Gambir

Sorotan terbaru dari Tag # Gambir

Kementan Dorong Holding PTPN Percepat Hilirisasi Gambir Nasional dari 'Ranah Minang' Nusantara
Nusantara
Minggu, 26 April 2026 | 20:21 WIB

Kementan Dorong Holding PTPN Percepat Hilirisasi Gambir Nasional dari 'Ranah Minang'

Jakarta, katakabar.com - Rencana hilirisasi komoditas gambir asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus dimatangkan pemerintah melalui sinergi lintas sektor. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi Sumbar, dan PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), tengah merumuskan langkah strategis untuk mengoptimalkan komoditas yang saat ini menguasai sekitar 80 persen pasokan pasar dunia tersebut. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan hilirisasi menjadi kunci utama agar nilai tambah komoditas gambir tidak lagi didominasi negara pengimpor. Ketika kunjungannya ke Sumatera Barat, Mentan secara khusus mendorong BUMN Perkebunan untuk mengambil peran sentral dalam membangun ekosistem pengolahan di dalam negeri. “Sekarang kita akan diskusikan (gambir). Kita sementara mapping dengan BUMN. PTPN kita dorong menjadi lokomotif hilirisasi,” tegas Amran. Ia menambahkan pemerintah tengah mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di sektor perkebunan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “Kolaborasi dengan berbagai pihak harus diperkuat agar komoditas unggulan seperti gambir memiliki nilai tambah tinggi dan berdampak langsung ke masyarakat. Kesimpulannya, kita akan melakukan groundbreaking sekitar 35 proyek. Semakin cepat terealisasi, semakin baik dampaknya bagi ekonomi nasional,” tuturnya. Dukungan terhadap rencana ini juga disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menyebut tren ekspor gambir menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. “Dalam kurun dua tahun terakhir tren ekspor gambir juga menunjukkan peningkatan. Pada 2024 ekspor gambir mencapai 13.482 ton dengan nilai Rp574,7 miliar atau naik dibandingkan 2023 yang hanya 11.865 ton,” beber Mahyeldi. Terkait rencana pembangunan fasilitas pengolahan, Gubernur menambahkan pengelolaan akan dilakukan PTPN IV PalmCo. “Pabrik pengolahan gambir tersebut nantinya akan dikelola langsung oleh PT Perkebunan Nusantara IV. Berkemungkinan pabrik pengolahan itu dibangun di daerah Kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan sentra gambir nasional,” jelasnya. Pendekatan Realistis PTPN IV PalmCo Merespons penugasan tersebut, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan kesiapan perusahaan mendukung program hilirisasi gambir sebagai bagian dari strategi penguatan nilai tambah komoditas perkebunan di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara. “Upaya hilirisasi menjadi langkah krusial agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat di dalam negeri. Gambir bisa menjadi berbagai bahan pangan seperti teh dan juga bahan baku kosmetik, sabun, sampo, hingga kebutuhan industri. Taninnya bahkan digunakan sebagai bahan tinta pemilu. Ini menunjukkan betapa luasnya pemanfaatan gambir,” tutur Jatmiko. Tetapi, kata Jatmiko, PTPN IV PalmCo mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perhitungan bisnis yang matang dalam merealisasikan investasi hilirisasi. Saat ini, perusahaan tengah bekerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) untuk menyusun studi kelayakan. “Kita tidak bisa hanya membangun pabrik tanpa melihat pasar. Produk apa yang paling cepat diterima, punya permintaan kuat, dan berpeluang dikuasai pasar, itu yang harus kita dorong lebih dulu,” tegas Jatmiko. Seiring dengan proses kajian tersebut, perusahaan juga memfokuskan intervensi jangka pendek pada penguatan sektor hulu guna meningkatkan produktivitas dan kualitas gambir petani rakyat. “Dengan pendekatan riset yang komprehensif, kita berharap produktivitas dan mutu produk gambir menjadi lebih baik, serta terbukanya akses pasar baru yang memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan petani,” imbuhnya. Sinergi antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumbar, Holding Perkebunan Nusantara, serta kalangan akademisi ini diharapkan mampu mentransformasi industri gambir nasional secara menyeluruh. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok gambir bernilai tambah tinggi di pasar global.

Sebut Presiden Punya Perhatian Besar di Perkeretaapian, Seskab Usul KAI Perbarui Gambir Nusantara
Nusantara
Kamis, 25 Desember 2025 | 09:00 WIB

Sebut Presiden Punya Perhatian Besar di Perkeretaapian, Seskab Usul KAI Perbarui Gambir

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah menegaskan perhatian besar Presiden terhadap penguatan perkeretaapian nasional sebagai tulang punggung transportasi publik, termasuk pengembangan stasiun sebagai simpul utama mobilitas di kawasan pusat kota. Perhatian tersebut tercermin dari pernyataan Sekretaris Kabinet kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melanjutkan pengembangan dan penataan Stasiun Gambir agar semakin selaras dengan dinamika mobilitas perkotaan Jakarta. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan penguatan perkeretaapian nasional menjadi salah satu fokus Presiden dalam memastikan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang melibatkan puluhan juta pergerakan nasional. “Kalau boleh cerita ya, dulu waktu masih kecil saya sering ke Stasiun Gambir. Kemudian sampai sekarang, ya gitu-gitu aja, belum berubah. Jadi, mumpung Pak Dirut, Pak Presiden memberikan perhatian besar di perkeretaapian, tolong direnovasi, diperbaiki, dipercantik, diperindah, dipernyaman,” ujar Teddy. Menurutnya, momentum kebijakan dan perhatian Presiden terhadap perkeretaapian nasional saat ini menjadi kesempatan strategis untuk membawa pengembangan Stasiun Gambir ke tahap yang lebih maju, tidak hanya sebagai stasiun keberangkatan, tetapi juga sebagai ruang publik perkotaan yang representatif. “Mumpung sekarang Pak Dirut, Presiden memberikan perhatian besar pada perkeretaapian nasional, saya mengusulkan agar Stasiun Gambir terus dikembangkan dan ditingkatkan. Penataan ulang kawasan, pembaruan fasilitas, serta penguatan aspek kenyamanan perlu dilakukan agar pengalaman masyarakat saat menggunakan kereta api semakin baik dan sejalan dengan peran Gambir sebagai simpul mobilitas utama nasional,” lanjutnya kepada Dirut KAI. Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyampaikan KAI menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) dan simpul intermoda utama di pusat Jakarta. “Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan melalui penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi, integrasi kawasan stasiun dengan pusat kegiatan di kawasan Medan Merdeka, serta penyediaan fungsi komersial yang beragam dan tersegmentasi,” kata Bobby. Dari sisi konektivitas, Stasiun Gambir akan diperkuat sebagai hub transportasi terpadu yang menghubungkan Kereta Api Jarak Jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, serta layanan bus secara seamless. Penataan kawasan juga mencakup integrasi stasiun dengan ruang publik dan taman kota di kawasan Medan Merdeka, termasuk area Monumen Nasional. Penataan tata ruang luar gedung kawasan dirancang dengan menghadirkan elemen vegetasi pada ruang antarbangunan hingga area rooftop guna menciptakan lingkungan yang lebih teduh, humanis, dan nyaman di tengah kawasan pusat kota. Di masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Gambir mencatat volume layanan yang tinggi. Hingga Selasa, 23 Desember 2025 pukul 16.00 WIB, Stasiun Gambir tercatat akan melayani 156.002 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh untuk keberangkatan dan 147.071 pelanggan untuk kedatangan. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung. Data tersebut menegaskan peran strategis Stasiun Gambir sebagai simpul mobilitas nasional sekaligus memperkuat urgensi pengembangan lanjutan kawasan stasiun sesuai dengan arahan pemerintah. “KAI akan melaksanakan arahan pemerintah tersebut secara bertahap dengan fokus pada penguatan fungsi Stasiun Gambir sebagai simpul transportasi utama yang terintegrasi dengan sistem mobilitas dan tata ruang perkotaan Jakarta,” sebutnya.

Libur Idul Adha 1446 H, Volume Penumpang Kereta Api dari Gambir dan Pasar Senen Meningkat Default
Default
Kamis, 05 Juni 2025 | 10:10 WIB

Libur Idul Adha 1446 H, Volume Penumpang Kereta Api dari Gambir dan Pasar Senen Meningkat

Jakarta, katakabar.com - Momen libur Idul Adha 1446 hijiriah tahun 2025 masehi menjadi waktu yang dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian, baik untuk bersilaturahmi maupun berlibur Menjelang libur panjang Idul Adha 1446 hijiriah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mencatat peningkatan volume penumpang yang signifikan pada periode 4 hingga 9 Juni 2025. Data sementara menunjukkan, sebanyak 139.513 pelanggan telah memesan tiket kereta api untuk keberangkatan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko menuturkan, peningkatan ini tren tahunan yang terjadi saat momen libur nasional, termasuk Idul Adha. "Momen libur Idul Adha menjadi waktu yang dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian, baik untuk bersilaturahmi maupun berlibur. Kami mencatat adanya lonjakan pemesanan tiket, khususnya dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen,” ujar Ixfan. Dari total 139.513 pelanggan, ulasnya Ixfan, pemesanan terbanyak berasal dari Stasiun Pasar Senen: 62.538 pelanggan, Stasiun Gambir: 40.854 pelanggan, Stasiun Bekasi: 16.929 pelanggan, Stasiun Cikarang: 7.724 pelanggan, Stasiun Jatinegara: 6.678 pelanggan, Stasiun Cikampek: 2.554 pelanggan, dan Stasiun Karawang: 2.236 pelanggan. Hari favorit keberangkatan sejauh ini adalah Kamis, 5 Juni 2025 dengan jumlah 40.396 pelanggan, disusul hari ini, Rabu 4 Juni 2025 sebanyak 35.372 pelanggan. Angka ini masih dapat berubah seiring dengan penjualan tiket yang terus berlangsung. Untuk keberangkatan Rabu, 4 Juni 2025, total pelanggan yang berangkat tercatat sebanyak 35.372 orang, dengan rincian, Stasiun Gambir: 10.763 pelanggan, Stasiun Pasar Senen: 15.377 pelanggan, dan Stasiun lainnya di wilayah Daop 1 Jakarta: 9.230 pelanggan “Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik di tengah lonjakan jumlah penumpang. Seluruh fasilitas stasiun dan kereta telah disiapkan untuk memastikan perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu,” jelas Ixfan. Untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa libur Idul Adha, KAI mengoperasikan kereta tambahan mulai Kamis, 5 Juni hingga 10 Juni 2025, dengan jumlah 7 hingga 9 perjalanan KA tambahan per harinya. KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan total 64 perjalanan KA Jarak Jauh (KAJJ), meliputi 34 perjalanan dari Stasiun Gambir, dan 30 perjalanan dari Stasiun Pasar Senen.