Diuji

Sorotan terbaru dari Tag # Diuji

LIF Luncurkan Smart Ring dengan AI Glucose Scan Telah Diuji Secara Klinis di Indonesia Kesehatan
Kesehatan
Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07 WIB

LIF Luncurkan Smart Ring dengan AI Glucose Scan Telah Diuji Secara Klinis di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - LIF Indonesia bersama perusahaan teknologi kesehatan asal Singapura, Actxa, resmi hadirkan LIF Core Smart Ring di Indonesia. Peluncuran ini merupakan bagian dari kemitraan strategis kedua perusahaan dalam menghadirkan teknologi kesehatan preventif yang membantu masyarakat memahami kondisi tubuh mereka secara lebih mudah dan berkelanjutan. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, semakin banyak orang mencari smart ring yang mampu memberikan insight kesehatan lebih lengkap, mulai dari kualitas tidur, aktivitas fisik, hingga kondisi metabolik. Tren ini menjadikan smart ring sebagai salah satu kategori wearable yang paling banyak diperbincangkan menjelang 2026. Melalui kolaborasi ini, LIF menjadi mitra resmi dan eksklusif untuk pemasaran LIF Core Smart Ring di Indonesia, sekaligus bertanggung jawab atas integrasi perangkat dengan ekosistem digital kesehatan LIF. Apa Membuat LIF Core Smart Ring Berbeda? Sebagian besar smart ring di pasaran menawarkan fitur pemantauan tidur, detak jantung, aktivitas fisik, dan kadar oksigen dalam darah. LIF Core Smart Ring menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif melalui fitur unggulannya, yakni AI Glucose Scan. AI Glucose Scan adalah teknologi berbasis kecerdasan buatan yang membantu pengguna memahami tren kesehatan metabolik tanpa perlu melakukan pengukuran secara invasif. Fitur ini menjadi salah satu inovasi utama yang membedakan LIF Core Smart Ring dari banyak smart ring lainnya yang beredar saat ini. Teknologi ini telah melalui proses uji dan validasi klinis bersama LIF, Rumah Sakit UKRIDA, dan Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia). Selain itu, AI Glucose Scan juga menjadi salah satu teknologi pemantauan metabolik yang diuji menggunakan populasi Indonesia, sehingga menghasilkan insight yang lebih relevan dengan kondisi masyarakat lokal. Di tengah meningkatnya jumlah penderita diabetes dan pradiabetes di Indonesia, pemahaman terhadap kesehatan metabolik menjadi semakin penting. Banyak orang baru menyadari adanya gangguan metabolik setelah muncul gejala atau komplikasi. Dengan pendekatan preventif, pengguna dapat memperoleh gambaran tren kondisi tubuhnya lebih awal dan mengambil keputusan gaya hidup yang lebih sehat. Smart Ring Membantu Memahami Kesehatan Secara Menyeluruh Selain AI Glucose Scan, LIF Core Smart Ring juga dilengkapi berbagai fitur pemantauan kesehatan dan kebugaran, antara lain: ·       AI Glucose Scan ·       Sleep Insights ·       Tren pemulihan tubuh (recovery) ·       Saturasi oksigen dalam darah (SpO₂) ·       Estimasi VO₂ Max ·       Berbagai mode workout ·       Tren aktivitas dan kesehatan harian Dengan bobot kurang dari 4 gram dan material titanium premium, LIF Core Smart Ring dirancang untuk nyaman digunakan sepanjang hari maupun saat tidur. Terintegrasi dengan Ekosistem Kesehatan LIF Seluruh data dari LIF Core Smart Ring terhubung langsung dengan aplikasi LIF. Melalui aplikasi tersebut, pengguna tidak hanya melihat data kesehatan, tetapi juga memahami hubungan antara aktivitas fisik, kualitas tidur, pemulihan tubuh, dan kesehatan metabolik. Pendekatan ini membantu pengguna memperoleh insight yang lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari visi LIF dalam menghadirkan personal digital health coach yang membantu pengguna membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan. Komitmen Bersama Kesehatan Preventif “Kolaborasi dengan Actxa merupakan langkah nyata LIF dalam memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap teknologi kesehatan preventif. Kami percaya LIF Core Smart Ring dapat membantu masyarakat memahami kondisi kesehatannya dengan lebih baik dan menjalani hidup yang lebih sehat,” ujar Lina Sugianto, CEO LIF Indonesia. Sementara itu, Marcus Soo, Chief Executive Officer Actxa Pte. Ltd., mengatakan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi pertumbuhan teknologi kesehatan di Asia. “Kami bangga dapat bekerja sama dengan LIF untuk menghadirkan teknologi kesehatan yang membantu masyarakat memahami kesehatan mereka melalui insight berbasis data yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.” Promo Peluncuran hingga 30 Juni 2026 Dalam rangka peluncuran resmi di Indonesia, LIF menghadirkan promo khusus untuk pembelian LIF CoreSmart Ring hingga 30 Juni 2026 Dapatkan potongan harga sebesar Rp1.000.000 dengan menggunakan kode promo: "LIFBETTER" saat melakukan pembelian melalui website resmi shop.lif.id Promo ini berlaku selama periode peluncuran dan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mulai memanfaatkan teknologi kesehatan preventif dengan penawaran yang lebih terjangkau. Program Affiliate LIF untuk Kreator dan Komunitas Selain menghadirkan teknologi kesehatan yang lebih mudah diakses, LIF juga membuka Program Affiliate LIF melalui shop.lif.id Program ini dapat diikuti oleh kreator konten, komunitas kesehatan, fitness enthusiast, tenaga kesehatan, maupun individu yang ingin berbagi edukasi kesehatan sekaligus memperoleh komisi dari setiap transaksi yang berhasil direferensikan. Melalui program ini, LIF berharap semakin banyak masyarakat dapat mengenal pentingnya kesehatan preventif dan memanfaatkan teknologi wearable untuk membangun gaya hidup yang lebih sehat. Tentang LIF Core Smart Ring LIF Core Smart Ring merupakan perangkat pemantauan kesehatan dan kebugaran yang membantu pengguna memahami berbagai aspek kesehatan, mulai dari aktivitas fisik, kualitas tidur, pemulihan tubuh, hingga kesehatan metabolik. Perangkat ini ditujukan untuk mendukung gaya hidup sehat melalui insight berbasis data yang mudah dipahami dan terintegrasi dengan ekosistem digital LIF. Dengan kombinasi pemantauan aktivitas, kualitas tidur, pemulihan tubuh, serta AI Glucose Scan, LIF Core Smart Ring membantu pengguna memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi kesehatannya setiap hari. Know More, LIF Better. LIF Core Smart Ring merupakan perangkat pemantauan kesehatan dan kebugaran (wellness tracker). Seluruh data yang ditampilkan berupa estimasi dan tren yang ditujukan untuk edukasi gaya hidup sehat. Perangkat ini tidak ditujukan untuk mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan, maupun mencegah penyakit. Untuk konsultasi medis, silakan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 08 Mei 2026 | 11:00 WIB

Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC

Jakarta, katakabar.com - Pasar global memasuki fase transisi krusial. Di mana sepekan belakangan ini, investor dihadapkan pada tiga perkembangan utama, yakni pertemuan terakhir Federal Reserve di bawah kepemimpinan Jerome Powell, meningkatnya perpecahan internal dalam Federal Open Market Committee (FOMC), dan volatilitas tajam di pasar kripto pasca pengumuman kebijakan moneter.  Kombinasi ini menunjukkan pasar tidak sekadar bereaksi terhadap peristiwa jangka pendek, tetapi sedang menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan global, likuiditas, dan risk appetite ke depan.  Pada 29 April 2026 lalu, Jerome Powell memimpin pertemuan FOMC terakhirnya sebagai Ketua The Fed. Suku bunga dipertahankan di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen untuk ketiga kalinya berturut-turut, menegaskan pendekatan data-dependent di tengah tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda.  Di saat yang sama, Komite Perbankan Senat AS meloloskan nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya dengan selisih tipis. Jika disahkan dalam voting penuh Senat dalam waktu dekat, Warsh akan resmi menggantikan Powell di pertengahan Mei, menandai salah satu transisi kepemimpinan paling penting bagi pasar keuangan global tahun ini.  Tetapi, sinyal yang lebih dalam justru datang dari dinamika internal FOMC. Empat anggota menyampaikandissent dalam satu keputusan, fenomena yang jarang terjadi dan mencerminkan perbedaan pandangan yang semakin tajam terkait arah kebijakan moneter ke depan.  Situasi ini memperkuat narasi higher-for-longer. Selama tekanan inflasi, terutama dari sektor energi dan ketegangan geopolitik global, belum mereda, ruang bagi The Fed untuk beralih ke kebijakan yang lebih akomodatif masih terbatas.  Di pasar kripto, Bitcoin saat ini bergerak di kisaran US$80.000 hingga US$81.000, mencerminkan fase konsolidasi setelah reaksi cepat pasca-FOMC. Berdasarkan analisis internal , harga Bitcoin sempat turun sekitar US$1.300 hanya dalam waktu 10 menit setelah pengumuman kebijakan, melanjutkan pola sell-the-news yang telah terjadi dalam 8 dari 9 pertemuan The Fed terakhir.  Fenomena ini menegaskan volatilitas pasca-FOMC merupakan respons jangka pendek terhadap likuiditas dan positioning pasar, bukan refleksi perubahan fundamental. Secara historis, periode 24 hingga 48 jam setelah pengumuman kebijakan sering kali dipenuhi fluktuasi tajam sebelum pasar kembali mengikuti arah tren yang lebih besar.  Di tengah tekanan jangka pendek tersebut, fondasi struktural pasar kripto tetap menunjukkan ketahanan. Arus dana institusional, khususnya melalui produk spot Bitcoin ETF, masih mencerminkan akumulasi yang konsisten. Hal ini mengindikasikan pelaku pasar besar tetap berfokus pada narasi adopsi jangka panjang, bukan volatilitas berbasis peristiwa.  Dari sisi teknikal, area US$75.000 hingga US$76.000 menjadi zona support krusial yang perlu dijaga. Selama level ini bertahan, peluang pemulihan menuju kisaran US$79.000 hingga US$80.000 tetap terbuka, sejalan dengan pola historis pasca-FOMC yang cenderung bersifat sementara.  Tekanan Global Menjalar ke Indonesi: Rupiah dan IHSG Berfluktuasi  Dinamika global tersebut turut memengaruhi pasar domestik. Rupiah bergerak di kisaran Rp17.400 hingga Rp17.425 per dolar AS,  mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global pasca-FOMC.  Penguatan ini didorong oleh ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama, kenaikan yield US Treasury, serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik. (data diambil di 05 May 12.45PM)  Sedang, IHSG menunjukkan volatilitas, dengan pergerakan yang cenderung defensif seiring arus dana asing yang masih berhati-hati terhadap aset emerging markets. Di kondisi seperti ini, arah pasar domestik lebih banyak ditentukan oleh dinamika global, khususnya aliran modal asing, dibandingkan faktor internal jangka pendek.  Beruntung, fundamental ekonomi Indonesia tetap relatif solid. Cadangan devisa yang kuat, stabilitas fiskal, serta pertumbuhan ekonomi yang terjaga menjadi bantalan penting di tengah tekanan eksternal yang meningkat.  Dari Volatilitas ke Positioning: Cara Membaca Pasar Saat Ini  Pada fase seperti ini, volatilitas bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan dipahami.  Bagi investor pemula, koreksi pasca-FOMC tidak seharusnya diartikan sebagai pembalikan tren. Pola ini telah berulang dalam beberapa siklus terakhir dan cenderung bersifat sementara. Strategi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) tetap relevan untuk membangun posisi secara bertahap tanpa terpengaruh fluktuasi jangka pendek.  Bagi trader, disiplin pada level teknikal dan manajemen risiko menjadi semakin krusial. Area support utama perlu diperhatikan, sementara penggunaan leverage berlebihan dalam kondisi volatilitas tinggi sebaiknya dihindari.  Sementara, investor jangka panjang perlu tetap berfokus pada tren struktural, terutama perkembangan adopsi institusional dan potensi perubahan arah kebijakan moneter dalam beberapa bulan ke depan.  Outlook: Pasar Menguji Kesabaran, Bukan Sekadar Arah  Di fase transisi seperti ini, pasar tidak hanya bergerak, pasar menguji.  Di satu sisi, tekanan makro membuat banyak investor cenderung menahan risiko. Di sisi lain, arus dana menunjukkan bahwa pelaku pasar besar tidak sepenuhnya keluar, melainkan melakukan reposisi secara bertahap.  “Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai dry powder,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  “Tapi pertanyaan yang lebih penting bukan apakah pasar akan turun atau naik, melainkan apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. Karena ketika arah kebijakan mulai berubah, pergerakan pasar biasanya terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan,” ulasnya. Ke depan, arah pasar akan sangat ditentukan oleh dua faktor utama: konfirmasi penuh Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed serta perkembangan inflasi global, khususnya dari sektor energi.  Jika ekspektasi kebijakan yang lebih akomodatif mulai terbentuk, aset berisiko, termasuk kripto, berpotensi mendapatkan dorongan dalam jangka menengah. Tetapi, selama ketidakpastian masih tinggi, volatilitas kemungkinan akan tetap menjadi bagian dari dinamika pasar.  Eksekusi Tepat: Optimalkan Strategi dengan Limit Order  Di tengah pergerakan pasar yang dinamis, cara melakukan transaksi menjadi faktor yang tidak kalah penting. Salah satu pendekatan yang dapat membantu investor pemula adalah penggunaan fitur Limit Order.  Berbeda dengan Market Order yang mengeksekusi transaksi secara instan pada harga pasar, Limit Order memberikan kontrol lebih besar terhadap harga, sehingga membantu mengurangi risiko slippage dan meningkatkan presisi eksekusi.  “Sering kali, investor sudah memiliki analisis yang tepat, namun hasilnya tidak optimal karena eksekusi yang kurang terkontrol. Dengan Limit Order, pengguna dapat menjalankan strategi mereka dengan lebih disiplin dan terukur,” timpal Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  Langkah Berikutnya  Di mana pun Anda berada dalam perjalanan investasi, langkah selanjutnya adalah memastikan Anda memiliki pemahaman dan strategi yang tepat.  Bagi pemula, FLOQ menyediakan FLOQ Academy, sebuah platform edukasi yang dirancang untuk membantu pengguna memahami dasar-dasar investasi kripto secara bertahap dan terstruktur. Seluruh materi dapat diakses secara gratis, termasuk seri video edukasi melalui kanal YouTube FLOQ, sehingga pengguna dapat belajar kapan saja sesuai kebutuhan mereka.  Sementara itu, bagi trader yang membutuhkan dukungan lebih lanjut dalam analisis maupun eksekusi transaksi, FLOQ juga menghadirkan layanan Guest Relation dan VIP Service. Dengan dukungan tim trading desk serta layanan yang lebih personal, pengguna dapat memperoleh insight yang lebih mendalam dan pengalaman trading yang lebih optimal. Tim kami dapat dihubungi melalui [email protected]  Layanan ini tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi strategi, tetapi juga mendukung pengelolaan portofolio yang lebih terarah di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.  Tentang FLOQ  FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya.  Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital.

Pramuka dan Kritik: Ketika Semangat Musyawarah Diuji di Era Terbuka Riau
Riau
Selasa, 21 Oktober 2025 | 19:27 WIB

Pramuka dan Kritik: Ketika Semangat Musyawarah Diuji di Era Terbuka

Pekanbaru, katakabar.com - Gerakan Pramuka, organisasi kepanduan yang selama ini dikenal sebagai wadah pembinaan karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda Indonesia, kini tengah menjadi sorotan publik. Pertanyaan mengemuka! Apakah Pramuka kini mulai anti kritik? Beberapa waktu terakhir, muncul sejumlah keluhan dari anggota muda dan pegiat kepanduan di berbagai daerah. Mereka menilai ruang dialog dan evaluasi dalam tubuh organisasi mulai menyempit. Kritik sejatinya bentuk kepedulian, sering kali justru dipandang sebagai tindakan pembangkangan. Padahal, nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka, khususnya Dasa Dharma, jelas menegaskan pentingnya sikap “patuh dan suka bermusyawarah.” Nilai tersebut semestinya dimaknai sebagai ajakan untuk membuka ruang dialog, menerima masukan, dan memperbaiki diri demi kemajuan bersama. “Pramuka harusnya jadi contoh organisasi yang demokratis, berjiwa kepemimpinan, dan adaptif terhadap perubahan. Kritik yang konstruktif justru harus dijadikan bahan evaluasi,” ujar salah satu aktivis muda kepanduan di Riau kepada wartawan, Selasa (21/10). Sejumlah pengamat kepemudaan menilai, jika Pramuka menutup diri terhadap kritik, maka organisasi ini berisiko kehilangan daya tarik di mata generasi muda. Di tengah era keterbukaan informasi dan demokrasi digital, organisasi yang enggan berbenah dan mendengar aspirasi anggota akan tertinggal oleh zaman. Kini, sudah saatnya seluruh unsur Gerakan Pramuka dari kwartir nasional hingga gugus depan melakukan refleksi mendalam. Apakah semangat berani, jujur, dan bertanggung jawab yang selama ini digaungkan masih benar-benar hidup di setiap kebijakan dan kegiatan organisasi?