QuickPro Gelar Meet Up Bandung 2026, Dorong Trader Emas Lebih Mandiri Lewat Edukasi Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:32 WIB

QuickPro Gelar Meet Up Bandung 2026, Dorong Trader Emas Lebih Mandiri Lewat Edukasi

Jakarta, katakabar.com - Meningkatnya minat terhadap trading emas mendorong kebutuhan edukasi yang lebih praktis. Melalui QuickPro Meet Up Bandung 2026, QuickPro membekali trader dengan strategi, analisa pasar, dan dukungan komunitas agar mampu mengambil keputusan trading secara mandiri serta tidak lagi bergantung pada sinyal trading. Meningkatnya minat masyarakat terhadap trading emas (XAUUSD) dalam beberapa tahun terakhir turut mendorong kebutuhan akan edukasi yang lebih praktis dan mudah diterapkan. Di tengah perkembangan tersebut, masih banyak trader yang mengandalkan sinyal trading tanpa memahami proses analisa yang mendasarinya. Kondisi ini sering membuat trader kesulitan membaca peluang market secara mandiri, kurang percaya diri dalam mengambil keputusan, serta kesulitan beradaptasi ketika kondisi pasar berubah. Melihat kebutuhan tersebut, QuickPro kembali gelar QuickPro Meet Up Bandung 2026 yang telah berlangsung pada 26 Juni 2026 di Function Rooms Menara Asia Afrika Lt.1, Bandung. Acara ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses edukasi trading yang lebih praktis, aplikatif, dan mudah dipahami oleh trader Indonesia. QuickPro Perkuat Posisi Tempat Edukasi Favoritnya Trader Emas Seiring berkembangnya industri trading di Indonesia, kebutuhan trader tidak lagi sebatas mencari platform untuk bertransaksi. Banyak trader kini mencari wadah belajar yang dapat membantu mereka memahami market secara lebih mendalam. Melalui berbagai program edukasi yang telah dijalankan, mulai dari analisa harian, webinar strategi, komunitas trader, hingga event tatap muka di berbagai kota, QuickPro terus memperkuat posisinya sebagai tempat edukasi favorit trader emas Indonesia. "QuickPro saat ini dikenal bukan hanya sebagai broker dan platform trading, tetapi sebagai tempat belajar favoritnya trader emas Indonesia. Melalui edukasi yang praktis, komunitas yang aktif, kami ingin membantu lebih banyak trader berkembang dan mampu mengambil keputusan trading secara mandiri," ujar perwakilan manajemen QuickPro. Perubahan Perilaku Trader: Dari Ikut Sinyal ke Analisa Mandiri Menurut QuickPro, terjadi perubahan pola pikir di kalangan trader retail dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya banyak trader berfokus mencari sinyal trading, kini semakin banyak yang ingin memahami proses analisa agar dapat mengambil keputusan secara lebih terukur. Kesadaran ini muncul karena trader mulai memahami bahwa kondisi market terus berubah dan tidak selalu bisa dihadapi hanya dengan mengikuti rekomendasi pihak lain. Kemampuan membaca peluang market, memahami momentum pergerakan harga, serta mengelola risiko menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan oleh trader modern. Hadirkan Strategi Spider Scalper dan Live Bedah Market Sebagai bagian dari materi utama, peserta mendapatkan edukasi strategi Spider Scalper yang dirancang untuk membantu trader menemukan peluang entry dengan pendekatan yang lebih terukur pada market Gold dan Forex. Selain sesi materi, peserta juga mengikuti Live Trade Session dan Bedah Market yang memungkinkan mereka melihat secara langsung bagaimana proses analisa dilakukan dalam kondisi market yang sesungguhnya. QuickPro berharap pendekatan pembelajaran yang lebih aplikatif ini dapat membantu trader memahami market secara lebih mudah dibanding hanya mempelajari teori semata. Komunitas Menjadi Faktor Penting dalam Perjalanan Trader Tidak hanya menghadirkan materi edukasi, acara ini juga menjadi sarana bagi trader untuk memperluas jaringan dan berdiskusi dengan sesama pelaku pasar. Peserta  mendapatkan kesempatan mengikuti sesi networking bersama komunitas trader QuickPro, serta sesi sharing bersama Bapak Kadjatni sebagai Ketua BAKTI dan Dewan Penasehat Aspebtindo (Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia), beliau membahas tentang perkembangan industri perdagangan berjangka dan pentingnya peningkatan literasi trader di Indonesia. Bagi QuickPro, komunitas yang aktif merupakan salah satu faktor penting dalam membantu trader berkembang secara berkelanjutan melalui pertukaran pengalaman, diskusi, dan pembelajaran bersama. Mendorong Trader Indonesia Lebih Mandiri QuickPro meyakini perkembangan trader tidak hanya ditentukan oleh strategi trading semata, tetapi juga oleh akses terhadap edukasi yang berkualitas, komunitas yang aktif, serta kemampuan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang. "Tujuan utama acara ini bukan sekadar mengajarkan strategi trading dengan mudah, tetapi membantu trader emas memahami cara berpikir dalam membaca peluang market emas secara lebih terukur," lanjut perwakilan QuickPro. Melalui penyelenggaraan QuickPro Meet Up Bandung 2026, perusahaan berharap dapat mendorong lebih banyak trader Indonesia untuk membangun kemampuan analisa secara mandiri sehingga tidak selalu bergantung pada sinyal dari pihak lain dalam mengambil keputusan trading. Tentang QuickPro QuickPro hadir dengan visi membantu trader emas Indonesia berkembang melalui edukasi, analisa market, dan teknologi trading yang lebih mudah dipahami. Sesuai dengan tagline “Favoritnya Trader Emas Indonesia”, QuickPro berkomitmen menghadirkan ekosistem trading yang membantu trader mulai dari pemula hingga profesional dalam mengambil keputusan trading secara lebih terarah. Melalui aplikasi QuickPro, trader dapat mengakses layanan trading, analisa market, edukasi, serta komunitas dalam satu platform yang dirancang untuk memberikan pengalaman trading yang lebih mudah, cepat, dan terpercaya.

Dukung Program Mandiri Energi Nasional, Holding PTPN Siapkan 10 Ribu Hektar Lahan Singkong di Lampung Nasional
Nasional
Rabu, 01 Juli 2026 | 13:15 WIB

Dukung Program Mandiri Energi Nasional, Holding PTPN Siapkan 10 Ribu Hektar Lahan Singkong di Lampung

Bandar Lampung, katakabar.com - PTPN I Regional 7, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), membuka peluang kerja sama bagi investor untuk pengembangan budidaya singkong di Provinsi Lampung. Sebanyak lebih dari 10 ribu hektar lahan tersedia di Unit Kerja Kebun Kedaton, Bergen, Way Berulu, Way Lima, Tulungbuyut, dan Bungamayang guna mendukung implementasi Program Mandiri Energi nasional melalui pengembangan energi baru terbarukan berbasis etanol dari singkong. Peluang investasi tersebut disampaikan Business Support Head PTPN I Regional 7, Iskandar Dewantara, dalam rapat percepatan hilirisasi industri singkong yang berlangsung di Bandar Lampung, di pekan keempat Mei 2026. Iskandar menegaskan bahwa PTPN I Regional 7 sebagai unit operasional PTPN I di bawah Holding Perkebunan Nusantara siap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional. “Kami siap melaksanakan kebijakan Bapak Presiden sebagaimana diamanatkan kepada Holding (PTPN Holding) dan HO (Head Office PTPN I) untuk mengeksekusi di lapangan. Kami punya lahan yang bisa dimanfaatkan untuk program ini seluas kurang lebih 10 ribu hektare di enam Kebun (unit kerja). Semuanya ada di Lampung,” kata Iskandar di hadapan puluhan calon investor yang hadir di Kantor Regional 7 Bandar Lampung. Rapat yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung tersebut dihadiri Kepala Dinas DKPTPH Provinsi Lampung DR Elvira Umihani, S.P., M.T., Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung sekaligus Ketua National Cassava Center (NCC) Kuswanta, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Sementara itu, pemaparan terkait kesiapan PTPN dalam program tersebut disampaikan Ketua Tim Percepatan Hilirisasi Komoditas Ubi Kayu Holding Perkebunan Nusantara, Erwin Sialagan. Elvira Umihani menjelaskan Provinsi Lampung saat ini merupakan sentra utama produksi singkong nasional dengan kontribusi sekitar 62 persen terhadap produksi nasional. Menurutnya, terdapat 72 pabrik tapioka di Lampung yang sebagian besar bahan bakunya dipasok dari petani rakyat. “Ada 72 pabrik tapioka di Lampung. Bahan bakunya dipasok dari singkong rakyat. Ada lebih 314 ribu keluarga yang mengandalkan ekonominya dari budi daya singkong di sini. Produksinya sekitar 15 juta ton per tahun. Sedangkan produktivitasnya saat ini rata-rata 7,5 ton per hektare,” bebernya. Meski produksi singkong Lampung tergolong tinggi, Elvira menegaskan bahwa pengembangan industri etanol membutuhkan kepastian pasokan bahan baku dalam jangka panjang. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan mandat kepada Holding Perkebunan Nusantara untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut. “PTPN dinilai memiliki potensi dan sumber daya yang kuat untuk memegang mandat ini. Dan pada rapat kali ini, sengaja kita undang seluruh pihak, terutama calon investor untuk membahas strategi dan teknis dalam pelaksanaannya. Pada hari ini, pihak PTPN akan memaparkan segala sesuatunya untuk kemudian bapak ibu para pelaku usaha segera mengambil langkah positif,” terangnya. Sementara, Erwin Sialagan menuturkan pemerintah menargetkan implementasi bahan bakar campuran E-20 pada tahun 2028, yakni bensin dengan kandungan etanol sebesar 20 persen yang berasal dari bahan baku terbarukan, terutama singkong. “Angka delapan juta kilo liter etanol itu diperkirakan dapat dihasilkan dari ubi kayu atau biasa disebut singkong dari lahan seluas 104 ribu hektare. Dan itu harus dicapai sampai 2029. Nah, untuk tahap awal ini, tahun 2026 harus terealisasi 10 ribu hektare. Selanjutnya akan dipercepat hingga mencapai angka tersebut. Dengan demikian, pasokan bahan baku untuk industri etanol tidak akan terputus,” imbuhnya. Lebih lanjut, Erwin memaparkan potensi lahan yang dimiliki PTPN I Regional 7 yang dapat segera dimanfaatkan investor. Dalam skema kerja sama yang ditawarkan, Holding Perkebunan Nusantara menyediakan lahan, sementara aspek budidaya, pembiayaan, teknologi, hingga pemilihan varietas menjadi tanggung jawab mitra usaha. “Model kerja samanya adalah KSU, kerja sama usaha. Kami hanya menyediakan lahan. Secara teknis budi daya dan pembiayaan, termasuk varietas yang akan ditanam, semua terserah investor. Dan regulasi terkait hasil panennya dimanfaatkan untuk program ketahanan energi, itu domain para pihak terkait. Yang pasti, kami sediakan lahan ini untuk program kemandirian energi nasional,” sebutnya. Usai pemaparan program, potensi lahan, serta model kerja sama yang ditawarkan, para investor menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi diskusi. Program pengembangan etanol berbasis singkong dinilai dapat memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. “Kami menyambut baik program ini. Untuk diketahui, baru beberapa bulan ini harga singkong kami bagus, bahkan sampai Rp2.000 per kilo. Dengan program ini (ketahanan energi), mudah-mudahan harga nggak turun lagi sehingga petani singkong bisa ikut sejahtera,” ulas Jamsari, salah satu pengurus kelompok tani yang hadir pada acara tersebut. Melalui inisiatif ini, Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmennya dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong hilirisasi komoditas pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekosistem industri etanol berbasis singkong yang berkelanjutan.

Teken MoU, Pemkab Kepulauan Meranti dan Kanwil DitjenPAS Riau Perkuat Pembinaan WBP Biar Mandiri Default
Default
Jumat, 27 Februari 2026 | 08:09 WIB

Teken MoU, Pemkab Kepulauan Meranti dan Kanwil DitjenPAS Riau Perkuat Pembinaan WBP Biar Mandiri

Pekanbaru, katakabar.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti resmi teken Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan jajaran Pemasyarakatan wilayah Riau, Kamis (26/2). Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Sialang Bungkuk, Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Penandatanganan dilakukan Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil DitjenPAS) Riau, Maizar, Bc.IP, S.Sos, M.Si. Langkah ini menjadi implementasi nyata amanat peraturan perundang-undangan guna perkuat koordinasi ketatalaksanaan antarinstansi pemerintah guna memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya warga binaan pemasyarakatan. H Asmar menegaskan penandatanganan MoU dan PKS tersebut bukan sekadar seremoni administratif, melainkan wujud komitmen kolaboratif membangun daerah melalui pembinaan yang terintegrasi. “Ini bukan sekadar prosesi di atas kertas, tetapi peneguhan komitmen bahwa pemerintah daerah hadir dalam proses pembinaan. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tetap bagian dari masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti yang memiliki hak untuk mendapatkan peningkatan kapasitas, layanan kesehatan, serta pelatihan kemandirian,” ujarnya. Kerja sama tersebut akan melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Koperasi dan UMKM. Melalui sinergi itu, pemerintah daerah berupaya membekali warga binaan dengan keterampilan nyata agar siap mandiri saat kembali ke masyarakat. Selain itu, kolaborasi ini juga diarahkan untuk memastikan proses reintegrasi sosial berjalan optimal sehingga mampu menekan angka residivisme atau pengulangan tindak pidana. Sementara, Kepala Kanwil DitjenPAS Riau, Maizar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti atas komitmen dan dukungan yang diberikan. “Kerja sama ini sangat strategis dan relevan dengan kebutuhan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Kolaborasi ini membuka ruang pemberdayaan yang selaras dengan potensi daerah,” ulasnya. Ia menegaskan penandatanganan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Menteri Imigrasi, dan Pemasyarakatan, serta 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai implementasi visi pembangunan nasional. Menurutnya, paradigma pemasyarakatan saat ini tidak lagi semata-mata menjalankan pidana, tetapi berorientasi pada pembangunan manusia. “Pemasyarakatan adalah tentang membimbing dan menyiapkan warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat dengan keterampilan, kemandirian, dan kesadaran untuk hidup lebih baik,” tegas Maizar. Kerja sama ini diharapkan memperkuat pelaksanaan tugas pemasyarakatan sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Pemasyarakatan terbaru yang menandai reformasi sistem hukum pidana nasional. Di akhir kegiatan, seluruh jajaran pemasyarakatan di wilayah Riau didorong untuk terus meningkatkan integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian. Program pembinaan dan pembimbingan diharapkan benar-benar memberikan dampak nyata, bukan sekadar kegiatan formalitas. Sinergi antara pemerintah daerah dan pemasyarakatan ini diharapkan menjadi “jembatan harapan” dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas, sekaligus memastikan warga binaan memiliki bekal yang cukup untuk kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Rapat Finalisasi Pelantikan DPW PWMOI se Riau, Rio: Persiapan Sudah Capai 80 Persen Mandiri Riau
Riau
Senin, 01 Desember 2025 | 19:38 WIB

Rapat Finalisasi Pelantikan DPW PWMOI se Riau, Rio: Persiapan Sudah Capai 80 Persen Mandiri

Pekanbaru, katakabar.com - Untuk mematangkan persiapan segala sesuatu menjelang pelantikan, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Provinsi Riau gelae rapat finalisasi pelantikan DPW, DPD PWMOI se Provinsi Riau yang dilaksanakan di caffe Zaky, jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Minggu (30/12) sore. Ketua DPW PWMOI Riau, H. Rio Kasairy, yang pimpin rapat. Ia mengatakan pertemuan tadi membahas persiapan apa saja yang sudah dilakukan dan apa-apa yang masih kurang, sehingga bisa segera disiapkan menjelang pelantikan kita. "Mengingat waktu untuk pelantikan kita tidak beberapa lama lagi, hanya menghitung hari saja," ujar Rio. Dari laporan yang kita terima dari panitia pelantikan persiapan hampir mencapai 80 persen, dan ada beberapa agenda yang sedikit berubah dari yang sebelum direncanakan. Di mana sambung Rio, perubahan yang terjadi mengenai waktunya, yang sebelumnya kita rencanakan pada 12 Desember 2025, kita mundurkan tanggalnya satu hari pada 11 Desember 2025, serta mengenai tempat, dimana yang sebelumnya kita rencanakan di Hotel Ameera, digeser ke Hotel Alpha. "Dan itu semua sudah clear, tidak ada perubahan lagi, serta saya mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada seluruh tim yang terlibat, telah bertungkus lumus untuk mensukseskan pelantikan ini serta kepad seluruh pengurus DPW, DPD se Provinsi Riau," ucap Rio. "Dan satu lagi yang perlu diingat, pelantikan kami ini 100 persen tidak berasal dari bantuan pemerintah, baik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, ini murni mandiri dan dibantu dari pihak swasta, pribadi masing-masing, serta donatur yang tidak terikat, atau istilah yang kami sebut 'Orang Baik' yang ikut membantu sukseskan pelantikan ini. Meskipun kami paham, dan mengerti dengan kondisi keuangan pemerintahan kita saat ini yang katanya devisit anggaran, banyak tunda bayar," sebut Rio. Di rapat tersebut, hadir Zul Iman selaku Sekretaris DPW, Nuhayati selaku Bendahara DPW, Sampir Bianto selaku Wakil Ketua, Hendra selaku Humas DPW, Haristio Citra Wardeni selaku Ketua Bidang OKK dan Sadrial selaku Sekretaris Bidang OKK, dan turut pula Yuhana selaku Pembina ikut membantu menyusun persiapan acara pelantikan atau seksi acara pelantikan, serta Tati salah satu anggota dari seksi acara pelantikan.

Ditopang Sawit, Bupati Tegaskan Komitmen 'Muba Mandiri Pangan' Sawit
Sawit
Senin, 27 Oktober 2025 | 16:34 WIB

Ditopang Sawit, Bupati Tegaskan Komitmen 'Muba Mandiri Pangan'

Palembang, katakabar.com - Bupati Musi Banyuasin (Muba), H M Toha Tohet SH menyampaikan komitmen serius wujudkan kemandirian pangan berkelanjutan di Sumatera Selatan. "Kita komitmen wujudkan 'Muba Mandiri Pangan' berkelanjutan di Sumatera Selatan," tegas Toha saat mengikuti Dialog Interaktif bertema “Inovasi & Terobosan Mendorong Sumsel Mandiri Pangan” yang digelar Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post di Hotel Novotel Palembang, Jumat (24/10) lalu. Gubernur Sumatera Selatan, Dr H Herman Deru, yang pimpin kegiatan diikuti para bupati dan wali kota se Sumatera Selatan. Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan dan strategi untuk memperkuat gerakan 'Sumatera Selatan Mandiri Pangan'. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel atas penyelenggaraan forum yang memfasilitasi kepala daerah dalam berbagi inovasi pembangunan. Ia mengatakan, Sumatera Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. “Sumsel memiliki hamparan sawah dan perkebunan yang luas, termasuk kelapa sawit dan karet. Kabupaten Banyuasin dan OKI menjadi wilayah dengan sawah terluas, sementara Muba merupakan daerah yang sangat potensial, tidak hanya di bidang pertanian, tetapi energi dan perikanan,” ulasnya, dilansir dari laman MC Sumsel, Senin (27/10). Ia mengapresiasi capaian Kabupaten Musi Banyuasin yang berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga satu digit pada peringatan HUT ke 69 tahun ini. “Muba telah mencatat sejarah baru dalam pengentasan kemiskinan, berkat kerja sama dan inovasi di berbagai sektor,” ucapnya. Sementara, Bupati Muba, H M Toha Tohet SH, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya dialog yang dinilai sangat strategis dan relevan dengan arah pembangunan daerah. “Tema Inovasi dan Terobosan Mendorong Sumsel Mandiri Pangan sejalan dengan visi pembangunan di Musi Banyuasin. Kami berkomitmen menjadi lumbung pangan regional untuk mendukung gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan yang diinisiasi oleh Bapak Gubernur,” tutur Toha. Menurutnya, kemandirian pangan di Muba tidak berhenti pada swasembada semata, tetapi menyangkut upaya membangun kedaulatan pangan yang berkelanjutan, dengan mengoptimalkan potensi lahan rawa dan sistem pertanian terintegrasi. Pemerintah Kabupaten Muba menargetkan tercapainya swasembada pangan secara mandiri pada tahun 2025, dengan fokus pada komoditas unggulan seperti padi dan jagung. Selain sektor pangan, Muba memiliki potensi besar di bidang perkebunan dan energi. Saat ini, terdapat sekitar 300 ribu hektare perkebunan kelapa sawit dan 200 ribu hektare perkebunan karet, yang terdiri dari kebun perusahaan dan milik masyarakat. Untuk memperkuat produktivitas, pemerintah daerah memberikan bantuan bibit unggul sawit, karet, dan pinang, serta potongan biaya sewa alat berat bagi petani yang membuka lahan baru. “Langkah-langkah ini bentuk dukungan nyata pemerintah kepada petani agar dapat meningkatkan hasil produksi secara berkelanjutan,” terangnya. Selain sektor pertanian, Musi Banyuasin dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi sumber daya alam terbesar di tingkat nasional. Kekayaan alam berupa minyak, gas, dan batu bara menjadikan Muba sebagai daerah dengan kontribusi penting bagi ekonomi Sumatera Selatan maupun Nasional. Dialog interaktif diikuti para kepala daerah penghasil pangan, dan perkebunan di Sumatera Selatan. Masing-masing kepala daerah memaparkan potensi wilayah serta strategi lokal dalam memperkuat ketahanan pangan provinsi.

WSBP Pasok Spun Pile untuk Gedung Mandiri Financial Center PIK 2, Wujud Komitmen Proyek Nasional Nasional
Nasional
Jumat, 17 Oktober 2025 | 11:00 WIB

WSBP Pasok Spun Pile untuk Gedung Mandiri Financial Center PIK 2, Wujud Komitmen Proyek Nasional

Jakarta, katakabar.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) terus memperkuat kiprahnya dalam penyediaan material beton berkualitas untuk proyek-proyek strategis nasional. Kali ini, WSBP turut berkontribusi dalam pembangunan Gedung Mandiri Financial Center PIK 2, yang berlokasi di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Proyek ini menjadi salah satu gedung perkantoran representatif yang akan memperkuat aktivitas bisnis dan layanan keuangan di kawasan pengembangan baru tersebut. Dalam proyek yang dikerjakan PP–WIKA KSO ini, WSBP dipercaya untuk menyuplai Spun Pile Diameter 600 dan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) sebagai pondasi utama bangunan dengan nilai kontrak sebesar Rp10,31 miliar. WSBP mengerahkan tiga Precast Plantnya yakni Precast Plant WSBP Karawang, Precast Plant WSBP Subang, dan Precast Plant WSBP Bojonegara untuk menjamin ribuan batang Spun Pile yang dibutuhkan tersuplai secara aman, tepat mutu, dan tepat waktu. Seluruh produk telah terselesaikan 100 persen dengan baik sesuai target. “Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada WSBP untuk berkontribusi pada pembangunan Gedung Mandiri Financial Center PIK 2. Produk Spun Pile dan CCSP yang kami hasilkan telah melalui proses kontrol kualitas yang ketat, sehingga mampu memenuhi standar kekuatan dan ketahanan yang dibutuhkan untuk proyek-proyek gedung bertingkat,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP. Keterlibatan WSBP dalam proyek Gedung Mandiri Financial Center PIK 2 bentuk kepercayaan dari mitra kerja terhadap kualitas produk dan kinerja perusahaan. Proyek ini menjadi momentum penting bagi WSBP untuk memperluas portofolio pasokan di sektor gedung komersial dan finansial, sejalan dengan upaya perusahaan meningkatkan kontribusi dari kontrak eksternal. “Kehadiran proyek ini tidak hanya berkontribusi pada pencapaian target nilai kontrak baru (NKB) perusahaan, tetapi juga memperkuat posisi WSBP sebagai penyedia solusi beton terintegrasi yang andal untuk berbagai kebutuhan infrastruktur nasional, termasuk proyek-proyek komersial berskala besar,” tambahnya. Sebagai perusahaan yang memiliki kapasitas produksi besar dan jaringan wilayah operasional yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, WSBP berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik, mulai dari proses produksi, logistik, hingga pengiriman ke lokasi proyek. Keberhasilan penyelesaian suplai untuk proyek Gedung Mandiri Financial Center PIK 2 menjadi bukti nyata kemampuan WSBP dalam menjaga kualitas, ketepatan waktu, serta efisiensi proses kerja. Sebagaimana diketahui, WSBP juga mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan bersama mitra kerja dan pelanggannya melalui program WSBP Inspiring Kindness: Piles of Sustainability. Melalui inisiatif ini, atas proyek Gedung Mandiri Financial Center PIK 2 yang dikerjakan, WSBP bersama PP–WIKA KSO telah menanam 143 pohon trembesi atas seluruh produk Spun Pile yang telah terkirimkan ke proyek. Program ini menjadi wujud nyata komitmen WSBP bersama dengan mitra kerja dan pelanggan menghadirkan pondasi yang tidak hanya kokoh secara struktur, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui berbagai proyek yang tengah berjalan, WSBP terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, tidak hanya di sektor transportasi dan energi, tetapi di sektor gedung komersial dan publik. Sejalan dengan itu, WSBP secara konsisten menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), manajemen risiko yang terukur, serta melakukan pemilihan proyek dengan pendanaan yang sehat.

Asa Ekonomi Mandiri, BPDP dan HWDI Ajari Penyandang Disabilitas Bikin Jajanan Pasar Sawit
Sawit
Minggu, 21 September 2025 | 19:54 WIB

Asa Ekonomi Mandiri, BPDP dan HWDI Ajari Penyandang Disabilitas Bikin Jajanan Pasar

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP gandeng HWDI latih penyandang disabilitas bikin lemper, pukis, lumpang, dan bugis mandi, membuka peluang usaha baru untuk kemandirian ekonomi mereka. Kegiatan ini bukti BPDP menunjukkan komitmen bidang pemberdayaan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, di LKP Gitra Garini Halim. Program ini sekaligus menjadi langkah nyata mendorong kemandirian ekonomi melalui keterampilan olahan pangan berbasis sawit, kakao, dan kelapa. Pelatihan jajanan pasar ini menghadirkan menu khas, seperti lemper, lumpang, pukis, dan bugis mandi, yang diajarkan dari pengolahan bahan baku hingga teknik memasak praktis. Menurut Aida Fitria, Ketua Tim Implementasi PUG BPDP 2025, tujuan kegiatan ini bukan sekadar pelatihan memasak, tetapi membuka peluang usaha baru yang inklusif dan berkelanjutan. “Ini bukan sekadar pelatihan. Ini langkah nyata menuju kemandirian,” ujar Aida, dilansir dari laman EMG, Minggu (21/9). Dengan memanfaatkan komoditas lokal, seperti sawit, kakao, dan kelapa, peserta bisa mengubah keterampilan menjadi produk bernilai jual tinggi, yang siap dipasarkan. Seorang peserta, Ayu, yang disabilitas tuli, berbagi pengalaman. “Saya senang bisa belajar membuat jajanan pasar yang bermanfaat. Semoga program ini terus berjalan dan bisa membantu teman-teman disabilitas lain,” ucapnya. Pelatihan ini memberi mereka ilmu praktis sekaligus rasa percaya diri untuk mulai membangun usaha dari rumah. Kerja sama antara BPDP dan HWDI tidak hanya fokus pada teknik memasak. Aspek sosial dan psikologis peserta juga diperhatikan. Peserta belajar bekerja sama, mengatur waktu, dan membangun rasa percaya diri modal penting bagi siapa saja yang ingin memulai usaha sendiri. Pelatihan jajanan pasar untuk penyandang disabilitas ini menjadi contoh nyata bagaimana BPDP mendorong kemandirian ekonomi yang inklusif. Komoditas perkebunan diolah menjadi produk bernilai tambah, membuka peluang usaha yang lebih luas, sekaligus menumbuhkan semangat mandiri bagi peserta. Dari dapur sederhana yang hangat itu, setiap lemper, lumpang, pukis, dan bugis mandi yang diolah peserta menjadi simbol harapan dan kemandirian. “Kami ingin peserta bisa mengubah ilmu menjadi usaha nyata dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk mandiri,” terang Aida.

Perdana, ETF Kripto di Indonesia Bangun Kekayaan Finansial Pribadi Secara Mandiri Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 14 Mei 2024 | 12:21 WIB

Perdana, ETF Kripto di Indonesia Bangun Kekayaan Finansial Pribadi Secara Mandiri

Jakarta, katakabar.com - Cara membangun kekayaan finansial pribadi melalui DeFi, dengan potensi untuk meningkatkan kekayaan hingga 2x hingga 10x dengan mitigasi risiko yang tepat. Tidak cuma itu, dipaparkan cara termudah untuk berinvestasi pengelolaan aset kripto secara on-chain, dilindungi menggunakan kontrak pintar. Di paru Mei 2024, pasnya pada 16 Mei 2024 sekitar pukul 17.30 WIB nanti, UOB Plaza Thamrin, Jakarta jadi tempat seru banget buat acara "ETF Kripto Pertama di Indonesia". Acara ini menampilkan para pembicara keren yang sangat berpengalaman di industri kripto dan blockchain, termasuk Albert Yuwono dari Beli Finance dan Dion Evan dari NOBI. Diskusi utama acara ini, "membangun Kekayaan Finansial Pribadi secara Mandiri dan Otomatis dari DeFi, Bukan Bank". Para peserta diajak untuk memahami secara mendalam bagaimana memperluas kekayaan mereka melalui DeFi, dengan peluang untuk meningkatkan kekayaan hingga 2x hingga 10x dengan mitigasi risiko yang tepat. Diskusi ini membahas dan memperlihatkan cara termudah untuk berinvestasi dalam pengelolaan aset kripto secara on-chain tanpa risiko besar pada aset kripto Anda, semuanya dilindungi menggunakan kontrak pintar. Salah satu mitra utama acara ini Beli Finance, yang terkenal dengan layanannya P2P yang inovatif. Melalui situs web Beli Finance (https://p2p.beli.finance), Anda dapat membeli bitcoin, ethereum, serta token lainnya langsung dari platform P2P Beli Finance. Fitur baru yang ditawarkan oleh Beli Finance adalah P2P Onramp dengan DeFi sebagai fokus utama, dengan tujuan untuk mempermudah pengguna baru dalam menggunakan DeFi. "Kami di Beli Finance sangat antusias untuk berbagi pengetahuan tentang DeFi dan bagaimana mengaksesnya melalui platform kami," ujar Albert Yuwono, perwakilan Beli Finance. "Dengan P2P Onramp, kami berharap dapat membuka pintu bagi lebih banyak orang untuk memanfaatkan potensi DeFi," jelasnya. NOBI, sebagai platform manajemen aset on-chain institusi maupun personal, akan turut serta di acara ini. Acara ini memberikan wawasan yang berharga bagi semua peserta dan merupakan kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. Untuk informasi lebih lanjut tentang acara ini, serta untuk mendaftar, kunjungi CryptoWatch Telegram https://t.me/CryptoWatchID atau Hubungi Email / WhatsApp dibawah. Kontak: Nama: Yemima Jabatan: Public Relations Perusahaan: CryptoWatch Email: [email protected] Telegram: https://t.me/CryptoWatchID WhatsApp: 0818 550 557

Aspek-PIR Siap Dukung UKMK Berbasis Kelapa Sawit Mandiri Sawit
Sawit
Rabu, 24 April 2024 | 14:35 WIB

Aspek-PIR Siap Dukung UKMK Berbasis Kelapa Sawit Mandiri

Pekanbaru, katakabar.com - Gelaran acara workshop Usaha Kecil Mikro Koperasi (UKMK) berbasis kelapa sawit sekaligus Musyawarah Daerah (Musda) Aspek-PIR Riau ke-IV resmi dibuka, di Mutiara hotel Pekanbaru, pada Senin malam kemarin. Gelaran itu bertujuan mendukung kemandirian UKMK berbasis kelapa sawit dengan menggandeng BPDPKS ini, ini dibuka Sekretaris Dinas Perkebunan Riau, Supriadi mewakili Pj Gubernur Riau, SF Hariayanto. Ketua Aspek-PIR Riau, Sutoyo menyatakan, workshop UKMK berbasis kelapa sawit salah satu program Aspek-Pir Riau. Di mana kegiatan ini selain bertujuan membuka wawasan para petani kelapa sawit anggota Aspek-PIR, tapi membimbing dan mendukung petani untuk terjun langsung menciptakan produk-produk hilir dari kelapa sawit. "Lewat kegiatan ini kita mau tambah wawasan petani tentang produk yang dapat diciptakan dari kelapa sawit. Di mana sebelumnya kita hanya memperoleh hasil dari penjualan TBS saja. Padahal,.masih banyak produk yang bisa dihasilkan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi," ujarnya. Tidak hanya petani, sasaran kegiatan ini pada koperasi yang menjadi naungan petani anggota Aspek-PIR tersebut. Sedikitnya, kata Sutoyo, ada 120 petani yang datang dari berbagai kabupaten Riau ikut dalam kegiatan yang rencana akan digelar hingga 23 April malam. Ketua Umum Aspek-PIR, Setiyono apresiasi dengan gelaran yang ditaja oleh Aspek-Pir Riau tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah para petani menimba pengetahuan terkait produk-produk hilir kelapa sawit yang dapat dikembangkan di wilayahnya masing-masing. "Gelaran ini harus dimanfaatkan peserta untuk meningkatkan wawasan, atau bahkan bisa terjun ikut menciptakan produk-produk bernilai ekonomi untuk menambah penghasilan. Di mana dihadirkan pula narasumber yang kompeten dibidangnya masing-masing," paparnya. "Kita berharap hadir pelaku-pelaku usaha baru yang kemudian menciptakan lapangan pekerjaan baru dari kegiatan ini," tuturnya. Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah yang turut hadir dalam gelaran tersebut menimpali, ini gelaran turut mengkampanyekan kebaikan kelapa sawit. Ini satu langkah untuk melawan pikiran negatif terhadap kelapa sawit. "Kegiatan seperti ini jawaban hilirisasi bukan hanya skala besar seperti koperasi, tapi skala kecil seperti petani pun bisa dilakukan. Untuk itu, kita mendorong dan berkoordinasi dengan asosiasi dan perguruan tinggi untuk kemajuan UKMK ini," jelasnya. Menariknya, sebut Helmi, workshop yang ditaja Aspek-PIR Riau mengusung tema baru, yang mengarah pada produk kecantikan. Ini luar biasa sebab biasanya workshop mengusung tema usaha di kebun kelapa sawit saja. Misalnya integrasi kelapa sawit dengan sapi dan sebagainya. "Pemilihan temanya menarik, yakni produk kecantikan dari kelapa sawit. Ini seiring dengan terus meningkatnya produk-produk kecantikan di pasar baik itu nasional maupun internasional. Artinya potensi untuk produk kecantikan ini sangat luar biasa. Sehingga kita berharap hadir UKMK yang dapat menciptakan produk kecantikan dari tubuh Aspek-PIR ini," ulasnya. Gelaran ini mendapat dukungan dari pemerintah Provinsi Riau, yang mengaku apresiasi dengan ditajanya workshop UKMK berbasis kelapa sawit ini. "Kita sangat apresiasi gelaran ini. Kita berharap mampu memberikan dampak positif bagi pelaku perkebunan di Riau khususnya petani plasma. Mudah mudahan ini menjadi awal lebih baik untuk bergerak ke depan," ujar Sekretaris Disbun Riau, Supriadi. Gelaran pelatihan dan bimbingan dari Aspek-PIR Riau ini sejalan dengan misi Provinsi Riau, yakni menciptakan sumber daya manusia yang memiliki daya saing baik di dunia perkejaan maupun di sektor usaha. "Inovasi-inovasi dalam kegiatan ini kita harapkan dapat dikembangkan ke depan. Sehingga turunan produk kelapa sawit semakin berkembang, dan sektor kelapa sawit menjadi pondasi yang kuat bagi kemajuan daerah," tuturnya.