PTPN I
Sorotan terbaru dari Tag # PTPN I
Perluas Jejak Teh Indonesia, Produk PTPN I Masuk Gerai Legendaris Twinings London
Jakarta, katakabar.com - Komitmen Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) perkuat daya saing komoditas perkebunan Indonesia di pasar global kembali menunjukkan hasil positif. Salah satu produk teh premium yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) kini dipasarkan di gerai teh legendaris Twinings di London, Inggris. Twinings yang berdiri sejak tahun 1706 dikenal sebagai salah satu ikon industri teh dunia dengan proses kurasi yang ketat terhadap produk-produk yang dipasarkan. Kehadiran teh produksi PTPN I di salah satu etalase gerai tersebut menjadi pengakuan atas kualitas produk teh Indonesia yang mampu bersaing dengan berbagai teh premium dari negara-negara produsen utama dunia. Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, mengatakan perusahaan terus memperluas penetrasi pasar internasional sekaligus memperkuat posisi teh Indonesia pada segmen premium dunia. Menurutnya, kepercayaan Twinings serta berbagai jaringan hospitality kelas dunia yang menggunakan teh produksi PTPN I menjadi indikator kuat atas reputasi dan konsistensi kualitas produk yang dihasilkan perusahaan. "Mengandalkan konsistensi kualitas teh premium dari bentangan areal perkebunan teh terbesar di dunia dalam satu manajemen korporasi PTPN I optimistis bersaing dengan produsen negara lain. Negara Kenya, India, dan Sri Lanka yang selama ini memiliki reputasi tinggi, perlahan akan digeser oleh teh produk Indonesia yang ditopang oleh PTPN I," kata Aris. Ia menjelaskan, performa operasional komoditas teh PTPN I saat ini berada pada kondisi yang solid. Kinerja tersebut didukung oleh luas areal tanaman menghasilkan serta peningkatan produktivitas yang terus menunjukkan tren positif. "Saat ini, total areal tanaman menghasilkan teh yang dikelola oleh PTPN I mencapai 12,7 ribu hektare. Dari luasan tersebut, hingga Mei 2026, kami telah berhasil membukukan total produksi sebesar 11,6 juta kilogram, dengan tingkat produktivitas mencapai 912 kilogram per hektare," ujarnya. Secara historis, produksi teh kering PTPN I juga menunjukkan tren yang terus menguat. Pada 2022, produksi mencapai 29,05 juta kilogram dengan produktivitas sebesar 1.685 kilogram per hektare. Produksi sempat berada pada level 25,97 juta kilogram pada 2023 dengan produktivitas 1.499 kilogram per hektare, sebelum kembali meningkat pada 2024 menjadi 28,44 juta kilogram dengan produktivitas 1.651 kilogram per hektare. Peningkatan tersebut berlanjut pada 2025 dengan capaian produksi teh kering sebesar 29,28 juta kilogram dan produktivitas yang menembus 2.004 kilogram per hektare. Sejalan dengan itu, volume ekspor perusahaan sepanjang tahun lalu juga mencapai 8,9 juta kilogram. Perluas Pasar Ekspor Aris menjelaskan, produk teh PTPN I saat ini telah dipasarkan ke berbagai negara. Malaysia masih menjadi pasar ekspor terbesar, disusul Korea Selatan, Thailand, kawasan Timur Tengah seperti Dubai, hingga pasar Eropa dan Amerika Serikat, termasuk Jerman dan Inggris. "Keunggulan utama produk PTPN I terletak pada aspek mutu yang mampu bersaing ketat dengan teh asal Kenya, India, maupun Sri Lanka. Bahkan, komitmen kualitas ini dibuktikan dengan masuknya produk teh pilihan kebun PTPN I ke dalam gerai teh legendaris dunia, Twinings, yang berbasis di London, Inggris," ucap Aris. Perkuat Hilirisasi dan Pasar Domestik Selain mempertahankan pasar ekspor untuk produk teh curah (bulk tea), PTPN I juga terus memperkuat strategi hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah produk di pasar domestik. Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan berbagai produk ritel, seperti Teh Celup Walini, Goalpara, dan Gunung Mas, serta inovasi produk Ready to Drink (RTD) yang menyasar konsumen muda. Perusahaan juga memperkuat kampanye digital melalui berbagai platform media sosial untuk memperkenalkan manfaat kesehatan teh sekaligus membangun citra teh sebagai bagian dari gaya hidup modern. Tidak hanya melalui media digital, PTPN I juga memperluas penetrasi produk premium ke berbagai kafe modern sebagai bagian dari strategi mendekatkan teh Indonesia kepada generasi muda. Melihat prospek pasar teh premium yang terus berkembang, PTPN I telah menyiapkan strategi ekspansi berikutnya untuk memperkuat posisi di pasar internasional. "Ke depan, fokus kami adalah mengembangkan varian produk premium baru yang dikonsepkan secara khusus untuk dipajang di store kota London. Langkah ini akan kami jalankan melalui kolaborasi taktis dengan berbagai brand teh terkemuka dunia," sebut Aris Handoyo. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN I terus memperkuat integrasi bisnis dari hulu hingga hilir melalui peningkatan produktivitas, pengembangan produk bernilai tambah, serta perluasan pasar ekspor.
PTPN I 'Gendong' Cerutu Premium Jember Bidik Pasar Eropa
Jember, katakabar.com - Penanaman perdana tembakau bawah naungan (TBN) di kawasan Ajung Gayasan, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi momentum penting pengembangan kembali komoditas tembakau premium yang menjadi salah satu identitas agribisnis nasional. Areal seluas 400 hektare yang dikelola PTPN I Regional 5, perusahaan membidik pasar Eropa dengan produk cerutu berkualitas tinggi sebagai respons atas tingginya permintaan dari sejumlah negara empat musim. Inisiatif tersebut bagian dari strategi pengembangan bisnis PTPN I sebagai Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan bernilai tambah tinggi sekaligus memperluas penetrasi pasar internasional. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, hadir pada seremoni penanaman perdana tersebut. Ia menegaskan cerutu premium salah satu produk unggulan yang memiliki kekuatan merek dan reputasi kuat di pasar global. “Kita punya capital brand yang sangat kuat di produk olahan tembakau. Yang paling menonjol adalah cerutu, termasuk dari Jember ini. Nah, ini ternyata permintaan atau peminat dari negara-negara empat musim seperti Eropa masih sangat kuat. Makanya kami sangat mendukung prakarsa untuk menghidupkan kembali brand ini. Tentu, tantangannya sangat besar,” kata Teddy. Menurutnya, keberhasilan pengembangan cerutu premium tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam menjaga produktivitas secara berkelanjutan. Berdasarkan standar teknis budidaya yang diterapkan, produktivitas tembakau Jember ditargetkan mencapai 1,2 ton per hektare. “Kami sangat optimistis bisa menembus pasar internasional yang ketat, produknya harus Grade A atau Mutu 1. Rencana ekspansi ini merupakan kelanjutan dari komitmen korporasi yang tertuang dalam peta jalan (roadmap) hilirisasi PTPN I (Persero) hingga tahun 2029,” jelasnya. Teddy menegaskan ekspansi pasar internasional tersebut bukan semata-mata untuk meningkatkan volume penjualan, tetapi juga sebagai upaya membuktikan daya saing dan kualitas produk agribisnis Indonesia di pasar global. Untuk mencapai target tersebut, ulasnya, manajemen menetapkan lima pilar utama yang harus menjadi perhatian seluruh tim di lapangan. Pilar pertama adalah peningkatan produktivitas secara konsisten sesuai target yang telah ditetapkan. Pilar kedua adalah menjaga kualitas produk pada level tertinggi agar mampu memenuhi standar ketat perusahaan dan ekspektasi pembeli internasional yang mengutamakan produk premium. Selain aspek bisnis, lanjutnya, perusahaan juga menempatkan dimensi sosial dan lingkungan sebagai bagian penting dari keberlanjutan usaha. Pilar ketiga dan keempat yang ditekankan adalah menjaga keharmonisan di lingkungan kerja serta memastikan pertumbuhan bisnis memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. "Ketika bisnis ini tumbuh berkembang, tujuan mulia kita adalah membuka lapangan kerja baru seluas-luasnya dan menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal. Perusahaan harus membawa dampak kesejahteraan bagi lingkungan sekitar," terangnya. Pilar kelima yang menjadi perhatian utama adalah kemampuan perusahaan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian cuaca yang semakin dinamis. Untuk itu, seluruh tim operasional diminta memperkuat mitigasi risiko dan meningkatkan disiplin dalam penerapan praktik budidaya terbaik. "Kita harus mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan cuaca yang ekstrem. Kuncinya adalah disiplin total dalam penerapan Good Agriculture Practices (GAP). Dengan standar budidaya yang benar, kami optimistis tembakau Jember akan semakin kokoh menguasai pasar cerutu dunia," imbuhnya. Melalui pengembangan tembakau bawah naungan ini, PTPN I bersama Holding Perkebunan Nusantara terus memperkuat transformasi bisnis berbasis hilirisasi dan penciptaan nilai tambah. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kontribusi terhadap devisa negara, tetapi juga semakin mengukuhkan posisi Jember sebagai salah satu sentra penghasil tembakau cerutu premium terbaik di dunia serta memperluas peluang kerja dan pertumbuhan ekonomi di daerah.
PTPN I Hadirkan 'Ruang Tenang' Lewat Aset Agrowisata di Jawa Tengah
Semarang, katakabar.com - Aroma daun teh di lereng yang menguapkan embun dijerang matahari, udara sejuk hingga menembus angka empat derajat, dan panorama gunung yang spektakuler menjadi rindu setiap jiwa. Di berbagai aset yang dikelola PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) keindahan lanskap tersebut hadir sebagai “ruang tenang” yang menyatu dengan aktivitas perkebunan. Di Jawa Tengah, kebun-kebun yang dikelola PTPN I (Persero) Regional 3 juga menyimpan pengalaman serupa yang kini dikembangkan sebagai bagian dari optimalisasi aset non-kebun. Bagi warga kota-kota besar, istilah “macet” dan “polusi” telah menjadi bagian dari rutinitas harian. Lantaran itu, setiap jeda waktu libur menjadi kemewahan tersendiri. Bukan sekadar staycation di hotel, melainkan pengalaman tinggal di kabin kayu di tengah perkebunan yang menawarkan ketenangan alami yang sulit ditemukan di kawasan urban. Firman 30 tahun, seorang pekerja kreatif asal Jakarta, menuturkan bahwa aset wisata milik PTPN I (Persero) Regional 3 menjawab kebutuhan ruang pemulihan bagi masyarakat urban. Ia mengaku terkesan saat berkunjung ke Kawasan Agrowisata Jollong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. “Bangun tidur, kalau biasanya sudah bising kendaraan, di sini kita disambut kicau burung. Udara sejuk dan suasananya memang menenteramkan hati. Keluar ke teras, serasa ada terapi deep cleaning paru-paru. Seger banget,” kata dia. Pengalaman tersebut mencerminkan upaya Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN I (Persero) dalam mengoptimalkan aset melalui diversifikasi usaha berbasis agrowisata. Profesionalitas pengelolaan menjadi bagian dari strategi menjadikan aset perkebunan sebagai sumber pendapatan berkelanjutan. Agrowisata Jollong Perjalanan menuju ketenangan dapat dimulai dari Agrowisata Jollong di lereng Gunung Muria, Desa Sitiluhur, Kabupaten Pati. Berada di ketinggian hingga 900 mdpl, kawasan ini menghadirkan ikon tugu cangkir kopi raksasa sebagai simbol sentra kopi bersejarah sejak era kolonial. Dengan tiket masuk Rp20.000, pengunjung dapat menikmati kopi lokal langsung dari sumbernya, mengunjungi Bukit Naga untuk memetik buah segar, hingga merasakan terapi ikan di kolam alami. Air Terjun Grenjengan menjadi salah satu daya tarik yang memberikan pengalaman alam yang menenangkan. Kampoeng Karet Di Kabupaten Karanganyar, PTPN I (Persero) Regional 3 juga mengembangkan Kampoeng Karet sebagai destinasi wisata edukasi berbasis kebun karet. Lokasinya yang berada di kaki Gunung Lawu menghadirkan suasana teduh dari kanopi pohon karet yang rimbun. Kawasan ini dikembangkan sebagai ruang rekreasi keluarga dengan konsep camping “no ribet”, di mana fasilitas telah disiapkan oleh pengelola. Pengunjung juga dapat menikmati playground, kolam renang, hingga gazebo di tengah kawasan hijau. Agrowisata Kaligua Agrowisata Kaligua di Kabupaten Brebes menjadi destinasi unggulan di dataran tinggi dengan ketinggian hingga 2.050 mdpl. Berada di kaki Gunung Slamet, kawasan ini menghadirkan suhu ekstrem hingga 4°C serta panorama kebun teh peninggalan Belanda tahun 1889. Dengan tiket Rp20.000, pengunjung dapat menikmati Puncak Sakub untuk menyaksikan matahari terbit, Gua Jepang sebagai wisata sejarah, serta mata air Tuk Bening yang terkenal dengan kesegarannya. Banaran Sky View Sebagai penutup perjalanan, Banaran Sky View di Bawen, Semarang, menawarkan pengalaman kuliner dengan panorama Danau Rawa Pening dan tujuh gunung di sekitarnya. Lokasinya yang strategis dekat pintu tol Bawen menjadikannya destinasi singgah yang mudah dijangkau. Selain restoran dengan menu berbasis kopi, kawasan ini juga menyediakan fasilitas Banaran Coffee Camp untuk pengalaman glamping di tengah kebun kopi. Libur panjang menjadi momentum jeda dari rutinitas perkotaan. Aset-aset yang dikelola Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN I (Persero) Regional 3 membuktikan bahwa pengalaman rekreasi berkualitas dapat hadir dari lanskap perkebunan yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Menteri PPN: PTPN I Punya Domain Dukung Ketapang dan Energi
Jakarta, katakabar.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, menyatakan PT Perkebunan Nusantara I (Persero), subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memiliki domain strategis dalam mendukung program ketahanan pangan dan energi yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat Pambudy saat memberikan sambutan pada penandatanganan nota kesepahaman tentang penguatan perencanaan program hilirisasi komoditas kelapa, kopi, dan kakao antara PTPN I (Persero) dengan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, di pekan kedua Mei 2026 lalu. Rachmat Pambudy mengatakan, tiga program swasembada yang tengah diakselerasi pemerintah, yakni swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air, memiliki keterkaitan langsung dengan sektor agro yang dijalankan PTPN I (Persero). Menurutnya, peran PTPN I dalam mendukung pencapaian target tersebut sangat besar. “Kita tahu, Bapak Presiden mencanangkan swasembada, yakni swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air. Ketiga-tiganya ada di PTPN I. Oleh karena itu, Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas mendukung PTPN I dalam menjalankan program swasembada tersebut. Rencana kerja sama yang ditanda tangani hari ini, adalah program hilirisasi komoditas kelapa, kopi, dan kakao,” kata Rachmat. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Utama PTPN I (Persero), Teddy Yunirman Danas, dan Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti, disaksikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, serta Komisaris Independen PTPN I (Persero), Sutan Adil Hendra. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pondasi industri perkebunan nasional yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing global guna meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri. Dalam sambutannya, Teddy Yunirman Danas, menegaskan masa depan perkebunan Indonesia tidak dapat lagi hanya bertumpu pada produksi bahan mentah. “PTPN I (Persero) telah menyusun roadmap hilirisasi hingga tahun 2029 untuk menciptakan ekosistem industri hulu-hilir yang mampu memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Strategi ini dirancang untuk memastikan setiap komoditas memberikan kontribusi maksimal terhadap ekonomi nasional melalui pembangunan industri pengolahan yang massif,” jelas Teddy. Khusus untuk komoditas kelapa, lanjut Teddy, PTPN I (Persero) memproyeksikannya sebagai future commodity dengan target pengembangan kawasan hingga 50 ribu hektare yang akan didukung enam unit pabrik pengolahan di berbagai wilayah potensial di Indonesia. Sementara, untuk komoditas kopi, PTPN I (Persero) menyiapkan pengembangan lahan seluas 12 ribu hektare dengan tujuh fasilitas pengolahan yang akan memproduksi kopi premium dengan sistem ketertelusuran (traceability) dan standar keberlanjutan yang kuat untuk pasar internasional. Adapun komoditas kakao diproyeksikan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri cokelat dunia melalui pengembangan area seluas lima ribu hektare yang terintegrasi dengan fasilitas pengolahan. Teddy menegaskan, seluruh rencana pengembangan tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi dalam meningkatkan kemandirian ekonomi nasional. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, turut menyambut baik inisiatif tersebut dan menekankan pentingnya kolaborasi riset dan inovasi dalam penerapan praktik pertanian yang baik (Good Agriculture Practices). Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri kelapa, kopi, dan kakao dunia.
PTPN I Dorong Mitra Binaan Tembus Kompetisi Kopi Dunia
Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), Subholding Perkebunan Nusantara, terus mendorong penguatan hilirisasi komoditas melalui pembinaan mitra. Salah satu hasilnya ditunjukkan Dedi Ramdani, peracik kopi spesial mitra binaan PTPN I Regional 2, yang meraih silver winner di ajang Dry Arabica Champions Session 5 di Jakarta, akhir Januari 2026 lalu. Dari kompetisi tingkat nasional tersebut, Dedi berhak melaju ke kejuaraan tingkat dunia yang akan berlangsung di Manila, Filipina pada Maret 2026. Pria yang telah menjadi mitra PTPN I sejak 2002 itu fokus pada pengolahan pascapanen kopi. Untuk menghasilkan kualitas terbaik, ia memilih bahan baku dari kebun di sekitar tempat tinggalnya di Pangalengan, Kabupaten Bandung. “Alhamdulillah, atas dukungan penuh dari PTPN (PTPN I Regional 2), saya bisa sampai di sini. Saya sudah menjadi mitra binaan PTPN sejak 20 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2002. Saya dibina, dipinjami modal usaha, dan mendapat banyak kesempatan untuk pameran dan ikut berbagai even. Salah satunya even ini. Alhamdulillah saya lolos untuk maju ke level internasional Maret nanti,” kata Dedi Ramdani di Bandung. Keberhasilan ini tidak hanya menghadirkan prestasi nasional, tetapi juga menjadi tiket bagi kopi Indonesia untuk melaju ke babak final dunia. Dengan teknik natural anaerob yang digunakan, Dedi akan bersaing dengan para peracik kopi kelas dunia. Prestasi tersebut diraih melalui proses seleksi ketat sejak November 2025, dengan persaingan dari 70 pengolah kopi terbaik dari seluruh Indonesia. Kopi olahan Dedi mencatatkan skor 83,64, yang termasuk kategori specialty coffee dengan standar tinggi. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, mengatakan capaian ini bagian dari implementasi strategi hilirisasi yang dijalankan perusahaan sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara. "Pencapaian Pak Dedi adalah bukti konkret implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ekonomi kerakyatan dan hilirisasi produk pertanian. Kami di PTPN I tidak hanya fokus pada produksi hulu, tetapi juga memastikan petani/ mitra binaan kami memiliki keahlian pasca-panen tingkat tinggi agar produk mereka memiliki nilai tambah yang luar biasa di pasar global," ucap Teddy Yunirman Danas di Jakarta, di pekan kedua Februari 2026 lalu. Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, menimpali pendampingan terhadap mitra binaan akan terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan prestasi tersebut. "Kami di Regional 2 sangat bangga melihat mitra binaan kami melaju ke Filipina. Kami telah mendampingi perjalanan Dedi sejak lama, dan pencapaian skor 83,64 dalam kategori specialty coffee adalah bukti kualitas kopi Pangalengan yang luar biasa. Kami siap mendukung penuh kebutuhan teknis maupun promosi untuk laga dunia nanti," ulas Desmanto. Secara ekonomi, kualitas kopi yang dihasilkan juga telah teruji di pasar. Produk kopi Dedi diminati berbagai kafe di Indonesia dengan harga mencapai Rp300.000 per kilogram, menunjukkan daya saing tinggi di segmen specialty coffee. Bagi Dedi, perjalanan panjang sebagai mitra binaan PTPN I menjadi faktor penting dalam pencapaian saat ini. "Saya sangat berterima kasih atas dukungan PTPN I selama ini. Selain permodalan, kami dibekali pelatihan teknis dan dilibatkan dalam berbagai event strategis. "Dukungan inilah yang membuat brand kami dikenal dan membuka jalan bagi kami untuk masuk ke pasar internasional. Kemenangan ini adalah kemenangan bersama untuk seluruh petani binaan PTPN," tutur Dedi. Ke depan, keberhasilan ini diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kualitas kopi Indonesia, sekaligus memperkuat peran PTPN I dalam mendorong hilirisasi dan pengembangan komoditas perkebunan berbasis nilai tambah.
Kembangkan Hilirisasi, PTPN I Fokus Replanting di Pulau Seram
Maluku, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding Perkebunan Nusantara, percepat program hilirisasi kelapa melalui rencana tanam ulang (replanting) di Kebun Awaya, PTPN I Regional 8, Pulau Seram, Maluku. Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, saat kunjungan kerja ke Kebun Awaya, di pekan pertama April 2026 lalu, sekaligus mendorong percepatan implementasi program strategis perusahaan di wilayah tersebut. Pada tahap awal, PTPN I bakal melaksanakan program replanting seluas 500 hektare pada 2026. Program ini akan dilanjutkan secara bertahap hingga mencapai total 3.100 hektare di areal Kebun Awaya. Kunjungan tersebut disambut oleh Manager Kebun Awaya, Freddy B.R. Hutahaean, yang menyampaikan kesiapan jajaran kebun mendukung agenda strategis perusahaan. Ia menegaskan Kebun Awaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi dan pengolahan kelapa terintegrasi di kawasan timur Indonesia. Dalam arahannya, Teddy Yunirman Danas mendorong seluruh karyawan untuk menjaga semangat dan optimisme dalam mengelola potensi kebun, serta menjadikan Kebun Awaya sebagai titik awal (groundbreaking) hilirisasi kelapa di lingkungan PTPN I. “Potensi Kebun Awaya harus dimaksimalkan melalui langkah konkret dan terukur. Program replanting seluas 500 hektare pada tahun 2026 dan 1.000 hektare pada tahun 2027 harus menjadi momentum peningkatan produktivitas, baik dari sisi on farm maupun off farm,” ujarnya. Teddy menekankan pentingnya penguatan budaya kerja melalui konsep 3 on 3 sebagai fondasi transformasi perusahaan. Konsep tersebut meliputi Owner's Mindset, yaitu pola pikir sebagai pemilik perusahaan dengan memahami proses bisnis secara menyeluruh serta mempertimbangkan aspek cost and benefit dalam setiap pekerjaan. Selain itu, Networking menjadi elemen penting membangun kolaborasi yang memberikan nilai tambah, serta Excellence yang menekankan pencapaian kinerja sesuai tata kelola yang baik dengan perhitungan risiko yang terukur. Penerapan nilai 3 on 3 tersebut dinilai relevan dengan karakteristik Kebun Awaya yang memiliki luas areal sekitar 4.586 hektare, terdiri dari 3.100 hektare kebun kelapa dan 1.486 hektare kebun karet. Dengan dominasi komoditas kelapa, Kebun Awaya memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan hilirisasi berbasis kawasan. Optimalisasi potensi ini akan dilakukan melalui program replanting, peningkatan produktivitas, serta penguatan proses produksi terintegrasi dari hulu hingga hilir. Teddy menegaskan keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh luas areal dan kapasitas produksi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia, disiplin operasional, serta kolaborasi lintas fungsi yang solid. Melalui implementasi prinsip Owner's Mindset, Networking, dan Excellence, Kebun Awaya diharapkan dapat menjadi model pengembangan hilirisasi kelapa di Regional 8 sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai tambah perusahaan. Kunjungan kerja ini turut dihadiri Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan, Aris Handoyo, Head of PMO Hilirisasi Perkebunan, Tri Susanto, serta seluruh karyawan Kebun Awaya. Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, langkah ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong transformasi bisnis, memperkuat daya saing komoditas perkebunan, serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah dan nasional.
Akselerasi Ketahanan Pangan, PTPN I Bangun Ekosistem Terintegrasi di Bone
Bone, katakabar.com – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus perkuat perannya dukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan hilirisasi terintegrasi di wilayah Indonesia Timur. Upaya tersebut ditandai dengan kegiatan site visit lahan sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Kebun Camming, Kabupaten Bone, di awal April 2026 lalu. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem industri peternakan ayam terintegrasi yang modern dan berkelanjutan. Kerja sama strategis ini melibatkan tiga entitas utama, yakni PTPN I, PT Berdikari, dan PT UGI Agri Harapan Indonesia. Kolaborasi tersebut dirancang untuk mengintegrasikan kekuatan aset lahan perkebunan, teknologi peternakan, serta akses pasar dalam satu rantai pasok yang terstruktur dan efisien. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan inisiatif ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan bisnis, tetapi juga merupakan bagian dari kontribusi BUMN dukung kedaulatan pangan nasional. "Kerja sama ini adalah bentuk sinergi murni untuk kemaslahatan bersama. Kami memberikan dukungan penuh agar target pembangunan infrastruktur krusial seperti Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), fasilitas cold storage, hingga unit feedstock, dapat berdiri kokoh dan mulai beroperasi dalam satu tahun ke depan," ujar Teddy. Dukungan terhadap percepatan program ini juga datang dari Pemerintah Pusat. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Makmun, MSc, menjelaskan proyek di Bone menjadi perhatian langsung Menteri Pertanian, sehingga proses perizinan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. "Kami sepakat untuk bergerak cepat. Peresmian kerja sama langsung di lokasi ini adalah instrumen hukum penting bagi kami untuk mengakselerasi segala perizinan yang dibutuhkan, sehingga manfaat program ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas," kata Makmun. Dari sisi mitra, PT Berdikari, menyatakan kesiapan dukung implementasi proyek, khususnya pada aspek teknologi dan distribusi. Direktur Keuangan & SDM PT Berdikari, M. Kaspiyah, menilai sinergi antara pemanfaatan lahan PTPN dan keunggulan teknis Berdikari menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program hilirisasi ini. Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan lapangan guna memastikan kesiapan lahan sebagai fondasi utama pelaksanaan program. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk PT Tiran Nusantara Grup dan PT UGI Agri Harapan Indonesia, proyek ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan industri peternakan terintegrasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, penguatan hilirisasi dan integrasi bisnis menjadi salah satu strategi utama dalam menciptakan nilai tambah serta memperluas kontribusi perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional.
PTPN I Latih Pemandu Wisata TNGL Implementasi Program TJSL Holding Perkebunan Nusantara
Langkat, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Holding Perkebunan Nusantara terus perkuat kontribusi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar kawasan konservasi. Di antaranya lewat pelatihan pemandu wisata profesional di Bukit Lawang, pintu gerbang utama Taman Nasional Gunung Leuser, yang digelar PTPN I Regional 1, di pekan kedua November 2025 lalu. Total 50 peserta, meliputi pemandu wisata lokal dan anggota Perhimpunan Pramuwisata Indonesia (PPI), mengikuti pelatihan angkat tema “Heroes of Hospitality: Menjaga Alam, Menyapa Dunia”. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan BenihBaik.com sebagai mitra pelaksana CSR tersertifikasi. Region Head PTPN I Regional 1, Wispramono Budiman membuka kegiatan sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. “Sinergi antara Perusahaan dengan lingkungan sekitar menjadi keharusan dan tugas moral Perusahaan. Untuk itu, kami merasa ikut bertanggung jawab untuk mengembangkan potensi kawasan pariwisata di Kabupaten Langkat agar lebih baik lagi. Kita semua ingin masyarakat mendapat manfaat maksimal, tetapi alam lingkungan tetap lestari,” ujar Wispramono. Program pelatihan ini bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN I yang difokuskan pada peningkatan kapasitas SDM sektor pariwisata. BenihBaik.com menyusun program pelatihan tiga materi utama, pertama, Etika Pariwisata dan Keramahan Lokal, disampaikan Gilang Ahmad Fauzi, pakar pariwisata inklusif. Kedua, Rescue dan Pertolongan Pertama (P3K), disampaikan oleh Azhar, praktisi keselamatan wisata, dan Fotografi Handphone untuk Promosi Pariwisata, untuk melatih peserta memanfaatkan smartphone dalam dokumentasi wisata. Wispramono menekankan ketiga materi tersebut merupakan elemen dasar yang wajib dimiliki pemandu wisata alam, terutama di kawasan berisiko tinggi seperti Taman Nasional Gunung Leuser. “Objek wisata di sini berbasis alam, sehingga masuk kategori risiko tinggi. Para pramuwisata harus paham betul penanganan keselamatan. Sedang fotografi handphone adalah keterampilan penting agar pemandu tidak gaptek dan mampu mendukung promosi wisata,” jelasnya. Investasi Keberlanjutan Lingkungan dan Ekonomi Direktur Utama PTPN I, Teddy Yarman Danas, menyampaikan inisiatif ini merupakan praktik nyata dari filosofi bisnis berkelanjutan yang dianut perusahaan. “Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, khususnya Bukit Lawang adalah aset alam luar biasa yang harus dijaga. Pelatihan ini bukan hanya sekadar program TJSL, tetapi investasi jangka panjang pada keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Dengan pemandu wisata yang profesional dan berwawasan konservasi, kita memastikan pengalaman terbaik bagi wisatawan, sekaligus menjaga kelestarian alam dan ekosistem DAS sebagai warisan untuk generasi mendatang,” tegas Teddy. Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN I, Tio Handoko, menimpali kegiatan ini perkuat pilar Environmental dan Social dalam strategi ESG yang diterapkan Holding Perkebunan Nusantara.
PTPN I Siapkan Banyuwangi Model Kebun Kelapa Genjah Nasional
Banyuwangi, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), bagian dari Holding Perkebunan Nusantara di bawah PTPN III (Persero), terus memperkuat komitmen dukung Program Hilirisasi Perkebunan yang digagas Pemerintah Republik Indonesia. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, melakukan peninjauan langsung ke lokasi persiapan penanaman kelapa seluas 50 hektare di Regional 5, Banyuwangi, Jawa Timur, di pekan keempat Oktober 2025 lalu. Peninjauan dilakukan di Afdeling Sidomulyo Kampe, Kebun Pasewaran, yang ditetapkan sebagai kebun percontohan untuk pengembangan kelapa secara lebih luas di seluruh unit PTPN I. Di kunjungan tersebut, Teddy meninjau detail teknis persiapan, mulai dari jarak tanam, dimensi lubang, jenis pupuk, hingga aspek agronomis lainnya. Ia meminta penjelasan terkait karakteristik dan potensi varietas kelapa yang akan ditanam. Manajer Kebun Pasewaran, Ardi Arjasa, dalam laporannya menjelaskan demplot perdana akan menggunakan varietas kelapa genjah, yaitu Kelapa Merah Bali dan Entog Kebumen. Kedua varietas tersebut dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan, antara lain cepat berbuah di usia 3-4 tahun, masa produktif hingga 25 tahun, potensi produksi tinggi, jumlah buah melimpah, serta kandungan santan yang lebih tinggi. “Jenis kelapa ini toleran di ketinggian hingga 500 meter di atas permukaan laut, sehingga sangat sesuai untuk kondisi agroklimat di lokasi ini. Kami telah menyiapkan demplot seluas 50 hektare dan akan segera memulai tanam perdana,” kata Ardi. Usai melakukan peninjauan, Teddy menyampaikan apresiasi dan optimisme terhadap pengembangan komoditas kelapa ini. Ia menegaskan bahwa penanaman kelapa genjah merupakan langkah strategis yang sejalan dengan mandat hilirisasi dari Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian. “Kita pernah mengembangkan kelapa di beberapa unit, tetapi tidak berlanjut. Kini, kita memulai kembali sebagai respons atas kebutuhan pasar dan potensi ekonomi yang besar. Ini tindak lanjut dari Program Hilirisasi Perkebunan yang dicanangkan Presiden. Pastikan seluruh SOP agronomis dan teknis diimplementasikan sesuai standar,” tegas Teddy. Menurut Teddy, PTPN I, sebagai Subholding SupportingCo yang mengelola berbagai komoditas strategis seperti karet, kopi, kakao, kelapa, dan tembakau, berkomitmen untuk memperkuat nilai tambah produk perkebunan melalui diversifikasi dan hilirisasi. “Melalui pengembangan kelapa genjah ini, kami ingin mendorong terciptanya nilai tambah dari hasil perkebunan rakyat dan perusahaan. Kami berharap Kebun Pasewaran menjadi pusat percontohan budidaya dan inovasi kelapa di lingkungan PTPN I,” jelasnya. Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menimpali program ini fondasi penting membangun rantai nilai industri kelapa yang terintegrasi di masa depan. “Penanaman kelapa genjah ini adalah fondasi hulu yang sangat penting dalam mensukseskan Hilirisasi Perkebunan Pemerintah. Komitmen PTPN I bukan hanya menanam, tetapi memastikan terbentuknya rantai pasok yang terintegrasi sehingga kelapa dapat menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Setiap aset dan sumber daya PTPN I harus bekerja optimal dalam mendukung program nasional,” ucap Aris.
Banaran Trail Run 2025, PTPN I Dorong Efek Ekonomi Daerah Lewat Olahraga dan Wisata
Semarang, katakabar.com - Gelaran Banaran Trail Run 2025 yang diselenggarakan oleh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar Kampoeng Kopi Banaran, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Ajang olahraga lintas alam ini menyedot peserta dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara. Tiga hari menjelang pelaksanaan lomba, Minggu (2/11) lalu, hotel, penginapan, dan homestay di kawasan Ambarawa dilaporkan penuh. “Kami terpaksa menginap di Semarang karena semua penginapan di sekitar Ambarawa sudah penuh sejak jauh hari. Awalnya ingin menginap di dalam kawasan Kampoeng Banaran, tapi ternyata sudah full booked. Jadi kami harus berangkat lebih pagi ke lokasi,” kata Damar, peserta asal Lampung, Sabtu (1/11). Keramaian peserta dan pengunjung Banaran Trail Run turut menjadi berkah bagi masyarakat sekitar. Selain sektor perhotelan, para pelaku usaha kuliner, transportasi, hingga pedagang kaki lima ikut menikmati peningkatan pendapatan. “Alhamdulillah kegiatan yang kami gelar membawa berkah bagi masyarakat sekitar. Keramaian ini memberi efek ekonomi yang besar, dan keramahan masyarakat lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta dari luar daerah. Bahkan warung-warung kecil pun ikut laris,” ceruta General Manager Kampoeng Kopi Banaran, M. Sunhaji, lewat keterangan resmi. Atmosfer ekonomi yang semarak ini juga menjadi perhatian khusus Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, yang hadir langsung di lokasi acara sehari sebelum lomba dimulai. “Kami sangat bersyukur atas antusiasme yang luar biasa. Berdasarkan laporan, tingkat okupansi hotel dan penginapan di radius 20 kilometer dari lokasi sudah penuh sejak H-3. Ini berkah besar bagi ekonomi masyarakat sekitar,” ucap Teddy Yunirman Danas. Dijelaskan Teddy, efek berantai dari penuhnya hunian hotel meluas ke berbagai sektor. “Dampaknya tidak hanya pada hotel, tetapi juga pada para pekerja pendukung, pemasok bahan pangan dari petani, serta pelaku UMKM lokal seperti kuliner dan transportasi yang mengalami peningkatan omzet signifikan,” tuturnya. Sementara, SEVP Operation PTPN I Regional 3, Budiono, menyampaikan komitmen perusahaan untuk menjadikan Banaran Trail Run sebagai agenda tahunan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada promosi gaya hidup sehat, tetapi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Komitmen kami tidak hanya menghasilkan produk perkebunan terbaik, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pariwisata. Event ini membuktikan bahwa aset perkebunan bisa menjadi motor penggerak kesejahteraan bersama,” terang Budiono, yang juga bergelar doktor. Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, aminkan Budiono. Menurutnya, dampak ekonomi ke masyarakat sekitar mencerminkan sinergi antara bisnis perkebunan dan potensi wisata daerah. “Banaran Trail Run adalah wujud nyata integrasi antara core business perkebunan dengan tanggung jawab sosial. Perkebunan bukan hanya ladang produksi, tetapi juga destinasi yang mampu menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” kata Aris Handoyo.