Dupoin Futures

Sorotan terbaru dari Tag # Dupoin Futures

Emas Diprediksi Sentuh 4.163, Simak Analisis Mendalam Dupoin Futures Internasional
Internasional
Kemarin

Emas Diprediksi Sentuh 4.163, Simak Analisis Mendalam Dupoin Futures

Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAUUSD berpotensi mengalami penguatan dalam jangka pendek sebelum kembali menghadapi tekanan jual. Analisis Dupoin Futures menunjukkan, pergerakan harga emas pada timeframe Daily menunjukkan bahwa XAUUSD tengah melakukan koreksi naik setelah sebelumnya berhasil breakout dari level support kuat di 4.100. Dupoin Futures melihat koreksi tersebut berpotensi membawa harga emas menuju area 4.163 sebelum kembali melanjutkan pelemahan.

Prediksi Harga USDJPY: Analisis Tren dan Potensi Pasar Dupoin Futures Internasional
Internasional
Senin, 05 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Prediksi Harga USDJPY: Analisis Tren dan Potensi Pasar Dupoin Futures

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan pasangan mata uang USDJPY masih berada dalam perhatian pasar setelah yen bertahan di level lemah terhadap dolar AS. Dari analisis Dupoin Futures, USDJPY pada timeframe H4 menunjukkan potensi penguatan setelah mengalami rejection pada zona support 156.918–156.341. Kondisi tersebut membuka peluang bagi USDJPY untuk kembali bergerak naik menuju zona resistance 159.034–159.791. Jika melihat rejection pada zona support 156.918–156.341 sebagai sinyal penting dalam membaca pergerakan USDJPY.

WTI Gagal Tembus 94.71: Prediksi Tren Harga Melemah Menurut Dupoin Futures Internasional
Internasional
Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33 WIB

WTI Gagal Tembus 94.71: Prediksi Tren Harga Melemah Menurut Dupoin Futures

Jakarta, katakabar.com - Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak volatil di tengah perkembangan geopolitik Timur Tengah, dan perubahan kondisi pasokan minyak global. Analisis Dupoin Futures, harga WTI pada timeframe Daily masih berpotensi mengalami pelemahan setelah belum mampu ditutup di atas zona resistance 92.37–94.71. Kondisi tersebut, menurut Dupoin Futures, membuka peluang bagi harga minyak untuk melanjutkan koreksi menuju zona support 86.40–83.60.

Harga Minyak WTI Berpotensi Menukik, Ini Analisis Dupoin Futures Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Harga Minyak WTI Berpotensi Menukik, Ini Analisis Dupoin Futures

Jakarta, katakabar.com - Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak dalam kondisi volatil di tengah ketidakpastian geopolitik dan perkembangan pasokan minyak global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, secara teknikal WTI masih menghadapi potensi tekanan karena harga belum mampu menembus area supply 96.50–99.06. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat kegagalan harga WTI melakukan penutupan di atas area supply 96.50–99.06 menjadi sinyal yang perlu diperhatikan. Kondisi tersebut membuka peluang terbentuknya pola ABC Correction yang dapat membawa harga kembali bergerak menuju area support berikutnya. Menurut analisis Dupoin Futures, apabila tekanan jual berlanjut, WTI berpotensi menguji support pada area 88.67–86.61. Area tersebut menjadi zona penting bagi pergerakan WTI karena dapat menentukan apakah koreksi hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi pelemahan yang lebih panjang. Tetapi, Dupoin Futures menilai faktor fundamental masih dapat memberikan dukungan terhadap harga minyak. Pada perdagangan Rabu, 30 September, WTI tercatat naik sekitar 0,34 dolar AS menjadi US$89,72 per barel. Kenaikan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump membantah adanya kesediaan untuk memberikan pelonggaran sanksi terhadap Iran. Ketidakpastian mengenai hubungan AS-Iran kembali meningkatkan perhatian pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi. Di sisi lain, terdapat perkembangan yang dapat meredakan tekanan pasokan. Reuters melaporkan bahwa pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah mulai kembali pulih, termasuk kembalinya aktivitas pengiriman Arab Saudi melalui pelabuhan Laut Merah setelah East-West Pipeline kembali beroperasi. Ekspor minyak mentah regional juga telah mencapai level tertinggi sejak Februari. Kondisi tersebut dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga WTI.

Prediksi Harga Emas: Analisis Dupoin Futures Terkait Potensi Rebound ke 4.215 Internasional
Internasional
Sabtu, 03 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Prediksi Harga Emas: Analisis Dupoin Futures Terkait Potensi Rebound ke 4.215

Jakarta, katakabar.com - Harga emas kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah mengalami tekanan tajam dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe H1 mulai menunjukkan indikasi pembentukan Swing Low setelah sebelumnya mengalami penurunan signifikan. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya rebound apabila area support mampu dipertahankan.

Harga Minyak WTI Tertekan, Dupoin Futures Soroti Level 88.67 Internasional
Internasional
Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Harga Minyak WTI Tertekan, Dupoin Futures Soroti Level 88.67

Jakarta, katakabar.com - Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak dalam volatilitas tinggi di tengah ketidakpastian konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta prospek pembukaan kembali Selat Hormuz. Meskipun harga minyak mendapat dukungan dari kekhawatiran gangguan pasokan, analisis teknikal menunjukkan WTI masih berpotensi menghadapi tekanan bearish pada perdagangan Selasa (29/9).

Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Soroti Potensi Penurunan ke 4.282 Internasional
Internasional
Minggu, 20 September 2026 | 14:19 WIB

Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Soroti Potensi Penurunan ke 4.282

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia atau XAUUSD diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan pekan depan. Menurut analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe Daily telah memasuki fase bearish dan saat ini sedang membentuk secondary trend. Kondisi tersebut membuat arah pergerakan XAUUSD masih perlu dicermati, terutama ketika harga mendekati area resistance penting. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat harga emas saat ini tertahan di sekitar resistance pertama pada level 4.357. Dalam analisis Dupoin Futures, area tersebut menjadi salah satu level penting yang dapat menentukan arah XAUUSD berikutnya. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas zona resistance kuat 4.357 hingga 4.403, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut. Menurut Dia, kegagalan XAUUSD menembus area 4.357-4.403 dapat membuka peluang bagi harga emas untuk kembali mengalami pelemahan. Dalam skenario tersebut, support terdekat berada pada level 4.282. Level ini menjadi area yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual kembali meningkat pada perdagangan pekan depan. Geraldo Kofit dari Dupoin Futures juga mencermati pola Head and Shoulders yang terbentuk pada chart Daily. Pola tersebut menjadi salah satu faktor teknikal yang mendukung potensi pelemahan harga apabila struktur bearish tetap terjaga. Dengan demikian, Dupoin Futures melihat area 4.282 sebagai level support penting yang berpotensi diuji apabila harga tidak mampu mengatasi resistance 4.357-4.403. Meski demikian, pergerakan emas dalam beberapa hari terakhir menunjukkan adanya pemulihan. Harga emas sempat rebound lebih dari 2% setelah dolar AS dan yield Treasury 10 tahun melemah, sementara harga minyak juga mengalami penurunan. Kondisi tersebut membantu mengurangi tekanan terhadap emas karena turunnya yield membuat aset non-yielding seperti emas menjadi relatif lebih menarik. Tetapi, Dupoin Futures menilai rebound tersebut masih perlu dilihat dalam konteks tren Daily yang lebih besar. Secara fundamental, The Federal Reserve baru saja menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberikan sinyal bahwa peluang kenaikan tambahan masih terbuka. Sebanyak 16 dari 18 pembuat kebijakan Fed memproyeksikan setidaknya satu kenaikan tambahan hingga akhir 2026. Kebijakan The Fed tersebut dapat menjadi tantangan bagi harga emas karena suku bunga yang lebih tinggi berpotensi mempertahankan daya tarik dolar AS dan aset berbasis yield. Dupoin Futures melihat pergerakan USD menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan pekan depan. Apabila dolar kembali menguat, tekanan terhadap XAUUSD berpotensi meningkat. Selain dolar, Treasury yield juga menjadi indikator penting dalam analisis Dupoin Futures. Yield Treasury 10 tahun sempat menembus level 5% pada pekan ini, mencerminkan tingginya ekspektasi pasar terhadap suku bunga AS dan risiko inflasi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, penurunan harga minyak memberikan sedikit ruang bagi emas. Harga minyak yang lebih rendah dapat meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global sehingga tekanan terhadap kebijakan moneter dapat berkurang. Dalam perdagangan terbaru, penurunan harga minyak menjadi salah satu faktor yang membantu emas mengalami rebound. Untuk pekan depan, Dupoin Futures memperkirakan fokus pasar akan tertuju pada keseimbangan antara sentimen hawkish The Fed dan perkembangan USD serta Treasury yield. Jika dolar dan yield kembali meningkat, peluang tekanan bearish terhadap emas dapat semakin besar. Sebaliknya, pelemahan USD dan yield dapat memberikan ruang bagi XAUUSD untuk mempertahankan rebound. Dari sisi teknikal, Dupoin Futures tetap menempatkan resistance 4.357-4.403 sebagai zona kunci. Selama harga belum mampu breakout dan bertahan di atas area tersebut, tren bearish pada timeframe Daily masih menjadi perhatian. Apabila tekanan jual kembali muncul, XAUUSD berpotensi bergerak menuju support 4.282. Secara keseluruhan, prediksi harga emas pekan depan dari Dupoin Futures menunjukkan XAUUSD masih berpotensi melemah setelah memasuki fase bearish dan membentuk secondary trend. Resistance 4.357-4.403 menjadi area penentu, sedangkan support 4.282 menjadi level yang berpotensi diuji apabila tekanan jual berlanjut. Sementara itu, arah USD, Treasury yield, harga minyak, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed akan menjadi katalis utama yang menentukan volatilitas emas sepanjang pekan depan.

Peluang Harga Emas Bisa Tembus 4.500, Ini Analisis Dupoin Futures Internasional
Internasional
Minggu, 13 September 2026 | 07:30 WIB

Peluang Harga Emas Bisa Tembus 4.500, Ini Analisis Dupoin Futures

Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAUUSD diprediksi masih punga peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan  Kamis (10/9). Analisis Dupoin Futures menunjukkan adanya potensi pembentukan pola double bottom pada grafik harian yang dapat menjadi sinyal positif bagi pergerakan harga emas. Dalam skenario tersebut, XAUUSD berpeluang bergerak menuju area resistance terdekat di level 4.479 hingga 4.510. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan peluang penguatan harga emas masih terbuka selama XAUUSD mampu mempertahankan area support penting. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, zona support yang perlu diperhatikan berada di kisaran 4.366 hingga 4.340. Menurut Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, selama harga emas tidak menembus area support tersebut, struktur pergerakan pada time frame Daily masih memberikan indikasi bullish. Kondisi ini membuat area 4.479–4.510 menjadi target resistance yang berpotensi diuji apabila momentum beli terus berlanjut. Analisis Dupoin Futures melihat pola double bottom sebagai salah satu faktor teknikal yang mendukung peluang kenaikan XAUUSD. Pola tersebut biasanya terbentuk setelah harga mengalami tekanan dan kemudian menemukan area yang mampu menahan penurunan sebanyak dua kali. Apabila harga mampu bergerak lebih tinggi dari area neckline, peluang terjadinya pembalikan tren menuju level yang lebih tinggi akan semakin terbuka. Dalam konteks pergerakan saat ini, Dupoin Futures menilai area support 4.366–4.340 menjadi batas penting bagi skenario bullish tersebut. Selama harga masih bertahan di atas zona itu, tekanan beli berpotensi tetap mendominasi. Sebaliknya, apabila support tersebut berhasil ditembus, skenario kenaikan yang disampaikan dalam analisis Dupoin Futures perlu dievaluasi kembali karena dapat membuka ruang bagi pelemahan lebih lanjut. Selain faktor teknikal, pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh sejumlah sentimen fundamental. Berdasarkan rangkuman berita Reuters, emas masih memperoleh dukungan dari pelemahan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik akibat perkembangan konflik di Timur Tengah. Situasi tersebut membuat aset emas tetap menarik bagi investor yang mencari instrumen safe haven di tengah meningkatnya risiko global. Dupoin Futures melihat perkembangan dolar AS sebagai salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam perdagangan XAUUSD. Ketika dolar AS mengalami tekanan, emas yang dihargai dalam mata uang tersebut cenderung menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Kondisi ini dapat memberikan dukungan tambahan terhadap harga emas. Di sisi lain, Dupoin Futures juga menilai pelaku pasar perlu mencermati perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat. Investor kini menunggu rilis data Producer Price Index (PPI) AS pada hari ini dan Consumer Price Index (CPI) pada Jumat. Kedua indikator tersebut berpotensi memberikan gambaran baru mengenai tekanan inflasi dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Data inflasi menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed. Berdasarkan pemberitaan Reuters, peluang kenaikan suku bunga saat ini berada di sekitar 60%. Ekspektasi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi penguatan emas, terutama apabila kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil Treasury AS semakin tinggi. Kenaikan yield Treasury menjadi tantangan bagi emas karena instrumen tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga. Dengan demikian, apabila imbal hasil obligasi AS terus meningkat, sebagian investor dapat mengalihkan perhatian ke aset berbasis dolar yang menawarkan tingkat pengembalian lebih tinggi. Namun, menurut analisis Dupoin Futures, tekanan dari kenaikan yield dan ekspektasi suku bunga masih perlu dilihat bersama dengan kondisi teknikal XAUUSD. Jika dolar AS tetap melemah dan ketidakpastian geopolitik terus meningkat, permintaan terhadap emas berpotensi tetap kuat. Dengan mempertimbangkan analisis Dupoin Futures dan perkembangan sentimen pasar, Geraldo Kofit memperkirakan XAUUSD masih memiliki peluang untuk bergerak naik selama area support 4.366–4.340 tetap bertahan. Jika momentum bullish semakin kuat, harga emas berpotensi menguji resistance 4.479–4.510. Sebaliknya, apabila harga menembus support 4.340, pelaku pasar perlu mewaspadai perubahan struktur harga karena tekanan jual dapat kembali meningkat. Itu sebabnya, Dupoin Futures menilai respons XAUUSD terhadap area support dan resistance tersebut menjadi kunci untuk melihat arah pergerakan emas selanjutnya, terutama menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat.

Emas Tertekan, Dupoin Futures Waspadai Penurunan Harga Internasional
Internasional
Sabtu, 12 September 2026 | 08:35 WIB

Emas Tertekan, Dupoin Futures Waspadai Penurunan Harga

Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAUUSD masih berpotensi melanjutkan pelemahan di pekan kedua September 2026. Analisis Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menyebutkan, pergerakan emas pada time frame Daily masih menunjukkan tekanan bearish. Kondisi tersebut terlihat dari terbentuknya pola Head & Shoulder yang membuka peluang bagi harga emas untuk bergerak menuju area support terdekat di level 4.281 hingga 4.221. Geraldo Kofit menilai pola Head & Shoulder yang terbentuk pada grafik harian menjadi sinyal penting bagi arah XAUUSD dalam jangka pendek. Pola tersebut umumnya menunjukkan adanya potensi perubahan momentum setelah harga mengalami penguatan sebelumnya. Dengan struktur tersebut, Dupoin Futures melihat ruang penurunan masih terbuka selama tekanan jual tetap mendominasi pergerakan emas. Area 4.281–4.221 menjadi zona support yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Menurut analisis Dupoin Futures, apabila tekanan bearish berlanjut, XAUUSD berpotensi bergerak secara bertahap menuju support tersebut. Level 4.281 menjadi area yang dapat diuji terlebih dahulu, sementara penurunan lebih lanjut berpotensi membawa harga menuju 4.221. Tetapi, respons harga ketika mencapai area support akan menjadi faktor penting untuk menentukan arah berikutnya. Jika support mampu menahan tekanan jual, peluang terjadinya rebound masih terbuka. Sebaliknya, apabila XAUUSD menembus zona tersebut, tekanan bearish dapat semakin kuat dan membuka ruang bagi pelemahan berikutnya. Karena itu, Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menempatkan area support tersebut sebagai level penting yang perlu dicermati. Secara fundamental, harga emas pagi ini bergerak di sekitar US$4.350 per troy ounce dan masih berada di bawah tekanan setelah mengalami penurunan selama tiga sesi perdagangan terakhir. Pergerakan tersebut terjadi di tengah kombinasi sentimen pasar yang cenderung membebani emas, terutama kenaikan harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko inflasi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak menjadi perhatian karena dapat meningkatkan tekanan inflasi melalui kenaikan biaya energi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika inflasi diperkirakan bertahan lebih tinggi, ruang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga dapat semakin terbatas. Bagi pasar emas, kondisi tersebut menjadi tantangan karena ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi cenderung memberikan dukungan terhadap dolar AS dan yield Treasury Amerika Serikat. Kenaikan yield dapat meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi. Dalam situasi tersebut, XAUUSD berpotensi menghadapi tekanan tambahan. Dupoin Futures melihat pergerakan yield Treasury dan dolar AS masih menjadi indikator penting bagi harga emas hari ini. Jika keduanya terus menguat akibat meningkatnya ekspektasi suku bunga The Fed, tekanan terhadap XAUUSD berpotensi semakin besar. Kondisi tersebut dapat memperkuat peluang harga emas untuk menguji support 4.281–4.221 sesuai proyeksi teknikal Geraldo Kofit. Di sisi lain, perkembangan konflik Timur Tengah juga menghadirkan sentimen yang berlawanan. Meningkatnya ketegangan geopolitik biasanya mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Investor dapat meningkatkan kepemilikan emas ketika ketidakpastian global meningkat. Namun, dampak konflik terhadap kenaikan harga minyak dan inflasi membuat pengaruh geopolitik terhadap emas menjadi lebih kompleks. Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada data inflasi Amerika Serikat. Setelah pergerakan harga emas mendapatkan tekanan dari ekspektasi kenaikan suku bunga, data Consumer Price Index atau CPI akan menjadi salah satu indikator penting untuk menentukan arah kebijakan The Fed. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dan berpotensi menekan emas. Sebaliknya, apabila inflasi menunjukkan perlambatan, ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dapat kembali meningkat. Kondisi tersebut berpotensi menekan dolar AS dan yield Treasury sehingga memberikan ruang bagi emas untuk melakukan pemulihan. Dengan demikian, hasil CPI dapat menjadi katalis penting yang menentukan apakah tekanan bearish XAUUSD akan berlanjut atau mulai mereda. Berdasarkan kombinasi teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures masih melihat risiko pelemahan harga emas pada perdagangan hari ini. Geraldo Kofit memproyeksikan XAUUSD berpotensi turun menuju area support 4.281 hingga 4.221 setelah terbentuk pola Head & Shoulder pada time frame Daily. Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan dolar AS, yield Treasury, harga minyak, serta data inflasi AS dalam menentukan arah XAUUSD selanjutnya. Selama tekanan jual masih dominan dan pola Head & Shoulder belum menunjukkan pembatalan, Dupoin Futures menilai peluang pelemahan menuju support 4.281–4.221 masih terbuka. Dengan demikian, prediksi harga emas hari ini dari Dupoin Futures masih cenderung bearish. Area 4.281–4.221 menjadi target support utama, sementara perkembangan inflasi AS dan ekspektasi kebijakan The Fed akan menjadi katalis penting yang dapat menentukan seberapa kuat tekanan terhadap harga emas dalam perdagangan berikutnya.