Edutrain LRT Jabodebek, Cara KAI Kenalkan Transportasi Publik Pada Anak Sejak Dini Nasional
Nasional
Rabu, 13 Mei 2026 | 13:15 WIB

Edutrain LRT Jabodebek, Cara KAI Kenalkan Transportasi Publik Pada Anak Sejak Dini

Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) melalui LRT Jabodebek taja Edutrain pada Senin (11/5) untuk 30 murid TK dan pendamping dengan rute Kampung Rambutan–Dukuh Atas. Peserta belajar tata cara naik LRT, pengenalan profesi, sarana, hingga sistem GoA level 3 dengan train attendant. Sepanjang Januari–April 2026, Edutrain sudah melayani 3.417 peserta, sementara tahun 2025 diikuti 19.064 peserta. Partisipasi bisa diajukan via surat permohonan ke Divisi LRT Jabodebek. PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mengenalkan budaya penggunaan transportasi publik sejak dini melalui kegiatan Edutrain LRT Jabodebek. Total 30 peserta terdiri dari murid dan pendamping, dari Taman Kanak-kanak mengikuti perjalanan edukatif tentang LRT Jabodebek dengan rute Kampung Rambutan–Dukuh Atas. Para peserta selain mendapatkan pengalaman langsung menggunakan LRT Jabodebek, juga menerima berbagai penjelasan, mulai dari tata cara menggunakan transportasi LRT Jabodebek, pengenalan profesi, jenis sarana yang beroperasi, hingga pengenalan sistem Grade of Automation (GoA) level 3 yang didukung teknologi operasional otomatis dengan petugas train attendant (TA). Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan kegiatan Edutrain ini dirancang untuk mengenalkan profesi petugas, tata cara menggunakan LRT Jabodebek dengan aman dan tertib, hingga aturan selama berada di area stasiun maupun di kereta, demi keselamatan, kenyamanan, dan keamanan bersama. “Kegiatan Edutrain ini tidak hanya memberikan pengalaman menggunakan LRT Jabodebek, namun menjadi media pembelajaran tentang budaya menggunakan transportasi publik LRT Jabodebek, sekaligus menumbuhkan minat terhadap transportasi publik,” ucapnya. Sepanjang tahun 2026 ini (Januari - April) telah melayani 3.417 peserta kegiatan Edutrain LRT Jabodebek. Sementara itu, pada tahun 2025 kegiatan Edutrain ini diikuti 19.064 peserta terdiri murid dan pendamping. Apabila ingin berpartisipasi dalam kegiatan Edutrain, dapat melalui surat permohonan ke Divisi LRT Jabodebek yang mencantumkan instansi, waktu, rute, jumlah peserta, serta kontak PIC kegiatan.

Saat Warga Turun Tangan: Pengamat Hukum Nilai Aksi Massa di Riau Sinyal Kepercayaan Publik Melemah Hukrim
Hukrim
Senin, 11 Mei 2026 | 15:09 WIB

Saat Warga Turun Tangan: Pengamat Hukum Nilai Aksi Massa di Riau Sinyal Kepercayaan Publik Melemah

Pekanbaru, katakabar.com - Sejumlah peristiwa kemarahan warga yang terjadi di beberapa wilayah di Riau, seperti Panipahan dan Rantau Kopar di Kabupaten Rokan Hilir, hingga dinamika sosial di Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, menjadi perhatian serius kalangan pengamat hukum. Fenomena tersebut dinilai tidak sekadar tindakan spontan masyarakat, melainkan cerminan keresahan sosial yang telah lama menumpuk, terutama terkait dugaan peredaran narkoba dan gangguan keamanan lingkungan. Pengamat hukum, Erdiansyah, S.H., M.H., menilai aksi warga yang turun langsung ke lapangan bentuk kekecewaan terhadap kondisi sosial yang dianggap tidak segera ditangani secara efektif. Meski demikian, dalam negara hukum, kemarahan masyarakat tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan tindakan main hakim sendiri, perusakan, pembakaran, intimidasi, maupun kekerasan bersama-sama. “Peristiwa seperti ini harus dilihat sebagai sinyal serius. Ada keresahan masyarakat yang tidak boleh diabaikan, terutama jika berkaitan dengan dugaan peredaran narkoba. Tetapi dalam negara hukum, masyarakat tidak boleh mengambil alih fungsi aparat penegak hukum. Warga boleh melapor, mengawasi, dan mendesak aparat bertindak, tetapi tidak boleh melakukan tindakan anarkis,” ujarnya. Menurut Erdiansyah, aksi massa yang berujung pada perusakan atau kekerasan justru dapat menimbulkan persoalan hukum baru. Secara yuridis, tindakan kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang maupun barang dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana. Begitu pula pembakaran, pengrusakan bangunan, atau tindakan yang menimbulkan bahaya umum tetap dapat dimintai pertanggungjawaban pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia menegaskan pendekatan hukum tidak boleh berhenti hanya pada penindakan terhadap warga yang terlibat aksi massa. Aparat penegak hukum juga harus melihat akar persoalan yang memicu masyarakat merasa perlu turun langsung. “Jika masyarakat merasa laporan mereka tidak ditindaklanjuti, lingkungan tidak aman, atau melihat dugaan pelaku kejahatan tetap bebas beraktivitas, maka kepercayaan publik terhadap hukum akan melemah,” jelasnya. Ia menyebut ketidakpuasan terhadap penegakan hukum memang dapat menjadi faktor pendorong munculnya aksi main hakim sendiri. Hal itu tetap tidak bisa dijadikan alasan pembenar untuk melanggar hukum. “Justru di sinilah negara harus hadir lebih cepat, lebih terbuka, dan lebih tegas,” tegasnya. Erdiansyah menilai persoalan ini harus menjadi evaluasi bersama bagi kepolisian, pemerintah daerah, BNN, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, RT RW, hingga seluruh unsur terkait. Penanganan peredaran narkoba, menurutnya, tidak cukup hanya melalui operasi sesaat, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pemetaan wilayah rawan, pembongkaran jaringan, perlindungan terhadap pelapor, serta komunikasi terbuka kepada masyarakat terkait perkembangan penanganan kasus. Ia juga menekankan pentingnya membangun mekanisme pelaporan yang cepat, aman, dan transparan agar masyarakat tidak merasa dibiarkan menghadapi persoalan sendiri. “Warga harus mengetahui ke mana harus melapor, siapa yang menangani laporan tersebut, dan sejauh mana tindak lanjut yang dilakukan. Dengan begitu, masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi masalah di lingkungannya,” ucapnya. Selain itu, aparat penegak hukum dinilai perlu memperkuat kehadiran di wilayah-wilayah yang rawan konflik sosial. Langkah pencegahan melalui patroli rutin, dialog dengan warga, penyuluhan hukum, serta koordinasi lintas sektor dianggap lebih efektif dibanding menunggu kemarahan warga pecah menjadi aksi massa. “Solusinya adalah penegakan hukum yang cepat, transparan, dan konsisten. Aparat harus membongkar jaringan kejahatan sampai ke akar-akarnya, bukan hanya menyentuh pelaku kecil. Di sisi lain, masyarakat juga harus diedukasi bahwa melawan narkoba tidak boleh dilakukan dengan cara melanggar hukum,” terangnya. Erdiansyah turut mengingatkan agar media dan masyarakat berhati-hati dalam menyimpulkan suatu peristiwa sebagai tindakan anarkis sebelum terdapat informasi yang jelas dan terverifikasi. Setiap peristiwa harus dilihat berdasarkan fakta hukum, lanjutnya, keterangan resmi, serta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia menilai, rangkaian peristiwa kemarahan warga di sejumlah daerah di Riau seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pola penegakan hukum dan pelayanan keamanan kepada masyarakat. “Semangat memberantas narkoba dan menjaga keamanan lingkungan tentu harus didukung. Tetapi cara yang digunakan harus tetap berada dalam koridor hukum. Jangan sampai niat menjaga kampung justru melahirkan tindak pidana baru,” tandasnya.

Kapolres Rohul 'Bungkam' Soal Isu Tangkap Lepas dan Transaksi Rp200 Juta Guncang Publik Hukrim
Hukrim
Kamis, 30 April 2026 | 13:57 WIB

Kapolres Rohul 'Bungkam' Soal Isu Tangkap Lepas dan Transaksi Rp200 Juta Guncang Publik

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Dugaan skandal tangkap lepas dan transaksi gelap senilai Rp200 Juta pada kasus pembunuhan di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu, Riau, semakin pelik, dan tak berujung. Alih-alih memberikan penjelasan yang menyejukkan hati publik, Pimpinan tertinggi di Mapolres Rokan Hulu, alih-alih memberikan keterangan sejukkan hati publik, justru memilih 'bungkam' bahkan tidak menggubris sama sekali permintaan konfirmasi yang diajukan wartawan katakabar.com. Padahal, isu yang beredar sangat masif dan memuakkan. Sosok yang disebut-sebut sebagai otak intelektual pelaku pembunuhan berinisial AP, diduga kuat berhasil bebas lepas melalui praktik penangguhan penahanan yang diduga diiringi aliran uang fantastis. Wartawan katakabar.com secara resmi mengkonfirmasi dan meminta keterangan langsung kepada Kapolres Rokan Hulu, AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.H., M.Si., soal kegaduhan ini, Rabu (29/4) malam kemarin Tetapi hingga batas waktu yang ditentukan, Kamis (30/4), tidak ada satu pun jawaban atau klarifikasi yang diberikan. Sikap diam ini justru memunculkan dugaan kuat ada hal besar yang sedang ditutup-tutupi, dan upaya sistematis untuk meredam kasus ini agar tidak meledak ke ruang publik. Janji Manis Wakapolda va Realita Lapangan Kontradiksi sangat mencolok dengan pernyataan keras yang pernah disampaikan sebelumnya yang membikin publik semakin geram dan merasa dibohongi. Ingat, saat peristiwa berdarah itu baru saja terjadi, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau, Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., turun langsung ke Rokan Hulu dan pimpin konferensi pers di Mapolres setempat Selasa (10/2) lalu. Saat itu, dengan nada tegas ia menyampaikan tindakan tersebut adalah perintah langsung Kapolda Riau untuk menegakkan hukum tanpa kompromi. “Peristiwa kekerasan ini tidak boleh terulang. Kami tegaskan, seluruh pelaku, termasuk pihak yang menyuruh dan menggerakkan, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” jelas Brigjen Hengki saat itu penuh wibawa. Pernyataan itu sempat membuat masyarakat berdecak kagum dan berharap hukum akan berjalan adil. Tetapi nyatanya! Kini justru sosok yang disebut sebagai "pihak yang menyuruh dan menggerakkan" alias otak pelaku, justru bisa berjalan leluasa bak orang tak bersalah, sementara janji tegas itu seolah hilang ditelan bumi. Siapa Yang Melindungi? Dimana Sekarang Pelaku? Menelisik lebih dalam, narasumber terpercaya media ini menyoroti keterangan yang disampaikan oleh pihak jajaran Reskrim melalui KBO, Ipda M. Ali Akbar, S.H. Dikatakan penangguhan penahanan dilakukan dengan alasan tersangka kooperatif, dan menggunakan jaminan orang, bukan jaminan uang. Tetapi, pertanyaan yang hingga kini belum bisa dijawab, yakni siapa sebenarnya orang atau pihak yang menjamin Tersebut? "Dalam kasus ini tidak main-main. Saat peristiwa berdarah terjadi, Wakapolda Riau saja sampai turun gunung melihat langsung lokasi. Ini kasus berat, pembunuhan! Tetapi kenapa proses hukumnya bisa semudah membalikkan telapak tangan? Siapa orang kuat di balik penjamin itu?" tanya sumber tersebut. Narasumber ini pun mempertanyakan sekaligus mencurigai keberadaan tersangka saat ini. "Pelaku ada di mana? Kok bisa bebas saja diluaran sana, kenapa hukum selemah ini," rutuknya dengan nada kecewa yang mendalam. Masyarakat pun mendesak keras agar pelaku dan siapapun yang terlibat dalam kasus atau peristiwa berdarah ini harus segera diusut tuntas tanpa pandang bulu. Publik menilai, menyembunyikan identitas penjamin kasus pembunuhan yang sangat sensasional ini adalah hal yang sangat mencurigakan. Seolah ada upaya keras untuk melindungi "tuan besar" di balik layar agar tidak terseret ke dalam pusaran hukum. Masyarakat kini bertanya-tanya, apakah janji tegas Wakapolda hanya sekadar wacana untuk meredam amarah saat itu saja? Atau memang ada kekuatan lain yang membuat hukum di Rokan Hulu menjadi tumpul bagi mereka yang punya kuasa dan uang? Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Rokan Hulu tetap 'bungkam', seperti membiarkan tanda tanya besar mewarnai rasa keadilan masyarakat.

Journey into Sustainability Hadir di Artcycle Ashta District 8, Publik Diajak Lihat Potensi Baru Limbah Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 26 April 2026 | 07:38 WIB

Journey into Sustainability Hadir di Artcycle Ashta District 8, Publik Diajak Lihat Potensi Baru Limbah

Jakarta, katakabar.com - Rangkaian program Aartcycle Earthform, Ashta  District 8 bersama Liberty Society dan MOP Beauty menghadirkan -Journey into Sustainability', sebuah ruang pengalaman interaktif yang mengangkat isu pengelolaan sampah melalui pendekatan visual, edukatif, dan partisipatif Pergelaran ini berlangsung hingga 17 Mei 2026 di area Melting Pot, Ashta District 8, inisiatif ini mengajak publik melihat perjalanan limbah dari perspektif yang lebih reflektif sekaligus inspiratif. Usung semangat keberlanjutan yang menjadi bagian dari kurasi Artcycle 'Journey into Sustainability' menghadirkan eksplorasi mengenai bagaimana limbah sehari-hari dapat memiliki kehidupan kedua ketika dikelola dengan pendekatan yang tepat. Program ini menyoroti realita Bantar Gebang sebagai salah satu titik akhir terbesar sampah di Jakarta, sebuah ruang yang selama ini kerap menjadi 'titik hilang' dari konsumsi masyarakat. Melalui instalasi imersif berbahan Tyvek yang terinspirasi dari lanskap Bantar Gebang, pengunjung diajak memasuki pengalaman visual yang menggambarkan tumpukan sampah sekaligus potensi tersembunyi di dalamnya. Kanopi bergelombang yang memenuhi area instalasi menjadi simbol transformasi material, memperlihatkan bagaimana limbah dapat berevolusi menjadi medium kreatif dan produk bernilai guna. Sebagai ruang edukasi interaktif, 'Journey into Sustainability' menghadirkan berbagai area pengalaman yang mengajak pengunjung untuk terlibat langsung dalam proses transformasi material. Di area Upcycled Museum, pengunjung dapat mengeksplorasi pengolahan berbagai limbah seperti Tyvek, banner, plastik, dan tekstil menjadi produk baru yang fungsional. Sementara itu, melalui Repair Station, pengunjung dapat mempersonalisasi tote bag menggunakan eco-friendly charms sebagai bentuk ekspresi kreatif berbasis keberlanjutan. Instalasi Tree of Hope bersama Paperina turut menjadi bagian dari pengalaman kolektif yang mengajak pengunjung menuliskan harapan mereka untuk bumi pada lembaran Tyvek. Selain itu, tersedia Photo Moment berbasis moss yang menghadirkan elemen visual estetik sekaligus memperkuat pesan sustainability dalam ruang pamer. Partisipasi publik juga diperluas melalui kehadiran Dropbox Station yang memungkinkan pengunjung menyalurkan berbagai jenis limbah agar masuk ke proses daur ulang yang tepat. Bersama MOP Beauty, pengunjung dapat mendonasikan kemasan kosmetik kosong, sementara kolaborasi bersama Cahyono Perdana melalui IEMAHKAI menghadirkan dropbox khusus untuk limbah plastik, botol plastik, dan kertas. Sebagai bagian dari implementasi ekonomi sirkular, area Product Pop-Up menghadirkan koleksi hasil kolaborasi Liberty Society dengan sejumlah green startup dan social enterprise. Beragam produk fungsional berbasis material daur ulang turut ditampilkan, mulai dari aksesori hingga merchandise hasil transformasi limbah. Di mana, sebagian hasil penjualan selama periode program akan disalurkan melalui Liberty Society Foundation untuk mendukung pelatihan dan pemberdayaan perempuan dari komunitas marginal. Tidak hanya menghadirkan pengalaman eksploratif, rangkaian Artcycle di Ashta District 8 juga dilengkapi dengan sesi panel edukatif yang membahas berbagai perspektif seputar sustainability dan circular design. Opening ceremony dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026 bertepatan dengan Hari Bumi, sebagai momentum untuk memperkuat pesan kolektif mengenai pentingnya kolaborasi dalam menghadapi isu lingkungan. Melalui 'Journey into Sustainability', Ashta District 8 bersama Liberty Society dan MOP Beauty menghadirkan ruang kolaboratif yang mempertemukan kreativitas, edukasi, dan aksi nyata dalam satu pengalaman yang immersive.

Dari Aceh hingga Makassar, Baja Modular KS Hadir Wujudkan Pemerataan Fasilitas Publik Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 10 Maret 2026 | 08:10 WIB

Dari Aceh hingga Makassar, Baja Modular KS Hadir Wujudkan Pemerataan Fasilitas Publik

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) perkuat komitmen pembangunan nasional melalui inovasi infrastruktur baja modular yang cepat bangun dan adaptif. Langkah ini dirancang sebagai solusi konkret untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Indonesia secara luas. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan transformasi produk baja modular merupakan manifestasi nyata keberpihakan perusahaan terhadap kepentingan publik. Menurutnya, baja modular bukan sekadar inovasi konstruksi, melainkan sebuah gerakan sosial (social movement) untuk menyediakan fasilitas fisik yang aman, layak, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. “Fokus kami melampaui aspek komersial. Kami berkomitmen memastikan teknologi baja nasional hadir sebagai solusi kemanusiaan sekaligus pilar pembangunan berkelanjutan,” ujar Dr. Akbar Djohan, sekaligus menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron dan Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Baja Modular: Inovasi Humanis Krakatau Steel untuk Negeri Bagi Krakatau Steel Group, baja bukan sekadar komoditas, melainkan solusi kemanusiaan yang nyata. Melalui teknologi modular yang cepat bangun, Perseroan mengawali tahun 2026 dengan aksi nyata di tiga titik strategis Indonesia. Langkah dimulai pada 2 Februari 2026 lalu di Sumatra Utara, melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengakselerasi program Makan Bergizi Gratis. Komitmen ini berlanjut ke Bener Meriah, Aceh pada 12 Februari, di mana Klinik Darurat Waskita hadir sebagai respons cepat bagi warga terdampak banjir bandang. Perjalanan ini kemudian mencapai Makassar pada 18 Februari dengan tuntasnya SPPG Modular di Universitas Hasanuddin. Rangkaian proyek ini membuktikan di tangan Krakatau Steel, kekuatan baja telah bertransformasi menjadi infrastruktur pelayanan publik yang adaptif, aman, dan sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan rakyat. Inovasi Hijau untuk Masa Depan Berkelanjutan Baja modular Krakatau Steel bukan sekadar soal kecepatan, melainkan manifestasi konstruksi masa depan yang ramah lingkungan. Melalui optimalisasi material yang minim limbah, tahan lama, dan fleksibel untuk dipindahkan, inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan pembangunan hijau di Indonesia. Langkah strategis ini selaras dengan agenda nasional pembangunan berkelanjutan yang tertuang dalam visi Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto. Dengan memadukan efisiensi industri dan pelestarian lingkungan, Krakatau Steel memastikan setiap infrastruktur yang dibangun hari ini adalah warisan yang aman dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Sucofindo Perkuat Tata Kelola Transportasi Publik Lewat Sertifikasi ISO 37001 dan ISO/IEC 27001 LRT Jakarta Nasional
Nasional
Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:39 WIB

Sucofindo Perkuat Tata Kelola Transportasi Publik Lewat Sertifikasi ISO 37001 dan ISO/IEC 27001 LRT Jakarta

Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) tegaskan perannya sebagai lembaga sertifikasi nasional perkuat tata kelola transportasi publik melalui penyerahan Sertifikat ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan dan ISO/IEC 27001:2022 Sistem Manajemen Keamanan Informasi kepada LRT Jakarta. Sertifikat tersebut diserahkan oleh Kepala Divisi Regional Barat PT Sucofinso (Persero), Ambar Prawidiyanto, kepada Direktur Utama LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, di Kawasan Depo LRT Jakarta. Ambar Prawidiyanto menegaskan bahwa proses sertifikasi dilakukan secara independen dan objektif sesuai dengan standar internasional yang berlaku. “Sebagai lembaga sertifikasi, SUCOFINDO memastikan seluruh tahapan audit dan sertifikasi dilaksanakan secara profesional, objektif, dan independen. Pemberian Sertifikat ISO 37001:2016 dan ISO/IEC 27001:2022 ini mencerminkan keseriusan LRT Jakarta dalam memenuhi persyaratan standar internasional, baik dalam penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan maupun Sistem Manajemen Keamanan Informasi,” ujar Ambar. Kata Ambar Prawidiyanto, penerapan kedua standar tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola perusahaan yang berintegritas serta memperkuat perlindungan terhadap aset informasi. “Standar ISO 37001 membantu organisasi memperkuat sistem pencegahan terhadap risiko suap, gratifikasi, fraud, konflik kepentingan, serta risiko hukum dan reputasi. Sementara ISO/IEC 27001 memastikan pengelolaan keamanan informasi dilakukan secara sistematis berbasis prinsip kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data,” jelasnya. Roberto Akyuwen menyampaikan apresiasinya atas proses sertifikasi yang dilakukan oleh PT SUCOFINDO (PERSERO) serta menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik. “Penerapan ISO 37001:2016 dan ISO/IEC 27001:2022 merupakan wujud komitmen nyata LRT Jakarta dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang transparan, berintegritas, dan bertanggung jawab. Sebagai penyelenggara layanan transportasi publik, kami menyadari bahwa kepercayaan masyarakat adalah fondasi utama. Karena itu, seluruh proses bisnis kami kelola secara profesional dan sesuai standar internasional,” tuturnya. Roberto Akyuwen menimpali penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dilakukan secara menyeluruh melalui komitmen seluruh insan LRT Jakarta, penyusunan kebijakan dan prosedur anti penyuapan, pelatihan dan sosialisasi bagi insan LRT Jakarta serta mitra kerja, penyediaan saluran pelaporan pelanggaran (whistleblowing system), serta penguatan pengendalian internal dan evaluasi berkala. Sementara, penerapan ISO/IEC 27001:2022 memastikan keamanan data operasional dan data pelanggan di tengah percepatan transformasi digital. Sebagai perusahaan jasa di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT Sucofindo (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendampingi para mitra menerapkan standar internasional secara konsisten. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai layanan jasa, seperti pengujian sarana dan prasarana transportasi, inspeksi dan verifikasi teknis, audit dan sertifikasi sistem manajemen, penilaian kesesuaian, pengujian keselamatan dan keandalan operasional, hingga layanan konsultasi peningkatan mutu dan kepatuhan regulasi. Dukungan ini bertujuan untuk memastikan layanan transportasi yang aman, andal, berkelanjutan, serta selaras dengan praktik terbaik internasional.

Media X Space Tempati Ruang Publik Untuk Desain dan Seni Asia Internasional
Internasional
Jumat, 06 Februari 2026 | 14:34 WIB

Media X Space Tempati Ruang Publik Untuk Desain dan Seni Asia

Kuala Lumpur, katakabar.com - Selepas pameran Media X Space 2025: Beyond Illumination di Galeri Filamen @GMBB pada 18 Januari lalu bukan sekadar penutupan sebuah rangkaian pameran yang dimulai di Jakarta sejak Agustus 2025 lalu. Ia menjadi refleksi tentang bagaimana seni media baru mampu menjadi ruang bagi manusia untuk kembali “muncul” secara kolektif di hadapan publik. Pameran yang memamerkan hasil karya publik, mahasiswa dan dosen Binus, serta seniman berskala internasional ini lahir dari kolaborasi lintas disiplin antara School of Design, Graphic Design and New Media (International Programme), Master of Design, BINUS University bersama ARCOLABS dan Galeri Filamen, Malaysia. Sinergi ini pertemukan seniman dari Indonesia, Malaysia, Korea Selatan dan Inggris dalam sebuah upaya membongkar kebuntuan komunikasi digital yang seringkali terasa dingin dan teknis. “Harapan kami, di tengah kepungan teknologi yang serba otomatis, pameran Media X Space dapat menegaskan pentingnya gerakan kolektif seni dan desain Asia untuk tampil secara berdaulat di ruang publik. Gerakan ini bukan sekadar pameran kecanggihan, melainkan sebuah tindakan atau action (praxis)– jika boleh meminjam istilah dari pemikiran Hannah Arendt–untuk menunjukkan bahwa di tangan kreator Asia, teknologi dapat menjadi medium yang manusiawi, puitis, dan inklusif,” kata Patricia Adele, Ko-Kurator Pameran sekaligus Direktur Program 2025 Media X Space: Beyond Illumination, saat memberikan sambutan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 22 November 2025 lalu. “Terima kasih kepada segenap masyarakat yang telah berpartisipasi dan turut berkontribusi menjadi saksi pergerakan bersama desain dan seni, dalam upayanya membangun dunia yang setidaknya lebih dapat terpikul oleh semua,“ ujarnya lagi, sebagai penutup acara pembukaan. Meskipun keberadaan pameran di Kuala Lumpur, Malaysia, telah usai, keberadaan kolaborasi ini tetap terjaga dalam ruang maya yang melampaui batas geografis. Publik tetap dapat mengakses dan merenungkan kembali karya-karya yang dipamerkan melalui situs resmi sod.binus.ac.id/mediaxspaceexhibition2025. Akses daring ini untuk memastikan karya dapat terus terakses oleh publik, namun juga sebagai sarana pendokumentasian karya-karya pameran yang sarat akan pemikiran komunitas lintas asia kontemporer, dalam rangka perluasan pengetahuan.

India Stack: Infrastruktur Publik Digital India Pertumbuhan Inklusif dan Transformasi Global Internasional
Internasional
Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:30 WIB

India Stack: Infrastruktur Publik Digital India Pertumbuhan Inklusif dan Transformasi Global

Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India menegaskan komitmen India mendorong transformasi digital yang inklusif melalui pengembangan dan penerapan India Stack, sebuah ekosistem Digital Public Infrastructure (DPI) yang telah menjadi pondasi utama bagi kemajuan layanan publik dan ekonomi digital India. India Stack merupakan kumpulan Application Programming Interface (API) terbuka dan Digital Public Goods yang memungkinkan pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat untuk berinteraksi dan bertransaksi secara digital. Infrastruktur ini dirancang dengan prinsip tanpa uang tunai, tanpa kertas, dan tanpa kehadiran fisik, guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan publik. Komponen utama India Stack meliputi Aadhaar sebagai identitas digital nasional, Unified Payments Interface (UPI) untuk sistem pembayaran instan, DigiLocker untuk penyimpanan dokumen digital, e-Sign, e-KYC, Direct Benefit Transfer (DBT), serta berbagai platform layanan publik lainnya, termasuk sektor kesehatan dan kesejahteraan sosial. Dikonseptualisasikan sejak awal tahun 2000-an dan mulai diimplementasikan pada 2009 melalui program Aadhaar, India Stack dikembangkan sebagai sistem yang aman, interoperable, dan dapat diskalakan. Meskipun berangkat dari pengalaman India, kerangka kerja ini tidak terbatas pada satu negara dan dapat diadaptasi oleh negara maju maupun negara berkembang. India Stack mencerminkan pendekatan India dalam membangun infrastruktur digital yang berorientasi pada kepentingan publik serta mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Lima Lapisan Utama India Stack India Stack beroperasi melalui lima lapisan utama. Lapisan cashless mendukung transaksi keuangan digital secara real-time melalui UPI dan sistem pembayaran interoperable lainnya. Lapisan paperless memungkinkan penyimpanan dan pertukaran dokumen resmi secara elektronik. Lapisan presence-less menyediakan verifikasi identitas digital tanpa kehadiran fisik melalui Aadhaar. Lapisan consent memastikan perlindungan data pribadi melalui mekanisme persetujuan yang transparan dan berbatas tujuan. Sementara, lapisan commerce yang didukung oleh Open Network for Digital Commerce (ONDC) mendorong terciptanya ekosistem perdagangan digital yang terbuka, kompetitif, dan inklusif, khususnya bagi UMKM. Penerapan India Stack telah memberikan manfaat langsung bagi ratusan juta warga India. Infrastruktur ini memainkan peran penting dalam memperluas inklusi keuangan, meningkatkan akses layanan publik, serta mendorong kewirausahaan dan inovasi digital. Melalui mekanisme DBT, penyaluran subsidi dan bantuan pemerintah kini dilakukan secara langsung ke rekening penerima, sehingga mengurangi kebocoran dan praktik korupsi. Keberhasilan India Stack telah menjadikannya model global bagi pembangunan infrastruktur publik digital. India secara aktif berbagi pengalaman dan praktik terbaik dengan negara-negara sahabat dalam membangun DPI sebagai landasan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Meskipun tantangan terkait perlindungan data pribadi, keamanan siber, dan inklusivitas digital masih terus dihadapi, India Stack telah membuktikan kemampuannya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat tata kelola layanan publik. Komitmen Kerja Sama Internasional Kedutaan Besar India menegaskan kesiapan India untuk terus memperkuat kerja sama internasional, termasuk dengan Indonesia, dalam pengembangan dan pemanfaatan infrastruktur publik digital. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi pendorong transformasi digital, inovasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat global. Artikel ini ditulis oleh Debnath Shaw, mantan Komisioner Tinggi untuk Tanzania dan Duta Besar untuk Azerbaijan. Pernah bertugas di Misi India di Hong Kong, Beijing (dua kali), Bonn, dan Dhaka, serta di Kantor Pusat dalam berbagai posisi. Pernah ditempatkan di Kementerian Pertahanan sebagai JS (PIC) 2005-07. Visiting Fellow di CSIS, Washington DC 2004-05.

Portal Data Real Time via Dashboard SIGI Tingkatkan Transparansi Pelayanan Publik dan Penanganan Bencana Nasional
Nasional
Selasa, 20 Januari 2026 | 10:00 WIB

Portal Data Real Time via Dashboard SIGI Tingkatkan Transparansi Pelayanan Publik dan Penanganan Bencana

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Upaya itu diwujudkan melalui inovasi portal data real-time untuk memantau pelayanan publik, salah satunya dalam hal penanganan bencana di wilayah Sumatera. Perkembangan penanganan bencana ini kini dapat diakses langsung oleh masyarakat melalui dashboard Sistem Informasi Geospasial Infrastruktur (SIGI). Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam manajemen penanganan bencana. Melalui digitalisasi data, publik dapat mengetahui langkah-langkah konkret yang diambil pemerintah secara cepat dan akurat. “Untuk progres penanganan bencana PU, mulai dari jumlah personel, alat berat, hingga tahapan perbaikan yang sedang dan telah dilakukan, semuanya kami sampaikan secara online. Jadi Bapak dan Ibu, teman-teman media bisa melihat secara langsung, di-update setiap hari, apa saja yang dilakukan oleh Kementerian PU,” ujar Dody. Dashboard pemantauan itu dirancang sebagai pusat integrasi data penanganan bencana di Sumatera yang dilaksanakan oleh berbagai Unit Organisasi (Unor) di lingkungan Kementerian PU. Portal ini menyajikan informasi komprehensif mulai dari data lokasi bencana, jenis dan dampak kejadian, hingga monitoring dan evaluasi terhadap peralatan, sarana prasarana, serta personel satuan tugas bencana. Salah satu keunggulan utama dashboard SIGI adalah keterintegrasiannya dengan SITABA, sebuah platform kebencanaan berbasis data geospasial. Integrasi ini memastikan data yang disajikan tidak hanya komprehensif, tetapi juga selaras dengan sistem penanggulangan bencana secara nasional. Melalui portal SIGI, masyarakat dapat memantau secara langsung progres layanan publik dan penanganan bencana mulai dari tahap tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Khusus untuk penanganan bencana di Sumatera dan Aceh, masyarakat dapat mengakses informasi tersebut melalui tautan sigi.pu.go.id/bencanasumatera. Di dalam portal tersebut, tersedia detail informasi penanganan bencana yang dilengkapi dengan dokumentasi foto, titik koordinat lokasi, penyebab dan dampak bencana, serta tindak lanjut teknis yang dilakukan tim Kementerian PU di lapangan. Dengan kehadiran dashboard SIGI, Kementerian PU berharap upaya penanganan bencana di Sumatera dapat terpantau secara terbuka, akuntabel, dan berbasis data. Hal ini sekaligus diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap respons pemerintah yang cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi bencana di berbagai wilayah Indonesia. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

LindungiHutan Permudah Publik dan Perusahaan Dukung Kampanye Lingkungan Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 21 Desember 2025 | 14:09 WIB

LindungiHutan Permudah Publik dan Perusahaan Dukung Kampanye Lingkungan

Semarang, katakabar.com - LindungiHutan terus perkuat peran teknologi dukung aksi konservasi hutan dan lingkungan di Indonesia melalui peluncuran fitur Katalog Pohon. Fitur ini dirancang untuk permudah publik, komunitas hingga perusahaan memilih jenis pohon, memahami manfaat ekologisnya, serta menemukan lokasi dan kampanye penghijauan yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing. Melalui Katalog Pohon, pengguna dapat mengakses informasi lengkap mengenai berbagai jenis pohon yang digunakan dalam kampanye LindungiHutan, mulai dari karakteristik tumbuh, manfaat lingkungan dan sosial, hingga estimasi kontribusi terhadap penyerapan karbon. Informasi tersebut disajikan secara transparan dan terstruktur, sehingga pengguna dapat membuat keputusan yang lebih terarah sebelum berdonasi atau berkolaborasi dalam kampanye alam. Fitur ini terintegrasi langsung dengan daftar lokasi penanaman, dan kampanye aktif di berbagai wilayah Indonesia. Dengan begitu, pengguna tidak hanya mengenal jenis pohon secara teori, tetapi dapat melihat implementasi nyatanya di lapangan. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik serta memperkuat keterlibatan jangka panjang dalam gerakan penghijauan. Katalog Pohon menjadi solusi praktis bagi perusahaan yang tengah merancang program CSR berbasis lingkungan. Melalui fitur pencarian dan filter, perusahaan dapat menyesuaikan pilihan pohon dan lokasi penanaman dengan fokus keberlanjutan, kebutuhan mitigasi risiko lingkungan, maupun strategi pelaporan ESG. Di sisi lain, donatur individu dan komunitas juga dapat menggunakan fitur ini untuk menyalurkan kontribusi secara lebih personal dan bermakna. Sebagai platform crowdsourcing konservasi hutan dan lingkungan di Indonesia, LindungiHutan berperan sebagai mitra kolaboratif dalam berbagai inisiatif penghijauan lintas sektor. Hingga saat ini, LindungiHutan telah memfasilitasi penanaman lebih dari satu juta pohon di puluhan lokasi, menyerap puluhan ribu ton karbon, serta bekerja sama dengan ratusan mitra dari berbagai sektor industri dan masyarakat. Kehadiran fitur Katalog Pohon menjadi bagian dari komitmen LindungiHutan dalam menghadirkan ekosistem kolaborasi yang semakin matang dan berbasis data. Memasuki tahun 2026, ketika tuntutan terhadap transparansi, dampak terukur, dan strategi keberlanjutan semakin menguat, Katalog Pohon diharapkan dapat menjadi referensi awal bagi siapa pun yang ingin memulai atau mengembangkan aksi lingkungan yang relevan dan berkelanjutan. Fitur Katalog Pohon dapat diakses melalui laman resmi LindungiHutan dan terbuka untuk seluruh pengguna. Dengan informasi yang lebih mudah diakses dan dipahami, LindungiHutan mengajak lebih banyak pihak untuk mengambil peran aktif dalam menjaga hutan, memulihkan ekosistem, dan membangun masa depan lingkungan yang lebih resilien.