MoraRepublic dan HMN Tech Bangun Jalur Arteri Digital Menghubungkan Indonesia dan Singapura Internasional
Internasional
Selasa, 07 Juli 2026 | 10:39 WIB

MoraRepublic dan HMN Tech Bangun Jalur Arteri Digital Menghubungkan Indonesia dan Singapura

Jakarta, katakabar.com - MoraRepublic dan HMN Tech berhasil selesaikan Factory Acceptance Testing (FAT) untuk proyek kabel bawah laut MIC-3, menandai langkah penting dalam memperkuat konektivitas digital berkapasitas tinggi antara Indonesia dan Singapura. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) bersama HMN Technologies Co., Limited (HMN Tech) berhasil menyelesaikan Factory Acceptance Testing (FAT) untuk perangkat wet plant pada proyek Moratelindo International Cable System-3 (MIC-3). Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sistem kabel bawah laut yang akan menghubungkan Indonesia dan Singapura melalui infrastruktur berkapasitas tinggi. Proyek MIC-3 menghubungkan Singapura dengan Pulau Batam, Indonesia, melalui pemasangan dua 32FP branching unit di sepanjang jalur kabel bawah laut. Ke depan, MoraRepublic juga berencana memperluas konektivitas ke berbagai destinasi potensial melalui dua reserved branching unit yang telah disiapkan, termasuk menuju Jakarta. Sistem ini akan menghadirkan komunikasi berkecepatan tinggi antara Singapura sebagai salah satu gerbang digital internasional dan Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Selain memperkuat konektivitas kedua negara, MIC-3 juga akan mendorong interkoneksi infrastruktur digital di koridor Singapura–Johor–Batam, mempercepat pertumbuhan ekonomi digital, serta mendukung perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan pusat data di kawasan Asia Tenggara. Sistem MIC-3 dirancang dengan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan masa depan melalui penggunaan dua 32FP branching unit terbaru dari HMN Tech yang dilengkapi dengan teknologi 16FP optical switch terdepan di industri. Teknologi ini menghadirkan kemampuan optical switching berperforma tinggi yang memungkinkan proyek MIC-3 mendukung akses yang lebih fleksibel bagi dua sistem 16FP di masa mendatang, sekaligus menyediakan skalabilitas yang memadai untuk mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan jaringan. Selain itu, teknologi optical switch tersebut memungkinkan proses pengalihan layanan komunikasi secara presisi dan fleksibel antara jalur utama (trunk) dan jalur percabangan (branch). Kemampuan ini memungkinkan sistem beradaptasi secara dinamis terhadap peningkatan kebutuhan bandwidth seiring berkembangnya ekonomi digital, sekaligus memberikan nilai strategis jangka panjang bagi pertumbuhan ekosistem digital regional. Sebagai salah satu jalur strategis yang menghubungkan pusat-pusat digital di Asia Tenggara, proyek MIC-3 menggunakan kabel bawah laut repeatered 32FP milik HMN Tech yang menawarkan kapasitas sangat tinggi (ultra-high capacity) serta latensi yang sangat rendah (ultra-low latency). Infrastruktur ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan bandwidth yang terus meningkat di kawasan sekaligus menjadi fondasi jaringan yang kokoh bagi perkembangan industri digital regional. Setelah mulai beroperasi secara komersial, sistem MIC-3 akan terintegrasi dengan jaringan domestik maupun internasional yang telah dimiliki MoraRepublic. Sinergi tersebut diharapkan dapat semakin mempercepat kolaborasi digital antarnegara di Asia Tenggara. Michael C. McPhail, Chief Technology Officer MoraRepublic, mengatakan bahwa proyek kabel bawah laut MIC 3 merupakan salah satu inisiatif strategis perusahaan dalam memperkuat interkoneksi digital di kawasan. "Proyek kabel bawah laut MIC-3 merupakan inisiatif strategis utama dalam memperkuat interkoneksi digital regional. Proyek ini menghadirkan gerbang konektivitas berkapasitas tinggi yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura, sekaligus memungkinkan perluasan cakupan jaringan berkapasitas besar di masa depan melalui fleksibilitas branching yang telah disiapkan. Kehadiran MIC-3 akan memberikan dorongan baru bagi pertumbuhan ekonomi digital di kawasan," ujar Michael. Executive Vice President HMN Tech, Ma Yanfeng, mengatakan bahwa HMN Tech bangga dapat mendukung MoraRepublic dalam membangun jaringan backbone kabel bawah laut berkecepatan tinggi. "Seiring dengan berkembangnya teknologi AI di tingkat global, kebutuhan akan konektivitas internasional terus bergerak menuju kapasitas yang lebih besar, fleksibilitas yang lebih tinggi, serta ketahanan jaringan yang semakin kuat. Ke depan, HMN Tech akan terus mendukung konektivitas digital global melalui teknologi inti yang dirancang untuk era kecerdasan buatan," jelasMa Yanfeng.

Jembatan Tak Terlihat: Bagaimana Infrastruktur Digital Diam-diam Ubah Hubungan India dan Indonesia Opini
Opini
Selasa, 07 Juli 2026 | 08:29 WIB

Jembatan Tak Terlihat: Bagaimana Infrastruktur Digital Diam-diam Ubah Hubungan India dan Indonesia

Oleh: Sachin V. Gopalan Jakarta, katakabar.com - Ketika Perdana Menteri India, Narendra Modi tiba di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026, kunjungannya akan dilihat dari berbagai sudut pandang. Para diplomat akan menyoroti kemitraan strategis. Pelaku bisnis akan mencari peluang investasi baru. Para analis keamanan akan mengamati dinamika keseimbangan kekuatan di kawasan Indo-Pasifik. Tetapi, di balik tema-tema yang sudah akrab tersebut, terdapat kisah yang jauh lebih tenang, tetapi mungkin akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan perjanjian perdagangan atau kerja sama pertahanan mana pun. India dan Indonesia kini semakin menemukan titik temu pada bidang yang akan menentukan daya saing ekonomi abad ke-21: Digital Public Infrastructure (DPI) atau Infrastruktur Digital Publik. Pentingnya momentum ini melampaui teknologi. Yang sedang terjadi adalah bagaimana dua negara demokrasi terbesar di dunia, yang secara bersama-sama mewakili hampir 1,7 miliar penduduk, dapat bekerja sama membangun sistem digital yang inklusif, terjangkau, dan berdaulat. Ketika Presiden RI, H Prabowo Subianto berkunjung ke India pada Januari 2025 sebagai tamu utama perayaan Hari Republik India, yang sekaligus menandai 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, kedua pemerintah menempatkan kerja sama digital sebagai salah satu pilar strategis hubungan bilateral. Pernyataan bersama yang diterbitkan setelah kunjungan tersebut menegaskan bahwa teknologi, transformasi digital, dan infrastruktur digital publik merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi masa depan. Komitmen tersebut kini mulai bergerak dari deklarasi menuju implementasi. Pada Maret 2025, delegasi tingkat tinggi beranggotakan sepuluh orang dari Dewan Ekonomi Nasional Indonesia berkunjung ke India secara khusus untuk mempelajari kerangka kebijakan Digital Public Infrastructure India. Sejak saat itu, kedua negara juga mulai mengimplementasikan nota kesepahaman mengenai kerja sama digital. Momentum tersebut tidak bisa datang pada waktu yang lebih tepat. Membangun Jembatan Digital Baru "Dalam beberapa dekade terakhir, India dan Indonesia dihubungkan oleh geografi, sejarah, dan budaya. Kini kita memiliki kesempatan untuk membangun jembatan baru antara kedua negara, yaitu jembatan digital yang memungkinkan inovasi, inklusi, dan kesejahteraan bersama dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya." Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, ketika membahas pentingnya kerja sama digital antara kedua negara. Menurutnya, jaringan digital terbuka dapat memberikan daya ungkit struktural bagi Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dengan memperluas pasar bagi pelaku usaha kecil yang selama ini masih menghadapi keterbatasan geografis maupun digital. Indonesia saat ini sedang menjalani apa yang dapat disebut sebagai kalibrasi ulang strategi nasional. Di saat Indonesia berupaya memperkuat kedaulatan ekonomi dan ketahanan nasional, negara ini juga memperluas hubungan dengan berbagai pusat kekuatan dunia. Eropa semakin penting dalam kerja sama teknologi dan mineral kritis. Timur Tengah menjadi sumber investasi dan kemitraan ketahanan pangan. China tetap menjadi mitra utama dalam investasi manufaktur dan industri. Amerika Serikat dan negara-negara Barat masih memainkan peran penting dalam akses pasar dan keseimbangan geopolitik. Sedang, India muncul sebagai mitra pilihan Indonesia dalam bidang Digital Public Infrastructure dan kolaborasi teknologi berskala populasi. Hal tersebut bukanlah sebuah kebetulan. Pelajaran dari India Selama satu dekade terakhir, India telah membangun salah satu ekosistem Digital Public Infrastructure paling sukses di dunia. Alih-alih bergantung pada platform tertutup dan teknologi yang mahal, India membangun fondasi digital terbuka yang memungkinkan inovasi berkembang dalam skala besar. Hasilnya sangat signifikan. Aadhaar, sistem identitas biometrik India, telah mencatat lebih dari 150 miliar transaksi autentikasi dan memberikan identitas digital kepada hampir seluruh populasi dewasa India. Sementara itu, Unified Payments Interface (UPI) memproses lebih dari 17.221 crore transaksi pada tahun 2024 dan menyumbang sekitar 83 persen dari total transaksi pembayaran digital India. Dalam tujuh tahun terakhir, sistem tersebut mencatat pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 114 persen. Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan mengakui UPI sebagai sistem pembayaran ritel real-time terbesar di dunia berdasarkan volume transaksi, yang mencakup hampir 49 persen dari seluruh transaksi pembayaran real-time global. India kini telah menandatangani kerja sama Digital Public Infrastructure dengan 23 negara, dan sistem UPI telah beroperasi di delapan negara, mulai dari Singapura hingga Prancis. Tantangan Indonesia Serupa Indonesia saat ini menghadapi banyak tantangan yang sebelumnya juga dihadapi India. Bagaimana mendigitalisasi masyarakat yang tersebar di ribuan pulau? Bagaimana memastikan pelaku usaha kecil mampu bersaing di tengah dominasi platform besar? Bagaimana mencegah ketergantungan digital berubah menjadi bentuk baru ketergantungan ekonomi? Dan bagaimana membangun sistem teknologi yang melayani kepentingan nasional tanpa menciptakan ketergantungan terhadap vendor tertentu? Pertanyaan-pertanyaan tersebut kini berada di pusat agenda transformasi digital Indonesia. Indonesia memiliki lebih dari 200 juta pengguna internet seluler, sementara nilai ekonomi digital sektor e-commerce diperkirakan mencapai 194,5 miliar dolar AS pada 2030. ION dan Masa Depan Perdagangan Digital Salah satu contoh paling nyata dari poros digital baru India-Indonesia adalah Indonesia Open Network (ION), yang diperkirakan akan mencatat transaksi perdananya saat pertemuan antara Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto. Terinspirasi dari keberhasilan Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, ION dibangun menggunakan protokol terbuka Beckn 2.0. Berbeda dengan marketplace tradisional, ION berfungsi sebagai jalur digital netral yang menghubungkan pembeli, penjual, penyedia logistik, sistem pembayaran, dan lembaga keuangan dalam satu ekosistem yang interoperabel. Ambisinya sangat besar. Saat ini, banyak UMKM Indonesia masih belum menikmati manfaat penuh dari ekonomi digital. Komisi dan biaya platform yang sering kali berkisar antara 25 hingga 40 persen dari nilai transaksi menjadi hambatan bagi pedagang kecil, petani, koperasi, dan pelaku usaha di daerah. Ketua APINDO, Shinta Kamdani, pernah menyampaikan bahwa fase pertumbuhan ekonomi Indonesia berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan memastikan UMKM tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga menjadi pelaku aktif dalam ekonomi digital. ION berupaya menurunkan biaya transaksi hingga di bawah 8 persen, sejalan dengan visi Presiden Prabowo mengenai ekonomi digital yang lebih inklusif. Tujuannya sederhana tetapi sangat kuat: memungkinkan siapa pun menjual apa pun, dari mana pun, kepada siapa pun. Melalui interoperabilitas logistik, pembiayaan terintegrasi, konektivitas sistem pembayaran, serta penguatan ekosistem perdagangan di tingkat desa, ION menargetkan lebih dari 30 juta penjual dan 150 juta pembeli di 38 provinsi Indonesia. Mantan Managing Director ONDC, T. Koshy, yang kini menjadi penasihat berbagai inisiatif perdagangan digital Indonesia, menyatakan bahwa jaringan terbuka berhasil karena mendemokratisasi peluang, bukan memusatkannya. Konektivitas Pembayaran Inisiatif kedua yang tidak kalah penting adalah integrasi antara sistem pembayaran UPI India dan QRIS Indonesia. QRIS telah menunjukkan bagaimana pembayaran interoperabel dapat mengubah perekonomian secara besar-besaran. Hingga akhir 2025, QRIS telah digunakan oleh 59 juta pengguna dan 42 juta merchant, melampaui target tahunan yang ditetapkan. Sistem tersebut memproses 13,66 miliar transaksi sepanjang tahun, jauh di atas target 6,5 miliar transaksi. QRIS Cross Border kini telah beroperasi di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Bank Indonesia juga tengah mengeksplorasi integrasi formal dengan UPI India. Apabila terwujud, integrasi tersebut berpotensi menciptakan salah satu koridor pembayaran paling penting di Asia. Bagi destinasi seperti Bali, yang jumlah wisatawan India terus meningkat, pembayaran lintas negara yang mulus akan menghilangkan salah satu hambatan terakhir dalam pengalaman perjalanan. Lebih penting lagi, langkah ini akan menjadi fondasi bagi koridor perdagangan digital antara ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pakar transformasi digital, Dr. Bayu Prawira Hie, bahkan menegaskan bahwa interoperabilitas bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan isu daya ungkit ekonomi. Infrastruktur Digital yang Berdaulat Bidang kerja sama ketiga mungkin akan menjadi yang paling strategis. Protean e-Gov Technologies, salah satu perusahaan yang berperan membangun berbagai lapisan Digital Public Infrastructure India, saat ini menjajaki peluang untuk mendukung ambisi DPI nasional Indonesia. Visi yang dibangun melampaui implementasi teknologi. Melalui inisiatif Digital Nusantara, Dewan Ekonomi Nasional menargetkan pembangunan infrastruktur digital nasional yang terpadu, interoperabel, dan dapat dikembangkan dalam skala besar untuk mendukung layanan pemerintah, bantuan sosial, dan pemberdayaan UMKM. Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital juga memiliki ambisi untuk menjadikan Indonesia bukan hanya konsumen teknologi digital, tetapi juga produsen solusi digital bagi kawasan ASEAN. Ketua Dewan TIK Nasional, Ilham Habibie, bahkan menegaskan bahwa daya saing Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan membangun kapasitas digital yang berdaulat dan tidak sepenuhnya bergantung pada platform impor. Modernisasi Pasar Modal Inisiatif keempat menyentuh bidang yang semakin penting bagi Indonesia, yaitu modernisasi pasar modal. Pasar saham Indonesia saat ini menghadapi perhatian yang semakin besar terkait tata kelola, transparansi, dan kepercayaan investor. Diskusi tengah berlangsung dengan perusahaan teknologi India seperti Remiges Technologies serta berbagai institusi yang terkait dengan ekosistem Bursa Efek Bombay untuk mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengawasan pasar, integritas pasar, dan platform investasi digital. India telah melakukan modernisasi pasar modalnya melalui teknologi dan otomatisasi sejak tiga dekade lalu. Pengalaman tersebut memiliki relevansi langsung bagi Indonesia. CEO InvestorTrust Media dan DataTrust, Primus Dorimulu, menyatakan bahwa pasar modal Indonesia kini memasuki fase baru ketika kepercayaan dan transparansi berbasis teknologi akan menjadi faktor penting dalam menarik investor jangka panjang. Jembatan Tak Terlihat Jika dilihat secara terpisah, seluruh inisiatif tersebut mungkin tampak sangat teknis. Namun jika dilihat secara keseluruhan, semuanya menceritakan sebuah kisah yang jauh lebih besar. Hubungan India dan Indonesia kini berkembang melampaui perdagangan dan diplomasi menuju sesuatu yang lebih mendasar, yaitu penciptaan bersama infrastruktur digital yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, inklusi, dan inovasi dalam skala populasi. Jika abad ke 20 menghubungkan negara-negara melalui jalur pelayaran dan rute perdagangan, maka abad ke-21 akan semakin menghubungkan negara melalui jalur digital. Kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi hadir pada saat Indonesia sedang mencari mesin pertumbuhan baru, ketahanan ekonomi yang lebih kuat, dan pembangunan yang lebih inklusif. Digital Public Infrastructure mungkin tidak akan menghasilkan perhatian sebesar investasi bernilai miliaran dolar. Tetapi dampak jangka panjangnya terhadap perdagangan, keuangan, tata kelola pemerintahan, dan kehidupan ekonomi sehari-hari dapat jauh lebih besar.

India dan Indonesia: Hubungan Kuno Terjalin Melalui Sejarah, Budaya dan Kehidupan Sehari-hari Opini
Opini
Minggu, 05 Juli 2026 | 13:15 WIB

India dan Indonesia: Hubungan Kuno Terjalin Melalui Sejarah, Budaya dan Kehidupan Sehari-hari

Oleh: Dr. Manish Shrivastava* Jakarta, katakabar.com - Jauh sebelum ada kedutaan besar, kunjungan kenegaraan, atau perjanjian diplomatik, hubungan India dan Indonesia telah dimulai dari laut. Para pedagang, biksu, cendekiawan, perajin, pendongeng, dan peziarah tidak hanya membawa barang dagangan melintasi samudra. Mereka juga membawa bahasa, aksara, kepercayaan, kisah-kisah, tradisi kuliner, serta cara pandang terhadap kehidupan. Di tengah lalu lintas manusia dan gagasan itu, sosok Resi Agastya turut memasuki imajinasi masyarakat Nusantara. Di Pulau Jawa, ia dikenang sebagai guru yang membawa ajaran Hindu, disiplin, dan nilai-nilai spiritual. Kehadirannya dalam tradisi candi, termasuk di Prambanan, menunjukkan betapa dalamnya pengaruh pemikiran India yang kemudian bertransformasi menjadi bagian dari identitas Indonesia sendiri. Kerajaan-kerajaan kuno semakin mempererat hubungan tersebut. Sriwijaya di Sumatra berkembang menjadi pusat pembelajaran agama Buddha yang memiliki hubungan erat dengan Universitas Nalanda di India. Di Jawa dan Bali, kisah Ramayana dan Mahabharata menemukan kehidupan baru melalui tari, teater, seni pahat, penamaan, hingga berbagai ritual budaya. Bagi seorang India yang berdiri di hadapan Candi Borobudur atau Prambanan, sering kali muncul perasaan yang sulit dijelaskan. Kisah-kisahnya terasa akrab, tetapi cara masyarakat Indonesia menghidupkannya benar-benar memiliki karakter yang khas. Barangkali penyair besar India, Rabindranath Tagore, juga merasakan hal serupa ketika mengunjungi Jawa dan Bali pada tahun 1927. Sebagai seorang penyair, ia mampu melihat hal-hal yang sering luput dari perhatian para pelancong. Ia menyaksikan candi, tari, musik, ritual, dan kehidupan masyarakat desa. Namun yang paling membekas baginya adalah bagaimana keindahan begitu menyatu secara alami dalam kehidupan sehari-hari. Tagore menemukan gema India di Indonesia, tetapi setiap gema itu telah memperoleh suaranya sendiri. Kisah-kisah epik tetap hidup, namun bergerak dengan kelembutan budaya Jawa. Pemikiran Hindu tetap bertahan, tetapi di Bali berkembang melalui upacara adat, sesajen, kehidupan komunal, dan penghormatan terhadap alam. Musik gamelan memiliki kesabarannya sendiri. Tarian berbicara melalui keheningan. Gerak tubuh berlangsung perlahan, ekspresi tetap tenang, tetapi pesannya mampu menyentuh hati. Saya sendiri berkali-kali merasakan pengalaman serupa. Di Indonesia, masa lalu jarang hadir secara mencolok. Ia hidup tenang di balik nama-nama orang, upacara adat, candi, tradisi keluarga, bahkan dalam cara masyarakat memaknai waktu. Perjuangan kemerdekaan kemudian memberikan makna emosional yang lebih dalam bagi kedekatan kedua bangsa. India dan Indonesia sama-sama pernah merasakan pahitnya penjajahan. Masyarakat di kedua negara memahami bagaimana rasanya ketika tanah, perdagangan, pendidikan, bahkan martabat bangsa berada di bawah kendali pihak asing. Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945 dan harus berjuang panjang memperoleh pengakuan internasional. India menyusul meraih kemerdekaan dua tahun kemudian. Saat itu, berbagai bangsa di Asia sedang merebut kembali suara dan identitas mereka setelah berabad-abad hidup di bawah kolonialisme. Dukungan India terhadap Indonesia bukan semata-mata lahir dari kepentingan diplomatik. Dukungan itu juga tumbuh dari kesamaan pengalaman sejarah, dari rasa hormat satu peradaban tua terhadap peradaban tua lainnya yang sedang berusaha kembali menemukan tempatnya di dunia. Laut memang memisahkan kedua negara. Bahasa dan pengalaman kolonial pun berbeda. Namun makna kebebasan yang dirasakan masyarakat keduanya sangatlah serupa. Setelah sama-sama merdeka, hubungan India dan Indonesia memperoleh bentuk resmi melalui berbagai kerja sama antarnegara. Namun bagi mereka yang pernah hidup di kedua negeri ini, hubungan tersebut selalu terasa melalui hal-hal sederhana. Saya menemukannya dalam nama-nama seperti Dewi, Putri, Indra, Wisnu, dan Surya. Saya melihatnya dalam pertunjukan Ramayana di Jawa, ketika cerita berasal dari India, tetapi gerak tari, irama musik, dan suasananya sepenuhnya milik Indonesia. Saya juga menemukannya di Bali. Seorang pengunjung dari India mungkin mendengar mantra-mantra yang familiar, tetapi akan menyaksikan cara beribadah, sesajen, kehidupan pura, dan kedisiplinan masyarakat yang berbeda namun tetap terasa dekat. Saya merasakannya pula di Jakarta, tempat makanan India, film Bollywood, yoga, Ayurveda, dunia usaha, pendidikan, dan komunitas India hidup berdampingan secara harmonis dengan keramahan masyarakat Indonesia, bahasa Indonesia, tata krama, dan budaya lokal. Kunjungan resmi dari India ke Indonesia pada bulan Juli ini menjadi bagian dari tradisi panjang tersebut. Bagi saya pribadi, kunjungan ini menyentuh sesuatu yang telah saya alami dalam kehidupan sehari-hari selama bertahun-tahun. Saya datang ke Indonesia sebagai seorang profesional biasa dari India. Hal pertama yang ditantang negeri ini bukanlah kemampuan saya bekerja, melainkan cara saya memandang waktu. Saya datang dengan kebiasaan khas India: ingin bertanya cepat, mengambil keputusan cepat, menindaklanjuti pekerjaan dengan cepat, dan menganggap bahwa jika sesuatu sudah jelas bagi saya, maka tentu akan segera jelas pula bagi orang lain. Indonesia tidak pernah memperdebatkan kebiasaan itu. Indonesia hanya membuat saya belajar menunggu. Sebuah percakapan sering kali dimulai dengan secangkir teh. Sebuah keputusan lahir setelah banyak percakapan kecil. Bahkan sebuah kata "ya" pun membutuhkan waktunya sendiri. Kata nanti dapat memiliki begitu banyak makna. Pada awalnya saya merasa gelisah. Namun perlahan saya memahami bahwa masyarakat Indonesia bukan sedang menguji efisiensi saya. Mereka hanya ingin mengetahui apakah saya dapat dipercaya, apakah saya mampu mendengarkan, dan apakah saya tetap tenang ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai jadwal yang saya buat. Saat Idul Fitri pertama saya di Indonesia, saya mendengar ucapan, "Mohon maaf lahir dan batin." Ucapan itu langsung mengingatkan saya pada tradisi Jain di India yang mengenal ungkapan Micchāmi Dukkaḍaṃ, yaitu permohonan maaf atas segala kesalahan yang dilakukan, baik disengaja maupun tidak. Bahasanya berbeda. Tradisi agamanya pun berbeda. Namun maknanya terasa sangat akrab. Saya melihat keluarga saling mengunjungi, membawa makanan, meminta maaf, berbicara dengan lembut, serta menempatkan hubungan antarmanusia di atas ego pribadi. Nilai-nilai serupa juga saya temukan dalam keluarga-keluarga di India, terkadang saat perayaan, setelah terjadi perselisihan keluarga, atau melalui penghormatan yang diberikan kepada orang tua tanpa perlu dijelaskan alasannya. Pengalaman-pengalaman kecil inilah yang kemudian menjadi benih lahirnya buku saya, Sabar, Sambal & Survival. Kini, setiap kali memikirkan hubungan India dan Indonesia, yang terlintas justru momen-momen sederhana tersebut. Seorang warga India yang belajar berbahasa Indonesia sebelum bertamu ke rumah orang Indonesia. Seorang sahabat Indonesia yang dengan sabar menjelaskan adat setempat tanpa membuat orang asing merasa canggung. Sebuah meja makan tempat sambal berdampingan dengan masakan India, dan keduanya terasa sama-sama pantas berada di sana. Atau ucapan selamat hari raya yang membawa semangat saling memaafkan, meski diucapkan dalam bahasa yang berbeda. Indonesia mengajarkan saya cara baru memahami manusia, tata krama, penghormatan, humor, makanan, agama, keluarga, bahasa, dan rasa memiliki. Di India, saya sering mendengar pepatah, "Sabr ka phal meetha hota hai" yang berarti "buah kesabaran itu manis." Tetapi setelah tinggal di Indonesia, saya memahami maknanya secara berbeda. Di sini, kesabaran tidak pernah diajarkan melalui nasihat. Kesabaran hadir melalui proses menunggu, secangkir teh, keheningan, keluarga, makanan, senyuman, dan terkadang sedikit sambal di sampingnya. Ketika akhirnya kita benar-benar memahaminya, kesabaran bukan lagi sekadar terasa manis. Ia memiliki rasa. *Dr. Manish Shrivastava adalah penulis dan profesional asal India yang berbasis di Jakarta. Ia telah tinggal dan bekerja di Indonesia sejak 2008 serta memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang layanan kesehatan berbasis Ayurveda, termasuk lebih dari sepuluh tahun memimpin bisnis Himalaya di Indonesia dan memperkenalkan produk-produk kesehatan berbasis Ayurveda kepada masyarakat Indonesia. Ia telah menulis 14 buku, termasuk seri sepuluh buku berjudul Krantidoot yang mengangkat kisah para pejuang kemerdekaan India yang kurang dikenal. Buku terbarunya, Sabar, Sambal & Survival, merefleksikan pengalaman hidupnya di Indonesia sekaligus kedekatan budaya antara India dan Indonesia.

Ini Lima CRM Indonesia Terbaik Versi Google Review Teknologi
Teknologi
Senin, 29 Juni 2026 | 21:55 WIB

Ini Lima CRM Indonesia Terbaik Versi Google Review

Jakarta, katakabar.com - Barantum satukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API satu dashboard, guna memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Di mana gasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Di tengah persaingan bisnis semakin ketat, menjaga hubungan dengan pelanggan jadi tantangan yang tidak bisa dianggap sepele. Banyak perusahaan berhasil meningkatkan jumlah leads dan pelanggan, tetapi justru mulai menghadapi masalah baru ketika proses penjualan dan layanan pelanggan tidak lagi bisa dikelola secara manual. Kondisi ini membuat semakin banyak perusahaan mencari sistem CRM yang mampu membantu mengelola data pelanggan, memantau aktivitas tim, dan memastikan tidak ada peluang bisnis yang terlewat. Salah satu indikator sering digunakan untuk menilai kualitas penyedia CRM adalah ulasan pengguna di Google, karena mencerminkan pengalaman nyata perusahaan yang telah menggunakan layanan tersebut. Ketika Pertumbuhan Bisnis Membikin Pengelolaan Pelanggan Kian Sulit Pertumbuhan bisnis memang membawa lebih banyak pelanggan dan peluang penjualan. Tetapi, banyak perusahaan mulai menghadapi tantangan baru ketika jumlah leads dan aktivitas pelanggan meningkat lebih cepat dibandingkan kemampuan tim dalam mengelolanya. Akibatnya, follow up sering terlambat, calon pelanggan tidak mendapatkan respon tepat waktu, dan peluang penjualan pun hilang begitu saja. Masalah lain muncul ketika data pelanggan tersebar di berbagai tempat, mulai dari spreadsheet, WhatsApp, email, hingga aplikasi yang berbeda. Kondisi ini membuat tim sales dan customer service sering bekerja dengan informasi yang tidak sama, sehingga pelanggan harus mengulang penjelasan berulang kali dan berisiko menerima informasi yang tidak konsisten. Di sisi manajemen, pemantauan kinerja tim dan pipeline penjualan menjadi semakin sulit karena laporan masih dikumpulkan secara manual. Sementara itu, pelanggan kini mengharapkan respon cepat melalui berbagai kanal komunikasi. Ketika volume percakapan terus meningkat, tim mulai kewalahan menangani seluruh interaksi yang masuk dan kualitas layanan pun ikut terdampak. Kondisi inilah yang membuat banyak perusahaan mulai mencari tahu apa sebenarnya crm adalah dan bagaimana sistem tersebut dapat membantu bisnis mengelola pelanggan secara lebih terstruktur. Penilaian Tertinggi di Google Atasi Tantangan Pengelolaan Pelanggan  Google Review sering menjadi salah satu referensi bagi perusahaan sebelum memilih vendor teknologi. Selain menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan, ulasan juga memberikan gambaran mengenai kualitas produk, layanan implementasi, hingga dukungan purna jual yang diberikan. 1. Barantum ● Rating Google: 4.9 / 5 ● Jumlah Ulasan: 1.200+ ulasan ● Sentimen Positif: Fitur lengkap, mudah digunakan, harga relatif terjangkau, serta tim support yang cepat dan responsif. ● Keluhan Umum: Beberapa fitur advanced seperti chatbot, AI Agent, campaign call, dan custom integrasi hanya tersedia pada paket Professional atau Enterprise. 2. Zoho ● Rating Google: Tidak tersedia ● Jumlah Ulasan: Tidak tersedia ● Sentimen Positif: Harga relatif terjangkau, fitur CRM lengkap, dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan bisnis. ● Keluhan Umum: Integrasi tertentu memerlukan konfigurasi tambahan dan kurva belajar bagi pengguna baru. 3. Salesforce ● Rating Google: Tidak tersedia ● Jumlah Ulasan: Tidak tersedia ● Sentimen Positif: Fitur CRM enterprise sangat lengkap dengan kemampuan analitik dan AI yang kuat. ● Keluhan Umum: Biaya implementasi dan pengelolaan relatif tinggi, terutama untuk bisnis yang baru berkembang. 4. HubSpot ● Rating Google: Tidak tersedia ● Jumlah Ulasan: Tidak tersedia ● Sentimen Positif: Antarmuka mudah digunakan, onboarding cepat, serta integrasi marketing dan sales yang kuat. ● Keluhan Umum: Biaya berlangganan meningkat cukup signifikan ketika kebutuhan fitur bertambah. 5. Pipedrive ● Rating Google: Tidak tersedia ● Jumlah Ulasan: Tidak tersedia ● Sentimen Positif: Pipeline penjualan mudah dipantau dan cocok untuk tim sales yang fokus pada closing. ● Keluhan Umum: Fitur customer service dan marketing automation tidak selengkap beberapa kompetitor. Mengapa Barantum Menjadi Pilihan Banyak Perusahaan di Indonesia Dengan rating 4,9/5 dari 1.221 ulasan di Google (per 12 Juni 2026), Barantum menjadi CRM Indonesia dengan tingkat kepuasan pelanggan tertinggi. Berbeda dengan beberapa penyedia CRM yang cenderung kompleks bagi pengguna baru, Barantum fokus menghadirkan antarmuka yang user friendly, proses onboarding yang cepat, serta layanan customer support yang responsif dan profesional. Selain itu, Barantum menggabungkan CRM, omnichannel, call center, dan WhatsApp Business API resmi dalam satu platform yang saling terintegrasi. Dengan sistem yang terpusat, perusahaan dapat memantau aktivitas penjualan, mengelola komunikasi pelanggan dari berbagai kanal, dan memastikan setiap peluang bisnis mendapatkan tindak lanjut yang jelas. Akhirnya, memilih CRM adalah memilih mitra pertumbuhan bisnis. Seiring bertambahnya pelanggan, tim, dan kompleksitas operasional, perusahaan membutuhkan partner yang tidak hanya menyediakan teknologi, tetapi juga mampu memberikan pendampingan dan dukungan yang membantu bisnis terus berkembang. Itulah mengapa reputasi, kualitas layanan, dan kepuasan pelanggan menjadi faktor yang sama pentingnya dengan fitur yang dimiliki sebuah CRM.

Segera Hadir! Pameran Kerja Sama Sustainability dan Inovatif China dan Indonesia Serba Serbi
Serba Serbi
Minggu, 28 Juni 2026 | 18:05 WIB

Segera Hadir! Pameran Kerja Sama Sustainability dan Inovatif China dan Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Untuk semakin memperdalam kerja sama dan pertukaran ekonomi-perdagangan antara China dan Indonesia, sekaligus mendorong manfaat bersama, serta pembangunan yang terkoordinasi di berbagai bidang, China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT), atas persetujuan Dewan Negara Republik Rakyat China, bakal gelar 2026 China-Indonesia Green and Innovative Cooperation Exhibition (selanjutnya disebut Indonesia Innovative Exhibition) di Jakarta, Indonesia, pada 3 hingga 5 September 2026 mendatang. China Council for the Promotion of International Trade Commercial Sub-council (CCPIT Commercial Sub-council) bertindak sebagai penyelenggara pameran. Indonesia Innovative Exhibition rencananta digelar di Jakarta International Expo dengan area pameran seluas 1.500 meter persegi. Ruang lingkup pameran mencakup kecerdasan buatan, logistik cerdas, informasi dan komunikasi, kendaraan energi baru beserta aksesori, produk energi baru, teknologi pencegahan dan mitigasi bencana, produk keselamatan darurat, perlengkapan medis, peralatan rumah tangga dan produk elektronik, barang konsumsi harian, dan sektor terkait lainnya. Selama pameran, berbagai kegiatan pendukung juga akan digelar, termasuk forum kerja sama ekonomi dan perdagangan serta pertemuan penjajakan dan negosiasi antarperusahaan. Di saat yang sama, Indonesia Innovative Exhibition tahun ini akan menghadirkan area pameran "China Opportunity Hub" untuk menampilkan capaian pembangunan keterbukaan tingkat tinggi China, memperkenalkan secara menyeluruh keunggulan iklim bisnis di berbagai wilayah China, memperdalam hubungan ekonomi dan perdagangan kedua pihak secara berkelanjutan, serta mendukung kerja sama pragmatis kedua negara agar mencapai perkembangan baru. The Entrepreneurs Society (TES) yang didirikan oleh Kak Klemens Rahardja sejak tahun 2017, TES sudah menginspirasi, membangun dan mempersatukan lebih dari 12ribu pengusaha di seluruh Indonesia, yang berpartisipasi sebagai Strategic Community Partner dalam kolaborasi ini, dengan peran untuk memperkuat jejaring komunitas wirausaha, membuka akses koneksi bisnis, serta mendukung terciptanya ruang kolaborasi lintas sektor antara pelaku usaha Indonesia dan China.

SpaceX Melonjak Disusul Bitcoin Rebound: Lagi, Investor Indonesia Berburu Peluang di Aset Global! Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 28 Juni 2026 | 12:07 WIB

SpaceX Melonjak Disusul Bitcoin Rebound: Lagi, Investor Indonesia Berburu Peluang di Aset Global!

Jakarta, katakabar.com - Beberapa waktu belakangan setelah pencatatan perdananya, saham SpaceX (SPCX) melonjak lebih dari 20 persen (pada 19 Juni 2026) dan mendorong valuasi perusahaan mendekati US$2,7 triliun. Setelah bertahun-tahun hanya dapat diakses oleh investor institusional dan investor besar, SpaceX akhirnya dapat diakses oleh pasar ritel. Sebagian besar investor Indonesia tidak memiliki kesempatan untuk memiliki eksposur terhadap saham SpaceX, karena akses terhadap saham Amerika yang terbatas dan membutuhkan modal yang besar. Tetapi, dengan adanya tokenisasi aset, saham Amerika Serikat seperti SpaceX dapat diakses melalui aset kripto dengan sifat fraksional.Pada pasar lokal, Bittime, platform perdagangan aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), telah menyediakan perdagangan SpaceX xStock (SPCXX). Penambahan aset ini menambah pilihan produk yang tersedia di platform bagi pengguna yang ingin mengakses eksposur terhadap tokenisasi saham Amerika Serikat sesuai dengan profil risiko. Bittime, platform perdagangan aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), telah menyediakan perdagangan SpaceX xStock (SPCXX). Penambahan aset ini menambah pilihan produk yang tersedia di platform bagi pengguna yang ingin mengakses eksposur terhadap tokenisasi saham Amerika Serikat sesuai dengan profil risiko. Selain SpaceX, sentimen positif juga terlihat pada pasar aset kripto Bitcoin (BTC) yang berhasil rebound hingga 7,38% dalam seminggu dan menyentuh harga $65,766 berdasarkan graphic perdagangan pada Coinmarketcap per-hari ini, 17 Juni 2026. Fenomena penguatan SpaceX dan Bitcoin pada saat yang bersamaan menunjukkan tren yang semakin jelas di pasar keuangan global, yaitu meningkatnya minat terhadap aset-aset pertumbuhan (growth assets). Di tengah gejolak geopolitikal global dan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah, investor mulai mempertimbangkan diversifikasi ke berbagai kelas aset sesuai profil risiko masing-masing. Tokenisasi Real World Assets (RWA) menjadi salah satu inovasi yang membuka akses investasi global yang lebih inklusif bagi masyarakat Indonesia. Menurut Direktur Bisnis Operasional Bittime, Ryan Lymn, melalui proses tokenisasi, berbagai aset yang sebelumnya sulit dijangkau oleh investor dapat diakses secara lebih mudah dan efisien. Dengan begitu, investor dapat memperoleh akses terhadap aset yang memiliki nilai nyata, dan fleksibilitas transaksi yang ditawarkan teknologi blockchain.  "Bittime melihat tokenisasi aset sebagai salah satu perkembangan penting yang akan membentuk masa depan industri investasi. Oleh karena itu, Bittime terus menghadirkan berbagai tokenisasi aset global agar investor Indonesia dapat memiliki lebih banyak pilihan dalam membangun portofolio yang terdiversifikasi,” jelas Ryan. Ia melanjutkan, sebagai bentuk dukungan bagi investor Indonesia untuk terus berinvestasi dan memperluas portfolio aset nya, Bittime meluncurkan program terbaru Bittime Mining Points, League of Traders. Melalui program ini, kata Ryan, pengguna dapat memperoleh points dari aktivitas trading dan referral dari berbagai aset yang tersedia di platform Bittime, termasuk Bitcoin (BTC), Emas (XAUT), USD (USDT), maupun aset global RWA seperti SpaceX xStock (SPCXX). Poin yang terkumpul nantinya dapat ditukarkan menjadi hadiah dalam bentuk USDT, sehingga memberikan nilai tambah bagi pengguna yang aktif bertransaksi. Menurut Ryan,  melalui Bittime Mining Points, pihaknya ingin memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengeksplorasi peluang tersebut sekaligus memperoleh reward tambahan yang dapat ditukarkan menjadi USDT. Bittime berkomitmen membantu investor Indonesia memanfaatkan peluang investasi global secara lebih mudah, aman, dan terjangkau. Di tengah meningkatnya integrasi pasar keuangan dunia, akses terhadap aset seperti Bitcoin dan SpaceX kini bukan lagi privilese segelintir investor, melainkan peluang yang dapat dijangkau oleh lebih banyak masyarakat Indonesia. Ingat, investor perlu memahami dinamika pasar memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap strategi portofolio masing-masing. Mengingat, kondisi volatilitas pasar yang dapat menciptakan peluang, sekaligus risiko lebih tinggi. Itu sebabnya, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Apalagi, aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Siap-siap! Narendra Modi Bakal Kunjungi Indonesia, Tandai Babak Baru Kemitraan Strategis Indonesia dan India Internasional
Internasional
Selasa, 16 Juni 2026 | 13:05 WIB

Siap-siap! Narendra Modi Bakal Kunjungi Indonesia, Tandai Babak Baru Kemitraan Strategis Indonesia dan India

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah Indonesia mulai mempersiapkan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang. Kunjungan tersebut diperkirakan akan menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan India. Dilansir dari The Jakarta Post, persiapan kunjungan Modi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam Sidang Komisi Bersama (Joint Commission Meeting/JCM) Indonesia–India ke-8 yang berlangsung di New Delhi pada akhir pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono bertemu dengan Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar untuk membahas perkembangan hubungan bilateral dan sejumlah agenda strategis kedua negara. Selain membahas persiapan kunjungan Modi ke Jakarta, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai berbagai bidang kerja sama, termasuk perdagangan, ketahanan pangan, energi, dan urusan maritim yang selama ini menjadi fokus hubungan Indonesia dan India. Menurut Sugiono, rencana kunjungan tersebut mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk terus memperdalam hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun. “Rencana kunjungan ini mencerminkan komitmen untuk semakin memperdalam hubungan bilateral antara kedua negara dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat kedua negara,” kata Sugiono. Kunjungan Balasan Setelah Lawatan Presiden RI ke India Kunjungan Modi ke Indonesia akan menjadi kunjungan balasan atas lawatan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025. Saat itu, Prabowo melakukan kunjungan resmi pertamanya ke India sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo mengadakan pertemuan bilateral dengan Modi dan menghadiri perayaan Hari Republik India ke 76 sebagai tamu kehormatan. Pertemuan kedua pemimpin menghasilkan komitmen untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk pertahanan dan perdagangan. Rencana kunjungan Modi juga menjadi kelanjutan dari komunikasi intensif antara kedua pemimpin yang pertama kali bertemu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Brasil pada November 2024. Hubungan yang semakin erat antara Jakarta dan New Delhi dinilai menjadi fondasi penting bagi penguatan kerjasama kedua negara di tengah dinamika kawasan Indo-Pasifik yang terus berkembang. Indonesia Mitra Penting Kebijakan Act East India Dalam pertemuan JCM di New Delhi, Jaishankar menegaskan pentingnya posisi Indonesia dalam kebijakan luar negeri India, khususnya dalam strategi Act East Policy yang selama ini menjadi salah satu pilar diplomasi India di Asia Tenggara. Menurut Jaishankar, kunjungan Presiden Prabowo ke India pada awal tahun lalu telah memberikan energi baru bagi hubungan bilateral kedua negara. “Kunjungan Presiden Prabowo telah memberikan dorongan baru bagi hubungan bilateral kita,” kata Jaishankar. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam upaya India memperkuat keterlibatan ekonomi dan strategisnya di kawasan. “Indonesia adalah pilar utama dari Kebijakan Bertindak ke Timur (Act East Policy) India,” ujarnya. Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya Indonesia bagi India, tidak hanya sebagai mitra ekonomi, tetapi juga sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara. Dorong Kerja Sama Lebih Konkret Dalam pertemuan tersebut, kedua negara kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di bawah kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India. Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari politik, pertahanan dan keamanan, perdagangan, pariwisata, pendidikan, hingga pertukaran budaya. Selain isu-isu strategis, kedua pihak juga membahas sejumlah peluang kerja sama yang lebih konkret. Salah satunya adalah ketertarikan India untuk mengamankan pasokan pupuk dari Indonesia guna mendukung kebutuhan sektor pertaniannya. Indonesia dan India juga membahas upaya memperkuat konektivitas maritim, termasuk potensi kerja sama yang melibatkan Pelabuhan Sabang di Aceh. Lokasi pelabuhan tersebut dinilai strategis karena berada dekat dengan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Sugiono menegaskan hubungan Indonesia dan India harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh kedua negara. “Kemitraan antara Indonesia dan India harus menghasilkan kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan,” tegasnya. Bagian dari Tur Indo-Pasifik Sejumlah media India melaporkan bahwa kunjungan Modi ke Indonesia akan menjadi bagian dari rangkaian lawatan ke kawasan Indo-Pasifik yang juga mencakup Selandia Baru dan Australia. Tur tersebut disebut bertujuan untuk memperkuat hubungan ekonomi dan pertahanan India dengan sejumlah negara mitra di kawasan yang semakin penting dalam peta geopolitik global. Dengan persiapan yang kini mulai dilakukan kedua pemerintah, kunjungan Narendra Modi ke Indonesia pada Juli mendatang diharapkan dapat menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan bilateral sekaligus memperkuat implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah dibangun oleh Indonesia dan India selama bertahun-tahun.

India dan Indonesia Perkokoh Kemitraan Strategis di Pertemuan Komisi Bersama ke 8 di New Delhi Internasional
Internasional
Selasa, 09 Juni 2026 | 12:46 WIB

India dan Indonesia Perkokoh Kemitraan Strategis di Pertemuan Komisi Bersama ke 8 di New Delhi

New Delhi, katakabar.com - India dan Indonesia tegaskan lagi komitmen perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah menjadi fondasi hubungan kedua negara selama beberapa dekade. Komitmen tersebut mengemuka dalam Pertemuan Komisi Bersama (Joint Commission Meeting/JCM) ke-8 yang digelar di New Delhi, Minggu (7/6). Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono bersama Menteri Urusan Luar Negeri India, Dr. S. Jaishankar, yang pimpin pertemuan. Pertemuan tingkat tinggi ini forum penting untuk evaluasi perkembangan hubungan bilateral sekaligus merumuskan langkah-langkah baru dalam memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis. Kedua negara membahas berbagai isu mulai dari politik, pertahanan dan keamanan, ekonomi digital, perdagangan, kesehatan, energi, konektivitas, pendidikan, hingga hubungan antar masyarakat. Dalam pernyataan bersama yang dirilis, kedua menteri meninjau keseluruhan perkembangan hubungan bilateral di bawah kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif India dan Indonesia dan membahas berbagai peluang baru untuk memperdalam kolaborasi di masa mendatang. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya intensitas hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir, termasuk setelah kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025 yang dinilai memberikan dorongan baru bagi hubungan bilateral. Hubungan Bilateral Dinilai Alami Kemajuan Signifikan Menteri Urusan Luar Negeri India, Dr. S. Jaishankar mengatakan hubungan India dan Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir. “Merupakan suatu kehormatan untuk bersama-sama memimpin Pertemuan Komisi Bersama India–Indonesia ke-8 bersama Menteri Luar Negeri Sugiono. Kemitraan Strategis Komprehensif kita telah mengalami pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Jaishankar. Ia menjelaskan kedua pihak melakukan pembahasan mendalam mengenai berbagai bidang kerja sama yang selama ini menjadi prioritas kedua negara. “Kami mengadakan diskusi substantif mengenai kerja sama politik, pertahanan dan keamanan, maritim dan pelayaran, perdagangan, fintech, kesehatan, farmasi, pupuk, mineral kritis, pariwisata, pendidikan, dan kerja sama budaya,” ujarnya. Menurut Jaishankar, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan kawasan dan isu global yang menjadi kepentingan bersama. “Kami juga bertukar perspektif mengenai perkembangan regional, memajukan koordinasi multilateral, serta memperdalam hubungan India dengan ASEAN,” tambahnya. Momentum Baru Pasca Kunjungan Presiden RI ke India Dalam sambutan pembukaannya, Jaishankar menyoroti pentingnya pertemuan kali ini yang merupakan JCM pertama setelah jeda selama empat tahun. “Pertemuan Komisi Bersama ini berlangsung setelah empat tahun. Saya pikir penting untuk menyadari bahwa selama empat tahun tersebut kita telah membuat kemajuan yang baik dalam hubungan bilateral,” jelasnya. Ia juga mengingat kembali sejumlah capaian penting yang telah memperkuat hubungan kedua negara, termasuk peringatan 75 tahun hubungan diplomatik India dan Indonesia pada tahun 2025. “Kami mendapat kehormatan menyambut Presiden Prabowo dalam kunjungan kenegaraan sekaligus sebagai tamu utama pada perayaan Hari Republik India ke-76 tahun lalu. Ketika saya bertemu dengan Yang Mulia Presiden selama kunjungan tersebut, saya sangat menghargai arahan yang beliau berikan untuk mengembangkan hubungan bilateral kita yang semakin beragam,” ucapnya. Menurutnya, pembicaraan antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto selama kunjungan tersebut telah memberikan energi baru bagi hubungan kedua negara. “Terdapat diskusi yang sangat produktif antara Perdana Menteri Modi dan Presiden Prabowo selama kunjungan itu dan hal tersebut telah memberikan momentum baru bagi Kemitraan Strategis Komprehensif kita,” ujarnya. Indonesia Tekankan Kerja Sama yang Memberikan Manfaat Nyata Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menegaskan Indonesia memandang India sebagai mitra strategis penting di kawasan Indo-Pasifik dan dunia berkembang. “Senang dapat memimpin bersama Pertemuan Komisi Bersama Indonesia–India ke-8 bersama Dr. S. Jaishankar di New Delhi,” tutur Sugiono. Ia menjelaskan pembahasan kedua negara mencakup berbagai sektor yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Kami membahas berbagai prioritas utama dalam Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India, mulai dari perdagangan dan keamanan maritim hingga konektivitas digital, infrastruktur, kesehatan, serta hubungan antar masyarakat,” kupasnya. Sugiono juga menaruh harapan besar terhadap kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Jakarta yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu mendatang. “Kami menantikan kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Jakarta. Kunjungan tersebut akan menjadi kesempatan penting untuk semakin memperdalam kerja sama dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” imbuh Sugiono. Komitmen Perkuat Koordinasi Regional dan Global Selain membahas hubungan bilateral, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan regional dan internasional. India dan Indonesia sepakat bahwa kerja sama yang lebih erat diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Kedua negara kembali menegaskan komitmen untuk meningkatkan koordinasi di berbagai forum regional dan multilateral, termasuk dalam kerangka ASEAN serta berbagai organisasi internasional lainnya. Pertemuan tersebut juga menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pilar utama dalam kebijakan Act East Policy India. Dengan ikatan sejarah dan peradaban yang telah terjalin selama berabad-abad, kedua negara meyakini bahwa hubungan bilateral masih memiliki ruang yang luas untuk terus berkembang. Menutup pertemuan, kedua pihak menyambut positif tren peningkatan hubungan India–Indonesia dan sepakat untuk menyelenggarakan Pertemuan Komisi Bersama berikutnya pada waktu yang akan disepakati bersama dalam waktu dekat. Dengan semakin luasnya cakupan kerja sama, mulai dari keamanan maritim, ekonomi digital, mineral kritis, kesehatan, hingga pertukaran budaya dan pendidikan, India dan Indonesia menunjukkan tekad untuk menjadikan kemitraan strategis mereka sebagai salah satu hubungan bilateral paling penting di kawasan Indo-Pasifik.

napocut Hadirkan 100+ Pilihan Hijab Paris di Setiap Undertone Kulit Perempuan Indonesia Lifestyle
Lifestyle
Kamis, 28 Mei 2026 | 14:15 WIB

napocut Hadirkan 100+ Pilihan Hijab Paris di Setiap Undertone Kulit Perempuan Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Memilih warna hijab yang tepat kunci utama untuk memaksimalkan penampilan sehari-hari. Memahami hal ini, napocut menyediakan koleksi lebih dari 100 pilihan warna hijab segiempat Paris premium yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan beragam jenis kulit perempuan Indonesia. Agar tampilan wajah terlihat lebih cerah dan segar, napocut memberikan panduan melalui Seasonal Color Analysis untuk membantu pelanggan menentukan warna yang paling harmonis dengan undertone kulit mereka: - Summer Palette: Kategori ini diperuntukkan bagi pemilik cool undertone. Warna-warna seperti palet pastel yang elegan, menjadi pilihan terbaik untuk looks yang lebih stand out. - Autumn Palette: Ditujukan untuk pemilik warm undertone yang ingin menonjolkan kesan natural. Warna-warna hangat yang lebih dalam (deep), seperti cokelat atau terracotta sangat disarankan untuk kategori ini. - Spring Palette: Bagi pemilik warm undertone dengan tampilan yang ceria dan cerah, warna-warna hangat yang ringan akan memberikan kesan segar dan membuat wajah tampak lebih awet muda. - Winter Palette: Cocok untuk pemilik cool undertone dengan kontras kulit yang tinggi. Warna-warna dingin yang mencolok dan kuat, seperti merah, hitam, atau putih bersih, sangat ideal untuk mempertegas karakter wajah. Meskipun hadir dalam ratusan pilihan warna, napocut tidak mengurangi standar kualitas materialnya. Seluruh koleksi Plain Paris napocut tetap menggunakan bahan Premium Japan Cotton Voil (Paris) yang memiliki karakteristik "Tegak Paripurna". Material ini dikenal sangat mudah dibentuk, tidak mudah kusut, serta memiliki durabilitas tinggi yang membuatnya tetap prima meski telah melalui beberapa kali pencucian secara manual. Koleksi lengkap 100+ warna hijab napocut saat ini sudah dapat diakses melalui situs resmi napocut.com. Selain itu, pelanggan juga bisa melakukan pengecekan warna secara langsung di 25 napocut store yang telah tersebar di berbagai kota besar di Indonesia untuk memastikan pilihan yang paling sesuai dengan karakter diri masing-masing perempuan.

Peluang Ekspor Indonesia ke Brazil: Belajar Perdagangan Global Hatchery Project Binus International Internasional
Internasional
Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

Peluang Ekspor Indonesia ke Brazil: Belajar Perdagangan Global Hatchery Project Binus International

Jakarta, katakabar.com - Binus International dengan Hatchery Project buka peluang bagi para mahasiswa untuk mengenal dinamika bisnis dunia. Kegiatan ini dilakukan selama beberapa sesi untuk membedah kekhasan berbagai negara menjalankan bisnisnya. Dengan menghadirkan tiga keynote speakers, yakni Riley Millner (Desainer Instruksional di Thunderbird School of Global Management), Samanta Alvis, Ph.D. (Direktur Eksekutif Najafi 100 Million Learners Global Initiative), dan Simon Turner (Global Lead Partnership dari Thunderbird’s 100 Million Learners), kali ini BINUS International bedah ekonomi bisnis di Brazil. Brazil, Negara dengan Populasi Urban Terbesar di Dunia Brazil bukan hanya dikenal sebagai negara yang permainan sepak bolanya menawan. Ia adalah raksasa ekonomi yang menempati peringkat ke 5 sebagai negara terbesar di dunia. Dengan populasi yang sangat masif dan tingkat urbanisasi yang tinggi, Brazil menawarkan pasar konsumen yang sangat dinamis. Sebagian besar penduduk Brazil tinggal di area perkotaan. Hal ini berarti akses terhadap produk-produk gaya hidup dan tren global sangatlah cepat. Bagi pelaku bisnis, karakteristik populasi urban ini merupakan sinyal positif untuk ekspansi produk yang mengedepankan inovasi dan kemudahan akses. Pentingnya Penampilan dalam Budaya Brazil Salah satu temuan paling menarik dalam Hatchery Project kali ini adalah kedalaman analisis mengenai perilaku konsumen. Di Brazil, penampilan merupakan bagian penting dari identitas sosial. Hal ini berdampak langsung pada consumer spending yang sangat tinggi pada kategori beauty and personal care. Faktanya, angka penjualan parfum atau fragrance di Brazil merupakan yang terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Budaya yang sangat memperhatikan aspek estetika dan perawatan diri ini membuka peluang lebar bagi produk-produk perawatan tubuh dan kecantikan dari Indonesia untuk masuk dan bersaing, asalkan mampu memenuhi standar selera lokal yang cukup spesifik. Kesempatan Belajar Strategi Market Entry Brazil Melalui sesi Hatchery Project, kamu tidak hanya melihat potensi, tetapi juga belajar cara menaklukkan tantangan melalui strategi market entry yang tepat. 1. Jenis produk yang berpotensi laku Selain kategori kecantikan, produk-produk yang berhubungan dengan gaya hidup urban dan kesehatan memiliki potensi besar untuk dipasarkan di Brazil. Meski begitu, sebagai pemilik usaha, kamu tetap perlu melakukan kurasi produk agar sesuai dengan preferensi masyarakat Brazil. 2. Tantangan: Brazil lebih tahu Bali daripada Indonesia Salah satu hambatan nyata yang ditemukan adalah fakta bahwa masyarakat Brazil jauh lebih mengenal Bali daripada Indonesia itu sendiri. Tantangan branding ini mengharuskan pelaku ekspor untuk melakukan edukasi konsumen yang lebih agresif dan cerdas dalam memosisikan produk mereka. 3. Peluang market entry Mahasiswa diajak membandingkan dua opsi utama, yaitu membangun perusahaan lokal di Brazil atau bekerja sama dengan importir atau distributor lokal. Opsi kedua sering kali dianggap lebih efektif bagi pemain baru karena mitra lokal sudah memiliki jaringan distribusi yang kuat di apotek dan platform e-commerce. Real-world Exposure dan Networking Diplomatik Nilai jual utama dari Hatchery Project adalah kredibilitas informasinya. Materi yang dipelajari mahasiswa disusun dan disampaikan langsung oleh Marcelo Koiti Hasunuma, Head of the Trade Promotion and Economic Office dari Kedutaan Besar Brazil di Jakarta. Ini memberikan kamu kesempatan langka untuk belajar langsung dari narasumber diplomatik yang memahami seluk-beluk hubungan bilateral dan kebijakan perdagangan antarnegara. Bersama Marcelo Koiti Hasunuma, kamu pun dilatih untuk membangun kemampuan critical thinking dalam melihat risiko logistik, beban pajak impor yang bisa mencapai 60%, hingga cara membangun kepercayaan dengan mitra di Brazil. Hal-hal semacam ini tentunya penting untuk membuatmu semakin terlatih dalam mengembangkan ekonomi usaha yang lebih matang. Hatchery Project membuktikan komitmen BINUS International dalam memberikan eksposur global nyata bagi mahasiswanya. Dengan mengupas sektor perdagangan Brazil, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan jaringan untuk menjadi pelaku usaha di kancah internasional. Pengalaman mendalam seperti ini adalah langkah awal yang sempurna bagi kamu yang bercita-cita menjadi pengusaha atau profesional global. Ingin merasakan pengalaman belajar dengan standar internasional dan akses langsung ke pakar dunia? Yuk, bergabung dengan Binus International sekarang dan mulai langkahmu menuju karier global!