operasi

Sorotan terbaru dari Tag # operasi

Kamis, 21 Mei 2026 | 21:05 WIB

PHR Bongkar Keunggulan Operasi dan Inovasi Capai Prestasi Produksi Regional 1 Sumatera di IPA Convex 2026

Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, berpartisipasi aktif di ajang bergengsi Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2026. Ajang tersebut sebuah perhelatan industri migas pertemukan berbagai pemangku kepentingan guna membahas masa depan energi nasional. Sebagai salah satu produsen minyak dan gas utama di Indonesia, kehadiran PHR tidak hanya memperlihatkan peran strategis perusahaan dalam pengelolaan migas, tetapi juga menampilkan capaian produksi, inovasi teknologi, serta komitmen keberlanjutan. “Kehadiran PHR di IPA Convex 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan inovasi teknologi dan strategi bisnis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Melalui pengembangan berbagai metode, termasuk MNK, PHR berkomitmen mendorong peningkatan produksi migas berkelanjutan,” kata Direktur Utama PHR Regional 1, Muhamad Arifin. Diketahui, sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) sebagai salah satu metode yang digencarkan guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat portofolio masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan lapangan migas konvensional yang semakin menua (mature fields). Pada ajang IPA Convex kali ini, PHR juga akan berpartisipasi dalam sesi diskusi Technical Program-Special Session bertema _Best Practices in Mature Field Management: Sustaining Production and Ensuring Energy Security_ . General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko tampil sebagai pembicara utama dengan memaparkan strategi pengelolaan lapangan tua yang tetap produktif melalui penerapan teknologi dan manajemen berkelanjutan. Sesi ini mengupas bagaimana perjalanan manajemen reservoir (reservoir management/RM) di Zona Rokan, sebuah operasi onshore terbesar di Indonesia dengan lebih dari 115 lapangan dan 12.600 sumur. Produksi dari area ini sekitar 151 ribu barel minyak per hari, serta 33 MMSCFD gas, dengan metode pemulihan primer, sekunder (waterflood), hingga tersier (steamflood dan CEOR). Ke depan, Blok Rokan diarahkan untuk terus berkembang melalui survei seismik 3D, reaktivasi sumur idle, ekspansi waterflood dan steamflood, serta penerapan inovasi digital berbasis AI/ML. Pesan utama dari materi ini adalah dengan manajemen reservoir yang disiplin, teknologi mutakhir, dan kepemimpinan yang kuat, lapangan matang seperti Rokan masih memiliki potensi besar untuk mendukung energi Indonesia di masa depan. Tidak hanya di sesi utama, PHR Regional 1 Sumatra juga menunjukkan komitmen akademis dan teknis dengan total 13 keterlibatan dalam program Poster Presentation, Oral Presentation, dan Core Workshop. Partisipasi ini menegaskan kontribusi aktif PHR dalam berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi teknologi kepada komunitas migas nasional dan internasional. Tak kalah menarik, dalam momen IPA Convex 2026 kali ini juga akan ada penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas antara PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Rokan untuk produksi operasi minyak dan gas bumi Wilayah Kerja Rokan. PHR akan membeli gas dari PEP, dengan perjanjian jual beli ini akan mendukung kebutuhan gas khususnya di WK Rokan untuk kegiatan operasi produksi minyak dan gas bumi. Inovasi dan Prestasi Produksi Regional 1 Sumatra PHR Regional 1 Sumatra terus menunjukkan berbagai capaian inovasi dan kinerja produksi di masing-masing zona operasi. Di Zona Rokan, selain pengembangan MNK, PHR berhasil melaksanakan Put On Injection (POI) pertama pada proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) atau steamflood di lapangan North Duri Development (NDD) A14 pada Selasa, 14 Januari 2025. Keberhasilan penerapan metode steamflood ini menjadi bukti nyata inovasi anak bangsa dalam mengembangkan teknologi sektor migas sekaligus tonggak penting dalam pengembangan lapangan minyak di Zona Rokan. Melalui implementasi steamflood di lapangan NDD A14, proyek ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan cadangan dan produksi minyak di Blok Rokan. Keberhasilan tersebut juga menjadi motivasi bagi para pekerja PHR untuk terus berkontribusi menjaga ketahanan energi nasional. Di Zona 1, proyek Put on Production and Exploration (PoPE) Padang Pancuran (PPC-001) di Wilayah Kerja Jambi Merang yang dikelola entitas dalam Subholding Upstream berhasil meraih penghargaan kategori Onstream R2P Optimized. Proyek ini mencapai onstream pada 23 Desember 2025 dengan target awal produksi sebesar 67 BOPD dan proyeksi puncak produksi mencapai 379 BOPD pada 2026. Percepatan proyek dicapai melalui strategi early procurement, pemanfaatan fasilitas eksisting, pembentukan tim percepatan perizinan, serta koordinasi intensif dengan mitra kerja di tengah tantangan cuaca ekstrem, IPPKH, dan long lead item. Sementara di Zona 4, penerapan metode batch drilling di Adera Field, Sumatra Selatan, dengan menargetkan klaster sumur di Lapangan Benuang berhasil menciptakan efisiensi biaya yang signifikan sekaligus meningkatkan produksi minyak dan gas. Sejak mulai berproduksi pada 2 September 2025, implementasi teknologi ini menunjukkan hasil impresif. Hingga 5 Oktober 2025, produksi mencapai 3.388 BOPD, jauh melampaui target awal sebesar 1.200 BOPD atau hampir tiga kali lipat, dengan rata-rata produksi harian mencapai 1.552 BOPD. Berbagai inovasi itu turut menunjang capaian produksi. Sepanjang tahun 2025, PHR Regional 1 Sumatra mencatat produksi lebih dari 30% produksi nasional, menjadikannya salah satu kontributor terbesar bagi produksi nasional. Zona Rokan sebagai tulang punggung operasi berhasil mempertahankan stabilitas produksi di tengah tantangan lapangan tua, sementara Zona 1 dan Zona 4 menunjukkan tren peningkatan melalui optimalisasi sumur dan penerapan teknologi baru. Sejak 2025 hingga kini, PHR juga mencatat berbagai prestasi membanggakan. Di Zona Rokan, implementasi teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis Alkali-Surfactant-Polimer (ASP) terbukti meningkatkan perolehan minyak dari lapangan tua, sekaligus meraih penghargaan dari SKK Migas atas keberhasilan menjaga produksi di atas target. Zona 1 berhasil mengembangkan digital monitoring system yang meningkatkan efisiensi operasi dan mendapat apresiasi sebagai inovasi digital terbaik di internal Pertamina. Sementara itu, Zona 4 mencatat keberhasilan program drilling, workover & well intervention yang mendongkrak produksi minyak dan gas, serta meraih penghargaan keselamatan kerja (Safety Performance Award) tingkat nasional. TJSL Selain capaian produksi dan teknologi, PHR juga menegaskan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di seluruh area operasi Regional 1 Sumatra. Di Zona 1, Program Edu Ekowisata Mangrove di Desa Pasar Rawa, Kabupaten Langkat, mengintegrasikan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi pesisir. Di Zona Rokan, PHR mengembangkan Brand Mandau sebagai inisiatif ekonomi kreatif berbasis budaya Melayu yang memberdayakan perempuan melalui produk unggulan Batik Mandau. Sementara di Zona 4, Program Rumah Kreatif Boek Khaman di Desa Lubuk Raman, Kabupaten Muara Enim, menjadi inovasi sosial berbasis potensi lokal dengan penerapan teknologi ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah bambu dan batik. PHR Zona 1 juga ikut meramaikan pameran di booth SKK Migas dengan menampilkan UMKM difabel binaan Pertamina EP Rantau Field, yakni kedai kopi Inklusi Coffee yang dikembangkan di Rumah Kreatif Tamiang, Aceh Tamiang. Kehadiran UMKM binaan ini memperlihatkan komitmen PHR dalam mendukung ekonomi kaum difabel di wilayah operasi. Dengan kehadiran PHR di IPA Convex 2026, perusahaan berharap dapat terus berkontribusi dalam penguatan industri energi nasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai inisiatif sosial dan ekonomi.

Ngeri! PT HCA Operasi Tanpa Izin, Limbah Hitam Pekat Banjiri Sungai dan Hajar Tanaman Warga Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 17 Mei 2026 | 18:11 WIB

Ngeri! PT HCA Operasi Tanpa Izin, Limbah Hitam Pekat Banjiri Sungai dan Hajar Tanaman Warga

Rokan Hulu, katakabar.com - Keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mini milik PT HCA yang beroperasi di Desa Tandun Barat, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, menjadi sorotan publik lantaran perusahaan ini diduga kuat beroperasi secara ilegal tanpa kantongi izin resmi, sekaligus diduga kuat melakukan pencemaran media lingkungan masif dengan membuang limbah secara sembarangan hingga meresahkan warga. Dari hasil investigasi lapangan wartawan katakabar.com yang dilakukan Minggu (17/5), terungkap fakta yang sangat memprihatinkan dan sudah mengkhawatirkan. Pabrik khusus mengolah brondolan ini diduga tidak memiliki legalitas usaha yang jelas. Dan jauh lebih mengkhawatirkan lagi kondisi pengelolaan limbahnya yang nyaris tidak memiliki standar sama sekali. Di lokasi terlihat kolam penampungan limbah yang dibuat sangat tidak memadai, tidak profesional, dan diduga tidak memenuhi syarat teknis AMDAL maupun UKL-UPL. Akibatnya, kapasitas kolam tersebut kewalahan menampung sisa olahan pabrik. Limbah Meluber Seperti Buka Keran Hitam Pekat Warga sekitar melaporkan, baru-baru ini terjadi luapan limbah yang sangat parah. Limbah cair berwarna hitam pekat dan diduga mengandung zat beracun mengalir deras bak air bah, meninggalkan area pabrik dan masuk ke aliran sungai serta lahan pertanian. "Baru-baru ini limbah dari PKS mini ini mengalir deras ke sungai dengan warna hitam pekat. Mengalir deras, warnanya hitam pekat. Kami melihat aliran itu, bahkan seperti membuka kran limbah. Mungkin karena kolam limbahnya over kapasitas makanya limbah itu meluber. Itu kan kolam limbahnya sudah rata sama tanah," ulad seorang warga enggan ditulis namanya nada geram. Warga tersebut menceritakan, akibat pencemaran yang dilakukan secara terus-menerus ini, kerugian materiel sudah dirasakan masyarakat. Sejumlah tanaman sawit milik warga dilaporkan mati mendadak diduga karena tersiram air limbah yang mengandung bahan kimia berbahaya tersebut. Warga dan Kepala Desa Diabaikan, Perusahaan Tutup Mata Kemarahan warga semakin memuncak karena sikap perusahaan yang dianggap arogan dan tidak bertanggungjawab. Menurut keterangan warga, aspirasi dan protes terkait pencemaran ini bahkan sudah disampaikan hingga ke tingkat pemerintahan desa. Namun, upaya dialog tersebut bertepuk sebelah tangan. "Bahkan warga dan kepala desa setempat sempat mempertanyakan hal ini ke pihak perusahaan. Tapi nyatanya tidak ada tanggapan apapun dari PT HCA tersebut," terang sumber tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT HCA masih memilih bungkam dan tidak memberikan klarifikasi sama sekali terkait tuduhan operasi tanpa izin, pembuangan limbah ilegal, hingga kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Sementara, Pemerhati Lingkungan mengutuk keras, dan meminta DLH Rokan Hulu segera cabut izin dan stop operasi perusahaan Merespons krisis lingkungan ini, F. Hasibuan, seorang pemerhati lingkungan, mengutuk keras tindakan PT HCA. Ia menilai perusahaan ini telah menentang peraturan perundang-undangan yang berlaku dan merugikan kepentingan masyarakat luas. Hasibuan menuntut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu untuk tidak ragu-ragu dan bertindak tegas sesuai aturan yang ada. Ia mendesak agar izin operasional perusahaan ini dicabut atau dihentikan paksa sebelum perusahaan benar-benar terbukti memiliki izin yang lengkap dan layak operasi. "Kami mengutuk keras kejadian ini. DLH Kabupaten Rokan Hulu harus segera membuat tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku. Stop operasional perusahaan ini sekarang juga," tegas Hasibuan. Masyarakat dan pihak berwenang kini menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk menutup operasi perusahaan yang dinilai sudah sangat merusak lingkungan dan melanggar hukum ini.

Robot Quadruped Unitree: Dari Riset AI hingga Operasi Industri Berat Tekno
Tekno
Minggu, 03 Mei 2026 | 09:07 WIB

Robot Quadruped Unitree: Dari Riset AI hingga Operasi Industri Berat

Jakarta, katakabar.com - Dengan lebih dari 50.000 unit quadruped yang sudah beroperasi secara aktif di berbagai negara dan 70 persen pangsa pasar global di segmen ini, lini quadruped Unitree dibangun dari pengalaman lapangan, bukan hanya spesifikasi di atas kertas. Ada pekerjaan di lingkungan industri yang terlalu berbahaya, terlalu sempit, atau terlalu tidak beraturan untuk dijangkau kendaraan konvensional. Bukan karena tidak ada teknologinya, melainkan karena sebagian besar robot yang ada belum benar-benar dirancang untuk kondisi nyata di lapangan. Unitree hadir dengan tiga lini quadruped yang masing-masing menjawab kebutuhan yang berbeda, dari riset hingga operasi industri kelas berat. Platform Riset Siap untuk AI Go2 adalah titik masuk ke ekosistem quadruped Unitree. Dengan bobot 15 kg dan sistem 4D LiDAR untuk pemetaan 3D real-time, Go2 digunakan secara luas oleh universitas dan pusat riset untuk mengembangkan kemampuan AI robotik di lingkungan nyata. Yang membedakan Go2 dari platform riset lainnya adalah varian EDU-nya, yang hadir sebagai platform terbuka dengan dukungan NVIDIA Jetson Orin. Tim riset bisa mengembangkan dan menguji algoritma AI langsung di hardware yang sama dengan yang digunakan di lapangan industri, bukan di simulator yang terpisah dari realita. Kapabilitas Industri Ukuran Kompak Quadruped Unitree As2 menjawab kebutuhan yang berbeda. Platform ini menggabungkan ukuran yang relatif kompak dengan kapabilitas yang jauh melampaui kelasnya. Dengan bobot 18 kg, torsi sendi maksimum 90 Nm, dan kecepatan hingga 5 m/s, As2 mampu membawa payload hingga 15 kg saat bergerak dan 65 kg dalam posisi statis. Rating IP54 menjadikan As2 tahan terhadap debu dan hujan untuk operasi outdoor berkepanjangan. Daya tahan baterai lebih dari 4 jam tanpa beban memungkinkan misi inspeksi dan patroli yang panjang tanpa interupsi. As2 bisa dikonfigurasi dengan kamera termal, sensor gas, hingga scanner 3D. Kelas Industri Medan Paling Ekstrem A2 berada di ujung lain spektrum. Platform kelas industri ini mampu membawa beban hingga 25 kg dengan daya tahan baterai lebih dari 5 jam, dan dirancang khusus untuk medan yang tidak bisa dilalui platform lain: tangga, lereng curam, permukaan tidak rata, dan area dengan risiko tinggi. Di sektor energi, quadruped Unitree sudah digunakan untuk patroli gardu listrik dengan pemindaian termal dan deteksi kebocoran gas secara otonom. Di sektor keselamatan publik, tim pemadam kebakaran mengoperasikan robot Unitree yang dilengkapi kamera 360 derajat dan sensor gas untuk menilai kondisi zona berbahaya sebelum personel masuk. Tersedia di Indonesia Seluruh lini quadruped Unitree kini tersedia di Indonesia melalui Halo Robotics, distributor resmi dan eksklusif Unitree di Indonesia, dengan dukungan lokal penuh mulai dari konsultasi, integrasi sistem, pelatihan operasional, hingga layanan purna jual resmi.

Polda Riau Kerahkan 1.126 Personel Gelar Operasi Keselamatan 2026, Ini Sasarannya Hukrim
Hukrim
Senin, 02 Februari 2026 | 09:15 WIB

Polda Riau Kerahkan 1.126 Personel Gelar Operasi Keselamatan 2026, Ini Sasarannya

Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau resmi gelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 dengan menerjunkan 1.126 personel. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, sebagai langkah strategis menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pelaksanaan operasi diawali dengan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, Senin (2/2), menekankan pentingnya sektor lalu lintas sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. "Lalu lintas adalah urat nadi pergerakan manusia dan barang. Jika tidak dikelola dengan baik, dampaknya bukan hanya pada keselamatan, tetapi juga produktivitas dan kualitas lingkungan hidup," ujarnya. Ia mengingatkan sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, penyelenggaraan lalu lintas bertujuan menciptakan sistem yang aman, selamat, tertib, dan efisien, sehingga dibutuhkan kesadaran kolektif seluruh pengguna jalan. Di kegiatan itu, Brigjen Hengki mengungkapkan fakta faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas. "Sekitar 80 hingga 90 persen kecelakaan terjadi akibat human error. Kurangnya konsentrasi, perilaku ugal-ugalan, dan rendahnya disiplin berlalu lintas masih menjadi persoalan utama," tegasnya. Menurutnya, lalu lintas merupakan sistem kompleks yang melibatkan manusia, kondisi jalan, teknologi kendaraan, dan lingkungan. Ketika keempat elemen tersebut bertemu di ruang yang sama, risiko kecelakaan menjadi tak terelakkan jika tidak dikelola secara menyeluruh. "Kesalahan kecil bisa berujung fatal. Karena itu, pendekatan keselamatan harus berbasis sistem, bukan semata-mata menyalahkan individu. Inilah yang dikenal dengan konsep Vision Zero," jelasnya. Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap Polantas. Adapun sasaran penegakan hukum dalam operasi ini di antaranya penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi pabrikan (knalpot brong), truk yang memodifikasi rangka atau spesifikasi kendaraan, kendaraan pribadi yang digunakan tidak sesuai peruntukan. Kemudian kendaraan dengan TNKB atau pelat nomor tidak sesuai ketentuan, travel ilegal menggunakan kendaraan pribadi, serta penyalahgunaan kendaraan angkutan barang "Penindakan dilakukan melalui ETLE maupun teguran simpatik. Tujuan utama bukan menghukum, melainkan menumbuhkan kesadaran agar masyarakat tertib dan selamat di jalan," jelas Hengki. Data Polda Riau menunjukkan, pada Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2025 tercatat tiga kasus kecelakaan dengan satu korban meninggal dunia, serta lebih dari 3.124 pelanggaran lalu lintas. "Melalui operasi tahun ini, kami berharap angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan dan menurun dibandingkan tahun sebelumnya," ucap Hengki. Ia mengingatkan seluruh personel agar mengutamakan keselamatan saat bertugas serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan keluhan masyarakat. "Laksanakan tugas sesuai SOP, jaga profesionalitas, dan hindari tindakan kontraproduktif. Kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan memberi rasa aman dan nyaman," pesannya. Brigjen Hengki mengajak seluruh personel untuk berdoa agar pelaksanaan operasi berjalan lancar dan menjadi fondasi kuat menjelang Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026.

Apel Operasi LLK 2025, Kapolda Riau Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Mobilitas dan Potensi Bencana Default
Default
Jumat, 19 Desember 2025 | 23:34 WIB

Apel Operasi LLK 2025, Kapolda Riau Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Mobilitas dan Potensi Bencana

Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau Apel Pasukan Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 di halaman Mapolda Riau, Jumat (19/12). Apel ini digelar untuk memastikan kesiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, yang pimpin apel tersebut. Ia menekankan perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan agenda nasional yang setiap tahun berdampak pada meningkatnya aktivitas masyarakat. "Perayaan Natal dan Tahun Baru adalah momentum bagi saudara-saudara kita untuk melaksanakan ibadah, berkumpul bersama keluarga, dan beraktivitas di berbagai tempat. Hal ini menyebabkan meningkatnya mobilitas di banyak daerah," ujar Kapolda Riau membacakan amanat Kapolri. Kenaikan mobilitas tersebut, berdasarkan survei nasional, diprediksi meningkat 7,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi, situasi ini bersamaan dengan adanya potensi cuaca ekstrem di Tanah Air. "Berdasarkan informasi BMKG, saat ini terdapat tiga sistem siklon di wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi ini dapat menimbulkan potensi bencana alam," lanjutnya. Dengan situasi demikian, Kapolri menegaskan perlunya kesiapsiagaan seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Momentum Nataru menuntut adanya upaya yang dilakukan secara ekstra dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini membutuhkan kesigapan seluruh jajaran dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," tegasnya. Selain itu, kata Kapolda Riau, jajaran kepolisian juga diminta terus melakukan monitoring ketahanan pangan dan ketersediaan BBM, serta memastikan harga dan distribusi tetap stabil selama periode libur panjang. Kapolri juga mengingatkan agar layanan 110 dimaksimalkan sebagai sarana utama masyarakat melaporkan kondisi darurat, gangguan keamanan, maupun peristiwa lain yang memerlukan respons cepat. Operasi Lilin Lancang Kuning (LLK) 2025 akan melibatkan ribuan personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga mitra keamanan lainnya. Operasi ini bertujuan menjamin keamanan tempat ibadah, pusat keramaian, jalur transportasi, objek wisata, hingga distribusi logistik masyarakat sepanjang libur Nataru.

Apel Operasi LLK 2025, H Asmar Tekankan Pengamanan Nataru Ekstra Ketat Hukrim
Hukrim
Jumat, 19 Desember 2025 | 22:21 WIB

Apel Operasi LLK 2025, H Asmar Tekankan Pengamanan Nataru Ekstra Ketat

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti bersama Polres Kepulauan Meranti gelar Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Lancang Kuning (LLK) 2025 di halaman Kantor Polres Kepulauan Meranti, Jumat (19/12). Apel tersebut dipimpin Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel dan sarana prasarana pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Apel gelar pasukan ini turut dihadiri Kapolres Kepulauan Meranti beserta pejabat utama Polres, Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Dandim 0303 Bengkalis, Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti, Ketua Pengadilan Negeri Kepulauan Meranti, Danramil 02 Tebing Tinggi, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya. Dalam amanatnya, H Asmar menegaskan apel gelar pasukan merupakan momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh unsur pengamanan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru. “Apel gelar pasukan ini adalah bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana dan prasarana yang akan digunakan selama pelaksanaan operasi, sehingga seluruh rangkaian pelayanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan dengan optimal,” ujar H Asmar. Ia menyampaikan perayaan Natal dan Tahun Baru agenda nasional rutin yang selalu berdampak pada meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk beribadah, berkumpul bersama keluarga, maupun berlibur. "Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat 7,97 persen atau sekitar 8,83 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya," ulasnya. Selain lonjakan mobilitas, kata H Asmar, tantangan pengamanan Nataru tahun ini juga diperberat oleh faktor cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi BMKG, terdapat tiga sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi picu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut beriringan dengan puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026. “Menghadapi situasi ini, kesiapsiagaan harus ditingkatkan. Pengamanan, pelayanan, hingga respons cepat terhadap berbagai permasalahan di lapangan harus dilakukan secara ekstra demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tegasnya. Sebagai bentuk kesiapsiagaan nasional, Polri dengan dukungan TNI dan berbagai stakeholder menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi Operasi Lilin 2025 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan, terdiri dari 77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI, serta 55.289 personel dari instansi terkait lainnya. Untuk mendukung operasi tersebut, disiapkan 2.903 posko pengamanan di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 1.807 Pos Pengamanan (Pos Pam), 763 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 333 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut akan difokuskan pada pengamanan 44.436 objek vital, seperti gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga lokasi perayaan malam tahun baru. Bupati Kepulauan Meranti kembali menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk pengaturan lalu lintas, pengendalian angkutan barang, serta antisipasi kepadatan penumpang di moda transportasi darat dan laut. Di sisi lain, pengamanan ibadah Natal menjadi perhatian utama dengan memastikan seluruh lokasi ibadah disterilisasi dan melibatkan unsur ormas keagamaan sebagai wujud toleransi antar umat beragama. Upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap ancaman terorisme juga diminta untuk diperkuat, khususnya di tempat ibadah dan pusat keramaian. Selain itu, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam seperti banjir dan longsor, stabilitas ketersediaan pangan dan BBM, serta layanan darurat kepolisian melalui call center 110 menjadi bagian penting dari rangkaian pengamanan Nataru.

Satlantas Polres Meranti Lakukan Operasi Berbeda Tiap Hari Selama Operasi Zebra Hukrim
Hukrim
Jumat, 21 November 2025 | 14:33 WIB

Satlantas Polres Meranti Lakukan Operasi Berbeda Tiap Hari Selama Operasi Zebra

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kepulauan Meranti terapkan pola Operasi Zebra yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Razia digelar di lokasi berbeda tiap hari selama pelaksanaan Operasi Zebra Lancang Kuning 2025, berlangsung mulai 17 hingga 30 November 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah komando Kasat Lantas Polres Kepulauan Meranti, AKP Sardianto, SE melalui Kaur Bin Ops Satlantas Polres Kepulauan Meranti, Ipda Richi Afredo. “Kami melaksanakan Operasi Zebra Tahun 2025 di sejumlah titik berbeda setiap harinya. Harapannya operasi ini berjalan tertib, lancar, dan mampu menekan angka pelanggaran lalu lintas,” ujar Ipda Richi kepada wartawan, Jumat (21/11). Dijelaskan Ipda Richi, ada tujuh prioritas pelanggaran yang menjadi fokus utama penindakan tahun ini, yakni: - Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI. - Pengemudi mobil yang tidak menggunakan sabuk keselamatan. - Penggunaan ponsel saat berkendara. Pengendara di bawah pengaruh alkohol. Melawan arus lalu lintas. - Membonceng lebih dari satu orang. Pengendara di bawah umur serta pelanggaran batas kecepatan. Selain penindakan, Satlantas melakukan tindakan preventif berupa imbauan, teguran, dan edukasi langsung kepada masyarakat, serta sosialisasi ke sekolah hingga pengawasan sepeda listrik. Richi menegaskan kegiatan penertiban tidak hanya dilakukan selama Operasi Zebra, tetapi akan berlanjut secara rutin. “Kami tidak akan bosan mengingatkan masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Penyuluhan juga akan terus dilakukan ke sekolah-sekolah,” ucapnya. Ia menyoroti penggunaan sepeda listrik yang semakin marak oleh anak-anak dan remaja. “Kami mengimbau agar sepeda listrik tidak digunakan di jalan raya. Gunakanlah di lingkungan yang aman dan wajib menggunakan helm,” tegasnya.

Polda Riau Terjunkan 971 Personel Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2025, Ini Sasarannya Hukrim
Hukrim
Senin, 14 Juli 2025 | 13:01 WIB

Polda Riau Terjunkan 971 Personel Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2025, Ini Sasarannya

Pekanbaru, katakabar.com - Total 971 personel gabungan resmi dikerahkan dalam Operasi Patuh Lancang Kuning 2025, yang dimulai dengan apel gelar pasukan di halaman Mapolda Riau, Senin (14/7). Apel pembukaan ini dipimpin Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, yang dihadiri Gubernur Riau, Abdul Wahid, unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Forkopimda. Usung tema "Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas", operasi bakal berlangsung selama 14 hari, dari 14 hingga 27 Juli 2025, di seluruh wilayah hukum Polda Riau. Kapolda Riau menegaskan, operasi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi bagian dari upaya membangun budaya berlalu lintas yang tertib dan manusiawi. "Penegakan hukum lalu lintas harus dilakukan secara adil, transparan, dan bebas praktik transaksional. Edukasi serta pendekatan humanis tetap menjadi prioritas agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya disiplin berlalu lintas," tegas Irjen Herry. Tahun ini, kata Irjen Pol Herry, Operasi Patuh targetkan delapan pelanggaran utama yang menjadi penyebab dominan kecelakaan dan ketidaktertiban jalan. Di antaranya penggunaan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, sepeda motor berboncengan lebih dari satu, tidak memakai helm standar atau sabuk pengaman, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, melebihi batas kecepatan, serta kendaraan Over Dimension dan Over Loading atau ODOL. Soal kendaraan ODOL dari luar Riau, Kapolda menegaskan, kendaraan yang beroperasi di wilayah ini wajib melakukan balik nama sebagai bentuk kontribusi terhadap pendapatan asli daerah atau PAD. Mengacu pada Operasi Patuh tahun 2024, tercatat 10 kecelakaan lalu lintas, dengan 4 korban jiwa serta lebih dari 4.283 tindakan penilangan. Tahun ini, pendekatan akan lebih kolaboratif dan edukatif, namun pelanggaran berat tetap akan ditindak secara tegas. "Kami berharap tahun ini ada penurunan signifikan dalam jumlah pelanggaran dan kecelakaan. Edukasi tetap menjadi ujung tombak, tapi penegakan hukum tidak akan diabaikan," ujar Kapolda.

Peringati LH Sedunia 2025 Wilayah Operasi Bekasap Rokan, Camat Mandau Puji Penanaman Bibit Pohon Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 20 Juni 2025 | 20:29 WIB

Peringati LH Sedunia 2025 Wilayah Operasi Bekasap Rokan, Camat Mandau Puji Penanaman Bibit Pohon

Mandau, katakabar.com - Camat Mandau, Riki Rihardi bersama jajaran Pemerintah Kecamatan atau Pemcam Mandau, hadiri kegiatan Penanaman Bibit Pohon yang ditaja PT Pertamina Hulu Rokan atau PHR sempena memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Wilayah Operasi Bekasap Rokan Kecamatan Mandau tahun 2025, Jumat (20/6). Kegiatan itu angkat tema "Satu Energi Hijau dan Aksi Tangguh Untuk Kemajuan Indonesia". Ada beberapa kegiatan, yakni sharing knowledge, donasi panel surya dan bibit pohon, study tour pembangkit listrik tenaga surya, dan penanaman pohon. Camat Mandau, Riki Rihardi menyampaikan selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025. Kami sangat mengapresiasi kegiatan penanaman bibit pohon sempena memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini. "Kami Pemerintah Kecamatan atau Pemcam Mandau ucapkan terima kasih, dan apresia kepada teman-teman kami dari PT PHR yang telah mengajak untuk bersama-sama di kegiatan penanaman pohon," ujarnya. Kita berharap, tuturnya, agar kegiatan penanaman pohon yang ditanam ini benar-benar dapat banyak manfaat untuk kita semua, serta dapat menjadi amal jariah buat kita. "Kami berharap agar kegiatan ini tidak cukup sampai di sini, mari kita bersama-sama selalu bersinergi agar membuat Kecamatan Mandau khususnya, Insya Allah menjadi kota yang sejuk dan asri," jelasnya.

Polres Inhil Gencarkan Operasi Tim Raga, Perangi Premanisme dan Genk Motor Hukrim
Hukrim
Rabu, 04 Juni 2025 | 09:41 WIB

Polres Inhil Gencarkan Operasi Tim Raga, Perangi Premanisme dan Genk Motor

Indragiri Hilir, katakabar.com - Polres Indragiri Hilir tegaskan komitmen menjaga ketertiban dan keamanan publik melalui kegiatan rutin Tim Raga atau Rabu Anti Genk dan Anarkisme, yang digelar Selasa (3/6) malam. Program ini bagian dari prioritas Kapolda Riau untuk menekan premanisme dan aksi genk motor yang meresahkan warga. Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Farouk Oktora menegaskan, kegiatan ini dilakukan secara terstruktur dan menyeluruh. “Kami tidak memberi ruang bagi premanisme dan genk motor berkembang di Indragiri Hilir. Ini komitmen kami untuk menjaga Tembilahan tetap kondusif,” tegasnya. Di pelaksanaannya, Rinci AKBP Farouk, operasi melibatkan 16 personel. Sebanyak 9 personel dari satuan Samapta, dan 7 dari Reskrim. Tiga pendekatan diterapkan di kegiatan ini, yakni preemtif, preventif, dan Gakkum. Tim lebih dulu menyampaikan edukasi ke masyarakat, lalu melakukan patroli sebagai upaya pencegahan, dan siap bertindak tegas bila ditemukan pelanggaran. Sejumlah titik rawan dan lokasi berkumpul yang berpotensi menjadi pusat aktivitas premanisme maupun genk motor menjadi sasaran patroli. Hasil operasi kali ini menunjukkan tidak ada pelanggaran mencolok. Meski demikian, Kapolres menegaskan pentingnya konsistensi. “Nihil pelanggaran hari ini bukan berarti kita kendur. Justru ini jadi pemacu untuk terus hadir menjaga keamanan,” jelasnya. Menurutnya, kehadiran polisi berseragam di lokasi-lokasi rawan memberi rasa aman sekaligus efek psikologis positif bagi masyarakat. Di samping itu, koordinasi dilakukan bersama tokoh masyarakat dan organisasi lokal guna memperkuat pesan Kamtibmas. “Kami ajak semua elemen masyarakat ikut menjaga lingkungan. Peran aktif semua pihak itu kunci,” imbaunya.