Ketapang

Sorotan terbaru dari Tag # Ketapang

PHR Bangkitkan Gairah Petani Jaga Ketapang di Lahan Holtikultura Bengkalis Riau
Riau
Rabu, 08 Juli 2026 | 15:05 WIB

PHR Bangkitkan Gairah Petani Jaga Ketapang di Lahan Holtikultura Bengkalis

Bengkalis, katakabar.com - Matahari belum sepenuhnya meninggi kala aktivitas di lahan hortikultura mulai berlangsung. Di antara hamparan kangkung, bayam, dan berbagai jenis sayuran lainnya, anggota Kelompok Maju Jaya Lestari, Kelompok Tani Jaya Sepakat, Kelompok Tani Harapan, dan Kelompok Tani Setia Maju memulai rutinitas yang telah mereka jalani selama bertahun-tahun. Bagi mereka, bertani bukan sekadar mata pencaharian, tetapi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat. Dalam menjalankan usaha taninya, para petani masih menghadapi berbagai tantangan. Sebagian besar proses pengolahan lahan dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar. Kondisi tersebut membuat proses persiapan tanam menjadi lebih panjang dan menyita waktu yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya lainnya. "Pengolahan lahan menjadi pekerjaan yang cukup berat karena sebagian besar masih dilakukan secara manual. Kalau prosesnya bisa lebih cepat dan efisien, kami bisa lebih fokus pada pemeliharaan tanaman sehingga pekerjaan di kebun menjadi lebih optimal," ujar Ketua Kelompok Tani Setia Maju Desa Semunai, Jonter Sitio. Untuk mendukung peningkatan kapasitas petani dalam mengelola usaha tani secara lebih efektif, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui Program AKAR RIMBA (Aksi Kolaborasi Rehabilitasi Biodiversitas) membantu petani menghadapi meningkatnya biaya produksi melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian, penyuluhan budidaya, serta penguatan kapasitas kelompok tani. Program ini dirancang untuk membantu petani meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan sekaligus memperkuat kelembagaan kelompok sebagai fondasi pengembangan usaha pertanian yang berkelanjutan. Dukungan tersebut mulai dirasakan dalam aktivitas sehari-hari para petani. Ketersediaan sarana pertanian membantu mempercepat proses pengolahan lahan sehingga waktu kerja dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya lainnya, seperti pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, penyiraman, hingga persiapan musim tanam berikutnya. "Kami sekarang bisa mengatur pekerjaan di lahan dengan lebih baik. Waktu yang sebelumnya banyak digunakan untuk pengolahan lahan kini dapat dimanfaatkan untuk merawat tanaman dan mempersiapkan musim tanam berikutnya," cerita Jonter. Selain dukungan sarana dan prasarana, proses penyuluhan juga menjadi ruang belajar bagi para petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya hortikultura. Anggota kelompok semakin aktif berdiskusi mengenai teknik budidaya yang baik, pemanfaatan sarana pertanian secara optimal, hingga pengelolaan kelompok agar semakin mandiri. Melalui proses tersebut, semangat gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam mengembangkan usaha tani bersama. Penguatan kapasitas tersebut menjadi bekal penting bagi kelompok tani untuk terus meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan dan memperkuat kelembagaan kelompok. Dengan kemampuan yang semakin baik dalam mengelola sumber daya yang dimiliki, kelompok tani memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan. Manager Community Involvement & Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan pemberdayaan masyarakat merupakan proses membangun kapasitas agar masyarakat mampu berkembang secara mandiri. "Program AKAR RIMBA dirancang untuk memperkuat kapasitas kelompok tani melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian, penyuluhan, serta penguatan kelembagaan. Melalui dukungan tersebut, diharapkan petani dapat mengelola lahan secara lebih efektif, meningkatkan kapasitas kelompok, dan membangun fondasi usaha pertanian yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan masyarakat," jelas Iwan. Bagi para petani di Bengkalis, hasil panen bukan hanya menjadi tujuan setiap musim tanam, tetapi juga cerminan dari kerja keras dan semangat untuk terus menjaga produktivitas lahan. Melalui kolaborasi antara masyarakat dan PHR, para petani semakin optimistis dapat mengembangkan usaha pertanian yang lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan serta menggerakkan perekonomian masyarakat di wilayah Bengkalis. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

NTB Tuan Rumah Sinar Fest 2026, BPDP Dukung Ketapang dan Pemberdayaan UMKM Perkebunan Naik Kelas Nasional
Nasional
Kamis, 02 Juli 2026 | 16:07 WIB

NTB Tuan Rumah Sinar Fest 2026, BPDP Dukung Ketapang dan Pemberdayaan UMKM Perkebunan Naik Kelas

Nusa Tenggara Barat, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) gelar Sinara Fest untuk keempat kalinya. Kali ini, Provinsi Nus Tenggara Barat (NTB) tuan rumah kegiatan yang berlangsung selama dua hari dari 25 hingga 26 Juni lalu. Kegiatan tersebut terlaksana hasil kolaborasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dan Kemenkeu Satu Provinsi Nusa Tenggara Timur. Angkat tema “Perluasan Pemberdayaan UMKM Perkebunan untuk Mendukung UMKM Perkebunan Naik Kelas,” Kegiatan dihadiri Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB, Kepala KPPN Mataram, Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Nusa Tenggara, perwakilan KPPBC Mataram, perwakilan dari KPKNL Mataram, perwakilan dari Kemenkeu Satu NTB, Dinas Perkebunan, dan Kepala Divisi USDM BPDP, Adi Sucipto. Sinara Fest 2026 menghadirkan rangkaian edukasi, workshop, dan mini bazar UMKM bekerja sama dengan Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Hal ini berarti bentuk nyata komitmen BPDP dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan UMKM perkebunan berbasis kelapa sawit, kelapa, dan kakao untuk naik kelas. Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB, Ratih Hapsari Kusumawardani, menjelaskan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, kita semakin menyadari bahwa pembangunan tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan yang berjalan sendiri-sendiri. Tantangan yang kita hadapi saat ini membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan kemampuan untuk membangun jejaring yang saling menguatkan.   “Kegiatan Sinara Fest di Provinsi NTB bukan sekadar forum sosialisasi, melainkan ruang strategis untuk mempertemukan pengetahuan, jejaring, dan peluang yang dapat mendorong UMKM tumbuh lebih kuat, inovatif dan kompetitif,” ujarnya. Ia menilai pemberdayaan UMKM sangatlah penting maka harus dipandang sebagai proses yang menyeluruh, bukan sekadar pemberian pelatihan melainkan ekosistem yang mampu mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan melalui akses pembiayaan yang lebih luas, peningkatan kompetensi, perluasan pasar, adopsi teknologi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Sejalan dengan Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB, Zaid Burhan Ibrahim selaku Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP dalam Keynote Speech-nya, menuturkan tujuan dari BPDP menggelar Sinara Fest adalah ingin memperkenalkan berbagai peluang pengembangan usaha berbasis komoditas perkebunan. “Komoditas perkebunan seperti kakao, kelapa sawit, kelapa dan berbagai komoditas unggulan lainnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk nilai tambah tinggi. Potensi inilah yang perlu terus kita dorong melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, penguatan pemasaran, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia," jelasnya. Kegiatan ini bukan hal baru, sebab BPDP terus berinovasi untuk menjalankan program-program yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat. “Khusus dalam aspek pemberdayaan UMKM, BPDP berupaya menghadirkan berbagai pelatihan, workshop, promosi dan pendampingan agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk yang lebih inovatif, berkualitas, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi," kata Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah sat diskusi 'Peluang Kolaborasi Pengembangan UMKM Perkebunan', menyampaikan berbagai dukungan BPDP serta peluang kolaborasi dan Pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat. “BPDP siap kolaborasi dengan pelaku UKM di Mataram yang mengembangkan produk berbasis perkebunan dan turunannya dari sawit, kakao dan Kelapa dan juga sebagai untuk promosi kebaikan sawit,kakao dan kelapa," ucapnya. BPDP berharap ruang kolaborasi antar pemerintah, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan yang telah digaungkan oleh BPDP melalui Sinara Fest 2026, di Provinsi NTB dapat memperluas dan mendorong UMKM semakin naik kelas.

Dukung Ketapang Nasional, Polsek Merbau Panen Jagung Pipil Bersama Poktan Bagan Melibur Hukrim
Hukrim
Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:14 WIB

Dukung Ketapang Nasional, Polsek Merbau Panen Jagung Pipil Bersama Poktan Bagan Melibur

Kepulauan Meranti, katakabar.com -  Kepolisian Sektor (Polsek) Merbau bersama Kelompok Tani Desa Bagan Melibur dan personel Polsek Merbau melaksanakan panen jagung pipil. Kegiatan ini mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional. Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., yang pimpin langsung kegiatan. Ia menegaskan komitmen jajaran Polsek Merbau mendukung sektor pertanian, dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. "Kami melaksanakan panen jagung pipil ini sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan dan swasembada pangan nasional. Polsek Merbau siap mendukung berbagai upaya yang dilakukan masyarakat, khususnya para petani, dalam meningkatkan produksi pangan," kata AKP Jimmy Andre. Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan kelompok tani menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong terwujudnya kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga berharap kegiatan budidaya jagung yang dilakukan kelompok tani dapat terus berkembang dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemenuhan kebutuhan pangan daerah maupun nasional. "Kami berharap kegiatan panen jagung pipil ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal. Polsek Merbau akan terus mendukung penuh kegiatan para kelompok tani dalam mewujudkan program ketahanan dan swasembada pangan nasional," jelasnya. Melalui kegiatan tersebut, Polsek Merbau tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut berperan aktif dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan melalui kolaborasi bersama masyarakat dan kelompok tani setempat.

Menteri PPN: PTPN I Punya Domain Dukung Ketapang dan Energi Nasional
Nasional
Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:05 WIB

Menteri PPN: PTPN I Punya Domain Dukung Ketapang dan Energi

Jakarta, katakabar.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, menyatakan PT Perkebunan Nusantara I (Persero), subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memiliki domain strategis dalam mendukung program ketahanan pangan dan energi yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat Pambudy saat memberikan sambutan pada penandatanganan nota kesepahaman tentang penguatan perencanaan program hilirisasi komoditas kelapa, kopi, dan kakao antara PTPN I (Persero) dengan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, di pekan kedua Mei 2026 lalu. Rachmat Pambudy mengatakan, tiga program swasembada yang tengah diakselerasi pemerintah, yakni swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air, memiliki keterkaitan langsung dengan sektor agro yang dijalankan PTPN I (Persero). Menurutnya, peran PTPN I dalam mendukung pencapaian target tersebut sangat besar. “Kita tahu, Bapak Presiden mencanangkan swasembada, yakni swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air. Ketiga-tiganya ada di PTPN I. Oleh karena itu, Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas mendukung PTPN I dalam menjalankan program swasembada tersebut. Rencana kerja sama yang ditanda tangani hari ini, adalah program hilirisasi komoditas kelapa, kopi, dan kakao,” kata Rachmat. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Utama PTPN I (Persero), Teddy Yunirman Danas, dan Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti, disaksikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, serta Komisaris Independen PTPN I (Persero), Sutan Adil Hendra. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pondasi industri perkebunan nasional yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing global guna meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri. Dalam sambutannya, Teddy Yunirman Danas, menegaskan masa depan perkebunan Indonesia tidak dapat lagi hanya bertumpu pada produksi bahan mentah. “PTPN I (Persero) telah menyusun roadmap hilirisasi hingga tahun 2029 untuk menciptakan ekosistem industri hulu-hilir yang mampu memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Strategi ini dirancang untuk memastikan setiap komoditas memberikan kontribusi maksimal terhadap ekonomi nasional melalui pembangunan industri pengolahan yang massif,” jelas Teddy. Khusus untuk komoditas kelapa, lanjut Teddy, PTPN I (Persero) memproyeksikannya sebagai future commodity dengan target pengembangan kawasan hingga 50 ribu hektare yang akan didukung enam unit pabrik pengolahan di berbagai wilayah potensial di Indonesia. Sementara, untuk komoditas kopi, PTPN I (Persero) menyiapkan pengembangan lahan seluas 12 ribu hektare dengan tujuh fasilitas pengolahan yang akan memproduksi kopi premium dengan sistem ketertelusuran (traceability) dan standar keberlanjutan yang kuat untuk pasar internasional. Adapun komoditas kakao diproyeksikan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri cokelat dunia melalui pengembangan area seluas lima ribu hektare yang terintegrasi dengan fasilitas pengolahan. Teddy menegaskan, seluruh rencana pengembangan tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi dalam meningkatkan kemandirian ekonomi nasional. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, turut menyambut baik inisiatif tersebut dan menekankan pentingnya kolaborasi riset dan inovasi dalam penerapan praktik pertanian yang baik (Good Agriculture Practices). Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri kelapa, kopi, dan kakao dunia.

Panen Raya Jagung 1,5 Ton! Polsek Bonai Darussalam Buktikan Komitmen Ketapang Berbuah Nyata Hukrim
Hukrim
Selasa, 02 Juni 2026 | 22:12 WIB

Panen Raya Jagung 1,5 Ton! Polsek Bonai Darussalam Buktikan Komitmen Ketapang Berbuah Nyata

Rokan Hulu, katakabar.com - Di tengah semangat gotong royong dan harapan akan kemandirian pangan, lahan program Asta Cita Ketahanan Pangan milik Polsek Bonai Darussalam membuahkan hasil yang membanggakan. Awal Juni 2026, suasana riuh dan gembira selimuti Desa Rawa Makmur, Kecamatan Bonai Darussalam, saat panen raya jagung digelar dengan hasil yang melimpah. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.10 WIB hingga selesai ini jadi bukti nyata seriusnya pengelolaan lahan seluas kurang lebih 1,5 hektar mampu menghasilkan produksi yang optimal. Dari lahan yang dikelola dengan penuh kesungguhan tersebut, berhasil dipanen jagung pipil hibrida dengan total produksi mencapai sekitar 1,5 ton berat kotor. Panen raya ini bukan sekadar rutinitas pertanian, melainkan simbol keberhasilan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan di tingkat desa. Acara ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Kecamatan Bonai Darussalam, Suratman, yang mewakili Camat. Hadir pula Kapolsek Bonai Darussalam, Iptu Abdau Wardiyoso, S.Tr.K., M.H., Kepala Desa Rawa Makmur Prayitno, Ketua BPD M. Fathul Aziez, Direktur BUMDes Arifin Parman, beserta jajaran perangkat desa dan warga setempat. Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan sambutan hangat dari para pemangku kebijakan. Dalam kesempatannya, Kapolsek Iptu Abdau Wardiyoso, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas keberhasilan ini. "Hasil panen yang cukup baik ini adalah buah dari kerja keras, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang tinggi dari seluruh elemen masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kepedulian warga Desa Rawa Makmur yang terus menjaga dan merawat lahan ini dengan penuh tanggung jawab," ujar Abdau Wardiyoso dengan penuh semangat. Ia pun menegaskan kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Polsek Bonai Darussalam tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga hadir untuk mendukung program pemerintah demi kesejahteraan rakyat. "Ini adalah bukti cinta kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa program ketahanan pangan ini benar-benar dirasakan manfaatnya, bisa membantu ekonomi keluarga, dan memperkuat stok pangan di daerah kita," tegasnya. Kapolsek juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan produktivitas ini. Menurutnya, keberhasilan pertanian tidak lepas dari situasi keamanan yang kondusif. Oleh karena itu, sinergi menjaga ketertiban dan kelestarian lahan pertanian harus terus dijaga agar pembangunan di sektor ini bisa berjalan berkelanjutan. Kegiatan panen raya berjalan lancar, aman, dan penuh kekeluargaan hingga pukul 12.00 WIB. Keberhasilan panen jagung sebanyak 1,5 ton ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan penyemangat bagi warga lainnya untuk terus mengoptimalkan potensi pertanian yang ada di Bonai Darussalam. Semoga ke depan, hasil yang didapat bisa semakin meningkat, sehingga ketahanan pangan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat.

Polsek Merbau Perkuat Ketapang Lewat Pendampingan Perternak dan Nelayan Hukrim
Hukrim
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:44 WIB

Polsek Merbau Perkuat Ketapang Lewat Pendampingan Perternak dan Nelayan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Merbau, Polres Kepulauan Meranti, dan jajajaran dukung program Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Swasembada Pangan Nasional. Ini dibuktikan dengan hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan pembinaan. Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre SH MH, melalui Bhabinkamtibmas Desa Mekar Sari, Bripka Hartono SH, melaksanakan kegiatan sambang peternak kambing di Desa Mekar Sari, Kecamatan Merbau, Kamis (28/5). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap sektor peternakan masyarakat yang menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional. Di kegiatan itu, Bripka Hartono juga memberikan imbauan kamtibmas kepada warga agar tetap menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan tindakan kriminalitas di wilayahnya. “Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga mendukung masyarakat dalam meningkatkan sektor pangan dan perekonomian warga,” ujar Bripka Hartono mewakili Kapolsek Merbau. Selain kegiatan sambang peternak, personel Polsek Merbau lainnya, Brigpol Andre Jonanda, turut membantu masyarakat dalam proses penjemuran ikan asin di Kecamatan Tasik Putri Puyu. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai menunjukkan kepedulian nyata Polri terhadap aktivitas ekonomi warga pesisir yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan masyarakat. “Kami membantu masyarakat dalam penjemuran ikan asin sebagai bentuk dukungan terhadap program Ketahanan Pangan dan Swasembada Pangan Nasional,” jelasnya. Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre SH MH, menegaskan pihaknya akan terus mendorong personel Bhabinkamtibmas untuk aktif turun langsung ke tengah masyarakat, baik dalam menjaga situasi keamanan maupun mendukung kegiatan produktif masyarakat. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila terjadi tindak kejahatan melalui Polsek Merbau maupun Call Center Polres Kepulauan Meranti di layanan 110. “Sinergi antara Polri dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” terangnya.

Cegah PMK Untuk Ketapang, Kapolsek KSKP Tembilahan Gercep Edukasi Peternak Kambing Hukrim
Hukrim
Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:22 WIB

Cegah PMK Untuk Ketapang, Kapolsek KSKP Tembilahan Gercep Edukasi Peternak Kambing

Tembilahan, katakabar.com - Sebagai upaya mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional, Kapolsek Kawasan Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tembilahan, Ipda Parna B. Simarmata, bersama personel Polsek KSKP Tembilahan turun langsung ke lapangan untuk memberikan penyuluhan kepada para peternak kambing di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat (22/5). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan kepolisian terhadap penguatan sektor peternakan sebagai salah satu penopang utama swasembada pangan daerah. Pada kegiatan yang dilaksanakan di sentra peternakan masyarakat itu, Kapolsek memberikan edukasi mengenai pentingnya manajemen kesehatan hewan ternak guna meningkatkan kualitas dan produktivitas kambing. Penyuluhan difokuskan pada langkah-langkah pencegahan penyakit ternak, termasuk antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang dapat berdampak pada menurunnya produksi dan kualitas hewan ternak. Kapolsek KSKP Tembilahan, Ipda Parna B. Simarmata, menegaskan keberhasilan program swasembada pangan tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian, tetapi juga sektor peternakan yang memiliki kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. “Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil pertanian, tetapi juga bagaimana sektor peternakan mampu berkembang dengan baik. Jika kesehatan ternak terjaga, produktivitas meningkat dan kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi secara mandiri. Karena itu, kami hadir untuk memberikan pendampingan dan motivasi kepada para peternak,” ujarnya. Di penyuluhan tersebut, para peternak diimbau untuk menjaga kebersihan kandang, memastikan kualitas pakan ternak tetap baik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan hewan secara berkala. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular yang dapat merugikan peternak maupun masyarakat luas. Selain memberikan edukasi, jajaran Polsek KSKP Tembilahan juga membuka ruang dialog bersama para peternak guna mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari persoalan pakan, perawatan ternak, hingga penanganan kesehatan hewan. Polisi juga siap berkoordinasi dengan instansi terkait apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan ternak secara massal. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat peternak. Mereka mengaku terbantu dengan adanya perhatian dan pendampingan langsung dari pihak kepolisian, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola peternakan yang sehat dan produktif. Melalui kegiatan penyuluhan ini, Polsek KSKP Tembilahan berharap sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat peternak dapat terus diperkuat demi mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hilir.

Polsek Merbau Dukung Ketapang Nasional Cek dan Beri Pakan Kambing Hukrim
Hukrim
Kamis, 21 Mei 2026 | 15:46 WIB

Polsek Merbau Dukung Ketapang Nasional Cek dan Beri Pakan Kambing

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Guna mendukung program swasembada dan ketahanan pangan (Ketapang) nasional, jajaran Polsek Merbau, Polres Kepulauan Meranti, melaksanakan kegiatan pengecekan sekaligus pemberian pakan kambing di wilayah Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Merbau, Brigpol Andre Jonanda atas arahan Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre, S.H., M.H. Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre melalui Brigpol Andre Jonanda, mengatakan kegiatan ini bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat, khususnya di wilayah Kepulauan Meranti. “Melalui kegiatan pengecekan dan pemberian pakan kambing ini, kami ingin memastikan program ketahanan pangan masyarakat berjalan dengan baik serta memberikan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat,” ujar Brigpol Andre Jonanda. Menurutnya, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap sektor peternakan masyarakat yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung swasembada pangan nasional. Selain melakukan pengecekan kondisi ternak, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar terus menjaga kualitas pakan dan kesehatan hewan ternak sehingga hasil peternakan dapat meningkat. Polsek Merbau berharap kegiatan tersebut mampu mendorong semangat masyarakat dalam mengembangkan sektor peternakan mandiri sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi dan ketahanan pangan daerah. Di sisi lain, Polres Kepulauan Meranti juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan tindakan kriminal maupun gangguan kamtibmas melalui layanan Call Center 110 Polres Kepulauan Meranti.

Dukung Ketapang Nasional, Bhabinkamtibas Polsek Merbau Sambangi Pertenak Sapi Hukrim
Hukrim
Senin, 11 Mei 2026 | 20:43 WIB

Dukung Ketapang Nasional, Bhabinkamtibas Polsek Merbau Sambangi Pertenak Sapi

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Merbau, Polres Kepulauan Meranti, melalui Bhabinkamtibmas gelar kegiatan sambang Pertenak Sapi. Kagitan ini bertujuan untuk mendukung seluruh program Ketahan Pangan (Ketapang) dan Swasembada Pangan Nasional. Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., melalui Bhabinkamtibmas Polsek Merbau, Brigadir Muchlisin M. Akbar, mengatakan kegiatan sambang bersama jajaran Polsek Merbau tersebut, yakni Peternak Sapi di Desa Bagan Melibur Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti. "Kegiatan ini untuk mendukung program ketahanan pangan dan swasembada Pangan Nasional. "Semoga kegiatan yang kita lakukan ini, dapat menjaga ketahanan pagan dan swasembada pangan nasional di wilayah hukum Polsek Merbau," ujar Brigadir Muchlisin M Akbar, Senin (11/5). Ia berharap, dengan kegiatan menjaga ketahan pangan ini, sekaligus dapat menjaga Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Merbau. Polres Kepulauan Meranti mengimbau bila ada tindakan yang mencurigakan atau ada tindakan kriminal lainya segera hubung di Call Center 110. Polres Kepulauan Meranti siap melayani masyarakat Kepulauan Meranti.

Dukung Ketapang Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Merbau Cek Lahan Jagung di Bagan Melibur Hukrim
Hukrim
Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47 WIB

Dukung Ketapang Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Merbau Cek Lahan Jagung di Bagan Melibur

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Untuk mendukung Program Ketahanan dan Swasembada Pangan Nasional, Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., lewat Bhabinkamtibmas Polsek Merbau, Brigadir Muchlisin M. Akbar,  melakukan pengecekan pertumbuhan jagung pipil Quartal I Tahun 2026 di Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan pengecekan tersebut dilakukan di lahan jagung seluas 0,5 hektare sebagai bentuk monitoring, dan pendampingan terhadap program ketahanan pangan yang tengah digalakkan pemerintah. Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre, menyampaikan keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan wujud dukungan nyata terhadap upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain melakukan pengecekan lahan, personel Polsek Merbau juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus memanfaatkan lahan produktif untuk sektor pertanian, khususnya budidaya jagung pipil yang memiliki nilai ekonomi, dan mendukung kebutuhan pangan nasional. Di kegiatan tersebut, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga situasi Kamtibmas di lingkungan masing-masing. "Untuk itu, segera melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan melalui Call Center 110," teganya. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat setempat.