Energi Terbarukan

Sorotan terbaru dari Tag # Energi Terbarukan

MIND ID Perkuat Dekarbonisasi Grup Lewat Penurunan Emisi dan Peningkatan Energi Terbarukan Nasional
Nasional
Kemarin

MIND ID Perkuat Dekarbonisasi Grup Lewat Penurunan Emisi dan Peningkatan Energi Terbarukan

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus perkuat langkah dekarbonisasi di tengah percepatan program hilirisasi mineral nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK), pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), hingga konversi menuju energi rendah karbon guna pastikan ekspansi industri tetap sejalan dengan target keberlanjutan. Di tengah pengembangan berbagai proyek hilirisasi, MIND ID menargetkan penurunan emisi GRK sebesar 15,5 persen atau setara sekitar 2 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e) pada 2030. Target tersebut dipasang meski kebutuhan energi operasional grup diproyeksikan meningkat hampir dua kali lipat dalam lima tahun ke depan. Poyeksi perusahaan, kebutuhan energi Grup MIND ID akan meningkat dari sekitar 149.000 terajoule (TJ) pada 2026 menjadi 293.000 TJ pada 2030 atau naik lebih dari 90 persen. Tanpa intervensi, emisi GRK diperkirakan meningkat dari 6.100 kiloton CO2e menjadi 12.900 kiloton CO2e pada periode yang sama. Peningkatan kebutuhan energi tersebut sejalan dengan pengembangan sejumlah proyek strategis, mulai dari tambang baru di Kalimantan, pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik di Halmahera Timur, ekspansi fasilitas aluminium, pembangunan smelter, hingga proyek penambangan bawah laut. Untuk menekan emisi, MIND ID menjalankan sejumlah strategi dekarbonisasi. Langkah pertama dilakukan melalui konversi menuju bahan bakar rendah karbon, mulai dari peningkatan penggunaan biodiesel dari B35 menuju B40, penggantian High Speed Diesel (HSD) menjadi liquefied natural gas (LNG), hingga optimalisasi pemanfaatan listrik dari jaringan PLN. Di tingkat operasional, PT Bukit Asam Tbk telah menggunakan Bucket Wheel Excavator (BWE) pada kegiatan coal handling di Unit Pertambangan Tanjung Enim untuk menggantikan dump truck berbahan bakar fosil. Inisiatif tersebut mampu menurunkan emisi sekitar 5.200 ton CO2e per tahun. Sementara, PT Indonesia Asahan Aluminium melakukan konversi bahan bakar dari HSD ke LNG pada fasilitas baking plant, yang menghasilkan penurunan emisi sekitar 3.700 ton CO2e sekaligus meningkatkan efisiensi energi operasional. Penguatan dekarbonisasi juga dilakukan melalui pemanfaatan energi baru terbarukan. PT Indonesia Chemical Alumina menerapkan co-firing biomassa cangkang kelapa sawit sebagai pengganti sebagian batu bara yang mampu menurunkan emisi sekitar 560 ton CO2e. Lalu, PT Timah Tbk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 300 kilowatt peak (kWp) yang mampu mengurangi emisi sekitar 300 ton CO2e sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi bersih di kawasan industri. Selain pengurangan emisi secara langsung, MIND ID juga mengembangkan skema carbon offset melalui proyek berbasis alam (nature-based solutions), pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC), serta partisipasi dalam perdagangan karbon. Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno, menilai langkah dekarbonisasi yang dijalankan MIND ID layak diapresiasi karena dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan bauran energi terbarukan hingga peningkatan efisiensi operasional. "Apa yang dilakukan oleh MIND ID ini menurut saya perlu diapresiasi dalam tiga konteks, yaitu mitigasi, adaptasi, dan efisiensi. Mereka meningkatkan bauran energi terbarukan sebagai bagian dari mitigasi. Selain itu, mereka juga mendorong efisiensi," ujar Eddy. Menurut Eddy, peningkatan pemanfaatan energi terbarukan menjadi langkah penting, terutama bagi industri pengolahan dan pemurnian mineral yang memiliki tingkat emisi tinggi. "Saya kira sangat positif. Pemanfaatan EBT sangat penting, terutama di sektor-sektor yang memiliki tingkat emisi karbon tinggi, seperti smelter. Smelter termasuk kategori hard-to-abate industries, yaitu industri yang memang sulit menurunkan emisi karbonnya," jelasnya.

Di PKS Lubuk Dalam, Holding PTPN Tunjukkan Inovasi Limbah Sawit Jadi Energi ke Mahasiswa Unilak Sawit
Sawit
Jumat, 03 Oktober 2025 | 17:39 WIB

Di PKS Lubuk Dalam, Holding PTPN Tunjukkan Inovasi Limbah Sawit Jadi Energi ke Mahasiswa Unilak

Siak, katakabar.com - Di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Lubuk Dalam, Holding Perkebunan Nusantara (PTPN) tunjukkan inovadi limbah sawit jari energi ke mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak). Total 60 mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis Universitas Lancang Kuning (Unilak) kunjungan lapangan ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Lubuk Dalam milik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo Regional III, di penghujung September 2025 lalu. Kegiatan ini wadah pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai inovasi pengelolaan limbah sawit yang dikembangkan menjadi energi terbarukan. Di kunjungan itu, para mahasiswa melihat langsung proses pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi crude palm oil (CPO), sekaligus saksikan bagaimana limbah sawit yang sebelumnya hanya dipandang sebagai residu kini diolah menjadi energi listrik ramah lingkungan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Irwan Perangin-angin, menjelaskan keterlibatan mahasiswa di kegiatan ini strategi perusahaan dalam membangun pemahaman generasi muda mengenai industri sawit berkelanjutan. Menurutnya, sektor sawit memiliki potensi besar dalam menghadirkan solusi atas tantangan global, termasuk perubahan iklim. “Kami ingin generasi muda melihat bahwa kelapa sawit merupakan sektor strategis yang dapat menghadirkan inovasi, energi bersih, serta peluang ekonomi baru. Melalui kunjungan ini, mahasiswa bisa langsung menyaksikan bagaimana limbah sawit dapat menjadi energi terbarukan yang bermanfaat luas,” jelas Irwan. Inovasi yang dijalankan PalmCo melalui PLTBg Lubuk Dalam sebelumnya juga mendapat pengakuan dari pemerintah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah memberikan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) kepada PTPN IV PalmCo, menjadikannya perusahaan perkebunan sawit pertama yang menerima sertifikat tersebut. Berdasarkan verifikasi Tim MRV KLHK, PLTBg Lubuk Dalam berhasil menekan emisi hingga 33.799 ton CO₂e dalam empat tahun terakhir. Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Unilak, Dr. Vonny Indah Sari, yang hadir mendampingi mahasiswa, turut memberikan apresiasi kepada PTPN IV PalmCo atas kesempatan yang diberikan. “Inisiatif PTPN IV PalmCo yang memanfaatkan komoditas sawit, termasuk limbahnya sebagai energi terbarukan, adalah hal yang luar biasa. Kami menyaksikan bagaimana sawit itu pohon kehidupan. Seluruh bagiannya memiliki manfaat, bahkan hingga ke limbahnya sekalipun,” ucap Vonny. Ia menambahkan, kunjungan ini sangat berharga bagi mahasiswa. “Mereka tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga mendapat pengalaman lapangan langsung tentang bagaimana industri sawit dikelola secara modern dan ramah lingkungan. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut,” tuturnya. Mahasiswa pun menilai inisiatif PTPN IV Regional III membuktikan industri kelapa sawit tidak hanya berfokus pada keuntungan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Hal ini sekaligus menepis anggapan miring tentang sawit yang kerap dikaitkan dengan isu lingkungan.

Wow! SKY Investasi Rp1,7 Triliun di KITB Siak, Fokus Usaha Energi Terbarukan dari Cangkang Sawit Sawit
Sawit
Rabu, 01 Oktober 2025 | 10:12 WIB

Wow! SKY Investasi Rp1,7 Triliun di KITB Siak, Fokus Usaha Energi Terbarukan dari Cangkang Sawit

Siak, katakabar.com - Perusahaan gabungan Indonesia-Jepang, yakni PT Sinergi Kharisma Yuda (SKY) berencana ekspansi usaha di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, Riau, senilai Rp1,7 triliun. Fokus utama usaha PT SKY ini energi terbarukan dengan memanfaatkan cangkang sawit sebagai bahan bakar biomassa, serta mengembangkan produk turunan seperti pellet biomassa. PT SKY menjalin kerja sama dengan BUMD Siak PT KITB, dan anak perusahaannya PT Samudra Siak (SS). Kerja sama ini ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Rabu (1/10) kemarin. Bupati Siak, Afni Zulkifli menuturkan, investasi dari perusahaan Jepang ini langkah maju untuk daerah. Ia juga berkomitmen permudah setiap investor yang masuk ke Kabupaten Siak. "Pada prinsipnya perusahaan ini mengekspor cangkang. Nantinya, usaha ini bakal berkembang menjadi multi usaha, terutama di Pelabuhan Tanjung Buton," ujar Afni, dilansir dari laman EMG, Rabu sore. Luas lahan yang dibutuhkan PT SKY untuk kembangkan usahanya 7 hektar. Saat ini, lahan yang sudah tersedia setengah hektar yang digunakan perusahaan untuk menampung cangkang sawit. Pemerintah daerah menyiapkan lahan ini sebagai bentuk kolaborasi dengan investor. "Insya Allah KITB mulai berdenyut luar biasa. Kami ingin investasi ini memberikan efek pada ekonomi daerah dan masyarakat, termasuk Pelabuhan Tanjung Buton. Kami mau BUMD berada di depan. Investor memberi support investasi, dan kami menyediakan lahannya, inilah kolaborasi kami," jelas Afni. Sementara, Presiden Direktur PT SKY, Yoshiyuki Kawamura, menegaskan MoU ini momentum penting perkuat kerja sama, dan pastikan keberlanjutan investasi. “Ini langkah penting bagi kami. Setelah empat tahun kami beroperasi di Siak, kami melihat Pelabuhan Tanjung Buton memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh," ulas CEO asal Jepang. Ia pastikan kerja sama ini bukan hanya soal pelabuhan, tapi membangun ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu ke hilir, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah komoditas yang selama ini hanya di ekspor mentah.

Terpesona Insiatif Energi Terbarukan Limbah Sawit PTPN IV Regional III, Ini Kata Mahasiswa Unilak Sawit
Sawit
Sabtu, 13 September 2025 | 14:45 WIB

Terpesona Insiatif Energi Terbarukan Limbah Sawit PTPN IV Regional III, Ini Kata Mahasiswa Unilak

berlanjut,” jelas Vonny. Mahasiswa pun menilai, inisiatif PTPN IV Regional III menunjukkan industri kelapa sawit tidak hanya berfokus pada keuntungan bisnis, melainkan juga pada keberlanjutan lingkungan. Hal ini sekaligus menepis anggapan miring tentang sawit yang kerap dikaitkan dengan isu lingkungan. Manajer Kebun Lubuk Dalam PTPN IV Regional III, Iskandar menuturkan, kunjungan mahasiswa ini sejalan dengan komitmen perusahaan membangun pemahaman generasi muda mengenai industri sawit berkelanjutan.

Mantap! Bupati Kepulauan Meranti Bahas Rencana Proyek Energi Terbarukan Bersama Investor Singapura Riau
Riau
Jumat, 11 April 2025 | 19:16 WIB

Mantap! Bupati Kepulauan Meranti Bahas Rencana Proyek Energi Terbarukan Bersama Investor Singapura

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Asmar gelar pertemuan silaturahmi, dan diskusi tindak lanjut rencana proyek energi terbarukan oleh investor asal Singapura, di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jumat (11/4). Di pertemuan itu hadir jajaran Organisasi Perangkat Daerah atau OPD, seperti Asisten Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, serta kepala dinas dari berbagai instansi terkait, yakni PUPR, Bappedalitbang, BPKAD, Perkimtan LH, DPMPTSP, BPN, Dinas Koperasi, UKM dan Naker. Hadir pula Camat Rangsang dan Kepala UPT KPH Tebing Tinggi. Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung masuknya investasi di Kepulauan Meranti, khususnya di sektor energi terbarukan. Ia juga meminta seluruh OPD untuk tidak mempersulit proses investasi. "Paling utama, kita tidak ingin memberatkan investor. Walaupun tetap ada kerja sama dengan PLN, semuanya harus sesuai dengan hukum. Koordinasi dengan pihak keamanan juga sudah dilakukan agar investor merasa aman," kata H. Asmar. Ia menambahkan masuknya investor dapat mempercepat pembangunan daerah dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.