Kelangkaan
Sorotan terbaru dari Tag # Kelangkaan
PKC PMII Riau Soroti Dugaan Praktik Truk Tangki 'CPO Kencing' dan Dampak Kelangkaan Minyak
Pekanbaru, katakabar.com - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Riau desak Kepolisian Daerah (Polda) Riau untuk mengambil langkah tegas terhadap dugaan praktik ilegal “CPO kencing” yang disebut marak terjadi di sejumlah wilayah jalur distribusi sawit di Provinsi Riau. Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, menilai praktik tersebut bukan hanya merugikan perusahaan dan negara, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas distribusi minyak sawit serta berdampak terhadap masyarakat luas. “Riau adalah salah satu daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia. Sangat ironis apabila di tengah melimpahnya produksi sawit, justru muncul dugaan praktik-praktik ilegal yang merusak tata kelola distribusi CPO,” ujar Ghulam Zaky dalam keterangannya, Sabtu (9/5) kemarin. Menurutnya, dugaan praktik pengurangan isi muatan truk tangki CPO di jalur distribusi harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Aktivitas tersebut diduga melibatkan jaringan penampungan ilegal yang tersebar di beberapa titik strategis wilayah Riau. PKC PMII Riau menyoroti sejumlah kawasan yang selama ini kerap disebut dalam isu distribusi CPO, di antaranya Kandis, Duri, Pinggir Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir hingga Indragiri Hulu. “Kami mendesak Kapolda Riau untuk tidak hanya melakukan penindakan di permukaan, tetapi juga membongkar aktor-aktor besar yang diduga bermain dalam praktik mafia CPO. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, namun tumpul terhadap cukong-cukong yang menikmati keuntungan dari praktik ilegal ini,” tegasnya. Selain itu, PKC PMII Riau juga meminta dilakukan pengawasan ketat terhadap jalur distribusi dan tempat penampungan CPO ilegal yang diduga menjadi mata rantai utama praktik tersebut. Ghulam Zaky menegaskan persoalan tata kelola sawit bukan semata isu ekonomi, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di daerah. “Ketika praktik ilegal dibiarkan, maka yang dirugikan bukan hanya negara, tetapi juga masyarakat. Ini menyangkut marwah penegakan hukum di Provinsi Riau,” sebutnya.
Pasokan Gas LPG di Kepulauan Meranti Segera Normal, Disperindag Pastikan Tidak Ada Kelangkaan
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Santer kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Kepulauan Meranti, akhinya mendapat tanggapan resmi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag. Kepala Disperindag Kepulauan Meranti, Marwan, memastikan pasokan gas segera normal waktu dekat ini. “Pada Rabu (5/11) nanti sudah masuk 520 tabung gas LPG ke Kepulauan Meranti. Kami terus berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan distribusi berjalan lancar,” ujar Marwan, Senin (4/11). Menurutnya, sebagian agen memang sempat mengalami keterlambatan pengiriman gas. Tetapi, pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada agen-agen yang belum menyalurkan LPG sesuai jadwal agar segera menuntaskan kewajiban distribusi. “Kami harap masyarakat tidak panik. Jika tidak ada kendala cuaca, pasokan tambahan akan tiba paling lambat Kamis, dan distribusi ke masyarakat segera dilakukan,” kata Marwan. Sementara, perwakilan Agen LPG 3 Kg PT. Sinergi Sehati Sampurna, menjelaskan keterlambatan pengiriman bukan disebabkan kelangkaan, melainkan karena faktor teknis rutin yang kerap terjadi menjelang akhir tahun. “Setiap akhir tahun biasanya ada sedikit keterlambatan dalam pengiriman ke Kepulauan Meranti. "Pasokan kami tetap aman, biasanya kami mengambil sekitar 1.000 tabung per bulan, dan pada Rabu nanti distribusi akan kembali stabil,” terang Agen.
Cegah Kelangkaan, Polres Kepulauan Meranti Monitoring Harga dan Stok Bapokting
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Polres Kepulauan Meranti melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal atau Satreskrim Polres Kepulauan Meranti cek ketersediaan dan harga pangan (Bapokting) di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti dipelaksanaan Tahapan Kampanye Pilkada 2024, Selasa (5/11) kemarin pagi. Monitoring yang dipimpin Kasatreskrim Polres Kepulauan Meranti Iptu Yohn Mabel, bertujuan untuk mengetahui ketersediaan bahan pokok, fluktuasi harga, serta mengidentifikasi barangkali ada penimbunan stok barang pangan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan melalui Kasat Reskrim Iptu Yohn Mabel mengatakan, kegiatan dilakukan di pasar modern, dan distributor yang berada di wilayah Kabupaten Kepuluan Meranti untuk pastikan harga dan stok pangan aman.
Pupuk Organik Dari Limbah Sawit Solusi Kelangkaan Pupuk Kimia di Batu Bara
Lima Puluh, katakabar.com - Bupati Batu Bara, H Zahir MAP bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Utara, Naslindo Sirait, Direksi PT Perkebunan Sumatera Utara, dan jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan Batu Bara lihat lokasi dekomposer pupuk organik limbah kelapa sawit di areal kebun kelap sawit milik PT Perkebunan Sumatera Utara di Desa Tanjung Kasau, Kecamatan Laut Tador, pada Kamis (19/10). Dekomposer pupuk organik limbah kelap sawit ini gagasan PT Bio Energi Rimba yang memanfaatkan tanah kosong menjadi tempat pengolahan limbah kelapa sawit, berupa janjangan kosong untuk dijadikan pupuk organik. Pupuk organik ini sebagai tambahan pupuk untuk tanaman kelapa sawit. Dari hasil penelitian, pemupukan dengan limbah sawit ini dapat membantu pertumbuhan daun dan kualitas buah sawit yang lebih baik. Pengaplikasian limbah sawit harus dilakukan mengelilingi pohon sawit dan kemudian disiram dengan air dekomposer sebanyak 20 liter ke limbah sawit tersebut di tiap-tiap pohonnya. Bupati Batu Bara pun terlihat sangat antusias dalam pengaplikasian pupuk organik ini. Menurutnya, limbah sawit organik ini sangat membantu mengurangi penggunaan pupuk kimia. "Pupuk organik ini dapat membantu mengatasi kelangkaan pupuk kimia yang dirasakan petani sawit," ujarnya dilansir dari laman website resmi Pemkab Batu Bara, pada Jumat (20/10). "Pemkab Batu Bara bersinergi dengan pihak perkebunan, perusahaan pengolahan limbah, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, untuk mengembangkan inovasi pupuk organik dekomposer limbah sawit ini," jelasnya.