Perluas Jejak Teh Indonesia, Produk PTPN I Masuk Gerai Legendaris Twinings London
Jakarta, katakabar.com - Komitmen Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) perkuat daya saing komoditas perkebunan Indonesia di pasar global kembali menunjukkan hasil positif. Salah satu produk teh premium yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) kini dipasarkan di gerai teh legendaris Twinings di London, Inggris. Twinings yang berdiri sejak tahun 1706 dikenal sebagai salah satu ikon industri teh dunia dengan proses kurasi yang ketat terhadap produk-produk yang dipasarkan. Kehadiran teh produksi PTPN I di salah satu etalase gerai tersebut menjadi pengakuan atas kualitas produk teh Indonesia yang mampu bersaing dengan berbagai teh premium dari negara-negara produsen utama dunia. Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, mengatakan perusahaan terus memperluas penetrasi pasar internasional sekaligus memperkuat posisi teh Indonesia pada segmen premium dunia. Menurutnya, kepercayaan Twinings serta berbagai jaringan hospitality kelas dunia yang menggunakan teh produksi PTPN I menjadi indikator kuat atas reputasi dan konsistensi kualitas produk yang dihasilkan perusahaan. "Mengandalkan konsistensi kualitas teh premium dari bentangan areal perkebunan teh terbesar di dunia dalam satu manajemen korporasi PTPN I optimistis bersaing dengan produsen negara lain. Negara Kenya, India, dan Sri Lanka yang selama ini memiliki reputasi tinggi, perlahan akan digeser oleh teh produk Indonesia yang ditopang oleh PTPN I," kata Aris. Ia menjelaskan, performa operasional komoditas teh PTPN I saat ini berada pada kondisi yang solid. Kinerja tersebut didukung oleh luas areal tanaman menghasilkan serta peningkatan produktivitas yang terus menunjukkan tren positif. "Saat ini, total areal tanaman menghasilkan teh yang dikelola oleh PTPN I mencapai 12,7 ribu hektare. Dari luasan tersebut, hingga Mei 2026, kami telah berhasil membukukan total produksi sebesar 11,6 juta kilogram, dengan tingkat produktivitas mencapai 912 kilogram per hektare," ujarnya. Secara historis, produksi teh kering PTPN I juga menunjukkan tren yang terus menguat. Pada 2022, produksi mencapai 29,05 juta kilogram dengan produktivitas sebesar 1.685 kilogram per hektare. Produksi sempat berada pada level 25,97 juta kilogram pada 2023 dengan produktivitas 1.499 kilogram per hektare, sebelum kembali meningkat pada 2024 menjadi 28,44 juta kilogram dengan produktivitas 1.651 kilogram per hektare. Peningkatan tersebut berlanjut pada 2025 dengan capaian produksi teh kering sebesar 29,28 juta kilogram dan produktivitas yang menembus 2.004 kilogram per hektare. Sejalan dengan itu, volume ekspor perusahaan sepanjang tahun lalu juga mencapai 8,9 juta kilogram. Perluas Pasar Ekspor Aris menjelaskan, produk teh PTPN I saat ini telah dipasarkan ke berbagai negara. Malaysia masih menjadi pasar ekspor terbesar, disusul Korea Selatan, Thailand, kawasan Timur Tengah seperti Dubai, hingga pasar Eropa dan Amerika Serikat, termasuk Jerman dan Inggris. "Keunggulan utama produk PTPN I terletak pada aspek mutu yang mampu bersaing ketat dengan teh asal Kenya, India, maupun Sri Lanka. Bahkan, komitmen kualitas ini dibuktikan dengan masuknya produk teh pilihan kebun PTPN I ke dalam gerai teh legendaris dunia, Twinings, yang berbasis di London, Inggris," ucap Aris. Perkuat Hilirisasi dan Pasar Domestik Selain mempertahankan pasar ekspor untuk produk teh curah (bulk tea), PTPN I juga terus memperkuat strategi hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah produk di pasar domestik. Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan berbagai produk ritel, seperti Teh Celup Walini, Goalpara, dan Gunung Mas, serta inovasi produk Ready to Drink (RTD) yang menyasar konsumen muda. Perusahaan juga memperkuat kampanye digital melalui berbagai platform media sosial untuk memperkenalkan manfaat kesehatan teh sekaligus membangun citra teh sebagai bagian dari gaya hidup modern. Tidak hanya melalui media digital, PTPN I juga memperluas penetrasi produk premium ke berbagai kafe modern sebagai bagian dari strategi mendekatkan teh Indonesia kepada generasi muda. Melihat prospek pasar teh premium yang terus berkembang, PTPN I telah menyiapkan strategi ekspansi berikutnya untuk memperkuat posisi di pasar internasional. "Ke depan, fokus kami adalah mengembangkan varian produk premium baru yang dikonsepkan secara khusus untuk dipajang di store kota London. Langkah ini akan kami jalankan melalui kolaborasi taktis dengan berbagai brand teh terkemuka dunia," sebut Aris Handoyo. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN I terus memperkuat integrasi bisnis dari hulu hingga hilir melalui peningkatan produktivitas, pengembangan produk bernilai tambah, serta perluasan pasar ekspor.
Inovasi Produk Podcast 'Bincang di Roemah UMKM Perkebunan' BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas
Jakarta, katakabar.com - Sebagai upaya memperkuat ekosistem usaha dan mewujudkan UMKM Perkebunan Naik Kelas, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai BLU Kemenkeu gelar kegiatan podcast bertajuk “Bincang UMKM Perkebunan di Roemah” di Roemah UMKM BPDP @ SMESCO Indonesia, Jakarta. Kegiatan ini usung tema “Strategi UMKM Naik Kelas melalui Inovasi Produk Berbasis Komoditas Perkebunan” sebagai sarana edukasi bagi pelaku usaha di sektor perkebunan nasional. Kegiatan yang berlangsung Kamis (18/6) lalu ini menghadirkan narasumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan pelaku usaha, meliputi Helmi Muhansah selaku Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, serta Afdhal Aliasar selaku Founder Minang Kakao. Diskusi edukatif ini dipandu oleh Brigita Agustina sebagai pembawa acara. Podcast ini menyoroti pentingnya peran UMKM berbasis komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, kelapa, dan kakao, dalam menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pada sesi diskusi, dipaparkan perjalanan inspiratif Minang Kakao dalam membangun usaha berbasis kakao, mulai dari tantangan dalam menjaga kualitas hingga strategi melakukan inovasi produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan kegiatan podcast ini diharapkan dapat menjadi media promosi sekaligus edukasi bagi masyarakat terkait potensi usaha berbasis perkebunan. “Podcast ini menjadi sarana promosi bagi UMKM perkebunan dan diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk berwirausaha berbasis perkebunan. Melalui berbagai cerita dan pengalaman yang dibagikan, kami berharap semakin banyak masyarakat yang melihat peluang besar pengembangan usaha dari komoditas perkebunan Indonesia,” ujar Helmi. Selain berbagi pengalaman bisnis, podcast ini memaparkan berbagai dukungan BPDP untuk membantu pelaku usaha naik kelas melalui penguatan ekosistem, sinergi pemerintah-pelaku usaha, peningkatan informasi pasar, serta perluasan promosi produk perkebunan melalui kanal digital. Melalui aktivasi Roemah UMKM BPDP di SMESCO Indonesia, pelaku usaha juga didorong untuk terus meningkatkan kapasitas dalam menghasilkan produk turunan yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi bagian penting dari upaya memastikan UMKM Perkebunan Naik Kelas dengan memanfaatkan potensi kekayaan perkebunan Indonesia. Seluruh rangkaian diskusi ini akan ditayangkan melalui kanal YouTube dan media sosial resmi BPDP untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta motivasi bagi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk berkualitas yang memiliki nilai tambah tinggi agar mampu naik kelas secara konsisten
BPDP BLU Kemenkeu Dorong UKMK Kembangkan Produk Turunan Sawit
Magelang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dorong Usaha Kecil, Mikro, dan Koperasi (UKMK) untuk kembangkan berbagai produk turunan sawit di Magelang meski bukan daerah penghasil kelapa sawit. BLU Kemenkeu menekankan hal itu ketika Workshop Pemberdayaan UKMK Magelang dan Promosi Sawit Baik 2026 usung tema "Inovasi Produk Turunan Sawit untuk Pelaku UKMK" yang digelar Majalah Hortus Archipelago bersinergi dengan BPDP di Magelang, di pertengahan Juni 2026 lalu. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan industri sawit tawarkan banyak peluang usaha yang dapat dimanfaatkan pelaku UKMK. "Potensi-potensi kelapa sawit bisa diusahakan UKMK-UKMK, termasuk di Magelang. Meski Magelang tidak ada kelapa sawit, isu keberadaan bahan bakunya karena kita sudah terkoneksi menjadi tidak relevan," ucap Helmi melalui sambungan virtual. Pengembangan UKMK berbasis sawit sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sejalan ditargetkan Presiden RI, H Prabowo Subianto. "Salah satu yang bisa mendukung itu adalah ketika ekonomi rakyat kita bergerak. Lantaran itu, kami ingin menginspirasi UKMK di Magelang agar bisa berinovasi membangun ekonomi berbasis sawit," imbuhnya. Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menerangkan Kabupaten Magelang memiliki potensi UKMK yang luar biasa besar dan menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Ia menilai produk turunan sawit dapat menjadi salah satu peluang usaha yang dapat dikembangkan oleh pelaku UKMK setempat. "Ketika kita mendengar kata kelapa sawit, yang pertama kali terlintas di benak kita sebagian besar pasti minyak goreng. Tetapi, kita hadir di sini untuk membuka mata dan mendobrak batasan tersebut," ulas Grengseng dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang, Edi Wasono. Menurutnya, keunggulan usaha berbasis produk turunan sawit adalah dapat dijalankan dalam skala kecil dan menengah tanpa membutuhkan investasi besar. "Melalui sinergi dengan program Sawit Baik 2026, Grengseng berharap UKMK Magelang tidak hanya menjadi penonton dalam rantai industri sawit nasional, tetapi mampu menjadi pelaku usaha yang aktif, inovatif, dan berdaya saing," tuturnya. Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menimpali kelapa sawit menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif dan bernilai ekonomi tinggi. Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan melalui pengetahuan, keterampilan, dan keberanian untuk berinovasi. Damar menyampaikan apresiasi kepada Majalah Hortus Archipelago yang didukung BPDP atas inisiasinya menyelenggarakan Workshop Pemberdayaan UKMK Magelang dan Promosi Sawit Baik 2026. Workshop ini tidak hanya meningkatkan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya praktik sawit yang baik dan berkelanjutan.
AI Connect dan Estha AI Intenskan Ekosistem Pembelajaran AI dari Adopsi hingga Pengembangan Produk
Bandung, katakabar.com - Lewat Digital Talks dan AI Challenge, Telkom AI Connect dan Estha AI bekali peserta dengan keterampilan AI mulai dari no-code AI hingga pengembangan produk siap digunakan. Sebagai upaya mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang semakin inklusif dan berdampak nyata, Telkom AI Connect Bandung bersama Estha AI menghadirkan rangkaian kegiatan Digital Talks dan AI Challenge yang dirancang untuk mendukung peserta di berbagai tahapan perjalanan inovasi AI. Mulai dari pengenalan teknologi yang mudah diakses melalui pendekatan no-code hingga pengembangan ide menjadi produk yang siap digunakan, rangkaian ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas talenta digital di Indonesia. Rangkaian pertama dilaksanakan melalui sesi Digital Talks: AI Adoption Challenges for Non-Technical Users pada 22 Mei 2026 lalu. Kegiatan ini berfokus bagaimana AI dapat diadopsi masyarakat yang tidak memiliki latar belakang teknis maupun kemampuan pemrograman. Melalui pendekatan no-code, peserta diperkenalkan pada konsep dasar AI serta berbagai penerapannya dalam bidang bisnis, pendidikan, dan produktivitas. Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti demonstrasi dan sesi praktik yang menunjukkan bagaimana sebuah ide dapat diwujudkan menjadi AI Experience sederhana tanpa perlu menulis kode. Pada sesi tersebut, Shanez selaku Strategic Marketing Manager Estha AI membagikan wawasan mengenai pentingnya pendekatan no-code dalam memperluas akses terhadap teknologi AI. Menurutnya, tantangan terbesar adopsi AI saat ini bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada bagaimana teknologi tersebut dapat diakses dan digunakan oleh lebih banyak orang. "Tantangan terbesar adopsi AI bukan pada teknologinya, melainkan bagaimana membuat teknologi tersebut mudah diakses dan digunakan oleh semua orang," ujar Shanez. Ia lantas menekankan pendekatan no-code mampu membuka peluang bagi siapa saja untuk mulai bereksperimen dan berinovasi menggunakan AI tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman yang mendalam. Melanjutkan pembelajaran tersebut, rangkaian kedua digelar pada 30 Mei 2026 lalu melalui sesi AI for Builders: Turning Ideas into Real Products. Jika pada sesi pertama peserta diperkenalkan pada cara memulai pemanfaatan AI, maka sesi kedua berfokus pada bagaimana mengembangkan ide, prototipe, atau solusi awal menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan pasar dan mampu memberikan dampak nyata. Di sesi ini, Lusia Elsa Dika Damayanty selaku Business and Community Lead Telkom AI Connect membahas pentingnya membangun pola pikir builder dalam proses pengembangan produk berbasis AI. Materi yang disampaikan mencakup validasi ide, pemahaman kebutuhan pengguna, pengembangan prototipe menjadi produk yang siap digunakan, hingga strategi monetisasi yang berkelanjutan. Peserta juga diajak memahami keberhasilan solusi AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya dalam menyelesaikan permasalahan nyata dan memberikan nilai tambah bagi pengguna. Dalam paparannya, Elsa menyoroti pentingnya kesiapan individu untuk terus belajar dan beradaptasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. "AI hanya menggantikan kalian jika kalian tidak mau beradaptasi dengan teknologi. Mereka yang terus belajar, memahami perubahan, dan memanfaatkan AI sebagai alat bantu justru akan memiliki lebih banyak peluang untuk berkembang," ucap Elsa. Melalui sesi ini, Telkom AI Connect tidak hanya mendorong peserta untuk memahami teknologi AI, tetapi juga membantu mereka membangun pola pikir inovatif yang diperlukan untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut sejalan dengan visi Telkom dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui pengembangan talenta, pemberdayaan komunitas, serta penciptaan inovasi yang mampu memberikan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Sesi kedua juga menjadi momentum pengumuman pemenang AI Challenge yang telah diikuti peserta sebagai bagian dari rangkaian program pengembangan talenta AI. Kehadiran challenge tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus mengembangkan solusi AI yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Telkom AI Connect terus memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem pembelajaran AI yang aplikatif, relevan, dan berorientasi pada penciptaan dampak. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan perjalanan inovasi AI tidak berhenti pada tahap memahami teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan untuk mengembangkan solusi yang bernilai, berkelanjutan, dan siap menjawab kebutuhan masyarakat di era transformasi digital.
Lagi, Produk Premium Eropa ke MIFB Malaysia
Kuala Lumpur, katakbar.com - Kampanye 'Produk Eropa Premium' ditampilkan di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC). Pameran Perdagangan Makanan dan Minuman Antara bangsa Malaysia (MIFB) digelar pada 15 hingga 17 Juli 2026 nanti. Kampanye ini dibiayai Kesatuan Eropa merupakan kerja sama strategis antara Greece dan Latvia. Pameran produk ini bertujuan untuk memenuhi permintaan yang meningkat di pasaran makanan Malaysia. Alami Produk PDO Greek Menonjolkan ramuan Penetapan Asal Terlindung (PDO) Greece, pameran bakal menampilkan produk terikat sepenuhnya dengan wilayah mereka, termasuk zaitun meja PDO dari Konservolia Rovion dan Stylida, minyak zaitun Cretan premium PDO dari Kolymvari, Messara, Viannos, dan Vorios Mylopotamos, dan pelbagai minyak zaitun tambahan. Pengunjung bakal menemui produk Greek PDO terkenal yang lain, seperti keju Graviera of Crete, currant Corinthian "Vostitsa" yang terkenal, minyak Mastiha Chios dan Mastiha yang beraroma, dan Krokos Kozanis (safron Yunani) yang berharga bersama-sama menawarkan rasa asli warisan masakan Greece yang kaya. Pameran Latvia Premium Warisan tenusu negara yang kaya dengan koleksi tenusu premium, snek masin berkualiti tinggi, coklat halus dan kuih-muih serta koleksi buah-buahan kering yang dibina berdasarkan kepiawaian keselamatan makanan EU yang ketat dipamerkn. 'Produk Eropah Premium kepada MIFB Malaysia tiba saat tepat, sebab pasaran kini didorong populasi bandar semakin mengutamakan kesehatan. Permintaan untuk bahan-bahan asli dan berkualitas tinggi telah meningkat secara terus menerus di Malaysia. Diketahui, terdapat budaya kafe yang berkembang pesat, kedai roti artisanal, restoran santapan mewah, dan bar wain dan keju yang eksklusif; Pengguna Malaysia berminat untuk mencari menu kreatif, dan sesui selera mereka dengan bahan-bahan premium. Kesatuan Eropa berdiri sebagai rekan dagang utama bagi Malaysia. Industri pembuatan makanan dan perkumpulan makanan tempatan melihat secara khusus ke Eropa untuk bahan mentah mewah dan bahan istimewa yang tidak boleh diperoleh secara tempatan. Pengembalian 'Produk Eropa Premium' ke MIFB 2026 bukan hanya tentang memamerkan dalam pameran global. Tetapi langkah strategis dan kolaboratif ke arah menjalin kerj sama B2B yang mapan. Berusaha untuk mencapai misi kami menyampaikan keandalan warisan Eropa yang paling ketat dan keselamatan makanan tanpa kompromi kepada pengguna Malaysia. Acara: Makanan & Minuman Antarabangsa Malaysia (MIFB) 2026 Tarikh: 15 – 17 Juli 2026 Lokasi: Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC) Lokasi Gerai: Hall 1, Stand: 1501 Untuk menjadwalkan sesi mencari jodoh B2B atau menjamu selera, lawati gerai untuk maklumat lebih menarik di MIFB 2026. Mengenai Produk Eropah Premium Kempanye 'Produk Eropah Premium' adalah program promosi yang dibiayai bersama Kesatuan Eropa. Di mana kedepankan keselamatan, kebolehkesanan dan perisa asli produk agrimakanan Eropah, menyokong pengembangannya ke pasaran antara bangsa yang berkembang pesat seperti Malaysia. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kempen "Produk Eropah Premium", sila lawati https://premiumeuropeanproducts.eu/ atau email kami ke [email protected]. Halaman khusus untuk program ini boleh didapati di Instagram, Facebook dan YouTube, @premiumeuropeanproducts. About National Union of Agricultural Cooperatives of Greece (ETHEAS) Founded by Greece's leading cooperatives and established by Greek law, ETHEAS is the national coordinating body of Agricultural Cooperatives in Greece. With over 300 member cooperatives representing approximately 80% of Greece's total agricultural cooperative turnover, ETHEAS aims to foster rural and cooperative development, support and promote its members' activities domestically and internationally, provide expert opinions on cooperative movement agricultural production and sector development, supervise the dissemination and promotion of cooperative ideas, and serve and educate its members through studies, research projects, and assignments. About Latvian Dairy Committee The Latvian Dairy Committee (LDC) was established in 1995, representing Latvian dairy processing sector and aims to protect its interests. It consists of 17 members processing approximately 80% of industrially produced milk in Latvia.
Barantum: CRM Lokal Kalahkan Produk Global di Mata Pelanggan
Jakarta, katakabar.com - Barantum satukan CRM, AI Agent, Omnichannel, dan WhatsApp Business API satu dashboard, guna memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Di mana hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Kebutuhan akan Customer Relationship Management (CRM) di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring semakin masifnya transformasi digital di berbagai sektor industri. Jika sebelumnya CRM lebih banyak digunakan oleh perusahaan besar, kini teknologi ini juga mulai dimanfaatkan oleh UMKM untuk mengelola pelanggan, meningkatkan efektivitas penjualan, dan memberikan layanan yang lebih baik. Laporan kenresearch.com menunjukkan bahwa perubahan ekspektasi konsumen menjadi salah satu pendorong utama tren tersebut. Sebanyak 76 persen konsumen Indonesia menginginkan pengalaman yang lebih personal ketika berinteraksi dengan sebuah brand, sehingga perusahaan dituntut untuk memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam. Situasi ini mendorong bisnis untuk memanfaatkan data pelanggan, automation, dan teknologi digital guna meningkatkan customer engagement sekaligus menjaga kualitas layanan di tengah persaingan yang semakin ketat. Di tengah perkembangan tersebut, solusi CRM lokal mulai mendapat perhatian lebih besar dari kalangan bisnis. Salah satunya adalah Barantum, yang dinilai mampu menghadirkan sistem yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan di Indonesia dibandingkan banyak solusi global yang tersedia di pasar. Mengapa Banyak Perusahaan Pilih Barantum Dibanding CRM Lain? Lebih dari 1.000 bisnis dan badan usaha di Indonesia telah mempercayakan pengelolaan sales, customer service, dan komunikasi pelanggan mereka kepada Barantum. Solusi ini juga telah digunakan oleh berbagai perusahaan dari beragam industri, mulai dari BRI Insurance, Adira Finance, Total Bangun Persada, AnterAja, Sekolah.mu, Pusat Gadai Indonesia, Bakmi GM, Orang Tua, hingga Kimia Farma. Salah satu alasan banyak perusahaan memilih Barantum dibanding CRM lain adalah karena sistemnya dirancang agar mudah digunakan dan dapat menyesuaikan kebutuhan operasional bisnis di Indonesia. Selain menghadirkan platform yang terintegrasi, Barantum juga dikenal melalui layanan implementasi dan dukungan pelanggan yang responsif sehingga membantu proses adopsi sistem berjalan lebih lancar. Melalui ekosistem all-in-one solution, Barantum menghadirkan berbagai solusi bisnis terintegrasi mulai dari CRM, Omnichannel, WhatsApp API, hingga Call Center untuk membantu perusahaan meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan pelanggan. Sebagai partner resmi Meta untuk layanan WhatsApp Business API, Barantum membantu perusahaan mengelola komunikasi pelanggan secara lebih efektif sekaligus menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih konsisten di berbagai channel. Tingginya Rating Mencerminkan Kepercayaan Pelanggan Dengan rating 4,9/5 dari 1.221 ulasan di Google Business per 12 Juni 2026, Barantum menjadi CRM Indonesia dengan tingkat kepuasan pelanggan tertinggi. Penilaian tersebut mencerminkan pengalaman pengguna yang positif terhadap sistem, layanan, dan dukungan implementasi yang diberikan. Berikut beberapa ulasan pengguna mengenai pengalaman mereka menggunakan Barantum: "We love using Barantum! It really helps us with marketing and reservation broadcasts. Sending promotions and managing customer responses can be done easily in one place. The system makes our daily operations faster and more organized. Their support team is always helpful and quick to respond. Totally recommended!" Admin Jittlada Group "Saya sangat puas dengan pengalaman menggunakan aplikasi Barantum. Aplikasi ini memiliki fitur yang lengkap dan intuitif, sehingga sangat membantu meningkatkan efisiensi kerja serta memperlancar komunikasi, baik di dalam tim maupun dengan pelanggan," ujar Finance Accounting Tax Dearbutter Berbagai ulasan tersebut menunjukkan bahwa pelanggan tidak hanya merasakan manfaat dari sisi teknologi, tetapi juga dari kualitas layanan yang mereka terima selama menggunakan sistem Barantum. Itu sebabnya, Barantum menempatkan kualitas layanan dan customer support sebagai bagian penting dalam membantu perusahaan mengoptimalkan penggunaan CRM sesuai kebutuhan operasional bisnis mereka. Sebagai partner resmi Meta untuk WhatsApp Business API, Barantum memungkinkan bisnis menggunakan WhatsApp Business API resmi untuk mengelola komunikasi pelanggan secara lebih aman dan profesional. Selain itu, seluruh ekosistem platform telah terhubung secara terintegrasi sehingga memudahkan perusahaan memonitor aktivitas pelanggan, tim sales, dan layanan customer service dalam satu dashboard. Keunggulan lain yang banyak dipertimbangkan perusahaan adalah dukungan layanan lokal yang lebih mudah dijangkau. Sebagai produk asli Indonesia, Barantum menghadirkan proses implementasi, onboarding, serta layanan purna jual yang lebih cepat dan responsif sesuai kebutuhan bisnis di pasar Indonesia. Barantum CRM Hadir Mitra Dukung Pertumbuhan Bisnis Melalui Solusi All-in-One CRM, Barantum menghadirkan ekosistem terintegrasi yang membantu perusahaan mengelola penjualan, layanan pelanggan, dan komunikasi bisnis secara lebih efisien, sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data. “Penyedia CRM tidak cukup hanya menawarkan fitur lengkap. Yang terpenting adalah bagaimana pelanggan merasakan pelayanan dan pendampingan yang membantu bisnis mereka berkembang. Karena itu, Barantum hadir bukan hanya sebagai software, tetapi sebagai partner yang membantu perusahaan memaksimalkan penggunaan sistem sesuai kebutuhan operasional bisnis,” kata Handri Kosada, CEO Barantum. Seiring meningkatnya adopsi CRM di Indonesia, kebutuhan akan solusi yang mampu menggabungkan teknologi, layanan, dan pendampingan implementasi diperkirakan akan terus bertumbuh. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan untuk memanfaatkan CRM secara lebih optimal dalam mendukung produktivitas, layanan pelanggan, dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Di Karawang BPDP BLU Kemenkeu Seru Gen Z Gunakan Produk Hilirisasi Sawit Bangun Bisnis UMKM
Karawang, katakabar.com - Awal Juni 2026 lalu, Karawang, Jawa Barat jadi tempat Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit usung tema “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood”. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) BLU Kemenkeu dan majalah sawit, yang menggelar kegiatan selama dua hari. Hal ini selaras dengan potensi besar industri kelapa sawit sebagai sumber inovasi dan peluang usaha bagi generasi muda. Workshop diikuti pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, serta generasi muda yang ingin kembangkan usaha berbasis produk turunan sawit. Bupati Karawang yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, Dindin Rachmadhy, mengatakan pemerintah daerah sambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kewirausahaan dan UMKM. Meski bukan daerah penghasil sawit, Karawang memiliki keterkaitan erat dengan industri sawit melalui sektor pengolahan dan UMKM. Ia menyebut sekitar 70 persen pelaku usaha kuliner di Karawang menggunakan produk berbasis sawit dalam kegiatan usahanya. "Kami melihat banyak peluang yang bisa dikembangkan dari produk turunan sawit. Tadi kami juga mendapat informasi sawit dapat dimanfaatkan untuk kriya dan fesyen. Karawang memiliki batik khas daerah, sehingga tidak menutup kemungkinan ke depan bahan turunan sawit seperti parafin dapat dimanfaatkan dalam proses produksinya," jelasnya. Dindin mengusulkan agar program beasiswa sawit yang dikelola BPDP dapat diperluas untuk menjangkau anak-anak pelaku UMKM yang memanfaatkan produk berbasis sawit. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menimpali BPDP terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia di sektor sawit, salah satunya melalui program beasiswa pendidikan. Selain pendidikan, BPDP juga mendorong hilirisasi dan inovasi produk sawit. Berbagai hasil riset yang dikembangkan saat ini telah menghasilkan beragam produk bernilai tambah, mulai dari material industri hingga produk UMKM. "Kami memiliki banyak hasil penelitian berbasis sawit, mulai dari bahan untuk rompi antipeluru, helm, hingga berbagai produk konsumen. Sejumlah hasil riset tersebut telah dikomersialisasikan oleh UMKM. Di website BPDP juga terdapat katalog100 UMKM berbasis produk turunan sawit yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda," sebut Helmi. Helmi mencontohkan keberhasilan seorang mahasiswa yang pernah jadi peserta Inkubasi Bisnis BPDP dan Universitas Andalas yang terinspirasi mengembangkan usaha berbasis lidi sawit hingga berhasil menjadi eksportir ke pasar Asia Selatan. "Kami berharap peserta workshop ini dapat terinspirasi dan dalam beberapa tahun ke depan muncul wirausaha muda baru dari Gen Z yang mampu mengembangkan produk UMKM sawit hingga menembus pasar ekspor," imbuhnya. Pimpinan Majalah Sawit Indonesia, Qayuum Amri, menuturkan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai industri sawit kepada generasi muda. "Selama ini generasi Z lebih banyak menerima informasi negatif tentang sawit melalui media sosial. Padahal sawit memiliki banyak manfaat dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan oleh pelaku UMKM maupun wirausaha muda," terangnya.
Hipnotis Pengunjung, Produk UMKM Sawit Tampil di Ajang Pameran Internasional
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai salah satu aktor utama pembangunan sektor sawit terus perkuat peran strategis sektor ini terutama dengan menggerakkan hilirisasi sawit skala Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Di antara bentuk dukungan BPDP ini diwujudkan melalui keikutsertaannya di ajang pameran industri kelapa sawit skala internasional, PALMEX Jakarta 2026, yang digelar pada 6 hingga 7 Mei 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran. Usung tema “Mendorong Industri Kelapa Sawit Global Melalui Inovasi dan Transformasi Digital”, ajang ini menjadi wadah pertemuan pelaku industri, pemangku kepentingan, hingga investor global untuk menjajaki teknologi terbaru di sektor sawit. BLU Kemenkeu ini perkenalkan produk-produk inovasi ramah lingkungan yang dihasilkan UMKM mitra BPDP, yakni Pupuk Cair Organik berbahan baku limbah cair kelapa sawit, Biodegradable Mulsa, Fungisida Organik, Bio Baby Bag yang dirancang khusus untuk proses nursery, Kompos, Biochar yang berasal dari cangkang sawit, hingga produk aromaterapi berbahan minyak sawit. Ketika pembukaan acara, booth BPDP dikunjungi Deputy Secretary General CPOPC, Musdhalifah Machmud. Pada kunjungannya, Musdhalifah mengapresiasi produk turunan kelapa sawit ramah lingkungan yang dihasilkan oleh UMKM mitra binaan BPDP. Selain itu, booth BPDP juga dikunjungi Vice President Palm Oil Crushing Mill Association, Krisada Chavananad; CEO Fireworks Trade Media Group, Kenny Yong; dan Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Sahat Sinaga. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah yang hadir mendampingi kegiatan tersebut, mengatakan keikutsertaan BPDP dalam kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan produk-produk inovatif yang dihasilkan oleh UMKM mitra BPDP agar bisa dikenal secara luas dan melakukan ekspansi produk pada skala internasional. “Sebagai wadah sinergi antara pelaku bisnis, ahli, hingga pemasok global, kami berharap kegiatan ini bisa menjadi momentum untuk mewujudkan kolaborasi antara mitra BPDP dengan peserta-peserta pameran lainnya yang berasal dari sekitar 30 negara di dunia, terutama yang berkaitan dengan teknologi dalam industri kelapa sawit,” terang Helmi. Selain perkenalkan produk-produk inovatif ramah lingkungan yang diproduksi UMKM mitra BPDP melalui kegiatan PALMEX 2026 ini, Dukungan BPDP untuk pengembangan produk-produk turunan kelapa sawit tersebut diwujudkan melalui kehadiran Roemah Perkebunan BPDP di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta Selatan. Roemah Perkebunan BPDP menampilkan produk-produk turunan kelapa sawit yang dihasilkan oleh UMKM dan mitra binaan BPDP, baik bentuk produk pangan, non-pangan, hingga home decore seperti batik sawit, kerajinan dari lidi sawit, dan banyak produk lainnya. Diketahui, Indonesia masih memegang posisi sebagai produsen dan eksportir minyak kelapa sawit terbesar dunia. Selain sebagai penyumbang devisa, sektor ini menjadi penggerak ekonomi daerah, penyerap tenaga kerja, serta penopang ketahanan energi lewat program biodiesel.
Produk UMKM Terbang ke Malaysia: Koperasi PRJ Riau Teken MoU Ekspor Dengan Koperasi PB Selangor
Pekanbaru, katakabar.com - Yuneli tak mampu sembunyikan rasa haru dan senang di raut wajahnya. Ia begitu percaya diri saat membubuhkan tekanan di atas lembar Nota Kesepahaman (MoU). Bagi perempuan yang akrab disapa Nunik ini, bukan sekadar seremoni formal, Jumat (8/5) kemarin. Selaku Ketua Koperasi Pucuk Rebung Jaya, tanda tangan itu langkah awal bagi produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bawah naungan Koperasi Pucuk Rebung Jaya melintasi Selat Malaka, merambah pasar Malaysia melalui kemitraan strategis dengan Koperasi Petaling Berhad, Shah Alam, Selangor. “Ini pencapaian yang luar biasa. Tidak pernah bermimpi sebelumnya produk kami bisa tembus pasar internasional,” kata Nunik, sembari mengenang perjalanan panjang kelompoknya dari usaha kecil hingga kini berdiri sejajar di panggung ekspor. Kemitraan ini bukan sekadar soal angka atau transaksi dagang. Lebih dari itu, kerja sama ini adalah jembatan budaya. Tuan Haji Adli bin Dato’ Aj’ad Ghazi, Wakil Ketua Koperasi Pembangunan Daerah Petaling Berhad Malaysia, bilang momen ini sebagai langkah awal persahabatan dua komunitas serumpun. "Kami sangat berbesar hati. Semoga kemitraan ini membuahkan hasil kesejahteraan bersama," ujarnya. Bagi para pelaku usaha di bawah naungan Pucuk Rebung Jaya, dukungan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan SKK Migas menjadi napas utama. Melalui pendampingan yang intens mulai dari perbaikan kualitas rasa, standar kemasan yang estetik, hingga strategi branding produk-produk lokal Riau yang tadinya hanya beredar di pasar lokal, kini "naik kelas," dengan percaya diri. Manager Relations Zona Rokan, Rudi Arief, mengatakan pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras dan keikhlasan para ibu-ibu penggerak UMKM. "Hari ini adalah momen bersejarah, momen di mana produk-produk yang lahir dari tangan-tangan terampil ibu-ibu kelompok UMKM binaan PHR Zona Rokan, SKK Migas, dan Pemerintah Riau, kini resmi melangkah menuju panggung internasional. Dari bumi Riau, menuju Malaysia, dan insya Allah, suatu hari nanti ke seluruh penjuru dunia," sebut Rudi Arief. Ketua Dekranasda Pekanbaru, Sulastri Agung Nugroho aminkan Rudi Arief. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan PHR-SKK Migas terhadap UMKM di Pekanbaru. Menurutnya, keberhasilan Koperasi Pucuk Rebung Jaya harus menjadi pemantik semangat bagi UMKM lain untuk terus maju dan berkembang sebagai motor penggerak perekonomian masyarakat. “Ini adalah langkah strategis bagaimana memperluas pemasaran produk UMKM hingga ke luar negeri. Semoga memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi masyarkat. Kami mengajak seluruh masyarakat dan pelaku UMKM untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas produk, menjaga kepercayaan konsumen, serta terus beradaptasi dengan teknologi dan kondisi pasar yang berdaya saing,” jelasnya. Kemitraan Koperasi Pucuk Rebung Jaya dengan Koperasi Petaling Berhad Malaysia ini merupakan suatu keberhasilan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh KKKS PHR. Program ini dinilai mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal dari skala lokal menuju panggung internasional. “Hal ini menegaskan komitmen industri hulu migas untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasi. Industri hulu migas tidak hanya fokus pada ketahanan energi, tetapi juga pada kemandirian ekonomi rakyat,” tutur Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison. Kolaborasi strategis antara Koperasi Pucuk Rebung Jaya dan Koperasi Petaling Berhad Malaysia ini diharapkan dapat terus berkembang, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha dan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Riau. Di kegiatan ini juga dilakukan diskusi terkait peluang kolaborasi dan penguatan UMKM antara Indonesia dan Malaysia. Turut hadir juga eksportir Jepang dengan harapan pemasaran produk UMKM Riau semakin luas di tingkat global. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
IFBC 2026, BPDP BLU Kemkeu Promo Kebaikan Sawit dan Produk Turunan ke UMKM di Bumi Sriwijaya
Palembang, katakabar.com - Di Bumi Sriwijaya pameran Info Franchise dan Business Concept Expo (IFBC) 2026 digelar di pekan kedua April 2026 lalu, persisnya di PSCC Icon Palembang. Kegiatan berlangsung hingga 19 April 2026 lalu ini jadi momentum strategis bagi pelaku usaha, investor, dan masyarakat untuk menjajaki berbagai peluang bisnis dari berbagai sektor. Angkat tema “Grow Beyond Boundaries”, IFBC 2026 Palembang mencerminkan semangat dunia usaha untuk terus berkembang, berinovasi, dan melampaui batas di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, resmi membuka kegiatan IFBC 2026 Palembang. Ia menyampaikan bahwa pameran ini menjadi wadah strategis untuk membangun komunikasi bisnis, serta membuka peluang kemitraan yang luas bagi masyarakat. Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan IFBC 2026. Ia berharap kegiatan ini dapat berkontribusi dalam menopang pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi. UMKM dan usaha yang hadir hari ini memiliki kontribusi besar terhadap PDB nasional,” ucapnya. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan turut berpartisipasi di pameran ini melalui booth interaktif yang menghadirkan edukasi dan promosi mengenai kebaikan sawit. Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengajak masyarakat untuk melihat lebih dekat kelapa sawit bukan hanya sebatas minyak goreng, tetapi memiliki beragam produk turunan bernilai tambah tinggi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari produk skincare, bodycare, hingga kuliner berbasis sawit. “Pengunjung dapat menemukan berbagai produk turunan sawit seperti sabun, lilin ramah lingkungan, juga ditampilkan pula beragam inovasi dan kreativitas UMKM berbasis sawit, seperti tas dari lidi sawit, wadah sabun dari cangkang sawit, sandal dari lidi sawit, hingga helm berbahan limbah sawit. Dengan melihat secara langsung beragam produk UMKM dari turunan sawit pengunjung diharapkan terinspirasi mengembangakan wirausaha berbasis turunan sawit," terang Helmi, dilansir dari laman resmi BPDP, Kamis sore. Partisipasi BPDP ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengedukasi publik mengenai potensi besar industri sawit yang tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian nasional, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis inovasi dan keberlanjutan untuk UMKM. Dengan semangat “Grow Beyond Boundaries”, IFBC 2026 diharapkan tidak hanya membuka peluang bisnis baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi besar sawit sebagai komoditas unggulan Indonesia yang inovatif dan berkelanjutan.