Pengembangan
Sorotan terbaru dari Tag # Pengembangan
BPDP Dorong Hilirisasi Kakao dan Pengembangan UMKM Berbasis Perkebunan
Jakarta, katakabar.com - Usung konsep edukatif dan interaktif menghadirkan pelaku usaha cokelat lokal Cokelatin Signature lewat sesi story sharing, chocolate tasting, hingga praktik langsung pembuatan minuman cokelat berbasis kakao Indonesia. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai BLU Kementerian Keuangan terus perkuat promosi komoditas perkebunan sekaligus mendorong pengembangan UMKM berbasis kakao melalui Workshop “Roemah Kreasi Nyokelat di Roemah” yang digelar di Roemah UMKM BPDP @ SMESCO Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5) lalu. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan BPDP tidak hanya fokus pada pengelolaan dana perkebunan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan UMKM. “Putra-putri Bapak Ibu yang sudah lulus SMA punya kesempatan kuliah melalui program beasiswa sawit. Semua biaya ditanggung, termasuk uang saku bulanan,” terang Helmi. Menurutnya, penerima beasiswa bukan hanya dari keluarga pemilik kebun sawit, tetapi juga dapat berasal dari keluarga pekerja di sektor sawit seperti sopir perusahaan maupun profesi lain yang berkaitan dengan industri sawit. Selain program beasiswa, BPDP juga terus mendorong pertumbuhan UMKM berbasis komoditas perkebunan guna meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang usaha baru. “Kami ingin ini bukan sekadar omon-omon. Kami ingin menjadi sesuatu yang nyata. Silakan manfaatkan kesempatan ini untuk membangun jejaring dan melihat apa yang bisa disupport oleh BPDP untuk pengembangan UMKM,” ujarnya. Ia berharap kegiatan workshop tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda untuk membangun usaha berbasis komoditas perkebunan. Co-Founder Cokelatin Signature, Nugroho Surosoputra, menuturkan bisnis yang dijalankannya berangkat dari ketertarikan terhadap potensi besar kakao Indonesia. Indonesia pernah menjadi produsen kakao terbesar ketiga di dunia dan hingga kini masih menjadi produsen terbesar di Asia. Namun demikian, citra cokelat premium selama ini justru lebih melekat pada negara-negara Eropa yang tidak memiliki produksi kakao sebesar Indonesia. “Kalau ke luar negeri oleh-olehnya selalu cokelat. Padahal Swiss tidak punya banyak tanaman kakao,” ucapnya. Pada sesi edukasi, Nugroho, menceritakan sejarah kakao yang berasal dari tanaman Theobroma cacao yang berarti “food of god” atau makanan para dewa. Ia juga memaparkan perbedaan istilah kakao, kokoa, dan cokelat, serta memperkenalkan tiga varietas utama kakao yakni criollo, forastero, dan trinitario. Selain sesi edukasi, peserta workshop juga diajak mempraktikkan langsung pembuatan minuman berbasis kakao Indonesia bersama Founder Cokelatin Signature, Irena Surosoputra, dan Shana yang memiliki keahlian di bidang mixology. Dua menu minuman yang diperkenalkan dalam workshop tersebut, yakni Earl Grey Criollo Chocolate, Pistachio Criollo Chocolate, dan Granola. Pada menu pertama, peserta diperkenalkan pada kombinasi teh Earl Grey dengan cokelat criollo yang memiliki karakter rasa kuat. “Perpaduannya menenangkan, karena ada rasa cokelat dan teh sekaligus. Bisa jadi menu menarik untuk usaha minuman,” kata Shana. Di sesi berikutnya, peserta diajak membuat Pistachio Criollo Chocolate yang terinspirasi dari tren Dubai chocolate dan pistachio yang tengah populer. Peserta mempraktikkan teknik menghias bibir gelas menggunakan pistachio paste dan cacao nibs, membuat tampilan minuman berlapis dengan teknik gradasi warna, hingga penggunaan edible flower sebagai garnish minuman. Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Peserta tampak aktif bertanya, saling menunjukkan hasil kreasi minuman, hingga mendokumentasikan hasil karya mereka untuk diunggah ke media sosial. Pasalnya, dalam sesi praktik, peserta juga diperkenalkan pada teknik penyajian dan plating minuman yang menjadi salah satu nilai tambah dalam industri makanan dan minuman. Selain praktik pengolahan kakao, workshop tersebut juga memperkenalkan penggunaan non-dairy creamer berbahan sawit sebagai bagian dari inovasi produk minuman berbasis perkebunan. Peserta mempraktikkan penggunaan creamer sawit dalam proses pembuatan minuman cokelat untuk menghasilkan tekstur minuman yang creamy dan seimbang. Penggunaan creamer berbahan sawit juga menjadi bentuk pengenalan produk turunan komoditas perkebunan Indonesia yang memiliki nilai tambah tinggi dan potensi besar dalam industri hilir pangan dan minuman. Melalui kegiatan “Roemah Kreasi Nyokelat di Roemah”, BPDP berharap masyarakat semakin memahami potensi komoditas kakao Indonesia, mengenal produk UMKM berbasis perkebunan, serta terus termotivasi untuk mengembangkan inovasi dan kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan nasional
Lolos Seleksi! BPDP Tetapkan Lembaga Penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM 2026
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tetapkan lembaga pendidikan memenuhi kriteria sebagai Penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026, BLU Kemenkeu ini sebelum tetapkan lembaga pendidikan tersebut labih dulu melakukan rangkaian seleksi, dan penilaian atas proposal yang masuk berdasarkan Pengumuman Direktur Utama BPDP Nomor PENG-1/BPDP/2025. Pengumuman ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Jumlah Peserta per Program Studi, akan dituangkan dalam Surat keputusan Direktur Utama BPDP yang akan disampaikan pada kesempatan pertama atau pembahasan selanjutnya. Berikut lembaga pendidikan telah memenuhi kriteria sebagai Penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026, yang ditandatangi Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan, Eddy Abdurrachman secara elektronik pada 11 Mei 2026, yakni:
KLTC® dan SIKPA Kolaborasi Hadirkan Pengembangan SDM Berbasis Keluarga
Jakarta, katakabar.com - KLTC® dan SIKPA kerja sama hadirkan program edukasi keluarga berbasis leadership, coaching, dan parenting sebagai upaya membangun kualitas SDM yang dimulai dari lingkungan keluarga dan relasi di dalam rumah. Di tengah semakin kompleksnya tantangan keluarga modern, banyak orang tua merasa dituntut untuk mampu memahami anak, membangun komunikasi yang sehat, sekaligus tetap menjaga kestabilan emosional di dalam rumah. Tetapi di saat yang sama, tidak sedikit keluarga yang menjalani proses pengasuhan hanya berdasarkan pengalaman masa lalu, potongan informasi dari media sosial, atau pola yang diwariskan dari generasi sebelumnya tanpa benar-benar memahami dampaknya terhadap perkembangan anak dan kualitas relasi keluarga. Berangkat dari realitas tersebut, Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC® Group) bersama Sekolah Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak (SIKPA) resmi jalin kerja sama lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk menghadirkan pendekatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis keluarga. Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui berbagai program edukasi keluarga yang mengintegrasikan leadership, coaching, parenting, dan character building dalam satu pendekatan yang lebih menyeluruh. Program-program yang akan dikembangkan mencakup pelatihan parenting, family leadership, hingga coaching session untuk orang tua dan pasangan. Tidak hanya berfokus pada pola asuh anak, program ini dirancang untuk membantu individu memahami dirinya sendiri, cara berkomunikasi, serta bagaimana membangun relasi yang sehat di dalam keluarga. Selama ini, KLTC® dikenal melalui berbagai program pengembangan leadership, coaching, dan pelatihan SDM untuk individu maupun organisasi. Melalui kolaborasi ini, KLTC® membawa pendekatan yang berbeda, yaitu menghadirkan leadership ke dalam ruang keluarga. KLTC® melihat bahwa kemampuan memimpin tidak hanya muncul di ruang kerja atau organisasi, tetapi mulai terbentuk dari cara seseorang belajar mendengarkan, memahami emosi, menyelesaikan konflik, dan membangun rasa aman di rumah. Sementara, SIKPA aktif menghadirkan edukasi seputar keluarga dan perkembangan anak kepada masyarakat umum melalui berbagai program pembelajaran yang relevan dengan tantangan keluarga masa kini. Dengan audiens yang luas, SIKPA menjadi ruang belajar bagi orang tua, pasangan, maupun individu yang ingin memahami proses tumbuh kembang manusia secara lebih mendalam. Kolaborasi ini mempertemukan dua pendekatan yang saling melengkapi. SIKPA menghadirkan perspektif ilmu keluarga dan perkembangan anak, sementara KLTC® membawa pendekatan leadership dan coaching yang selama ini diterapkan dalam pengembangan SDM dan organisasi. Melalui sinergi tersebut, kedua institusi ingin menghadirkan proses belajar yang tidak hanya membahas bagaimana mendidik anak, tetapi juga bagaimana orang tua bertumbuh bersama proses pengasuhan yang mereka jalani. Saskia Ratry Arsiwie, Founder SIKPA, menyampaikan kolaborasi ini lahir dari kebutuhan masyarakat yang semakin besar terhadap edukasi keluarga yang lebih reflektif, aplikatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Selama ini banyak orang tua belajar parenting dari media sosial atau potongan-potongan informasi yang belum tentu utuh. Padahal, anak tidak tumbuh hanya dari apa yang diajarkan, tetapi juga dari contoh nyata yang mereka lihat setiap hari di rumah. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang membantu keluarga bukan hanya memahami pola asuh, tetapi juga memahami komunikasi, emosi, dan dinamika hubungan di dalam rumah,” jelas Saskia. Kolaborasi antara KLTC® dan SIKPA juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendekatan pengembangan manusia yang lebih terintegrasi. Jika selama ini leadership sering dipahami hanya dalam konteks organisasi atau pekerjaan, kedua institusi melihat bahwa fondasi leadership sebenarnya mulai terbentuk dari kehidupan sehari-hari di rumah. Cara seseorang belajar mendengarkan, menyelesaikan konflik, membangun empati, hingga menghadapi tekanan sering kali pertama kali dipelajari melalui hubungan dengan keluarga. Lantaran itu, keluarga dipandang bukan hanya sebagai tempat tumbuh, tetapi juga ruang pertama yang membentuk karakter, pola pikir, dan kualitas relasi seseorang di masa depan.
Dorong Pengembangan UMKM Sawit, BPDP Tingkatkan Perekonomian Daerah 3T
Kendari, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai BLU Kementerian Keuangan kerja sama dengan Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI) taja Workshop dan Pasar Benih usung tema “Meningkatkan Perekonomian Daerah 3T dengan Kelapa Sawit” di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (3/5) lalu. Acara ini antusias dan luar biasa dari petani, pemerintah, dan perusahaan perkebunan daerah sekitar. Apalagi Sulawesi Tenggara memiliki beberapa wilayah daerah terpencil dan terbatas akses terutama daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan) di antaranya adalah Kabupaten Wakatobi, Konawe Selatan, Muna, dan Konawe Kepulauan. Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sultra, Mujahidin, menerangkan kelapa sawit di Sultra yang terdiri dari perkebunan rakyat dan swasta memberikan pertumbuhan ekonomi dari sub sektor perkebunan. Mengenai rendahnya produktivitas sawit di Sultra, ujar Mujahidin, Gubernur meminta para Kepala Dinas Provinsi maupun Kabupaten dan Kota untuk memanfaatkan bantuan yang disediakan oleh pemerintah pusat. “Provinsi Sultra bisa mendapatkan program peremajaan sawit rakyat serta sarpras dan pengembangan sumber daya manusia baik perkebunan petani dan mahasiswa. Dari program tersebut peningkatan produktivitas dan nilai tambah mutu dapat terwujud sehingga dapat mensejahterakan petani. Banyak biaya yang disiapkan pusat untuk petani, sehingga Kadin Provinsi maupun Kabupaten/Kota harus melihat peluang terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan petani agar dana tersebut dapat diserap,” paparnya. Menurutnya, acara ini dinilai dapat sebagai suatu wadah untuk mensinkronkan berbagai pihak dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat 3T di Sultra dengan kelapa sawit. “Pemerintah provinsi Sultra mengucapkan terima kasih dan menyambut baik acara ini dalam upaya mengatasi kendala-kendala yang diperlukan kerjasama semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, asosiasi, koperasi, kelompok tani, perusahaan perkebunan, sampai PKS sehingga tujuan dapat terwujud dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani sawit rakyat di Sultra,” kata Mujahidin. Pembina POPSI, Bambang, menimpali program BPDP sebagai upaya negara bagaimana kepedulian pelaku usaha, dan masyarakat untuk turut, serta membangun perkebunan dengan prioritas untuk replanting, sarpras, riset serta promosi. Ketua POPSI, Mansuetus Darto, menilai Sultra memiliki potensi yang sangat besar dalam pemanfaatan kelapa sawit. Tetapi, untuk mengoptimalkan lahan perlu budidaya yang baik mulai dari penggunaan benih unggul bersertifikat. “Workshop ini diharapkan tidak hanya informatif tetapi juga transformatif. Perubahan paradigma di petani kecil kelapa sawit harus berubah dari sekedar bertani untuk bertahan hidup tetapi untuk keberlanjutan jangka panjang,” tuturDarto. Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan BPDP sangat terbuka untuk mendukung aktivitas petani dalam upaya peningkatan produktivitas. “Di Sultra sawit bisa menjadi bagian dari aktivitas peningkatan ekonomi di daerah. Kita dari BPDP akan selalu support untuk kolaborasi agar dari sisi hulu rekomtek bisa cepat tercapai, Selain dari sisi hulu BPDP terus mendukung pengembangan sisi hilir melalui UMKM berbasis sawit, oleh karena itu para pekebun sawit khususnya di Sultra kami ajak memanfaatkan peluang pengembangan wirausaha berbasis UMKM Sawit,” beber Helmi. Dari aspek hulu, Pekebun Sultra dapat memanfaatkan progran PSR BPDP untuk operasional peremajaan perkebunan sawit, meliputi pembersihan lahan, pembelian bibit unggul, penanaman, pemupukan, peningkatan kualitas pengelolaan kebun, sampai pada pengajuan sertifikasi keberlanjutan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Sultra memiliki perekebunan sawit dengan produktivitas yang masih rendah, disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah ketidakmampuan peremajaan, kurangnya pengetahuan petani tentang praktis budidaya terbaik, dan yang paling penting adalah minimnya akses ke penyedia benih unggul bersertifikat. Kelapa sawit memiliki posisi strategis untuk potensi ekonomi 3T jika dapat menerapkan tiga pilar utama, yakni adopsi benih unggul bersertifikat, implementasi Good Agricultural Practices (GAP), dan penguatan kelembagaan, dan kemitraan petani.
Inovasi Riset Perkebunan: BPDP Fasilitasi Pengembangan Traktor Otonom Pemupukan Sawit
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus menunjukkan komitmen dorong inovasi berbasis riset di sektor perkebunan. Di antaranya melalui dukungan pendanaan program Grant Riset Sawit 2024, yang melahirkan teknologi autonomous intermittent fertilizer spreader, hasil kolaborasi tim peneliti INSTIPER bersama PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA). Teknologi ini merupakan traktor otonom yang dirancang khusus untuk kegiatan pemupukan di perkebunan kelapa sawit. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus presisi dalam aplikasi pupuk, yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama di sektor budidaya. Pada peluncuran dan pemaparan hasil riset tersebut, turut hadir Rahmat Widiana, menegaskan pentingnya peran riset aplikatif dalam mendukung transformasi sektor perkebunan. “BPDP melalui program grant riset mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan langsung di lapangan dan memberikan dampak nyata bagi industri,” ujarnya. Tingkatkan Efisiensi hingga 60 Persen Hasil uji coba menunjukkan, penggunaan traktor otonom ini mampu meningkatkan efisiensi kegiatan pemupukan hingga 60 persen dibandingkan metode konvensional. Selain itu, teknologi ini memungkinkan distribusi pupuk yang lebih tepat sasaran melalui sistem yang telah terintegrasi dengan pengaturan dosis dan pola sebar. Pendekatan berbasis otomatisasi ini dinilai mampu menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja sekaligus meningkatkan produktivitas kebun secara keseluruhan. Pengembangan teknologi ini hasil kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku industri, yang menjadi salah satu fokus utama dalam skema Grant Riset BPDP. Sinergi ini memungkinkan proses riset berjalan lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan serta mempercepat proses hilirisasi inovasi. Selain meningkatkan efisiensi, teknologi ini juga mendukung praktik perkebunan berkelanjutan melalui penggunaan input yang lebih terukur dan minim pemborosan. Komitmen BPDP Pada Inovasi Melalui program Grant Riset Sawit, BPDP secara konsisten mendorong pengembangan teknologi yang mampu meningkatkan daya saing sektor perkebunan nasional. Inovasi seperti traktor otonom ini menjadi contoh konkret bagaimana dukungan pendanaan riset dapat menghasilkan solusi yang berdampak langsung bagi industri. Ke depan, BPDP berharap semakin banyak riset-riset unggulan yang tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, tetapi juga dapat diimplementasikan secara luas dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Dengan dukungan yang berkelanjutan, sektor perkebunan diharapkan mampu bertransformasi menjadi lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Satukan Leadership dan Personal Branding Pengembangan SDM, KLTC MoA Dengan Pamoraya Agency
Jakarta, katakabar.com - Kerja sama KLTC dan Pamoraya Agency menunjukkan pentingnya mengintegrasikan kemampuan dan citra membangun pengakuan profesional masa kini. Pendekatan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif dan terbuka. Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC) Group kembali menjalin kerja sama strategis dalam kerangka MoA (Memorandum of Agreement) dengan Pamoraya Agency sebagai langkah untuk mengintegrasikan pengembangan kepemimpinan (leadership) dengan peningkatan personal branding dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Kolaborasi ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan profesional masa kini yang tidak hanya dituntut kompeten, tetapi mampu membangun kredibilitas dan pengaruh di ruang publik. Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin kompetitif dan terbuka, banyak individu telah memiliki kemampuan dan pengalaman yang mumpuni, namun belum mampu membangun positioning yang kuat. Di era digital, kompetensi tanpa visibilitas sering kali membuat potensi tidak berkembang secara optimal. Hal ini menunjukkan pengembangan SDM tidak lagi cukup berfokus pada peningkatan kemampuan, tetapi juga perlu diiringi dengan kemampuan membangun citra dan kepercayaan. KLTC® selama ini dikenal sebagai lembaga yang berfokus pada pengembangan kapasitas kepemimpinan, pelatihan SDM, serta pembentukan trainer profesional melalui pendekatan yang berbasis best practice dan pengalaman industri. Berbagai program yang dijalankan dirancang untuk membantu individu dan organisasi meningkatkan kapasitas, membangun pola pikir, serta mengembangkan kemampuan leadership yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Sementara, Pamoraya Agency merupakan Brand Science Expert dan Strategic Branding Partner terkemuka yang dikenal dengan pendekatan yang terstruktur dalam membangun reputasi, kredibilitas, dan positioning individu maupun institusi. Pamoraya menghadirkan layanan terpadu mulai dari branding, profile management, public relations, hingga marketing solutions yang dirancang untuk membantu klien tidak hanya berkembang secara kompetensi, tetapi juga memiliki pengaruh dan kepercayaan di ruang publik. Dalam banyak kasus, individu dengan kompetensi tinggi belum dikenal secara luas karena tidak memiliki strategi personal branding yang tepat. Di sinilah peran Pamoraya menjadi relevan, yakni membantu membentuk persepsi publik yang selaras dengan nilai dan keahlian yang dimiliki individu maupun organisasi. Kolaborasi ini mempertemukan dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu pengembangan kapasitas internal melalui leadership yang dibangun oleh KLTC®, serta penguatan persepsi eksternal melalui personal branding yang dikembangkan oleh Pamoraya Agency. Dengan menggabungkan keduanya, pengembangan SDM tidak hanya berfokus pada kemampuan, tetapi juga pada bagaimana kemampuan tersebut dapat dikenal, dipercaya, dan memberikan dampak yang lebih luas. Melalui kerja sama ini, KLTC® dan Pamoraya Agency akan mengembangkan berbagai program terpadu yang mengintegrasikan pelatihan kepemimpinan dengan strategi personal branding. Inisiatif ini mencakup pelatihan, workshop, mentoring, hingga pengembangan kurikulum yang dirancang untuk membantu individu membangun kompetensi sekaligus kredibilitas secara bersamaan. Puguh Dwi Kuncoro, Direktur Utama KLTC® menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperluas pendekatan pengembangan SDM yang telah dilakukan. “Selama ini, banyak individu sudah memiliki kompetensi yang baik, tetapi belum mampu membangun positioning yang kuat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa pengembangan SDM tidak hanya berhenti pada kompetensi, tetapi juga pada bagaimana kemampuan tersebut dikenal dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya. Pamoraya Agency juga melihat kerja sama ini sebagai peluang untuk menghadirkan pendekatan personal branding yang lebih terstruktur dan berbasis pada fondasi kepemimpinan yang kuat. Dengan demikian, proses pengembangan tidak hanya berfokus pada citra, tetapi juga pada substansi yang mendasarinya. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai kalangan, mulai dari profesional, trainer, akademisi, hingga individu yang ingin mengembangkan kariernya lebih jauh lagi. Dengan mengintegrasikan leadership dan personal branding, peserta tidak hanya memiliki kompetensi yang mumpuni, tetapi juga kemampuan untuk membangun reputasi yang kredibel dan berkelanjutan. Ke depan, KLTC® dan Pamoraya Agency berkomitmen untuk terus mengembangkan kolaborasi ini melalui berbagai program yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan menggabungkan kekuatan leadership dan personal branding, kedua institusi optimis dapat membantu menciptakan individu yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.
Pengalaman IIM BHM Binus @Bekasi Pengembangan Kompetensi Global
Jakarta, katakabar.com - Valencia Angela, mahasiswa Program Business Hotel Management di Binus @Bekasi, telah menunjukkan minat yang kuat bidang pastry dan bakery sejak awal perkuliahan. Minat ini ia wujudkan tidak hanya dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam berbagai kompetisi kuliner, yang membantunya mengasah keterampilan teknis dan memperkuat kesiapan mental dalam menghadapi dunia profesional. Keinginan untuk memahami standar kerja di industri hospitality internasional mendorong Valencia untuk mencari pengalaman internship di luar negeri. Ia ingin melihat secara langsung bagaimana sebuah luxury hotel dijalankan dengan sistem yang terstruktur dan standar kualitas yang tinggi. Dengan persiapan matang, mulai dari peningkatan kemampuan teknis hingga menjaga performa akademik, Valencia akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menjalani internship di sebuah hotel mewah di Hong Kong. Selama menjalani internship, tantangan terbesar yang dihadapi adalah adaptasi terhadap perbedaan bahasa, budaya kerja, serta ekspektasi profesional yang tinggi. Lingkungan kerja di luxury hotel menuntut ketelitian pada setiap detail, mulai dari rasa, tekstur, hingga tampilan produk. Ritme kerja yang cepat dan standar kualitas yang ketat mengajarkan Valencia tentang disiplin, konsistensi, dan pentingnya bekerja dalam tim besar yang terstruktur. Tetapi, pengalaman yang paling berkesan baginya tidak hanya terbatas pada pekerjaan. Di sela-sela aktivitas kerja, Valencia memanfaatkan waktu untuk mengeksplorasi kota, mempelajari budaya lokal, dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Pengalaman ini memperluas perspektifnya tentang keberagaman budaya dan cara pandang di berbagai negara. Valencia menyampaikan refleksinya, There is no easy job, and every profession requires sacrifice. Tetapi saat kita mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara profesional sekaligus memperoleh international exposure dan pengalaman hidup yang berharga, itu adalah peluang yang patut dimanfaatkan. Ini bukan hanya tentang internship, tetapi tentang proses bertumbuh dan membuktikan kemampuan diri. Pengalaman ini bukan hanya membentuk kompetensinya sebagai calon profesional di bidang pastry, tetapi juga mengembangkan karakter yang lebih mandiri, tangguh, dan terbuka terhadap perbedaan. Perjalanan Valencia tidak terlepas dari dukungan Binus @Bekasi melalui berbagai program pengembangan, termasuk kompetisi, workshop, dan program internship internasional dalam skema Enrichment program. Lingkungan pembelajaran yang aplikatif dan suportif di Binus @Bekasi mempersiapkannya untuk menghadapi standar industri global dengan percaya diri. Kisah Valencia menjadi cerminan dari pentingnya pengalaman internasional dalam mengembangkan kompetensi profesional dan memperluas wawasan global.
Catat! Ini Penyelenggara Program Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan 2026
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah umumkan penyelenggaran pelatihan pengembangan SDM Perkebunan tahun 2026. Pengumuman ini sesui Nomor PENG-2/BPDP/2026 tentang pengumuman lolos seleksi lembaga penyelenggara program pelatihan pengembangan SDM perkebunan 2026. Sebelum masuk ke tahap pengumuman itu, lebih dulu Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah melakukan rangkaian seleksi dan penilaian atas proposal yang masuk berdasarkan Pengumuman Direktur Utama BPDP Nomor PENG-1/BPDP/2025. Berdasarkan itu BPDP menyatakan Lembaga Penyelenggara Pelatihan yang memenuhi kriteria sebagai Lembaga Penyelenggara Program Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026. Berikut nama lembaga jenis pelatihan yang direkomendasikan, yakni Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), pelatihan teknis meliputi Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, dan Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Terus, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) pelatihan manajerial, yaitu Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun, dan Pelatihan Penguatan Kelembagaan. Sedang pelatihan kewirausahaan, yakni Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan. Lalu, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku bidang pelatihan teknis, yakni Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang juga kategori pelatihan teknis, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik, Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi sama pelatihan teknis, meliputi Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. Selaib itu, LPP Agro Nusantara bidang pelatihan teknis, yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Informasi Pasar dan Promosi, Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, dan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. Selanjutnya, PT Best Planter Indonesia, yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. Berikutnya, PT Citra Widya Education, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, dan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik, serta PT Daya Guna Lestari, meliputi Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dan Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Tidak hanya itu, PT Forestcitra Sejahtera, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), serta PT Global Scholarship Service (IPB Training), yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. PT Iskol Agridaya Internasional adalah Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Sedang, pelatihan kewirausahaan, Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan. Sedang, PT Koompasia Enviro Institute. Pelatihan teknis, yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Berikutnya, PT Riset Perkebunan Nusantara bidang pelatihan teknis, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. PT Sumberdaya Indonesia Berjaya, yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Sementara, PT Titian Karsa Mandiri, bidang pelatihan teknis, meliputi Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, dan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. Terus, PT Trifos International Sertifikasi pelatihan teknis, yakni Pelatihan Panen dan Pascapanen, dan Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Selanjutnya, Pusat Perkebunan Berkelanjutan Setara Indonesia pelatihan teknis, yakni Pelatihan Budi Daya. Smatek Tunas Mandiri pelatihan teknis, yakni Pelatihan Budi Daya. Ditegaskan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman, Senin (6/4) kemarin, pengumuman ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Jumlah peserta per jenis pelatihan akan dituangkan dalam Surat Keputusan Direktur Utama BPDP yang akan disampaikan pada kesempatan pertama atau pembahasan selanjutnya. "Kami sampaikandengan semangat Komoditas Perkebunan yang BAIK (Bersih, Akuntabel, Integritas dan Kesempurnaan), Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkomitmen menjaga integritas, serta mewujudkan kepuasan layanan para stakeholder untuk mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi," jelasnya.
Sektor Hulu Punya Potensi Pengembangan Komoditas Perkebunan Kelapa di Kota Jember
Jember, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan ( PDSHP) Kelapa Bersama Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember sosialisasi program pengembangan komoditas kelapa di sektor hulu, yakni peremajaan kebun kelapa rakyat serta mekanisme penyaluran dana program sarana dan prasarana Kabupaten Jember, di pekan pertama Maret 2026 lalu. Acara sosialisasi yang dihadiri pemerintah daerah, Poktan, Gapoktan dan Koperasi dengan total peserta 110 orang, di Aula Dinas TPHP Kabupaten Jember. Selain itu, di acara tersebut dihadiri Mohammad Djamil, Kepala Dinas TPHP Kabupaten Jember, Triana Meinarsih, Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan (PDSHP) Kelapa, Tim Dinas TPHP Kabupaten Jember dan Tim PDSHP Kelapa BPDP. Kepala Dinas TPHP Kabupaten Jember, Moh. Djamil, menegaskan dukungan pendanaan dari BPDP mengenai pengembangan komoditas kelapa menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap sektor perkebunan di daerah. "Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember berharap sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal menuju pelaksanaan program di lapangan sehingga para petani dapat memanfaatkan berbagai peluang bantuan yang tersedia," ujar Djamil. Sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada para pekebun mengenai skema program peremajaan kelapa rakyat, termasuk dukungan sarana dan prasarana yang dibiayai BPDP. Program tersebut bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan produktivitas kebun kelapa sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan perkebunan rakyat. Di sisi lain, program ini juga diharapkan dapat memperkuat perekonomian masyarakat yang bergantung pada komoditas kelapa. Di acara tersebut, Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa BPDP , Triana Meinarsih, hadir sebagai narasumber menyampaikan paparan mengenai potensi pengembangan perkebunan kelapa di Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember, termasuk berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh para pekebun di lapangan. Triana memaparkan juga profil BPDP serta program layanan utama yang dijalankan dalam mendukung pengembangan komoditas perkebunan. Menurut Triana, Kabupaten Jember memiliki potensi besar, untuk pengembangan pada sektor hulu kelapa, ditandai dengan luas tanaman menghasilkan sekitar 4.778 ha pada tahun 2024 dan pertumbuhan areal sebesar 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Produksi kelapa mencapai sekitar 212 ribu ton dengan peningkatan produktivitas sebesar 58%. Kecamatan dengan potensi produksi terbesar antara lain Mayang, Wuluhan, dan Ambulu," sebutnya. Selain menjelaskan potensi pengembagan komoditas kelapa pada sektor hulu, Triana menuturkan secara rinci mengenai program peremajaan kelapa rakyat, yang meliputi persyaratan pengajuan, dokumen yang perlu disiapkan oleh kelompok tani, kriteria penerima bantuan, serta proses bisnis atau alur pelaksanaan program dari tahap pengusulan hingga penyaluran dana. Peserta juga memperoleh penjelasan terkait program dukungan sarana dan prasarana perkebunan kelapa, termasuk persyaratan, dokumen pengusulan, serta mekanisme pelaksanaan bantuan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung pengelolaan kebun kelapa rakyat secara lebih optimal. Acara sosialisasi ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Beberapa isu yang mengemuka antara lain peluang pengusulan kelapa sebagai tanaman sela berupa program sarpras ekstensifikasi dengan tetap berpedoman pada ketentuan teknis yang diatur Ditjen Perkebunan, kriteria tanaman yang dapat diikutsertakan dalam program peremajaan, serta ketentuan bantuan sarana prasarana seperti alat dan mesin pertanian serta pembangunan atau peningkatan jalan kebun untuk mendukung kegiatan pemeliharaan dan distribusi hasil panen. Melalui kegiatan ini, BPDP berharap para pekebun, serta kelembagaan petani seperti kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan koperasi dapat memahami alur pengusulan program, serta siapkan persyaratan yang diperlukan guna mendorong pengelolaan perkebunan kelapa yang lebih berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan pekebun, khususnya di Kabupaten Jember.
Terima Audiensi SKI, BPDP Perkuat Pengembangan Perkebunan Kelapa
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terima kunjungan audiensi dari Sahabat Kelapa Indonesia (SKI), guna bahas penguatan program pengembangan perkebunan kelapa nasional, di kantor BPDP di penghujung Februari 2026 lalu. Peserta audiensi SKI diterima Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa (PDSHP Kelapa) BPDP, Triana Meinarsih. Hadir saat audiensi Staf Divisi PDSHP Kelapa. Sedang dari SKI hadir Ketua Sahabat Kelapa Indonesia, Mawardin M. Simpala, beserta perwakilan anggota Sahabat Kelapa Indonesia yang selama ini aktif mendorong pengembangan komoditas kelapa di Indonesia. Di kegiatan tersebut, Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa BPDP, Triana Meinarsih memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Triana menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Sahabat Kelapa Indonesia sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pengembangan komoditas kelapa nasional. Ia menekankan komoditas kelapa memiliki peran strategis bagi perekonomian masyarakat, khususnya karena sebagian besar perkebunan kelapa di Indonesia dikelola oleh pekebun rakyat. Triana berharap ke depan BPDP dan SKI dapat mendukung program pengembangan perkebunan kelapa, baik melalui program peremajaan kelapa rakyat, penyediaan sarana dan prasarana perkebunan, penguatan kelembagaan pekebun, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa. Kegiatan audiensi dilanjutkan dengan pemaparan materi dari kedua lembaga mengenai peran, program, serta potensi pengembangan komoditas kelapa di Indonesia. Dalam pemaparannya, BPDP menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap komoditas perkebunan melalui transformasi kelembagaan BPDP sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024 yang memperluas mandat BPDP dalam pengelolaan dana perkebunan tidak hanya untuk kelapa sawit, tetapi juga untuk komoditas kakao dan kelapa. BPDP memaparkan sejumlah program yang dirancang untuk mendukung pengembangan perkebunan kelapa, antara lain program peremajaan kelapa rakyat, pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, program sarana dan prasarana perkebunan kelapa, serta promosi dan kemitraan. "Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kebun rakyat sekaligus memperkuat daya saing komoditas kelapa di pasar domestik maupun global," bebernya. Di kegiatan itu dijelaskan luas perkebunan kelapa di Indonesia mencapai sekitar 3,3 juta hektar dan lebih dari 98 persen dikelola oleh perkebunan rakyat, sehingga penguatan program pengembangan kelapa diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan jutaan petani kelapa di Indonesia. Sementara, SKI juga menjabarkan berbagai kegiatan yang telah dilakukan organisasi tersebut dalam mengkampanyekan pengembangan kelapa nasional, termasuk melalui berbagai kegiatan promosi, publikasi, dan forum kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sektor kelapa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi antara kedua belah pihak. Dalam diskusi tersebut, SKI menyampaikan program pengembangan perkebunan kelapa rakyat dari BPDP akan mendukung peningkatan produktivitas kelapa, sehingga akan memberikan manfaat nyata serta berdampak langsung bagi para pekebun kelapa di berbagai daerah di Indonesia. Penutup acara audiensi diakhiri dengan sesi penyerahan plakat dari SKI kepada BPDP sebagai bentuk apresiasi atas terjalinnya komunikasi dan kerja sama yang baik antara kedua lembaga.