Logistik
Sorotan terbaru dari Tag # Logistik
Kemenko Pangan dan IDSurvey Akselerasi GSPI Perkuat Efektivitas Logistik Pangan Dorong Ketapangnas
Jakarta, katakabar.com - Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey helat serangkaian agenda Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026 sebagai tindak lanjut hasil Asesmen Green and Smart Port 2025 yang telah dilaksanakan IDSurvey pada 8 pelabuhan di Indonesia. Usung tema "Hijau Hari Ini, Cerdas Esok Hari, Ketahanan Pangan Selamanya", GSPI ASRI 2026 menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan, efisiensi operasional, serta digitalisasi layanan. Program ini sebagai upaya mempercepat transformasi sektor kepelabuhanan nasional sebagai simpul distribusi logistik yang menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus pangan antardaerah, menekan biaya logistik, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional. Seiring meningkatnya tuntutan perdagangan global terhadap rantai pasok yang berkelanjutan, transparan, dan terdigitalisasi, daya saing pelabuhan tidak lagi semata ditentukan oleh kapasitas dan kecepatan layanan. Kemampuan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, efisiensi energi, dan transformasi digital kini menjadi faktor strategis dalam memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok internasional. Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono, menegaskan transformasi pelabuhan bagian penting dalam memperkuat kelancaran logistik pangan demi terwujudnya ketahanan pangan nasional. "Pelabuhan merupakan simpul strategis dalam rantai pasok pangan nasional. Melalui Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, kami ingin mendorong terwujudnya pelabuhan yang tidak hanya efisien dan berdaya saing, tetapi juga berkelanjutan serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam meningkatkan efektifitas logistik yang mampu menjamin kelancaran distribusi pangan, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global”,ujar Tatang. Program Green and Smart Port merupakan serangkaian instrumen asesmen yang dirancang untuk mengukur sekaligus mendorong implementasi praktik terbaik dalam pengelolaan pelabuhan melalui pendekatan Green Port dan Smart Port. Indikator penilaian pada Green and Smart Port telah dikategorikan berdasarkan aspek Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), dikarenakan program ini selaras dengan program Presiden Republik Indonesia yaitu melalui Gerakan Indonesia ASRI. Penilaian GSPI mengacu pada Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023, yang disusun berdasarkan regulasi nasional dan praktik terbaik internasional. Asesmen mencakup aspek tata kelola, teknis operasional, pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, keselamatan dan kesehatan kerja, kepelabuhanan, serta digitalisasi dengan komposisi penilaian 80 persen Green Port dan 20 persen Smart Port. Pelabuhan peserta mengikuti tahapan asesmen melalui mekanisme self-assessment pada platform My Green Port, dilanjutkan dengan verifikasi dokumen, survei lapangan oleh tim asesor independen, hingga penilaian akhir oleh dewan pertimbangan sesuai bidang keahlian masing-masing. Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Asesmen Green and Smart Port Tahun 2025, Kegiatan GSPI ASRI 2026 yang akan diselenggarakan pada tanggal 15 Juli 2026 di Dermaga C Pelabuhan PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur sebagai salah satu peserta GSP. Kegiatan ini jadi momentum yang tepat untuk penyerahan hasil penilaian GSP kepada 8 (delapan) pelabuhan peserta asesmen yang telah menunjukkan komitmen dan capaiannya yakni PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas – TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal – Branch Tanjung Intan, dan Terminal Petikemas Bitung. Melalui GSPI ASRI 2026, hasil asesmen tersebut ditindaklanjuti melalui pendampingan, penguatan implementasi praktik terbaik, serta akselerasi transformasi pelabuhan agar semakin hijau, cerdas, dan berdaya saing dalam mendukung sistem logistik nasional serta ketahanan pangan Indonesia. Program Green and Smart Port menunjukkan adanya kebermanfaatan terhadap kinerja dan citra pelabuhan dengan penerapan prinsip keberlanjutan dan digitalisasi. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kemenhub menyatakan siap untuk mendorong pelabuhan lain yang belum ikut berpartisipasi untuk bisa ikut serta mengimplementasikan program Green and Smart Port ini. Harapannya lebih banyak pelabuhan di Indonesia yang menerapkan prinsip pelabuhan yang pintar dan ramah lingkungan. "Sebagai Strategic Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey bersama dengan entitasnya PT SUCOFINDO (Persero), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), dan PT Surveyor Indonesia (Persero) berkomitmen menghadirkan layanan assurance yang tidak hanya menjamin kepatuhan terhadap standar, tetapi juga mendorong peningkatan kinerja dan daya saing pelabuhan nasional. Green and Smart Port Initiatives menjadi instrumen penting untuk mempercepat transformasi menuju pelabuhan yang lebih hijau, lebih cerdas, dan mampu memenuhi tuntutan perdagangan global di masa depan," timpal David. Melalui penyelenggaraan GSPI ASRI 2026, Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey menargetkan semakin banyak pelabuhan yang berpartisipasi untuk mengikuti asesmen Green and Smart Port, sehingga mampu meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat distribusi pangan, dan mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Drone Kargo DJI FlyCart 100 Distribusi Logistik di Medan Ekstrem
Jakarta, katakabar.com - Distribusi logistik di medan pegunungan menghadapi kendala yang tidak bisa diselesaikan dengan kendaraan darat konvensional. Akses jalan yang terbatas, medan curam, dan elevasi tinggi membuat pengiriman barang ke wilayah terpencil menjadi lambat, berisiko, dan tidak efisien. DJI FlyCart 100 hadir sebagai drone kargo berkapasitas besar yang dirancang untuk operasi pengiriman di kondisi lapangan ekstrem. Sistem ini dilengkapi winch system terintegrasi yang memungkinkan pelepasan muatan dari udara tanpa harus mendarat, sistem dual battery untuk meningkatkan endurance, serta stabilitas tinggi di ketinggian dan kondisi angin yang tidak menentu. Dikembangkan oleh DJI, FlyCart 100 mendukung mode penerbangan manual maupun otomatis dengan kapasitas angkut hingga 85 kg. Sistem ini dirancang untuk menjangkau titik pengiriman yang sulit dicapai melalui jalur darat. Di Indonesia, Halo Robotics menyediakan FlyCart 100 sebagai bagian dari solusi drone logistik untuk kebutuhan distribusi di sektor pertambangan, energi, pertanian, dan layanan kesehatan. Sistem ini dioperasikan di berbagai kondisi lapangan, termasuk wilayah pegunungan dengan ketinggian tinggi dan akses darat yang terbatas. "Kemampuan membawa muatan yang besar dan merilis payload melalui winch system tanpa harus mendarat, membuka opsi distribusi logistik ke area yang selama ini tidak bisa dijangkau kendaraan darat," ujar Halo Robotics. Kemampuan ini relevan untuk berbagai kebutuhan operasional. FlyCart 100 dapat digunakan untuk distribusi suku cadang dan material ke area tambang atau energi yang terisolir, pengiriman obat dan alat medis ke wilayah tanpa akses jalan memadai, serta suplai logistik ke lokasi konstruksi dan perkebunan di lahan berbukit. Penggunaan drone kargo menunjukkan pergeseran pendekatan industri dalam menyelesaikan tantangan distribusi logistik di wilayah ekstrem. Data operasional lapangan memberi dasar yang terukur bagi perusahaan untuk mengevaluasi drone sebagai alternatif distribusi yang efisien di area yang sulit dijangkau.
Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan Lantaran Arus Logistik Meningkat Jelang Lebaran
Surabaya, katakabar.com - Arus logistik nasional menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran 2026. Pelaku usaha logistik mulai menerapkan strategi khusus untuk memastikan arus logistik tetap lancar. Peningkatan arus logistik jelang lebaran di antaranya terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Tengah-DIY, Teguh Arif Handoko, menyebutkan volume kargo naik sekitar 130 persen. Di Pelabuhan Tanjung Emas, kenaikan kargo membuat rotasi kontainer yang biasanya rata-rata sekitar 2.800 unit per hari meningkat menjadi 3.000 unit per hari. Selain momentum Lebaran, ALFI Jateng menyoroti tren pertumbuhan aktivitas logistik juga didongkrak banyaknya investasi industri di Jawa Tengah, seperti di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mendorong peningkatan throughput di Pelabuhan Tanjung Emas. "Tahun 2023 sekitar 700.000 TEUs, 2024 naik 800.000 TEUs, dan 2025 sudah tembus 1 juta TEUs. Ini signifikan, walaupun perusahaan di kawasan industri KIK dan KITB baru sekitar 20 persen yang sudah produksi dan operasi," ucap Teguh saat ditemui di kantornya, Selasa (3/3) lalu. Strategi Khusus Kepadatan arus logistik jelang Lebaran mendorong ALFI Jawa Timur (Jatim) menyiapkan strategi khusus. Salah satunya, pengalihan storage ekspor untuk menampung sementara impor di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Ketua ALFI Jatim, Sebastian Wibisono, saat dihubungi, Selasa (3/3), mengatakan menjelang Lebaran lonjakan arus logistik memang tidak bisa dihindari. Dia memprediksi volume arus logistik Lebaran bakal meningkat 80 persen. Apalagi Surabaya selama ini kerap menjadi jalur transit ke wilayah Timur. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak diperkirakan Kembali normal setelah April. "Kebetulan Nataru, Imlek dan Idulfitri waktunya bersamaan, sehingga load-nya memang tinggi. Pas Imlek banyak impor turun ke sini, terus didistribusikan ke wilayah seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan," papar Wibi, sapaan akrabnya. Untuk mengantisipasi penumpukan, ALFI Jatim menerapkan strategi pengalihan lokasi. Gudang yang biasanya digunakan untuk ekspor bakal dimanfaatkan sementara untuk menampung barang impor. Semua itu dilakukan setelah koordinasi dan izin Bea Cukai agar arus logistik tetap lancar. "Setiap tahun selalu ada migrasi antarterminal, terutama untuk kontainer ekspor-impor. Di sini ada dua terminal utama, Terminal Teluk Lamong dan Terminal Petikemas Surabaya," ujarnya. Wibi menerangkan lonjakan arus logistik tahun lalu mencapai 103 persen. Tetapi, masih bisa diantisipasi dengan memindahkan kontainer ke storage domestik maupun depo yang beroperasi selama 24 jam tanpa henti. Ia menilai pelabuhan-pelabuhan seperti Tanjung Mas dan Tanjung Perak perlu peningkatan infrastruktur seperti diperluas lahannya agar penyandaran kapal bisa lebih banyak. Hal serupa juga menjadi perhatian ALFI Jateng. Teguh menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur secara menyeluruh, termasuk fasilitas akses jalan dan depo kontainer agar operasional logistik di Pelabuhan Tanjung Emas lebih lancar. ALFI Jateng menyoroti peran pemerintah provinsi dalam mendukung investasi tidak hanya dari sisi penanaman modal, tetapi juga memastikan manajemen rantai pasok yang perlu diperhatikan. Langkah ini semata-mata menciptakan alur bongkar muat yang terkontrol, mengurangi antrean kontainer dan barang keluar masuk pelabuhan tanpa hambatan. "Jangan hanya memberikan suatu kemudahan investasi tanpa memikirkan manajemen supply chain. Jangan sampai investor bingung saat mengirim barang setelah produksi selesai," tandasnya. Antisipasi Mengantisipasi peningkatan arus logistik jelang lebaran 2026, PT Pelindo Terminal Petikemas mengaku telah melakukan persiapan di sejumlah terminal yang dikelola. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan dengan sistem operasi terminal yang digunakan saat ini pihaknya dapat merencanakan pelayanan bongkar muat kapal peti kemas sejak jauh-jauh hari. Terminal dapat memprediksi tingkat kepadatan tambatan di dermaga (berth occupancy ratio) juga tingkat kepadatan lapangan penumpukan peti kemas (yard occupancy ratio). "Kami melakukan antisipasi sejak awal, terutama untuk lapangan penumpukan agar lebih optimal dalam menampung peti kemas, karena kurang lebih selama 16 hari peti kemas ini akan berada di dalam terminal dengan adanya pembatasan angkutan barang," cerita Widyaswendra. Pengelola terminal bersama pemangku kepentingan juga menyiapkan lokasi overbrengen (pindah lokasi penumpukan) sebagai cara untuk mengurai kepadatan di dalam area terminal. Langkah ini dilakukan agar kegiatan bongkar muat di dalam terminal peti kemas dapat berjalan dengan lancar. Selama libur lebaran, operasional terminal peti kemas disebut tetap berlangsung penuh selama 24 jam dalam 7 hari. Kegiatan pelayanan tetap berlangsung sesuai dengan jadwal dan perencanaan yang dilakukan. "Kami menghimbau kepada para pengguna jasa untuk memanfaatkan layanan terminal booking system untuk meminimalkan kepadatan dan terjadinya kemacetan di jalan raya saat akan melakukan pengiriman maupun pengambilan peti kemas sebelum libur dan setelah libur lebaran," serunya. Peningkatan Perdagangan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi, menilai peningkatan aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjadi sinyal membaiknya perputaran ekonomi. Volume bongkar muat tercatat naik seiring meningkatnya konsumsi masyarakat saat Imlek dan berlanjut menjelang Lebaran. Menurutnya, volume bongkar muat tersebut diperkirakan naik sekitar 20 persen dibanding hari biasa. Bahkan nanti sekitar 10 hari sebelum Lebaran, lonjakan aktivitas bongkar muat bisa menyentuh kisaran 25 persen. "Sejak Desember sudah terlihat ada peningkatan aktivitas bongkar muat di sana. Ini akan terus meningkat mendekati lebaran dengan kenaikan sekitar 25 persen dibanding hari biasa," tutur Frans. Kata Frans, komoditas yang mendominasi peningkatan arus barang adalah kebutuhan konsumsi musiman, mulai dari bahan pangan produk fesyen dan perlengkapan lebaran idulfitri lainnya. Dampaknya cukup positif untuk UMKM maupun ritel karena perputaran uang berlangsung lebih cepat. Sejauh ini, Frans belum mendapat laporan dari anggota Apindo Jateng soal adanya antrean karena penumpukan aktivitas bongkar muat. Dia menilai operasional pelabuhan relatif lancar, sebab Pelindo Terminal Petikemas memiliki pengalaman saat menangani peningkatan arus barang tersebut. Frans memprediksi pertumbuhan ekonomi di Jateng hingga Lebaran mendatang menunjukkan tren positif. Konsumsi domestik menjadi penopang utama yang mendorong laju perputaran ekonomi. Bahkan dia memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi mendekati 5,7 persen atau lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa yang berkisar 5,1 hingga 5,2 persen.
Ekspansi Proyek Logistik PTBA Fondasi Ketahanan Energi Nasional
Jakarta, katakabar.com - MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia konsisten dukung agenda ketahanan energi nasional melalui penyediaan pasokan batu bara yang andal dan berkelanjutan. Melalui PT Bukit Asam Tbk (PTBA), MIND ID terus mendorong peningkatan kapasitas produksi yang menjadi salah satu penopang utama bauran energi nasional. Saat ini, Bukit Asam memiliki kapasitas produksi sebesar 43 juta ton per tahun dan menargetkan peningkatan kapasitas hingga mencapai 100 juta ton per tahun dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Sebagian besar produksi tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, di mana sekitar 52 persen produksi untuk mencukupi kebutuhan listrik domestik. Ke depan, permintaan batu bara domestik diperkirakan masih akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan kebutuhan listrik, ekspansi industri manufaktur, serta pengembangan hilirisasi di dalam negeri. Untuk memastikan kelancaran pasokan tersebut, Bukit Asam memulai pembangunan fasilitas Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7 pada jalur angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan. Fasilitas ini akan menambah kapasitas angkutan hingga 20 juta ton per tahun. Hingga periode 31 Januari 2026, progres pembangunan CHF dan TLS 6-7 mencapai 80,81 persen. Untuk memastikan penyelesaian proyek, PTBA telah memperoleh fasilitas pendanaan sebesar Rp3,56 triliun dari tiga bank HIMBARA. Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, mengatakan kedaulatan energi merupakan kebutuhan strategis bagi Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya energi yang besar. MIND ID sebagai salah satu pengelola cadangan batu bara nasional terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden. "Proyek ini merupakan fondasi penting bagi ketahanan energi nasional, dan kami akan mengawal penyelesaiannya sesuai dengan rencana,” kata Tedy dalam Kunjungan Kerjanya ke Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Kamis (12/2) lalu. Tedy menambahkan, melalui pilar strategis optimalisasi logistik, PTBA akan terus didorong untuk melakukan peningkatan kapasitas angkutan sebagai prioritas utama. “Kami berharap melalui proyek ini kapasitas angkutan batu bara PTBA dapat meningkat, sehingga perusahaan semakin mampu memperkuat kontribusinya dalam menjaga ketahanan energi nasional,” jelasnya.
Pengiriman Logistik Diprediksi Naik 30 Persen Jelang Ramadhan, Sudah Siap CS Anda!
Jakarta, katakabar.com - Industri logistik nasional kini bersiap memasuki periode peak season menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Volume pengiriman diprediksi meningkat sekitar 10 hingga 30 persen, didorong oleh pertumbuhan transaksi e-commerce serta lonjakan konsumsi masyarakat pada kategori makanan, fashion, hingga kebutuhan rumah tangga. Kondisi ini menempatkan perusahaan logistik pada fase krusial, tidak hanya dari sisi operasional distribusi, tetapi juga dari sisi layanan pelanggan (customer service). Ketika volume pengiriman meningkat, volume pertanyaan, pelacakan paket, hingga komplain pelanggan juga berpotensi melonjak. Hal ini menjadi tantangan bagi perusahaan logistik untuk terus mempertahankan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan. Berikut beberapa tantangan yang umum dihadapi oleh perusahaan logistik di momen peak season, termasuk pada Ramadan dan Idul Fitri: 1. Lonjakan Volume Panggilan Masuk (Inbound Call) Selama Ramadan, volume panggilan pelanggan dapat melonjak seiring meningkatnya jumlah pengiriman. Tanpa sistem panggilan yang terintegrasi, risiko antrean panjang dan banyaknya missed call dapat terjadi. Kondisi ini berdampak langsung pada kepuasan pelanggan. 2. Nomor Telepon Tidak Terpusat Membingungkan Pelanggan Banyak perusahaan logistik masih menggunakan nomor telepon yang berbeda-beda untuk kantor pusat dan setiap cabang. Akibatnya, pelanggan sering salah menghubungi cabang yang tidak relevan dan agent harus melakukan transfer panggilan secara manual. Di jam-jam sibuk seperti menjelang buka puasa dan sahur, proses ini menjadi beban yang dapat mengurangi produktivitas tim layanan pelanggan. 3. Kelelahan Agent Selama Periode Puasa Ramadan juga menghadirkan tantangan human factor. Agent customer service yang berpuasa mengalami penurunan energi di siang hari, sementara volume panggilan justru meningkat. Tanpa perencanaan shift dan sistem distribusi panggilan yang optimal, agent berisiko mengalami kelelahan, yang dapat meningkatkan tingkat kesalahan penanganan dan memperlambat respons terhadap inquiry pelanggan. 4. Gap antara Data Tracking dan Komunikasi ke Pelanggan Pelanggan sering menghubungi customer service untuk menanyakan status pengiriman, meskipun informasi pelacakan sudah tersedia melalui sistem terpusat dan portal pelanggan. Tetapi, data operasional tersebut sering tidak langsung terhubung dengan konteks komunikasi pelanggan, sehingga agent harus membuka berbagai dashboard, meminta klarifikasi tambahan, atau menjelaskan ulang informasi yang sebenarnya sudah tersedia. Akibatnya, proses penanganan pertanyaan menjadi lebih lambat, durasi panggilan meningkat, dan pelanggan tetap merasa kurang mendapatkan kepastian terutama saat terjadi keterlambatan pengiriman atau gangguan cold chain. MiiTel Phone: Solusi VoIP Management AI Analytics Layanan Logistik MiiTel Phone sebagai VoIP berbasis cloud dan AI mampu membantu perusahaan logistik menghadapi lonjakan komunikasi pelanggan selama Ramadan dengan membangun sistem komunikasi terpusat yang scalable, mendistribusikan panggilan secara otomatis dan praktis, serta memberikan visibilitas real-time terhadap performa layanan pelanggan. Melalui analitik percakapan berbasis AI, perusahaan dapat mengidentifikasi pola komplain, risiko kegagalan SLA, dan isu operasional utama secara lebih cepat, sehingga lonjakan peak season dapat dikelola secara proaktif tanpa mengorbankan kualitas layanan. Ingin konsultasi terkait tantangan sistem komunikasi di perusahaan Anda? Jadwalkan pertemuan dan demo gratis MiiTel dengan di sini atau kunjungi miitel.id
Holding PTPN Dorong Digitalisasi Rantai Pasok, PalmCo Integrasikan Logistik Lewat PalmGO dan Palmstok
Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo terus memperkuat transformasi digital di seluruh rantai pasok bisnisnya dengan memperkenalkan dua sistem digital untuk mendukung pengelolaan logistik dan pergudangan, yakni PalmGO dan Palmstock. Kedua sistem tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pemantauan armada, pengiriman komoditas, serta pengelolaan persediaan barang dalam satu platform berbasis data. Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa dalam pembukanya menyampaikan bahwa digitalisasi yang dilakukan PalmCo diarahkan pada integrasi sistem dan data, bukan sekadar menambah jumlah aplikasi. Menurutnya, tantangan utama transformasi digital adalah memastikan seluruh proses bisnis terhubung dalam satu ekosistem yang efisien dan mudah diawasi. “Ke depan, PalmCo tidak membutuhkan banyak aplikasi, tetapi membutuhkan sistem yang saling terintegrasi dan digunakan secara berkelanjutan. PalmGO dan Palmstock kami arahkan menjadi fondasi pengelolaan logistik dan stok yang berbasis data, transparan, dan mengurangi praktik pencatatan ganda,” ujar Jatmiko. Ia menambahkan, integrasi data yang kuat akan mempercepat pengambilan keputusan dan mengurangi ketergantungan pada proses manual, khususnya di sektor logistik yang bergerak setiap waktu dan melibatkan banyak unit kerja. Dari sisi skala bisnis, Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menjelaskan kebutuhan digitalisasi logistik dan stok menjadi keniscayaan mengingat besarnya nilai yang dikelola perusahaan setiap hari. “Setiap hari PalmCo mengelola pengangkutan sekitar 13.000 ton komoditas menggunakan kurang lebih 900 unit truk. Jika diakumulasikan, nilai barang yang bergerak mencapai sekitar Rp140 miliar per hari atau setara Rp40 triliun per tahun. Di sisi lain, stok yang kami kelola di 248 gudang tersebar di berbagai wilayah juga bernilai sangat besar,” jelas Ugun. Menurutnya, tanpa sistem digital yang terintegrasi, pengawasan logistik dan persediaan akan sangat bergantung pada proses manual dan berisiko menimbulkan inefisiensi, penyusutan, hingga lemahnya akuntabilitas. “Melalui PalmGO dan Palmstock, seluruh proses mulai dari perencanaan, pencatatan, monitoring, evaluasi, hingga penyusunan proyeksi dapat dilakukan secara real-time dan lebih akurat. Ini penting untuk menekan potensi kehilangan, mengurangi susut, sekaligus memperkuat tata kelola berbasis data,” tuturnya. Sementara, Direktur SDM dan TI PTPN IV PalmCo Suhendri menekankan bahwa PalmGO dan Palmstock tidak hanya berfungsi sebagai sistem teknologi, tetapi juga menjadi instrumen perubahan cara kerja dan budaya operasional di seluruh lini perusahaan. “PalmGO dirancang untuk mengelola dan mengoptimalkan seluruh proses logistik, mulai dari perencanaan rute, pengelolaan armada, hingga pelacakan pengiriman secara real-time. Sementara Palmstock memastikan pengelolaan persediaan barang dan gudang berjalan terintegrasi, akurat, dan terhubung dengan sistem SAP,” ujar Suhendri. Ia menambahkan, kedua sistem ini mendorong peralihan dari proses manual yang terfragmentasi menuju pola kerja yang terintegrasi dan berbasis data, hingga ke level operasional paling bawah. “Kami ingin memastikan tidak ada lagi penumpukan stok yang tidak perlu, kekurangan material yang menghambat operasional, maupun pencatatan berulang. PalmGO dan Palmstock membantu menciptakan efisiensi biaya, meningkatkan transparansi, dan memperkuat daya saing perusahaan,” jelasnya. Melalui implementasi PalmGO dan Palmstock, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menargetkan efisiensi biaya logistik dan penyimpanan secara signifikan, sekaligus meningkatkan keandalan rantai pasok komoditas sawit, teh, dan karet. Digitalisasi ini menjadi bagian dari langkah strategis Holding dalam membangun operasional yang lebih efisien, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan industri ke depan.
Dari Pelabuhan Belawan, Bantuan Logistik TNI AD Menuju Wilayah Terdampak
Medan, katakabar.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan dalam mendukung sandarnya Kapal ADRI LIII, kapal logistik milik TNI AD yang mengangkut sejumlah alat berat strategis yang sandar di Pelabuhan Belawan, Minggu (11/1) lalu. Kedatangan kapal tersebut bertujuan untuk memperkuat dukungan konstruksi, mobilitas wilayah, serta percepatan pemulihan pascabencana di wilayah kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Kapal tersebut membawa dua unit buldozer, dua unit dozer, dua unit excavator (tipe standar dan long arm), empat unit sistem water treatment (Reverse Osmosis) serta 100 koli tenda. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Belawan, Khoiruddin Lubis menyampaikan bahwa Pelindo Multi Terminal telah menyiapkan seluruh aspek operasional pelabuhan untuk memastikan proses sandar dan bongkar sejumlah alat berat tersebut berjalan aman dan lancar. “Kami memastikan kesiapan dermaga, peralatan bongkar muat berupa mobile harbour crane, personel, serta dukungan operasional lainnya guna mendukung kelancaran misi kedatangan Kapal ADRI LIII. Kami berkomitmen memberikan layanan optimal kepada semua pengguna jasa, termasuk kapal yang membawa bantuan logistik strategis untuk mendukung upaya pemulihan pascabencana,” jelas Khoiruddin. Kata Khoiruddin, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan pelabuhan guna memastikan aspek keselamatan, keamanan, serta kelancaran arus logistik selama proses bongkar kapal. Dalam kesempatan peninjauan tersebut, Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, menyampaikan bahwa kedatangan sejumlah alat berat ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kecepatan dan kualitas pelaksanaan tugas, baik untuk pembangunan infrastruktur pertahanan, dukungan operasi, maupun penanganan kondisi darurat seperti bencana alam. “Kapal ADRI LIII memiliki peran vital sebagai tulang punggung distribusi logistik strategis TNI AD. Kapal ini didesain untuk mengangkut alat utama dan alat berat dalam jumlah besar, sehingga memastikan distribusi logistik berjalan aman, tepat waktu, serta mampu menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan dukungan segera,” ucap Mayjen Hendy Antariksa.
Sinergi Logistik Nasional: Stasiun Belawan Perkuat Mata Rantai Integrasi KA dan Jalur Laut
Medan, katakabar.com - Di tengah upaya pemerintah perkuat sistem logistik nasional, Stasiun Belawan kukuhkan posisinya sebagai titik krusial (interaktor) yang menjembatani angkutan rel dengan gerbang ekspor-impor laut. Integrasi ini bukan sekadar soal pemindahan barang, melainkan upaya menciptakan efisiensi waktu dan biaya yang kompetitif. Stasiun yang berada di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara tersebut memegang peranan krusial sebagai urat nadi distribusi komoditas unggulan Sumatera Utara menuju pasar global. Di stasiun itu lokasi tujuan akhir kereta api yang mengangkut beberapa komoditi seperti CPO (Crude Palm Oil), lateks dan petikemas sebelum dikirim ke luar Sumut dengan angkutan laut. "Setiap harinya Stasiun Belawan melayani rata-rata 22 perjalanan kereta api barang yang datang dan berangkat menuju berbagai wilayah," ungkap Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo. Sebagai stasiun muara bagi kereta api barang selama tahun 2025, ujarnya, Stasiun Belawan telah melayani sebanyak 83.760 ton CPO, 151.235 ton petikemas, dan 3.051 ton lateks yang dibawa dari berbagai wilayah sentra produksi, mulai dari Rantau Prapat, Asahan, hingga Lubuk Pakam dan sekitarnya, yang nantinya akan menjadi komoditas pemanfaatan eksport dan lokal. “Sedangkan petikemas yang berhasil dimuat dan didistribusikan dari Stasiun Belaawan pada 2025 sejumlah 73.593 ton,” jelasnya. Dalam operasionalnya, stasiun ini terdapat fasilitas mesin bongkar untuk komoditi CPO dan juga lateks. Selain itu juga terdapat layanan pemuatan dan pembongkaran petikemas menggunakan alat berat seperti Reach Stacker (RS). Lokasinya Stasiun Belawan yang berada di kawasan pesisir dengan ketinggian hanya +1,90 meter di atas permukaan laut (mdpl), membuat area stasiun menjadi langganan banjir rob (genangan akibat air laut pasang) yang kerap menggenangi kawasan tersebut sebulan sekali pada saat posisi bulan purnama. "Meski jalur sering tergenang air rob karena lokasinya yang berada di pesisir, KAI Divre I Sumatera Utara memastikan operasional perjalanan kereta api sama sekali tidak terganggu," ucapnya. Ketangguhan infrastruktur di stasiun ini terbukti dengan tetap lancarnya pelayanan angkutan barang meski di tengah genangan air. Petugas yang disiagakan memastikan jalur kereta api tetap aman untuk dilalui agar distribusi komoditas tetap berjalan sesuai jadwal dan program yang telah ditentukan. Keberadaan stasiun ini membuktikan bahwa tantangan alam bukan menjadi penghalang bagi kelancaran perjalanan kereta api dalam membangun perekonomian di Sumatera Utara. Melalui pemeliharaan yang konsisten serta kekuatan dalam kerja sama yang sinergis. "KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen penuh menjaga keandalan Stasiun Belawan agar aliran barang antara kereta dan kapal laut selalu lancar dan tepat waktu. Dengan memastikan Stasiun Belawan beroperasi maksimal, KAI ikut menjaga urat nadi perdagangan tetap berlangsung guna mendorong perekonomian Sumatera Utara yang lebih maju untuk seluruh lapisan masyarakat," sebut Anwar.
Peran Drone Angkut Jaga Keberlangsungan Distribusi Logistik Darurat di Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Indonesia menghadapi tingkat risiko bencana yang tinggi dengan karakteristik geografis yang beragam. Gempa bumi, banjir, longsor, hingga erupsi gunung api kerap berdampak pada terputusnya akses menuju wilayah terdampak. Pada kondisi tersebut, pendekatan logistik yang adaptif menjadi bagian penting dalam memastikan respon darurat dapat berjalan secara efektif di lapangan. Kerusakan infrastruktur, medan yang sulit dijangkau, serta faktor cuaca sering kali membatasi pergerakan moda transportasi darat pada fase awal pascabencana. Kondisi ini menuntut mekanisme distribusi yang mampu beroperasi tanpa ketergantungan penuh pada jalur akses konvensional, khususnya untuk menjangkau titik-titik operasional yang terisolasi. Di situasi krisis, kecepatan distribusi logistik perlu diimbangi dengan kemampuan menjaga keberlangsungan fungsi-fungsi kritis di lapangan. Penerangan, komunikasi, layanan medis, serta koordinasi operasional merupakan elemen yang saling terkait dan perlu segera difungsikan oleh tim respon darurat. Pada saat yang sama, bahan pokok dan air bersih menjadi kebutuhan dasar yang harus disalurkan kepada masyarakat terdampak pada fase awal penanggulangan bencana. Menurut Halo Robotics, distribusi logistik darurat pada tahap ini tidak semata-mata berfokus pada pemindahan barang, tetapi pada penyediaan sarana yang memungkinkan aktivitas lapangan berjalan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan operasional. Pada kondisi akses terbatas, logistik udara menjadi salah satu mekanisme pendukung yang relevan untuk menjangkau area yang belum dapat diakses secara optimal melalui jalur darat. Tantangan jarak pendek hingga menengah yang terputus sering kali menjadi hambatan utama dalam distribusi logistik dari posko utama menuju titik-titik operasional di lapangan. Dalam konteks ini, drone angkut kelas berat seperti DJI FlyCart 100 digunakan untuk mendukung pengiriman muatan pada kondisi akses terbatas, terutama pada fase awal pascabencana. Pemanfaatan drone angkut memungkinkan distribusi muatan tertentu dilakukan secara langsung, tanpa harus menunggu pemulihan infrastruktur atau pembukaan jalur alternatif di darat. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas tambahan dalam perencanaan dan pelaksanaan distribusi logistik darurat. “Nilai utama drone angkut terletak pada fleksibilitas operasionalnya. Dalam skenario tertentu, konfigurasi pengangkutan hingga sekitar 80 kg pada jarak hingga 6 km memungkinkan skema distribusi tetap berjalan ketika jalur darat terputus atau belum dapat digunakan, tanpa harus menunggu pemulihan infrastruktur”, ujar Johannes Soekidi, Managing Director Halo Robotics. Dalam konteks respon darurat, kapasitas angkut dan jangkauan operasional menjadi faktor penting dalam menentukan jenis dukungan yang dapat disalurkan melalui jalur udara. Kemampuan membawa muatan dalam satu kali pengiriman berkontribusi pada efisiensi distribusi, terutama ketika kebutuhan di lapangan bersifat mendesak dan berulang. Pendekatan berbasis kapasitas operasional yang terukur membantu memastikan distribusi logistik dapat direncanakan secara realistis sesuai dengan kebutuhan di lapangan, sekaligus menjaga kesinambungan dukungan bagi tim respon darurat. Sarana pendukung operasional seperti genset, perangkat komunikasi, dan peralatan medis merupakan komponen penting bagi tim respon darurat dalam menjalankan fungsi kritis di lapangan. Penyaluran sarana pendukung ini, bersama dengan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, berperan besar dalam menjaga kontinuitas penanggulangan bencana hingga sistem pendukung utama kembali berfungsi secara bertahap. Menuju Sistem Logistik Darurat Lebih Adaptif Halo Robotics melihat bahwa pemanfaatan drone angkut akan semakin relevan sebagai bagian dari sistem logistik darurat yang adaptif, khususnya di negara dengan karakteristik geografis yang kompleks seperti Indonesia. Pada fase awal pascabencana, ketika waktu dan akses menjadi faktor krusial, pendekatan logistik yang fleksibel dapat berkontribusi pada efektivitas respon secara keseluruhan. Dengan perencanaan yang tepat dan integrasi yang sesuai, teknologi drone angkut dapat mendukung distribusi logistik darurat secara lebih terstruktur, aman, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.
Bicara Logistik di Alfi Convex 2025 Dorong Regulasi Baru Cetak Potensi Kesepakatan Bisnis Rp500 Miliar
Jakarta, katakabar.com - Alfi Convex 2025 kembali membuktikan perannya sebagai katalisator perubahan di industri logistik nasional. Selama tiga hari penyelenggaraan, forum diskusi dan konferensi yang dihadiri para pelaku utama, regulator, serta pemangku kepentingan lintas sektor, berhasil menghasilkan rekomendasi konkret yang langsung diakomodasi dalam regulasi terbaru pemerintah. Regulasi baru ini dirumuskan secara responsif, menyesuaikan dengan berbagai tantangan nyata di lapangan yang selama ini dihadapi pelaku logistik dan supply chain. Kolaborasi aktif antara asosiasi, pemerintah, dan pelaku industri di Alfi Convex 2025 mempercepat proses harmonisasi kebijakan, sehingga solusi yang dihasilkan lebih aplikatif dan berdampak nyata pada efisiensi logistik nasional. Selain itu, Alfi Convex 2025 mencatatkan pencapaian bisnis signifikan dengan potensi deal senilai lebih dari Rp500 miliar yang berhasil dijajaki dan diamankan selama event berlangsung. Kesepakatan ini melibatkan berbagai perusahaan logistik, teknologi, dan mitra strategis, menandai optimisme baru dalam pertumbuhan industri di tengah tantangan global. Alfi Convex 2025 soroti isu krusial terkait minimnya keterlibatan generasi muda di sektor logistik. Saat ini, persentase anak muda yang berkarier di bidang logistik masih sangat kecil padahal sektor ini memainkan peran vital sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional dan APBD di berbagai daerah.