Polsek Merbau Dukung Ketapang Nasional Cek dan Beri Pakan Kambing Hukrim
Hukrim
Kamis, 21 Mei 2026 | 15:46 WIB

Polsek Merbau Dukung Ketapang Nasional Cek dan Beri Pakan Kambing

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Guna mendukung program swasembada dan ketahanan pangan (Ketapang) nasional, jajaran Polsek Merbau, Polres Kepulauan Meranti, melaksanakan kegiatan pengecekan sekaligus pemberian pakan kambing di wilayah Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Merbau, Brigpol Andre Jonanda atas arahan Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre, S.H., M.H. Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre melalui Brigpol Andre Jonanda, mengatakan kegiatan ini bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat, khususnya di wilayah Kepulauan Meranti. “Melalui kegiatan pengecekan dan pemberian pakan kambing ini, kami ingin memastikan program ketahanan pangan masyarakat berjalan dengan baik serta memberikan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat,” ujar Brigpol Andre Jonanda. Menurutnya, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap sektor peternakan masyarakat yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung swasembada pangan nasional. Selain melakukan pengecekan kondisi ternak, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar terus menjaga kualitas pakan dan kesehatan hewan ternak sehingga hasil peternakan dapat meningkat. Polsek Merbau berharap kegiatan tersebut mampu mendorong semangat masyarakat dalam mengembangkan sektor peternakan mandiri sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi dan ketahanan pangan daerah. Di sisi lain, Polres Kepulauan Meranti juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan tindakan kriminal maupun gangguan kamtibmas melalui layanan Call Center 110 Polres Kepulauan Meranti.

Penanaman Jagung Pipil Berlanjut, Polsek Rangsang Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan Nasional Hukrim
Hukrim
Selasa, 19 Mei 2026 | 14:05 WIB

Penanaman Jagung Pipil Berlanjut, Polsek Rangsang Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan Nasional

Rangsang, katakabar.com - Kepolisiain Sektor (Polsek) Rangsang kembali melaksanakan penanaman jagung pipil di Desa Tanjungsamak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (22/4). Kegiatan itu menjadi penanaman ketiga yang dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Penanaman dilakukan di lahan seluas 0,5 hektare milik warga, Wasis, di Jalan Roesman Dusun III. Kegiatan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan dipimpin langsung Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan. Sejumlah unsur turut terlibat pada kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Desa Tanjungsamak, Ahmad Afandi, Bhabinkamtibmas, Desa Dwi Tunggal, Brigadir Josman Siboro, Bhabinkamtibmas Desa Tanjungsamak, Brigadir Yoki Prasetya, Kepala Dusun Rio, serta masyarakat setempat. Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, mengatakan, keterlibatan Polri dalam program penanaman jagung pipil merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah. “Program ini kami laksanakan secara berkelanjutan. Bukan hanya menanam, tetapi juga mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan produktif yang tersedia,” jelas AKP Gunawan. Ia menyebut, ketahanan pangan menjadi isu penting yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk institusi kepolisian melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. “Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, salah satunya di sektor pangan,” ucapnya. Kegiatan penanaman berakhir sekitar pukul 16.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.

BPDP Perkuat Insustri Sawit Nasional Dukung Pelepasan Bibit Sawit Unggul Asal Tanzania Sawit
Sawit
Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30 WIB

BPDP Perkuat Insustri Sawit Nasional Dukung Pelepasan Bibit Sawit Unggul Asal Tanzania

Medan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tegaskan komitmen mendukung penguatan industri kelapa sawit nasional melalui pendanaan kegiatan pelepasan dan pengembangan sumber daya genetik kelapa sawit unggul asal Tanzania di Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya bersama guna perkuat produktivitas sawit nasional di tengah tantangan stagnasi produksi yang terjadi dalam lima tahun terakhir. Kegiatan pelepasan bibit sawit unggul tersebut hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan industri sawit nasional, termasuk Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), lembaga riset, pelaku usaha perkebunan, serta pemerintah. Total 29.281 bibit sawit unggul asal Tanzania didistribusikan kepada sejumlah perusahaan perkebunan di Sumatera Utara sebagai bagian dari pengayaan plasma nutfah dan pengembangan generasi baru sawit Indonesia. Di momentum itu, BPDP menegaskan dukungan pada pengembangan riset dan inovasi sawit bagian dari mandat strategis dalam mendorong transformasi industri sawit nasional yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Pengembangan plasma nutfah baru dinilai menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan penurunan produktivitas akibat dominasi tanaman tua yang telah memasuki usia di atas 25 tahun. Berbagai kajian industri menunjukkan, produksi minyak sawit nasional mengalami stagnasi kisaran 52 hingga 54 juta ton selama lima tahun terakhir. Di sisi lain, kebutuhan domestik terus meningkat seiring implementasi program biodiesel nasional dari B35 menuju B40 dan persiapan B50. Kondisi tersebut menjadikan peningkatan produktivitas sebagai agenda prioritas nasional. Melalui dukungan pendanaan BPDP, kegiatan introduksi material genetik asal Tanzania diharapkan dapat memperkaya keragaman genetik kelapa sawit Indonesia, sekaligus menjadi fondasi pengembangan varietas unggul baru yang lebih adaptif, produktif, tahan terhadap cekaman lingkungan, serta mampu mendukung peningkatan produktivitas nasional secara berkelanjutan. Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, mengatakan dukungan terhadap pengembangan bibit unggul dan inovasi riset sawit merupakan bagian dari upaya jangka panjang BPDP dalam memperkuat fondasi industri sawit nasional. Menurutnya, peningkatan produktivitas menjadi langkah yang sangat penting untuk menjaga keberlanjutan industri sawit Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan domestik dan tantangan global yang semakin kompleks. “Pengembangan sumber daya genetik unggul menjadi investasi strategis bagi masa depan sawit Indonesia. BPDP mendukung berbagai upaya riset dan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, sekaligus memastikan industri sawit nasional tetap berkelanjutan,” jelas Alfansyah. Selain pengembangan bibit unggul, kolaborasi Indonesia dan Tanzania juga diarahkan pada penguatan riset penyerbukan biologis melalui introduksi beberapa spesies serangga penyerbuk untuk meningkatkan fruit set tanaman sawit. Program tersebut merupakan bagian dari strategi intensifikasi produktivitas tanpa perlu melakukan ekspansi lahan baru. BPDP memandang penguatan riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya genetik merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi keberlanjutan industri sawit nasional. Lantaran itu, dukungan terhadap kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek budidaya, tetapi juga pada pembangunan ekosistem inovasi sawit nasional yang melibatkan dunia usaha, lembaga penelitian, akademisi, dan pemerintah. Kegiatan pelepasan bibit unggul asal Tanzania ini juga jadi simbol komitmen bersama dalam mendorong transformasi industri sawit Indonesia dari yang sebelumnya bertumpu pada ekspansi lahan menuju peningkatan produktivitas berbasis inovasi dan teknologi. Dengan dukungan riset yang kuat serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, Indonesia diharapkan mampu melahirkan generasi baru kelapa sawit yang lebih unggul dan mampu menjawab tantangan industri sawit global di masa depan. Sebagai lembaga pengelola dana perkebunan, BPDP akan terus memperkuat dukungan terhadap program-program strategis yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, keberlanjutan, hilirisasi, dan penguatan daya saing industri perkebunan Indonesia. Dukungan terhadap pengembangan plasma nutfah sawit unggul ini diharapkan menjadi salah satu pijakan penting menjaga posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia sekaligus memastikan keberlanjutan industri sawit nasional bagi generasi mendatang.

Tren Permintaan Emas Cetak Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan Internasional
Internasional
Minggu, 10 Mei 2026 | 07:39 WIB

Tren Permintaan Emas Cetak Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan

Jakarta, katakabar.com - Permintaan emas terus meningkat secara global. Melihat tren ini, pebisnis pertambangan nasional perlu memperkuat kemandirian ekosistem industri emas nasional melalui peningkatan kapasitas pengolahan logam mulia dalam negeri. Menurut data World Gold Council, total permintaan emas kuartal I, termasuk transaksi over-the-counter (OTC), naik 2% secara tahunan menjadi 1.231 ton. Kenaikan volume dipandang sangat solid ini, di tengah lonjakan harga emas yang signifikan, mendorong nilai permintaan kuartalan melonjak 74% menjadi rekor US$193 miliar. Permintaan emas batangan dan koin mencapai 474 ton atau naik 42%, menjadi kuartal tertinggi kedua sepanjang sejarah. Investor Asia menjadi pendorong utama dengan memborong berbagai produk investasi emas secara agresif. Pengamat BUMN dan Direktur NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan, mengatakan tren peningkatan permintaan emas yang signifikan ini memberikan dua alasan bagi Indonesia khususnya melalui perusahaan tambang emas Negara untuk proaktif dalam meningkatkan produksinya. Pertama, BUMN pertambangan bisa mengambil peluang peningkatan profit dari lonjakan ini. Kedua, peningkatan produksi turut meringankan neraca perdagangan emas yang defisit. Terlebih sejak 2021, Indonesia mengalami defisit dan telah menjadi net importer. Kondisi tersebut disebabkan oleh impor yang lebih besar guna memenuhi kebutuhan dalam negeri dibandingkan dengan ekspor. “Di saat demand terhadap emas tinggi, tentu sudah jadi sentimen positif bagi BUMN tambang emas. Kondisi seperti itu akan mendorong kenaikan harga. Karena itu, peningkatan produksi menjadi sangat penting,” terang Herry. Seiring dengan itu, anak usaha holding pertambangan MIND ID melalui PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) telah berupaya meningkatkan produksi melalui pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik. Antam telah memulai pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik dengan kapasitas hingga 30 ton per tahun. Fasilitas ini akan menambah kapasitas produksi kepingan emas yang telah dimiliki Antam di Pulogadung, Jakarta, dengan kapasitas produksi 40 ton per tahun. Dalam rantai pasok ini, pasokan emas batangan berasal dari dua sumber utama, yakni tambang emas Antam di Jawa Barat sekitar 1 ton per tahun, serta Precious Metal Refinery (PMR) PT Freeport Indonesia yang mampu mengolah lumpur anoda menjadi emas batangan sekitar 50–60 ton per tahun. Dengan rantai pasok industri terintegrasi ini, Pemerintah melalui Grup MIND ID memperkuat ekosistem bullion Indonesia untuk memenuhi permintaan emas logam mulia nasional diperkirakan mencapai sekitar 70 ton per tahun dan terus meningkat.

Dibalik Penghargaan Nasional Ada Derita Warga Cium Busuk Air Comberan dan Resah Jalan Berlubang Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 08 Mei 2026 | 09:47 WIB

Dibalik Penghargaan Nasional Ada Derita Warga Cium Busuk Air Comberan dan Resah Jalan Berlubang

Bengkalis, katakabar.com - Wisma Sri Mahkota nun jauh di pulau seberang, Bengkalis, saksi bisu Wakil Bupati Bengkalis, H. Bagus Santoso serahkan Penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 kepada Bupati Bengkalis, Kasmarni, Selasa (28/4) lalu. Penghargaan tersebut sebelumnya diterima Wakil Bupati Bengkalis saat mewakili Bupati Bengkalis di kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi yang digelar di Palembang, Sabtu (25/4) lalu. 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten Bengkalis di pergelaran tersebur meraih Juara III kategori penurunan kemiskinan dan stunting. Dilihat dari gambar yang diunggah di website Diskominfotik Bengkalis, raut wajah Bupati Bengkalis, Kasmarni dan Wakil Bupati Bengkalis, H. Bagus Santoso tersenyum bahagai sambil memegang perhargaan total Rp1 miliar. Tetapi di sisi lain, Air Comberan meluber ke jalan, dan aspal hotmix ruas Jalan Jenderal Sudirman, yang berada persis diapit Jalan Sejahtera dan Simpang Babussalam Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis jadi saksi bisu derita masyarakat, khususnya warga sekitar, dan pengendara roda dua dan roda empat yang melintas setiap hari. Raut wajah warga sekitar, dan pengendara terlihat tersenyum murung mencium bau busuk, dan dahi mengkerut menginjak dalam-dalam pedal rem kenderaan saat melintas di ruas aspal homix jalan berlubang. Wakil Bupati Bengkalis, H Bagus Santoso tanpa beban menyampaikan secara singkat penghargaan ini hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat Kabupaten Bengkalis. Sedang, Bupati Bengkalis, Kasmarni, mengucapkan rasa syukur sekaligus apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan  penghargaan ini menjadi bukti nyata dari keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis menjalankan program-program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Sontak, sejumlah netizen di facebook bereaksi dan pertanyakan apakah Pemkab Bengkalis sudah serius membangun struktur dan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Bengkalis, khususnya di daerah Duri, yakni air comberan meluber ke badan jalan lantaran parit (drainase) tersumbat  menjadi pemicu ruas jalan protokol rusak berat sudah bertahun lamanya belum juga ada upaya perbaikan dari pemerintah melalui dinas terkait. Selain itu, pot-pot bunga rusak ditabrak ragam kenderaan yang mengalami laka lantas di sepanjang Jalan Hang Tuah. Kini pot-pot bunga rata dengan median jalan (pulau jalan), lagi-lagi belum ada upaya perbaikan. Apalah artinya bangga dengan prestasi yang diraih jika dibalik prestasi tersebut masyarakat menderita disebabkan cerita lama dan usam harusnya bisa dibenahi dan diperbaiki tidak perlu berbagai alasan klasik yang membikin logika dan nalar berperang dengan nurani sebagai pelayan yang diberi kepercayaan oleh masyarakat.

Rampungkan ULO di Palangkaraya, MyRepublic Tandai Kesiapan Ekspansi Nasional Layanan FWA Tekno
Tekno
Minggu, 12 April 2026 | 21:40 WIB

Rampungkan ULO di Palangkaraya, MyRepublic Tandai Kesiapan Ekspansi Nasional Layanan FWA

Palangkaraya, katakabar.com - MyRepublic Indonesia secara resmi rampungkan pelaksanaan Uji Laik Operasi (ULO) layanan MyRepublic Air di Palangka Raya. Pelaksanaan ULO ini menjadi tahapan akhir dalam rangkaian pengujian operasional layanan Fixed Wireless Access (FWA) MyRepublic Air, sekaligus menandai kesiapan layanan untuk diperluas secara nasional sebagai solusi internet unlimited berbasis teknologi True 5G-Fiber Quality dan Truly Unlimited. Pelaksanaan ULO di Palangka Raya dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital dan Plt. Direktur Layanan Ekosistem Digital, Aryo Pamoragung, Ketua Uji Laik Operasi, Falatehan, serta Chief Technology Officer ZTE Indonesia, Dennis Yu. Hadir pula Chief Executive Officer MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, serta Chief Sales & Marketing Officer MyRepublic Indonesia, Iman Syahrizal. Uji Laik Operasi ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai prasyarat wajib sebelum layanan FWA dapat dioperasikan secara komersial. Pengujian mencakup kesiapan jaringan, kualitas layanan, stabilitas koneksi, serta kepatuhan terhadap standar teknis dan regulasi yang berlaku. Berdasarkan hasil pengujian, MyRepublic Air dinyatakan berhasil melaksanakan Uji Laik Operasi dan memenuhi seluruh standar kualitas layanan yang ditetapkan regulator. Dengan selesainya ULO di Palangka Raya, MyRepublic Air kini telah menyelesaikan rangkaian pengujian di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari strategi ekspansi nasional layanan FWA. Selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital dan Plt. Direktur Layanan Ekosistem Digital, Aryo Pamoragung, menyampaikan ini sejalan dengan Visi Presiden RI, H Prabowo Subianto untuk dapat memberikan akses internet rakyat yang cepat dengan harga terjangkau, serta semangat T3 dari Komdigi 'Terhubung, Tumbuh dan Terjaga', harapannya MyRepublic bisa terus berkomitmen untuk terus turut andil dalam pemerataan konektivitas digital di Indonesia. Sedang, Chief Executive Officer MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, menuturkan selesainya ULO ini menjadi momentum penting bagi MyRepublic Air untuk menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. “Dengan diadakannya ULO di Palangka Raya ini, MyRepublic Indonesia telah berhasil menyelesaikan ULO untuk 9 zona di Region 2 dan Region 3. Dengan ini, kami juga menginformasikan bahwa MyRepublic Indonesia sudah siap untuk mulai go commercial di bulan April untuk 90 kota dari 180 kota yang sudah direncanakan,” kata Timotius. MyRepublic Air hadir sebagai solusi konektivitas berbasis FWA dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan harga yang terjangkau, mulai dari Rp100 ribuan per bulan. Layanan ini diharapkan dapat menjadi alternatif akses internet berkualitas, khususnya di area yang belum sepenuhnya terlayani jaringan fiber optik. Pelaksanaan ULO di Palangka Raya menjadi penegas komitmen MyRepublic Indonesia dalam memperluas pemerataan akses internet di Tanah Air. Sebagai titik akhir dari rangkaian Uji Laik Operasi MyRepublic Air, tahap ini menandai kesiapan layanan untuk melangkah ke fase ekspansi yang lebih luas di berbagai wilayah Indonesia, dengan menghadirkan konektivitas yang andal dan terjangkau. ULO ini juga menjadi kelanjutan dari pembukaan pra-registrasi MyRepublic Air kepada masyarakat. Dengan seluruh proses pengujian yang telah diselesaikan, layanan FWA ini kini semakin siap untuk diimplementasikan secara bertahap di berbagai daerah. MyRepublic Air dirancang sebagai solusi internet berbasis FWA dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan harga yang kompetitif, mulai dari Rp100 ribuan per bulan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah serta menjadi alternatif akses internet berkualitas, terutama di area yang belum sepenuhnya terlayani jaringan fiber optik. Cara Pra-Registrasi MyRepublic Air Masyarakat yang ingin menjadi bagian dari layanan ini dapat melakukan pra-registrasi MyRepublic Air dengan mudah: 1. Akses situs resmi myrepublic.co.id/air 2. Lengkapi data diri yang dibutuhkan 3. Lakukan verifikasi melalui OTP 4. Cek email konfirmasi sebagai tanda pendaftaran berhasil Dengan ini, MyRepublic Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pemerataan akses internet di Indonesia melalui kehadiran MyRepublic Air berbasis Fixed Wireless Access (FWA). Dengan kesiapan jaringan, MyRepublic Air siap tersedia secara bertahap di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara, guna menghadirkan konektivitas internet yang andal dan terjangkau bagi masyarakat di lebih banyak daerah.

OTC 2026, PHR Dorong Ekspansi MNK Jadi Game Changer Ketahanan Energi Nasional Internasional
Internasional
Rabu, 08 April 2026 | 18:45 WIB

OTC 2026, PHR Dorong Ekspansi MNK Jadi Game Changer Ketahanan Energi Nasional

Jakarta, katakabar.com - Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin, menjelaskan sebagai langkah strategis PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dorong ekspansi (pengembangan) Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. "Hal ini berpotensi menjadi game changer memperkuat portofolio masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan lapangan migas konvensional yang semakin menua (mature fields)," ujarnya di ajang Offshore Technology Conference (OTC) Asia 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (2/4) lalu. Pada paparannya, Muhamad Arifin, menekankan pengembangan MNK menjadi salah satu solusi kunci untuk menjawab tantangan penurunan produksi dari lapangan konvensional. "Dengan kondisi produksi lapangan tua yang terus menurun, pengembangan migas non-konvensional bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan strategis. MNK berpotensi menjadi game changer dalam memperkuat portofolio energi masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional," kupas Arifin. Menurutnya, PHR mengidentifikasi potensi besar pada sub-cekungan North Aman yang diperkirakan memiliki sumber daya mencapai 11,3 miliar barel minyak di tempat (BBO). Potensi ini menjadi peluang signifikan yang selama ini belum pernah tergarap di Indonesia. Sejalan dengan upaya tersebut, ucap Arifin, PHR telah mencatatkan progres penting dalam pengembangan MNK di Wilayah Kerja Rokan. Pada struktur sub-basin North Aman mencakup Gulamo dan Kelok, "PHR berhasil membuktikan keberadaan hidrokarbon melalui sumur eksplorasi yang telah dilakukan single frac horizontal dan uji alir (flowback test), menjadikannya sebagai salah satu tonggak awal pengembangan MNK di Indonesia," tuturnya. Selanjutnya melalui proses Appraisal, sambung Arifin, PHR tengah melanjutkan perencanaan pengeboran horizontal dan dilanjutkan dengan multi-stage fracturing horizontal sebagai tonggak awal tahapan pengembangan migas non-konvensional di Rokan. "Struktur North Aman ini memang salah satu struktur penting sebagai fondasi penting dalam membuka potensi MNK yang luas pada sub-basin lainnya di Blok Rokan seperti South Aman, Rangau dan Balam," ulasnya. Tetapi, Arifin menegaskan tantangan utama pengembangan MNK tidak hanya terletak pada aspek bawah permukaan (subsurface), tetapi juga faktor di atas permukaan (above ground). “Tantangan terbesar MNK justru berada pada aspek above ground, mulai dari biaya investasi yang masih tinggi, dukungan regulasi dan fiskal yang kompetitif, hingga kesiapan infrastruktur dan penguatan kemampuan dan pengalaman. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan," imbuhnya. Untuk mencapai skala ekonomis, PHR menekankan pentingnya sinergi dalam ekosistem pengembangan MNK, yang melibatkan Pemerintah sebagai pembuat regulasi, operator sebagai pengelola asset, serta mitra strategis yang memiliki teknologi, kapabilitas operasi MNK dan atau kapasitas finansial. PHR juga telah menetapkan peta jalan pengembangan MNK secara bertahap, dimulai dari target pemberian kontrak bagi hasil ( Production Sharing Contract/PSC) pada kuartal II 2026, dilanjutkan dengan pengeboran sumur appraisal pada kuartal IV 2026. Produksi awal ditargetkan mulai pada 2028, dengan pengembangan skala besar pada 2030 ke atas dan proyeksi puncak produksi pada 2037. “Kami optimistis Indonesia siap beralih dari tahap pilot menuju pengembangan MNK yang terukur dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang tepat, MNK akan menjadi pilar penting dalam mendukung ketahanan energi nasional di masa depan,” sebut Arifin. Partisipasi Grup Pertamina dalam OTC Asia 2026 juga diperkuat oleh kehadiran sejumlah pembicara lainnya. Direktur Utama Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi yang tampil dalam sesi Leadership Dialogue. Ia menyoroti energi berbasis hidrokarbon masih menjadi tulang punggung dalam memenuhi kebutuhan energi dunia yang terus meningkat. Tetapi, tekanan global untuk menurunkan emisi karbon juga tidak bisa diabaikan. Sebagai respons atas tantangan tersebut, PHE mengusung strategi pertumbuhan ganda atau dual growth strategy. Pendekatan ini menggabungkan penguatan bisnis hulu migas dengan pengembangan energi rendah karbon. Direktur Pengembangan dan Produksi Pertamina Hulu Energi, Mery Luciawaty, turut berbagi pandangan mengenai strategi pengembangan bisnis hulu migas, transformasi menuju energi berkelanjutan, serta peran Pertamina Hulu Energi dalam mendukung transisi energi di tingkat regional. Tak kalah menarik, Manager Bidding & Business Performance Pertamina Drilling Services Indonesia, Ahmad Burhan Noviaris, memaparkan materi bertajuk “Pertamina Drilling Capabilities Through Integrated Project Management”. Ia menyoroti penerapan konsep Integrated Project Management (IPM) untuk meningkatkan efisiensi operasi, didukung kapabilitas 57 rig dan lebih dari 110 layanan pengeboran. Melalui forum ini dan komitmen pada inovasi, PHR menegaskan perannya sebagai motor penggerak transformasi sektor hulu migas nasional, sekaligus mendorong optimalisasi sumber daya energi. Pengembangan MNK menjadi salah satu solusi kunci untuk menjawab tantangan penurunan produksi dari lapangan konvensional. Untuk itu, PHR telah menetapkan peta jalan pengembangan MNK secara bertahap, dengan pengembangan skala besar pada 2030 ke atas dan proyeksi puncak produksi pada 2037 mendatang.

Paradoks Ekspor Baja Tiongkok dan Pentingnya Perlindungan Industri Baja Nasional Nasional
Nasional
Minggu, 29 Maret 2026 | 14:10 WIB

Paradoks Ekspor Baja Tiongkok dan Pentingnya Perlindungan Industri Baja Nasional

Jakarta, katakabar.com - Dominasi ekspor baja Tiongkok kerap dipersepsikan sebagai bukti keunggulan daya saing global. Tetapi, analisis lebih dalam menunjukkan paradoks mendasar: ekspor baja Tiongkok justru berlangsung bersamaan dengan rapuhnya profitabilitas industri di dalam negeri. Kondisi ini menegaskan bahwa volume ekspor besar tidak otomatis mencerminkan industri yang efisien dan berkelanjutan. Bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group fenomena ini menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjaga keberlanjutan industri baja nasional. Sebagai tulang punggung pembangunan dan penopang hilirisasi industri, industri baja membutuhkan ekosistem usaha yang adil dan berimbang agar investasi jangka panjang tetap terjaga. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan persaingan harga baja global saat ini tidak sepenuhnya berlangsung dalam level playing field. “Industri baja nasional, termasuk Krakatau Steel Group, membutuhkan kepastian kebijakan agar investasi dan transformasi bisnis yang kami jalankan tidak tergerus oleh praktik perdagangan yang terdistorsi,” jelas Dr. Akbar Djohan, juga jabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Tekanan Global Akibat Harga Baja Tertekan Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel dan Mining Insights menilai ekspor baja Tiongkok lebih merupakan saluran penyaluran tekanan domestik akibat kelebihan kapasitas dan melemahnya permintaan dalam negeri. “Dalam struktur industri yang mengalami tekanan profitabilitas luas, ekspor tidak lagi mencerminkan daya saing sehat, melainkan respons defensif untuk menjaga operasi tetap berjalan,” kata Widodo. Arus ekspor baja Tiongkok dalam skala besar telah berdampak nyata terhadap industri baja di berbagai negara, mulai dari Eropa hingga Asia. Penurunan utilisasi, penyempitan margin, hingga penutupan fasilitas produksi menjadi fenomena lintas negara. Kondisi ini mendorong lebih dari 60 negara menerapkan ratusan instrumen pengamanan perdagangan sebagai upaya korektif terhadap distorsi harga global. Widodo menegaskan, maraknya penerapan trade remedies menunjukkan harga ekspor baja Tiongkok dinilai tidak wajar secara ekonomi dan menimbulkan kerugian material bagi industri domestik negara pengimpor. “Ini bukan proteksionisme semata, melainkan respons sistemik atas distorsi struktural yang diekspor ke pasar global,” jelasnya. Momentum Penguatan Baja Nasional Penguatan instrumen perlindungan perdagangan sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun kedaulatan ekonomi dan memperkuat industri strategis nasional. Perlindungan yang tepat sasaran bukan untuk menutup pasar, melainkan memastikan persaingan yang adil serta menjaga keberlanjutan industri dalam negeri. “Industri baja yang sehat adalah fondasi pembangunan nasional. Dengan kebijakan yang tepat, kami optimistis industri baja Indonesia mampu tumbuh berkelanjutan dan memberikan nilai ekonomi jangka panjang bagi negara,” sebut Dr. Akbar Djohan.

KAI Logistik Operasikan CY 2 Merapi, Perkuat Akselerasi Distribusi Energi Nasional Tiga Juta Ton per Tahun Nasional
Nasional
Rabu, 25 Maret 2026 | 13:12 WIB

KAI Logistik Operasikan CY 2 Merapi, Perkuat Akselerasi Distribusi Energi Nasional Tiga Juta Ton per Tahun

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus perkuat perannya dukung ketahanan, dan optimalisasi distribusi energi nasional lewat peresmian Container Yard (CY) 2 Merapi. Fasilitas mulai beroperasi sejak 3 Maret 2026 lalu ini menjadi bagian dari pengembangan layanan KALOG Pro, khususnya untuk mendukung pengelolaan angkutan batu bara berbasis moda kereta api yang efisien, andal, dan berkelanjutan. Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa CY 2 Merapi dirancang sebagai solusi logistik strategis yang tidak hanya meningkatkan kapasitas angkutan, tetapi menjawab tantangan distribusi logistik energi yang semakin dinamis. Hal ini juga menjadi langkah proaktif perusahaan dalam mendukung regulasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang telah memberlakukan larangan truk batu bara melintasi jalan umum sejak 1 Januari 2026, sebagaimana ditegaskan dalam Instruksi Gubernur Sumsel Nomor 500.11/004/INSTRUKSI/DISHUB/2025. “Melalui optimalisasi angkutan berbasis rel, KAI Logistik menghadirkan alternatif distribusi yang lebih aman, patuh regulasi, serta mampu mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan raya,” kata Yuskal. Berlokasi di Desa Sirah Pulau, Provinsi Sumatera Selatan, CY 2 Merapi berdampingan langsung dengan fasilitas CY 1 Merapi yang telah lebih dahulu dioperasikan oleh KAI Logistik yang direncanakan memiliki tiga akses keluar–masuk yang terhubung langsung dengan terminal Merapi, sehingga mendukung kelancaran pergerakan kereta api dan meningkatkan efisiensi operasional bongkar muat batu bara. “Fasilitas ini dirancang dengan skema konektivitas terpadu antara area tambang dan jalur hauling yang terhubung langsung ke kawasan CY, sehingga seluruh aktivitas operasional dapat dilakukan tanpa melalui jalur jalan provinsi (lintas). Skema tersebut sejalan dengan upaya meminimalkan dampak terhadap infrastruktur jalan dan lingkungan sekitar,” jelas Yuskal. Dengan beroperasinya CY 2 Merapi, KAI Logistik menargetkan peningkatan kapasitas angkut sesuai rencana awal, yaitu melayani hingga dua rangkaian kereta api per hari. Ke depan, fasilitas ini direncanakan memiliki dua jalur bongkar muat sebagai langkah antisipatif terhadap peningkatan volume angkutan batu bara di wilayah Sumatera. Menurut Yuskal menjelaskan, CY 2 Merapi diproyeksikan mampu melayani sekitar 730 rangkaian kereta api per tahun, dan dengan pengoperasian optimal dua jalur angkut, kapasitasnya berpotensi meningkat hingga 10 rangkaian kereta api per hari. Secara keseluruhan, fasilitas ini diperkirakan dapat berkontribusi pada angkutan batu bara hingga 3 juta ton per tahun, sehingga memperkuat rantai pasok energi nasional secara berkelanjutan. Untuk mendukung peningkatan kapasitas tersebut, sambungnya, KAI Logistik akan melakukan pengembangan sarana dan prasarana secara bertahap, meliputi penambahan alat angkut, penyediaan fasilitas pendukung operasional, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Seluruh pengembangan dan operasional CY 2 Merapi dilaksanakan dengan mengacu pada standar pelayanan yang berlaku serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna memastikan layanan yang aman, andal, dan berkelanjutan. Melalui pengoperasian CY 2 Merapi, terangnya, KAI Logistik menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis dalam mendukung distribusi energi nasional serta menghadirkan solusi logistik yang adaptif terhadap dinamika sektor transportasi dan logistik. "Optimalisasi angkutan berbasis kereta api ini juga menjadi bagian dari upaya penerapan green logistics melalui pengurangan emisi dan peningkatan efisiensi energi," tandasnya.

Perkuat Rantai Pasok Nasional, KS Group dan Kerismas Group Teken Perjanjian Pasokan Jangka Panjang Nasional
Nasional
Kamis, 19 Maret 2026 | 09:09 WIB

Perkuat Rantai Pasok Nasional, KS Group dan Kerismas Group Teken Perjanjian Pasokan Jangka Panjang

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) perkokoh sinergi industri baja dalam negeri melalui penandatanganan perjanjian pasokan jangka panjang atau Long Term Supply Agreement (LTSA) dengan PT Kerismas Witikco Makmur beserta grup usahanya. Kerja sama ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan bahan baku baja jenis Cold Rolled Coil (CRC) dan Hot Rolled Pickled Oil (HRPO) dengan total sebesar 36.000 ton hingga satu tahun ke depan. Adapun penandatanganan komitmen ini dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk diwakili Hernowo selaku Direktur Komersial, Pengembangan Usaha dan Portofolio. Sedang, PT Kerismas Witikco Makmur diwakili Lau Beng Sing selaku Presiden Direktur. Melalui kesepakatan ini, Krakatau Steel Group menjamin stabilitas pasokan CRC dan HRPO untuk mendukung kelancaran produksi hilir di seluruh unit usaha Kerismas Group, yang meliputi PT Kerismas Witikco Makmur, PT Tumbakmas Inti Mulia, PT Semarang Makmur, dan PT Poli Contindo Nusa. Keberlanjutan Strategi Penguatan Industri Langkah strategis ini merupakan manifestasi nyata dari konsistensi perusahaan dalam menjaga ekosistem industri baja nasional. Sebelumnya, Februari 2026, Krakatau Steel Group telah meresmikan kerja sama serupa dengan PT Fumira. Dalam kesepakatan tersebut, Krakatau Steel berkomitmen memasok kebutuhan CRC PT Fumira dengan volume minimum sebesar 3.500 Metric Ton (MT) per bulan sepanjang tahun 2026. Rentetan kerja sama jangka panjang ini menegaskan posisi strategis Krakatau Steel Group sebagai penopang utama kebutuhan bahan baku industri manufaktur nasional. Jamin Stabilitas Pasokan untuk Performa Terbaik Mitra Keberhasilan penandatanganan LTSA ini didorong oleh dukungan modal kerja dari Danantara. Dukungan tersebut dialokasikan secara khusus untuk mengamankan ketersediaan material bahan baku secara berkelanjutan, yang menjadi fondasi utama bagi Krakatau Steel Group dalam memproduksi produk baja bernilai tambah tinggi (high value-added products). “Dukungan modal kerja dari Danantara merupakan penggerak utama dalam memastikan rantai pasok bahan baku kami tetap terjaga dan stabil. Dengan ketersediaan material hulu yang terjamin, Krakatau Steel dapat memberikan kepastian pasokan bagi mitra loyal kami," ujar Hernowo. Ia menambahkan stabilitas pasokan ini akan berdampak langsung pada performa mitra di pasar. "Melalui dukungan produk CRC dan HRPO yang berkualitas tinggi, kami optimistis Kerismas Group dapat terus meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing produknya, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun merambah pasar internasional,” jelas Hernowo. Menurutnya, penguatan ketersediaan bahan baku ini merupakan implementasi nyata dari pilar Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, khususnya dalam mempercepat hilirisasi industri domestik. Dengan memastikan bahan baku baja tersedia di dalam negeri, Krakatau Steel Group yang dipimpin Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) menyatakan siap berperan aktif dalam menciptakan ekosistem industri yang mandiri dan berdaya saing tinggi. “Kami menyelaraskan operasional perusahaan dengan visi Asta Cita untuk memperkokoh kedaulatan ekonomi melalui hilirisasi. Melalui jaminan pasokan bahan baku yang didukung Danantara, kita memastikan bahwa nilai tambah ekonomi sepenuhnya dinikmati oleh industri dan tenaga kerja nasional,” imbuh Hernowo. Komitmen Kemitraan Jangka Panjang Lau Beng Sing sambut baik kolaborasi ini sebagai fondasi utama stabilitas operasional grup. "Kami mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari Krakatau Steel. Jaminan pasokan bahan baku ini sangat krusial bagi keberlangsungan produksi di grup kami, sehingga kami bisa fokus pada pengembangan pasar dan kualitas produk akhir bagi konsumen," ulasnya. Langkah ini juga sejalan dengan upaya penguatan struktur industri baja nasional dan program substitusi impor, di mana pemanfaatan produk baja lokal menjadi prioritas utama bagi para pelaku manufaktur di Indonesia. Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak sepakat untuk terus bersinergi menghadapi tantangan industri baja global dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.