PHR Bongkar Keunggulan Operasi dan Inovasi Capai Prestasi Produksi Regional 1 Sumatera di IPA Convex 2026
Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, berpartisipasi aktif di ajang bergengsi Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2026. Ajang tersebut sebuah perhelatan industri migas pertemukan berbagai pemangku kepentingan guna membahas masa depan energi nasional. Sebagai salah satu produsen minyak dan gas utama di Indonesia, kehadiran PHR tidak hanya memperlihatkan peran strategis perusahaan dalam pengelolaan migas, tetapi juga menampilkan capaian produksi, inovasi teknologi, serta komitmen keberlanjutan. “Kehadiran PHR di IPA Convex 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan inovasi teknologi dan strategi bisnis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Melalui pengembangan berbagai metode, termasuk MNK, PHR berkomitmen mendorong peningkatan produksi migas berkelanjutan,” kata Direktur Utama PHR Regional 1, Muhamad Arifin. Diketahui, sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) sebagai salah satu metode yang digencarkan guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat portofolio masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan lapangan migas konvensional yang semakin menua (mature fields). Pada ajang IPA Convex kali ini, PHR juga akan berpartisipasi dalam sesi diskusi Technical Program-Special Session bertema _Best Practices in Mature Field Management: Sustaining Production and Ensuring Energy Security_ . General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko tampil sebagai pembicara utama dengan memaparkan strategi pengelolaan lapangan tua yang tetap produktif melalui penerapan teknologi dan manajemen berkelanjutan. Sesi ini mengupas bagaimana perjalanan manajemen reservoir (reservoir management/RM) di Zona Rokan, sebuah operasi onshore terbesar di Indonesia dengan lebih dari 115 lapangan dan 12.600 sumur. Produksi dari area ini sekitar 151 ribu barel minyak per hari, serta 33 MMSCFD gas, dengan metode pemulihan primer, sekunder (waterflood), hingga tersier (steamflood dan CEOR). Ke depan, Blok Rokan diarahkan untuk terus berkembang melalui survei seismik 3D, reaktivasi sumur idle, ekspansi waterflood dan steamflood, serta penerapan inovasi digital berbasis AI/ML. Pesan utama dari materi ini adalah dengan manajemen reservoir yang disiplin, teknologi mutakhir, dan kepemimpinan yang kuat, lapangan matang seperti Rokan masih memiliki potensi besar untuk mendukung energi Indonesia di masa depan. Tidak hanya di sesi utama, PHR Regional 1 Sumatra juga menunjukkan komitmen akademis dan teknis dengan total 13 keterlibatan dalam program Poster Presentation, Oral Presentation, dan Core Workshop. Partisipasi ini menegaskan kontribusi aktif PHR dalam berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi teknologi kepada komunitas migas nasional dan internasional. Tak kalah menarik, dalam momen IPA Convex 2026 kali ini juga akan ada penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas antara PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Rokan untuk produksi operasi minyak dan gas bumi Wilayah Kerja Rokan. PHR akan membeli gas dari PEP, dengan perjanjian jual beli ini akan mendukung kebutuhan gas khususnya di WK Rokan untuk kegiatan operasi produksi minyak dan gas bumi. Inovasi dan Prestasi Produksi Regional 1 Sumatra PHR Regional 1 Sumatra terus menunjukkan berbagai capaian inovasi dan kinerja produksi di masing-masing zona operasi. Di Zona Rokan, selain pengembangan MNK, PHR berhasil melaksanakan Put On Injection (POI) pertama pada proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) atau steamflood di lapangan North Duri Development (NDD) A14 pada Selasa, 14 Januari 2025. Keberhasilan penerapan metode steamflood ini menjadi bukti nyata inovasi anak bangsa dalam mengembangkan teknologi sektor migas sekaligus tonggak penting dalam pengembangan lapangan minyak di Zona Rokan. Melalui implementasi steamflood di lapangan NDD A14, proyek ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan cadangan dan produksi minyak di Blok Rokan. Keberhasilan tersebut juga menjadi motivasi bagi para pekerja PHR untuk terus berkontribusi menjaga ketahanan energi nasional. Di Zona 1, proyek Put on Production and Exploration (PoPE) Padang Pancuran (PPC-001) di Wilayah Kerja Jambi Merang yang dikelola entitas dalam Subholding Upstream berhasil meraih penghargaan kategori Onstream R2P Optimized. Proyek ini mencapai onstream pada 23 Desember 2025 dengan target awal produksi sebesar 67 BOPD dan proyeksi puncak produksi mencapai 379 BOPD pada 2026. Percepatan proyek dicapai melalui strategi early procurement, pemanfaatan fasilitas eksisting, pembentukan tim percepatan perizinan, serta koordinasi intensif dengan mitra kerja di tengah tantangan cuaca ekstrem, IPPKH, dan long lead item. Sementara di Zona 4, penerapan metode batch drilling di Adera Field, Sumatra Selatan, dengan menargetkan klaster sumur di Lapangan Benuang berhasil menciptakan efisiensi biaya yang signifikan sekaligus meningkatkan produksi minyak dan gas. Sejak mulai berproduksi pada 2 September 2025, implementasi teknologi ini menunjukkan hasil impresif. Hingga 5 Oktober 2025, produksi mencapai 3.388 BOPD, jauh melampaui target awal sebesar 1.200 BOPD atau hampir tiga kali lipat, dengan rata-rata produksi harian mencapai 1.552 BOPD. Berbagai inovasi itu turut menunjang capaian produksi. Sepanjang tahun 2025, PHR Regional 1 Sumatra mencatat produksi lebih dari 30% produksi nasional, menjadikannya salah satu kontributor terbesar bagi produksi nasional. Zona Rokan sebagai tulang punggung operasi berhasil mempertahankan stabilitas produksi di tengah tantangan lapangan tua, sementara Zona 1 dan Zona 4 menunjukkan tren peningkatan melalui optimalisasi sumur dan penerapan teknologi baru. Sejak 2025 hingga kini, PHR juga mencatat berbagai prestasi membanggakan. Di Zona Rokan, implementasi teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis Alkali-Surfactant-Polimer (ASP) terbukti meningkatkan perolehan minyak dari lapangan tua, sekaligus meraih penghargaan dari SKK Migas atas keberhasilan menjaga produksi di atas target. Zona 1 berhasil mengembangkan digital monitoring system yang meningkatkan efisiensi operasi dan mendapat apresiasi sebagai inovasi digital terbaik di internal Pertamina. Sementara itu, Zona 4 mencatat keberhasilan program drilling, workover & well intervention yang mendongkrak produksi minyak dan gas, serta meraih penghargaan keselamatan kerja (Safety Performance Award) tingkat nasional. TJSL Selain capaian produksi dan teknologi, PHR juga menegaskan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di seluruh area operasi Regional 1 Sumatra. Di Zona 1, Program Edu Ekowisata Mangrove di Desa Pasar Rawa, Kabupaten Langkat, mengintegrasikan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi pesisir. Di Zona Rokan, PHR mengembangkan Brand Mandau sebagai inisiatif ekonomi kreatif berbasis budaya Melayu yang memberdayakan perempuan melalui produk unggulan Batik Mandau. Sementara di Zona 4, Program Rumah Kreatif Boek Khaman di Desa Lubuk Raman, Kabupaten Muara Enim, menjadi inovasi sosial berbasis potensi lokal dengan penerapan teknologi ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah bambu dan batik. PHR Zona 1 juga ikut meramaikan pameran di booth SKK Migas dengan menampilkan UMKM difabel binaan Pertamina EP Rantau Field, yakni kedai kopi Inklusi Coffee yang dikembangkan di Rumah Kreatif Tamiang, Aceh Tamiang. Kehadiran UMKM binaan ini memperlihatkan komitmen PHR dalam mendukung ekonomi kaum difabel di wilayah operasi. Dengan kehadiran PHR di IPA Convex 2026, perusahaan berharap dapat terus berkontribusi dalam penguatan industri energi nasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai inisiatif sosial dan ekonomi.
Kobarkan Semangat Kemanusiaan, Ratusan Pejuang Energi PHR Sukses Kumpulkan 235 Kantong Darah
Duri, katakabar.com - Semangat kemanusiaan berkobar ditunjukkan ratusan pekerja dan mitra kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) padati lokasi donor darah sejak pagi hari, Rabu (20/5) kemarin. Di sela-sela aktivitas padat menjaga keandalan operasional demi ketahanan energi nasional, para pejuang energi ini dengan penuh antusias rela mengantre demi mendonorkan darah mereka untuk membantu sesama. Aksi sosial kemanusiaan yang bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional ini digelar di Kantor Gading PHR, Duri, Kabupaten Bengkalis. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Dumai dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mandau, kegiatan ini berhasil mengumpulkan sebanyak 235 kantong darah dari antusiasme 304 pendaftar. Kantong darah tersebut siap disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah operasional dan sekitarnya melalui tenaga medis mitra tersebut. Donor darah ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial pekerja PHR berjalan selaras dengan dedikasi mereka dalam memproduksikan minyak dan gas bumi. Bagaimanapun, di balik ketatnya disiplin kerja di lapangan, denyut nadi kepedulian terhadap keselamatan nyawa manusia tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikesampingkan. Operation Head Production & Operation PHR, I Gede Putu Ambara Guna, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas tingginya antusias yang ditunjukkan oleh segenap tim di lapangan. "Hari ini kami melihat pemandangan yang luar biasa, di mana para pekerja menunjukkan aksi kepeduliannyha terhadap sesama secara nyata melalui donor darah. PHR tidak hanya berkomitmen penuh dalam menjaga ketahanan energi nasional, tetapi kami juga memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap aspek kemanusiaan di lingkungan operasi,” ujarnya. Ia mengungkapkan, kebutuhan darah menjadi harapan bagi masyarakat yang membutuhkan, dan memberikan kesempatan hidup bagi orang lain. “Mari kita rutin melaksanakan donor darah, untuk membantu sesama dan bukti kepedulian kita terhadap kemanusiaan,” ajaknya. Dua ratusan kantong darah yang terkumpul hari ini adalah simbol dari ketulusan pekerja lapangan untuk terus mengalirkan kehidupan bagi sesama. Tingginya antusiasme dalam kegiatan ini juga tercermin dari cerita para pekerja lapangan yang rela menyisihkan waktu dan berdiri di barisan antrean demi bisa berbagi. Muhammad Basrol, seorang pekerja lapangan yang menjabat Sr Supervisor Field Ops Balam North ikut serta dalam antrean, mengungkapkan alasannya bergabung dalam aksi ini. "Setetes darah yang kita bagikan hari ini bisa menjadi penyambung nyawa bagi saudara kita yang sedang berjuang di ruang perawatan. Menjaga energi itu tugas kami, tapi membantu sesama adalah panggilan hati. PHR tidak hanya beroperasi memastikan energi nasional terpenuhi, namun juga berkomitmen untuk bisa berbagi dengan sesama dalam bentuk darah. Setetes darah merupakan energi kehidupan buat sesama,” tuturnya. Melalui kegiatan yang berlangsung tertib ini, PHR berharap kontinuitas agenda serupa dapat terus terjaga. Sinergi multipihak antara industri, lembaga kemanusiaan, dan fasilitas kesehatan daerah diharapkan mampu memperkuat kepedulian PHR kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi. Sekretaris Kecamatan Mandau, Rio Sentosa S.STP M.Si mengapresiasi PHR. Ia menilai aksi kemanusiaan PHR telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi bentuk kepedulian bagi masyarakat yang ditunjukan oleh PHR, semoga darah yang terkumpul dapat bermanfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan,” sebutnya. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Percepat Pemulihan TTM, PHR Hadapi Tantangan dengan Kolaborasi
Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tegaskan komitmen menjalankan penugasan pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi (TTM) di Zona Rokan secara bertanggungjawab, transparan, dan sesuai ketentuan berlaku. Optimis proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat seiring terpenuhinya berbagai prasyarat teknis dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan Sebagai perusahaan yang memegang teguh prinsip bisnis berkelanjutan, PHR menjalankan penugasan yang diberikan regulator berdasarkan Surat SKK Migas Nomor SRT-0406/SKKMA0000/2021/S1 pada 26 Juli 2021 terkait kegiatan pasca operasi dan penanganan TTM di Zona Rokan yang berasal dari operasi kontraktor sebelumnya. Sebanyak 250 lokasi pemulihan tersebar di lima kota dan atau kabupaten di Provinsi Riau dengan estimasi luas area terdampak mencapai sekitar 9,3 juta meter persegi atau sekitar 6 juta meter kubik volume tanah terkontaminasi. Sebagian besar lokasi berada di lahan milik masyarakat dengan total sekitar 3.000 persil lahan. Hingga akhir April 2026, PHR telah menyampaikan 88 dokumen Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH) kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Dari jumlah tersebut, 63 lokasi telah memperoleh persetujuan RPFLH dan tengah atau sudah dilakukan pemulihan. Dari 63 lokasi yang telah disetujui, sebanyak 20 lokasi telah selesai dilakukan pemulihan, dan saat ini sedang dalam proses evaluasi keberhasilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Selain itu, terdapat 162 lokasi lainnya yang saat ini sedang dalam proses persiapan sebelum dapat masuk ke tahap pemulihan. Proses persiapan tersebut antara lain meliputi penyiapan akses lahan, pengumpulan/validasi data, pengadaan, koordinasi dengan para pihak terkait, serta penyusunan dokumen teknis yang dibutuhkan untuk mendukung proses persetujuan dan pelaksanaan pemulihan. Untuk mendukung percepatan, PHR bekerja sama dengan tiga kontraktor pelaksana yang ditunjuk melalui proses pengadaan resmi, dan transparan. Seluruh kegiatan pemulihan juga berada dalam pengawasan aparat penegak hukum, mulai dari Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) hingga Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel). “Pemulihan TTM proses panjang yang melibatkan persetujuan teknis, akses lahan, validasi data, hingga evaluasi hasil pemulihan oleh KLH. PHR berkomitmen penuh untuk menyelesaikan penugasan ini sesuai arahan regulator, dengan tetap menjaga aspek keselamatan, lingkungan, sosial, serta keberlanjutan operasi Zona Rokan,” ujar Aryo Banowo, Pjs VP Remediation & Asset Retirement PHR Regional 1 Sumatra. Sebagai bagian dari upaya percepatan tersebut, PHR bersama SKK Migas dan KLH juga telah menyepakati roadmap percepatan pemulihan hingga tahun 2030 ditambah satu tahun periode monitoring yang sangat agresif. Roadmap tersebut menjadi acuan pelaksanaan pemulihan secara bertahap, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku. PHR berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat seiring terpenuhinya berbagai prasyarat teknis, perizinan, akses lahan, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan. PHR juga memastikan bahwa seluruh pelaksanaan penugasan tetap memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial, dan keberlanjutan operasi di Zona Rokan. Tentang PHR Regional 1 Sumatra PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjalankan tugas dari Subholding Upstream Pertamina untuk mengelola bisnis dan operasional kegiatan usaha hulu migas di Wilayah Kerja Regional 1 – Sumatra yang terbentang dari Aceh hingga Sumatra Selatan. PHR menghasilkan sepertiga produksi minyak bumi Pertamina Subholding Upstream. Menjadi salah satu produsen minyak dan gas utama di Indonesia yang berkontribusi dalam pemenuhan energi nasional. Pada 2025, PHR menyelesaikan restrukturisasi organisasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan ketahanan energi nasional. Integrasi organisasi ini mencakup Zona 1, Zona Rokan, dan Zona 4 ke dalam struktur Regional 1 demi memastikan operasional yang lebih optimal dan berkelanjutan. Restrukturisasi ini membawa dampak positif dalam pengelolaan aset hulu migas dari ujung utara hingga selatan Sumatra, sejalan dengan program Swasembada Energi yang dicanangkan pemerintah. Dengan organisasi yang lebih efisien, PHR berupaya menjaga pasokan energi nasional dan menghadapi tantangan industri migas ke depan.
Melongok Lele Sei Manasib di Tangan Rizky: Inovasi Pakan Mandiri Naikkan Omzet Puluhan Juta
Rokan Hilir, katakabar.com - Bagi para pembudidaya ikan di Sei Manasib, setiap memasuki masa panen lele bukan menjadi momen yang menghadirkan rasa lega. Lantaran di balik riak air kolam dan padatnya aktivitas budidaya, tersimpan kecemasan panjang akibat tingginya biaya produksi dan harga jual yang kerap tidak menentu. Kondisi itu pernah dirasakan langsung Muhammad Rizky 31 tahun, Sekretaris BUMDes, sekaligus penggerak Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Lele Sei Manasib. Bagi Rizky, usaha budidaya lele sempat terasa seperti perjuangan tanpa kepastian. Harga pakan yang terus melambung tinggi seakan berkejaran dengan harga jual ikan yang sering dimainkan tengkulak, membuat keuntungan kelompok semakin tergerus. “Antara biaya operasional terus membengkak dan margin keuntungan yang makin tipis, kami sempat berada di titik lelah. Bukan hanya lelah secara fisik karena merawat ikan setiap hari, tetapi juga lelah secara mental karena merasa kerja keras kami belum memberikan hasil yang pasti,” ulas Rizky. Berangkat dari kondisi tersebut, Rizky menyadari situasi itu tidak bisa terus dibiarkan. Ia percaya bahwa kelompok budidaya di Sei Manasib harus keluar dari ketergantungan dan mulai membangun sistem usaha yang lebih mandiri. Melalui Program Perikanan Riau PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), harapan baru mulai tumbuh. Kehadiran program pemberdayaan ini tidak hanya memberikan dukungan fasilitas, tetapi juga membuka ruang pembelajaran dan pendampingan bagi kelompok pembudidaya untuk membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Sebagai salah satu anggota kelompok yang paling vokal mendorong perubahan, Rizky bersama rekan-rekannya melakukan perjalanan ke Desa Bangko Jaya. Di sana, mereka belajar langsung dari kelompok binaan yang telah berhasil memproduksi pakan mandiri untuk budidaya lele serta mampu menembus pasar distribusi Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi). Dari pengalaman tersebut, Rizky mulai melihat peluang besar dalam pemanfaatan ikan rucah hasil tangkapan sampingan yang sebelumnya sering dianggap limbah pesisir sebagai bahan baku pakan alternatif. Tetapi, perjalanan menuju keberhasilan tidak berjalan mudah. Pada tahap awal uji coba produksi pakan mandiri, formulasi yang mereka buat justru mengalami kegagalan. Pelet yang dicetak hancur dan berubah menjadi serbuk ketika ditebar ke kolam sehingga berdampak pada kualitas air. “Mesin vertikal itu membutuhkan tingkat presisi yang tinggi. Saya sempat salah dalam metode pengaturan putaran pisau sehingga pelet tidak bisa memadat dengan sempurna,” kenang Rizky. Kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Rizky terus melakukan percobaan, mulai dari menyesuaikan kadar kelembaban adonan hingga melakukan kalibrasi mesin secara berulang. Hingga akhirnya, upaya tersebut membuahkan hasil ketika mesin berhasil menghasilkan butiran pelet yang padat dan berkualitas. Keberhasilan memproduksi pakan mandiri menjadi titik balik bagi kelompok budidaya lele Sei Manasib. Biaya operasional yang sebelumnya membebani kini dapat ditekan secara signifikan, sementara kualitas nutrisi pakan tetap terjaga. Tidak berhenti pada inovasi pakan, Rizky juga mulai mengembangkan strategi pemasaran kelompok. Ilmu tata niaga yang ia pelajari kemudian diaplikasikan untuk membuka jalur distribusi langsung ke Dapur SPPG dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasilnya, satu siklus produksi kelompok mampu menghasilkan sekitar 2,3 ton lele, dengan 519 kilogram di antaranya terserap langsung untuk kebutuhan program penyediaan pangan bergizi. Dalam tiga bulan terakhir, kelompok ini berhasil membukukan omzet hingga Rp32 juta. Perubahan tersebut perlahan menghapus rasa minder yang sebelumnya membayangi para pembudidaya. Kini mereka berdiri lebih percaya diri sebagai kelompok usaha masyarakat yang produktif dan mandiri, sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Manager CID Regional 1 PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan keberhasilan Pokdakan Lele Sei Manasib menunjukkan bagaimana program pemberdayaan masyarakat dapat menciptakan dampak ekonomi yang nyata apabila dijalankan secara konsisten dan berbasis potensi lokal. Menurutnya, PHR akan terus mendorong hadirnya program-program yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat agar lebih mandiri dan berdaya saing. “PHR berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun penguatan kapasitas kelompok usaha lokal. Kami percaya, kemandirian masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,” ucapnya. Ia menambahkan dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan terhadap operasional industri hulu migas memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. “Kami mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus mendukung kelancaran operasional industri hulu migas. Dukungan tersebut sangat penting dalam menjaga keberlanjutan operasi dan ketahanan energi nasional, di mana PHR menjadi salah satu penopang utama produksi migas Indonesia,” jelasnya. Kini, bagi Rizky, kolam lele bukan lagi sekadar tempat mencari penghidupan. Di balik air kolam yang tenang, tumbuh keyakinan baru bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari perjuangan. “Air di kolam boleh saja menyusut saat kemarau panjang, tetapi tekad kami untuk mandiri tidak akan pernah ikut mengering. Dari keterbatasan, kami belajar bahwa selalu ada jalan bagi orang-orang yang mau terus berusaha dan tidak menyerah,” tandasnya. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Transformasi Limbah Sawit dan Peternakan: Tangan Dingin Suparman Bangun KEBJ
Bengkalis, katakabar.com - “Kita hidup dikelilingi raksasa industri sawit, pantang rasanya bila kita cuma diam tanpa berproses. Dengan akal dan tekad, limbah yang dulunya terbuang sia-sia kini menjadi kunci untuk memutus rantai ketergantungan.” Kalimat menggugah itu meluncur tegas dari Suparman Amir 48 tahun, sosok penggerak Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Bangko Jaya Sejahtera. Di tengah kepungan industri kelapa sawit yang masif, kelompok ini berhasil mentransformasi limbah sawit dan peternakan menjadi sumber daya bernilai tinggi bagi perikanan dan pertanian. Sebelum inovasi ini berkembang, aktivitas budidaya ikan dan pertanian di Desa Bangko Jaya berada dalam tekanan berat. Tingginya harga pakan pabrikan dan pupuk kimia membuat biaya operasional membengkak, bahkan menggerus hampir seluruh hasil panen. Di sisi lain, potensi limbah seperti solid sawit, abu boiler, dan kotoran ternak yang melimpah belum mampu dimanfaatkan akibat keterbatasan pengetahuan dan teknologi. Berangkat dari kegelisahan tersebut, Suparman bersama anggota Pokdakan mulai menggagas solusi berbasis potensi lokal. Inisiatif cemerlang warga ini kemudian disambut baik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Perusahaan hulu migas ini hadir sinergikan langkah warga dengan program Desa Energi Berdikari (DEB). Melalui program pendampingan ini, Pokdakan Bangko Jaya Sejahtera mendapatkan pelatihan pembuatan pakan mandiri, manajemen keuangan, hingga produksi probiotik. Hadirnya fasilitas seperti mesin pencacah pakan, alat penepung, serta fasilitas Solar Dryer House turut mempercepat proses produksi pakan yang lebih higienis dan efisien. Dengan memanfaatkan limbah sawit sebagai bahan utama, kelompok ini berhasil memproduksi pakan ikan mandiri dengan formulasi yang teruji. Sebagai langkah turunan, mereka turut mengembangkan pupuk kompos organik berbasis bio slurry dari reaktor biogas yang diproses secara optimal menggunakan energi surya. Perubahan nyata pun dirasakan. Biaya pakan ikan berhasil ditekan hingga 40 persen, dari sebelumnya Rp15-16 ribu per kilogram menjadi sekitar Rp8-9 ribu per kilogram. Dari 10 kolam bioflok aktif, produksi lele kini mencapai ±537 kilogram per siklus panen. Tercatat total keuntungan mencapai Rp64,4 juta dan peningkatan pendapatan rata-rata anggota sebesar Rp6,4 juta per siklus. Di sektor pertanian, penggunaan pupuk organik mandiri mampu mengurangi biaya pembelian pupuk kimia hingga 50%, sekaligus meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen. Manager CID PHR Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana inisiatif akar rumput dapat menjadi katalis perubahan yang berkelanjutan. “PHR percaya kekuatan pembangunan desa terletak pada inisiatif masyarakatnya. Melalui kolaborasi erat dengan kelompok masyarakat, kami memfasilitasi inovasi berbasis potensi lokal yang meningkatkan nilai ekonomi sejalan dengan prinsip penguatan kemandirian serta ketahanan lingkungan masyarakat,” ujar Iwan. Ke depan, Pokdakan Bangko Jaya Sejahtera berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi mereka, termasuk membuka peluang komersialisasi produk pakan dan pupuk mandiri setelah memenuhi standar regulasi. Transformasi ini menjadi bukti bahwa dari desa, lahir solusi nyata untuk kemandirian ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Temuan PHR Teranyar, Harta Karun Terpendam Hasilkan 795 Barel Minyak Per Hari di Sumur TOPI-002
Duri, katakabar.com - SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil membuktikan lapangan tua masih menyimpan potensi raksasa belum sepenuhnya terjamah, di tengah tantangan penurunan produksi di lapangan minyak Blok Rokan, Sumur pengembangan teranyar, TOPI-002, yang terletak di struktur Karangan atau sekitar 20 kilometer dari Kota Duri secara mengejutkan mencatatkan produksi awal (initial production) sebesar 795 barel minyak per hari (BOPD). Angka ini menjadi suntikan energi baru bagi target lifting migas nasional. Keberhasilan ini diperoleh setelah tim teknis melakukan uji produksi pada lapisan Bekasap (BK2800 Lower). Hanya pada kedalaman 937–939 meter, sumur ini mampu menghasilkan minyak dengan volume yang signifikan, membuktikan bahwa strategi pengeboran di wilayah kerja (WK) Rokan masih sangat efektif. Tak hanya soal volume minyak, proyek ini juga menjadi tolok ukur efisiensi operasional PHR. Berikut ini rincian performa pengeborannya yakni teknologi metode Directional Drillingtipe J dengan dukungan Rig ACS#23 (750 HP). Kemudian..à secara durasi rampung dalam 25 hari hingga kedalaman akhir 1.136 meter MD. Dan, efisiensi biaya, proyek ini hanya menelan biaya USD 935 ribu, atau setara dengan 76 persen dari anggaran yang direncanakan. Artinya, tim berhasil menghemat biaya hingga 24 persen dari pagu awal. General Manager (GM) Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, menegaskan pencapaian ini buah dari perencanaan yang presisi dan eksekusi lapangan yang solid. "Keberhasilan sumur TOPI-002 adalah bukti bahwa optimasi di lapangan mature masih sangat mungkin. Kami tidak hanya mengejar volume, tapi juga memastikan setiap proses dan produksi dihasilkan dari proses yang efektif dan selamat," jelas Andre. Langkah selanjutnya, operator akan fokus pada uji produksi lanjutan untuk menentukan laju alir optimal. Hal ini krusial untuk menjaga reservoir dan meminimalisir risiko kadar air (water cut) yang tinggi, tantangan klasik di lapangan migas yang sudah matang. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam keterangan resminya menyambut baik pencapaian ini. Ia optimistis sumur TOPI-002 akan memberikan kontribusi dan dampak signifikan bagi ketahanan energi Indonesia. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina.
Perkuat Sinergi Mitigasi di Riau, PHR Tegaskan Kesiagaan Obvitnas dan Karhutla
Pekanbaru, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tegaskan kesiagaan penuh mengamankan kelancaran operasional Objek Vital Nasional (Obvitnas) dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Komitmen ini dibuktikan melalui peran aktif perusahaan sebagai tuan rumah Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran Lahan di Lapangan Upacara Rumbai, Sabtu (25/4). General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, menyatakan stabilitas ekosistem lingkungan merupakan fondasi penting bagi keandalan produksi migas nasional. Ancaman Karhutla risiko operasional nyata berdampak langsung pada keandalan infrastruktur energi nasional dan keselamatan publik. "Penurunan visibilitas, gangguan kesehatan pekerja, serta ancaman terhadap keselamatan masyarakat sekitar risiko yang wajib kami mitigasi secara komprehensif sejak fase awal. Kesiagaan personel Fire Brigade dan formasi armada alat berat kami di lapangan hari ini merepresentasikan ketegasan PHR dalam melindungi aset negara sekaligus mengamankan ruang hidup masyarakat," tegas Andre. Kesiapan infrastruktur mitigasi di tingkat korporasi ini sejalan dengan strategi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merespons tantangan hidrometeorologis tahun 2026. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, yang bertindak langsung sebagai Pembina Apel, menekankan fokus pemerintah pada aktivasi early fire response (respons dini tingkat tapak). KLH/ BPLH mengapresiasi gelar kesiapan armada dan personel Kesiapsiagaan Pencegahan Karhutla di Lapangan Sanggar, PH Rumbai. Kesiapsiagaan sejak dini kata Hanif, sangat penting untuk menekan potensi terjadinya Karhutla terutama di wilayah rawan yang memiliki lahan gambut luas. "Pengendalian Karhutla mewajibkan sinergi lintas sektor secara terpadu. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan dunia usaha adalah kunci utama mewujudkan lingkungan yang aman, bebas Karhutla, demi keberlanjutan ekosistem, serta kesehatan masyarakat luas," ucap Hanif di hadapan ratusan personel. Keterlibatan PHR dalam penanggulangan bencana lingkungan mencakup pelaksanaan protokol preventif ketat di area konsesi dan tindakan responsif pada eskalasi regional. Di periode siaga Idul Fitri 1447 Hijriah lalu, tim penanggulangan kebakaran PHR langsung diterjunkan untuk memberikan dukungan taktis pada operasi pemadaman Karhutla di wilayah Dumai. Di misi tersebut, PHR mengerahkan bantuan peralatan taktis dan personel guna membantu Satgas Gabungan (TNI, Polri, dan Manggala Agni) melokalisasi titik api di lahan gambut. Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 ini melibatkan lebih dari 500 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta perwakilan lintas korporasi. Kolaborasi masif ini menjadi bentuk validasi kesiapan Provinsi Riau dalam mengamankan ruang wilayahnya dari potensi anomali cuaca ekstrem tahun ini.
Lewat UMKM, Kolaborasi MB dan PHR Buka Harapan Kemandirian Ekonomi Perempuan
Pekanbaru, katakabar.com - Sebuah perubahan besar sedang tumbuh dari tangan-tangan tangguh para perempuan di sudut Kota Pekanbaru. Komunitas Matahari Bertuah, dulunya hanya sekumpulan pelaku usaha kecil berjalan tanpa arah, kini bertransformasi jadi simbol keberdayaan ekonomi perempuan di tengah hiruk pikuk masyarakat Riau. Kesuksesan tidak datang tiba-tiba. Lahir pada 2022 lalu, Matahari Bertuah sempat melewati masa-masa sulit. Tanpa struktur kelembagaan yang jelas. Minimnya literasi bisnis kala itu, membuat komunitas ini hampir redup. Belum lagi kerumitan urusan legalitas dan administrasi sempat membuat semangat para anggotanya rontok satu per satu. "Jangan ragu untuk memulai, sebab usaha terbaik bukan yang paling sempurna, melainkan benar-benar dijalankan dengan keberanian," ujar Suci Angreini, Ketua Kelompok UMKM Matahari Bertuah, saat itu memotivasi rekan-rekannya. Tetapi, titik balik itu datang di penghujung tahun 2025 melalui sentuhan Program Pengembangan UMKM Ekonomi Pemuda dan Perempuan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Bukan sekadar memberikan dukungan, PHR hadir membuka akses dan membenahi fondasi penguatan UMKM dengan memfasilitasi pengurusan legalitas kelompok untuk penguatan kelembagaan agar lebih tertib dan diakui. Para pelaku usaha juga diberikan pelatihan pengelolaan usaha yang meliputai: administrasi, pembukuan, dan penguatan kapasitas serta pendampingan berkelanjutan agar perubahan kebiasaan usaha benar-benar berjalan. “Intervensi yang diberikan bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan pembenahan fondasi yang meliputi fasilitasi legalitas kelompok, pelatihan tata kelola usaha, hingga pendampingan berkelanjutan,” ulas Suci. Ditengah dukungan PHR, Suci kian semangat, dan terus memotivasi para anggota dalam memulai usaha. Di bawah kepemimpinanya, kelompok ini mulai mempraktikkan disiplin baru: mencatat setiap rupiah yang keluar-masuk, membagi peran produksi secara profesional, hingga menjajaki dunia pemasaran digital. Hasil dari konsistensi ini mulai membuahkan hasil manis di kuartal pertama 2026. Aneka ragam produk yang awalnya muncul dari dapur sederhana kini tampil meramaikan pasar. Sebut saja seperti brownies kopi, brownies kukus ketan hitam, pie brownies dan pie susu diminati wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Matahari Bertuah mencatatkan rata-rata pemasukan mencapai Rp74 juta perbulan. Mereka membuktikan bahwa manajemen usaha yang tertata mampu menjadi pendorong ekonomi yang signifikan. Ini bukan hanya soal angka, dampak emosional pun terasa kuat. Para anggota yang sebelumnya didera kecemasan akan masa depan usaha, kini tampil lebih percaya diri. Keberhasilan ini semakin lengkap saat salah satu anggota mereka, seorang mahasiswi, berhasil menembus jajaran 10 besar finalis Rokan UMK Award 2025, ajang apresiasi UMKM Riau yang digelar PHR. Prestasi ini menegaskan pembinaan yang tepat mampu melahirkan wirausaha muda yang tangguh di masa depan. “UMKM Matahari Bertuah telah membuktikan kaum perempuan mampu menjadi aktor penggerak ekonomi bukan hanya bagi keluarga bahkan bagi daerah. Capaian ini sekaligus menjadi kado indah dalam semangat Hari Kartini. Kisah mereka adalah pengingat bahwa keterbatasan akses bukanlah akhir dari segalanya. Ketika perempuan diberikan ruang, dukungan, dan pendampingan yang tepat, mereka mampu mengubah keraguan menjadi kekuatan kolektif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” cerita Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal. Kini, Matahari Bertuah bukan lagi sekadar nama komunitas tempat berkumpulnya perempuan hebat, melainkan sebuah wadah kelembagaan yang sah dan siap menyongsong masa depan ekonomi yang berkelanjutan.
Setetes Energi Kehidupan, Pekerja PHR Sumbang Ratusan Kantong Darah Untuk PMI
Pekanbaru, katakabar.com - Setiap kantong darah simpan kisah tentang nyawa menunggu untuk diselamatkan, seperti pasien yang berjuang di ruang perawatan, ibu yang membutuhkan transfusi saat persalinan, hingga korban kecelakaan yang bergantung pada ketersediaan darah tepat waktu. “Donor darah bentuk rasa syukur paling nyata. Ada kepuasan tersendiri saat setetes darah kita bagikan bisa menjadi penyambung nyawa bagi orang yang membutuhkan,” kata Luthfi Fathani, salah satu pekerja di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan. Luthfi satu dari ratusan peserta berhasil sumbangkan 448 kantong darah pada kegiatan yang digelar di Gedung RCC Rumbai, Pekanbaru, Rabu (15/4). Ini bakti nyata, di tengah padatnya aktivitas operasional hulu migas, semangat kemanusiaan para pekerja tetap terpancar melalui aksi sosial ini. Bagi PHR, kegiatan donor darah tidak sekadar rutinitas medis. Kolaborasi antara Palang Merah Indonesia (PMI) dengan Bakoumkris, Badan Dakwah Islam PHR, dan Persatuan Wanita Patra (PWP) ini juga menjadi wadah bagi para pekerja untuk berbagi nilai-nilai kehidupan. “Dari sisi kampanye kesehatan, kegiatan donor darah ini mempromosikan gaya hidup sehat secara umum. Semangat mendonorkan darah akan membangkitkan motivasi untuk selalu hidup sehat dan menjaga derajat kesehatan yang tinggi,” ulas Ketua Pelaksana, Eka Pramana. Kegiatan ini disambut antusias oleh para pekerja, mitra kerja, serta masyarakat sekitar Komperta PHR Rumbai. Semangat kebersamaan dan gotong royong untuk kemanusiaan begitu terasa, menunjukkan kepedulian terhadap sesama tetap terjaga di tengah kesibukan. Pada kegiatan ini, antusias pendaftar mencapai 612 orang, melampaui target awal sebanyak 400 kantong darah. “Mesku tidak semua pendaftar lolos screening dan berkesempatan melakukan donor, namun tingginya angka ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk berbagi dan kepedulian terhadap sesama di lingkungan PHR sangat tinggi,” cerita Eka. Seluruh darah yang terkumpul kemudian diserahkan kepada PMI Kota Pekanbaru. Ratusan kantong darah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan donor darah ini secara rutin dilaksanakan sebagai bentuk komitmen PHR dalam mendukung PMI Pekanbaru. Sinergi yang terjalin diharapkan dapat memastikan pasien di rumah sakit memperoleh akses darah dengan lebih cepat dan tepat. “Melalui kegiatan ini, PHR hadir tidak hanya untuk ketahanan energi nasional, tetapi juga untuk merawat nadi kehidupan masyarakat di sekitarnya,” imbuhnya. Di balik angka dan stok yang tercatat, darah menjadi harapan hidup yang tak bisa ditunda maupun digantikan. Lantaran itu, gerakan donor darah bukan sekadar aksi sosial, melainkan wujud nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang menentukan keselamatan banyak orang. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Ekspansi ke Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung-PHR Berdayakan UMKM Riau
Pekanbaru, katakabar.com - Tansformasi besar geliat ekonomi lokal Provinsi Riau tengah berlangsung. Di mana pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebelumnya bergerak masing-masing tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wadah kolektif. Koperasi Pucuk Rebung hadir sebagai simbol kemandirian ekonomi yang mampu bersaing hingga skala internasional. Sosok perempuan tangguh bernama Yuneli, atau akrab disapa Nunik, yang pimpin koperasi ini melewati berbagai tantangan. Para pelaku usaha awalnya merasa kurang percaya diri untuk bermimpi besar karena keterbatasan modal, standar kualitas yang belum seragam, serta minimnya jejaring distribusi mulai menemukan arah. Pasar internasional yang sebelumnya terasa mustahil untuk diraih muncul perlahan. “Rasa percaya diri kini tumbuh menggantikan perasaan ragu yang dahulu membayangi kami. Perjalanan Koperasi UMKM Pucuk Rebung dan dukungan PHR telah mengubah segalanya. Berawal dari dapur sederhana, kini produk kami mampu tampil hingga pasar internasional,” kata Nunik yang baru saja kembali dari Malaysia menjajaki kerja sama dengan pelaku usaha setempat. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) hadir sebagai Sahabat Pendukung melalui program Pengambangan UMKM Ekonomi Pemuda dan Perempuan. Andil strategi PHR mencakup penguatan kelembagaan, pembukaan akses pasar, serta penyediaan pelatihan peningkatan kualitas produk. Intervensi ini dirancang agar UMKM tidak sekedar bertahan hidup, melainkan tumbuh menjadi usaha yang berdaya saing. Anggota koperasi berproses secara aktif meningkatkan kualitas produk dan menyesuaikan standar keamanan pangan. Mereka memperbaiki sistem pengemasan agar daya simpan produk mampu bertahan hingga delapan bulan. Dukungan alat produksi dan baku dari PHR dimanfaatkan secara optimal sebagai pemantik kemandirian. Produk unggulan seperti keripik tempe, rendang, salai patin, dan nastar sagu kini berhasil menembus pasar nasional hingga ekspor. Pencapaian finansial koperasi ini sangat signifikan dengan catatan omzet mencapai ratusan juta per bulan. Peningkatan pendapatan tersebut membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan keluarga para anggota. Rasa percaya diri kini tumbuh menggantikan perasaan ragu yang dahulu membayangi mereka. “Kehadiran PHR melalui program tanggung jawab sosia memberikan dampak yang sangat signifikan bagi pengembangan UMKM Pucuk Rebung. Dukungan PHR mampu meningkatkan kapasitas usaha secara optimal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh anggota koperasi,” cerita Nunik, Ketua Koperasi UMKM Pucuk Rebung. Belum lama ini, dunia akademik internasional turut memberikan pengakuan terhadap model pemberdayaan ini. Universiti Keusahawanan Koperasi Malaysia melakukan kunjungan studi untuk mempelajari pengelolaan UMKM yang diterapkan Pucuk Rebung. Kunjungan tersebut membuktikan bahwa pola kolaborasi ini layak menjadi rujukan lintas negara. Bagi PHR, pembinaan UMKM merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pilar ekonomi. Program ini mencakup peningkatan kualitas produk, pelatihan manajemen, pemasaran digital, hingga perluasan akses pasar. “Koperasi UMKM Pucuk Rebung adalah bukti nyata bagaimana kolaborasi PHR dan masyarakat dapat mengubah tantangan menjadi peluang ekonomi yang mandiri. Pencapaian ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi kelompok usaha lainnya di Riau untuk terus berinovasi dan tidak ragu untuk 'naik kelas'. PHR komitmen mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ucap Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal. Koperasi Pucuk Rebung saat ini mulai menatap masa depan melalui semangat regenerasi. Pelibatan generasi muda menjadi kunci agar keberlanjutan ekonomi lokal terus tumbuh dan berdaya saing global. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.