Pemulihan
Sorotan terbaru dari Tag # Pemulihan
Proses Hukum Berjalan Pemulihan Mental Prioritas
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Proses hukum kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Rokan Hulu terus berjalan. Surat pemanggilan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Rokan Hulu kini telah diserahkan kepada keluarga korban melalui perangkat lingkungan setempat, menandai langkah nyata penegakan keadilan. Penyerahan surat tersebut dilakukan oleh Ketua RT, Suprianto, dan Ketua RW, Sulaiman Hasibuan, dan Kepala Dusun Suyanto, didampingi langsung oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Rokan Hulul, Ramlan Lubis. Kehadiran mereka memastikan proses berjalan lancar dan tetap mengedepankan perlindungan serta kenyamanan korban. Menurut Ramlan, kasus seperti ini tidak boleh dianggap remeh. Perlindungan terhadap anak harus menjadi tanggung jawab bersama, baik dari sisi hukum maupun sosial. “Hak anak harus terpenuhi dan dilindungi sepenuhnya. Semua pihak wajib bahu-membahu menjaga anak dari segala bentuk kekerasan,” tegas Ramlan, Kamis (21/5). Lebih dari Sekadar Hukum Kunci Pemulihan Mental Di samping tuntutan proses hukum yang adil, LPAI menekankan satu hal yang tak kalah krusial, yakni pemulihan mental korban. Ramlan menegaskan, hukuman bagi pelaku harus ditegakkan, namun kesehatan jiwa anak juga harus segera dikembalikan. “Anak korban butuh pendampingan psikolog yang intensif. Trauma yang tidak ditangani sejak dini bisa membekas seumur hidup dan merusak masa depannya,” ujarnya. Lantaran itu, LPAI meminta seluruh pihak menjaga kerahasiaan identitas korban dan tidak membiarkan tekanan publik memperburuk kondisi psikologis anak. Kasus ini bermula ketika LPAI melaporkan seorang oknum Wakil Ketua BPD Desa Koto Tandun, berinisial ANJ 37 tahun, diduga telah melakukan perbuatan asusila berulang kali terhadap bunga nama samaran 13 tahun. Kejadian diduga terjadi di dalam kendaraan pribadi pelaku saat mengantar-jemput korban ke sekolah, hingga membuat anak tersebut trauma berat dan meminta pindah sekolah. Meski sempat muncul kontroversi dengan adanya surat sangkalan dari keluarga, masyarakat dan LPAI tetap menuntut kejelasan. Proses hukum kini terus berjalan, dan janji negara untuk hadir melindungi generasi muda menjadi harapan besar semua pihak. “Jangan biarkan masa depan anak hancur. Negara hadir, masyarakat bergerak, keadilan harus ditegakkan,” tegas Ramlan.
Percepat Pemulihan TTM, PHR Hadapi Tantangan dengan Kolaborasi
Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tegaskan komitmen menjalankan penugasan pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi (TTM) di Zona Rokan secara bertanggungjawab, transparan, dan sesuai ketentuan berlaku. Optimis proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat seiring terpenuhinya berbagai prasyarat teknis dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan Sebagai perusahaan yang memegang teguh prinsip bisnis berkelanjutan, PHR menjalankan penugasan yang diberikan regulator berdasarkan Surat SKK Migas Nomor SRT-0406/SKKMA0000/2021/S1 pada 26 Juli 2021 terkait kegiatan pasca operasi dan penanganan TTM di Zona Rokan yang berasal dari operasi kontraktor sebelumnya. Sebanyak 250 lokasi pemulihan tersebar di lima kota dan atau kabupaten di Provinsi Riau dengan estimasi luas area terdampak mencapai sekitar 9,3 juta meter persegi atau sekitar 6 juta meter kubik volume tanah terkontaminasi. Sebagian besar lokasi berada di lahan milik masyarakat dengan total sekitar 3.000 persil lahan. Hingga akhir April 2026, PHR telah menyampaikan 88 dokumen Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH) kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Dari jumlah tersebut, 63 lokasi telah memperoleh persetujuan RPFLH dan tengah atau sudah dilakukan pemulihan. Dari 63 lokasi yang telah disetujui, sebanyak 20 lokasi telah selesai dilakukan pemulihan, dan saat ini sedang dalam proses evaluasi keberhasilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Selain itu, terdapat 162 lokasi lainnya yang saat ini sedang dalam proses persiapan sebelum dapat masuk ke tahap pemulihan. Proses persiapan tersebut antara lain meliputi penyiapan akses lahan, pengumpulan/validasi data, pengadaan, koordinasi dengan para pihak terkait, serta penyusunan dokumen teknis yang dibutuhkan untuk mendukung proses persetujuan dan pelaksanaan pemulihan. Untuk mendukung percepatan, PHR bekerja sama dengan tiga kontraktor pelaksana yang ditunjuk melalui proses pengadaan resmi, dan transparan. Seluruh kegiatan pemulihan juga berada dalam pengawasan aparat penegak hukum, mulai dari Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) hingga Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel). “Pemulihan TTM proses panjang yang melibatkan persetujuan teknis, akses lahan, validasi data, hingga evaluasi hasil pemulihan oleh KLH. PHR berkomitmen penuh untuk menyelesaikan penugasan ini sesuai arahan regulator, dengan tetap menjaga aspek keselamatan, lingkungan, sosial, serta keberlanjutan operasi Zona Rokan,” ujar Aryo Banowo, Pjs VP Remediation & Asset Retirement PHR Regional 1 Sumatra. Sebagai bagian dari upaya percepatan tersebut, PHR bersama SKK Migas dan KLH juga telah menyepakati roadmap percepatan pemulihan hingga tahun 2030 ditambah satu tahun periode monitoring yang sangat agresif. Roadmap tersebut menjadi acuan pelaksanaan pemulihan secara bertahap, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku. PHR berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat seiring terpenuhinya berbagai prasyarat teknis, perizinan, akses lahan, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan. PHR juga memastikan bahwa seluruh pelaksanaan penugasan tetap memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial, dan keberlanjutan operasi di Zona Rokan. Tentang PHR Regional 1 Sumatra PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjalankan tugas dari Subholding Upstream Pertamina untuk mengelola bisnis dan operasional kegiatan usaha hulu migas di Wilayah Kerja Regional 1 – Sumatra yang terbentang dari Aceh hingga Sumatra Selatan. PHR menghasilkan sepertiga produksi minyak bumi Pertamina Subholding Upstream. Menjadi salah satu produsen minyak dan gas utama di Indonesia yang berkontribusi dalam pemenuhan energi nasional. Pada 2025, PHR menyelesaikan restrukturisasi organisasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan ketahanan energi nasional. Integrasi organisasi ini mencakup Zona 1, Zona Rokan, dan Zona 4 ke dalam struktur Regional 1 demi memastikan operasional yang lebih optimal dan berkelanjutan. Restrukturisasi ini membawa dampak positif dalam pengelolaan aset hulu migas dari ujung utara hingga selatan Sumatra, sejalan dengan program Swasembada Energi yang dicanangkan pemerintah. Dengan organisasi yang lebih efisien, PHR berupaya menjaga pasokan energi nasional dan menghadapi tantangan industri migas ke depan.
Lintasarta Jaga Lonjakan Trafik Idul Fitri 2026: Pemulihan Jaringan Cepat dan Gangguan Turun
Jakarta, katakabar.com - Lintasarta kembali tegaskan perannya sebagai mitra strategis transformasi digital nasional dengan menjaga keandalan layanan selama periode libur panjang Idulfitri 2026. Usung semangat Empowering Beyond dengan kapabilitas Beyond AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, perusahaan melakukan penguatan infrastruktur berbasis kecerdasan artifisial (AI) dan kesiapan operasional 24/7 untuk menghadapi lonjakan trafik digital di momen Lebaran. Sebelumnya, Lintasarta memproyeksikan peningkatan trafik digital seiring tingginya aktivitas masyarakat dan industri selama momen Ramadan hingga Lebaran. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Lintasarta melakukan optimalisasi kapasitas jaringan, penguatan sistem monitoring berbasis AI, serta menyiagakan Network Operation Center (NOC) dan tim operasional secara penuh di seluruh Indonesia. Pendekatan ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi gangguan sekaligus memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi. Sepanjang periode Lebaran, Lintasarta mencatat peningkatan signifikan pada trafik layanan jaringan komunikasi data yang digunakan oleh berbagai sektor strategis seperti perbankan, transportasi, ritel, distribusi, hingga layanan publik. Di tengah lonjakan tersebut, kualitas layanan tetap terjaga dengan stabil dan andal. Percepatan Pemulihan Hingga 60 Persen Peningkatan signifikan juga terlihat pada kecepatan penanganan gangguan yang meningkat hampir 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penanganan gangguan lebih cepat karena sudah menggunakan AI untuk melakukan analisis dan diagnostic, sehingga pemulihan layanan dapat dipercepat dan dampak terhadap pelanggan diminimalkan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Lintasarta dalam menjaga keandalan layanan serta memastikan kontinuitas operasional pelanggan tetap terjaga. Penurunan Gangguan Hingga 20 Persen Dari sisi performa layanan jaringan, jumlah gangguan tercatat menurun sebesar 20 persen jika dibandingkan tahun lalu. Adapun penurunan tingkat gangguan karena improvement desain High Availability (HA) dan Point of Presence (PoP). Penurunan ini menunjukkan peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh, baik pada jaringan utama maupun hingga ke pengguna akhir. Didukung monitoring berbasis AI dan operasional 24/7 Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta, Zulfi Hadi, menyampaikan capaian ini merupakan hasil dari transformasi operasional berbasis AI yang terus diperkuat oleh perusahaan. “Melalui kapabilitas Beyond AI Factory, kami tidak hanya melakukan monitoring jaringan, tetapi juga melakukan proActive maintenance untuk kualitas layanan yang menyentuh ambang batas (threshold), mengotomatisasi penanganan, serta meningkatkan kecepatan respons secara end-to-end. Hal ini memungkinkan kami menjaga kualitas layanan tetap optimal di tengah lonjakan trafik yang tinggi,” ujar Zulfi. Selain itu, kata Zulfi, pengelolaan trafik dilakukan secara dinamis melalui optimalisasi routing serta penerapan contingency plan di berbagai titik kritikal jaringan, guna memastikan distribusi data tetap optimal selama periode puncak Lebaran. Perkuat Fondasi Digital Lewat Beyond Infrastructure Capaian ini merupakan bagian dari strategi Beyond Infrastructure yang kini diperkuat melalui kapabilitas Beyond AI Factory, dengan mengintegrasikan teknologi AI dalam pengelolaan jaringan dan layanan secara end-to-end. Pendekatan ini didukung oleh fondasi 4C Lintasarta Connectivity untuk memastikan keandalan sistem, Cloud untuk mendukung skalabilitas infrastruktur, Cybersecurity untuk menjamin keamanan dan kepatuhan data, serta Collaboration untuk mengorkestrasi ekosistem digital secara terintegrasi. “Fokus kami bukan hanya memastikan layanan tetap berjalan, tetapi memastikan pelanggan dan industri dapat terus beroperasi tanpa hambatan di momen paling krusial. Inilah wujud dari Empowering Beyond, membangun ekosistem digital yang semakin kuat, terhubung, dan berkelanjutan bagi Indonesia,” sebut Zulfi. Ke depan, Lintasarta akan terus memperkuat posisinya sebagai Beyond AI Factory dengan menghadirkan inovasi berbasis AI, meningkatkan integrasi layanan 4C, serta perluasan kolaborasi dalam membangun ekosistem digital nasional yang inklusif dan berdaulat,
ASRI Salurkan Bantuan Pemulihan Bencana Sumatra Lewat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Wujud Solidaritas Keluarga Besar ASRI dan ASRI Living Members untuk Pemulihan Sumatra lewat Yayasan Buddha Tzu chi ASRI kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui penyerahan bantuan pemulihan bencana banjir di Sumatra. Bantuan ini hasil kolaborasi dan kepedulian dari Keluarga Besar ASRI serta komunitas ASRI Living Members, yang disalurkan lewat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk mendukung pembangunan rumah tapak bagi warga terdampak. Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra menyebabkan kerusakan signifikan pada hunian warga dan infrastruktur sekitar. Melihat kebutuhan mendesak akan tempat tinggal yang layak dan aman, ASRI bersama komunitasnya berinisiatif menggalang dukungan untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Sebagai perusahaan pengembang properti yang berfokus pada pembangunan kawasan mixed-use dan gaya hidup berkelanjutan, ASRI memandang hunian bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi kehidupan yang menghadirkan rasa aman, nyaman, dan harapan baru. Melalui inisiatif ini, ASRI ingin menghadirkan kembali rasa aman tersebut bagi keluarga-keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Bantuan yang disalurkan akan difokuskan pada pembangunan rumah tapak yang dirancang untuk memberikan hunian permanen dan layak bagi para korban terdampak. Proses pembangunan dilakukan melalui kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, sebuah organisasi kemanusiaan yang telah lama dikenal atas dedikasinya dalam penanganan bencana, pelayanan sosial, kesehatan, dan pendidikan di Indonesia. Didirikan sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan global Tzu Chi Foundation, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia aktif memberikan bantuan tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang di berbagai wilayah terdampak bencana di Tanah Air. Pendekatan mereka yang terstruktur, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan menjadikan yayasan ini mitra strategis dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan berdampak nyata. Manajemen ASRI menyampaikan inisiatif ini merupakan wujud nyata nilai kepedulian dan kebersamaan yang selama ini menjadi bagian dari budaya perusahaan. “Kami percaya membangun berarti menghadirkan kehidupan yang lebih baik. Melalui kolaborasi ini, kami ingin turut mengambil bagian dalam membangun kembali harapan dan masa depan saudara-saudara kita di Sumatra,” ujar Troy Fridatama, GM Business Development and Public Relations ASRI. Partisipasi ASRI Living Members dalam penggalangan bantuan ini juga mencerminkan kuatnya solidaritas komunitas yang tumbuh bersama ekosistem properti ASRI. Dukungan yang terhimpun menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan gotong royong dapat menghadirkan perubahan yang berarti bagi mereka yang membutuhkan. Ke depan, ASRI berkomitmen untuk terus menghadirkan inisiatif sosial yang berkelanjutan, sejalan dengan visi perusahaan dalam menciptakan ruang hidup yang tidak hanya berkualitas secara fisik, tetapi juga memberikan kontribusi sosial yang positif bagi masyarakat luas.
Pangkogabwilhan III: Pemulihan Kondusivitas Keamanan 11 Bandara Perintis di Papua Intensif
Papua, katakabar.com - Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, pastikan pemulihan kondusivitas keamanan di 11 bandara perintis Papua berlangsung intensif pascagangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Penguatan pengamanan dilakukan bersama unsur TNI-Polri dan didukung tokoh adat serta masyarakat guna menjamin kelancaran distribusi logistik dan aktivitas warga di wilayah pedalaman. Upaya pemulihan tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI mengayomi masyarakat Papua, serta memperkuat semangat bela negara melalui perlindungan terhadap objek vital transportasi udara yang menjadi urat nadi kehidupan warga. Didampingi Panglima Komando Daerah Udara (Kodau) III, Marsda TNI Azhar Aditama, Asops Kogabwilhan III Brigjen TNI Patar Mospa Natanael Sitorus, dan Asops Kodau III Kolonel Pnb Sri Raharjo, Bambamg menyambangi Bandara Korowai Batu di Papua Selatan, untuk mengecek kesiapan pasukan dalam mengamankan bandara. “Pertama, kita fokus pada pemulihan kondusivitas 11 bandara perintis yang sebelumnya ditutup oleh Kementerian Perhubungan. Insya Allah prosesnya cepat, karena kita dibantu tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat sekitar yang terdampak aksi kriminal KKB,” kata Bambang saat dihubungi waratawan, Kamis (19/2) lalu. Menurut Bambang, TNI telah memperkuat pengamanan di seluruh bandara perintis di Papua, khususnya Bandara Korowai Batu yang memiliki peran strategis sebagai penghubung wilayah Papua Pegunungan dan Papua Selatan. "Di wilayah pegunungan dan pelosok Papua, pesawat bukan sekadar moda transportasi, tetapi menjadi jalur utama distribusi bahan pokok, obat-obatan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pendidikan. Jadi, gangguan terhadap operasional bandara perintis berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," jelasnya. Lantaran itu, ucap Bambang, TNI mempertebal kekuatan pengamanan dengan melibatkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), Koops Habema, Pasukan Rajawali, serta unsur Brimob Polri untuk menjaga perimeter bandara dan kawasan keselamatan operasi penerbangan. “Kami pertebal pasukan untuk menjaga kawasan keselamatan operasi penerbangan di bandara perintis yang menjadi urat nadi distribusi logistik masyarakat pedalaman Papua,” tegasnya. Negara Hadir Bela Negara Papua Damai Kehadiran jenderal bintang tiga TNI di Papua Selatan menjadi sinyal kuat negara hadir dan tidak tinggal diam terhadap gangguan keamanan yang mengancam keselamatan masyarakat. “Pemerintah pusat melalui TNI, berkomitmen memastikan stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan Papua yang inklusif dan berkeadilan,” jelas Bambang. Langkah ini juga mencerminkan implementasi nyata semangat bela negara, di mana masyarakat bersama TNI menjaga objek vital nasional seperti bandara perintis merupakan bagian dari tanggung jawab bersama demi menjaga kedaulatan negara dan keselamatan rakyat. Dengan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, serta dukungan tokoh adat dan agama dan masyarakat, pemulihan bandara perintis di Papua diharapkan segera tuntas, sehingga roda perekonomian, distribusi logistik, dan pelayanan publik kembali berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat Papua. “Secepatnya kita pulihkan kondusivitas 11 bandara perintis agar aktivitas saudara-saudara kita di Papua kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tandasnya.
Indonesia Kehilangan Momentum di Tengah Pemulihan Pasar Kripto Dunia
Jakarta, katakabar.com - Nilai transaksi aset kripto Indonesia sepanjang 2025 yang mencapai Rp482,23 triliun kerap dipandang sebagai indikator kuatnya aktivitas pasar domestik. Tetapi, di balik angka tersebut, posisi Indonesia dalam peta perdagangan kripto global justru menunjukkan pelemahan yang konsisten. Data perdagangan kripto global periode 2021–2025 menunjukkan, pangsa pasar Indonesia terhadap total volume transaksi dunia turun tajam dari 0,04570 persen pada 2021 menjadi hanya 0,01965 persen pada 2025. Penurunan ini terjadi di saat volume perdagangan kripto global kembali meningkat, menandakan bahwa Indonesia tertinggal dalam memanfaatkan momentum pemulihan pasar. Tekanan terhadap aktivitas perdagangan domestik mulai terasa sejak 2022, seiring diberlakukannya PMK 68 Tahun 2022 yang mengenakan pajak transaksi kripto sekitar 0,20 persen (kini 0,21 persen) untuk setiap transaksi jual beli, tanpa memperhitungkan kondisi untung atau rugi. Struktur pajak ini berdampak langsung pada trader aktif dan penyedia likuiditas yang mengandalkan volume transaksi tinggi dengan margin tipis. Situasi tersebut semakin diperberat pada 2024 dengan beroperasinya Bursa Aset Kripto resmi di bawah Bappebti. Penambahan biaya dari sisi bursa, kliring, dan settlement menambah sekitar 0,04 persen per transaksi. Secara keseluruhan, pelaku pasar kripto di Indonesia kini menanggung biaya sekitar 0,25% per transaksi, level yang dinilai tinggi untuk industri global yang sangat sensitif terhadap efisiensi biaya. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai tren ini perlu menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan industri. “Angka transaksi yang besar secara nominal tidak selalu mencerminkan daya saing. Dalam industri kripto, likuiditas sangat sensitif terhadap biaya. Ketika biaya di dalam negeri lebih tinggi dibandingkan yurisdiksi lain, aktivitas perdagangan secara alami akan mencari pasar yang lebih efisien,” ujar Calvin. Kata Calvin, tanpa penyesuaian kebijakan, Indonesia berisiko kehilangan peran strategis di ekosistem kripto global, meskipun jumlah pengguna terus meningkat. “Pertumbuhan jumlah konsumen adalah sinyal positif, tetapi itu belum cukup. Yang perlu dijaga adalah agar likuiditas dan volume perdagangan tetap berada di dalam negeri. Jika tidak, kita hanya akan menjadi pasar pengguna, bukan pusat aktivitas perdagangan,” jelasnya. Kondisi Indonesia saat ini kontras dengan pendekatan sejumlah negara lain. Thailand, misalnya, memilih menghapus pajak capital gain kripto hingga 2029 dan membebaskan PPN untuk transaksi di bursa berlisensi guna menjaga likuiditas domestik. Uni Emirat Arab bahkan tidak mengenakan pajak atas perdagangan kripto dan berhasil memposisikan diri sebagai salah satu hub kripto global. Sementara, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa nilai transaksi aset kripto Indonesia sepanjang 2025 lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai Rp650,61 triliun, serta masih jauh dari puncak transaksi pada 2021. Meski demikian, jumlah konsumen kripto nasional terus meningkat hingga mencapai 19,56 juta per November 2025. Masih Calvin, fakta ini menunjukkan adanya ketimpangan antara pertumbuhan basis pengguna dan kualitas aktivitas pasar. “Indonesia memiliki potensi besar dari sisi jumlah pengguna. Tantangannya sekarang adalah bagaimana menciptakan struktur biaya dan regulasi yang mendorong perdagangan aktif, bukan justru mendorong likuiditas keluar dari ekosistem domestik,” ucapnya. Hadirnya bursa kripto baru yang teregulasi memang memperkuat infrastruktur pasar. Namun tanpa evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya dan kebijakan fiskal, langkah tersebut berisiko hanya menambah kompleksitas tanpa memperbaiki daya saing. Pada akhirnya, angka Rp482,23 triliun perlu dibaca lebih kritis. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, jauh dari puncak siklus 2021, dan tidak sejalan dengan tren pertumbuhan perdagangan kripto global. Data ini memberikan sinyal jelas bahwa peningkatan biaya perdagangan berbanding lurus dengan menyusutnya peran Indonesia di pasar global. “Ke depan, kuncinya adalah keseimbangan,” timpal CEO Tokocrypto. “Regulasi penting untuk perlindungan konsumen, tetapi daya saing juga harus dijaga. Jika Indonesia ingin menjadi pemain penting di industri kripto global, kebijakan yang mendukung efisiensi pasar menjadi hal yang tidak bisa ditunda," tambahnya.
Transaksi Aset Kripto Indonesia Menurun di Tengah Munculnya Sinyal Pemulihan Bitcoin
Jakarta, katakabar.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp 482,23 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 25,9 persen dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024 lalu yang sempat menyentuh Rp 650,61 triliun. Meskipun nilai transaksi terkoreksi, pertumbuhan jumlah investor yang mencapai 19,56 juta orang menunjukkan bahwa tingkat literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap aset digital tetap terjaga di tengah fluktuasi pasar global. Kondisi ini bertepatan dengan munculnya sinyal pemulihan pada jaringan Bitcoin melalui indikator hash ribbons yang kembali menunjukkan tanda akumulasi. Sinyal teknis ini mencerminkan pulihnya kesehatan operasional para penambang setelah melewati fase sulit, yang secara historis sering kali mendahului penguatan harga secara signifikan. Proses pemulihan ini sering kali menjadi fondasi bagi struktur pasar yang lebih kuat dan tahan banting. Meski dalam beberapa kesempatan sebelumnya hasil yang diberikan tidak selalu luar biasa, kemunculan sinyal kali ini dipandang lebih bermakna karena terjadi tepat setelah harga mengalami penurunan yang cukup dalam, sehingga memberikan peluang bagi aset untuk kembali menemukan nilai wajarnya. Bersamaan dengan ini, Bittime berkomitmen untuk terus meningkatkan edukasi bagi masyarakat agar mampu memilah informasi secara bijak di tengah sinyal pasar yang beragam. Dengan literasi yang baik, para pengguna dapat mengelola portofolio mereka secara lebih strategis dan tetap tenang dalam menghadapi dinamika pasar yang sering kali tidak terduga. Salah satu solusi yang kini banyak dilirik oleh investor lokal adalah memanfaatkan fitur Flexible Staking yang tersedia di platform Bittime. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan aset kripto mereka dan mendapatkan imbal hasil atau bunga harian secara otomatis, namun tetap memberikan kebebasan penuh untuk menarik aset tersebut kapan saja tanpa adanya periode penguncian.
Pemulihan Aceh Bukan Sekadar Fisik Tapi Rasa Aman dan Nyaman Masyarakat Beraktivitas Penting
Jakarta, katakabar.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Provinsi Aceh tidak boleh hanya berhenti pada perbaikan fisik infrastruktur semata. Lebih dari itu, pemulihan harus sentuh aspek psikologis, yakni mengembalikan rasa aman dan kenyamanan masyarakat menjalani aktivitas harian. Hal tersebut diwujudkan Kementerian PU melalui percepatan pembangunan sumur bor air bersih di lokasi-lokasi strategis yang menjadi pusat kehidupan sosial warga, seperti tempat ibadah, fasilitas pendidikan, pasar, kantor pemerintahan, hingga Hunian Sementara (Huntara). “Masjid, sekolah, dan pesantren adalah ruang hidup masyarakat. Ketika air bersih tersedia di sana, warga bisa kembali beribadah dengan tenang, anak-anak bisa belajar dengan layak, dan risiko penyakit dapat dicegah,” ujar Dody Hanggodo. Ia menjelaskan, pemulihan fasilitas ini krusial untuk memastikan kehidupan sosial dan ekonomi warga dapat segera bangkit kembali setelah masa tanggap darurat. Sejak 28 Desember 2025 lalu, Kementerian PU telah memulai pekerjaan pengeboran sumur bor air tanah di sejumlah lokasi ibadah dan fasilitas umum. Saat ini, satu titik telah fungsional, yakni di Masjid Simpang Lhee, di Kecamatan Manyak Payed, yang segera dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa rumah pompa dan MCK. Pembangunan ini dilaksanakan secara terintegrasi oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU. Lokasi-lokasi ini dipilih agar air bersih dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat sekitar (komunal), baik pada masa darurat maupun pemulihan jangka panjang. Berikut beberapa titik yang telah memasuki tahap pengeboran: 1. Di Kabupaten Aceh Tamiang: · Fasilitas Kesehatan: Puskesmas Karang Baru, Tamiang Hulu, Sekerak, Bandar Pusaka, Kuala Simpang, Rantau, Bendahara, dan Polindes Manyak Payed. · Fasilitas Umum & Ibadah: Pasar Manyak Payed, Masjid Babul Falah (Karang Baru), Masjid Al Ikhlas (Banda Mulia), Kantor Kecamatan Kuala Simpang, Huntara DPRK Aceh Tamiang, Ponpes Darul Muchlisin (Karang Baru), TK Nurul Ikhlas Telaga Muku II (Banda Mulia), dan Meunasah Meurandeh (Manyak Payed). 2. Di Kabupaten Pidie Jaya: Kompleks Dishub Pidie Jaya, Kompleks Perpustakaan dan Arsip, Meunasah Gampong Beurawang, Meunasah Balek, dan Meunasah Gampong Dayah Kruet. 3. Di Kabupaten Bener Meriah: Huntara Blang Rakal dan Huntara Tunyang. Dalam melakukan pengeboran sumur, Kementerian PU menerapkan pendekatan berbasis data hidrogeologi dan mitigasi risiko bencana. Kedalaman pengeboran bervariasi antara 60 hingga 82 meter, disesuaikan dengan hasil survei geolistrik untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan sumber air. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih yang aman, berkelanjutan, dan tetap berfungsi pada kondisi darurat akibat bencana hidrometeorologi ekstrem. Secara keseluruhan, khusus untuk Kabupaten Aceh Tamiang, Kementerian PU merencanakan pembangunan 47 titik sumur bor air baku yang tersebar di 30 lokasi pada 12 kecamatan. Rinciannya terdiri atas 14 titik sumur bor dangkal dan 33 titik sumur bor dalam. Setiap titik dirancang sebagai cadangan air bersih jangka menengah. Langkah ini berjalan seiring dengan penyediaan sarana pendukung darurat lain, seperti IPA Mobile, mobil tangki air, hidran umum, toilet darurat, dan toren air, yang telah beroperasi di Aceh Tamiang dan wilayah terdampak lainnya. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.
Asa Kembali Menyala, Pemulihan Aceh Tamiang Terus Berjalan
Aceh Tamiang, katakabar.com - Masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang perlahan mulai bangkit pascabencana banjir yang merusak permukiman dan fasilitas umum. Setelah hampir satu minggu terisolasi, akses transportasi kini kembali terbuka dan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau wilayah terdampak. Selama masa terputusnya akses, warga bertahan dalam keterbatasan. Makanan, pakaian, dan perlengkapan seadanya menjadi tumpuan hidup sehari-hari. Seiring mulai berdatangannya bantuan pangan pokok dan obat-obatan, masyarakat berangsur kembali untuk membersihkan rumah serta lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya pemulihan. Di tengah kondisi sulit tersebut, semangat anak-anak Aceh Tamiang mencerminkan ketangguhan masyarakat. Mereka menyambut para relawan dengan senyum dan pesan penuh harapan, seakan menegaskan bahwa mereka sanggup melewati cobaan ini bersama. “Untuk teman-teman Aceh yang juga terkena bencana, tetap semangat ya,” ujar anak-anak saat direkam oleh Relawan MIND ID, Sabtu (20/12) lalu. Sebagai bagian dari dukungan pemulihan masyarakat terdampak, Holding Industri Pertambangan MIND ID menyalurkan tiga truk bantuan berisi sekitar 100.000 item kebutuhan, meliputi vitamin, obat-obatan, serta perlengkapan dasar masyarakat. Bantuan tersebut mencakup multivitamin anak dan dewasa, susu, madu, obat batuk, demam, maag, alergi, flu, diare, obat topikal, serta kebutuhan kebersihan seperti popok bayi dan dewasa, tisu basah, dan tisu kering. Distribusi bantuan difokuskan ke Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Aceh Tamiang. Selain bantuan logistik, MIND ID bersama seluruh Anggota Grup juga menjalankan program Employee Volunteering. Melalui program ini, para karyawan diajak untuk terlibat langsung sejak proses evakuasi, penyaluran bantuan, hingga pendampingan pemulihan masyarakat di berbagai wilayah terdampak bencana di Sumatra. Bantuan ini sebagai bentuk kehadirkan MIND ID sebagai perusahaan bersama seluruh karyawannya untuk hadir langsung, memberi bantuan tenaga dan semangat. Koordinator Posko Paya Awe, Akhiruddin, bercerita bahwa desanya sempat terendam banjir hingga setinggi dua meter. “Kami hanya bisa mengungsi di balai pengajian. Tidak ada makanan sama sekali, bahkan untuk anak-anak. Dampaknya bagi kami seperti tsunami kedua,” ujarnya. Menurutnya, bantuan yang datang dari berbagai pihak, termasuk MIND ID sangat membnatu bagi masyarakat terdampak. Meski akses untuk membeli bahan pangan sudah mulai terbuka, dukungan dari luar masih sangat dibutuhkan. “Sekitar 80 persen masyarakat sudah kembali ke rumah, tetapi kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, kelambu, dan perlengkapan lainnya masih banyak yang kurang,” ucapnya. Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, memastikan akses transportasi antarwilayah kini telah kembali terhubung, meski beberapa daerah terpencil masih hanya dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua. “Alhamdulillah, seluruh warga Tamiang sudah bisa kita antar bantuan makanan. Tidak ada yang terisolir, walaupun belum sempurna. Kami terus berupaya agar rakyat tidak lapar,” bebernya. Ia menegaskan prioritas pemerintah daerah saat ini adalah memastikan ketahanan pangan serta menjaga kesehatan masyarakat dalam jangka panjang. “Ada pengungsi yang mengalami batuk dan gatal, namun sudah tertangani berkat relawan dan tim medis. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” tuturnya. Corporate Secretary MIND ID Pria Utama menyampaikan bahwa masyarakat kini mulai menemukan asa untuk kembali bangkit dari bencana. Menurutnya, hal ini merupakan perkembangan yang baik, sebab semangat dari masyarakat Adalah modal utama yang perlu dijaga untuk dapat melanjutkan proses pemulihan dan bahkan bangkit dari bencana. “Kami bersama seluruh Anggota akan berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan yang dibutuhkan, bukan hanya untuk evakuasi, tetapi juga bantuan yang mendukung Kesehatan masyarakat agar terus bertahan di masa sulit ini,” sebutnya. Asa masyarakat Aceh dan Sumatra perlahan menyala kembali. Kini saatnya kita bergandengan tangan, memastikan setiap bantuan menjadi harapan nyata agar mereka dapat membangun kembali rumah, kehidupan, dan masa depan yang lebih baik.
Bersama Kitabisa! Hisense Indonesia Salurkan Bantuan Percepat Pemulihan Pasca Banjir di Sumatera
Jakarta, katakabar.com - Hisense Indonesia menunjukkan komitmennya mendukung masyarakat Indonesia melalui aksi tanggap bencana. Menyusul musibah yang terjadi di wilayah Sumatera, Hisense Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Kitabisa untuk pemulihan pasca banjir di Sumatera. “Kami berharap bantuan ini dapat mempercepat proses pemulihan di Sumatera. Hisense selalu berkomitmen bukan hanya untuk menghadirkan teknologi terbaik, tetapi juga untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat, terutama di saat-saat seperti ini” ujar Li Zhentong, President Director Hisense Indonesia. Donasi ini difokuskan untuk membantu kebutuhan darurat masyarakat, kata Li, mulai dari pemenuhan kebutuhan logistik, layanan kesehatan dasar, hingga dukungan pemulihan bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Langkah ini sekaligus menegaskan peran Hisense sebagai perusahaan teknologi global yang turut hadir memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat Indonesia. Terdapat lebih dari 300 jiwa yang mengungsi di Posko Induk sejak bencana melanda akhir November lalu. Hingga saat ini masyarakat masih bertahan di posko karena kondisi yang masih rentan dan sebagian besar tempat tinggal mereka tidak layak untuk ditempati kembali. "Kami mengapresiasi kepedulian dan aksi nyata Hisense Indonesia yang bergerak cepat mendukung pemulihan warga di Sumatera.Tentunya Kitabisa akan menyalurkan dana ini dengan tepat sasaran yang disesuaikan dengan pemulihan bencana Sumatera ini secara transparan,” timpal Marisa Thara Wardhani, Co-director Kitabisa.org. Selain bekerja sama dengan Kitabisa, ucapnya, Hisense Indonesia juga menyalurkan bantuan tambahan melalui China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI). Bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan dukungan dapat menjangkau area terdampak secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Kolaborasi ini mencerminkan upaya Hisense dalam memperkuat kerja sama lintas lembaga untuk menghadirkan bantuan yang efektif bagi masyarakat. Langkah solidaritas ini menjadi bagian dari rangkaian program Corporate Social Responsibility (CSR) Hisense Indonesia yang berfokus pada dukungan kemanusiaan, keberlanjutan sosial, serta kontribusi aktif terhadap komunitas di berbagai wilayah Indonesia. Hisense Indonesia menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan lembaga terkait atas kerja sama yang memungkinkan bantuan ini tersalurkan secara optimal. Perusahaan berharap semakin banyak pihak tergerak untuk turut mendukung pemulihan masyarakat Sumatera agar dapat kembali bangkit dan menjalani kegiatan sehari-hari secara normal.