Peluncuran
Sorotan terbaru dari Tag # Peluncuran
'Biji-biji Initiative' dan 'Mereka' Perkuat Literasi AI di Sekolah Lewat Peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit
Jakarta, katakabar.com - Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan. Menurut UNESCO, lebih dari dua pertiga siswa sekolah menengah di negara berpendapatan tinggi (high income countries) telah menggunakan AI dalam aktivitas belajar mereka. Di sisi lain, UNESCO juga menegaskan besarnya potensi AI dalam meningkatkan kualitas pembelajaran harus diimbangi dengan kemampuan guru dan siswa untuk memahami risiko serta menggunakan teknologi tersebut secara aman, kritis, dan bertanggung jawab. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Biji-biji Initiative bersama ekosistem pengembangan talenta Mereka, sebagai mitra strategis Microsoft, meluncurkan Microsoft AI Classroom Toolkit, sebuah learning resource yang dirancang untuk membantu pendidik membangun literasi AI di ruang kelas sekaligus mendorong penggunaan teknologi yang lebih bertanggung jawab sejak usia dini. Seperti yang disampaikan oleh Digital Safety Director, Asia, Microsoft, Madeline Shepherd, AI akan menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi masa depan. Untuk itulah, Microsoft AI Classroom Toolkit kami hadirkan untuk membantu para pendidik dalam menggunakan AI tidak hanya menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, etika digital, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit diselenggarakan pada 23 Juni 2026 di kantor Microsoft Indonesia, di kawasan Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri oleh Digital Safety Director, Asia, Microsoft, Madeline Shepherd, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., perwakilan Save the Children Indonesia, serta puluhan guru dari berbagai daerah di Indonesia. Toolkit ini dikembangkan sebagai resource pembelajaran kreatif yang menggabungkan pendekatan naratif dengan materi instruksional sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi pendidik maupun siswa usia 13 hingga 15 tahun. Melalui berbagai studi kasus dan aktivitas kelas, Microsoft AI Classroom Toolkit membantu guru membuka diskusi mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab, mulai dari memahami potensi fabrikasi informasi (AI hallucination), menjaga privasi data pribadi, mengenali potensi bias pada hasil AI, hingga membangun kebiasaan digital yang sehat demi menjaga kesehatan mental di era AI. Sebagai bagian dari peluncuran, diselenggarakan pula diskusi panel bertajuk "Mengajar di Era AI" yang menghadirkan perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Microsoft Indonesia, dan Save the Children Indonesia. Diskusi ini membahas berbagai peluang sekaligus tantangan pemanfaatan AI dalam lingkungan pendidikan. "Anak-anak kelompok yang tumbuh bersama teknologi AI. Karena itu, literasi AI perlu dibangun tidak hanya dari sisi keterampilan menggunakan teknologi, tetapi juga dari kemampuan memahami risikonya, menjaga keamanan digital, serta tetap mengedepankan empati, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Kolaborasi seperti ini menjadi langkah penting agar AI benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara positif," ujar Ratri Sutarto selaku Director of Program Development and Impact Save the Children Indonesia. Selain sesi diskusi, tercatat sekitar 70 guru dari berbagai sekolah yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia turut mengikuti workshop bertajuk "AI di Ruang Kelas”. Menutup rangkaian acara, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., menyampaikan transformasi pendidikan di era digital memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia industri, dan masyarakat. Kami mengapresiasi inisiatif Microsoft bersama Biji-biji Initiative dan Mereka dalam menghadirkan Microsoft AI Classroom Toolkit sebagai sumber belajar yang membantu guru memahami sekaligus mengajarkan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab. Harapannya, semakin banyak pendidik Indonesia yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkaya proses pembelajaran tanpa mengesampingkan aspek etika, keamanan, dan karakter peserta didik. Melalui peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit, Biji-biji Initiative, Mereka, dan Microsoft Indonesia berharap semakin banyak sekolah di Indonesia yang mampu membangun budaya pemanfaatan AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga bertanggung jawab. Dengan memperkuat literasi AI sejak di ruang kelas, para pendidik dan siswa diharapkan dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkreasi, dan berkolaborasi secara aman sekaligus menjadi bekal menghadapi masa depan digital. 'Visi Itu Murah', Pesan Narko Santoso Mencuri Perhatian Leadership Youth Summit 4.0 Jakarta, katakabar.com - Di tengah derasnya arus motivasi yang mendorong generasi muda untuk “berani bermimpi besar”, Narko Santoso, CTA., CHt., justru membuka sesinya dengan sebuah kalimat yang tidak biasa. “Visi itu murah.” Kalimat singkat tersebut sontak mengundang perhatian ratusan peserta Leadership Youth Summit 4.0 yang diselenggarakan oleh Ideal Indonesia di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Jakarta. Alih-alih berbicara mengenai strategi menghasilkan keuntungan, peluang investasi, atau kesuksesan finansial, Founder NS TRADE sekaligus Top 50 Global Trader itu justru mengajak peserta untuk mempertanyakan kembali fondasi di balik setiap mimpi yang mereka miliki. Menurut Narko, dunia hari ini dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki visi besar. Hampir semua orang memiliki target, impian, dan cita-cita yang tinggi. Namun, hanya sedikit yang benar-benar mempersiapkan sistem untuk mewujudkannya. “Visi itu murah, karena semua orang punya. Semua orang bisa bermimpi, semua orang bisa punya keinginan. Tapi yang mahal sistemnya - eksekusinya bagaimana, mitigasi risikonya bagaimana, dan bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapi situasi terburuk.” Pesan tersebut menjadi benang merah dalam sesi kepemimpinan yang membahas bagaimana generasi muda dapat membangun daya saing di tengah perubahan dunia yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi, Artificial Intelligence (AI), serta disrupsi di berbagai sektor industri. Leadership Youth Summit 4.0 sendiri mempertemukan mahasiswa, organisasi kepemudaan, profesional muda, pelaku industri, komunitas, hingga pemimpin organisasi dalam sebuah forum kolaboratif untuk membahas kepemimpinan, inovasi, literasi finansial, pengembangan sumber daya manusia, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Pada sesi panel diskusi, Narko Santoso hadir bersama Biltraviano Ferian Harda, S.Kom., MBIS., Group CEO DOT Indonesia Group, serta Ike Suharjo, S.IP., M.Si., entrepreneur dan politikus. Ketiga narasumber membagikan perspektif mengenai kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia dalam menghadapi era transformasi digital. Berbeda dengan pendekatan yang sering menekankan motivasi semata, Narko lebih banyak berbicara mengenai pentingnya membangun sistem berpikir (systems thinking), sebuah cara pandang yang menurutnya akan menentukan apakah seseorang mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Menurutnya, banyak orang menghabiskan waktu mencari motivasi baru, padahal yang sesungguhnya dibutuhkan adalah membangun kebiasaan dan proses yang dapat dijalankan secara konsisten setiap hari. Ia juga menilai keinginan generasi muda untuk mencari cara yang lebih cepat bukanlah sesuatu yang keliru. Justru, kemampuan menemukan solusi yang lebih efisien salah satu karakter penting dalam dunia modern. Namun, efisiensi tersebut harus tetap dibangun di atas integritas. “Kita kadang pengen apa-apa itu kalau bisa instan, cepat. Pengennya selalu dimudahkan, cari jalan pintas, cari jalan cepat. Apakah itu salah? Tidak. Justru saya kalau mencari tim, selalu mencari orang-orang yang berpikir seperti itu. Tetapi caranya harus halal, legal, dan bertanggung jawab. Cari cara tercepat, apalagi sekarang kita terbantu AI. Namun jangan pernah menghalalkan segala cara," jelasnya. Bagi Narko, perkembangan Artificial Intelligence bukan ancaman, melainkan akselerator bagi mereka yang memiliki fondasi berpikir yang benar. Teknologi mampu mempercepat proses belajar, meningkatkan produktivitas, hingga membantu pengambilan keputusan. Namun AI tidak akan pernah menggantikan disiplin, karakter, dan kemampuan seseorang membangun sistem kerja yang baik. Ia menegaskan sistem terbaik selalu dimulai dari bagaimana seseorang mengelola dirinya sendiri. Mulai dari mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga energi, hingga memahami kapan harus berhenti untuk memulihkan diri. “Bangun dulu sistem untuk diri kita sendiri. Cara kita mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga ritme kerja, sampai mengatur waktu istirahat. Mesin saja bisa overheat kalau dipaksa terus bekerja, apalagi manusia. Setelah itu barulah kita bicara sistem dalam organisasi atau pekerjaan. Ketika kita berbicara tentang sistem, kita sedang berbicara tentang lima atau sepuluh tahun ke depan, bukan hanya apa yang kita kerjakan hari ini," bebernya. Sepanjang sesi berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mengangkat isu kepemimpinan, pengembangan karier, AI, kewirausahaan, hingga bagaimana membangun daya tahan mental di tengah perubahan yang begitu cepat. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Tommy Tarumanegara, Chief Strategic & Execution Officer (CSEO) NS TRADE, yang mengikuti rangkaian forum serta menjalin diskusi dan networking bersama peserta, narasumber, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan yang hadir. Melalui forum tersebut, Narko berharap semakin banyak generasi muda Indonesia mulai menggeser cara pandang mereka terhadap kesuksesan. Menurutnya, masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang memiliki motivasi terbesar, melainkan oleh mereka yang mampu membangun sistem terbaik untuk mengeksekusi setiap ide, beradaptasi terhadap perubahan, dan terus bertumbuh secara berkelanjutan. “Pada akhirnya, yang membedakan seseorang bukanlah seberapa besar ia bermimpi, tetapi seberapa disiplin ia membangun sistem yang membuat mimpi tersebut dapat diwujudkan," tandasnya.
ION Siapkan Peluncuran dan Bangun Fondasi Open Commerce Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Indonesia Open Network (ION) resmi awali langkah menuju peluncuran nasionalnya melalui ION Launch Workshop yang digelar di SMESCO, Jakarta, Senin (19/5) lalu. Workshop tersebut bakal dilaksanakan selama empat hari jadi tahapan penting persiapan peluncuran ION yang direncanakan berlangsung pada Juli 2026 nanti, dan ditargetkan menjadi fondasi baru ekosistem perdagangan digital terbuka di Indonesia. Berbeda dengan marketplace umumnya, ION hadir bukan sebagai platform tertutup yang mengendalikan seluruh transaksi, dan pengguna. ION dirancang sebagai Digital Public Infrastructure (DPI) atau infrastruktur digital publik yang memungkinkan berbagai aplikasi, penyedia logistik, layanan pembayaran, UMKM, hingga pengembang teknologi terhubung dalam satu jaringan perdagangan terbuka yang saling terintegrasi. Workshop tersebut pertemukan berbagai mitra ekosistem yang akan terlibat dalam fase implementasi awal, mulai dari sektor perbankan, logistik, teknologi, pembayaran digital, hingga pengembang aplikasi yang dipersiapkan untuk fase go-live. Sachin V Gopalan dari ION Accelerator, mengatakan Indonesia menjadi negara kedua setelah India yang mengembangkan model open commerce berbasis jaringan terbuka. Menurutnya Indonesia membawa pendekatan yang lebih mutakhir. "Indonesia menghadirkan teknologi open commerce terbaru dan paling modern sebagai Digital Public Infrastructure. Sistem yang dibangun di Indonesia juga menggunakan pendekatan AI-first dan teknologi agent-native," ujarnya. Dijelaskannya, pengembangan ION di Indonesia juga diproyeksikan menjadi pintu menuju integrasi perdagangan digital lintas negara di kawasan ASEAN. Ketua Steering Committee ION, Dr. Bayu Prawira Hie, menjelaskan peluncuran ION ditargetkan berlangsung awal Juli, dan diharapkan bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi ke Indonesia. Peresmian itu direncanakan melibatkan Presiden RI, H Prabowo Subianto sebagai bagian dari tindak lanjut kerjasama digital kedua negara. Kata Dr. Bayu, peluncuran tersebut bukan sekadar acara seremonial. "Pada akhirnya yang paling penting adalah implementasi di lapangan. Implementasi itulah yang ingin kami tampilkan saat peresmian nanti," katanya. Dari Platform Tertutup Menuju Jalan Raya Digital Konsep utama ION sepanjang workshop dijelaskan melalui pendekatan yang berbeda dari platform digital saat ini. Dr. Bayu menggambarkan ION sebagai sebuah jalan raya digital yang dapat digunakan banyak pihak. "Kalau platform yang ada sekarang, pintu masuk dan pintu keluarnya dimiliki oleh satu perusahaan. Kalau ION, kami membangun satu jalan, sementara pihak lain bisa membuat pintu masuk dan pintu keluarnya sendiri," terangnya. Pendekatan tersebut, ucap Dr. Bayu, memungkinkan lebih banyak pihak membangun layanan di atas jaringan yang sama tanpa harus bergantung pada satu perusahaan besar. Pandangan itu diperkuat oleh Advisory Council Member ION, T Koshy, menilai tantangan terbesar justru mengubah cara berpikir industri digital. "ION bukan platform," tegas Koshy. Menurutnya, perdagangan digital selama ini cenderung memusatkan pengguna di satu platform besar. Model open network justru dibangun agar pembeli dan penjual memiliki akses yang lebih terbuka. "Bayangkan besarnya kekuatan yang diberikan kepada pembeli dan penjual," timpalnya. Ia mencontohkan pelaku usaha kecil nantinya cukup membuat katalog satu kali, lalu produk mereka dapat ditemukan di berbagai aplikasi berbeda. "Setiap produk atau layanan yang bisa dibuat dalam bentuk katalog dapat masuk ke jaringan ini," ujarnya. Targetkan Satu Juta Seller dan Ekosistem Nasional Dalam pemaparannya, Sachin mengungkapkan pemerintah saat ini telah memvalidasi sekitar 30 juta UMKM aktif di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar empat juta dinilai telah siap masuk ke perdagangan digital. Dari angka itu, ION targetkan 100 ribu seller pada akhir tahun sebelum berkembang menuju satu juta seller pada tahap berikutnya. Berbagai pihak telah terlibat dalam pengembangan awal, mulai dari BRI, Flip, Padi UMKM, SiCepat, perusahaan teknologi, asosiasi logistik, hingga pengembang aplikasi lain. Sementara, Chief Architect ION, Binu Raj mengajak peserta workshop melihat ION sebagai proyek jangka panjang yang dampaknya dapat berlangsung selama bertahun-tahun. "Kita semua sedang menjadi bagian dari pertumbuhan sesuatu yang sebesar internet," imbuhnya. Ia menyebut ION sebagai "internet untuk perdagangan" yang keberhasilannya tidak diukur dalam hitungan bulan, melainkan tahun bahkan dekade. "Bukan hanya kami yang membangun ION. Semua orang di ruangan ini adalah pendiri ION," ulasnya. Di sisi lain, Dr. Bayu menegaskan tujuan utama proyek ini bukan hanya membangun teknologi. "Ini adalah proyek untuk kebaikan ekonomi semua orang," sebutnya. Masih Dr. Bayu, pengembangan ION nantinya juga akan disertai pelatihan dan peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas ekonomi lokal. Ia menilai keberhasilan jaringan terbuka tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi. Masyarakat juga perlu memahami cara memanfaatkannya agar akses digital benar-benar dapat dirasakan secara luas. "Kalau ada jalan tapi hanya sedikit orang yang tahu cara menggunakannya, dampaknya juga akan terbatas," tuturnya, seraya menggambarkan pentingnya membangun ekosistem yang berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas pengguna. Peluncuran pada Juli mendatang memang baru menjadi langkah awal. J⁰ka demonstrasi transaksi perdana berhasil berjalan sesuai rencana, ION akan memulai fase berikutnya untuk memperluas jaringan, menambah mitra, serta membangun ekosistem digital yang lebih matang di berbagai sektor. Apabila peluncuran tersebut menjadi momen "pecah telur", seperti istilah yang digunakan Dr. Bayu, workshop perdana di SMESCO hari ini dapat menjadi fondasi awal lahirnya jalan raya digital baru yang kelak menghubungkan jutaan pelaku usaha Indonesia dalam ekosistem perdagangan yang lebih terbuka, terhubung, dan inklusif.
Peluncuran Bursa ICEx, FLOQ Tegaskan Dukungan Masa Depan Ekosistem Aset Digital Indonesia
Jakarta, katakabar.com - FLOQ tegaskan komitmen dukung perkembangan ekosistem aset digital Indonesia di acara industri yang digelar ICEx Group, yang pertemukan regulator, penyedia infrastruktur pasar, serta pelaku industri untuk membahas masa depan aset digital di Indonesia dalam kerangka regulasi yang semakin matang. Acara ini jadi momentum penting bagi industri aset digital nasional, seiring dengan transformasi sektor kripto menuju ekosistem keuangan yang lebih terstruktur melalui pembentukan bursa, lembaga kliring, dan kustodian aset kriptosebagai bagian dari arsitektur pasar yang baru. Salah satu sorotan utama dalam acara tersebut adalah keynote presentation yang disampaikan oleh Ibu Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memaparkan arah kebijakan serta kerangka pengawasan dalam pengembangan ekosistem aset digital Indonesia. Ketiaka presentasi, Friderica, menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pasar yang kuat dan terintegrasi untuk memastikan pertumbuhan industri aset digital berjalan secara transparan, akuntabel, serta sejalan dengan stabilitas sistem keuangan nasional. Data yang dipaparkan di sesi tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar Indonesia. Berdasarkan laporan yang disampaikan, Indonesia saat ini menempati posisi peringkat ke 7 dunia dalam Global Crypto Adoption Index menurut Chainalysis, dengan lebih dari 21 juta konsumen aset kripto dan 1.457 aset digital yang terdaftar dalam ekosistem. Nilai transaksi aset kripto secara year-to-date juga telah mencapai sekitar Rp75,83 triliun, mencerminkan pertumbuhan adopsi yang signifikan. Sebagai bagian dari rangkaian acara, Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ, turut menjadi pembicara dalam sesi panel bertajuk “Charting the Course: Indonesia's Crypto Future Under a New Regulatory Era.” Di kesempatan tersebut, Yudhono Rawis hadir mewakili Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) bersama regulator dan pemimpin industri lainnya. Diskusi panel angkat tema “Charting the Course: Indonesia's Crypto Future Under a New Regulatory Era” dipandu Pang Xue Kai, CEO ICEx Group, dan menghadirkan perwakilan regulator serta pelaku industri untuk membahas arah perkembangan ekosistem aset digital Indonesia di bawah kerangka regulasi yang baru. Panel ini menghadirkan Yogi Syamriadi, Kepala Divisi Pengawasan Pelaku dan SRO Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, bersama Yudhono Rawis, Chief Executive Officer & Founder FLOQ, serta Geoffrey James, Chief Product Officer Mobee. Diskusi menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur pasar, kolaborasi antara regulator dan pelaku industri, serta inovasi produk dalam membangun ekosistem aset digital Indonesia yang semakin matang, transparan, dan berkelanjutan. “Indonesia memiliki salah satu komunitas kripto paling dinamis di dunia,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ. “Seiring dengan semakin matangnya pasar, fokus industri kini bergeser dari sekadar membuka akses menuju pembangunan infrastruktur, tata kelola, dan kepercayaan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang," tambahnya. Yudhono juga menyoroti perubahan perilaku investor di Indonesia, di mana banyak pengguna pertama kali memasuki dunia investasi melalui aset kripto sebelum kemudian mencari peluang investasi yang lebih luas untuk diversifikasi portofolio mereka. Di FLOQ, tren ini tercermin dari meningkatnya minat terhadap aset tokenisasi yang dihadirkan melalui kolaborasi dengan xStocks, yang memungkinkan pengguna memperoleh eksposur terhadap perusahaan global dalam kelompok Magnificent 7 melalui format digital dan fractional ownership. FLOQ juga menyampaikan apresiasi kepada ICEx Group atas inisiatifnya dalam mempertemukan regulator dan pelaku industri dalam dialog konstruktif mengenai masa depan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ turut memberikan selamat kepada Pang Xue Kai, CEO ICEx Group, atas kepemimpinannya dalam membangun fondasi infrastruktur pasar aset digital Indonesia serta mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan. “Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari ekosistem yang tengah berkembang menuju sistem keuangan digital yang lebih transparan, aman, dan terintegrasi,” kata Yudhono. Ke depan, kolaborasi erat antara regulator, penyedia infrastruktur pasar, serta pelaku industri diyakini akan menjadi kunci dalam memastikan Indonesia tetap berada di garis depan dalam adopsi aset digital secara global. Tentang FLOQ FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital.
Kinerja Moncer! Reksa Dana Dolar BRI MI Bukukan AUM Rp1 Triliun Sejak Peluncuran
Jakarta, katakabar.com - Sejak peluncuran pada 10 Juli 2025, produk Reksa Dana BRI Seruni Likuid Dolar atau BSLD mendapatkan respons yang sangat positif dari investor. Hal ini tecermin dari pertumbuhan dana kelolaan atau Asset Under Management/AUM yang telah menyentuh Rp1 Triliun (61,7 juta dollar AS) per tanggal 28 Agustus 2025 atau kurun waktu 1 bulan lebih, menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap produk ini dalam waktu relatif singkat. Direktur Utama BRI MI, Tina Meilina, menjelaskan, kehadiran Reksa Dana BSLD merupakan bentuk nyata dari inovasi perusahaan dalam menyediakan solusi investasi yang sesuai kebutuhan pasar. “Reksa Dana BSLD kelolaan BRI-MI hadir untuk memberikan alternatif investasi berbasis dollar dengan likuiditas yang tinggi dan risiko terukur. Raihan dana kelolaan menjadi cerminan bahwa produk BSLD mampu mendukung investor melakukan diversifikasi sekaligus melindungi nilai investasi mereka di tengah fluktuasi pasar,” ujarnya, melalui keterangan resmu diterima katakabar.com, Minggu pagi. Mengenal Tentang Produk Reksa Dana BSLD Adapun Tina mengatakan bahwa kehadiran produk BSLD berangkat dari meningkatnya permintaan terhadap instrumen investasi berbasis dollar Amerika Serikat di tengah kondisi ekonomi global yang penuh dinamika. "Dollar masih menjadi mata uang dominan dalam transaksi internasional sekaligus instrumen lindung nilai yang kerap dipilih investor untuk menghadapi ketidakpastian pasar. Kehadiran Reksa Dana BSLD diharapkan dapat menjawab kebutuhan tersebut dengan memberikan akses investasi dollar yang likuid dan risiko yang terukur," ucap Tina. Diketahui, BRI MI tawarkan instrumen investasi berbasis dollar yang likuid, memiliki risiko terukur, dan dapat menjadi pilihan diversifikasi portofolio di tengah dinamika ekonomi global. “Reksa Dana BSLD merupakan reksa dana pasar uang yang seluruhnya berdenominasi USD, dengan penempatan dana pada instrumen pasar uang serta surat utang jangka pendek berbasis dollar,” ulas Tina. Dengan formulasi tersebut, Reksa Dana BSLD memberikan fleksibilitas bagi investor yang menginginkan likuiditas. Kehadiran produk ini sekaligus menjawab tren kebutuhan investor yang semakin sadar akan pentingnya memiliki eksposur dollar dalam strategi investasinya. Tidak hanya itu, bagi investor yang ingin mengantisipasi fluktuasi nilai tukar Rupiah tanpa harus memegang dollar secara fisik, BSLD dapat menjadi jawaban praktis sekaligus profesional.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gelar Peluncuran Sekaligus Teken Komitmen 'Srikandi'
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Kepulauan Meranti, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan gelar peluncuran, sekaligus teken komitmen Sistem Informasi Kerasipan Dinamis Terintegrasi atau Srikandi Versi 3, di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Senin (11/8). Di kegiatan hadir Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin SM MM, Asisten Administrasi Umum, Drs. Mahdi, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat dan Kepala Bagian di lingkungan Setdakab Kepulauan Meranti. Sedang, secara virtual Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Dra. Mimi Yuliani, serta jajaran pejabat terkait. Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil menjelaskan, Srikandi sebuah sistem informasi yang terintegrasi dapat digunakan untuk mengelola arsip secara digital. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan arsip di lingkungan kerja Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. “Penandatanganan komitmen bersama ini bukanlah sekedar seremonial. Namun menjadi janji kerja kolektif kita semua, bahwa mulai hari ini, setiap OPD di Meranti akan bergerak serentak untuk menata arsip sesuai standar, menjaga keamanan informasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegas Muzamil. Menurutnya, hal ini penting dilakukan mengingat arsip adalah sesuatu hal yang sangat vital dan menjadi salah satu sumber informasi yang sangat penting. Bukan hanya memperlancar proses jalur birokrasi yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti, tapi juga sebagai bagian dari pendedikasian segala sesuatu yang direncanakan dan dikerjakan. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti, Atan Ibrahim, berharap Srikandi dapat menjamin kearsipan secara otentik karena pengelolaan arsip ini bukan hanya tanggung jawab pihaknya saja, melainkan tanggung jawab seluruh Perangkat Daerah yang ada. Ia menambahkan, Srikandi diharapkan dapat mengelola arsip dengan lebih mudah dan cepat. Arsip dapat diakses secara online dari mana saja, sehingga mampu memaksimalkan pemanfaatan arsip untuk mendukung penyelenggaraan Pemerintahan.
Kolaborasi Binus dan GNFI: Peran Keluarga Membangun Bangsa Melalui Peluncuran Buku Kawan GNFI
Jakarta, katakabar.com - Peran keluarga membangun generasi bangsa yang tangguh adalah fondasi utama yang tidak dapat diabaikan. Tapi, dinamika kehidupan modern sering kali menantang konsep tradisional mengenai peran ayah dan ibu dalam keluarga. Pada 24 April 2025, Good News from Indonesia (GNFI) mengadakan acara Launching dan Diskusi Buku "Ayah adalah Ibu, Ibu adalah Ayah" bersama Kang Maman dan Kawan GNFI di BINUS @Senayan, Kampus JWC. Buku ini merupakan karya Kang Maman dan kawan GNFI lainnya. Buku ini mengajak pembaca untuk merenungkan kembali hubungan antara anak dan orang tua dalam konteks yang lebih luas dan humanis. Tujuan buku ini, khususnya bagi generasi muda dan orang tua, adalah menekankan menjadi anak atau orang tua adalah pengalaman bersama. Setiap individu merupakan bagian dari siklus kehidupan yang saling terkait. Tidak ada yang dapat menjadi orang tua tanpa lebih dahulu menjadi anak, dan setiap anak lahir dari orang tua. Hubungan ini adalah pengalaman universal yang membentuk identitas, nilai-nilai, dan pandangan hidup setiap individu. Acara ini dihadiri Binusian, Komunitas Tanpa Gadget, Komunitas Kawan GNFI, Komunitas Para Pekerja, Putera Puteri Pendidikan DKI Jakarta, dan umum. Menghadirkan para penulis buku, yakni Kang Maman selaku moderator, Bapak Anang YB selaku penulis dan kontributor puisi, serta Christiyani Kabul selaku penulis sekaligus kontributor artikel. Diskusi ini tidak hanya mengupas isi buku, tapi mengajak para peserta untuk berdialog tentang cara membangun keluarga yang lebih adaptif, harmonis, dan berbasis kesetaraan peran dalam menghadapi tantangan zaman. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan sumber daya manusia dan kemajuan bangsa, Binus turut berperan aktif dalam acara ini. Kehadiran Binus @Senayan sebagai lokasi acara menunjukkan dukungan Binus terhadap inisiatif-inisiatif yang berfokus pada penguatan nilai-nilai keluarga dan literasi.
Virtual, Bupati dan Wabup Rohul Ikuti Peluncuran Indikator IPKD 2025
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T, M.M, dan Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, S.H, M.M, Sekdakab, M. Zaki, S.STP, M.Si, Ketua DPRD Rokan Hulu, Hj. Sumiartini, Kepala OPD dan Staf Ahli di lingkungan Pemkab Rokan, serta pihak terkait lainnya ikuti peluncuran indikator Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) lewat Monitoring Center For Prevention (MCP) KPK tahun 2025. Kegiatan itu sebagai upaya pencegahan korupsi sesuai Indikator Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD). Pemerintahan Daerah (Pemda) Rokan Hulu ikuti Pembahasan Pedoman Indikator PKD MCP tahun 2025 secara Virtual bersama 546 Pemda lainnya se Indonesia, Rabu (5/3). Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Setyo Budiyanto, yang pimpin rapat. Menurut Setyo Budiyanto, MCP KPK RI program Pusat Pemantauan Pencegahan melalui aplikasi yang dilaksanakan KPK RI, bertujuan untuk mencegah korupsi di lingkungan pemerintah daerah. "Capaian nilai MCP KPK menjadi indeks pencegahan korupsi daerah selama penyelenggaraan pemerintahan berlangsung," jelasnya.
Posyandu ILP Diluncurkan Demi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Kelurahan Rimba Sekampung
Bengkalis, katakabar.com - Kelurahan Rimba Sekampung bersama UPT Puskesmas Kecamatan Bengkalis luncurkan Posyandu Integrasi Layanan Primer atau ILP, Jumat (9/8). Hadirnya Posyandu Integrasi Layanan Primer atau ILP diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di Kelurahan Rimba Sekampung
Beli DOGE Bersama Beli Finance dan Cryptowatch di Jaringan BSC
Jakarta, katakabar.com - CryptoWatch.ID umumkan ketersediaan token DOGE di jaringan Binance Smart Chain atau BSC lewat platform P2P Beli Finance. DOGE sudah jadi ikon dunia kripto, kini tawarkan kesempatan baru bagi investor untuk memiliki token ini dengan total suplai 100 miliar token, di mana 90 persen dialokasikan untuk likuiditas, 7 persen untuk treasury, dan 3 persen untuk wallet bursa terpusat. Dengan tidak adanya pajak transaksi, dan kontrak yang telah dilepaskan, DOGE menghadirkan potensi pertumbuhan yang menarik. Investor dapat membeli DOGE dengan aman, dan cepat melalui P2P Beli Finance dan memantau pergerakan harga menggunakan Cryptowatch.
Dubai Datang ke Indonesia Peluncuran Resmi Signature Indonesia
Jakarta, katakabar.com - PT Signature Real Estate Jakarta, Signature Indonesia, perusahaan pialang real estat terkemuka rayakan peluncuran resminya di pekan ke empat Juni 2024 lalu. Peresmian tersebut menandai tonggak penting jembatani pasar properti Dubai dan Indonesia. Acara akbar ini usung tema "Own a Part of Dubai" dihadiri para tamu terhormat, termasuk perwakilan dari Azizi Developments, salah satu pengembang properti terkemuka Dubai, dan banyak pakar industri di bidang properti dan pariwisata.