Eksportir

Sorotan terbaru dari Tag # Eksportir

Para Eksportir Wajib Tahu! BPDP Sempurnakan Aturan Pungutan Ekspor dan Penerapan ALEXIA Nasional
Nasional
Kamis, 07 Mei 2026 | 13:00 WIB

Para Eksportir Wajib Tahu! BPDP Sempurnakan Aturan Pungutan Ekspor dan Penerapan ALEXIA

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) beri kabar teranyar mengenai tata cara pungutan ekspor yang perlu diperhatikan, yakni dengan keluar Peraturan Direktur Utama Nomor PER-4/BPDP/2026 yang menggantikan aturan lama. Di antara poin yang paling krusial adalah soal kelonggaran waktu. Kalau di aturan lama kita cuma punya waktu 60 hari buat urusan pelunasan kurang bayar atau pengajuan keberatan, sekarang BPDP memperpanjangnya jadi 90 hari kalender. Istilah surat tagihannya pun disederhanakan, yang tadinya disebut SP3ES sekarang cukup pakai istilah SP3E saja. Selain itu, ada fitur yang menurut saya sangat membantu arus kas perusahaan, yaitu skema pembayaran bertahap alias cicilan sampai 12 bulan buat yang memang memenuhi syarat. Urusan administratif juga sekarang ditarik ke satu pintu lewat platform ALEXIA. Jadi, mulai dari urusan monitoring bayaran hingga pengajuan permohonan kelebihan bayar atau restitusi, semuanya sudah serba otomatis dan online. Tidak ada lagi proses manual yang bikin ribet. Tapi ada satu hal yang jangan sampai terlewat: masa transisi buat daftar akun ALEXIA ini tenggat waktunya hingga 17 Mei 2026. Begitu masuk 18 Mei 2026, sistemnya bakal jalan penuh dan BPDP enggak lagi melayani urusan surat-menyurat lewat email. Semua wajib lewat satu pintu di aplikasi tersebut. Perubahan ini memang arahnya ke transparansi supaya layanan jadi lebih cepat. Buat teman-teman eksportir, ada baiknya segera pelajari detail teknis di dokumen Perdirut Nomor 4 Tahun 2026 biar nggak salah langkah atau telat daftar sistemnya. Peraturan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Nomor Per-4/Bpdp/2026 tentang Tata Cara Penghimpunan Pungutan Ekspor Atas Komoditas Perkebunan Dan/Atau Produk Turunannya.

Bea Cukai Terapkan Aplikasi CEISA 4.0 Mudahkan Eskportir Sawit Sawit
Sawit
Minggu, 01 Desember 2024 | 11:06 WIB

Bea Cukai Terapkan Aplikasi CEISA 4.0 Mudahkan Eskportir Sawit

Jakarta, katakabar.com - Industri kelapa sawit punya peran strategis bagi perekonomian Indonesia. Dari data yang dihimpun Bea Cukai melalui aplikasi CEISA 4.0 per 18 November 2024, tercatat realisasi penerimaan bea keluar dari sektor industri kelapa sawit mencapai Rp3,5 triliun atau 24,14 persen dari total penerimaan. Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo menjelaskan, kontribusi pungutan ekspor digunakan oleh pemerintah untuk melaksanakan berbagai program strategis guna mendukung asta cita hilirisasi produk kelapa sawit dan turunannya.

Sediakan KITE IKM, KPPBC Bengkulu Soking Petani Sawit Bisa Jadi Eksportir Sawit
Sawit
Kamis, 21 Desember 2023 | 21:16 WIB

Sediakan KITE IKM, KPPBC Bengkulu Soking Petani Sawit Bisa Jadi Eksportir

Bengkulu, katakabar.com - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkulu sudah sediakan fasilitas kepabeanan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil Menengah (KITE IKM). Fasilitas ini bertujuan mendorong agar petani kelapa sawit dapat meningkatkan daya saing dengan melakukan ekspor komoditas. Kepala KPPBC Bengkulu, Koen Rachmanto menjelaskan, KITE IKM upaya menjawab tantangan ekspor secara global dan mendorong petani sawit bisa ikut ekspor di Bengkulu. "Salah satu program Bea Cukai tahun ini, yakni fasilitasi perdagangan dan industri upaya optimalisasi penerimaan negara, di luar melakukan pengawasan dan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai," jelas Koen, kemarin, dilasir dari laman elaeis.co, pada Kamis (21/12). Bengkulu salah satu daerah penghasil kelapa sawit, kata Koen, tapi belum ada satupun produk kelapa sawit yang memanfaatkan fasilitas KITE IKM dari Bea Cukai. "Kita sudah minta petani kelapa sawit ekspor produk kelapa sawitnya dengan fasilitas KITE IKM tapi belum ada yang memanfaatkan," bebernya. Padahal, ujar Koen, KITE jawaban bagi petani kelapa sawit menekan biaya produksi sehingga keuntungan dan daya saing meningkat. Endingnya, bisa menstimulasi para pelaku IKM untuk melakukan ekspor dan meningkatkan devisa negara. "KITE ini menjawab kebutuhan petani sawit di daerah untuk meningkatkan ekspor dan menekan biaya produksi," tegasnya. Para pelaku usaha yang mendapatkan fasilitas KITE IKM ini, terang Koen, untuk mendapatkan manfaat dibebaskan dari pengenaan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) bila melakukan importasi bahan baku, bahan penolong dan barang modal berupa mesin untuk keperluan produksi barang jadi. Bahkan, pelaku usaha bisa memperoleh kemudahan registrasi kepabeanan. "Segala manfaat dan kemudahan ini dapat diperoleh asalkan barang jadi yang telah diproduksi, seperti Crude Palm Oil (CPO) dari pabrik mini milik petani kelapa sawit bisa di ekspor keluar negeri," imbuhnya.

Petani Diajari Kembangkan Hilirisasi Produk Biar Naik Kelas Jadi Eksportir Nasional
Nasional
Senin, 30 Oktober 2023 | 20:34 WIB

Petani Diajari Kembangkan Hilirisasi Produk Biar Naik Kelas Jadi Eksportir

Muara Enim, katakabar.com - Balai Karantina Pertanian Kelas I Palembang kerja sama dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim taja Bimbingan Teknis (Bimtek) Hilirisasi Produk Pertanian dan Perkebunan. Total 113 orang petani yang berasal dari berbagai kecamatan se Kabupaten Muara Enim mengikuti kegiatan, yang dibuka Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim, H Ahmad Rizali. "Bimtek ini sangat tepat mengingat lahan pertanian dan perkebunan hampir 80 persen luasnya di Kabupaten Muara Enim," kata Ahmad Rizali, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (30/10). Sektor pertanian, ujar Ahmad, memberikan kontribusi besar pada PDRB Kabupaten Muara Enim, yakni sebesar 9,40 persen, dengan subsektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar dan menjadi andalan penyerapan tenaga kerja. Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab), terima kasih kepada Balai Karantina Pertanian Kelas I Palembang. Atas inisiatif dan telah meluangkan waktunya untuk berbagai ilmu dan pengalaman dalam hilirisasi produk pertanian dan perkebunan di Kabupaten Muara Enim. "Komoditas unggulan perkebunan di Kabupaten Muara Enim, melipuri karet, kelapa sawit, serta kopi robusta dan arabika. Dari 2015 lalu, kopi Muara Enim telah mendapatkan Sertifikat Perlindungan Indikasi-Geografis untuk Kopi Robusta Semendo dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI," jelasnya lewat keterangan resminya. Berbagai potensi ini, tutur Ahmad, harus lebih ditingkatkan produktivitas maupun kualitasnya demi mendorong terwujudnya kedaulatan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya para petani. Salah satunya melalui upaya hilirisasi produk pertanian dan perkebunan. "Saya berharap kegiatan singkat ini mampu memberikan pemahaman dan memotivasi ke para petani dan pelaku agribisnis di Muara Enim, guna meningkatkan nilai tambah produk melalui pengolahan hasil panen menjadi produk turunan lainnya sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Contohnya kopi, diekspor tidak hanya bahan bakunya, tapi diolah sehingga ada nilai tambah. Harga ekspor itu bisa nilainya tiga kali dari harga kalau kita jual di lokal," bebernya. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Karantina Pertanian Palembang, M Sahrul SP menimpali, tujuan Bimtek ini untuk memberikan pembelajaran bagi petani dan pengusaha di Muara Enim agar wawasan terkait produk-produk pertanian dan perkebunan bisa meningkat sehingga mereka bisa menapak menjadi calon eksportir. "Selama ini mungkin produk pertanian hanya bahan baku, tapi mulai sekarang ada pengolahan turunannya atau hilirisasi. Sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya bahan mentah saja, tapi produk jadi yang siap untuk diperjualbelikan hingga tembus pasar ekspor," ucapnya. Petani yang hadir dapat tips dapat modal dari Dinas Penanaman Modal Muara Enim dan tips mengekspor produk pertanian dan perkebunan dari Bea Cukai Palembang. "Ke depan petani harus bisa mengekspor atau mengirim barang, sehingga mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi,” harapnya. Selain dapat nilai tambah, proses pengolahan dalam hilirisasi bakal menyerap tenaga kerja di sekeliling Kabupaten Muara Enim ini, tambahnya.