Puragraph

Sorotan terbaru dari Tag # Puragraph

Minang dan Purana Re:Made: Harmonikan Arsitektur Warisan Budaya dengan Kemewahan Sirkular Wisata
Wisata
22 jam yang lalu

Minang dan Purana Re:Made: Harmonikan Arsitektur Warisan Budaya dengan Kemewahan Sirkular

Jakarta, katakabar.com - Sebagai bagian dari retrospektif ulang tahun Purana ke 17, Grand Indonesia - Purana17: Renjana Perca, Puragraph dan Purana gelar peragaan busana kolaboratif yang menghadirkan Puragraph Vol. II | Minang dan Purana Re:Made di Grand Indonesia, Main Atrium, East Mall Level 1. Diperagakan oleh 8 model wanita dan 2 model pria, koleksi ini menjembatani ketegasan siluet arsitektural dengan keahlian kriya tekstil sirkular. Puragraph Vol. II | Minang: "A Home You Carry With You" Dipimpin oleh Lead Designer Maritza Anjali, Puragraph Vol. II | Minang mengambil inspirasi dari arsitektur, siluet, dan bentuk atap Rumah Gadang Minangkabau yang ikonik. Filosofi Kehidupan: Berakar dari filosofi dasar kehidupan masyarakat Indonesia (sandhang, pangan, papan—pakaian, pangan, tempat tinggal), busana ini menerjemahkan peran atap Rumah Gadang yang menaungi, memberi kenyamanan, dan menyambut ke dalam wujud seni yang dapat dinikmati sebagai bagian dari keseharian (liveable art). Setiap helai pakaian berfungsi sebagai lapisan perlindungan bagi tubuh, mengusung konsep "a home you carry with you". Desain & Keahlian Kriya: Menampilkan siluet basic berstruktur arsitektural yang bersih dalam palet warna monokrom, dibuat secara khusus melalui kerajinan tangan di Indonesia (handcrafted in Indonesia). "Melalui Puragraph Vol. II | Minang, kami ingin menciptakan busana yang melampaui estetika visual untuk menawarkan perlindungan dan kenyamanan sejati bagi pemakainya. Terinspirasi oleh siluet Rumah Gadang yang menaungi serta esensi sandhang, pangan, papan, setiap busana dirancang agar terasa seperti 'a home you carry with you'—sebuah rasa memiliki yang menyertai kemanapun Anda pergi," ujar Maritza Anjali, Lead Designer Puragraph. Purana Re:Made: Meredefinisi Zero-Waste Luxury Melengkapi narasi di atas panggung peragaan, Purana Re:Made, yang dirancang oleh Kika Puspitasari (pendiri Kaloka), memperlihatkan komitmen PURANA terhadap ekonomi sirkular dan zero-waste luxury. Dengan merangkai dan mengolah kembali sisa kain perca arsip dari tahun 2009 hingga 2025, PURANA mengubah sisa tekstil menjadi busana statement yang unik dan tak ada duanya. Visi Kepemimpinan Di bawah arahan Nonita Respati (Founder & CCO Purana Group) dan Andarina Sumarno (Co-Founder & CEO Purana Group), PURANA Group terus memelopori pelestarian budaya berdampingan dengan inovasi kemewahan berkelanjutan. Ketersediaan Retail Koleksi Puragraph Vol. II: Minang kini telah resmi tersedia dan dapat dibeli di Purana Store, yang berlokasi di Central Department Store, Grand Indonesia Level Ground. Detail Pameran & Instalasi Pameran Grand Indonesia - Purana17: Renjana Perca berlangsung setiap hari hingga 23 Agustus 2026. Pengunjung dapat mengeksplorasi instalasi multi-zona di seluruh area Grand Indonesia, termasuk Main Atrium (East Mall Level 1), Lobby Shinta (East Mall Level Ground), dan Area Depan Azko (East Mall Level 5). Gerakan kebudayaan nasional "Grand Indonesia-PURANA17: Renjana Perca" diselenggarakan secara resmi di Grand Indonesia selaku Official Venue Partner, didukung penuh oleh BRI sebagai Official Banking Partner, serta Wonderful Indonesia. Inisiatif sirkular ini digerakkan bersama ParagonCorp sebagai Sustainability Partner dan Wardah selaku Official Make Up & Skin Care Partner. Gerakan ini turut didukung oleh Home Living Partner Vicenza, Lifestyle Partners Optik Seis, Primaya Hospital, 5asec, Yats Colony Hotel, dan Fuguku, serta F&B Partners Djournal Coffee, Doré by LeTAO, Coca-Cola Europacific Partners, dan Dailah Sajian Kontemporer. Kolaborasi ini semakin lengkap dengan kehadiran Retail Partner Central Department Store, Model Agency Partner JIM Models, Accessories Partner Tulola, serta Footwear Partner Marista Santividya, dan Mario Minardi. Amplifikasi narasi publik dan media disiarkan secara luas oleh Media Partners Femina, Fimela, Her World Indonesia, Kompas.com, Kumparan Woman, Narasi, Popbela.com, The Luxury Reports, dan Wanita Wirausaha Femina. Inisiatif kebangsaan ini diinisiasi dan dikelola oleh StratEdgeMarketing, dengan manajemen produksi oleh Kreasi8, serta Executive Producers Purana, Puragraph, Purana Home, dan Purana Kids.

Puragraph Vol I: Hubungkan WS dan GM Lewat Siluet Arsitektur Heritage Belanda Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 18 April 2026 | 08:02 WIB

Puragraph Vol I: Hubungkan WS dan GM Lewat Siluet Arsitektur Heritage Belanda

Jakarta, katakabar.com - Membawa akar DNA jenama Purana yang selama ini dikenal teguh melestarikan budaya, flora, dan fauna alam Indonesia, kini hadir sebuah evolusi baru di bawah naungan jenama Puragraph. Dengan napas dan misi pelestarian yang sama, Puragraph menerjemahkan nilai historis warisan Nusantara dengan cara yang sama sekali berbeda: mengadaptasi kemegahan siluet bangunan heritage dan arsitektur peninggalan kolonial Belanda di Indonesia ke dalam bentuk kemeja dekonstruktif (deconstructed shirts) yang modern. Menahkodai visi baru ini adalah Maritza Putri 25 tahun, generasi penerus kedua dari Purana yang kini mengambil peran sebagai Lead Designer Puragraph. Mewakili suara Gen Z, arahan kreatif Putri membawa sebuah misi dan harapan besar: agar DNA pelestarian budaya Purana dapat terus diteruskan, dihargai, dan dicintai oleh generasi muda. Lahir dan dibesarkan di Solonkota yang sarat akan sejarah, Putri sejak kecil terbiasa hidup berdampingan dengan megahnya arsitektur Indische peninggalan kolonial Belanda, mulai dari Benteng Vastenburg hingga Loji Gandrung. Rekaman memori visual dari masa kecilnya inilah yang kemudian ia tuangkan ke dalam koleksi perdananya. Sebagai koleksi perdananya, Puragraph Vol. I hadir mendobrak pakem dengan palet warna yang sangat esensial dan minimalis, yakni hanya menggunakan warna dasar hitam dan putih. Pendekatan monokromatik ini dipilih untuk menonjolkan kekuatan struktur, garis batas, dan konstruksi busana yang terinspirasi langsung dari bentuk-bentuk arsitektur Indische dan Art Deco bersejarah tersebut. Merayakan Hari Kartini, koleksi Puragraph Vol. I juga membawa napas emansipasi melalui rancangannya. Koleksi kemeja oversized dan dekonstruktif ini secara sadar mendobrak pakem busana heritage yang konvensional, menawarkan kebebasan bergerak tanpa batas bagi para perempuan modern. Siluetnya yang asimetris dan tegas merepresentasikan karakter perempuan masa kini yang mandiri, kuat, dan berani tampil beda. "Sebagai desainer dari Gen Z yang tumbuh di Solo, saya terbiasa melihat keindahan bangunan-bangunan heritage kolonial di sekitar saya. Melalui Puragraph, saya ingin merayakan semangat Kartini modern perempuan yang berani mendobrak batas dan menciptakan sejarahnya sendiri," kata Maritza Putri, Lead Designer Puragraph, di suatu perbicangan. "Puragraph Vol. I adalah sebuah kanvas yang mengeksplorasi gagasan tentang struktur dan kebebasan. Kami menerjemahkan pilar-pilar kokoh peninggalan masa lalu menjadi busana yang memberikan ruang bagi pemakainya untuk bergerak bebas dan mandiri," jelasnya. Melalui Puragraph Vol. I, elemen-elemen arsitektural yang megah dari masa lalu, seperti garis fasad geometris, pilar tinggi, dan jendela louver (jalusi) dijahit kembali menjadi karya busana bersiluet longgar, asimetris, dan berstruktur unik. Pendekatan dekonstruktif ini menghadirkan pernyataan mode (fashion statement) yang cerdas dan modern, sekaligus menjadi jembatan yang menghubungkan anak muda dengan sejarahnya.