pilihan petani peserta PSR. Intinya, peserta program PSR wajib menggunakan benih bersertifikat agar sawit yang ditanam produktif. "Saya tidak mau menemukan ada peserta PSR di Bengkulu menggunakan bibit tidak bersertifikat. Apalagi bibit hasil persemaian mandiri. Untuk itu peserta PSR mesti gunakan bibit kelapa sawit bersertifikat, tidak boleh tidak," serunya. Masih Rosmala, tujuan PSR untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat dengan mengganti tanaman tua atau tanaman yang menggunakan benih asalan dengan tanaman unggul yang produktivitasnya tinggi. Untuk mencegah hal itu, kami maksimalkan pengawasan rantai pasok benih dari produsen hingga ke peserta PSR. Ini untuk menjamin dana yang digunakan dananya dari BPDPKS agar tepat sasaran, tandasnya.