Jamuan Kenegaraan Xi Jinping-Donald Trump: Soroti Pengaruh Baru Industri Teknologi Global Internasional
Internasional
Kemarin

Jamuan Kenegaraan Xi Jinping-Donald Trump: Soroti Pengaruh Baru Industri Teknologi Global

Beijing, katakabar.com - Jamuan kenegaraan yang digelar Presiden Tiongko, Xi Jinping untuk menyambut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Great Hall of the People, Beijing, menjadi salah satu agenda diplomatik paling disorot dunia. Pertemuan tingkat tinggi tersebut tidak hanya membahas isu geopolitik dan hubungan ekonomi kedua negara, tetapi juga memperlihatkan bagaimana industri teknologi kini memainkan peran strategis dalam hubungan internasional modern. Sejumlah pemimpin perusahaan teknologi global terlihat menghadiri forum eksklusif tersebut, mulai dari sektor kecerdasan buatan, kendaraan listrik, semikonduktor, hingga elektronik konsumen. Nama-nama seperti Elon Musk dari Tesla, Tim Cook dari Apple, Jensen Huang dari NVIDIA, serta Jia Shaoqian dari Hisense Group menjadi bagian dari jajaran tokoh industri yang turut hadir dalam rangkaian acara diplomatik tersebut. Kehadiran para pemimpin industri ini dipandang sebagai refleksi meningkatnya keterkaitan antara teknologi, perdagangan global, dan stabilitas geopolitik. Kurun beberapa tahun terakhir, persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok semakin berfokus pada penguasaan teknologi strategis seperti AI, chip semikonduktor, energi baru, hingga smart manufacturing. Di tengah dinamika tersebut, perusahaan-perusahaan teknologi global terus memperkuat investasi mereka pada inovasi dan pengembangan teknologi inti. NVIDIA misalnya menjadi salah satu pemain utama dalam pengembangan infrastruktur AI global, sementara Apple memperluas integrasi AI dan ekosistem perangkat pintar. Tesla juga terus mendorong percepatan kendaraan listrik dan teknologi autonomous driving di pasar internasional. Sedang, sektor display premium dan smart home juga berkembang pesat sebagai bagian dari transformasi gaya hidup digital. Berbagai perusahaan elektronik seperti Hisense aktif memperkenalkan teknologi visual generasi baru dengan fokus pada kualitas gambar, efisiensi energi, dan integrasi kecerdasan buatan. Hisense sendiri dalam beberapa tahun terakhir dikenal memperkuat pengembangan teknologi RGB-MiniLED, laser display, serta perangkat rumah tangga hemat energi seperti mesin cuci berteknologi heat pump. Pendekatan ini mencerminkan tren industri yang semakin mengutamakan inovasi teknologi independen dan keberlanjutan sebagai faktor utama daya saing global. Selain menjadi simbol hubungan diplomatik, jamuan kenegaraan ini juga menunjukkan bagaimana forum informal tingkat tinggi kini menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi lintas industri dan memperluas peluang kerja sama internasional. Beberapa pembahasan utama dalam pertemuan kedua negara diketahui mencakup perdagangan, rantai pasok teknologi, kecerdasan buatan, hingga isu energi dan investasi global. Di industri global, Hisense menjadi salah satu perusahaan yang mencatat pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data Omdia 2025, Hisense menempati posisi No.1 dunia untuk kategori TV 100 inci ke atas, Laser TV serta MiniLED TV. Selain memperkuat posisi di pasar global, Hisense juga memperkuat basis industri serta pusat riset dan bisnis di lebih dari 160 negara. Di sisi global branding, Hisense kembali memperkuat posisinya di panggung olahraga internasional dengan resmi menjadi Global Official Sponsor FIFA World Cup 2026™. Pengumuman tersebut merupakan kelanjutan dari kemitraan jangka panjang Hisense bersama FIFA dalam berbagai turnamen internasional sebelumnya. Di pasar Indonesia, perkembangan Hisense juga menunjukkan pertumbuhan yang agresif dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya, Hisense TV telah berhasil meraih posisi Nomor 1 di Electronic City (EC), salah satu jaringan ritel elektronik terbesar di Indonesia. Hisense juga didukung oleh fasilitas pabrik lokal salah satunya di Purwakarta, Jawa Barat, yang menjadi bagian penting dalam mendukung kapasitas produksi dan distribusi nasional. Selain itu, jaringan layanan purna jual Hisense terus diperluas melalui service center yang tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia guna memberikan dukungan layanan yang lebih cepat dan mudah diakses konsumen. Komitmen jangka panjang Hisense terhadap Indonesia juga semakin diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara BPI Danantara dan Hisense Group Holding pada Mei 2026 yang disaksikan langsung Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto dan Chairman Hisense Group Jia Shaoqian. Kerja sama tersebut membuka peluang pengembangan manufaktur maju, lokalisasi teknologi, penelitian dan pengembangan, hingga penguatan kapabilitas industri nasional. Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia dipandang tidak hanya sebagai pasar strategis, tetapi juga sebagai pusat masa depan untuk inovasi, riset, dan aktivitas industri bernilai tinggi. Di tengah kompetisi yang semakin ketat, kolaborasi lintas negara, investasi riset jangka panjang, dan pengembangan teknologi berkelanjutan diperkirakan akan menjadi fokus utama industri global dalam beberapa tahun mendatang. Forum seperti jamuan kenegaraan di Beijing menjadi gambaran bagaimana diplomasi dan teknologi kini berjalan semakin beriringan dalam membentuk masa depan ekonomi dunia.

Peluang Ekspor Indonesia ke Brazil: Belajar Perdagangan Global Hatchery Project Binus International Internasional
Internasional
Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

Peluang Ekspor Indonesia ke Brazil: Belajar Perdagangan Global Hatchery Project Binus International

Jakarta, katakabar.com - Binus International dengan Hatchery Project buka peluang bagi para mahasiswa untuk mengenal dinamika bisnis dunia. Kegiatan ini dilakukan selama beberapa sesi untuk membedah kekhasan berbagai negara menjalankan bisnisnya. Dengan menghadirkan tiga keynote speakers, yakni Riley Millner (Desainer Instruksional di Thunderbird School of Global Management), Samanta Alvis, Ph.D. (Direktur Eksekutif Najafi 100 Million Learners Global Initiative), dan Simon Turner (Global Lead Partnership dari Thunderbird’s 100 Million Learners), kali ini BINUS International bedah ekonomi bisnis di Brazil. Brazil, Negara dengan Populasi Urban Terbesar di Dunia Brazil bukan hanya dikenal sebagai negara yang permainan sepak bolanya menawan. Ia adalah raksasa ekonomi yang menempati peringkat ke 5 sebagai negara terbesar di dunia. Dengan populasi yang sangat masif dan tingkat urbanisasi yang tinggi, Brazil menawarkan pasar konsumen yang sangat dinamis. Sebagian besar penduduk Brazil tinggal di area perkotaan. Hal ini berarti akses terhadap produk-produk gaya hidup dan tren global sangatlah cepat. Bagi pelaku bisnis, karakteristik populasi urban ini merupakan sinyal positif untuk ekspansi produk yang mengedepankan inovasi dan kemudahan akses. Pentingnya Penampilan dalam Budaya Brazil Salah satu temuan paling menarik dalam Hatchery Project kali ini adalah kedalaman analisis mengenai perilaku konsumen. Di Brazil, penampilan merupakan bagian penting dari identitas sosial. Hal ini berdampak langsung pada consumer spending yang sangat tinggi pada kategori beauty and personal care. Faktanya, angka penjualan parfum atau fragrance di Brazil merupakan yang terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Budaya yang sangat memperhatikan aspek estetika dan perawatan diri ini membuka peluang lebar bagi produk-produk perawatan tubuh dan kecantikan dari Indonesia untuk masuk dan bersaing, asalkan mampu memenuhi standar selera lokal yang cukup spesifik. Kesempatan Belajar Strategi Market Entry Brazil Melalui sesi Hatchery Project, kamu tidak hanya melihat potensi, tetapi juga belajar cara menaklukkan tantangan melalui strategi market entry yang tepat. 1. Jenis produk yang berpotensi laku Selain kategori kecantikan, produk-produk yang berhubungan dengan gaya hidup urban dan kesehatan memiliki potensi besar untuk dipasarkan di Brazil. Meski begitu, sebagai pemilik usaha, kamu tetap perlu melakukan kurasi produk agar sesuai dengan preferensi masyarakat Brazil. 2. Tantangan: Brazil lebih tahu Bali daripada Indonesia Salah satu hambatan nyata yang ditemukan adalah fakta bahwa masyarakat Brazil jauh lebih mengenal Bali daripada Indonesia itu sendiri. Tantangan branding ini mengharuskan pelaku ekspor untuk melakukan edukasi konsumen yang lebih agresif dan cerdas dalam memosisikan produk mereka. 3. Peluang market entry Mahasiswa diajak membandingkan dua opsi utama, yaitu membangun perusahaan lokal di Brazil atau bekerja sama dengan importir atau distributor lokal. Opsi kedua sering kali dianggap lebih efektif bagi pemain baru karena mitra lokal sudah memiliki jaringan distribusi yang kuat di apotek dan platform e-commerce. Real-world Exposure dan Networking Diplomatik Nilai jual utama dari Hatchery Project adalah kredibilitas informasinya. Materi yang dipelajari mahasiswa disusun dan disampaikan langsung oleh Marcelo Koiti Hasunuma, Head of the Trade Promotion and Economic Office dari Kedutaan Besar Brazil di Jakarta. Ini memberikan kamu kesempatan langka untuk belajar langsung dari narasumber diplomatik yang memahami seluk-beluk hubungan bilateral dan kebijakan perdagangan antarnegara. Bersama Marcelo Koiti Hasunuma, kamu pun dilatih untuk membangun kemampuan critical thinking dalam melihat risiko logistik, beban pajak impor yang bisa mencapai 60%, hingga cara membangun kepercayaan dengan mitra di Brazil. Hal-hal semacam ini tentunya penting untuk membuatmu semakin terlatih dalam mengembangkan ekonomi usaha yang lebih matang. Hatchery Project membuktikan komitmen BINUS International dalam memberikan eksposur global nyata bagi mahasiswanya. Dengan mengupas sektor perdagangan Brazil, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan jaringan untuk menjadi pelaku usaha di kancah internasional. Pengalaman mendalam seperti ini adalah langkah awal yang sempurna bagi kamu yang bercita-cita menjadi pengusaha atau profesional global. Ingin merasakan pengalaman belajar dengan standar internasional dan akses langsung ke pakar dunia? Yuk, bergabung dengan Binus International sekarang dan mulai langkahmu menuju karier global!

Voices of Tomorrow Special Session Bahas Gejolak Timteng dan Tantangan Jurnalisme Global Internasional
Internasional
Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:29 WIB

Voices of Tomorrow Special Session Bahas Gejolak Timteng dan Tantangan Jurnalisme Global

Jakarta, katakabar.com - Program Voices of Tomorrow kembali menghadirkan sesi khusus yang ditujukan bagi jurnalis muda, mahasiswa, dan para profesional yang tertarik pada dinamika media serta isu global. Angkat tema “Middle East in Geopolitical Turmoil”, sesi ini akan mengajak peserta memahami bagaimana jurnalisme berperan di tengah konflik, krisis, dan perubahan geopolitik yang terus berkembang. Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom ini akan berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 10.00–12.00 WIB atau 08.30–10.30 IST. Acara ini terbuka bagi jurnalis, mahasiswa jurnalistik, mahasiswa hubungan internasional, profesional hukum, hingga jurnalis lepas yang ingin memperluas perspektif terhadap isu internasional. Mengupas Peran Jurnalisme di Tengah Krisis Global Di tengah meningkatnya konflik dan ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia, peran media dan jurnalisme menjadi semakin penting. Sesi spesial ini akan mengangkat pertanyaan mendasar mengenai bagaimana jurnalis dapat menavigasi situasi konflik, krisis kemanusiaan, serta dinamika politik internasional yang kompleks. Peserta akan diajak melihat bagaimana media bekerja di tengah arus informasi yang cepat, tantangan verifikasi fakta, hingga meningkatnya penyebaran disinformasi yang memengaruhi persepsi publik terhadap isu global. Hadirkan Perspektif Diplomasi dan Generasi Muda Di sesi spesial ini, peserta akan memperoleh kesempatan untuk mendengarkan langsung pandangan dan pengalaman dari dua mentor pembicara dengan latar belakang berbeda yang memiliki pengalaman dalam bidang diplomasi dan isu global. Salah satu pembicara yang akan hadir adalah Anil Trigunayat, mantan Duta Besar India yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia diplomasi dan hubungan internasional. Dengan pengalamannya tersebut, ia akan membagikan perspektif mengenai kondisi geopolitik Timur Tengah serta dampaknya terhadap hubungan antarnegara dan arus informasi global. Turut hadir pula Ismail Amin, Global Youth Representative dengan fokus pada upaya menjembatani perspektif Indonesia dan Timur Tengah. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan sudut pandang generasi muda mengenai bagaimana media dan jurnalisme dapat berkontribusi dalam membangun pemahaman lintas budaya dan kawasan. Ruang Belajar Jurnalis Masa Depan Program Voices of Tomorrow diselenggarakan oleh India News Desk dan Kedutaan Besar India di Jakarta sebagai ruang belajar dan pertukaran gagasan, tempat jurnalis muda dapat bertemu dengan para mentor serta memperoleh wawasan editorial dari praktisi dan tokoh berpengalaman. Acara ini ditujukan bagi jurnalis, mahasiswa jurnalistik, mahasiswa hubungan internasional, profesional hukum, dan jurnalis lepas yang ingin memperluas wawasan terhadap isu-isu internasional. Selain menghadirkan diskusi dan pembelajaran, penyelenggara juga menyiapkan hadiah e-wallet untuk tiga peserta beruntung yang mengikuti kegiatan tersebut. Bagi peserta yang ingin bergabung, pendaftaran dapat dilakukan dengan memindai barcode atau QR code yang tersedia pada poster acara atau dengan daftar di tautan berikut: https://forms.gle/U2HCBunjzvB42JV7A Jangan lewatkan kesempatan untuk memperluas wawasan global, memahami dinamika Timur Tengah dari berbagai perspektif, serta belajar langsung dari para mentor yang berpengalaman dalam dunia diplomasi dan jurnalisme.

KS Perkuat Daya Saing di Tengah Penurunan Produksi Baja Global dan Meroketnya Tekanan Perdagangan Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 14 Mei 2026 | 12:08 WIB

KS Perkuat Daya Saing di Tengah Penurunan Produksi Baja Global dan Meroketnya Tekanan Perdagangan

Jakarta, katakabar.com - Penurunan produksi baja global pada Januari 2026 jadi momentum bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) untuk perkuat daya saing dan posisi di pasar domestik, seiring meningkatnya arus perdagangan baja dunia yang berpotensi menekan industri nasional. Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan usaha dan menciptakan nilai ekonomi jangka panjang bagi industri baja nasional. Data World Steel Association menunjukkan, produksi baja global mencapai 147,3 juta ton pada Januari 2026, turun 6,5% secara tahunan, terutama dipengaruhi oleh penurunan produksi Tiongkok sebesar 13,9 persen. Tetapi, di tengah penurunan tersebut, arus ekspor baja global justru meningkat sebagai mekanisme penyesuaian kelebihan kapasitas. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan komitmen perusahaan memperkuat fundamental industri nasional.  “Krakatau Steel terus meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas produk guna memastikan industri baja nasional tetap kompetitif dan berperan strategis dalam mendukung pembangunan nasional,” ujar Dr. Akbar Djohan, juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menegaskan penurunan produksi global tidak identik dengan berkurangnya tekanan eksternal. Menurutnya, ketika permintaan domestik melemah, ekspor meningkat sebagai mekanisme penyesuaian kapasitas. “Situasi ini dapat menjadi momentum konsolidasi industri nasional apabila didukung oleh kebijakan perdagangan dan strategi industri yang tepat,” kata Widodo. Upaya penguatan industri baja nasional tentunya sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang tertuang pada Asta Cita dalam memperkuat kemandirian ekonomi melalui industrialisasi dan hilirisasi. Sebagai industri strategis, baja memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, ketahanan industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Bitcoin Pizza Day Simbol Revolusi Finansial Global, Bittime Dorong Partisipasi Investor Aset Kripto Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 14 Mei 2026 | 09:05 WIB

Bitcoin Pizza Day Simbol Revolusi Finansial Global, Bittime Dorong Partisipasi Investor Aset Kripto Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Diawali dengan 2 pizza, kini Bitcoin ($BTC) berhasil catatkan revolusi finansial global. Di mana perayaan Bitcoin Pizza Day yang diperingati setiap bulan Mei menjadi momen historis yang paling berkesan bagi komunitas aset kripto di seluruh dunia. Memperingati sejarah revolusi ini, Bittime menggelar kampanye Bittime Road to Bitcoin Pizza Day bertajuk “Trade Any Coins and Earn BTC!” bagi investor aset kripto Indonesia. Sebelumnya, sejarah ini bermula pada tahun 2010 ketika seorang programmer bernama Laszlo Hanyecz membeli dua loyang pizza menggunakan 10.000 BTC yang saat itu hanya bernilai sekitar US$41. Saat itu, Bitcoin belum memiliki nilai ekonomi yang jelas sehingga transaksi tersebut dianggap sebagai eksperimen berani untuk membuktikan fungsi mata uang digital dalam kehidupan sehari-hari.  Dan, seiring meningkatnya nilai Bitcoin ($BTC) secara signifikan, di mana tercatat sejak 2018 hingga 2026 Bitcoin ($BTC) telah mengalami kenaikan signifikan hingga +472%. Sehingga, peringatan ini tidak hanya mengenai “pizza termahal di dunia”, Bitcoin Pizza Day juga mencerminkan bagaimana teknologi blockchain berkembang dari inovasi komunitas menjadi bagian penting dalam sistem keuangan modern. Keberhasilan Bitcoin ($BTC) sebagai aset kripto pertama di dunia yang terus meroket secara eksponensial, mendorong Bittime, sebagai crypto exchange berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk mengambil peran dalam merayakan pencapaian tersebut melalui kampanye Bittime Road to Bitcoin Pizza Day.  Kampanye dengan tajuk "Trade Any Coin and Earn BTC!" dirancang dengan mekanisme trade-to-earn pada aset apapun untuk mendapatkan reward dalam bentuk $BTC. Sehingga investor berkesempatan mendapatkan nilai tambah dari setiap aktivitas jual-beli yang dilakukan pada platform Bittime. Selain itu, Bittime juga menghadirkan fitur flash staking yang sangat kompetitif dengan APY hingga 20% yang akan diadakan pada 22 Mei 2026. Inisiatif ini diharapkan dapat memotivasi para investor untuk terus mengembangkan portofolio digital mereka sekaligus mengenang revolusi finansial global yang diawali oleh Bitcoin ($BTC). CEO Bittime, Ryan Lymn, menyampaikan hal ini dipandang sebagai bentuk dukungan Bittime bagi perkembangan industri ekonomi kreatif Indonesia. Di mana, $BTC bukan hanya aset kripto pertama, tetapi juga penggerak ekonomi digital yang berbasis pada teknologi blockchain. “Melalui kampanye ini, kami berharap untuk dapat menunjukkan secara nyata bentuk dukungan kami bagi investor aset kripto Indonesia. Di mana, setiap aktivitas trading yang dilakukan pada platform Bittime berkesempatan untuk mendapatkan hadiah tambahan. Dengan ini, harapannya Bittime dapat terus memberikan ruangan bagi investor Indonesia untuk memperluas diversifikasi portofolio nya,” jelas Ryan. Selain itu, bagi para investor yang ingin mengoptimalkan pertumbuhan asetnya, Bittime akan menghadirkan flash staking $BTC dengan Annual Percentage Yield (APY) hingga 20% bagi pengguna baru. Ini memungkinkan para investor untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset kripto yang mereka miliki tanpa harus mengunci dana dalam jangka waktu tertentu.  Tetapi, perlu dipahami investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Tidak cuma itu, aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Integrasikan Industri Halal dan Pendidikan Global Satu Platform Strategis Nasional
Nasional
Selasa, 12 Mei 2026 | 12:30 WIB

Integrasikan Industri Halal dan Pendidikan Global Satu Platform Strategis

Jakarta, katakabar.com - Launching Pekan Halal Indonesia (PHI) 2026 dan EduNation Festival telah sukses digelar di Aula Graha Utama Gedung A, Komplek Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagai momentum awal penguatan kolaborasi lintas sektor membangun ekosistem halal dan pendidikan yang terintegrasi di Indonesia, Senin kemarin. Penyelenggaraan ini sekaligus menegaskan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai strategic partner dalam menghadirkan platform yang menghubungkan industri halal, gaya hidup modern, pendidikan, serta pengembangan generasi muda, sejalan dengan potensi besar Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia untuk menjadi pusat pertumbuhan ekosistem halal global yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi masa depan. Usung semangat kolaborasi lintas sektor, Pekan Halal Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan layanan halal, tetapi menjadi ruang pertemuan strategis bagi pelaku industri, institusi pendidikan, komunitas kreatif, regulator, hingga generasi muda untuk bersama-sama membangun masa depan ekosistem halal Indonesia. Direktur PT Debindomulti Adhiswasti selaku penyelenggara, Vibiadhi Swasti Pradana, menjelaskan Pekan Halal Indonesia hadir sebagai pelengkap ekosistem event halal nasional dengan menawarkan diferensiasi melalui integrasi sektor bisnis, edukasi, dan gaya hidup. “Pekan Halal Indonesia hadir untuk mengisi ruang yang belum sepenuhnya terakomodasi berbagai pameran halal yang ada. Kami menghadirkan platform yang tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dan pasar, tetapi integrasikan edukasi, literasi halal, sertifikasi, hingga penguatan gaya hidup halal modern,” ujarnya. Menurutnya, konsep ini menjadi semakin relevan di tengah perkembangan industri halal yang terus bergerak menuju pendekatan yang lebih inklusif dan dekat dengan generasi muda. "Melalui kolaborasi dengan berbagai strategic partner, termasuk mendorong partisipasi lembaga seperti KNEKS dan BPJPH, PHI 2026 diharapkan dapat memperkuat edukasi publik terkait sertifikasi halal, literasi industri syariah, dan peluang pengembangan bisnis halal di Indonesia," jelasnya. Sebagai representasi perkembangan gaya hidup halal yang semakin dekat dengan generasi muda, PHI 2026 menghadirkan Halal Kulture, sebuah ruang eksplorasi gaya hidup halal dengan pendekatan yang segar, interaktif, dan relevan dengan tren masa kini. Usung konsep experiential exhibition, Halal Kulture akan menghadirkan berbagai program seperti Faedah Talkz, Creative Space, Outdoortainment, hingga Community Space yang dirancang untuk memberikan pengalaman baru sekaligus memperkuat pemahaman halal kini telah menjadi bagian dari identitas dan budaya hidup modern. Melengkapi pengalaman tersebut, GlamLocal hadir sebagai zona pameran modest fashion dan aksesoris yang menampilkan berbagai brand pilihan dengan beragam penawaran menarik bagi pengunjung. Area ini menjadi wadah bagi perkembangan industri fesyen muslim Indonesia yang terus tumbuh dinamis, sekaligus menghadirkan pengalaman berbelanja yang memadukan gaya, kreativitas, dan nilai-nilai modest lifestyle. Sementara, kolaborasi bersama Deatextile diwujudkan melalui Textile Trade Event by Deatextile, sebuah zonasi khusus yang berfokus pada industri tekstil dan modest fashion muslim. Inisiatif ini dihadirkan sebagai ruang strategis yang mempertemukan pelaku industri, brand, buyer, serta inovator tekstil untuk memperkuat rantai pasok dan mendorong pertumbuhan ekosistem modest fashion Indonesia di tingkat nasional maupun global. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, PHI 2026 diselenggarakan Bersama EduNation Festival, sebuah pameran pendidikan Islam berskala internasional yang akan mempertemukan institusi pendidikan, universitas global, tenaga pendidik, pelajar, dan berbagai organisasi pemberi beasiswa. Ketua KOPIN (Konsorsium Pendidikan Islam Internasional), Ustadz Dr. Ali Saman Hasan, menjelaskan EduNation 2026 merupakan transformasi besar dari penyelenggaraan sebelumnya yang masih berfokus pada skala nasional. “EduNation tahun ini kami dorong menjadi platform pendidikan Islam internasional yang membuka akses lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk terhubung dengan institusi pendidikan global. Kami ingin menghadirkan sekolah-sekolah internasional, universitas dari Timur Tengah, Malaysia, hingga negara-negara lain untuk membuka peluang kolaborasi nyata,” ucapnya. EduNation dirancang sebagai ruang interaksi antara siswa, tenaga pendidik, orang tua, serta institusi pendidikan untuk mendorong lahirnya ekosistem pembelajaran yang lebih kompetitif dan berorientasi global. Selain menghadirkan berbagai institusi pendidikan internasional, EduNation juga akan melibatkan organisasi pemberi beasiswa serta mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi keagamaan Islam swasta melalui kemitraan strategis bersama berbagai organisasi pendidikan. Menurut Ustaz Ali selaku Ketua KOPIN, kolaborasi antara EduNation dan Pekan Halal Indonesia merupakan langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda Indonesia melalui pendekatan yang menghubungkan pendidikan dan nilai-nilai halal. “Kami ingin Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pasar Muslim terbesar, tetapi juga sebagai pusat pendidikan Islam modern yang mampu melahirkan generasi berdaya saing global,” timpalnya. Penguatan kolaborasi ini juga didukung oleh data dan potensi nyata pengembangan ekonomi halal nasional. Perwakilan KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah), Muhammad Quraisy, Ph.D., memaparkan Indonesia memiliki modalitas besar pengembangan industri halal, mulai dari tingginya konsumsi produk halal, kontribusi halal value chain terhadap perekonomian nasional, hingga pertumbuhan sertifikasi halal yang terus meningkat. Saat ini, bebernya, lebih dari 300 ribu sertifikat halal telah diterbitkan di Indonesia, disertai dengan berkembangnya berbagai kawasan industri halal di sejumlah wilayah seperti Bekasi, Banten, Kepulauan Riau, dan Jawa Timur. Ia menilai masih terdapat tantangan fundamental yang perlu dijawab bersama. “Literasi masyarakat terkait halal dan ekonomi syariah masih perlu diperkuat. Banyak masyarakat merasa sudah memahami konsep halal, padahal edukasi mengenai standar, sertifikasi, dan implementasinya masih sangat diperlukan,” terangnya. Ia menegaskan halal kini bukan sekadar kewajiban normatif, tetapi telah berkembang menjadi jaminan kualitas, reputasi bisnis, serta faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen di pasar global. Pada konteks inilah, Pekan Halal Indonesia dan EduNation Festival dinilai menjadi platform strategis untuk menjembatani kebutuhan edukasi, promosi, kolaborasi, dan penguatan literasi halal secara lebih luas. Dengan target puluhan ribu pengunjung dari kalangan pelaku industri, keluarga muda, pelajar, tenaga pendidik, komunitas, hingga buyer potensial, PHI 2026 dan EduNation Festival diharapkan menjadi titik temu antara inovasi industri halal, pendidikan internasional, dan transformasi gaya hidup halal Indonesia. Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan strategic partnership, ajang ini siap menghadirkan pengalaman pameran yang tidak hanya informatif dan inspiratif, tetapi juga membuka peluang nyata bagi masa depan ekosistem halal Indonesia.

Lee Junho Resmi Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker Asal Korea Lifestyle
Lifestyle
Senin, 11 Mei 2026 | 08:46 WIB

Lee Junho Resmi Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker Asal Korea

Korea Selatan, katakabar.com - Cuckoo, produsen peralatan rumah tangga terkemuka asal Korea Selatan, secara resmi memperkenalkan Lee Jun-ho sebagai Global Brand Ambassador terbaru mereka. Kolaborasi antara Cuckoo dengan Lee Junho membawa pesan sederhana yang punya makna kuat, "Hidup lebih sehat dan bahagia dimulai dari rumah bersama Cuckoo". Pemilihan Lee Junho dilakukan setelah pertimbangan yang matang. Junho dikenal dengan reputasinya yang tanpa cela selama 15 tahun berkarir, sebuah cerminan dari disiplin dan standar tinggi. Karakter inilah yang menjadikannya pasangan sempurna bagi Cuckoo yang terkenal menempatkan standar tinggi dalam produknya. Standar Tinggi Peralatan Rumah Tangga Sebagai merek yang telah mendunia dan menjadi pemimpin pasar di lebih dari 34 negara, Cuckoo menerapkan standar tinggi pada peralatan rumah tangga yang meliputi sistem pemurni air (water purifier) yang mengubah air kran menjadi air siap minum, rice cooker (mekanikal, digital, pressure), air fryer, air purifier, penyejuk ruangan (AC), dan peranti rumah tangga lain yang canggih. Cuckoo telah menempuh perjalanan panjang hingga menjadi brand global yang dipercaya oleh jutaan pengguna. Dengan standar kualitas Korea yang ketat, setiap produk Cuckoo dirancang untuk tahan lama dan fungsional, namun tetap memiliki estetika modern yang mempercantik hunian. Hidup Lebih Sehat dan Bahagia Kerja sama Cuckoo dengan Lee Junho diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk tidak berkompromi soal kualitas hidup. Di tengah kondisi dunia yang semakin tidak bersahabat, rumah menjadi satu-satunya tempat tiap orang untuk mendapatkan hidup berkualitas, baik dari aspek kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Dengan kemudahan yang ditawarkan produk Cuckoo, pengguna dapat mengeset kehidupannya jadi lebih sederhana dan nyaman. Salah satu contohnya, pengguna rice cooker Cuckoo dapat menyeting penanak nasinya sehingga saat pulang kerja, dia dapat memeroleh nasi segar yang baru saja masak bukan dihangatkan lama. Proses memasak yang lebih cepat juga memungkinkan rice cooker Cuckoo meminimalkan hilangnya kandungan nutrisi saat proses pemasakan. Selain itu, fitur multi-cooking produk yang sama dapat memudahkan setiap orang menjadi “chef” handal di rumah, hanya dengan sentuhan mudah dan sederhana. Kini, mewujudkan rumah impian yang sehat dan penuh kebahagiaan bukan lagi sekadar impian. Bersama Cuckoo dan Lee Jun-ho, mari kita mulai langkah pertama menuju standar hidup yang lebih baik.

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:00 WIB

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Jakarta, katakabar.com - Kebijakan pemerintah Brasil tetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per ton terhadap sejumlah produk baja asal Tiongkok menegaskan bahwa perlindungan industri baja domestik kini menjadi langkah strategis di tengah tekanan baja murah di pasar global. Kebijakan tersebut dinilai sebagai respons tegas terhadap lonjakan impor yang menggerus pasar domestik dan menekan kinerja industri baja nasional. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group, Dr. Akbar Djohan, menegaskan dinamika global tersebut menunjukkan pentingnya menjaga ketahanan industri baja nasional. “Krakatau Steel mendukung penguatan industri baja nasional agar tetap menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur dan manufaktur Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto memperkuat kemandirian industri strategis nasional,” ujar Dr. Akbar Djohan, sekaligus menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA), serta Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Sebagai produsen baja terbesar di Indonesia, Krakatau Steel terus menjalankan transformasi KS Reborn untuk meningkatkan daya saing dan memastikan keberlanjutan industri baja nasional. Tarif Tinggi Koreksi Distorsi Harga Pengamat Industri Baja dan Pertambangan Widodo Setiadharmaji, Steel dan Mining Insights, menjelaskan dalam dua tahun terakhir Brasil menghadapi lonjakan signifikan impor baja canai yang mencapai sekitar 5,4 juta ton hingga November 2025, jauh di atas rata-rata historis sekitar 2,2 juta ton per tahun. Sebagian besar impor tersebut berasal dari Tiongkok dengan pangsa lebih dari 60 persen. “Lonjakan impor dengan harga agresif tersebut menekan industri domestik, mulai dari penghentian operasi blast furnace, pengurangan tenaga kerja, hingga pembekuan investasi di sektor baja,” kata Widodo. Sebagai respons, pemerintah Brasil memperketat kebijakan impor dan pada Februari 2026 menetapkan bea anti-dumping terhadap produk cold rolled coil (CRC) dan hot-dip galvanized (HDG) asal Tiongkok dengan besaran hingga US$670 per ton untuk periode lima tahun. Menurut Widodo, besaran tarif tersebut menunjukkan bahwa koreksi kebijakan dapat dilakukan pada skala besar ketika distorsi harga akibat praktik dumping dianggap merugikan industri nasional. "Jika dibandingkan dengan harga referensi baja Tiongkok sekitar US$454 per ton pada akhir 2025, maka bea tersebut secara nominal bahkan melampaui harga produknya sendiri," jelasnya.

Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global Internasional
Internasional
Selasa, 05 Mei 2026 | 09:10 WIB

Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

Jakarta, katakabar.com -  Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis, yakni melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama.  Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam. Hal ini menjadikannya alternatif yang semakin relevan bagi investor yang ingin tetap berada dalam ekosistem pasar global tanpa terekspos langsung pada volatilitas tinggi.  Akibatnya, aliran dana yang sebelumnya berpotensi keluar dari pasar kripto tidak sepenuhnya meninggalkan ekosistem, melainkan berpindah ke stablecoin sebagai bentuk reposisi sementara. Dalam konteks ini, pertumbuhan stablecoin bukan sekadar refleksi dari kehati-hatian investor, tetapi indikasi bahwa likuiditas global masih berada di dalam system, menunggu momentum berikutnya.  Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor. Jika sebelumnya kondisi risk-off sering diartikan sebagai keluar dari pasar sepenuhnya, kini semakin banyak pelaku pasar yang memilih untuk tetap berada dalam ekosistem melalui stablecoin. Dengan demikian, mereka tetap memiliki fleksibilitas untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika kondisi mulai membaik.  Dalam konteks Indonesia, pilihan safe haven juga menjadi semakin beragam. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, sementara dolar AS mempertahankan posisinya sebagai mata uang global yang dominan. Tetapi, stablecoin menghadirkan dimensi baru dengan menggabungkan karakteristik dolar dengan fleksibilitas aset digital yang dapat diakses secara real-time.  “Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai ‘dry powder’,” kata Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  Menurut Yudhono, pertanyaan yang lebih relevan bagi investor saat ini bukan lagi sekadar arah pasar, tetapi kesiapan dalam merespons perubahan tersebut. “Bukan soal apakah pasar akan naik atau turun, tetapi apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. Karena ketika arah kebijakan mulai berubah, pergerakan pasar biasanya terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan,” jelasnya.  Ke depan, stablecoin diperkirakan akan semakin menguat perannya, tidak hanya sebagai alat transaksi, tetapi sebagai bagian integral dari strategi alokasi aset modern. Dalam lingkungan pasar yang ditandai oleh ketidakpastian dan perubahan kebijakan global, kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan kesiapan menjadi faktor pembeda bagi investor.  Dalam perspektif ini, stablecoin bukan sekadar aset defensif, melainkan alat strategis yang memungkinkan investor untuk tetap bertahan tanpa kehilangan posisi. Di tengah dinamika global yang terus berkembang, pendekatan yang lebih adaptif dan terukur menjadi kunci dalam menjaga nilai portofolio sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul.  Tentang FLOQ  FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya.  Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital.

KEK Gresik Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Berdaya Saing Global di Asteng Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:00 WIB

KEK Gresik Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Berdaya Saing Global di Asteng

Gresik, katakabar.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik kian mengukuhkan posisinya sebagai hub hilirisasi terintegrasi berdaya saing global di Asia Tenggara. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) dua proyek strategis sektor mineral di kawasan terkait fasilitas produksi brass mill dan brass cup serta pabrik manufaktur emas logam mulia, di penghujung April 2026 lalu. Proyek bagian dari 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II inisiasi BPI Danantara ini melibatkan kolaborasi strategis antara MIND ID, DEFEND ID, dan Pelindo. Skemanya, katoda tembaga dari smelter akan diolah menjadi brass cup dan brass mill berkapasitas 10.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan amunisi nasional. Sementara, untuk pengolahan emas, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akan memproses hasil pemurnian logam menjadi emas batangan (bullion) guna memperkuat rantai pasok logam mulia domestik. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan pengembangan industri derivatif di Gresik merupakan langkah nyata dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi daerah. Inisiatif ini diyakini mampu menjadi motor penggerak baru bagi struktur ekonomi Jawa Timur agar semakin kokoh dan berdaya saing. “Definisi maju tentu adalah kemampuan kita mengembangkan industri strategis yang membuat bangsa ini menjadi berdikari. Prasyarat untuk mewujudkan hal tersebut adalah adanya ekosistem yang mumpuni. Itulah sebabnya Jawa Timur ingin menjadi bagian penting dari rantai nilai (value chain) industri nasional," kata Emil saat meresmikan proyek tersebut di KEK Gresik. Emil menjelaskan, hilirisasi di KEK Gresik kini telah melompat ke tahap produk turunan tingkat dua dan tiga. Ia mencontohkan bagaimana katoda tembaga kini diolah lebih lanjut menjadi copper rod, copper foil, hingga brass cup yang merupakan bahan baku peluru. “Kita sudah bergeser ke arah industri derivatif. Katoda tembaga yang dihasilkan smelter kini diolah menjadi brass cup oleh Pindad untuk kebutuhan amunisi. Jadi, peluru yang biasanya diimpor untuk kebutuhan TNI, ke depan akan diproduksi di dalam negeri menggunakan bahan baku lokal," ucapnya. Kehadiran fasilitas brass mill ini diproyeksikan mampu menekan angka impor komponen amunisi TNI secara signifikan sekaligus memperkuat kemandirian pertahanan melalui integrasi produksi di kawasan yang sama. Secara sosial-ekonomi, proyek terintegrasi ini diperkirakan akan serap hingga 7.000 tenaga kerja terampil. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi lintas BUMN yang melibatkan PT Freeport Indonesia sebagai penyedia bahan baku, PT Pindad, PT Antam, hingga PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melalui PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) sebagai mitra infrastruktur pelabuhan. Guna mendukung transformasi KEK Gresik sebagai hub hilirisasi berdaya saing global, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen memperkuat efisiensi logistik melalui perbaikan infrastruktur di sekitar kawasan, termasuk pelebaran akses jalan tol dan pembenahan jembatan guna memastikan kelancaran operasional KEK Gresik sebagai tulang punggung industri nasional. “KEK Gresik bukan lagi single commodity, melainkan multi-commodity hub. Dengan dukungan infrastruktur dari Pelindo dan ekosistem industri yang sudah 'nyambung', kawasan ini akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang menyerap ribuan tenaga kerja terampil,” sebut Emil. Dari sisi makroekonomi, posisi KEK Gresik di jantung aglomerasi Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Emil memaparkan wilayah ini menyumbang hampir separuh dari PDRB Jawa Timur. "Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di kawasan Gerbangkertosusila mencapai hampir separuh dari perekonomian Jawa Timur. Mengingat Jawa Timur menyumbang seperenam ekonomi nasional, maka perputaran ekonomi di aglomerasi ini saja mencakup hampir 10 persen dari total ekonomi Indonesia. Ini adalah keunggulan kompetitif yang harus kita jaga," tandasnya.