Percepat Pemulihan TTM, PHR Hadapi Tantangan dengan Kolaborasi Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 20 Mei 2026 | 20:11 WIB

Percepat Pemulihan TTM, PHR Hadapi Tantangan dengan Kolaborasi

Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tegaskan komitmen menjalankan penugasan pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi (TTM) di Zona Rokan secara bertanggungjawab, transparan, dan sesuai ketentuan berlaku. Optimis proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat seiring terpenuhinya berbagai prasyarat teknis dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan Sebagai perusahaan yang memegang teguh prinsip bisnis berkelanjutan, PHR menjalankan penugasan yang diberikan regulator berdasarkan Surat SKK Migas Nomor SRT-0406/SKKMA0000/2021/S1 pada 26 Juli 2021 terkait kegiatan pasca operasi dan penanganan TTM di Zona Rokan yang berasal dari operasi kontraktor sebelumnya. Sebanyak 250 lokasi pemulihan tersebar di lima kota dan atau kabupaten di Provinsi Riau dengan estimasi luas area terdampak mencapai sekitar 9,3 juta meter persegi atau sekitar 6 juta meter kubik volume tanah terkontaminasi. Sebagian besar lokasi berada di lahan milik masyarakat dengan total sekitar 3.000 persil lahan. Hingga akhir April 2026, PHR telah menyampaikan 88 dokumen Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH) kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Dari jumlah tersebut, 63 lokasi telah memperoleh persetujuan RPFLH dan tengah atau sudah dilakukan pemulihan. Dari 63 lokasi yang telah disetujui, sebanyak 20 lokasi telah selesai dilakukan pemulihan, dan saat ini sedang dalam proses evaluasi keberhasilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Selain itu, terdapat 162 lokasi lainnya yang saat ini sedang dalam proses persiapan sebelum dapat masuk ke tahap pemulihan. Proses persiapan tersebut antara lain meliputi penyiapan akses lahan, pengumpulan/validasi data, pengadaan, koordinasi dengan para pihak terkait, serta penyusunan dokumen teknis yang dibutuhkan untuk mendukung proses persetujuan dan pelaksanaan pemulihan. Untuk mendukung percepatan, PHR bekerja sama dengan tiga kontraktor pelaksana yang ditunjuk melalui proses pengadaan resmi, dan transparan. Seluruh kegiatan pemulihan juga berada dalam pengawasan aparat penegak hukum, mulai dari Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) hingga Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel). “Pemulihan TTM proses panjang yang melibatkan persetujuan teknis, akses lahan, validasi data, hingga evaluasi hasil pemulihan oleh KLH. PHR berkomitmen penuh untuk menyelesaikan penugasan ini sesuai arahan regulator, dengan tetap menjaga aspek keselamatan, lingkungan, sosial, serta keberlanjutan operasi Zona Rokan,” ujar Aryo Banowo, Pjs VP Remediation & Asset Retirement PHR Regional 1 Sumatra. Sebagai bagian dari upaya percepatan tersebut, PHR bersama SKK Migas dan KLH juga telah menyepakati roadmap percepatan pemulihan hingga tahun 2030 ditambah satu tahun periode monitoring yang sangat agresif. Roadmap tersebut menjadi acuan pelaksanaan pemulihan secara bertahap, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku. PHR berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat seiring terpenuhinya berbagai prasyarat teknis, perizinan, akses lahan, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan. PHR juga memastikan bahwa seluruh pelaksanaan penugasan tetap memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial, dan keberlanjutan operasi di Zona Rokan. Tentang PHR Regional 1 Sumatra PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjalankan tugas dari Subholding Upstream Pertamina untuk mengelola bisnis dan operasional kegiatan usaha hulu migas di Wilayah Kerja Regional 1 – Sumatra yang terbentang dari Aceh hingga Sumatra Selatan. PHR menghasilkan sepertiga produksi minyak bumi Pertamina Subholding Upstream. Menjadi salah satu produsen minyak dan gas utama di Indonesia yang berkontribusi dalam pemenuhan energi nasional. Pada 2025, PHR menyelesaikan restrukturisasi organisasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan ketahanan energi nasional. Integrasi organisasi ini mencakup Zona 1, Zona Rokan, dan Zona 4 ke dalam struktur Regional 1 demi memastikan operasional yang lebih optimal dan berkelanjutan. Restrukturisasi ini membawa dampak positif dalam pengelolaan aset hulu migas dari ujung utara hingga selatan Sumatra, sejalan dengan program Swasembada Energi yang dicanangkan pemerintah. Dengan organisasi yang lebih efisien, PHR berupaya menjaga pasokan energi nasional dan menghadapi tantangan industri migas ke depan.

Hadapi Gejolak Energi Global, Holding PTPN Andalkan dan Optimalkan POME PLTBg PalmCo Sawit
Sawit
Minggu, 26 April 2026 | 12:01 WIB

Hadapi Gejolak Energi Global, Holding PTPN Andalkan dan Optimalkan POME PLTBg PalmCo

Jakarta, katakabar.com - Ketidakpastian harga energi fosil akibat dinamika geopolitik global dorong pelaku industri mencari strategi alternatif demi menjaga stabilitas operasional. Di sektor perkebunan, langkah antisipatif tersebut telah menunjukkan hasil melalui pemanfaatan energi baru terbarukan berbasis limbah kelapa sawit. Salah satunya dilakukan PTPN IV PalmCo, Subholding PT Perkebunan Nusantara III (Persero), mengoptimalkan pemanfaatan limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent atau POME) sebagai sumber energi. Melalui inovasi tersebut, perusahaan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) guna menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan inisiatif tersebut bukan merupakan respons jangka pendek terhadap lonjakan harga energi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. “Gejolak harga energi fosil dunia saat ini justru membuktikan bahwa pengembangan energi terbarukan yang kami lakukan adalah langkah tepat. PLTBg membantu kami mengurangi ketergantungan terhadap solar, sekaligus menjaga efisiensi biaya operasional,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, di pertengahan April 2026 lalu. Saat ini, PalmCo mengoperasikan dua fasilitas pembangkit listrik berbahan baku limbah cair sawit, yakni PLTBg Terantam dan PLTBg Tandun. Keduanya menggunakan teknologi covered lagoon untuk mengolah limbah cair menjadi biogas yang kemudian dikonversi menjadi listrik. Energi yang dihasilkan dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PPIS Tandun, serta mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Data perusahaan menunjukkan, pemanfaatan energi biogas tersebut telah menggantikan penggunaan genset berbahan bakar solar secara signifikan. Dalam periode 2023 hingga 2025, konsumsi solar berhasil ditekan hingga lebih dari 2,6 juta liter. Efisiensi tersebut berdampak langsung terhadap kinerja keuangan perusahaan. PalmCo mencatat penghematan biaya energi mencapai sekitar Rp39,5 miliar dalam tiga tahun terakhir. Direktur Strategy dan Sustainability PalmCo, Ugun Untaryo, menilai pemanfaatan POME sebagai sumber energi juga mencerminkan penerapan prinsip keberlanjutan di industri sawit. “Ini bukan sekadar efisiensi, tetapi bagian dari ekonomi sirkular. Limbah cair yang sebelumnya menjadi tantangan lingkungan kini kami olah menjadi sumber energi yang bernilai,” cerita Ugun. Ia menjelaskan, pada tahun lalu kedua fasilitas PLTBg tersebut mampu mengolah lebih dari 293.000 meter kubik limbah cair. Dari proses tersebut dihasilkan jutaan meter kubik gas metana yang dimanfaatkan sebagai energi sekaligus mencegah pelepasan emisi gas rumah kaca ke atmosfer. Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya global dalam menekan emisi dan mempercepat transisi energi. Pemanfaatan limbah sebagai sumber listrik tidak hanya menjaga efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat ketahanan energi sektor industri. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV PalmCo terus dorong pengembangan energi berbasis limbah sebagai strategi keberlanjutan sekaligus peningkatan daya saing industri perkebunan nasional. Dengan capaian tersebut, model pengelolaan energi berbasis limbah yang dikembangkan PalmCo berpotensi menjadi rujukan bagi industri perkebunan dalam menghadapi dinamika energi global secara berkelanjutan.

Krakatau Steel Dorong Kehadiran Negara Hadapi Distorsi Pasar Baja Global Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 25 Februari 2026 | 07:09 WIB

Krakatau Steel Dorong Kehadiran Negara Hadapi Distorsi Pasar Baja Global

Jakarta, katakabar.com - Struktur pasar baja global kian menunjukkan ketimpangan yang sistemik. Konsentrasi pasokan bahan baku di sisi hulu, kelebihan kapasitas produksi di berbagai negara, serta intervensi kebijakan yang agresif telah menjauhkan industri baja dari asumsi persaingan yang setara. Dalam kondisi ini, mekanisme pasar murni tidak lagi cukup untuk menjaga keberlanjutan industri nasional. Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji dari Steel dan Mining Insights, menegaskan dominasi segelintir perusahaan tambang global atas pasokan bijih besi telah melemahkan posisi tawar produsen baja di banyak negara. “Ketika struktur pasar global terdistorsi, sikap negara yang sepenuhnya pasif justru berisiko membiarkan industri domestik tergerus secara struktural,” tulis Widodo. Pembelajaran Global: Konsolidasi sebagai Instrumen Kebijakan Widodo menyoroti langkah Pemerintah Tiongkok membentuk China Mineral Resources Group (CMRG) sebagai respons kebijakan terhadap kegagalan mekanisme pasar dalam menghadapi dominasi tambang global. Melalui konsolidasi pengadaan bahan baku strategis, Tiongkok berupaya mengoreksi ketimpangan posisi tawar yang selama ini membebani industri bajanya. Kebijakan tersebut, menurut Widodo, bukan untuk menggantikan mekanisme pasar, melainkan mengoreksi kegagalan pasar yang bersifat struktural. Pengalaman ini menjadi rujukan penting bagi negara-negara lain dalam merumuskan kebijakan daya saing industri yang lebih kontekstual. Tantangan Industri Baja Nasional Dalam konteks Indonesia, tekanan struktural industri baja tidak hanya datang dari sisi bahan baku, tetapi juga dari derasnya arus impor produk baja yang terdistorsi. Kondisi ini menekan utilisasi kapasitas industri dalam negeri, melemahkan kepastian pasar, serta meningkatkan risiko investasi jangka panjang. Widodo menilai bahwa persoalan daya saing industri nasional tidak dapat disederhanakan sebagai masalah efisiensi perusahaan semata. Tanpa penataan struktur pasar, perbaikan internal hanya akan memberikan dampak yang terbatas. Krakatau Steel: Negara Hadir Jaga Ketahanan Industri PT Krakatau Steel (Persero)/Tbk. Krakatau Steel Group memandang pentingnya kehadiran negara yang presisi dalam menata struktur pasar baja nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian industri, sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan industri baja nasional membutuhkan persaingan pasar yang sehat agar mampu tumbuh berkelanjutan. “Penataan pasar domestik dan pengelolaan arus impor baja yang terukur menjadi kunci untuk menjaga ketahanan industri nasional dan memastikan industri baja Indonesia mampu bersaing secara sehat,” kata Dr. Akbar Djohan, sekaligus Chairman Indonesia Iron & Steelk9l Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Menata Arah Kebijakan Baja ke Depan Krakatau Steel Group menilai bahwa pengalaman internasional, termasuk kebijakan Tiongkok, tidak perlu ditiru secara mekanis. Namun, logika kebijakan di baliknya, yakni kehadiran negara untuk mengoreksi distorsi pasar, relevan untuk Indonesia.

Bersiap Hadapi Masa Angleb, KAI Services Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kebersihan Nasional
Nasional
Selasa, 10 Februari 2026 | 16:32 WIB

Bersiap Hadapi Masa Angleb, KAI Services Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kebersihan

Jakarta, katakabar.com - Menghadapi masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2026 yang sebentar lagi akan tiba, Resclean by KAI Services terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan, untuk itu, KAI Services menggelar program Operator Basic Cleaning Service di Auditorium Kantor Pusat KAI Services, Stasiun Mangga Besar, Jakarta, pada Selasa (3/2) hingga Jumat (7/2) lalu. Program ini bertujuan untuk memperkuat peran para supervisor yang bekerja di seluruh regional sebagai ujung tombak pengawasan dan pembinaan para petugas cleaning yang bekerja di lapangan. Program ini diikuti Asisten Manager dan Supervisor dari Head Office hingga Regional 1 hingga Regional 11 yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera sebagai bagian dari upaya penyelarasan standar kerja cleaning services secara menyeluruh. Di kegiatan ini, KAI Services menekankan pentingnya pendampingan langsung supervisor kepada para frontliner yang bekerja di lapangan untuk memberikan penjelasan dan teknik mengerjakan pekerjaan di lapangan untuk memastikan standar kebersihan yang diterapkan sesuai SOP dan konsisten. Selain itu, KAI Services menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tegas dan bertahap, serta mendorong pengurangan beban administrasi bagi tenaga lapangan agar pengawasan lebih fokus pada kondisi nyata di lapangan. Menurut Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, melalui program ini, KAI Services menegaskan komitmennya membangun layanan kebersihan yang efektif, terkontrol, dan berorientasi pada kualitas, demi mendukung kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa. “Penguatan peran supervisor merupakan langkah strategis untuk menjaga standar layanan secara berkelanjutan. Supervisor adalah kunci utama dalam memastikan standar kebersihan diterapkan secara konsisten di lapangan, apalagi sebentar lagi kita sudah akan menghadapi masa Angkutan Lebaran 2026, jadi tidak hanya petugas kebersihan yang siaga di lapangan, para supervisor kita harapkan juga ikut menjaga standar kebersihan," ulas Nyoman melalui keterangan resmi.

Lintasarta Siapkan Infrastruktur Digital Handal Hadapi Lonjakan Trafik Nataru 2025-2026 Tekno
Tekno
Rabu, 24 Desember 2025 | 16:00 WIB

Lintasarta Siapkan Infrastruktur Digital Handal Hadapi Lonjakan Trafik Nataru 2025-2026

Jakarta, katakabar.com - Menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Lintasarta memastikan kesiapan penuh infrastruktur digital nasional yang handal jaga kelangsungan layanan di tengah lonjakan aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, dan peningkatan kebutuhan layanan digital lintas sektor industri. Sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison(IOH) Group dan penyedia solusi Information and Communication Technology (ICT) terintegrasi, Lintasarta menyiagakan jaringan backbone, cloud, dan sistem keamanan siber guna menopang operasional kepada lebih dari 2.300 pelanggan korporasi dari berbagai industri strategis nasional. Momentum akhir tahun secara historis menjadi periode dengan lonjakan trafik data dan beban operasional yang signifikan, terutama pada sektor-sektor seperti perbankan dan keuangan, transportasi dan logistik, kesehatan, pemerintahan, energi, serta ekosistem digital dan teknologi. Di periode Nataru 2024-2025, trafik internet pelanggan industri tercatat meningkat hingga 111 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tren ini diproyeksikan berlanjut pada Nataru 2025-2026, seiring meningkatnya ketergantungan industri dan layanan publik terhadap sistem digital yang bersifat mission- critical. “Lonjakan trafik diakhir tahun bukan sekadar tantangan teknis, tetapi menyangkut stabilitas layanan publik dan kelangsungan aktivitas ekonomi nasional. Karena itu kesiapan infrastruktur dan keandalan layanan menjadi prioritas utama kami,” ujar Zulfi Hadi, Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta. Kesiapan 4C Jaga Layanan Strategis Nasional Dalam menghadapi periode Nataru, Lintasarta memastikan kesiapan menyeluruh pada empat pilar utama (4C) yaitu Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration. Sejalan dengan meningkatnya intensitas transaksi keuangan digital pada periode Nataru, mulai dari BI-Fast, online transfer, hingga penggunaan uang elektronik, Lintasarta memprioritaskan kesiapan infrastruktur connectivity berkapasitas tinggi untuk menjamin high bandwidth, high availability, serta low latency. Kesiapan konektivitas ini menjadi fondasi utama dalam menopang sistem transaksi yang bersifat real-time dan mission-critical. Di atas fondasi tersebut, Lintasarta memperkuat tiga pilar lainnya, cloud untuk menjamin skalabilitas dan ketersediaan sistem, cybersecurity untuk menjaga keamanan data dan transaksi, serta collaboration melalui kesiapan solusi digital untuk memastikan layanan keuangan dan sektor strategis nasional tetap berjalan aman, stabil, dan berkelanjutan sepanjang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kesiapan Operasional Layanan Lintasarta melalui connectivity operation juga mengoperasikan Network Operations Center (NOC) 24 jam penuh setiap harinya, untuk memastikan pemantauan real-time serta respons cepat. Hal ini didukung oleh kesiapan infrastruktur jaringan, spare part, dan operation management yang didukung backup dan system redundancy untuk menghadapi momen natal dan tahun baru. Kesiapan NOC, tim engineer lapangan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia maupun tim eskalasi yang beroperasi 24x7 serta dukungan mitra yang optimal, merupakan komitmen nyata untuk menjaga kehandalan serta performansi layanan untuk pelanggan sebagai prioritas utama. “Kesiapan ini bagian dari komitmen jangka panjang Lintasarta untuk menjadi mitra transformasi digital yang dapat diandalkan. Kami tidak hanya menjaga jaringan tetap menyala, tetapi memastikan pelanggan dapat menjalankan operasionalnya dengan aman, stabil, dan berkelanjutan,” ulas Zulfi Menjaga Denyut Ekonomi Digital di Penghujung Tahun Melalui kesiapan operasional dan infrastruktur yang terintegrasi, Lintasarta menegaskan perannya sebagai penopang utama ekosistem digital nasional di momen krusial akhir tahun. Di tengah meningkatnya ketergantungan industri dan masyarakat terhadap layanan digital, Lintasarta memastikan bahwa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat dilalui dengan keandalan jaringan, keamanan sistem dan kontinuitas layanan yang terjaga.

Apel Operasi LLK 2025, Kapolda Riau Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Mobilitas dan Potensi Bencana Default
Default
Jumat, 19 Desember 2025 | 23:34 WIB

Apel Operasi LLK 2025, Kapolda Riau Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Mobilitas dan Potensi Bencana

Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau Apel Pasukan Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 di halaman Mapolda Riau, Jumat (19/12). Apel ini digelar untuk memastikan kesiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, yang pimpin apel tersebut. Ia menekankan perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan agenda nasional yang setiap tahun berdampak pada meningkatnya aktivitas masyarakat. "Perayaan Natal dan Tahun Baru adalah momentum bagi saudara-saudara kita untuk melaksanakan ibadah, berkumpul bersama keluarga, dan beraktivitas di berbagai tempat. Hal ini menyebabkan meningkatnya mobilitas di banyak daerah," ujar Kapolda Riau membacakan amanat Kapolri. Kenaikan mobilitas tersebut, berdasarkan survei nasional, diprediksi meningkat 7,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi, situasi ini bersamaan dengan adanya potensi cuaca ekstrem di Tanah Air. "Berdasarkan informasi BMKG, saat ini terdapat tiga sistem siklon di wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi ini dapat menimbulkan potensi bencana alam," lanjutnya. Dengan situasi demikian, Kapolri menegaskan perlunya kesiapsiagaan seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Momentum Nataru menuntut adanya upaya yang dilakukan secara ekstra dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini membutuhkan kesigapan seluruh jajaran dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," tegasnya. Selain itu, kata Kapolda Riau, jajaran kepolisian juga diminta terus melakukan monitoring ketahanan pangan dan ketersediaan BBM, serta memastikan harga dan distribusi tetap stabil selama periode libur panjang. Kapolri juga mengingatkan agar layanan 110 dimaksimalkan sebagai sarana utama masyarakat melaporkan kondisi darurat, gangguan keamanan, maupun peristiwa lain yang memerlukan respons cepat. Operasi Lilin Lancang Kuning (LLK) 2025 akan melibatkan ribuan personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga mitra keamanan lainnya. Operasi ini bertujuan menjamin keamanan tempat ibadah, pusat keramaian, jalur transportasi, objek wisata, hingga distribusi logistik masyarakat sepanjang libur Nataru.

Sribu.com Gelar Sribufest 2025 Bekali Freelancer Berkembang Hadapi Ketidakpastian Nasional
Nasional
Rabu, 17 Desember 2025 | 15:39 WIB

Sribu.com Gelar Sribufest 2025 Bekali Freelancer Berkembang Hadapi Ketidakpastian

Jakarta, katakabar.com - Sribufest 2025 resmi digelar bak magnet sukses menarik ratusan freelancer dan pelaku industri kreatif dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkumpul, belajar, serta memperkuat diri di tengah dinamika industri yang semakin tidak menentu. Acara tahunan yang diinisiasi oleh Sribu ini usung semangat “Survive & Thrive”, dirancang untuk peserta bisa memahami perubahan industri, menemukan strategi bertahan, dan membangun karier jangka panjang di tengah perubahan cepat akibat teknologi, tekanan AI, dan ekonomi yang melesu. Digelar di CGV Grand Indonesia, Sribufest 2025 menghadirkan rangkaian sesi talkshow, storytelling berbasis pengalaman nyata, hingga komedi reflektif yang menggambarkan keseharian para pekerja kreatif di balik layar. “Tantangan terbesar freelancer hari ini adalah mencari proyek berkelanjutan, meningkatkan average income, sekaligus beradaptasi dengan AI. Saya percaya AI tidak datang untuk menggantikan manusia, tetapi membantu kita bekerja lebih cepat. Kuncinya adalah bagaimana kita belajar skill baru karena perubahan ini,” ujar Ryan Gondokusumo, CEO Sribu, lewat keterangan resmi Selasa kemarin. Tahun ini, Sribusfest menghadirkan empat figur praktisi lintas bidang. Benakribo, membahas strategi menjaga kesehatan mental sekaligus tetap relevan di tengah content chaos yang makin cepat berubah. Aryo Pamungkas, Founder Slab Studio, mengupas ketahanan kreatif dan bagaimana seniman maupun desainer harus beradaptasi terhadap ketidakpastian industri. Michelle Yap, VP Marketing Exabytes sekaligus sponsor Sribufest 2025, menawarkan sudut pandang aplikatif mengenai cara membangun sistem pemasaran yang berkelanjutan bagi pekerja kreatif. Acara ditutup Nury Zhafira dengan komedi reflektif tentang realita hidup freelancer, mulai dari revisi tak berujung hingga klien yang tiba-tiba menghilang. Salah satu pembicara, Benakribo, menekankan pentingnya ruang seperti Sribufest di tengah tekanan industri kreatif. “Dunia konten berubah cepat dan tantangannya terus bertambah. Acara seperti SRIBUFEST memberi ruang aman bagi pekerja kreatif untuk belajar, tetap waras, dan tahu arah langkah berikutnya,” jelasnya. Tidak hanya menghadirkan sesi berbagi pengalaman, Sribufest 2025 juga kembali menggelar Sribu Talent Award, sebuah tradisi tahunan yang memberikan apresiasi kepada para freelancer berprestasi di platform Sribu. Tahun ini, penghargaan diberikan dalam enam kategori: Opportunity Maker, Top Earner, Top Transaction, Sribu Academy Award, Contest Champion, dan Freelancer of The Year. Pemenang Award Opportunity Maker, Rifai (freelancer asal Jogja dengan username @mahacreative), membagikan pengalamannya: “Sribufest itu seperti recharge buat freelancer. Datang sebentar, tapi pulangnya bawa ide baru, kenalan baru, dan semangat yang naik lagi. Awarding ini rasanya seperti panggung spotlight untuk kami yang biasanya bekerja di balik layar,” ucapnya. Di tengah industri kreatif yang menuntut ketahanan mental, kecepatan beradaptasi, dan kemampuan menjual kompetensi secara mandiri, SRIBUFEST 2025 kembali menjadi ruang pengingat bahwa para freelancer tidak berjalan sendirian. “Misi kami ingin membuka lebih banyak peluang kerja bagi freelancer di Indonesia. Sribufest kami gelar untuk menciptakan ruang belajar, ruang terkoneksi, dan ruang untuk percaya diri lagi. Jika freelancer tumbuh, industri kreatif Indonesia ikut tumbuh,” sebut Ryan.

Ditlantas Polda Riau Cek Kesiapan Personel dan Kendaraan Hadapi Operasi Lilin Hukrim
Hukrim
Rabu, 17 Desember 2025 | 12:00 WIB

Ditlantas Polda Riau Cek Kesiapan Personel dan Kendaraan Hadapi Operasi Lilin

Pekanbaru, katakabar.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau menggelar apel kesiapan pengecekan kendaraan dinas dan kelengkapan personel hadapi Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 serta pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, di Lapangan RSDC Ditlantas Polda Riau, pukul 09.00 WIB. Apel kesiapan tersebut diikuti seluruh personel Ditlantas Polda Riau, meliputi personel Ditsamapta Polda Riau, serta Satlantas Polresta Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi dan kesiapan aparat dalam memberikan pengamanan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Di apel tersebut, dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel, mulai dari sikap tampang, kelengkapan dinas, hingga kondisi fisik. Selain itu, petugas juga memeriksa kelayakan kendaraan dinas patroli roda dua dan roda empat untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana operasional siap digunakan di lapangan. Ditlantas Polda Riau turut siagakan personel untuk memonitor wilayah rawan kecelakaan lalu lintas dan daerah rawan bencana. Kesiapan Tim RAICET juga dioptimalkan guna memberikan respons cepat terhadap potensi gangguan maupun keadaan darurat. Patroli tidak hanya difokuskan pada wilayah rawan banjir dan tindak pidana curat, curas, dan curanmor (C3), tetapi menyasar tempat-tempat ibadah demi menjamin rasa aman dan nyaman masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Personel di lapangan juga diinstruksikan untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait pelaksanaan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, khususnya dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas selama masa libur Nataru. Pada pelaksanaan Operasi Lilin Lancang Kuning 2025, Ditlantas Polda Riau menggencarkan kegiatan Polantas Menyapa serta menerapkan konsep Green Policing sebagai upaya preemtif dan preventif.

CLIK Biro Kredit Perkenalkan Portfolio Risk Insight Bantu Industri Hadapi Volatilitas Risiko Kredit Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 10 Desember 2025 | 21:36 WIB

CLIK Biro Kredit Perkenalkan Portfolio Risk Insight Bantu Industri Hadapi Volatilitas Risiko Kredit

Jakarta, katakabar.com - Sepanjang 2024–2025, industri perbankan mencatat dinamika risiko yang cukup kuat. NPL gross yang sempat mencapai titik terendah 2,08% pada Desember 2024 kembali meningkat menjadi 2,24 persen pada April dan 2,29 persen pada Mei 2025, sebelum turun ke 2,22 persen di Juni. Di saat yang sama, kredit terus tumbuh dari Rp7.478 triliun (Juni 2024) menjadi Rp8.059 triliun (Juni 2025), dengan komposisi terbesar berasal dari kredit modal kerja, konsumsi, dan investasi. Pertumbuhan tersebut menunjukkan kepercayaan pasar masih terjaga, tatapi memperbesar urgensi bagi lembaga keuangan untuk memantau risiko secara lebih tajam terlebih ketika banyak institusi masih menghadapi tantangan serupa: deteksi risiko yang terlambat, collection yang belum tersegmentasi, serta keputusan intervensi yang cenderung reaktif karena bergantung pada data internal saja. Menanggapi kondisi itu, CLIK (PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan) hari ini memperkenalkan Portfolio Risk Insight, solusi analitik berbasis data biro kredit yang memberikan visibilitas menyeluruh terhadap perilaku debitur, baik dari data internal (on-us) maupun eksternal (off-us). Solusi ini dirancang untuk membantu lembaga keuangan mengidentifikasi perubahan risiko lebih awal dan memprioritaskan collection melalui tujuh kategori risiko yang tervalidasi. PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) resmi meluncurkan produk Portfolio Risk Insight, sebuah produk analitik berbasis data kredit yang dirancang untuk memperkuat strategi penagihan (collection strategy) lembaga keuangan. Produk ini disusun berdasarkan metodologi pemeringkatan risiko terstruktur yang memungkinkan lembaga keuangan untuk dengan cepat mengidentifikasi debitur berdasarkan tingkat risiko, dari rendah hingga tinggi, secara cepat dan akurat. Peluncuran produk tersebut ditandai dengan penyelenggaraan acara Mini Workshop CLIK Biro Kredit pada 4 Desember 2025, dan dihadiri praktisi keuangan dari kalangan perbankan, multifinance, dan fintech peer to peer lending. Dalam diskusi tersebut, terungkap persoalan sama yang dihadapi dalam proses collection antara lain: keterlambatan dalam mendeteksi risiko, upaya collection yang belum tersegmentasi dan masih dilakukan secara manual yang membebani, serta keputusan intervensi dan recovery yang sering bersifat reaktif dan tidak berbasis data. Data terbaru dari Statistik Perbankan Indonesia, pada Juni 2025 menunjukkan bahwa kinerja risiko industri perbankan bergerak cukup fluktuatif sepanjang 2024–2025. NPL gross sektor perbankan sempat mencapai titik terendah 2,08 persen pada Desember 2024, namun kembali meningkat menjadi 2,24 persen pada April 2025, naik ke 2,29 persen pada Mei, sebelum turun kembali ke 2,22 persen pada Juni 2025. Di sisi lain, kredit perbankan bertumbuh kuat, dari Rp7.478 triliun pada Juni 2024 menjadi Rp8.059 triliun pada Juni 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan pasar yang tetap terjaga, juga menandakan perlunya pemantauan portofolio yang lebih cermat agar potensi lonjakan risiko dapat diantisipasi lebih cepat. Dilihat dari komposisi, struktur kredit Juni 2025 masih didominasi oleh kredit modal kerja sebesar 43,93.persen, disusul kredit investasi 27,28 persen, dan kredit konsumsi 28,81 persen. Pola konsumsi yang tinggi dan perilaku pinjaman yang semakin tersebar di banyak lembaga membuat kemampuan memonitor risiko lintas institusi menjadi semakin krusial. Leonardo Lapalorcia, Direktur Utama CLIK mengatakan di sela-sela acara bahwa dalam lanskap industri jasa keuangan yang semakin kompetitif, kemampuan mengelola risiko dan menjaga kualitas portofolio kini menjadi penentu utama keberlanjutan bisnis dan bukan sekadar kemampuan menyalurkan pinjaman. “Keunggulan hanya dapat dicapai ketika lembaga keuangan memiliki gambaran risiko menyeluruh dan mampu menyeimbangkan antara ekspansi dan kehati-hatian. “Di sinilah CLIK berperan menyediakan solusi data dan analitik yang memperkuat akurasi pemetaan risiko, ketajaman segmentasi, dan kemampuan prediktif, sehingga keputusan kredit dapat diambil dengan dasar yang lebih kuat dan terukur,” tambahnya. Lebih jauh Leonardo mengatakan bahwa dalam kondisi pasar bergerak cepat dan risiko berkembang dinamis, mengandalkan data internal saja tidak lagi memungkinkan lembaga keuangan memahami perilaku peminjam secara utuh. “Mereka perlu melihat apa yang terjadi di luar portofolio mereka untuk mengambil langkah yang lebih tepat. Portfolio Risk Insight memberikan fondasi tersebut menyediakan visibilitas menyeluruh, memperkuat kualitas portofolio, dan membantu lembaga keuangan mengambil keputusan yang lebih percaya diri, proaktif, dan bertanggung jawab,” tegasnya. Portfolio Risk Insight dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menggabungkan informasi Off-Us (data eksternal) dan On-Us (data internal). Dengan pendekatan segmentasi perilaku dan indikator prediktif, Portfolio Risk Insight membantu lembaga mengenali pola risiko yang mungkin luput dari pantauan internal. Dalam banyak kasus, segmen yang tampak stabil secara internal menunjukkan gejala penurunan justru ketika dilihat melalui perilaku nasabah di lembaga lain. Chief Digital Transformation Officer CLIK, Lucky Herviana, menjelaskan bahwa Portfolio Risk Insight dikembangkan sebagai panduan navigasi bagi lembaga keuangan dalam mengelola risiko, bukan sekadar alat yang menampilkan angka. “Lembaga keuangan kini dapat memanfaatkan data biro kredit untuk memperoleh visibilitas yang tidak mungkin diperoleh dari data on-us saja. Solusi ini menghilangkan blind spot, mendeteksi risiko lebih awal, dan memprioritaskan upaya penagihan melalui tujuh kategori risiko yang tervalidasi,” ujarnya. Menurut Lucky, kekuatan utama Portfolio Risk Insight terletak pada kemampuannya menerjemahkan data menjadi arahan yang jelas dan dapat ditindaklanjuti. “Ini bukan tentang menambah data baru, tetapi tentang membaca data dengan lebih tepat. Insight off-us sangat penting untuk memahami arah pergerakan risiko. Dengan itu, lembaga dapat merespons lebih cepat dan menjaga portofolionya tetap sehat,” jelas Lucky menutup keterangannya.

Polres Kepulauan Meranti Tegaskan Siap Hadapi Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi Riau
Riau
Rabu, 05 November 2025 | 20:00 WIB

Polres Kepulauan Meranti Tegaskan Siap Hadapi Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Polres Kepulauan Meranti, Polda Riau, tegaskan siap hadapi potensi bencana alam di wilayahnya, terutama menghadapi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di penghujung tahun. Hal ini ditegaskan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, saat kegiatan Apel Kesiapan Tanggap Darurat Cuaca Ekstrem serta Bencana Hidrometeorologi Provinsi Riau Tahun 2025 yang digelar di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (5/11). Kapolres hadir langsung di apel tersebut bersama unsur Forkopimda, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, Ketua DPRD Khalid Ali, serta perwakilan TNI, OPD, BPBD, perusahaan swasta, dan masyarakat peduli api. AKBP Aldi menegaskan Polres Kepulauan Meranti siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana akibat curah hujan tinggi, angin kencang, dan gelombang pasang yang kerap terjadi di Kepulauan Meranti. "Polres Kepulauan Meranti berkomitmen menjaga keselamatan masyarakat melalui langkah-langkah tanggap darurat, patroli wilayah rawan, serta koordinasi lintas instansi. Kesiapsiagaan ini bukan hanya simbol, tetapi bentuk tanggung jawab kami untuk hadir melindungi masyarakat," terangnya. Ia menambahkan, seluruh personel telah diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan di titik-titik rawan banjir serta wilayah pesisir yang berisiko terdampak naiknya permukaan air laut. Sedang, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana Ia menekankan apel ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kesiapan nyata seluruh unsur dalam mengantisipasi dan menanggulangi dampak bencana di wilayah Kepulauan Meranti. Kegiatan apel yang diikuti oleh personel Polres Kepulauan Meranti, TNI, Satpol PP, BPBD, serta perwakilan perusahaan dan masyarakat peduli api ini berlangsung dengan khidmat.