Global Energy Alliance for People and Planet Bersama Mitra Dorong Solusi Terintegrasi Buat Masyarakat Pesisir Indonesia Nasional
Nasional
15 jam yang lalu

Global Energy Alliance for People and Planet Bersama Mitra Dorong Solusi Terintegrasi Buat Masyarakat Pesisir Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Masyarakat pesisir Indonesia tulang punggung ekonomi biru nasional. Di balik besarnya potensi sektor perikanan, akuakultur, dan industri berbasis kelautan, banyak masyarakat pesisir yang masih menghadapi ketidakstabilan pendapatan meskipun berkontribusi besar terhadap nilai ekonomi yang dihasilkan. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan, nilai ekspor perikanan Indonesia pada 2025 mencapai rekor tertinggi sebesar US$6,27 miliar. Indonesia juga memiliki cadangan karbon mangrove terbesar di dunia, dengan sekitar 3,1 miliar ton karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir. Tetapi, keterbatasan fasilitas rantai dingin (cold storage), kapasitas pengolahan, infrastruktur logistik, dan akses pasar menyebabkan sebagian besar nilai ekonomi tersebut belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat di wilayah penghasilnya. Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP) bekerja sama dengan Konservasi Indonesia serta berbagai mitra, termasuk International Pole and Line Foundation (IPNLF) dan GIZ, untuk mendukung masyarakat pesisir di Maluku dalam mengidentifikasi kebutuhan lokal sekaligus mengembangkan solusi terintegrasi yang mampu memperkuat mata pencaharian, meningkatkan ketahanan masyarakat, serta melindungi ekosistem laut yang menjadi penopang kehidupan mereka. "Masyarakat pesisir Indonesia sejatinya telah memiliki sumber daya, pengetahuan, dan potensi ekonomi yang dibutuhkan untuk berkembang," ujar Rizky Fauzianto, Indonesia Country Lead, Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP). "Tantangannya adalah memastikan investasi pada energi bersih, infrastruktur, akses pasar, dan pengelolaan ekosistem berjalan secara terpadu sehingga masyarakat dapat memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar dari hasil yang mereka ciptakan," jelasnya. Di banyak desa nelayan, para nelayan kerap kembali dari melaut dengan hasil tangkapan yang melimpah. Namun, keterbatasan akses terhadap es, fasilitas penyimpanan dingin, dan transportasi yang andal memaksa mereka menjual hasil tangkapan secepat mungkin dengan harga yang lebih rendah. Di beberapa wilayah, kehilangan hasil pascapanen bahkan dapat mencapai 30 hingga 50 persen. Kondisi serupa juga dialami petani rumput laut. Dari total produksi rumput laut Indonesia yang mencapai 10,8 juta ton pada tahun 2024, sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan baku kering, alih-alih diolah menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri. Ketersediaan energi yang andal menjadi salah satu kunci untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut. Di banyak pulau terpencil dan kawasan Indonesia Timur, masyarakat masih bergantung pada generator diesel, dengan pasokan bahan bakar yang harus diangkut melalui jalur laut dalam jarak yang jauh. Kondisi ini membuat biaya listrik menjadi mahal sekaligus rentan terhadap gangguan pasokan. Penerapan solusi energi bersih yang sesuai dengan kebutuhan lokal dapat mendukung operasional produksi es, fasilitas penyimpanan dingin, pengolahan hasil perikanan, sistem refrigerasi, konektivitas digital, layanan kesehatan, hingga pengembangan usaha kecil. Dengan memungkinkan produk disimpan lebih lama dan dipasarkan secara lebih optimal, akses terhadap energi yang andal dapat membantu masyarakat menjangkau pasar dengan nilai tambah yang lebih tinggi sekaligus membangun perekonomian lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan. Inisiatif ini diwujudkan dalam sebuah pendekatan bertajuk “Sun to Sea”, yang menghubungkan pemanfaatan energi untuk kegiatan produktif dengan penguatan mata pencaharian berkelanjutan serta pengelolaan ekosistem. Peningkatan akses terhadap energi yang andal untuk mendukung rantai dingin (cold chain) dan berbagai kegiatan produktif lainnya dapat mengurangi kehilangan hasil pascapanen, menekan tekanan terhadap sumber daya perikanan, serta menciptakan mata pencaharian masyarakat pesisir yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang. Ekosistem pesisir yang sehat juga memegang peranan yang sama pentingnya. Hutan mangrove, seagrass meadows, dan terumbu karang berkontribusi terhadap produktivitas perikanan, melindungi garis pantai dari abrasi dan cuaca ekstrem, sekaligus menjadi penopang utama mata pencaharian masyarakat setempat. Ketika masyarakat mampu meningkatkan pendapatan dan mengurangi kerugian, mereka akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk berinvestasi dalam pengelolaan jangka panjang terhadap sumber daya alam yang menjadi fondasi perekonomian mereka. Inisiatif ini sejalan dengan berbagai prioritas pembangunan nasional Indonesia, termasuk program Kampung Nelayan Merah Putih yang menargetkan pengembangan 5.000 kampung nelayan melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi, serta program 100GW Village Solarisation yang bertujuan memperluas akses terhadap energi surya sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang berbiaya tinggi. “The opportunity is to connect these investments at the community level,” Fauziano added. “When energy, livelihoods, market access, conservation and resilience are designed together, they can reinforce one another in ways that standalone projects cannot.” "Peluang terbesar yang kita miliki adalah menghubungkan berbagai investasi tersebut di tingkat komunitas," tambah Rizky Fauzianto. "Ketika energi, mata pencaharian, akses pasar, konservasi, dan ketahanan masyarakat dirancang untuk saling terhubung, masing-masing akan saling mendukung satu sama lain dengan cara yang tidak dapat dicapai melalui proyek-proyek yang berjalan sendiri-sendiri." Sebagai langkah awal, para mitra akan mendampingi sejumlah komunitas percontohan (pilot communities) untuk menguji sekaligus menyempurnakan model pembangunan yang dipimpin oleh masyarakat lokal. Dukungan melalui catalytic grants dan pendanaan filantropi diharapkan dapat menghasilkan pembelajaran awal, mengurangi risiko implementasi, serta memperkuat kapasitas masyarakat. Setelah model tersebut terbukti efektif, pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, pelaku usaha, dan investor diharapkan dapat mendukung replikasi solusi yang layak diterapkan di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Melalui keterhubungan antara energi bersih, peningkatan peluang ekonomi, dan pengelolaan ekosistem, Indonesia memiliki peluang untuk memastikan bahwa manfaat ekonomi biru dapat dirasakan secara lebih optimal oleh masyarakat pesisir yang selama ini menjadi penggerak utamanya.

Bhabinkamtibmas Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Bentengi Pesisir dari Abrasi Riau
Riau
Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:50 WIB

Bhabinkamtibmas Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Bentengi Pesisir dari Abrasi

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Sempena memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 80 Tahun 2026, Bhabinkamtibmas Desa Bungur, Aipda Nanda, bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Bungur, masyarakat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan kegiatan penanaman pohon mangrove di Pulau Setahun, Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan itu bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir yang rentan terhadap abrasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pantai melalui penanaman mangrove. Aipda Nanda mengatakan, penanaman mangrove tidak hanya bertujuan menghijaukan kawasan pesisir, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan serta memperkuat perlindungan garis pantai dari ancaman abrasi. "Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya ekosistem pesisir. Mangrove memiliki peran penting dalam menahan abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjadi habitat berbagai biota pesisir," ujarnya. Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program Green Policing yang diinisiasi oleh Kapolda Riau sebagai bagian dari penguatan kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan. Selain melakukan penanaman bibit mangrove, peserta juga mengikuti sosialisasi mengenai fungsi dan manfaat hutan mangrove bagi kehidupan masyarakat pesisir. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat dan mahasiswa diajak untuk bersama-sama menjaga, serta merawat pohon mangrove yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Pemerintah Desa (Pemdes) Bungur menyambut positif kegiatan tersebut dan mengapresiasi sinergi antara Polri, masyarakat, serta mahasiswa KKN Universitas Riau dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di wilayah pesisir. Melalui kegiatan ini diharapkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian alam terus tumbuh, sehingga kawasan pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti tetap terjaga dari ancaman abrasi dan mampu memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat setempat.

Dukung Pelestarian Pesisir, Kogabwilhan III Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Gambesi Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 21 Januari 2026 | 17:02 WIB

Dukung Pelestarian Pesisir, Kogabwilhan III Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Gambesi

Jakarta, katakabar..com - Kogabwilhan III tanam 1.000 pohon mangrove di Pantai Gambesi, Kota Ternate, sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan mengurangi risiko abrasi serta bencana alam. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen TNI perkuat ketahanan nasional melalui kepedulian terhadap lingkungan dan sinergi dengan masyarakat serta pemerintah daerah. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menggelar kegiatan penanaman 1.000 pohon mangrove di Pantai Gambesi, Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, menegaskan penanaman mangrove memiliki nilai strategis dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir sekaligus mendukung kedaulatan negara. Menurutnya, upaya menjaga kedaulatan tidak semata berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan. Lingkungan yang sehat, kata dia, merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. “Menjaga kedaulatan negara bukan hanya soal pertahanan dan keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Lingkungan yang sehat menjadi bagian penting dari ketahanan nasional,” ujar Joko saat dihubungi wartawan, Kamis (15/1) lalu. Ia menjelaskan, 1.000 bibit mangrove yang disiapkan PT Position tersebut ditanam untuk menahan abrasi pantai, meredam dampak gelombang laut, serta mengurangi risiko bencana seperti banjir rob dan tsunami. Selain itu, penanaman mangrove juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir di Kota Ternate. Melalui kegiatan ini, Kogabwilhan III berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Maluku Utara. “Perlu dipahami penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial. Menanam mangrove di kawasan pesisir pada hakikatnya merupakan investasi jangka panjang bagi anak cucu dan generasi mendatang bangsa ini,” jelas Joko. Kogabwilhan III juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk upaya bersama menjaga keseimbangan alam, mendukung mitigasi perubahan iklim, serta mendorong peningkatan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Joko menegaskan TNI akan terus aktif dan adaptif menghadapi tantangan nonmiliter, khususnya ancaman perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan keamanan wilayah pesisir Indonesia. “Insya Allah, kegiatan serupa akan terus berlanjut dan dilaksanakan di berbagai wilayah pesisir di tanah air sebagai wujud nyata komitmen TNI sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan negara sekaligus pelindung lingkungan hidup NKRI,” sebutnya.

Perkuat Ketahanan Pesisir, CGV Cinemas Indonesia Tanam Lebih dari 2.800 Mangrove di Karawang Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 09 Desember 2025 | 08:00 WIB

Perkuat Ketahanan Pesisir, CGV Cinemas Indonesia Tanam Lebih dari 2.800 Mangrove di Karawang

Karawang, katakabar.com - Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan terutama di daerah pesisir Indonesia, CGV Cinemas Indonesia mengambil langkah konkret untuk memperkuat ketahanan lingkungan. Melalui dukungan para pengunjungnya, CGV bersama LindungiHutan menanam 2.857 mangrove Rhizophora di Dusun Tangkolak, Kabupaten Karawang. Penanaman ini merupakan bagian dari target penanaman pohon yang digalang melalui partisipasi publik di jaringan bioskop CGV seluruh Indonesia, melalui pembelian paket Grow Combo yang berisi 1 Popcorn, 2 Air Mineral, serta Grow Kit yang diberikan sebagai simbolis kontribusi pengunjung dalam penanaman pohon. Lokasi penanaman ini bukan tanpa alasan. Pesisir utara Jawa, termasuk Dusun Tangkolak, telah lama berada dalam tekanan. Banjir rob yang kian sering, abrasi yang terus menggerus daratan, serta degradasi ekosistem pesisir menjadi sinyal kuat bahwa upaya adaptasi iklim tidak bisa lagi ditunda. Dusun Tangkolak, yang dikenal sebagai kawasan nelayan dengan sejarah panjang aktivitas kelautan, kini menghadapi ancaman nyata terhadap ruang hidup dan potensi wisata baharinya. Kondisi seperti ini, mangrove menjadi pertahanan alami yang sangat dibutuhkan. Rhizophora sp., jenis mangrove yang ditanam dalam program ini, mampu meredam gelombang, memperkuat tanah pesisir, menjadi habitat penting bagi biota laut, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Sejak 2019, LindungiHutan telah bekerja bersama masyarakat Tangkolak dalam memperluas sabuk hijau pesisir, dan melalui kolaborasi ini CGV berperan sebagai penggerak utama yang melibatkan publik secara langsung dalam pemulihan lingkungan. Upaya penanaman ini menjadi bukti bahwa sektor industri dapat memainkan peran strategis dalam menghadapi urgensi perubahan iklim. Di tengah meningkatnya permukaan laut dan risiko kerusakan pesisir, kontribusi nyata dari perusahaan seperti CGV menunjukkan kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat restorasi ekosistem di Indonesia. “Sebagai perusahaan terbuka, CGV berkomitmen untuk terus memberi kontribusi bagi masyarakat. Tahun ini, melalui partisipasi para pengunjung, kami menghadirkan aksi yang bermakna untuk mendukung lingkungan yang lebih hijau. Kami mengapresiasi kolaborasi dengan Lindungi Hutan dan berharap kegiatan penanaman ini dapat memberi manfaat nyata bagi ekosistem sekitar,” ucap Mr. Mark, CEO CGV Cinemas Indonesia, menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan. Partisipasi publik melalui CGV menunjukkan bahwa aksi lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Setiap paket Grow Combo yang dibeli dan setiap kontribusi yang diberikan menjadi bagian dari gerakan besar untuk memulihkan pesisir. Melalui model kolaborasi ini, CGV tidak hanya memfasilitasi penanaman mangrove, tetapi turut memperluas dampaknya bagi masyarakat nelayan, keanekaragaman hayati, dan ketahanan iklim. Sebanyak 2.857 pohon telah ditanam di Tangkolak. Dalam beberapa tahun mendatang, pohon-pohon tersebut akan tumbuh menjadi benteng hijau yang melindungi garis pantai, menyediakan habitat baru bagi biota laut, dan memperkuat fondasi wisata bahari setempat. Aksi ini menjadi investasi penting bagi masa depan pesisir Indonesia, dan CGV berada di garis depan mewujudkannya. Ke depannya, CGV akan terus berkomitmen memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui berbagai program lingkungan dan sosial yang berkelanjutan. Untuk informasi lengkap dan pembaruan terbaru, kunjungi media sosial @cgv.id, aplikasi CGV, atau situs resmi www.cgv.id

Tidak Cuma Tanam Pohon, LindungiHutan Tawarkan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 18 November 2025 | 08:37 WIB

Tidak Cuma Tanam Pohon, LindungiHutan Tawarkan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Tangerang, katakabar.com - LindungiHutan selama ini dikenal sebagai platform penghimpun dana lingkungan yang fokus pada penanaman pohon. Tetapi, di tengah meningkatnya kebutuhan akan solusi ekologis yang berkelanjutan, LindungiHutan memperluas kiprahnya melalui berbagai program community development. Salah satu inisiatif tersebut adalah Treesbash, sebuah program pemberdayaan yang tidak hanya mendorong aksi penanaman, tetapi edukasi, penguatan kelompok masyarakat, peningkatan literasi lingkungan, hingga pembukaan peluang ekonomi hijau. Salah satu lokasi yang merasakan dampak program ini adalah Desa Sukawali di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Wilayah ini merupakan pesisir yang menjadi titik pertemuan Sungai Cisadane dan Laut Jawa. Desa Sukawali memiliki sejarah panjang kerusakan ekosistem mangrove akibat alih fungsi lahan menjadi tambak. Kerusakan tersebut berujung pada menurunnya kualitas perairan dan merosotnya hasil tambak udang warga, yang kemudian mendorong masyarakat mengambil langkah pemulihan. Sejak 2020, warga bersama LindungiHutan menanam kembali mangrove Rhizophora sp. di muara sungai. Hingga hari ini, sebanyak 26.097 pohon telah tertanam untuk memperkuat ekosistem pesisir, menahan abrasi, dan memulihkan kualitas perairan. Program penanaman yang berkelanjutan ini berjalan paralel dengan edukasi lingkungan dan pendampingan warga yang kini aktif menjaga wilayah pesisir. Seiring membaiknya ekosistem mangrove, Desa Sukawali berkembang menjadi ruang kolaborasi bagi perusahaan yang ingin menjalankan kegiatan CSR berbasis lingkungan dan pemberdayaan. Di lokasi ini, LindungiHutan melaksanakan beragam kegiatan seperti aksi bersih pantai, pelatihan pengelolaan sampah, peningkatan literasi lingkungan, serta penguatan kelompok masyarakat pesisir. Pendekatan terintegrasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian warga sekaligus meningkatkan kapasitas ekonomi lokal melalui praktik-praktik ramah lingkungan. Kolaborasi nyata terlihat dalam kegiatan PT Orix Indonesia Finance yang bekerja sama dengan LindungiHutan dan Kertabumi Recycling Center pada 12 Desember 2024 lalu. Melalui aksi Beach Cleaning di Pantai KSS Sukawali bertema “Care for the Beach, Care for the Earth! Small Actions, Big Waves of Change”, kegiatan ini berhasil mengumpulkan 430 kg sampah, setara 1.465 kgCO₂e, dan diikuti pelatihan manajemen sampah bagi 30 warga. Pelatihan tersebut meningkatkan pemahaman tentang pemilahan sampah, daur ulang, hingga pengelolaan limbah rumah tangga yang berpotensi menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat. LindungiHutan menegaskan misinya tidak berhenti pada penanaman pohon, tetapi memastikan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi dapat tumbuh dan berkembang bersama lingkungan yang mereka jaga. “Kami ingin memastikan setiap aksi penanaman juga membawa dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat, sehingga keberlanjutan tidak hanya terjadi pada alam, tetapi juga pada kehidupan warga,” ujar Aisyah dari Tim Operasional LindungiHutan.

Sedekah Pohon LindungiHutan Dorong Aksi Nyata Pulihkan Ekosistem Pesisir Surabaya Default
Default
Senin, 06 Oktober 2025 | 12:00 WIB

Sedekah Pohon LindungiHutan Dorong Aksi Nyata Pulihkan Ekosistem Pesisir Surabaya

Surabaya, katakabar.com - Sejak diluncurkan pada 2019 lalu, program Sedekah Pohon yang digagas LindungiHutan terus berjalan sebagai salah satu inisiatif nyata menjaga ekosistem, dan memberdayakan masyarakat. Tahun ini, program tersebut melanjutkan komitmennya mendukung rehabilitasi Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya. Kawasan ini dikenal salah satu benteng terakhir pesisir timur Surabaya, tetapi kondisinya terus terancam abrasi dan kerusakan lingkungan. Hasil kajian menunjukkan, dari total 70,4 hektare kawasan mangrove di Wonorejo, sekitar 27,26 persen telah mengalami kerusakan. Garis pantai di kawasan ini tercatat mengalami erosi dengan laju rata-rata −3,4 meter per tahun (Safitri et. al., 2021). Selain itu, penyempitan sungai akibat pendangkalan, lumpur, dan sampah memperparah degradasi ekosistem yang seharusnya menjadi pelindung alami bagi warga pesisir. Melalui Sedekah Pohon, masyarakat diajak untuk ikut serta menanam pohon mangrove jenis Rhizophora yang berfungsi menahan abrasi, memperbaiki kualitas air, serta menjadi habitat penting bagi keanekaragaman hayati. Hingga saat ini, sebanyak 66 donatur telah berpartisipasi untuk mendukung pengumpulan 179 pohon dari target 500 pohon. “Sedekah Pohon bukan sekadar donasi, tapi cara nyata masyarakat dan brand berkolaborasi untuk menjaga Bumi. Transparansi, fleksibilitas, dan dampak berkelanjutan yang kami hadirkan membuat siapa pun bisa ikut terlibat tanpa batasan lokasi. Wonorejo contoh bagaimana pohon bisa menjadi pelindung hidup bagi masyarakat sekaligus investasi jangka panjang bagi lingkungan,” kata Siktiyana, Head of Content and Marketing LindungiHutan. Setiap pohon yang ditanam bukan hanya berfungsi ekologis, tetapi membawa dampak sosial dan ekonomi. Masyarakat lokal terlibat langsung dalam penanaman dan pemeliharaan, sehingga tercipta sumber penghidupan baru sekaligus kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga pesisir Surabaya. Donasi pohon untuk lokasi ini terbuka hingga 31 Desember 2025, dengan rencana penanaman pada 30 September 2025. Partisipasi publik diharapkan dapat mempercepat pemulihan kawasan Wonorejo, memastikan perlindungan bagi generasi mendatang, dan mewujudkan kota Surabaya yang lebih tangguh menghadapi krisis iklim.

Floating Breakwater: Terobosan Baru Lindungi Wilayah Pesisir Indonesia Default
Default
Rabu, 06 Agustus 2025 | 13:00 WIB

Floating Breakwater: Terobosan Baru Lindungi Wilayah Pesisir Indonesia

proyek reklamasi. Di tengah kebutuhan akan produk lokal berkualitas tinggi, Kubus Apung Hildan hadir sebagai pelopor teknologi Floating Breakwater dalam negeri. Perusahaan ini telah berpengalaman dalam menyediakan solusi pelindung pesisir berbasis material HDPE atau High-Density Polyethylene yang dikenal tahan korosi, ringan, namun kuat menghadapi cuaca ekstrem. Dengan pendekatan berbasis riset dan pengembangan, Kubus Apung Hildan terus menghadirkan inovasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah pesisir Indonesia. Produk-produknya telah digunakan dalam berbagai proyek nasional, baik oleh instansi pemerintah maupun sektor swasta.

Act of Love Foundation Gaet LindungiHutan Tanam Mangrove Hijaukan Pesisir Pulau Pari Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 24 Juli 2025 | 16:18 WIB

Act of Love Foundation Gaet LindungiHutan Tanam Mangrove Hijaukan Pesisir Pulau Pari

keharusan. Di Hari Mangrove Sedunia ini, aku dan tim Act of Love merasa penting untuk ikut berkontribusi dalam melestarikan ekosistem mangrove, penjaga alami pesisir yang sering kali terlupakan, padahal perannya sangat vital bagi keberlangsungan hidup kita. Mangrove bukan hanya deretan pohon di garis pantai. Mereka melindungi kita dari abrasi, menyerap karbon dengan sangat efektif, dan menjadi rumah bagi ribuan makhluk hidup. Sayangnya, keberadaan mereka semakin terancam oleh eksploitasi dan kurangnya kesadaran. Melalui kolaborasi bersama Lindungi Hutan, kami ingin membuka ruang bagi anak muda untuk terlibat langsung, merasakan koneksi emosional dengan alam, dan mengubah rasa peduli menjadi aksi nyata. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, langkah yang dilakukan bersama, dengan konsistensi dan cinta. Aku percaya masa depan bumi ditentukan oleh kesadaran kita hari ini. Jadi, aku mengajak kalian semua untuk tidak hanya mencintai alam dari kejauhan, tapi merawatnya, menyentuhnya, dan menjaganya bersama-sama,” beber Cinta Laura Kiehl

Hijaukan Pesisir Timur Jawa, KAI Logistik Tanam Dua Ribu Mangrove Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 13 Juli 2025 | 13:03 WIB

Hijaukan Pesisir Timur Jawa, KAI Logistik Tanam Dua Ribu Mangrove

Probolinggo, katakabar.com - Kereta Api Indonesia atau KAI Logistik di mana salah satu wilayah operasional yang berada di Kota Surabaya lagi, melaksanakan kegiatan penanaman pohon mangrove sebagai bagian dari agenda rutin tahunan yang telah dijalankan sejak tahun 2023. Pada 2025 ini, program penanaman mangrove dipusatkan di Pantai Tambak Sari, Probolinggo. Manajet Timur KAI Logistik, Wisesa Witaraga menyatakkan, kegiatan rutin ini bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Selain menekankan aspek ekologi, ujar wisesa, program ini menjadi bentuk implementasi prinsip keberlanjutan yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) serta prinsip Environmental, Social, and Governance ata ESG. Hingga pertengahan tahun 2025, rinci Wisesa, KAI Logistik Wilayah Timur telah melaksanakan program penanaman mangrove sebanyak tiga kali dengan total 3.600 bibit yang telah ditanam. Penanaman dilakukan secara bertahap, dimulai dengan 1.000 bibit pada tahun 2023, kemudian 600 bibit pada tahun 2024, dan meningkat signifikan menjadi 2.000 bibit pada tahun 2025. Peningkatan jumlah bibit mangrove yang ditanam mencerminkan penguatan komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan berkelanjutan. Menurut Wisesa, di dua tahun pertama, kegiatan penanaman difokuskan di lokasi yang sama, yakni Pantai Klasik, Probolinggo, guna memaksimalkan hasil pemulihan vegetasi. “Tingkat keberhasilan tumbuh mangrove pada tahun pertama belum optimal akibat gangguan hama dan abrasi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pada tahun kedua kami mengarahkan upaya pada pemeliharaan serta penanaman ulang. Sementara pada tahun 2025, lokasi penanaman dialihkan ke kawasan pesisir lain dengan mempertimbangkan aspek konservasi serta kontribusi terhadap pemulihan ekosistem di wilayah yang lebih luas,” jelas Wisesa. Pelaksanaannya, ucap Wisesa, KAI Logistik Wilayah Timur bekerja sama dengan LAZ Rumah Zakat serta melibatkan relawan dari masyarakat lokal. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah pemantauan pertumbuhan bibit mangrove yang dilakukan setiap tiga bulan. Selain penanaman, perusahaan juga mengedukasi masyarakat melalui kampanye “Adopsi Mangrove” untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama terhadap kelestarian lingkungan.

Satpolairud Polres Kepulauan Meranti Gelar Bansos dan Layanan Kesehatan Warga Pesisir Riau
Riau
Jumat, 04 Juli 2025 | 20:20 WIB

Satpolairud Polres Kepulauan Meranti Gelar Bansos dan Layanan Kesehatan Warga Pesisir

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Satpolairud Polres Kepulauan Meranti jalankan program Jelajah Riau Untuk Rakyat atau JALUR, yakni kegiatan bakti sosial, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat pesisir di Desa Alai, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Jumat (4/7) pagi. Program yang diinisiasi Polda Riau ini dipimpin Ps. Kasat Polairud, Iptu Abdul Roni, S.H., didampingi Kanit Patroli Sat Polairud, Ipda Sabar Bernard Alexander, S.Sos., serta melibatkan 13 personel Polres Kepulauan Meranti. Dengan menggunakan Kapal Motor Polairud, tim bertolak menuju Desa Alai dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.15 WIB. Di sana, mereka menyerahkan bantuan sosial, berupa 10 paket sembako kepada warga pesisir. Isi setiap paket sembako terdiri dari, beras premium 10 kilogram, gula pasir 1 kilogram, tepung terigu 1 kilogram, teh kotak, mie telur 4 bungkus, minyak goreng 1 liter. Kemudian alat tulis berupa 2 lusin buku tulis, pena, pensil, dan penghapus. Selain salurkan bantuan, tim memberikan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, dan pemberian vitamin, yang dilaksanakan personel dari Si Dokkes Polres Kepulauan Meranti. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Iptu Abdul Roni mengatakan, kegiatan ini bentuk nyata dari kehadiran, dan kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya di wilayah pesisir yang masih minim akses bantuan dan layanan publik. "Ini bagian dari strategi komunikasi Polri yang humanis, solutif, dan kolaboratif. Kami hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat," ucap Iptu Abdul Roni.