Positive Technologies Perluas Kolaborasi Pendidikan dengan Universitas di Indonesia Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 20 Mei 2026 | 18:10 WIB

Positive Technologies Perluas Kolaborasi Pendidikan dengan Universitas di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Positive Technologies, salah satu pemimpin industri cybersecurity Rusia, terus perkuat hubungan pendidikannya dengan Indonesia. Di Forum Ekonomi Internasional “Russia–Islamic World: KazanForum”, perusahaan ini menandatangani perjanjian dengan enam universitas terkemuka di Indonesia, meliputi Universitas Brawijaya (UB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM), dan Universitas Darul Ma'arif (UDM). Dokumen serupa juga telah ditandatangani sehari sebelumnya di Moskow dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD), serta dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) setahun sebelumnya. Tujuan utama dari kemitraan ini adalah mengembangkan tenaga kerja cybersecurity di negara terbesar di Asia Tenggara tersebut. Nota kesepahaman dan kerja sama ini mencakup berbagai inisiatif pendidikan bersama, termasuk pelatihan bagi dosen, pembangunan laboratorium khusus untuk praktik cybersecurity secara langsung, serta pengembangan mata kuliah terkait keamanan defensif dan praktik pengembangan perangkat lunak yang aman. Selain itu, para pihak juga sepakat untuk menerapkan EdTechLab, platform pelatihan mandiri, di universitas-universitas yang berpartisipasi. “Tenaga kerja yang sangat terampil sangat penting untuk mencapai ketahanan siber yang kuat di perusahaan, industri, maupun negara secara keseluruhan. Di Positive Technologies, kami telah membangun salah satu tim cybersecurity terbaik di industri dan mengumpulkan keahlian unik yang ingin kami bagikan. Hal ini sejalan dengan misi budaya global kami untuk membantu para profesional keamanan di seluruh dunia mengembangkan karier mereka melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi. Bermitra dengan universitas di Indonesia membantu kami memperkuat komunitas ahli yang dapat bersama-sama melawan ancaman siber di Asia Tenggara dan dunia,” ujar Elena Grishaeva, Direktur Regional Asia Tenggara di Positive Technologies. Indonesia, bersama negara-negara ekonomi utama Asia Tenggara lainnya, saat ini berinvestasi besar dalam infrastruktur digital, pengembangan e-government, dan penerapan teknologi modern. Tetapi, digitalisasi yang cepat ini juga memiliki dampak negatif karena memperluas lanskap siber dan permukaan serangan, sehingga membuat negara lebih rentan terhadap serangan siber. Saat ini, kawasan ini menjadi salah satu target utama para penjahat siber. Berdasarkan laporan Positive Technologies, Indonesia menyumbang sekitar 40 persen dari seluruh laporan kebocoran data di Asia Tenggara. “Di era transformasi digital yang pesat dan ancaman siber yang semakin kompleks, cybersecurity telah menjadi prioritas strategis bagi setiap negara yang ingin membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan. Universitas Padjadjaran percaya bahwa institusi pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan talenta cybersecurity masa depan melalui penguatan program akademik, pelatihan praktis, kolaborasi riset, dan keterlibatan industri. Kami sangat menghargai keahlian dan pengalaman internasional Positive Technologies, yang saat ini telah bermitra dengan beberapa universitas di Indonesia untuk memajukan pendidikan cybersecurity dan pengembangan kapasitas profesional. Kami yakin kolaborasi ini akan memperkuat kompetensi praktis di bidang cybersecurity, mendorong inovasi dan pertukaran pengetahuan, serta berkontribusi nyata terhadap pengembangan ketahanan siber nasional Indonesia,” timpal Arief Kartasasmita, Rektor UNPAD. “Selama dua tahun terakhir, kami telah membangun salah satu kemitraan pendidikan internasional terbesar di Indonesia dalam bidang cybersecurity, yang melibatkan dua belas universitas terbaik di negara ini. Kami secara bertahap menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung yang menyerupai situasi nyata yang akan dihadapi mahasiswa dalam karier mereka. Pendekatan ini membantu kami mencetak generasi profesional baru yang mampu mengantisipasi dan mencegah serangan, bukan sekadar bereaksi terhadapnya. Keterlibatan mahasiswa Indonesia dalam Positive Hack Camp kini telah menjadi tradisi yang kuat. Pada tahun 2026, mereka akan mengikuti program tersebut untuk ketiga kalinya, menangani kasus nyata dan meningkatkan keterampilan mereka di tingkat global,” kata Yuliya Danchina, Direktur Pusat Program dan Proyek Pendidikan Positive Technologies. Pada Mei 2025 lalu, Positive Technologies menandatangani perjanjian kerja sama dengan empat institusi pendidikan terkemuka di Indonesia dalam festival cybersecurity internasional Positive Hack Days. Kerja sama ini berlanjut pada Juni, ketika UGM dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) meresmikan kemitraan mereka dengan Positive Technologies. Pada Agustus, Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) juga bergabung dalam kolaborasi tersebut. Upacara penandatanganan pada Agustus berlangsung dalam acara Positive Hack Camp, sebuah inisiatif pendidikan global yang diluncurkan oleh Positive Technologies dan Positive Education untuk membantu melatih generasi baru profesional cybersecurity. Dengan dukungan Kementerian Pengembangan Digital Rusia, program ini mempertemukan lebih dari 90 praktisi cybersecurity muda dari 25 negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.

Pendidikan Layak Menuju Kampus Impian Pendidikan
Pendidikan
Minggu, 17 Mei 2026 | 08:10 WIB

Pendidikan Layak Menuju Kampus Impian

Jakarta, katakabar.com - Pagi di Asrama Pemali Boarding School selalu dimulai lebih awal. Sejumlah siswa sudah bangun sebelum matahari terbit, merapikan tempat tidur, bersiap mengikuti kegiatan pagi, sebelum benar-benar berangkat ke sekolah untuk mengikuti pelajaran akademik. Bagi mereka, rutinitas bangun pagi ini menjadi kewajiban yang diberikan contoh dengan sangat baik dari para seniornya. Kelak, kebiasaan menjadi modal bagi mereka untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya di kampung halaman. Di lingkungan asrama, para siswa mendapatkan ruang dan kesempatan untuk belajar dan berkembang lebih baik. Melalui program sekolah berasrama berbasis beasiswa, anak-anak peserta didik yang berasal dari keluarga buruh harian, nelayan, hingga pekerja serabutan kini memiliki akses pada pendidikan yang sebelumnya sulit dijangkau. Program Pemali Boarding School yang didukung PT Timah, anggota holding industri pertambangan MIND ID, telah berjalan sejak tahun 2000, dan menjangkau wilayah Bangka Belitung, Karimun, hingga Meranti. Hingga kini, sekitar 952 alumni telah merasakan manfaat program tersebut. Di balik angka tersebut, Kepala Asrama Pemali Boarding School, Ulul, menyampaikan bahwa mayoritas siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. “Banyak orang tua yang awalnya ragu karena keterbatasan biaya. Mereka tidak membayangkan anaknya bisa mendapatkan fasilitas pendidikan seperti ini,” ujar Ulul. Tetapi, cerita Ulul, setelah memahami program ini memberikan dukungan penuh, dari perusahaan, mulai dari pendidikan hingga berbagai program pembinaan, para orang tua justru menjadi pihak yang paling mendorong anak-anaknya untuk mengikuti seleksi. Alhasil, setiap tahun sebanyak 36 siswa terpilih mendapatkan beasiswa penuh dan tinggal di asrama selama menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pemali. Proses seleksi dilakukan melalui asesmen akademik dan psikologi bekerja sama dengan tim dari Universitas Padjadjaran. Ulul menegaskan pembinaan di asrama tidak hanya berfokus pada akademik. Para siswa juga dibekali keterampilan seperti public speaking, pengelolaan media sosial, serta penguatan karakter dan kepemimpinan. Pembinaan ini dilakukan secara rutin untuk membantu siswa menghadapi tantangan di luar sekolah, baik di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. “Yang kita bangun bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga kepercayaan diri dan cara mereka melihat masa depan,” jelasnya. Dampak program ini mulai terlihat dari capaian para siswa. Tahun ini, sebanyak 20 siswa berhasil lolos ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi, sementara siswa lainnya masih menjalani proses seleksi melalui jalur tes. Para siswa juga mencatatkan prestasi dalam lomba debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di tingkat Kabupaten Bangka. Di samping itu, dampak yang lebih krusial justru terlihat dalam jangka panjang. Banyak alumni yang melanjutkan pendidikan atau telah bekerja, dan perlahan mulai berkontribusi kembali di lingkungan sekitarnya. “Mereka tidak hanya berubah secara pribadi, tetapi juga membawa pengaruh bagi keluarga dan komunitasnya. Itu yang paling terasa,” tuturnya. Menurut Ulul, tantangan terbesar para siswa justru muncul pada masa awal adaptasi. Sebagian siswa belum pernah tinggal jauh dari orang tua dan harus menyesuaikan diri dengan pola belajar yang lebih disiplin. “Namun, proses itulah yang membentuk mereka. Seiring waktu, para siswa mulai menunjukkan perubahan. Mereka yang semula pendiam menjadi lebih berani berbicara, lebih percaya diri, dan mampu mengikuti ritme belajar yang lebih terstruktur,” terangnya. Bagi anak-anak dari pesisir dan kawasan tambang, kesempatan ini bukan sekadar soal bersekolah. Kesempatan ini menjadi titik awal yang membuka masa depan baru, untuk melanjutkan pendidikan, membantu keluarga, dan melihat masa depan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.

Lolos Seleksi! BPDP Tetapkan Lembaga Penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM 2026 Nusantara
Nusantara
Jumat, 15 Mei 2026 | 07:31 WIB

Lolos Seleksi! BPDP Tetapkan Lembaga Penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM 2026

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tetapkan lembaga pendidikan memenuhi kriteria sebagai Penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026, BLU Kemenkeu ini sebelum tetapkan lembaga pendidikan tersebut labih dulu melakukan rangkaian seleksi, dan penilaian atas proposal yang masuk berdasarkan Pengumuman Direktur Utama BPDP Nomor PENG-1/BPDP/2025. Pengumuman ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Jumlah Peserta per Program Studi, akan dituangkan dalam Surat keputusan Direktur Utama BPDP yang akan disampaikan pada kesempatan pertama atau pembahasan selanjutnya. Berikut lembaga pendidikan telah memenuhi kriteria sebagai Penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026, yang ditandatangi Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan, Eddy Abdurrachman secara elektronik pada 11 Mei 2026, yakni:

Integrasikan Industri Halal dan Pendidikan Global Satu Platform Strategis Nasional
Nasional
Selasa, 12 Mei 2026 | 12:30 WIB

Integrasikan Industri Halal dan Pendidikan Global Satu Platform Strategis

Jakarta, katakabar.com - Launching Pekan Halal Indonesia (PHI) 2026 dan EduNation Festival telah sukses digelar di Aula Graha Utama Gedung A, Komplek Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagai momentum awal penguatan kolaborasi lintas sektor membangun ekosistem halal dan pendidikan yang terintegrasi di Indonesia, Senin kemarin. Penyelenggaraan ini sekaligus menegaskan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai strategic partner dalam menghadirkan platform yang menghubungkan industri halal, gaya hidup modern, pendidikan, serta pengembangan generasi muda, sejalan dengan potensi besar Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia untuk menjadi pusat pertumbuhan ekosistem halal global yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi masa depan. Usung semangat kolaborasi lintas sektor, Pekan Halal Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan layanan halal, tetapi menjadi ruang pertemuan strategis bagi pelaku industri, institusi pendidikan, komunitas kreatif, regulator, hingga generasi muda untuk bersama-sama membangun masa depan ekosistem halal Indonesia. Direktur PT Debindomulti Adhiswasti selaku penyelenggara, Vibiadhi Swasti Pradana, menjelaskan Pekan Halal Indonesia hadir sebagai pelengkap ekosistem event halal nasional dengan menawarkan diferensiasi melalui integrasi sektor bisnis, edukasi, dan gaya hidup. “Pekan Halal Indonesia hadir untuk mengisi ruang yang belum sepenuhnya terakomodasi berbagai pameran halal yang ada. Kami menghadirkan platform yang tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dan pasar, tetapi integrasikan edukasi, literasi halal, sertifikasi, hingga penguatan gaya hidup halal modern,” ujarnya. Menurutnya, konsep ini menjadi semakin relevan di tengah perkembangan industri halal yang terus bergerak menuju pendekatan yang lebih inklusif dan dekat dengan generasi muda. "Melalui kolaborasi dengan berbagai strategic partner, termasuk mendorong partisipasi lembaga seperti KNEKS dan BPJPH, PHI 2026 diharapkan dapat memperkuat edukasi publik terkait sertifikasi halal, literasi industri syariah, dan peluang pengembangan bisnis halal di Indonesia," jelasnya. Sebagai representasi perkembangan gaya hidup halal yang semakin dekat dengan generasi muda, PHI 2026 menghadirkan Halal Kulture, sebuah ruang eksplorasi gaya hidup halal dengan pendekatan yang segar, interaktif, dan relevan dengan tren masa kini. Usung konsep experiential exhibition, Halal Kulture akan menghadirkan berbagai program seperti Faedah Talkz, Creative Space, Outdoortainment, hingga Community Space yang dirancang untuk memberikan pengalaman baru sekaligus memperkuat pemahaman halal kini telah menjadi bagian dari identitas dan budaya hidup modern. Melengkapi pengalaman tersebut, GlamLocal hadir sebagai zona pameran modest fashion dan aksesoris yang menampilkan berbagai brand pilihan dengan beragam penawaran menarik bagi pengunjung. Area ini menjadi wadah bagi perkembangan industri fesyen muslim Indonesia yang terus tumbuh dinamis, sekaligus menghadirkan pengalaman berbelanja yang memadukan gaya, kreativitas, dan nilai-nilai modest lifestyle. Sementara, kolaborasi bersama Deatextile diwujudkan melalui Textile Trade Event by Deatextile, sebuah zonasi khusus yang berfokus pada industri tekstil dan modest fashion muslim. Inisiatif ini dihadirkan sebagai ruang strategis yang mempertemukan pelaku industri, brand, buyer, serta inovator tekstil untuk memperkuat rantai pasok dan mendorong pertumbuhan ekosistem modest fashion Indonesia di tingkat nasional maupun global. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, PHI 2026 diselenggarakan Bersama EduNation Festival, sebuah pameran pendidikan Islam berskala internasional yang akan mempertemukan institusi pendidikan, universitas global, tenaga pendidik, pelajar, dan berbagai organisasi pemberi beasiswa. Ketua KOPIN (Konsorsium Pendidikan Islam Internasional), Ustadz Dr. Ali Saman Hasan, menjelaskan EduNation 2026 merupakan transformasi besar dari penyelenggaraan sebelumnya yang masih berfokus pada skala nasional. “EduNation tahun ini kami dorong menjadi platform pendidikan Islam internasional yang membuka akses lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk terhubung dengan institusi pendidikan global. Kami ingin menghadirkan sekolah-sekolah internasional, universitas dari Timur Tengah, Malaysia, hingga negara-negara lain untuk membuka peluang kolaborasi nyata,” ucapnya. EduNation dirancang sebagai ruang interaksi antara siswa, tenaga pendidik, orang tua, serta institusi pendidikan untuk mendorong lahirnya ekosistem pembelajaran yang lebih kompetitif dan berorientasi global. Selain menghadirkan berbagai institusi pendidikan internasional, EduNation juga akan melibatkan organisasi pemberi beasiswa serta mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi keagamaan Islam swasta melalui kemitraan strategis bersama berbagai organisasi pendidikan. Menurut Ustaz Ali selaku Ketua KOPIN, kolaborasi antara EduNation dan Pekan Halal Indonesia merupakan langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda Indonesia melalui pendekatan yang menghubungkan pendidikan dan nilai-nilai halal. “Kami ingin Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pasar Muslim terbesar, tetapi juga sebagai pusat pendidikan Islam modern yang mampu melahirkan generasi berdaya saing global,” timpalnya. Penguatan kolaborasi ini juga didukung oleh data dan potensi nyata pengembangan ekonomi halal nasional. Perwakilan KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah), Muhammad Quraisy, Ph.D., memaparkan Indonesia memiliki modalitas besar pengembangan industri halal, mulai dari tingginya konsumsi produk halal, kontribusi halal value chain terhadap perekonomian nasional, hingga pertumbuhan sertifikasi halal yang terus meningkat. Saat ini, bebernya, lebih dari 300 ribu sertifikat halal telah diterbitkan di Indonesia, disertai dengan berkembangnya berbagai kawasan industri halal di sejumlah wilayah seperti Bekasi, Banten, Kepulauan Riau, dan Jawa Timur. Ia menilai masih terdapat tantangan fundamental yang perlu dijawab bersama. “Literasi masyarakat terkait halal dan ekonomi syariah masih perlu diperkuat. Banyak masyarakat merasa sudah memahami konsep halal, padahal edukasi mengenai standar, sertifikasi, dan implementasinya masih sangat diperlukan,” terangnya. Ia menegaskan halal kini bukan sekadar kewajiban normatif, tetapi telah berkembang menjadi jaminan kualitas, reputasi bisnis, serta faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen di pasar global. Pada konteks inilah, Pekan Halal Indonesia dan EduNation Festival dinilai menjadi platform strategis untuk menjembatani kebutuhan edukasi, promosi, kolaborasi, dan penguatan literasi halal secara lebih luas. Dengan target puluhan ribu pengunjung dari kalangan pelaku industri, keluarga muda, pelajar, tenaga pendidik, komunitas, hingga buyer potensial, PHI 2026 dan EduNation Festival diharapkan menjadi titik temu antara inovasi industri halal, pendidikan internasional, dan transformasi gaya hidup halal Indonesia. Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan strategic partnership, ajang ini siap menghadirkan pengalaman pameran yang tidak hanya informatif dan inspiratif, tetapi juga membuka peluang nyata bagi masa depan ekosistem halal Indonesia.

Ekspansi ke Filipina, Voresi Jadikan Pendidikan Nonformal Kunci Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Pendidikan
Pendidikan
Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Ekspansi ke Filipina, Voresi Jadikan Pendidikan Nonformal Kunci Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

Jakarta, katakabar.com - Voresi, startup EdTech asal Indonesia, resmi memulai ekspansi regional ke Filipina pada awal kuartal kedua 2026. Langkah ini menandai fase pertumbuhan strategis Voresi membangun ekosistem pendidikan nonformal berbasis teknologi yang berorientasi pada penciptaan talenta produktif demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Ekspansi ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Voresi untuk menjawab pergeseran global menuju ekonomi berbasis keterampilan (skill-based economy), di mana jalur karier nonformal semakin mendominasi. Voresi melihat peluang besar di negara berkembang ASEAN, di mana sistem pendidikan formal belum sepenuhnya mampu menjembatani kebutuhan industri yang terus berkembang. “Perkembangan teknologi mendorong lahirnya banyak profesi baru di sektor nonformal. Karena itu, pendidikan nonformal akan menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” ujar Cosmas, CEO dan Founder Voresi. Bangun Ekosistem Talenta dari Vocation Hingga Economic Value Berdiri pada 2024 lalu, Voresi menghadirkan pendekatan berbeda melalui hybrid ecosystem yang membantu remaja temukan dan kembangkan vocation (panggilan hidup), sebagai fondasi membangun karier berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, Voresi tidak hanya membantu remaja temukan profesi impian, tetapi juga mengarahkan mereka pada specialization yang memiliki nilai ekonomi nyata. Hal ini memastikan passion yang dimiliki dapat dikonversi menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. Produk unggulan Voresi dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang mendampingi remaja secara menyeluruhmembangun masa depan mereka. Melalui Voresi Lab+, sebagai AI-powered personal lab, remaja dapat mengidentifikasi vocation, profession, hingga specialization sebagai peta jalan karier yang terarah dan terukur. Proses ini kemudian diperkuat melalui Connect+, yakni platform mentoring yang menghubungkan remaja dengan para profesional yang telah sukses di bidang profesi yang mereka impikan, sehingga memungkinkan terjadinya pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan dunia nyata. Tidak berhenti pada tahap eksplorasi dan validasi, Voresi juga menghadirkan Journeys+, sebuah program experiential learning yang memberikan pengalaman langsung melalui industry exposure, workshop praktis, hingga internship placement, sehingga remaja dapat memahami dan menjalani proses menuju profesi impian mereka secara konkret. Ketiga layanan ini membentuk pendekatan end-to-end yang memastikan setiap individu tidak hanya menemukan arah, tetapi juga memiliki jalur yang jelas untuk mewujudkan potensi mereka menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan. Traction Kuat di Indonesia Siap Replikasi ke Pasar ASEAN Sejak berdiri, Voresi telah membantu lebih dari 1.000 remaja di 8 provinsi di Indonesia, mencerminkan adopsi pasar yang kuat terhadap pendekatan dan ekosistem yang dikembangkan. Keberhasilan ini menjadi landasan ekspansi ke Filipina, yang dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan berbagai Senior High School (SHS) di wilayah Quezon, Manila, dan Caloocan. Melalui kemitraan ini, ribuan siswa kini mendapatkan akses ke platform Voresi dan seluruh ekosistem layanannya melalui www.voresi.com.

Kedubes India Dorong Pelatihan Dosen dan Akademik Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES Pendidikan
Pendidikan
Kamis, 07 Mei 2026 | 11:05 WIB

Kedubes India Dorong Pelatihan Dosen dan Akademik Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES

Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India di Jakarta melalui Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre (JNICC) perluas kerjasama pendidikan dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui kunjungan resmi, Senin (4/5) di Semarang, Jawa Tengah, dengan menawarkan program pelatihan dosen, beasiswa, dan pertukaran akademik lintas institusi guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di berbagai bidang strategis. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diplomasi pendidikan India di Indonesia, yang kini semakin diarahkan pada kerja sama yang bersifat praktis dan berdampak langsung. Melalui skema seperti Indian Council for Cultural Relations (ICCR) dan Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC), akademisi Indonesia mendapatkan akses untuk mengikuti pelatihan di berbagai institusi pendidikan di India dalam durasi mulai dari dua minggu hingga beberapa bulan. “Program ini membuka kesempatan luas bagi dosen untuk meningkatkan kompetensi di berbagai bidang strategis, mulai dari teknologi hingga kepemimpinan,” ujar Direktur JNICC, Kamal Khurana. Bagi UNNES, kerja sama ini dipandang sebagai peluang strategis untuk memperkuat posisi dalam jaringan akademik global. Wakil Rektor IV UNNES, Nur Qudus, menegaskan kampus akan segera menindaklanjuti peluang tersebut di tingkat fakultas. “Kami menyambut baik tawaran kerja sama ini dan akan menindaklanjuti peluang dengan mengidentifikasi bidang yang relevan serta mendorong partisipasi dosen di tingkat fakultas,” ucapnya. Program yang ditawarkan juga dilengkapi dengan dukungan komprehensif, mencakup tiket perjalanan internasional, akomodasi, biaya pelatihan, hingga tunjangan hidup selama program berlangsung. Skema ini dinilai mampu memperluas akses bagi dosen untuk meningkatkan kompetensi tanpa terbebani biaya tambahan. Adapun bidang yang ditawarkan mencakup teknologi informasi, kecerdasan buatan (AI), teknik dan rekayasa, manajemen dan kepemimpinan, pendidikan, bahasa Inggris, kesehatan, yoga, serta lingkungan dan energi terbarukan. Cakupan ini menunjukkan bahwa kerja sama tidak hanya berorientasi pada akademik konvensional, tetapi juga pada kesiapan menghadapi tantangan global. Selain kerja sama akademik, pendekatan diplomasi budaya juga menjadi bagian dari inisiatif ini. Kegiatan yoga yang melibatkan ratusan mahasiswa digelar sebagai bagian dari pengenalan budaya India sekaligus promosi gaya hidup sehat. “Kegiatan ini merupakan bagian dari curtain raiser menuju 100 hari peringatan International Day of Yoga (IDY) 2026,” ungkap TIC (Teacher of Indian Culture) JNICC, Sunil Karamchandani. Ia menambahkan, “1st World Yogasana Sport Championship 2026 akan digelar pada 4 hingga 8 Juni di Ahmedabad, Gujarat, hal ini akan menjadi kesempatan bagus bagi mahasiswa untuk bisa ikut berpartisipasi di tingkat internasional.”  Menuju Kolaborasi Jangka Panjang Sebagai bagian dari penguatan kerja sama jangka panjang, keberadaan India Corner di UNNES menjadi sarana pendukung yang menghubungkan aspek pendidikan dan budaya. Fasilitas ini diharapkan dapat memperluas akses informasi sekaligus menjadi ruang interaksi bagi mahasiswa dan akademisi.

Lewat AI Connect Offline Series, TI dan Google Dorong Transformasi Pendidikan Digital di Padang Pendidikan
Pendidikan
Minggu, 26 April 2026 | 10:10 WIB

Lewat AI Connect Offline Series, TI dan Google Dorong Transformasi Pendidikan Digital di Padang

Padang, katakabar.com - AI Connect Offline Series di Telkom AI Center Padang bahas peran Google for Education dan Google Reference School mendorong transformasi pendidikan digital di era AI. Perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong sektor pendidikan untuk terus beradaptasi. Hal ini menjadi fokus dalam AI Connect Offline Series: “Shaping the Future of Learning: Educational Innovation Strategies in the AI Era” yang berlangsung selama dua hari, pada 15 hingga 16 April 2026 lalu di Telkom AI Center Padang. Di hari pertama yang berfokus pada segmen pendidikan tinggi, peserta mendapatkan pemaparan terkait pemanfaatan teknologi meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui sesi bertema “Boosting Teaching and Learning Productivity with Google for Education.” Komang Oka Nugraha dari Universitas Udayana, menyampaikan pemanfaatan teknologi digital, termasuk platform dari Google for Education, menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. “Transformasi digital di lingkungan kampus bukan hanya soal adopsi teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya. Sementara, Pandu Satria Nugroho dari Google for Education, menekankan ekosistem pembelajaran digital yang terintegrasi dapat menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas institusi pendidikan. Ia menyoroti peran program Google Reference School sebagai benchmark dalam transformasi digital sekolah. “Melalui Google for Education dan inisiatif seperti Google Reference School, kami berharap semakin banyak sekolah yang mampu meningkatkan kualitasnya dan berkembang hingga eksis di tingkat internasional,” jelasnya. Memasuki hari kedua yang menyasar segmen K-12, kegiatan mengangkat tema “Beyond the Limits: Achieving Global Excellence with Google for Education.” yang menyoroti bagaimana sekolah dapat berkembang menjadi institusi berstandar global melalui adopsi teknologi digital. Yansen Makitika dari Sekolah Kristen Kalam Kudus membagikan pengalaman transformasi yang dilakukan di institusinya, termasuk dalam mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis digital. Ia mengungkapkan semangat untuk meningkatkan kualitas sekolah menjadi motivasi utama dalam mendorong perubahan. “Saya tidak berasal dari latar belakang pendidikan, namun melalui pembelajaran dari platform seperti Google for Education, saya dapat memahami sistem pendidikan dan bagaimana meningkatkannya ke level yang lebih tinggi,” ucapnya. Ia menekankan pentingnya kesadaran digital di kalangan institusi pendidikan. “Harapannya, sekolah-sekolah di Padang bisa semakin aware terhadap kemajuan digital dan mulai bertransformasi menuju sistem pendidikan berbasis teknologi,” imbuhnya. Dari sisi dukungan ekosistem, pihak Metranet menyampaikan komitmennya membantu proses adaptasi dan implementasi teknologi, termasuk dalam penyediaan infrastruktur pendukung seperti konektivitas internet yang menjadi bagian penting dalam digitalisasi pendidikan. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai respons positif selama kegiatan berlangsung. Baik pada hari pertama maupun kedua, peserta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap pemanfaatan Google for Education serta konsep sekolah berbasis digital, termasuk potensi untuk berkembang menuju standar Google Reference School. Mizan Lazuardi selaku Program Lead Telkom AI Connect, menuturkan kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan. “Kami melihat bahwa teknologi, termasuk ekosistem pembelajaran digital, dapat menjadi alat kolaborasi. Harapannya, semakin banyak ruang diskusi dan implementasi nyata yang dapat mendorong kemajuan pendidikan sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan di era digital,” sebutnya. Melalui terselenggaranya kegiatan ini, Telkom AI Center Padang diharapkan dapat terus menjadi ruang yang mendukung kolaborasi dan pertukaran wawasan antara teknologi dan dunia pendidikan, khususnya dalam mendorong adopsi Google for Education dan penguatan kualitas sekolah menuju standar global.

Pemkab Langkat Dorong Penguatan PGRI dan Pembinaan Generasi Lewat Porsenijar 2026 Pendidikan
Pendidikan
Kamis, 23 April 2026 | 01:06 WIB

Pemkab Langkat Dorong Penguatan PGRI dan Pembinaan Generasi Lewat Porsenijar 2026

Langkat, Katakabar.com - Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. H. Rudi Kinandung, M.AP menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pelantikan Pengurus Cabang (PC) dan PC Khusus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Kabupaten Langkat yang dirangkai dengan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) PGRI Kabupaten Langkat. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Olahraga Stabat, Kamis (23/4/2026).

Holding PTPN Dorong Pendidikan dan Ekonomi Rohul Lewat Program TJSL PTPN IV Regional III Riau
Riau
Kamis, 26 Maret 2026 | 17:20 WIB

Holding PTPN Dorong Pendidikan dan Ekonomi Rohul Lewat Program TJSL PTPN IV Regional III

Rokan Hulu, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional III salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PalmCo, secara konsisten perkuat kontribusi terhadap pembangunan masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan telah menyalurkan bantuan dengan total mencapai Rp2,4 miliar. Program tersebut difokuskan pada penguatan sektor ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembangunan infrastruktur sosial di wilayah sekitar operasional perusahaan. "Program TJSL kami dirancang untuk menyentuh kebutuhan mendasar dan mendukung potensi yang ada di masyarakat Rokan Hulu, khususnya di sekitar wilayah operasional kami. Fokusnya adalah pada pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan pembangunan infrastruktur sosial," ujar Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional III, Andiansyah Hamdani dalam keterangannya, di penghujung Januari 2026 lalu. Data realisasi penyaluran dana TJSL menunjukkan, total bantuan tersebut merupakan akumulasi dari ratusan program yang dijalankan secara berkelanjutan selama satu dekade terakhir. Pada 2025 saja, tercatat 66 jenis program bantuan telah direalisasikan di berbagai kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu. Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama, di antaranya melalui pembangunan dan renovasi sekolah, pengadaan perangkat komputer yang dilengkapi akses internet gratis selama satu tahun untuk sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama, serta dukungan bagi peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. "Kami melihat pendidikan sebagai fondasi utama. Bantuan pengadaan komputer dan Mifi gratis selama setahun untuk lima sekolah, seperti SMPN 1 Kunto Darussalam dan SDN 003 Pagaran Tapah, adalah upaya kami memutus mata rantai ketertinggalan dalam mengakses teknologi digital bagi pelajar di daerah," paparnya. Selain sektor pendidikan, ulasnya, penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi pilar penting dalam program TJSL perusahaan. Berbagai program pemberdayaan dilakukan melalui bantuan budidaya ternak, bantuan usaha berupa bibit dan pakan ikan, pengadaan armada angkutan sampah untuk desa, hingga penyaluran paket sembako dalam skala besar guna mendukung ketahanan ekonomi keluarga. PTPN IV Regional III juga memberikan perhatian pada pembangunan infrastruktur sosial, antara lain melalui pembangunan dan revitalisasi fasilitas umum seperti sekolah, masjid, mushalla, ruang guru, lapangan olahraga, hingga perbaikan akses jalan. "Infrastruktur yang memadai adalah tulang punggung bagi aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Kami berupaya berkontribusi sesuai dengan kebutuhan yang diusung oleh masyarakat dan pemerintah setempat," ceritanya. Secara keseluruhan, sejak dimulai pada tahun 2015, program CSR/TJSL PTPN IV Regional III di Kabupaten Rokan Hulu telah melalui berbagai fase pengembangan. Pada tahap awal, bantuan lebih banyak difokuskan pada dukungan langsung kepada lembaga pendidikan dan keagamaan. Seiring waktu, program tersebut berkembang menjadi lebih beragam dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Data menunjukkan pada 2018 menjadi salah satu puncak penyaluran bantuan dengan total Rp255 juta untuk 24 program, yang didominasi bantuan bagi rumah ibadah, PAUD, TK, serta posyandu. Hal ini menunjukkan perhatian perusahaan terhadap pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini dan penguatan layanan kesehatan dasar. Di periode berikutnya, seperti tahun 2022 dan 2023, program bantuan semakin berkembang dengan menjangkau aspek yang lebih luas, mulai dari bantuan bagi korban bencana, dukungan usaha masyarakat, penyaluran hewan kurban dalam jumlah besar, hingga penyelenggaraan pasar murah paket sembako dalam rangka peringatan HUT BUMN. Penyaluran bantuan pada tahun 2024 dan 2025 juga semakin masif dan terstruktur dengan total nilai mencapai miliaran rupiah. Selain jumlah program yang meningkat, bantuan juga diarahkan untuk menjawab berbagai isu strategis, seperti konservasi lingkungan melalui gerakan penanaman pohon, bantuan bagi korban banjir, serta revitalisasi infrastruktur publik yang memiliki fungsi vital bagi masyarakat. Andiansyah Hamdani menjelaskan seluruh program TJSL disalurkan melalui koordinasi yang erat dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai lembaga terkait. "Kami tidak bekerja sendiri. Semua program dirumuskan bersama para pemangku kepentingan untuk memastikan tepat sasaran, tepat guna, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku," terangnya. Ia menambahkan keberlanjutan program menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan TJSL perusahaan. Program-program seperti budidaya ikan dan kambing, penanaman pohon, serta bantuan peralatan usaha diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Dengan total akumulasi dana yang disalurkan sejak 2015 hingga 2025 mencapai miliaran rupiah, PTPN IV Regional III berharap kontribusi tersebut dapat menjadi katalisator bagi kemajuan Kabupaten Rokan Hulu serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan. "Masyarakat yang sejahtera dan lingkungan yang terjaga adalah mitra terbaik bagi perusahaan kami. Investasi sosial ini adalah bentuk tanggung jawab kami dan keyakinan akan masa depan Rokan Hulu yang lebih baik," sebut Andiansyah Hamdani.