Dukung Program Mandiri Energi Nasional, Holding PTPN Siapkan 10 Ribu Hektar Lahan Singkong di Lampung
Bandar Lampung, katakabar.com - PTPN I Regional 7, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), membuka peluang kerja sama bagi investor untuk pengembangan budidaya singkong di Provinsi Lampung. Sebanyak lebih dari 10 ribu hektar lahan tersedia di Unit Kerja Kebun Kedaton, Bergen, Way Berulu, Way Lima, Tulungbuyut, dan Bungamayang guna mendukung implementasi Program Mandiri Energi nasional melalui pengembangan energi baru terbarukan berbasis etanol dari singkong. Peluang investasi tersebut disampaikan Business Support Head PTPN I Regional 7, Iskandar Dewantara, dalam rapat percepatan hilirisasi industri singkong yang berlangsung di Bandar Lampung, di pekan keempat Mei 2026. Iskandar menegaskan bahwa PTPN I Regional 7 sebagai unit operasional PTPN I di bawah Holding Perkebunan Nusantara siap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional. “Kami siap melaksanakan kebijakan Bapak Presiden sebagaimana diamanatkan kepada Holding (PTPN Holding) dan HO (Head Office PTPN I) untuk mengeksekusi di lapangan. Kami punya lahan yang bisa dimanfaatkan untuk program ini seluas kurang lebih 10 ribu hektare di enam Kebun (unit kerja). Semuanya ada di Lampung,” kata Iskandar di hadapan puluhan calon investor yang hadir di Kantor Regional 7 Bandar Lampung. Rapat yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung tersebut dihadiri Kepala Dinas DKPTPH Provinsi Lampung DR Elvira Umihani, S.P., M.T., Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung sekaligus Ketua National Cassava Center (NCC) Kuswanta, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Sementara itu, pemaparan terkait kesiapan PTPN dalam program tersebut disampaikan Ketua Tim Percepatan Hilirisasi Komoditas Ubi Kayu Holding Perkebunan Nusantara, Erwin Sialagan. Elvira Umihani menjelaskan Provinsi Lampung saat ini merupakan sentra utama produksi singkong nasional dengan kontribusi sekitar 62 persen terhadap produksi nasional. Menurutnya, terdapat 72 pabrik tapioka di Lampung yang sebagian besar bahan bakunya dipasok dari petani rakyat. “Ada 72 pabrik tapioka di Lampung. Bahan bakunya dipasok dari singkong rakyat. Ada lebih 314 ribu keluarga yang mengandalkan ekonominya dari budi daya singkong di sini. Produksinya sekitar 15 juta ton per tahun. Sedangkan produktivitasnya saat ini rata-rata 7,5 ton per hektare,” bebernya. Meski produksi singkong Lampung tergolong tinggi, Elvira menegaskan bahwa pengembangan industri etanol membutuhkan kepastian pasokan bahan baku dalam jangka panjang. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan mandat kepada Holding Perkebunan Nusantara untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut. “PTPN dinilai memiliki potensi dan sumber daya yang kuat untuk memegang mandat ini. Dan pada rapat kali ini, sengaja kita undang seluruh pihak, terutama calon investor untuk membahas strategi dan teknis dalam pelaksanaannya. Pada hari ini, pihak PTPN akan memaparkan segala sesuatunya untuk kemudian bapak ibu para pelaku usaha segera mengambil langkah positif,” terangnya. Sementara, Erwin Sialagan menuturkan pemerintah menargetkan implementasi bahan bakar campuran E-20 pada tahun 2028, yakni bensin dengan kandungan etanol sebesar 20 persen yang berasal dari bahan baku terbarukan, terutama singkong. “Angka delapan juta kilo liter etanol itu diperkirakan dapat dihasilkan dari ubi kayu atau biasa disebut singkong dari lahan seluas 104 ribu hektare. Dan itu harus dicapai sampai 2029. Nah, untuk tahap awal ini, tahun 2026 harus terealisasi 10 ribu hektare. Selanjutnya akan dipercepat hingga mencapai angka tersebut. Dengan demikian, pasokan bahan baku untuk industri etanol tidak akan terputus,” imbuhnya. Lebih lanjut, Erwin memaparkan potensi lahan yang dimiliki PTPN I Regional 7 yang dapat segera dimanfaatkan investor. Dalam skema kerja sama yang ditawarkan, Holding Perkebunan Nusantara menyediakan lahan, sementara aspek budidaya, pembiayaan, teknologi, hingga pemilihan varietas menjadi tanggung jawab mitra usaha. “Model kerja samanya adalah KSU, kerja sama usaha. Kami hanya menyediakan lahan. Secara teknis budi daya dan pembiayaan, termasuk varietas yang akan ditanam, semua terserah investor. Dan regulasi terkait hasil panennya dimanfaatkan untuk program ketahanan energi, itu domain para pihak terkait. Yang pasti, kami sediakan lahan ini untuk program kemandirian energi nasional,” sebutnya. Usai pemaparan program, potensi lahan, serta model kerja sama yang ditawarkan, para investor menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi diskusi. Program pengembangan etanol berbasis singkong dinilai dapat memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. “Kami menyambut baik program ini. Untuk diketahui, baru beberapa bulan ini harga singkong kami bagus, bahkan sampai Rp2.000 per kilo. Dengan program ini (ketahanan energi), mudah-mudahan harga nggak turun lagi sehingga petani singkong bisa ikut sejahtera,” ulas Jamsari, salah satu pengurus kelompok tani yang hadir pada acara tersebut. Melalui inisiatif ini, Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmennya dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong hilirisasi komoditas pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekosistem industri etanol berbasis singkong yang berkelanjutan.
PTPN Group Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Rumah dan Jamban Sehat di Sergai
Serdang Bedagai, katakabar.com - PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara III (Persero), terus perkuat kontribusi mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Di antara program TJSL ini diwujudkan melalui penyerahan bantuan bedah rumah dan pembangunan jamban sehat bagi masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara. Kehadiran program tersebut membawa kebahagiaan bagi Darmawan, warga Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, selama ini mendambakan tempat tinggal yang aman dan layak huni. "Seperti mimpi rasanya bisa punya rumah yang layak huni seperti ini," ucap Darmawan saat menghadiri acara Penyerahan Bantuan Bedah Rumah dan Jamban Sehat yang berlangsung di Pekan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, di pekan kedua Juni 2026 lalu. Program ini bagian dari komitmen berkelanjutan PTPN IV PalmCo mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Pada 2026 ini, perusahaan merealisasikan bantuan berupa satu unit bedah rumah dan pembangunan tujuh unit jamban sehat bagi masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai. Pelaksana Harian (Plh) Region Head PTPN IV Regional I, Ahmad Diponegoro, menjelaskan perbaikan kualitas hunian dan sanitasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan. Program tersebut merupakan kelanjutan dari intervensi gizi yang telah dijalankan perusahaan sejak September 2025. "Tahun lalu, kami mendampingi hingga 200 balita di Sergai melalui pemberian makanan tambahan bergizi setiap minggunya selama enam bulan penuh, lengkap dengan paket komoditas pangan esensial berupa telur, beras, kacang hijau, dan minyak goreng. Hasil evaluasi bersama Dinas P2KBP2PA menunjukkan tingkat keberhasilan yang mencapai 98 persen. Sebanyak 196 balita secara total berhasil terbebas dari risiko stunting dan kini mencapai tumbuh kembang ideal," tutur Ahmad Diponegoro. Keberhasilan tersebut mendorong perusahaan untuk melanjutkan intervensi yang lebih komprehensif. Tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat (people), perusahaan juga memperhatikan aspek sanitasi dan lingkungan tempat tinggal (planet) guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dalam jangka panjang. Program TJSL ini dijalankan dengan berpedoman pada prinsip keberlanjutan 3P (People, Planet, Profit). Melalui pendekatan tersebut, PTPN IV PalmCo menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan. Acara penyerahan bantuan turut dihadiri perwakilan Wakil Bupati Serdang Bedagai, Kepala Dinas P2KBP2PA Kabupaten Serdang Bedagai, General Manager Unit Group Serdang 2, Manajer Kebun Rambutan, serta jajaran camat dari Kecamatan Sei Bamban, Sei Rampah, Tanjung Beringin, dan Tebing Tinggi. Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat, PTPN IV Regional I berharap program tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Perusahaan juga berharap produktivitas operasional yang terus terjaga dapat menjadi fondasi untuk memperluas berbagai program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sebagai bagian dari transformasi yang dijalankan PTPN IV PalmCo dan Holding Perkebunan Nusantara, program ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan melalui pembangunan sosial yang inklusif, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta dukungan terhadap pencapaian target pembangunan nasional, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.
Sosialisasi Program di Sumut, BPDP: Perkuat Sinergi Pengembangan Perkebunan
Medan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Utara gelar Sosialisasi Program BPDP di Aula Gedung Keuangan Negara Medan, Sumatera Utara. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terhadap berbagai program BPDP sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan yang berkelanjutan. Perwakilan pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan sektor perkebunan di Provinsi Sumatera Utara turut hadir. Melalui forum ini, peserta memperoleh informasi mengenai peran BPDP mendukung pembangunan sektor perkebunan nasional melalui berbagai program strategis yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Dalam keynote speech-nya, Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Sumatera Utara, Indra Soeparjanto, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pelaksanaan program pemerintah guna mendukung pembangunan ekonomi daerah, termasuk sektor perkebunan yang menjadi salah satu sektor strategis di Sumatera Utara. Di kegiatan tersebut, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menyampaikan berbagai program yang dikelola BPDP untuk mendukung pengembangan komoditas perkebunan. Program tersebut meliputi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, beasiswa, pelatihan, penelitian dan pengembangan, dan promosi komoditas perkebunan. “BPDP terus berkomitmen mendukung pengembangan sektor perkebunan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui berbagai program yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun pemangku kepentingan lainnya,” kata Zaid Burhan Ibrahim dalam pemaparannya. Selain paparan mengenai program BPDP, peserta juga memperoleh informasi mengenai kondisi fiskal daerah dan perkembangan pelaksanaan APBN Tahun 2026 di Provinsi Sumatera Utara yang disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Utara, Edy Purwanto. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai peran APBN dalam mendukung pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi regional. Antusiasme peserta terlihat pada sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait mekanisme pelaksanaan program BPDP, peluang pemanfaatan program oleh pemerintah daerah dan pelaku usaha, serta isu-isu pengembangan sektor perkebunan di Sumatera Utara. Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran BPDP dan berbagai dukungan yang tersedia untuk pengembangan komoditas perkebunan. BPDP berharap pemanfaatan berbagai program yang tersedia dapat semakin optimal serta mendorong terbangunnya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pengembangan komoditas perkebunan yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kontribusi sektor perkebunan terhadap perekonomian daerah dan nasional.
Program Semarak Riau PHR Dorong Pemuda Adat Suku Bonai Perkuat Kapasitas Peternakan
Rokan Hulu, katakabar.com - Beternak sapi bukan sekadar aktivitas sehari-hari bagi Kafrizal, Ketua Kelompok Barisan Pemuda Adat Suku Bonai di Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, tetapi ternak sapi aset berharga sekaligus harapan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat adat di kampungnya. Tetapi, harapan tersebut selama ini dihadapkan pada berbagai tantangan. Kelompok peternak masih mengandalkan pakan alami berupa pelepah sawit dan rumput gajah yang diberikan secara langsung tanpa pengolahan maupun perhitungan kebutuhan nutrisi yang tepat. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi pertumbuhan ternak dan membuat peternak kesulitan memastikan kebutuhan nutrisi sapi terpenuhi secara optimal. Selain itu, keterbatasan pengetahuan mengenai kesehatan ternak juga menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya beserta kelompok. Sebagian besar anggota kelompok belum memahami jenis obat-obatan, vitamin, maupun suplemen yang dibutuhkan sapi pada setiap fase pertumbuhan. Ketika ternak mengalami penurunan kondisi fisik atau menunjukkan gejala sakit, para peternak sering kali merasa bingung menentukan langkah penanganan yang tepat. "Kami sering merasa khawatir ketika melihat sapi tidak berkembang sesuai harapan. Saat ada yang sakit atau nafsu makannya menurun, kami juga bingung harus melakukan apa," cerita Kafrizal. Melihat kondisi tersebut, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui Program Sejahterakan Masyarakat Kampung Riau (Semarak Riau) memfasilitasi pelatihan perawatan sapi bagi Kelompok Barisan Pemuda Adat Suku Bonai. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas peternak dalam memahami komposisi pakan yang tepat, pengelolaan kesehatan ternak, serta pengembangan usaha peternakan yang lebih berkelanjutan. Selain pelatihan, kelompok juga menerima dukungan sarana dan prasarana berupa tiga ekor anakan sapi betina jenis Bali, mesin pencacah pakan, paket pakan ternak, nutrisi fermentasi pakan, obat-obatan, suplemen, alat penunjang pembuatan pakan, serta plang nama kelompok. Berbekal pengetahuan dan fasilitas yang diterima melalui Program Semarak Riau, anggota Kelompok Barisan Pemuda Adat Suku Bonai mulai mempersiapkan langkah-langkah perbaikan dalam pengelolaan usaha peternakan mereka. Melalui pelatihan yang diberikan, anggota kelompok memperoleh pemahaman baru mengenai penyusunan pakan yang lebih seimbang, pengolahan bahan pakan, serta pentingnya menjaga kesehatan ternak secara terencana. Mesin pencacah pakan yang diterima diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengolah rumput gajah dan bahan pakan lainnya sehingga lebih mudah dikonsumsi ternak. Selain itu, bantuan obat-obatan, suplemen, dan nutrisi fermentasi pakan menjadi sarana pendukung yang akan digunakan kelompok untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan sapi ke depannya. Pengetahuan dan sarana yang diperoleh tersebut diharapkan dapat membantu anggota kelompok menerapkan praktik peternakan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dengan bekal tersebut, kelompok optimistis dapat meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak secara bertahap, sehingga mendukung pertumbuhan sapi yang lebih optimal dan memperkuat keberlanjutan usaha peternakan yang mereka jalankan. Bagi Kafrizal dan anggota kelompok lainnya, program ini menjadi awal dari harapan baru untuk mengembangkan usaha peternakan yang lebih baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat adat di Desa Bonai. "Dulu, kami sering dihampiri rasa bingung dan khawatir kalau sapi kami tidak berkembang. Kini, secercah harapan mulai tumbuh. Rasanya bangga memiliki pengetahuan dan peralatan yang dapat membantu kami merawat ternak dengan lebih baik kedepannya," ujar Kafrizal. Sedang, Manager Community Involvement & Development PT Pertamina Hulu Rokan Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki secara mandiri. "Melalui Program Semarak Riau, kami berupaya mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui transfer pengetahuan, penguatan kelembagaan kelompok, serta penyediaan sarana pendukung yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi Kelompok Barisan Pemuda Adat Suku Bonai untuk mengembangkan usaha peternakan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar," imbuh Iwan. Program Semarak Riau merupakan salah satu wujud komitmen PHR dalam mendukung pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, kemandirian ekonomi, serta keberlanjutan manfaat bagi masyarakat. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Hingga Juni 2026, KAI Bandara Edukasi Puluhan Ribu Masyarakat Lewat Program Edutrain
Jakarta, katakabar.com - PT Railink (KAI Bandara) terus tunjukkan komitmen meningkatkan literasi transportasi publik dan keselamatan perjalanan kereta api melalui program Edutrain. Sepanjang tahun 2026, program edukasi tersebut telah menjangkau sebanyak 96.389 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum di berbagai wilayah operasional KAI Bandara. Dari total peserta tersebut, wilayah Yogyakarta mencatat jumlah peserta tertinggi dengan 61.852 peserta, sementara wilayah Medan berhasil menjangkau 34.537 peserta. Program Edutrain menjadi salah satu sarana bagi KAI Bandara untuk memperkenalkan layanan transportasi perkeretaapian, budaya keselamatan, serta pentingnya penggunaan transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan. Lewat kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat operasional kereta api, fasilitas stasiun, prosedur keselamatan perjalanan, hingga peran transportasi berbasis rel dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan Edutrain merupakan bentuk kontribusi perusahaan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dan pemanfaatan transportasi publik sejak dini. "Program Edutrain tidak hanya menjadi sarana edukasi mengenai transportasi perkeretaapian, tetapi juga menjadi upaya kami dalam menanamkan budaya keselamatan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap transportasi publik kepada generasi muda. Kami bersyukur sepanjang tahun 2026 program ini mendapat antusiasme yang sangat baik dari masyarakat di Medan maupun Yogyakarta," kata Porwanto. Porwanto menambahkan KAI Bandara akan terus mengembangkan program-program edukatif yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat serta memperkuat peran perusahaan sebagai penyedia layanan transportasi publik yang berorientasi pada keselamatan dan pelayanan prima. "Kami percaya edukasi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem transportasi yang lebih baik. Melalui Edutrain, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya keselamatan perjalanan dan menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan," terangnya. Ke depan, KAI Bandara akan terus memperluas jangkauan program Edutrain melalui kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dunia perkeretaapian dan transportasi publik. KAI Bandara juga mengimbau penumpang untuk menjaga barang bawaan selama perjalanan. Apabila terdapat barang yang tertinggal atau ditemukan oleh petugas, perusahaan telah menyiapkan layanan lost and found. Selain itu, penumpang diharapkan datang lebih awal ke bandara, yakni 3 jam sebelum keberangkatan internasional dan 2 jam sebelum keberangkatan domestik. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di [email protected]
Akreditasi Program Studi Internasional Kariermu Penting!
Jakarta, katakabar com - Memilih tempat dan jurusan kuliah adalah keputusan besar yang akan sangat menentukan arah hidup kamu ke depannya. Lantas, bagaimana cara memilih program studi yang berkualitas? Salah satunya, perhatikan akreditasi program studi tersebut. Jurusan Computer Studies di Binus International memahami kebutuhan ini dengan sangat baik. Itulah sebabnya program international di Indonesia ini sudah mengantongi akreditasi program studi dari ABET dan IABEE. Kehadiran dua akreditasi bergengsi tersebut akan sangat menunjang pembelajaran dan kariermu dalam jangka panjang. Bagaimana bisa? Yuk, simak selengkapnya di sini! Apa Itu ABET & IABEE? ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology) adalah lembaga akreditasi non-profit asal Amerika Serikat yang menjadi standar emas global untuk program teknik dan komputer. Jika sebuah kampus memiliki label ABET, berarti kualitasnya setara dengan universitas ternama di AS. Sementara, IABEE (Indonesian Accreditation Board for Engineering Education) merupakan lembaga akreditasi mandiri di Indonesia yang juga berorientasi pada standar internasional. IABEE memastikan program studi ilmu komputer di Indonesia memenuhi kriteria Seoul Accord. Baik akreditasi program studi ABET maupun IABEE menilai tujuan pendidikan sebuah program studi, kurikulum yang diterapkan, fasilitas di institusi, hasil pengukuran performa mahasiswa, dan upaya peningkatan berkelanjutan program studi tersebut. Manfaat Akreditasi Program Studi ABET dan IABEE bagi Mahasiswa Selama menjadi mahasiswa, kamu akan merasakan dampak langsung standar ketat dari akreditasi ABET dan IABEE. Berikut adalah tiga manfaat utama yang bisa kamu rasakan: 1. Kurikulum sesuai standar industri global Dunia teknologi bergerak sangat cepat, jadi kamu tentu tidak mau belajar teknologi yang sudah tidak terpakai lagi di kantor nanti. Maka dari itu, ABET dan IABEE mewajibkan program studi untuk selalu memperbarui kurikulum mereka. Jadi, pihak kampus harus memastikan materi kuliah relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Di Binus International, kamu belajar memecahkan masalah nyata dengan metode yang paling baru. Kurikulum ini melatih kamu berpikir kritis dan inovatif, sehingga kamu siap menghadapi tantangan teknis apa pun setelah lulus. 2. Pengakuan internasional Pernahkah kamu membayangkan ijazah kamu dianggap setara dengan lulusan dari Amerika atau Eropa? Itulah yang terjadi jika kamu masuk ke jurusan yang memiliki akreditasi program studi ABET. Karena standar penilaiannya sama di seluruh dunia, gelar kamu berguna untuk masuk ke mana saja, termasuk untuk kuliah ke luar negeri di jenjang S2 atau menjalani program double degree saat kuliah S1. 3. Kualitas pembelajaran terjamin ABET dan IABEE melakukan audit berkala terhadap cara dosen mengajar, fasilitas laboratorium, hingga hasil karya mahasiswa. Fokus utamanya adalah Outcome-Based Education (OBE). Artinya, selain nilai ujian, kampus juga memperhatikan kompetensi atau keahlian nyata yang benar-benar kamu kuasai. Untuk mewujudkannya, kamu akan mendapatkan fasilitas terbaik dan dukungan penuh agar bisa berkembang secara maksimal. Manfaat Akreditasi ABET dan IABEE untuk Karier Setelah lulus, manfaat jangka panjang dari akreditasi program studi ini akan semakin terasa saat kamu memasuki dunia kerja, yaitu: 1. Lebih mudah bekerja di luar negeri Bekerja di pusat teknologi dunia seperti Silicon Valley atau Singapura adalah impian banyak orang. Namun, perusahaan luar negeri sering kali selektif dalam melihat latar belakang pendidikan pelamar. Jika program studi kamu memiliki akreditasi ABET dan IABEE, proses verifikasi ijazah kamu akan jauh lebih lancar. Beberapa negara bahkan memberikan kemudahan dalam pengurusan lisensi profesional atau visa kerja bagi lulusan dari program yang terakreditasi secara internasional. Dengan begitu, kamu bisa memiliki mobilitas karier yang sangat luas tanpa batasan negara. 2. Diakui oleh perusahaan global Perusahaan multinasional (MNC) besar seperti Google, Microsoft, Amazon, dan lainnya sangat menghargai standar kualitas. Mereka tahu bahwa lulusan dari jurusan kuliah program international terakreditasi ABET memiliki disiplin kerja yang baik dan kemampuan teknis yang mumpuni. Saat kamu melamar pekerjaan, nama kampus yang memiliki akreditasi program studi bereputasi akan langsung menaikkan nilai jual kamu di mata rekruter. Kamu akan tampil lebih unggul dibandingkan kandidat lainnya karena perusahaan sudah percaya pada sistem pendidikan yang membentuk kamu. Dengan adanya akreditasi program studi level internasional seperti ABET dan IABEE, kamu bisa mendapatkan pendidikan kelas dunia di program studi Computer Science BINUS International tanpa harus meninggalkan Indonesia terlebih dahulu. Sebab, akreditasi tersebut akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang kamu dapatkan agar semakin sesuai dengan kebutuhan industri, dan kamu pun juga memiliki pengakuan global. Siap meraih karier impian di panggung internasional dunia teknologi? Ayo mulai langkah pertamamu sekarang! Bergabunglah dengan program Computer Science di BINUS International, eksplor peluang program double degree, dan rasakan bedanya belajar dengan standar world-class!
PHR Buka Magang Batch 9: Komitmen Kembangkan SDM Unggul Sektor Energi
Jakarta, katakabar.com - Sebagai komitmen perusahaan kembangkan sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor energi, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) buka lagi Program Magang Kerja Batch 9. Program ini menghadirkan ruang belajar dan pengembangan diri bagi para lulusan terbaik, khususnya putra-putri Riau, untuk berkontribusi dalam perjalanan transformasi energi nasional. Lewat program sudah berjalan sejak 2022 lalu, peserta magang berkesempatan melihat dan terlibat langsung dengan berbagai aktivitas operasional dan bisnis perusahaan. Selama enam bulan masa magang, mereka mendapatkan pengalaman kerja nyata, pendampingan dari para profesional PHR, serta berkesempatan berkontribusi dalam berbagai proyek strategis yang mendukung operasional perusahaan. “Program ini salah satu bentuk investasi perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia. Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang relevan, memperluas wawasan peserta mengenai industri hulu migas, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan kompetensi yang dimiliki,” ujar Vice President Human Capital PHR Regional 1 Sumatra, Sanon R.A. Sitanggang, lewat keterangan resmi, Kamis siang. Peserta nanti bakal ditempatkan di berbagai fungsi, mulai dari teknik produksi, geologi, kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSE), keuangan, komunikasi, hingga pengembangan teknologi dan digitalisasi operasional migas. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja profesional. Program magang ini terbuka bagi lulusan D3, D4, dan S1 yang telah menyelesaikan pendidikan dan belum bekerja. Pendaftar berasal dari perguruan tinggi dengan akreditasi minimal Baik Sekali atau setara, serta memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00. Bagi peserta yang lolos nanti akan ditempatkan di seluruh Zona Rokan dan Jakarta, sesuai lokasi pilihan magang. Untuk penempatan di Riau, peserta harus memenuhi minimal salah satu kriteria berikut, yakni lahir di Riau, atau berdomisili di Riau, atau lulusan perguruan tinggi yang berada di wilayah Riau. Sedang, kesempatan magang di Jakarta terbuka bagi pelamar dari seluruh Indonesia. Pendaftaran Program Magang Kerja Batch 9 akan berlangsung pada 15 hingga 19 Juni 2026 melalui laman magangphr.id. Setelah proses pendaftaran, peserta akan mengikuti rangkaian seleksi yang meliputi tes potensi akademik dan wawancara pada periode 21 Juni hingga 10 Juli 2026. Peserta yang lolos akan mengikuti onboarding dan orientasi pada 31 Agustus 2026 sebelum memulai masa magang pada 1 September 2026. Program berlangsung hingga Februari 2027. Selama mengikuti program, peserta akan memperoleh uang saku, perlindungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikat magang. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, Program Magang Kerja PHR telah melibatkan lebih dari 825 putra-putri Riau dari berbagai disiplin ilmu. Dari delapan batch sebelumnya, para alumni program tersebut kini meniti karier di berbagai perusahaan energi, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun membangun usaha secara mandiri. Melalui program ini, PHR terus memperkuat perannya dalam membangun talent pipeline yang berkelanjutan guna mendukung kebutuhan sumber daya manusia sektor energi Indonesia di masa depan. Tentang PT Pertamina Hulu Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Lagi, Polsek Mandau Survei Lahan Program Gerakan Penanaman Jagung Seuas 1 Juta Hektar Polri
Bathin Solpan, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) kembali melaksanakan survei sekaligus pengecekan pengelolaan lahan program Gerakan penanaman jagung seluas 1 juta hektar Polri, sekaligus program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, "Lokasi pengelolaan lahan yang tersebut di Jalan Rejosari RT 03 RW 03 Dusun Sukamaju, Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis seluas dua hektar," ujar Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, lewat Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan melalui siaran pers, Selasa (19/5) malam Di kegiatan tersebut, ulas Kasi Humas Polsek Mandau, Kapolsek Mandau yang inisiasi didukung Pj Kades Air Kulim, Suryati, Bhabinkamtibmas Desa Air Kulim, Brigadir Polisi Bambang Siregar, personel, Faizunsyah, Ketua Kelompok Tani Berkah, Aditya Kurniawan, Ketua Bumdes Desa Air Kulim, di mana Kelompok Pengelola Tani Berkah bekerja sama dengan BumDes Air Kulim, serta pemilik lahan Sumadi aliad Akong. "Bibit untuk Ketahanan Pangan (Ketapang) jenis jagung pipil," terangnya. Kegiatan tersebut merupakan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H, Prabowo Subianto, sebut Betty, di mana Polri mendorong kelompok masyarakat, BumDes Air Kulim, dan pemilik kebun untuk memanfaatkan lahan kebun kelapa sawit tumpang sari tanaman jagung pipil. "Total luas lahan sementara 2 hektar yang memasuki usia tanam kurang lebih 1 minggu dan sedang dilakukan pemupukan oleh Kelompok Tani Berkah," tandasnya.
Polres Kepulauan Meranti Panen Raya Jagung dan Luncurkan Program Ketapang Polri
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti gelar kegiatan Panen Raya Jagung Pipil Kuartal II Tahun 2026 di lahan milik BumDes Rumbai Lestari, Desa Sesap, Kecamatan Tebing Tinggi, Sabtu (16/5) sekitar pukul 13.30 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak se Indonesia guna mendukung program Ketahanan Pangan (Ketapang) Nasional pemerintah. Selain itu, kegiatan dirangkaikan dengan Zoom Meeting Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri dan Launching Operasional 166 SPPG Polri yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, bersama Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. hadir langsung pimpin kegiatan tersebut. Turut hadir Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H., Kabag Ops, Kompol Wan Mantazakka, S.H., M.H., Kabag SDM, Kompol Ali Azar, S.Sos., Kabag Log, AKP Herry Juana Putra, Kasat Reskrim, AKP Roemin Putra, S.H., M.H., Kasat Lantas, AKP Sardianto, S.E., Kapolsek Tebing Tinggi, AKP Jenri Adekson Lubis, S.H., M.H., serta Kasi Humas, Iptu Iskandar Nopianto. Hadir pula Kepala Desa Sesap, Jimri, S.Pd.I., Ketua Kelompok Tani BumDes Rumbai Lestari, Ari Widianto, Ketua Ansor Kepulauan Meranti, Mutaqin, Kanit Binmas Aiptu Djoko Susilo, dan Kanit Propam, Aipda Erry Soeyeri. Rangkaian kegiatan diawali dengan mengikuti Zoom Meeting nasional bersama jajaran Polri se Indonesia. Setelah itu, Kapolres bersama unsur Forkopimda dan kelompok tani melaksanakan panen raya jagung pipil di lahan seluas satu hektare milik BumDes Rumbai Lestari. Dari lahan tersebut menghasilkan panen sekitar satu ton jagung pipil. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, mengatakan kegiatan tersebut bentuk nyata komitmen Polri mendukung program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan pemerintah. “Panen raya jagung ini menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Keterlibatan aktif Polres Kepulauan Meranti bersama kelompok tani diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas produksi pangan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. Ia menambahkan, program ketahanan pangan tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara Polri, pemerintah daerah, BumDes, dan masyarakat dalam memanfaatkan lahan produktif guna mendukung ketahanan pangan lokal. Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 15.15 WIB itu berjalan aman, lancar, dan kondusif. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi, sekaligus semangat kolaborasi mendukung swasembada pangan nasional.
Kolaborasi Polsek Mandau Dukung Asta Cita Presiden RI Tanam Jagung Pipil di Harapan Baru
Mandau, katakabar.com - Tanaman jagung pipil tumbuh subur di atas lahan seluas 2 hektar di kawasan Jalan Sinar Langkat RT 06 RW 06 Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Program tersebut hasil kolaborasi Polres Bengkalis, Polsek Mandau dengan Kelompok Tani (Poktan) Budi Makmur, guna mendukung program Gerakan Penanaman Jagung Seluas 1 Juta Hektar, sekaligus program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto. Kapolse Mandau, Kompol Primadona, diteruskan Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan lewat siaran persnya, Selasa (12/5) sore, menyatakan kegiatan pengelolaan lahan penanaman jagung untuk mendukung program Gerakan penanaman jagung seluas 1 juta hektar Polri dalam program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto "Lahan seluas 2 hektar di kawasan Jalan Sinar langkat RT 06 RW 06 Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, milik Kelompok Tani (Poktan) Budi Makmur. Di mana Bhabinkamtibmas Desa Harapan Baru, Aiptu Trismon sinergi dengan Kelompok Tani Budi Makmur sinergi dalam pengelolaan lahan," ujar Betty. Dijelaskan Kasi Humas Polsek Mandau, pengelolaan lahan menggunakan alat seperti Multivator Mini, Cangkul, dan Garpu Tanah. Tidak hanya itu, untuk proses gembur tanah pakai alat traktor, dan dilakukan penanaman jagung pipil di pertengahan Maret 2026 lalu. "Saat ini jagung pipil tumbuh subur di lahan seluas 2 hektar dengan harapan padamusim panen raya nanti hasilnya bagus,'" ucap Betty. Polres Bengkalis, Polsek Mandau, Pemkab Bengkalis, dan Desa Harapan baru, tambah Betty, terus mendorong, dan mendukung program Gerakan penanaman jagung seluas 1 juta hektar Polri merupakan program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, melalui sinergi dengan kelompok masyarakat, Desa Harapan baru, dan pemilik perkebunan untuk memanfaatkan lahan untuk tanam jagung. Selama kegiatan berlangsung terdapat keadaan aman, terkendali, dan lancar di mana kehadiran Polri mendapat respons positif di tengah masyarakat