Fasilitas EPF Libo GS Dioperasikan: PHR Perkuat Keandalan Operasi dan Produksi Migas Riau
Riau
22 jam yang lalu

Fasilitas EPF Libo GS Dioperasikan: PHR Perkuat Keandalan Operasi dan Produksi Migas

Kandis, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan resmi mengoperasikan fasilitas penunjang produksi baru berupa Early Production Facility (EPF) di Libo Gathering Station (GS). Langkah strategis ini diresmikan melalui momentum apresiasi usung tema "New Chapter, Greater Production, Brighter Future Libo Operation" yang digelar di area Libo GS, Kabupaten Siak, Senin (24/8) lalu. Peresmian fasilitas ini menjadi solusi konkret perusahaan memaksimalkan produksi minyak serta peningkatan kapasitas penampungan dan pengolahan (facility constraint). Beroperasinya EPF Libo GS ini sekaligus memperkuat keandalan operasional dalam mengalirkan hasil produksi migas dari lapangan Libo secara lebih optimal. General Manager (GM) Zona Rokan, Andre Wijanarko, menegaskan pencapaian ini merupakan wujud nyata komitmen seluruh insan Pertamina dalam menjaga stabilitas produksi energi nasional. "Keberhasilan pengoperasian fasilitas EPF di Libo GS ini adalah bukti nyata sinergi dan kontribusi kita bersama. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dan keandalan operasional di Libo, tetapi juga menjadi bagian penting dari komitmen bersama untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ucapnya. Selain peresmian EPF, kata Wijanarko, momentum ini menjadi ajang penghargaan atas keberhasilan penyelesaian serangkaian proyek strategis lainnya di area Libo, seperti penggantian cerobong pembakaran gas serta pengerjaan Integrated Fire Alarm System (IFAS) serta Public Address & General Alarm (PAGA) Libo. "Seluruh proyek tersebut berhasil diselesaikan dengan aman, selamat, serta tepat sasaran sesuai indikator kinerja utama (KPI) fungsi Project & Technical Engineering," jelasnya. Menurutnya, pencapaian ini buah dari kolaborasi erat lintas fungsi di lingkungan PHR, seperti fungsi PTE, Operations, Maintenance, hingga Operations Support & Facilities (OSF), serta dukungan dari para mitra kerja seperti PT PSI dan PT WKS. Keberhasilan berbagai proyek di Libo ini menjadi pondasi kokoh untuk membuka babak baru bagi operasional Libo Operation menuju sistem kerja yang semakin andal, aman, efektif, dan produktif demi mendukung pencapaian produksi migas WK Rokan yang lebih gemilang di masa depan. “Saya mengajak seluruh Perwira dan mitra kerja untuk tidak berhenti di sini, mari terus berkolaborasi, menjaga keselamatan kerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi negeri," tuturnya. Pengoperasian EPF Libo GS ini melengkapi rekam jejak keberhasilan teknis dan pencapaian efisiensi tinggi PHR di Lapangan Libo. Sebelumnya, PHR sukses menuntaskan proyek Libo Substation Upgrade dengan meningkatkan kapasitas Gardu Induk Libo dari 10,5 MVA menjadi 24,5 MVA dua bulan lebih cepat dari target Work Program & Budget (WP&B). Penguatan infrastruktur kelistrikan ini menjadi tulang punggung vital untuk menyokong keandalan pasokan listrik fasilitas produksi seperti Electrical Submersible Pump (ESP) dan Water Injection Pump (WIP), yang terbukti berhasil mendorong performa uji produksi sumur Libo SE #86 hingga mencatatkan angka spektakuler mencapai 1.274 BOPD tanpa kandungan air (0% Water Cut). Keberhasilan berkelanjutan di Lapangan Libo ini tak lepas dari penerapan teknologi hulu migas mutakhir dan kepatuhan tinggi terhadap aspek Health, Safety, and Environment (HSE). Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Kuantifikasi Emisi Metana di Fasilitas Migas Gunakan Sensor SeekOps Tekno
Tekno
Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:06 WIB

Kuantifikasi Emisi Metana di Fasilitas Migas Gunakan Sensor SeekOps

Jakarta, katakabar.com - Tekanan regulasi dan komitmen ESG mendorong operator minyak dan gas untuk membangun sistem pemantauan emisi yang tidak hanya mendeteksi keberadaan metana, tetapi juga mengukur besarnya laju kebocoran secara terverifikasi. Data emisi yang dapat dipertanggungjawabkan dalam kerangka internasional seperti OGMP 2.0 memerlukan metodologi pengukuran yang melampaui sekadar deteksi kualitatif. SeekOps menyediakan sensor metana berbasis drone yang telah divalidasi secara independen untuk memenuhi kebutuhan pelaporan emisi tingkat fasilitas. Sensor SeekOps menggunakan teknologi TDLAS (Tunable Diode Laser Absorption Spectroscopy) dengan sensitivitas pengukuran hingga 1 part per billion (ppb), jauh melampaui kemampuan sensor multi-gas konvensional. Sensor ini dipasang pada drone seperti DJI Matrice 400 yang terbang mengikuti pola jalur sistematis di sekitar fasilitas, mengumpulkan data konsentrasi metana beserta koordinat GPS dan data meteorologi secara bersamaan, kemudian mengoreksi pengaruh angin dan kondisi cuaca sehingga hasil pengukuran mencerminkan laju emisi aktual, bukan sekadar konsentrasi sesaat. Hasil dari SeekOps mencakup peta distribusi metana georeferensi dalam format 2D grid dan 3D point cloud yang menunjukkan sebaran konsentrasi di seluruh area fasilitas. Lokasi sumber emisi dihitung berdasarkan analisis plume sehingga tim operasional dapat langsung mengarahkan inspeksi lanjutan ke komponen spesifik yang paling berkontribusi terhadap total emisi. Data ini tersedia dalam format yang kompatibel dengan platform pelaporan OGMP 2.0, sehingga proses dokumentasi emisi untuk keperluan audit eksternal menjadi lebih efisien. "Perbedaan antara deteksi dan kuantifikasi metana sangat signifikan dari perspektif pelaporan emisi. Sensor SeekOps memberikan data yang cukup presisi untuk mendukung target pengurangan emisi yang terukur dan dapat diverifikasi," kata Halo Robotics. Dengan meningkatnya tuntutan transparansi emisi dari investor dan regulator, kemampuan mengukur dan melaporkan emisi metana secara konsisten bukan lagi keunggulan kompetitif, melainkan syarat operasional yang harus dipenuhi setiap operator fasilitas migas berskala besar.

Inspeksi Aset Bawah Laut di Fasilitas Migas dengan FIFISH E-Master Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:03 WIB

Inspeksi Aset Bawah Laut di Fasilitas Migas dengan FIFISH E-Master

Jakarta, katakabar.com - Infrastruktur bawah laut di fasilitas migas memerlukan inspeksi berkala yang hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara teknis. Metode konvensional memiliki batasan kedalaman, durasi, dan kondisi arus yang sering memaksa jadwal inspeksi mundur atau dilaksanakan dengan cakupan yang tidak optimal. QYSEA FIFISH E-Master hadir sebagai ROV inspeksi bawah laut yang dirancang untuk memenuhi standar operasional industri migas di kondisi yang tidak memungkinkan penyelam beroperasi secara efektif. FIFISH E-Master membawa sistem kamera resolusi tinggi dengan pencahayaan yang cukup kuat untuk menghasilkan data inspeksi berkualitas di kedalaman operasional fasilitas migas. Kemampuan manuver omnidireksional membuat ROV ini dapat mendekati komponen dari sudut manapun yang diperlukan untuk inspeksi weld seam, flange, dan area korosi yang lokasinya tidak selalu mudah dijangkau. Fitur AI dehazing yang bekerja secara real-time meningkatkan kejernihan gambar di kondisi visibilitas rendah yang umum di perairan Indonesia. FIFISH E-MASTER menghasilkan rekaman video yang dapat langsung dikategorikan ke dalam laporan inspeksi digital dengan referensi posisi, membangun basis data kondisi aset yang konsisten untuk program Integrity Management Plan. Tim asset integrity mendapat data yang cukup komprehensif untuk membuat keputusan pemeliharaan berbasis kondisi aktual. "Program inspeksi underwater yang sebelumnya terkendala lokasi atau arus, kini dapat dijalankan dengan jadwal yang lebih konsisten dan dokumentasi yang lebih terstruktur," kata Halo Robotics. Dalam industri migas, data kondisi aset bawah laut yang terdokumentasi dengan baik menjadi bagian penting dari pengelolaan integritas yang berkelanjutan.

Sukses! Energy Academy Pelatihan Pengawas K3 Migas Online Batch ke 4 Nasional
Nasional
Selasa, 13 Mei 2025 | 08:17 WIB

Sukses! Energy Academy Pelatihan Pengawas K3 Migas Online Batch ke 4

Jakarta, katakabar.com - Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kompetensi pengawasan keselamatan kerja, Energy Academy sukses gelar Pelatihan Pengawas K3 Migas batch ke 4 secara daring. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan dan pengetahuan dalam mengidentifikasi, menganalisis, serta mengendalikan bahaya di lingkungan kerja migas. Selama pelatihan, peserta mempelajari regulasi K3 di sektor migas, pendekatan praktis dalam manajemen risiko, dan strategi komunikasi keselamatan. Pelatihan ini juga mencakup studi kasus dan simulasi situasi lapangan guna memperkuat penguasaan materi secara aplikatif. Dengan selesainya pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai pPelatihan Pengawas K3 Migas dengan lebih percaya diri dan profesional.

Elnusa Petrofin Terus Dukung Ketahanan Energi dan Optimalisasi Hilirisasi Migas di Kalbar Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 29 April 2025 | 08:31 WIB

Elnusa Petrofin Terus Dukung Ketahanan Energi dan Optimalisasi Hilirisasi Migas di Kalbar

Pontianak, katakabar.com - Mengawali langkah strategis di tahun 2025, PT Elnusa Petrofin, anak usaha PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), terus memperluas kontribusinya jaga ketahanan energi nasional. Melalui penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) Industri di tiga titik vital, yakni: Fuel Terminal (FT) Sintang, Jobber Sanggau, dan Integrated Terminal (IT) Pontianak. Elnusa Petrofin mendukung langsung operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dikelola oleh PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Kapuas yang dimulai sejak awal tahun 2025 lalu. Inisiatif ini kelanjutan dari kesuksesan Elnusa Petrofin dalam proyek serupa di PLTD Tambak Lorok sejak tahun 2022 dan yang paling terbaru di PLTD Arun, Aceh pada tahun 2024 yang terbukti mampu menghadirkan solusi energi yang handal dan berkelanjutan. Penyaluran BBM Industri di Kalimantan Barat diperuntukkan bagi PLTD Sidomulyo, PLTD Sawai, PLTD Menyurai, dan PLTD Sei Wie, yang berperan krusial dalam menjaga keandalan pasokan listrik di kawasan tersebut. Lebih dari sekadar mendukung operasional pembangkit, distribusi ini juga merepresentasikan peran aktif Elnusa Petrofin dalam mendukung agenda hilirisasi energi nasional. Dengan menjamin ketersediaan energi bagi sektor industri dan masyarakat di daerah, perusahaan berkontribusi langsung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kelancaran aktivitas usaha di Kalimantan Barat. Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan menegaskan, komitmen perusahaan terhadap ketahanan energi nasional dan hilirisasi energi pemerintah. “Ketahanan energi nasional tidak dapat dipisahkan dari upaya untuk memastikan energi terdistribusi secara merata ke seluruh penjuru negeri. Melalui proyek-proyek seperti yang kami jalankan di PLTD Arun dan PLTD Tambak Lorok sebelumnya, serta penyaluran BBM Industri di Kalimantan Barat ini, kami mendukung hilirisasi energi yang dapat memperkuat ekonomi lokal, memastikan ketahanan pasokan energi, dan mendukung daya saing sektor industri di daerah,” ujar Doni. Ia menambahkan, kami berkomitmen menyediakan pasokan energi yang andal, tetapi juga mendukung agenda hilirisasi pemerintah dengan memperhatikan keberlanjutan, efisiensi, dan pemerataan distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia. Langkah strategis kami di Kalimantan Barat ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan menjaga agar sektor industri terus bergerak maju, mendukung perekonomian lokal, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Energy Academy Taja Pelatihan Penanganan Gas H2S Tekan Risiko Kecelakaan di Sektor Migas Nasional
Nasional
Jumat, 04 April 2025 | 09:59 WIB

Energy Academy Taja Pelatihan Penanganan Gas H2S Tekan Risiko Kecelakaan di Sektor Migas

Jakarta, katakabar.com - Sebagai bentuk dedikasi pada peningkatan keselamatan kerja di industri migas, Energy Academy sukses gelar Pelatihan Penanganan Bahaya Gas H2S secara online. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai karakteristik, risiko, dan teknik penanggulangan gas Hidrogen Sulfida (H2S) yang sangat berbahaya. Training Penanganan Bahaya Gas H2S dilaksanakan secara daring tanpa mengurangi kedalaman materi, dan kualitas pelatihan. Peserta dari berbagai wilayah Indonesia dapat mengikuti Diklat Penanganan Bahaya Gas H2S dengan fleksibel dan tetap aktif berpartisipasi dalam diskusi dan simulasi virtual. Program ini mengacu pada Peraturan Menteri No. 20 Tahun 2008 serta standar internasional seperti API 49 dan ANSI Z3190.1. Sertifikasi Penanganan Bahaya Gas H2S diterbitkan oleh BNSP, menjamin bahwa peserta memiliki kompetensi yang diakui secara nasional. Selama Pelatihan Penanganan Bahaya Gas H2S, peserta dibekali dengan pengetahuan teknis mengenai pengukuran gas, penggunaan alat pelindung diri (APD), penggunaan SCBA, prosedur pertolongan pertama, dan penyelamatan korban paparan gas beracun. Semua materi disampaikan oleh instruktur bersertifikasi dari Energy Academy. Antusiasme peserta dalam mengikuti Training Penanganan Bahaya Gas H2S menjadi indikasi meningkatnya kepedulian terhadap pentingnya keselamatan di lingkungan kerja migas. Selama Diklat Penanganan Bahaya Gas H2S, peserta terlibat aktif dalam studi kasus dan praktik prosedur tanggap darurat.

Sukses Gelar Pelatihan Sertifikasi Pengawas K3 Migas, Energy Academy Perkuat Budaya Keselamatan Pendidikan
Pendidikan
Minggu, 30 Maret 2025 | 19:02 WIB

Sukses Gelar Pelatihan Sertifikasi Pengawas K3 Migas, Energy Academy Perkuat Budaya Keselamatan

Jakarta, katakabar.com - Energy Academy kembali tunjukkan komitmennya mencetak sumber daya manusia unggul di sektor minyak dan gas. Melalui Pelatihan Pengawas K3 Migas yang baru saja digelar secara daring, lembaga pelatihan ini berhasil memberikan kontribusi nyata dalam membangun budaya keselamatan kerja yang lebih kuat dan berkelanjutan. Di tengah perkembangan industri yang dinamis dan kebutuhan akan pengawasan keselamatan kerja yang ketat, Training Pengawas K3 Migas menjadi salah satu solusi strategis. Pelatihan ini dilaksanakan secara online, namun tetap mengedepankan interaksi aktif antara peserta dan instruktur. Para peserta mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya teoritis tetapi juga aplikatif, sesuai dengan tantangan nyata di lapangan. Sebagai lembaga pelatihan yang bersertifikasi, Energy Academy menyelenggarakan Sertifikasi Pengawas K3 Migas dengan merujuk pada regulasi yang berlaku, termasuk Undang Undang Nomor 44 Tahun 1960 dan PP Nomor 17 Tahun 1974. Jadi, program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga memperkuat pemahaman hukum dan kepatuhan terhadap peraturan keselamatan kerja di industri migas. Pada Diklat Pengawas K3 Migas ini, peserta mempelajari beragam materi penting, seperti strategi penanggulangan keadaan darurat, teknik pemadaman kebakaran, penggunaan APAR, penerapan safety permit, hingga pelaporan kecelakaan kerja dan pelaksanaan audit K3. Semua materi dirancang agar peserta mampu mengidentifikasi risiko dan mengambil langkah pencegahan yang tepat. Selama pelaksanaan Pelatihan Pengawas K3 Migas, peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Interaksi dalam diskusi, studi kasus, dan simulasi online membuktikan metode pembelajaran digital yang diterapkan oleh Energy Academy efektif meningkatkan kompetensi para profesional migas