Kolaborasi FKS Group dan PT PMT Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai Berkelanjutan Nasional
Nasional
Selasa, 19 Mei 2026 | 10:05 WIB

Kolaborasi FKS Group dan PT PMT Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai Berkelanjutan

Surabaya, katakabar.com - FKS Group bersama PT Pelindo Multi Terminal kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat yang kini memasuki tahap kedua di Surabaya. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis pangan agar semakin berkembang, mandiri, dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Angkat semangat Empowering Potential, Building Expertise, dan Creating Impact, kolaborasi ini berfokus pada penguatan keterampilan praktis sekaligus peningkatan kapasitas usaha masyarakat. Pada tahap kedua program diperluas ke Kelurahan Tenggulunan di kawasan Teluk Lamong dan wilayah Surabaya dengan target lebih dari 100 peserta ibu-ibu rumah tangga penerima manfaat. Kegiatan kick-off sendiri diikuti oleh lebih dari 150 peserta. Program ini hadir di tengah pertumbuhan ekonomi Surabaya yang terus menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat ekonomi Surabaya tumbuh 5,87 persen pada 2025 dengan sektor perdagangan dan industri pengolahan sebagai kontributor terbesar terhadap perekonomian kota. Di sisi lain, geliat UMKM juga terus berkembang. Pemerintah Kota Surabaya mencatat jumlah UMKM di kota tersebut telah mencapai lebih dari 106 ribu unit usaha dan terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Melalui program kolaborasi ini, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan tempe fresh yang higienis sesuai dengan standart Halal dan berbagai produk inovasi berbasis kedelai, pelatihan pembukuan sederhana, desain kemasan produk, pendampingan pengurusan legalitas usaha seperti PIRT dan sertifikasi Halal hingga memasuki pasar modern. Peserta tahap pertama juga dilibatkan sebagai trainer melalui skema Training of Trainers (ToT), sehingga proses pembelajaran dapat terus berlanjut di masyarakat. VP of ESG FKS Group, Beatrice Susanto, menyampaikan FKS Empower Tahap 2 dirancang sebagai langkah nyata untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM. “Melalui FKS Empower, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pelatihan. Program ini kami rancang sebagai ruang bertumbuh bagi para peserta untuk memperkuat keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Kami percaya, ketika perempuan diberi akses terhadap pengetahuan, jejaring, dan peluang, mereka dapat menjadi penggerak perubahan yang membawa dampak positif bagi keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitarnya,” ujar Beatrice. Senada itu VP TJSL Pelindo Multi Terminal, Zulhendri menyampaikan harapan agar program ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat hingga pada akhirnya dapat berkembang secara mandiri dan memberi dampak positif ke sekitarnya. “Program ini menjadi wujud nyata kepedulian kami sebagai insan BUMN Pelindo Group terhadap pengembangan UMKM di Surabaya sebagai bagian dari wilayah kerja kami, sekaligus menjalankan prinsip berkelanjutan, sehingga komunitas yang telah mendapat manfaat dapat turut serta memberi inovasi dan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya masing-masing,” kata Zulhendri. Kolaborasi FKS Group dan Pelindo Multi Terminal telah berjalan sejak 2024. Pada tahap pertama di tahun 2024, objektif program ditujukan untuk mendampingi masyarakat di empat kelurahan sekitar Teluk Lamong, Gresik, yaitu Kel. Romokalisari, Kelompok Tambak Osowilangun, Kelompok Tambak Sarioso, dan Kelompok Karangkiring. Selama program berlangsung, sebanyak 60 ibu rumah tangga mendapatkan pendampingan selama satu tahun. Dari program tersebut, total pendapatan kelompok tercatat mencapai lebih dari Rp100 juta. Beragam produk inovatif juga berhasil dikembangkan, mulai dari tempe fresh, keripik tempe sagu, susu kacang kedelai, brownies tempe, hingga berbagai produk turunan kedelai lainnya. Selain mendorong peningkatan pendapatan, program ini juga diarahkan untuk membangun ekonomi berbasis komunitas melalui pemanfaatan bahan pangan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan tren pertumbuhan UMKM di Surabaya yang semakin terdorong oleh inovasi produk dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyambut baik kehadiran program yang sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat kapasitas UMKM agar semakin naik kelas dan berdaya saing. “Kolaborasi antara pemerintah dengan BUMN dan sektor swasta seperti ini menjadi sangat penting untuk mendorong pelaku usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi dan jejaring pasar yang lebih luas. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Surabaya dan membuka lebih banyak peluang usaha yang berkelanjutan,” timpal Eri Cahyadi. Salah satu peserta UMKM, Dessy Intan Normalasari, mengaku program ini memberikan banyak manfaat dalam pengembangan usahanya. “Dari program ini saya jadi belajar banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya pahami, mulai dari cara mengelola usaha, membuat kemasan produk yang lebih menarik, sampai pentingnya legalitas usaha. Pendampingannya juga terasa dekat dan mudah dipahami, jadi kami lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha ke depannya,” tutur Dessy. Selain memperluas jangkauan penerima manfaat, pada tahap kedua ini FKS Group bersama Pelindo Multi Terminal juga memperkuat pendampingan bagi peserta tahap pertama agar produk UMKM binaan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar modern lokal di Surabaya. Hal ini diharapkan dapat terus mendorong tumbuhnya UMKM lokal yang lebih mandiri, inovatif, dan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

Di Kalimantan Utara BPDP dan Kanwil DJPB Bersinergi Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas Nasional
Nasional
Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:13 WIB

Di Kalimantan Utara BPDP dan Kanwil DJPB Bersinergi Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas

Kalimantan Utara, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) inisiasi SINARA FEST 2026. Kegiatan ini hadir bagian dari rangkaian kegiatan nasional. Kalimantan Utara jadi provinsi ketiga pelaksanaan event ini yang menghadirkan kolaborasi strategis antara BPDP dan Kanwil DJPB Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan sama sebelumnya telah sukses digelae di Bandung dan Aceh, tema “Sinergi Perkebunan dan Perbendaharaan untuk Kemenkeu Satu: Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas”, yang bertujuan guna memperkuat pemahaman masyarakat mengenai komoditas perkebunan strategis Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis sawit, kelapa, dan kakao agar naik kelas. Rangkaian kegiatan edukatif dan interaktif mencakup sosialisasi program strategis BPDP, diskusi, demo masak dan pelatihan kuliner, mini bazar UMKM, serta booth edukasi interaktif yang memungkinkan pengunjung mengenal lebih dekat manfaat komoditas perkebunan dalam kehidupan sehari-hari dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Utara, Ika Hermini Novianti, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan sektor perkebunan. “Kegiatan ini jadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mendorong optimalisasi peran sektor hulu dan hilir komoditas strategis daerah, serta meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan, khususnya komoditas sawit, kelapa, dan kakao di Kalimantan Utara,” ujarnya. Selain itu, tambahnya, kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat literasi masyarakat terhadap peran APBN sekaligus mendorong peningkatan daya saing UMKM, terutama di sektor perkebunan. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menuturkan SINARA FEST tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan platform strategis yang berperan dalam mengintegrasikan aspek hulu dan hilir sektor perkebunan. “Melalui penguatan edukasi, inovasi, akses pembiayaan, serta promosi, SINARA FEST diharapkan mampu mendorong pengembangan UMKM berbasis komoditas perkebunan agar tumbuh secara berkelanjutan, memiliki nilai tambah, dan berdaya saing tinggi di pasar,” jelasnya. Kegiatan SINARA FEST 2026 menghadirkan narasumber dari instansi vertikal Kementerian Keuangan sebagai bentuk sinergi dukungan layanan fiskal kepada para pelaku UMKM. Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai KPPBC Tarakan, Dwi Ardiyanto, menyampaikan materi terkait layanan serta tata cara akses ekspor bagi pelaku UMKM untuk pengembangan pasar ke luar negeri. Sedang, Edi Trisno Yuwono, Penyuluh Pajak KPP Tanjung Redeb, memberikan edukasi mengenai kewajiban dan fasilitas perpajakan guna mendukung penguatan legalitas serta pertumbuhan usaha UMKM. BPDP bersama Kanwil DJPB Kalimantan Utara menegaskan komitmennya dalam pelaksanaan SINARA FEST sebagai sarana efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap peran strategis BPDP sebagai Badan Layanan Umum di bawah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dalam mendukung pengembangan komoditas sawit, kelapa, dan kakao secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat dari sisi hulu hingga hilir dalam mendukung pengembangan komoditas strategis nasional, khususnya di wilayah Kalimantan Utara, sekaligus memperkuat peran UMKM dalam menciptakan produk bernilai tambah. BPDP bersama Kanwil DJPB Kalimantan Utara juga berharap kegiatan ini dapat menjadi platform kolaboratif yang berkelanjutan dalam mendukung pengembangan komoditas perkebunan dan pemberdayaan UMKM, sehingga mampu menciptakan ekosistem yang lebih kuat, inovatif, dan berdaya saing, serta menjadikan komoditas sawit, kelapa, dan kakao sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

BPOM Gercep! Dukung PPJAI Bawa Jamu Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar AS Nasional
Nasional
Rabu, 21 Januari 2026 | 10:24 WIB

BPOM Gercep! Dukung PPJAI Bawa Jamu Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar AS

Jakarta, katakabar.com - Industri jamu nasional resmi masuki era baru. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan dukungan penuh kepada Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) dalam pengembangan Obat Herbal Terstandar (OHT), sekaligus membuka jalan ekspor jamu Indonesia ke Amerika Serikat. Langkah ini menegaskan jamu kini bukan sekadar warisan budaya, tetapi siap bersaing sebagai produk kesehatan global. Dukungan tersebut muncul dalam audiensi resmi BPOM dengan delegasi PPJAI yang dipimpin Ketua Dewan Pembina, Mukit Hendrayatno dan Ketua Umum, Heri Susanto. Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari misi dagang PPJAI ke Amerika Serikat pada November 2025, yang telah menjajaki kerja sama dengan Amazon Fulfillment Center dan melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar RI. Prof. Dr. Taruna Ikrar, Kepala BPOM, menegaskan, kami apresiasi langkah PPJAI yang serius mempersiapkan ekspor jamu dengan standar internasional. "BPOM siap memberikan pendampingan teknis untuk pengembangan obat herbal terstandar hingga memenuhi persyaratan FDA (Food and Drug Administration)," jelasnya. Audiensi ini menjadi kabar baik bagi industri jamu. Pasar Amerika Serikat dikenal ketat dan selektif, terutama soal keamanan, mutu, dan bukti ilmiah. Dukungan BPOM bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi kunci percepatan transformasi jamu Indonesia dari pasar domestik ke global. Pertemuan dihadiri jajaran strategis BPOM, termasuk Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (OTSK), Dian Putri Anggraweni serta Direktur Registrasi OTSK, Imelda Ester Riana P., dan delapan pengurus inti PPJAI termasuk Dewan Pakar, menunjukkan keseriusan dalam menyusun peta jalan ekspor jamu secara sistematis. Dalam audiensi, PPJAI menyampaikan lima agenda strategis, memaparkan perkembangan organisasi sebagai wadah konsolidasi pelaku jamu alami, meminta pendampingan teknis BPOM untuk pengembangan OHT, mendorong Banyumas Raya sebagai pusat hilirisasi susu kambing, meminta asistensi perizinan FDA, dan mengundang Kepala BPOM dalam Musyawarah Nasional PPJAI mendatang. Heri Susanto, Ketua Umum PPJAI, menegaskan, agenda ekspor jamu ke Amerika Serikat kami susun secara bertahap dan berbasis pengalaman langsung di pasar tujuan. Setelah memahami mekanisme distribusi melalui Fulfillment by Amazon serta koordinasi dengan KBRI Washington, fokus berikutnya adalah memastikan seluruh produk memenuhi ketentuan FDA. Upaya ini ditempuh dengan meningkatkan level obat bahan alam menuju obat herbal terstandar agar memiliki nilai tambah dan daya saing global.“ Sementara, Mukit Hendrayatno, Ketua Pembina PPJAI, menambahkan sejumlah anggota PPJAI telah berada pada level produksi yang memadai dengan penerapan standar Good Manufacturing Practice. "Dukungan dan pendampingan BPOM akan mempercepat proses sertifikasi, meminimalkan hambatan regulasi, dan memastikan rencana ekspor perdana ke Amerika Serikat dapat segera terwujud," ulasnya. Dukungan BPOM menandai titik balik strategis bagi jamu Indonesia. Dari produk tradisional berbasis kearifan lokal, jamu kini bergerak menuju produk kesehatan berstandar ilmiah dan regulasi internasional. Sinergi antara regulator dan pelaku usaha menegaskan kehadiran negara sebagai penggerak industri, membuka jalan jamu menembus pasar global, dan menjadikannya komoditas strategis bangsa yang kompetitif, terpercaya, dan membanggakan di panggung dunia.

Hadir di Stasiun Solo Balapan, KAI UMKM Fest 2025 Dorong UMKM Lokal Naik Kelas Ekonomi
Ekonomi
Senin, 29 Desember 2025 | 11:01 WIB

Hadir di Stasiun Solo Balapan, KAI UMKM Fest 2025 Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

Solo, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) kembali menunjukkan komitmen dukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lewat pergelaran KAI UMKM Fest 2025 yang digelar di Stasiun Solo Balapan pada 26 hingga 28 Desember 2025. Usung tema #RasadanKaryaSurakarta, event ini menghadirkan ragam produk unggulan UMKM dengan nuansa budaya khas Kota Solo yang kental dan membumi. KAI UMKM Fest 2025 jadi ruang strategis bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar, memperkenalkan produk lokal berkualitas, sekaligus mendekatkan karya anak bangsa kepada masyarakat luas, khususnya para pelanggan kereta api yang melintas di salah satu stasiun dengan volume penumpang yang cukup tinggi yaitu Stasiun Solo Balapan Sebanyak 20 mitra UMKM binaan dan kolaborasi KAI turut ambil bagian dalam kegiatan ini, menghadirkan berbagai produk mulai dari kuliner tradisional dan kekinian, batik, kriya, hingga minuman herbal dan produk kreatif lainnya. UMKM tersebut berasal dari wilayah Surakarta dan Yogyakarta, yang menempati area selasar dan hall Stasiun Solo Balapan. Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan KAI UMKM Fest wujud nyata peran KAI tidak hanya sebagai penyedia layanan transportasi publik, tetapi juga sebagai BUMN yang berkontribusi aktif dalam penguatan ekonomi masyarakat. “Melalui KAI UMKM Fest 2025, KAI ingin menghadirkan ruang promosi yang strategis bagi pelaku UMKM agar produknya semakin dikenal dan diminati masyarakat. Stasiun bukan hanya tempat naik dan turun penumpang, tetapi dapat menjadi etalase karya dan rasa UMKM lokal,” ujar Feni. Kata Feni, pemilihan Stasiun Solo Balapan sebagai lokasi kegiatan memiliki makna tersendiri karena Solo dikenal sebagai kota budaya dengan kekayaan seni, kuliner, dan kriya yang kuat. “Tema #RasadanKaryaSurakarta kami angkat untuk menegaskan identitas lokal yang menjadi kekuatan UMKM. Harapannya, para pengunjung tidak hanya berbelanja, tetapi juga merasakan nilai budaya dan cerita di balik setiap produk yang ditampilkan,” jelasnya. Selain memberikan manfaat langsung bagi UMKM, KAI UMKM Fest 2025 juga diharapkan dapat menambah pengalaman perjalanan pelanggan kereta api selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Suasana stasiun menjadi lebih hidup dengan kehadiran produk-produk lokal berkualitas yang bisa dinikmati sambil menunggu keberangkatan kereta. KAI Daop 6 Yogyakarta mengajak masyarakat Surakarta dan sekitarnya, serta para pelanggan kereta api yang melintas di Stasiun Solo Balapan, untuk menyempatkan diri mengunjungi KAI UMKM Fest 2025 dan mendukung produk UMKM lokal. “Dengan membeli dan menggunakan produk UMKM, kita turut berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. KAI akan terus berkomitmen mendukung UMKM agar semakin naik kelas dan berdaya saing,” sebut Feni. KAI UMKM Fest 2025 terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi setiap hari selama kegiatan berlangsung di area Stasiun Solo Balapan. Melalui kegiatan ini, KAI berharap sinergi antara transportasi publik dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

BPDP dan Kemenkeu Satu Aceh Gelar Sinara Fest 2025: Gencarkan Literasi Perkebunan dan UMKM Naik Kelas Sawit
Sawit
Selasa, 02 Desember 2025 | 09:48 WIB

BPDP dan Kemenkeu Satu Aceh Gelar Sinara Fest 2025: Gencarkan Literasi Perkebunan dan UMKM Naik Kelas

Aceh, katakabar.com - Sinara Fest kembali digelar untuk kali kedua oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), selam dua hari mulai pada 27 hingga 28 November 2025 lalu kolaborasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dan Kemenkeu Satu Provinsi Aceh. Usung tema “Sinergi Perkebunan dan Perbendaharaan untuk Kemenkeu Satu,” Sinara Fest 2025 menghadirkan rangkaian edukasi, sosialisasi, diskusi publik, dan mini bazar UMKM yang ditujukan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai komoditas perkebunan, sekaligus mendorong UMKM berbasis sawit, kelapa, dan kakao untuk naik kelas. Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Aceh, Mahpud Sujai, menegaskan pentingnya penguatan pelaku usaha kecil sebagai pilar perekonomian nasional. “UMKM memegang peran besar dalam menggerakkan ekonomi, menyerap tenaga kerja, dan menopang ekspor. Dengan memaksimalkan potensi bahan baku lokal, Aceh punya peluang besar untuk terus tumbuh,” ujarnya di acara Sosialisasi Sinara Fest 2025. Sementara, Helmi Muhansyah, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, menekankan besarnya kontribusi sawit bagi pendapatan negara. “Sawit berkontribusi signifikan terhadap devisa dan menghemat impor. Potensinya bukan hanya pada CPO, tapi juga produk turunannya yang bisa masuk ke kosmetik, energi, hingga kerajinan,” jelasnya. Tidak hanya berfokus pada edukasi, Sinara Fest 2025 menampilkan peran nyata perkebunan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui produk-produk UMKM berbahan dasar sawit. Selain itu, peluang pengembangan usaha berbasis komoditas dan pentingnya memperkuat rantai nilai dari hulu ke hilir juga menjadi topik dalam diskusi. Di kegiatan ini, Mahpud memaparkan bagaimana peran perbendaharaan mendukung sektor perkebunan melalui pengelolaan anggaran yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga setiap program dapat berjalan lebih efektif. “Kami mendorong UMKM agar semakin siap naik kelas melalui pembiayaan, pelatihan, hingga pendampingan. Tantangan seperti manajemen bisnis dan akses pasar harus dijawab dengan strategi yang lebih terarah,” terangnya. Di sisi lain, Helmi menimpali BPDP terus memperluas program pemberdayaan untuk memastikan rantai nilai komoditas dapat dimaksimalkan oleh para pelaku usaha. Ia menjelaskan bahwa penguatan kapasitas UMKM menjadi fokus utama lembaga. “Kami ingin UMKM berbasis sawit semakin kuat, dari riset, pemanfaatan limbah, sampai hilirisasi yang menghasilkan produk bernilai tambah,” ucapnya. Diketahui, kegiatan ini menghadirkan sesi inspiratif dari pelaku UMKM binaan BPDP, Febri Yunarta, Owner Cambiacraft, yang memperkenalkan produk kreatif berbahan turunan sawit sekaligus membagikan perjalanan usahanya. Pengalaman tersebut menjadi bukti inovasi di sektor perkebunan dapat menghasilkan produk bernilai tinggi dan berdaya saing. Selain diskusi dan sosialisasi, Sinara Fest 2025 memperkuat pengalaman peserta melalui rangkaian interaktif, seperti senam bersama hingga mini bazar UMKM yang menampilkan aneka produk turunan komoditas perkebunan. Kehadiran booth UMKM menjadi salah satu daya tarik utama karena memberikan gambaran langsung bagaimana komoditas sawit dan komoditas lainnya dapat diolah menjadi produk siap pakai yang bernilai ekonomi. Kegiatan hari kedua turut dibuka secara resmi oleh Paryan, Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Aceh sekaligus Kepala Kanwil DJP Aceh, melalui prosesi pemotongan pita. Paryan menilai Sinara Fest merupakan program yang relevan dan mampu memberikan dorongan nyata bagi pelaku UMKM di Aceh. “Sinara Fest ini program yang sangat menarik dan bisa memacu semangat UMKM, terutama UMKM di Aceh, untuk terus memasarkan produk, berinovasi, dan bahkan bersiap menuju pasar global,” tuturnya. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program serta sinergi antara BPDP dan Kemenkeu Satu Aceh sebagai upaya memperkuat ekosistem UMKM di daerah. Paryan berharap kolaborasi ini dapat terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha. Setelah membuka acara, Paryan turut mengunjungi booth BPDP dan mengikuti permainan edukatif drag and drop untuk mengelompokkan bahan baku dan produk jadi. Ia menilai booth tersebut mampu menyajikan edukasi dengan cara kreatif dan mudah diterima pengunjung. “Booth BPDP sangat interaktif dan menarik, karena mengedukasi pengunjung dengan cara yang berbeda dan menyenangkan,” imbuhnya. Melalui penyelenggaraan Sinara Fest 2025 di Aceh, BPDP bersama Kemenkeu Satu Aceh menegaskan komitmennya mendorong sinergi lintas sektor guna meningkatkan literasi publik, memperkuat ekosistem UMKM, serta memperluas manfaat komoditas perkebunan bagi masyarakat.

DoxaDigital, HI dan EverIdea Ajak Bisnis Naik Kelas Lewat TikTok for Business di Kantor TikTok Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 13 November 2025 | 11:28 WIB

DoxaDigital, HI dan EverIdea Ajak Bisnis Naik Kelas Lewat TikTok for Business di Kantor TikTok

Jakarta, katakabar.com - DoxaDigital bersama Hakka Indonesia (HI) dan EverIdea Interactive berkolaborasi dengan TikTok For Business Indonesia gelar acara TikTok Next 2025, sebuah inisiatif empat hari yang ditujukan untuk membantu brand dan pelaku bisnis di Indonesia memahami strategi efektif membangun merek, memperluas jangkauan, dan meningkatkan konversi penjualan melalui platform TikTok. Acara ini berlangsung mulai 26 November hingga 4 Desember 2025 nanti, dengan satu sesi eksklusif offline di kantor TikTok Indonesia, Chase Plaza Sudirman, Jakarta, serta tiga sesi lanjutan secara online. TikTok Next 2025 dirancang untuk memberikan panduan menyeluruh kepada pelaku bisnis agar dapat memanfaatkan potensi TikTok for Business secara maksimal.Melalui pendekatan praktis dan berbasis studi kasus, acara ini bertujuan untuk: 1. Mengedukasi pelaku usaha dan bisnis tentang strategi membangun brand awareness dan meningkatkan penjualan melalui fitur TikTok. 2. Mendorong kolaborasi lintas ekosistem antara brand, kreator, dan afiliasi untuk memperkuat kehadiran bisnis secara digital. 3. Menumbuhkan kreativitas berbasis data, sehingga pelaku usaha tidak hanya mengikuti tren, tapi menciptakan peluang dari tren tersebut. Program ini mencakup empat pilar utama: Next TikTok for Business, Next Brand & Performance Plan, Next Reach Scaling, dan Next Content, yang akan dikupas oleh para pembicara dan praktisi berpengalaman. Transformasi dari Kreatif, Tren, ke Transaksi Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital, TikTok kini menjadi salah satu platform paling berpengaruh dalam mendorong keputusan pembelian. Melalui TikTok Next 2025, DoxaDigital dan para mitranya ingin mengajak bisnis memahami bagaimana konten yang tepat dapat mengubah tren menjadi transaksi nyata. Di acara ini Erdy Suryadarma, CEO EverIdea Interactive, menegaskan pentingnya storytelling dan relevansi konten dalam membangun persepsi publik terhadap brand. “Konten yang kuat bukan lagi tentang siapa yang paling kreatif, tapi siapa yang paling relevan dan konsisten dalam menyampaikan nilai brand. Di TikTok Next 2025, kami ingin menunjukkan bagaimana storytelling, visual, dan interaktivitas dapat membentuk persepsi yang berdampak langsung pada keputusan pembelian. EverIdea berkomitmen untuk membantu brand menghidupkan pesan mereka lewat ide yang tidak hanya indah, tapi juga efektif,” jelas Erdy. Menurut Viktor Iwan, CEO DoxaDigital, acara ini bukan sekadar ajang berbagi pengetahuan, tetapi langkah nyata untuk membantu bisnis bertransformasi. “Kami melihat bagaimana TikTok bukan hanya platform hiburan, tapi juga katalis utama dalam transformasi digital bagi brand. Melalui TikTok Next 2025, kami ingin membantu para pelaku bisnis memahami strategi menyeluruh, mulai dari branding hingga konversi, agar mereka tidak hanya ikut tren, tapi mampu mengubah tren menjadi transaksi nyata. Ini adalah langkah nyata DoxaDigital untuk mendampingi brand Indonesia naik ke level berikutnya,” kata Viktor. Sementara, Indri Setyowati, CEO Hakka Indonesia, menyoroti potensi besar TikTok Shop dalam mendorong pertumbuhan bisnis lokal. “TikTok Shop membuka peluang luar biasa bagi setiap brand untuk berkembang pesat. Melalui TikTok Next 2025, kami ingin mengedukasi lebih banyak bisnis tentang bagaimana memanfaatkan jaringan afiliasi, kolaborasi dan live shopping untuk memperluas jangkauan produk. Di Hakka, kami percaya kolaborasi antara kreator, brand dan teknologi adalah kunci pertumbuhan berkelanjutan,” jelas Indri. Pendaftaran dan Tata Caranya Pelaku bisnis, brand manager, dan profesional pemasaran yang ingin berpartisipasi dalam TikTok Next 2025 dapat melakukan pendaftaran secara gratis melalui situs resmi di tiktoknext.doxadigital.com. Proses pendaftaran dirancang sederhana tetapi selektif, untuk memastikan peserta yang terlibat memiliki komitmen dalam mengembangkan strategi digital bisnisnya. Berikut langkah-langkahnya: 1. Kunjungi situs resmi acara di https://tiktoknext.doxadigital.com. 2. Isi formulir pendaftaran dengan data bisnis, posisi peserta, dan tujuan mengikuti acara. 3. Tunggu konfirmasi melalui email atau WhatsApp dari tim penyelenggara. Peserta yang memenuhi kriteria akan menerima e-ticket resmi beserta tautan atau undangan lokasi acara. Untuk sesi offline pada 26 November 2025, jumlah peserta sangat terbatas, maksimal dua orang per perusahaan, sehingga konfirmasi kehadiran akan dilakukan berdasarkan urutan pendaftaran dan hasil verifikasi tim. “Kami menghargai antusiasme bisnis untuk bisa berkembang di salah satu platform terbesar di Indonesia, namun kami sadari bahwa dengan kapasitas kantor TikTok Indonesia yang terbatas, kami perlu melakukan kurasi,” terang Viktor Iwan. Sedang, tiga sesi online berikutnya bersifat terbuka untuk diikuti oleh tim bisnis, pemasaran, maupun kreator yang ingin memperdalam pemahaman tentang strategi TikTok for Business. Peserta yang terdaftar akan mendapatkan materi eksklusif dan rekaman acara, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam upaya bersama meningkatkan daya saing bisnis lokal di era digital.

Kolaborasi BPDP dan DJPb Dorong Sektor Keuangan Negara dan UMKM Naik Kelas di SinarFest 2025 Sawit
Sawit
Kamis, 30 Oktober 2025 | 18:32 WIB

Kolaborasi BPDP dan DJPb Dorong Sektor Keuangan Negara dan UMKM Naik Kelas di SinarFest 2025

Bandung, katakabar.com - Kolaborasi BPDP, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Barat gelar 'SinaraFest 2025: Sinergi Perkebunan dan Perbendaharaan" selama dua hari di pekan keempat Oktober 2025 di Aula Kanwil DJPb Jawa Barat. Kegiatan ini jadi wadah kolaborasi antara sektor keuangan negara dan pelaku usaha perkebunan untuk mendorong peningkatan kapasitas UMKM berbasis komoditas sawit, kelapa, dan kakao. Kepala Bidang Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Jawa Barat, menyampaikan kegiatan Sinara diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan pengembangan ekonomi daerah, terutama dalam mengoptimalkan potensi produk turunan komoditas perkebunan. Di hari pertama diisi dengan sesi diskusi tematik dan talkshow. Helmi Muhansah, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM. Ia sampaikan paparan mengenai peluang kolaborasi pengembangan UKM sawit, kakao, dan kelapa. Untuk itu, kata Helmi, penting integrasi antara lembaga pembiayaan dan pelaku usaha dalam memperkuat rantai pasok komoditas nasional. Sesi berikutnya menghadirkan Maria Imaculata Sri Nuryari, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Jawa Barat, menjelaskan skema pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Umi (Ultra Mikro) sebagai dukungan konkret bagi pelaku UMKM. Sementara, Yuviani Kusumawardhani dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bogor memaparkan potensi pengembangan produk oleofood sawit untuk industri makanan dan minuman, yang dapat membuka peluang usaha baru di sektor hilir perkebunan. Di hari kedua, kegiatan berlanjut dengan demo masak dari tim STP Bogor yang menampilkan kreasi kuliner berbahan turunan sawit. Acara diramaikan dengan mini bazaar di halaman depan Kanwil DJPb Jawa Barat, yang menampilkan berbagai produk UMKM unggulan berbasis sawit, kelapa, dan kakao. Melalui pelaksanaan SinaraFest 2025, Kanwil DJPb Jawa Barat dan BPDP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara dunia perkebunan dan perbendaharaan.

MIND ID Dorong 10.000 UMK Naik Kelas, Wujudkan Ekonomi Kerakyatan di Daerah Nasional
Nasional
Kamis, 16 Oktober 2025 | 11:00 WIB

MIND ID Dorong 10.000 UMK Naik Kelas, Wujudkan Ekonomi Kerakyatan di Daerah

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) terus memperkuat komitmennya dorong ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di berbagai wilayah operasional. Hingga pertengahan 2025, lebih dari 10.000 UMK binaan telah menjadi bagian dari rantai pasok industri pertambangan Grup MIND ID. Dari jumlah tersebut, ratusan di antaranya berhasil naik kelas menjadi motor bagi penguatan ekonomi di daerahnya. Langkah ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dan Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto yang menempatkan penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan kewirausahaan, serta pengembangan industri kreatif yang merata di seluruh daerah. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menegaskan keberpihakan terhadap UMK wujud nyata peran sektor pertambangan mendukung agenda pembangunan pemerintah. “Bagi kami, tambang bukan hanya soal produksi mineral. Lebih dari itu, tambang adalah penggerak ekonomi kerakyatan di daerah yang menjadi sumber energi untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi usaha masyarakat untuk tumbuh, berkembang, dan ikut berkontribusi bagi ekonomi nasional,” ujarnya, lewat siaran pers, Rabu (15/10) kemarin. Melalui berbagai program pemberdayaan, kata Pria, MIND ID menghadirkan pendampingan menyeluruh bagi pelaku UMK, mulai dari pelatihan manajemen, inovasi produk, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar. "Pendekatan ini efektif untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, terutama di sekitar wilayah operasional pertambangan," jelasnya. Cerita Pria, di antara contoh sukses datang dari Haiedi Ulandari, pendiri Pempek Hudi di Palembang, UMK binaan PT Bukit Asam Tbk. Usaha rumahan yang dulunya beromzet sekitar Rp30 juta per bulan kini mampu meraih hingga Rp300 juta per bulan dan menyerap 13 tenaga kerja lokal. "Keberhasilan ini menunjukkan bagaimana program Pendampingan yang konsisten dapat mendorong UMK naik kelas sekaligus menempatkan mereka sebagai motor penggerak ekonomi daerah," ulasnya. Dampak positif serupa dirasakan pelaku UMK Sambal Lumako, Nata de Coco, dan Ikan Asap di wilayah operasional PT Vale Indonesia, anggota MIND ID. Berkat pelatihan pengembangan produk, pendampingan bisnis, dan dukungan promosi, usaha lokal ini kini telah berhasil menjalankan usahanya secara mandiri memperluas penjualan ke berbagai daerah dan menjadi sumber lapangan kerja bagi ratusan masyarakat sekitar tambang. Keberhasilan tersebut menunjukkan bagaimana kolaborasi antara industri dan komunitas lokal dapat menumbuhkan ekonomi kreatif di daerah. Pria menuturkan inisiatif ini memperlihatkan bahwa industri pertambangan juga dapat menjadi penggerak ekonomi rakyat, sejalan dengan cita-cita pemerintah dalam memperluas lapangan kerja, memperkuat wirausaha lokal, serta menumbuhkan ekonomi kreatif daerah. MIND ID memastikan program pendampingan UMK akan berkelanjutan hingga pada akhirnya mereka mampu secara mandiri membangun kapasitasnya untuk bersaing dan berkontribusi lebih optimal bagi daerahnya.

Punya 3 Tantangan Utama, LCI Beri Tips Agar UMKM Naik Kelas dan Go Global Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 27 Agustus 2025 | 15:08 WIB

Punya 3 Tantangan Utama, LCI Beri Tips Agar UMKM Naik Kelas dan Go Global

mengenai Kewirausahaan Ekspor. Ia menekankan salah satu hambatan utama UMKM Indonesia untuk masuk ke pasar global bukan hanya soal kualitas produk, melainkan juga kurangnya pemahaman tentang standar ekspor, regulasi, hingga strategi membangun jejaring internasional. Menurut Dewi, banyak UMKM yang sudah memiliki produk unggulan dengan potensi besar, tapi terkendala pada aspek teknis seperti pengurusan dokumen, perhitungan harga ekspor, hingga ketidaksiapan menghadapi permintaan dalam skala besar. “Permasalahan ekspor yang sering terjadi bukan karena produk kita kalah saing, melainkan karena pelaku UMKM belum sepenuhnya memahami tata cara dan strategi masuk ke pasar global,” kata Dewi.

Dari Kampus ke Pasar Digital, Binus @Malang Siap Bantu UMKM Naik Kelas Nasional
Nasional
Minggu, 30 Maret 2025 | 18:07 WIB

Dari Kampus ke Pasar Digital, Binus @Malang Siap Bantu UMKM Naik Kelas

Malang, katakabar.com - Di tengah pesatnya transformasi digital, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan eksistensi di era persaingan global. Perubahan perilaku konsumen yang kini lebih banyak mengandalkan platform online, ditambah dengan derasnya arus teknologi dan informasi, membuat UMKM perlu beradaptasi secara cepat. Tapi, masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesenjangan literasi digital dan kesulitan dalam membangun strategi pemasaran serta brand yang kuat. Akibatnya, potensi besar dari produk lokal belum sepenuhnya termanfaatkan secara optimal di pasar nasional maupun internasional. Menjawab tantangan tersebut, Binus @Malang membuka rangkaian kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2024/2025 melalui penyelenggaraan talkshow inspiratif bertajuk 'Digital Marketing & Branding: Strategi untuk UMKM Naik Kelas'. Kegiatan yang digelar Kamis (20/3) lalu di Binus @Malang ini menjadi langkah awal mendampingi UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital guna memperluas pasar, membangun merek yang kuat, dan meningkatkan daya saing bisnis. Talkshow ini diikuti oleh para pelaku UMKM, akademisi, serta koordinator PKM dari berbagai program studi.