Industri
Sorotan terbaru dari Tag # Industri
FLOQ di TOKEN2049 Singapore 2026: Momentum Besar Industri Kripto Global
Singapura, katakabar.com - FLOQ hadir dalam TOKEN2049 Singapore 2026, salah satu konferensi terbesar di industri aset kripto dan blockchain yang berlangsung pada 7 hingga 8 Oktober 2026 di Marina Bay Sands, Singapura.
BI Buka Opsi Terbitkan Stablecoin, Pelaku Industri Soroti Arah Baru Rupiah Digital
Jakarta, katakabar.com - Bank Indonesia (BI) buka opsi untuk menerbitkan stablecoin sebagai bagian dari pengembangan instrumen digital bank sentral. Wacana tersebut muncul di tengah pengembangan Rupiah Digital saat ini memasuki tahap eksperimen untuk mendukung transaksi lintas negara.
Kripto Masuki Era Pertumbuhan: Tren Tokenisasi Jadi Motor Baru Industri Masa Depan
Jakarta, katakabar.com - Industri aset kripto, termasuk Bitcoin, dan teknologi blockchain dinilai mulai memasuki fase baru yang ditandai dengan percepatan adopsi dan perkembangan teknologi. Perubahan tersebut tidak hanya terlihat dari perkembangan jaringan blockchain, tetapi juga dari semakin luasnya penerapan teknologi digital pada sektor keuangan. Pandangan mengenai fase baru pertumbuhan industri kripto sebelumnya disampaikan Founder Cardano, Charles Hoskinson. Ia menilai perkembangan blockchain mulai memasuki periode pertumbuhan eksponensial, seiring dengan semakin luasnya penerapan teknologi seperti blockchain, kecerdasan buatan (AI), dan tokenisasi.
Antusiasme Generasi Muda Riau Mengenal Industri Migas Lebih Dekat Bersama PHR
Pekanbaru, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sekitar daerah operasi di Provinsi Riau. Wujuda dari komitmen tersebut, PHR mendorong generasi muda Riau untuk lebih mengenali perkembangan industri minyak dan gas bumi (migas) sekaligus memahami kebutuhan kompetensi dunia kerja, serta siap menangkap peluang karier di sektor energi nasional.
Dukung Industri Kelapa dan Kelapa Sawit: BPDP dan Kanwil DJPb Jambi Sosialisasi Pemanfaatan Dana Perkebunan
Jambi, katakabar.com - Auala KPPN Jambi saksi bisu sosialisasi program BPDP serta peluang pengembangan komoditas kelapa dan kelapa sawit, pekan ketiga September 2026 lalu. Kegiatan yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jambi berlangung secara hibrida, yakni luring, dan daring melalui Microsoft Teams.
Igloo dan DANA Luncurkan Perlindungan Hujan Parametrik All-in-One Perdana di Industri
Jakarta, katakabar.com - Igloo, perusahaan insurtech full-stack asal Asia Tenggara yang membangun operating system untuk industri asuransi, umumkan kemitraannya dengan DANA, salah satu platform dompet digital terkemuka di Indonesia, untuk meluncurkan DANA Rain Protection, produk asuransi cuaca parametrik yang dirancang untuk konsumen.
Talenta Muda, Industri dan Pemerintah Bertemu dalam Ekosistem Geospasial Indonesia di MAPID Catalyst 2026
Jakarta, katakabar.com - MAPID, perusahaan teknologi geospasial Indonesia, gelar MAPID Catalyst 2026 angkat tema "Maps That Think" pada 23 hingga 24 September 2026 lalu di Jakarta. Acara ini didukung Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pembina MAPID WebGIS Competition 2026. Selama dua hari, MAPID Catalyst 2026 mempertemukan talenta muda, akademisi, pelaku industri, dan pemerintah untuk membahas peran data lokasi dalam pengambilan keputusan.
Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya Bagi Industri?
Jakarta, katakabar.com - Transaksi aset kripto di Indonesia terus memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak dari transaksi aset kripto mencapai Rp268,95 miliar hingga 31 Agustus 2026. Jika diakumulasikan sejak 2022, total penerimaan pajak dari transaksi aset kripto telah mencapai Rp2,15 triliun. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti, mengatakan, penerimaan pajak kripto sepanjang 2022 hingga Agustus 2026 mencapai Rp2,15 triliun. “Penerimaan pajak kripto telah mencapai Rp2,15 triliun,” ujar Inge, dikutip Jumat (18/9). Berdasarkan data DJP, penerimaan pajak dari transaksi aset kripto tercatat Rp246,54 miliar pada 2022. Angka tersebut kemudian mencapai Rp220,89 miliar pada 2023, meningkat menjadi Rp620,38 miliar pada 2024, dan mencapai Rp796,74 miliar sepanjang 2025. Sementara, hingga akhir Agustus 2026, penerimaan pajak dari transaksi aset kripto, seperti Bitcoin dan lainnya telah mencapai Rp268,95 miliar. PPh 22 Jadi Kontributor Terbesar Penerimaan pajak kripto hingga Agustus 2026 berasal dari dua jenis pungutan, yakni Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri. DJP mencatat penerimaan PPh Pasal 22 dari transaksi aset kripto mencapai Rp1,27 triliun. Sementara itu, penerimaan PPN Dalam Negeri tercatat sebesar Rp881,82 miliar. Dengan demikian, PPh Pasal 22 menjadi kontributor terbesar terhadap total penerimaan pajak dari transaksi aset kripto. Penerimaan pajak kripto tersebut merupakan bagian dari penerimaan pajak ekonomi digital Indonesia. Secara keseluruhan, penerimaan pajak dari sektor ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga 31 Agustus 2026. Selain aset kripto, penerimaan tersebut berasal dari Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPN PMSE), pajak fintech, dan pajak yang dipungut melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (Pajak SIPP). PPN PMSE menjadi penyumbang terbesar dengan penerimaan Rp44,05 triliun. Kemudian pajak SIPP mencapai Rp5,75 triliun dan pajak fintech sebesar Rp5,28 triliun. Industri Kripto Makin Terintegrasi CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kontribusi pajak dari transaksi aset kripto menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas aset digital semakin terintegrasi ke dalam sistem ekonomi formal. Menurut dia, perkembangan tersebut tidak hanya menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang semakin besar, tetapi juga mencerminkan meningkatnya keterhubungan industri aset digital dengan sistem perpajakan dan regulasi di Indonesia. “Penerimaan pajak kripto yang sudah mencapai Rp2,15 triliun menunjukkan bahwa aktivitas aset digital telah menjadi bagian dari ekonomi formal dan memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. Ini juga menunjukkan bahwa ekosistem kripto di Indonesia semakin terintegrasi dengan sistem perpajakan dan regulasi,” ucap Yudho. Kata Yudho, kepastian regulasi dan perpajakan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem aset digital yang lebih terstruktur. “Bagi industri, kejelasan mekanisme perpajakan penting untuk menciptakan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus mendorong kepatuhan. Di sisi lain, pemerintah juga memperoleh basis penerimaan yang semakin terukur dari perkembangan ekonomi digital,” jelasnya. Pemerintah sebelumnya menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2025 yang mengatur ketentuan perpajakan atas transaksi aset kripto. Dalam ketentuan tersebut, transaksi aset kripto melalui penyelenggara perdagangan dalam negeri dikenakan PPh Pasal 22 final sebesar 0,21 persen dari nilai transaksi. Perubahan ketentuan perpajakan tersebut juga menghapus pengenaan PPN atas transaksi jual beli aset kripto. Sementara itu, jasa tertentu dalam ekosistem aset kripto tetap memiliki ketentuan perpajakan sesuai dengan jenis transaksinya. Kepatuhan Jadi Bagian dari Pertumbuhan Industri Dengan semakin besarnya aktivitas perdagangan aset digital, aspek kepatuhan menjadi bagian penting dalam perkembangan industri kripto di Indonesia. CE FLOQ ini menilai pertumbuhan industri perlu berjalan seiring dengan transparansi dan kepastian regulasi agar perkembangan aset digital dapat berlangsung secara berkelanjutan. “Pertumbuhan industri ke depan tidak hanya soal meningkatnya jumlah transaksi, tetapi juga bagaimana ekosistem dapat berkembang dengan mengedepankan kepatuhan, transparansi, perlindungan konsumen, dan inovasi,” sebut Yudho. Menurut dia, meningkatnya kontribusi pajak dapat menjadi salah satu gambaran mengenai semakin formalnya aktivitas aset digital di Indonesia. “Ketika aktivitas aset digital semakin terdata dan terintegrasi dengan sistem ekonomi formal, ruang untuk membangun industri yang lebih transparan dan berkelanjutan juga semakin terbuka,” tandas Yudho.
Optimalisasi Efisiensi Logistik dan Industri: Peran Vital Sistem Pintu Industri dan Docking Modern
Jakarta, katakabar.com - Di era otomasi industri dan pesatnya pertumbuhan sektor logistik, efisiensi operasional di area pergudangan serta fasilitas manufaktur menjadi faktor penentu daya saing perusahaan. Hambatan teknis seperti kebocoran suhu pada ruang cold storage, tingginya durasi loading-unloading, hingga risiko kontaminasi debu dan partikel asing sering kali memicu kerugian finansial yang tak terduga. Untuk mengatasi tantangan tersebut, integrasi sistem pintu industri otomatis dan teknologi loading bay canggih kini bukan lagi sekadar pelengkap bangunan, melainkan investasi strategis yang krusial bagi keberlanjutan rantai pasok (supply chain). Solusi Pintu Industri dan Sistem Otomasisasi Berstandar Internasional Memilih spesifikasi pintu otomatis industri yang tepat memerlukan kalkulasi rekayasa teknis yang matang, menyesuaikan dengan karakteristik lalu lintas barang, perbedaan suhu ruang, hingga standar keamanan kerja. Beberapa segmen solusi utama yang menjadi perhatian industri antara lain: High Speed Doors & Rapid Roll-Up Doors: Dirancang khusus untuk area dengan frekuensi lalu lintas tinggi. Kecepatan buka-tutup yang tinggi meminimalkan pertukaran udara, menjaga konsistensi suhu internal, dan mencegah masuknya kontaminan dari luar. Sectional & Overhead Doors: Menawarkan perlindungan ekstra, insulasi termal, serta ketahanan dari aus (low wear). Panel muka ganda berlapisan galvanized menjadikannya kokoh untuk mengamankan akses utama fasilitas pergudangan. Pintu Khusus Cold Storage: Sistem pintu kedap udara (airtight) dan tahan terhadap perbedaan suhu (fire-rated) yang memastikan kesinambungan jaringan rantai dingin (cold chain) tanpa risiko pembentukan kondensasi atau fluktuasi temperatur. Loading Bay Technology (Dock Levellers & Shelters): Membantu menjembatani perbedaan ketinggian antara area muat dan armada truk secara presisi, mempercepat rantai distribusi barang, serta menjamin keselamatan staf operasional. Kemitraan B2B: Keunggulan Solusi Terpadu dari PT Sinar Gading Sakti Sebagai pionir dan spesialis terkemuka dalam penyediaan sistem pintu otomatis industri, docking system, serta access control, PT Sinar Gading Sakti hadir sebagai mitra terpercaya bagi sektor komersial, manufaktur, farmasi, hingga logistik di Indonesia. Sebagai distributor dari Hörmann, Infraca, dan Uniflow, PT Sinar Gading Sakti menyediakan layanan komprehensif berstandar internasional yang mencakup konsultasi teknis, pengadaan produk, instalasi presisi, hingga layanan purnajual (after-sales service). Tingkatkan Standar Fasilitas Industri Anda Hari Ini Efisiensi energi, keamanan operasional, dan perlindungan aset produk adalah kunci utama kesuksesan manajemen fasilitas modern. Mengintegrasikan teknologi pintu otomatis dan docking terpercaya bersama mitra berpengalaman akan memberikan kepastian nilai investasi jangka panjang bagi bisnis Anda. Jajaki berbagai katalog produk unggulan serta konsultasikan kebutuhan proyek industri Anda melalui website resmi PT Sinar Gading Sakti.
Isu Dumping Crane di Eropa Jadi Peringatan bagi Industri Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Dalam konteks perdagangan internasional, dumping umumnya merujuk pada praktik penjualan produk ekspor dengan harga sangat rendah sehingga dapat merugikan industri lokal di negara tujuan. Tetapi, bagi pengguna crane industri, isu dumping memberi pesan yang lebih luas: harga murah tidak boleh menjadi satu-satunya dasar pengambilan keputusan. Isu dumping crane di Eropa menunjukkan transparansi asal produk, struktur harga, dan rantai pasok crane menjadi perhatian penting dalam industri global. Bagi buyer Indonesia, hal ini menjadi momentum untuk lebih kritis terhadap klaim “standar Eropa” pada crane industri. Komisi Eropa menerbitkan Commission Implementing Regulation (EU) 2026/441 pada 26 Februari 2026 lalu yang mewajibkan registrasi impor new mobile cranes asal Republik Rakyat Tiongkok dengan tujuan memungkinkan pengenaan anti-dumping duties secara retroaktif apabila hasil investigasi mendukung. Sebelumnya, pada 19 Desember 2025, European Commission juga membuka investigasi anti-dumping terhadap impor crane dari Tiongkok setelah adanya keluhan resmi dari industri crane Eropa. VDMA Materials Handling and Intralogistics Association menyebut investigasi ini diluncurkan setelah formal complaint dari pelaku industri crane Eropa. Bagi industri Indonesia, isu ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali proses procurement crane. Crane bukan produk komoditas biasa. Crane adalah equipment kritikal yang berhubungan langsung dengan produktivitas, keselamatan kerja, downtime, dan total cost of ownership. Temuan Inspeksi ElectroMech di Indonesia Berdasarkan temuan inspeksi lapangan ElectroMech Indonesia terhadap lebih dari 50 perusahaan sepanjang 2026. Terdapat pola berulang pada sejumlah sistem crane yang diklaim berstandar Eropa, tetapi belum sepenuhnya didukung oleh kejelasan dokumen teknis, traceability material, kualitas komponen, serta dukungan service dan spare part yang memadai. Temuan utama yang perlu menjadi perhatian industri antara lain: 1. Klaim “European standard” tidak selalu disertai bukti teknis yang lengkap 2. Traceability material dan komponen masih menjadi tantangan 3. Dokumentasi testing dan commissioning belum selalu lengkap 4. Crane tidak selalu dirancang berdasarkan duty cycle pabrik 5. After-sales support dan spare part menjadi faktor kritikal Temuan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan bahwa seluruh produk dari negara tertentu memiliki kualitas rendah. Isu utamanya adalah transparansi teknis dan verifikasi procurement. Crane yang diklaim berstandar Eropa perlu dibuktikan melalui dokumen, pengujian, dan dukungan teknis yang jelas. Standar Eropa Harus Dibuktikan, Bukan Sekadar Label Dalam praktik pengadaan crane, istilah “European standard” sering digunakan untuk menggambarkan crane dengan desain compact, efisien, dan modern. Tetapi, ElectroMech Indonesia menekankan bahwa standar Eropa tidak cukup hanya dilihat dari tampilan fisik, brosur penawaran, atau klaim vendor. Ada lima hal yang sebaiknya diperiksa sebelum perusahaan membeli crane industri: 1. Certificate of origin dan bukti authorized partner 2. Material certificate dan design calculation 3. Welding procedure dan quality control fabrikasi 4. Load test, FAT, dan commissioning report 5. Manual, spare part list, warranty, dan service support Tanpa verifikasi tersebut, perusahaan sulit memastikan apakah crane benar-benar memiliki standar engineering, safety, dan reliability yang sesuai dengan kebutuhan operasional industri. Risiko Crane Tidak Sesuai Kebutuhan Operasional Crane bekerja di bawah beban dinamis dan sering menjadi bagian penting dari alur produksi. Jika desain, material, atau komponen tidak sesuai dengan duty cycle pabrik, risiko yang muncul dapat berdampak langsung pada produktivitas dan keselamatan kerja. Lima risiko utama yang perlu dipahami manajemen dan tim lapangan adalah: 1. Downtime produksi, 2. Biaya maintenance lebih tinggi, 3. Risiko keselamatan kerja meningkat. 4. Kesulitan spare part dan warranty claim, 5. Total cost of ownership menjadi lebih mahal Karena itu, crane procurement tidak seharusnya hanya membandingkan kapasitas angkat dan harga awal. Perusahaan perlu melihat keseluruhan lifecycle cost, termasuk reliability, serviceability, safety, dan ketersediaan support lokal. Teknologi Crane Eropa dan Pentingnya Authorized Partner ElectroMech Sebagai authorized partner ABUS Crane System di Indonesia sejak 2017, mendorong industri untuk memilih crane berbasis engineering assessment dan bukti teknis yang dapat diverifikasi. ABUS Group adalah salah satu produsen overhead crane dan hoist, dengan lebih dari 1.300 karyawan di Eropa, beberapa fasilitas produksi di Jerman, serta product range crane systems hingga 120 tonnes SWL. Melalui dukungan teknologi crane Jerman dan layanan lokal di Indonesia, ElectroMech Indonesia membantu perusahaan dalam proses site survey, engineering assessment, crane design, installation, testing, commissioning, preventive maintenance, crane inspection, spare part support, hingga modernization. Isu dumping crane di Eropa memperlihatkan bahwa industri crane global sedang menghadapi tantangan terkait harga, asal produk, dan transparansi rantai pasok. Bagi industri Indonesia, perkembangan ini menjadi momentum untuk memperkuat proses procurement crane secara lebih cermat. Klaim “standar Eropa” seharusnya menjadi awal dari proses verifikasi, bukan jaminan otomatis. Crane yang tepat harus memiliki kejelasan teknologi, material, proses fabrikasi, dokumentasi teknis, testing, serta dukungan service jangka panjang. Dengan pendekatan procurement berbasis engineering, perusahaan dapat menekan risiko downtime, meningkatkan keselamatan kerja, dan mengoptimalkan total cost of ownership.