Referral

Sorotan terbaru dari Tag # Referral

MOFI Dorong Agen Bangun Jaringan dan Akses Pembiayaan UMKM Lewat Referral Ekonomi
Ekonomi
19 jam yang lalu

MOFI Dorong Agen Bangun Jaringan dan Akses Pembiayaan UMKM Lewat Referral

Jakarta, katakabar.com -  PT Moladin Finance Indonesia (MOFI), perusahaan pembiayaan yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta bagian dari Moladin Group, terus memperkuat ekosistem Agen MOFI sebagai salah satu channel utama perluas akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Sejak diluncurkan pada 2024, platform Agen MOFI telah digunakan lebih dari 7.000 agen terdaftar melalui aplikasi dan website. Platform ini membantu agen mengelola prospek pembiayaan berjaminan properti maupun kendaraan secara lebih mudah, cepat, dan terstruktur. Melalui Agen App, agen dapat: - Mengajukan dan memantau prospek pembiayaan secara real time. - Melihat perkembangan aplikasi dengan lebih transparan. - Mengembangkan jaringan melalui program referral dan pengembangan jaringan agen. - Memperoleh insentif dari aktivitas pembiayaan yang berhasil diproses. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, MOFI kini memperkuat fitur referral dan pengembangan jaringan agen, yang memungkinkan agen membangun jaringan agen baru dan memperoleh penghasilan tambahan dari aktivitas jaringan tersebut. Melalui fitur ini, agen tidak hanya berperan sebagai referral partner, tetapi juga dapat membangun komunitas dan jaringan produktif yang berkembang bersama MOFI. Direktur PT Moladin Finance Indonesia, Mulyadi, menyampaikan keberadaan agen memiliki peran strategis dalam menjangkau kebutuhan pembiayaan masyarakat yang belum terlayani secara optimal, khususnya UMKM di berbagai daerah. “Kami melihat agen bukan hanya sebagai channel akuisisi, tetapi juga sebagai mitra yang membantu memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Melalui program referral dan pengembangan jaringan agen, kami ingin membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk membangun jaringan, memperoleh penghasilan tambahan, sekaligus membantu lebih banyak pelaku usaha mendapatkan akses pendanaan,” ujarnya. MOFI juga terus mengembangkan berbagai fitur pada Agent App, termasuk gamifikasi, monitoring prospek, hingga program berbasis komunitas untuk meningkatkan engagement dan produktivitas agen. Dengan konsep yang fleksibel dan mudah diakses, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sebagai Agen MOFI kapan saja dan di mana saja. Masyarakat yang tertarik bergabung dapat mengunduh aplikasi Moladin Agen secara gratis melalui Google Play Store atau mengakses website berikut: https://apps.mofi.id/sso.

Referral dan Derivatif Andalan Tokocrypto Dorong Aktivitas Investor Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 02 Mei 2026 | 16:03 WIB

Referral dan Derivatif Andalan Tokocrypto Dorong Aktivitas Investor

Jakarta, katakabar.com - Di tengah kondisi pasar kripto yang masih fluktuatif akibat tekanan global, Tokocrypto mendorong investor untuk terapkan strategi investasi yang lebih adaptif sekaligus memperkenalkan inovasi terbaru melalui program Referral 2.0. Program ini hadir sebagai upaya memperluas adopsi aset digital sekaligus memberikan peluang tambahan bagi pengguna untuk mendapatkan manfaat dari aktivitas trading. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor aset kripto di Indonesia telah melampaui 21 juta akun pada awal 2026. Hingga Februari 2026, jumlah investor tercatat mencapai 21,07 juta akun, meningkat dari Januari yang sebesar 20,70 juta akun. Angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem kripto tetap kuat meski pasar mengalami dinamika. Tetapi, di tengah pertumbuhan jumlah investor, aktivitas perdagangan justru mengalami penurunan. Nilai transaksi kripto pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp29,4 triliun, turun dari Januari yang mencapai Rp37,29 triliun. Penurunan juga terjadi pada kapitalisasi pasar yang menyusut sekitar 14 persen menjadi Rp23,59 triliun. Kondisi ini mencerminkan pergerakan pasar kripto masih sangat dipengaruhi oleh sentimen global. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menjelaskan volatilitas yang terjadi saat ini tidak terlepas dari faktor makroekonomi dan geopolitik global. “Ketegangan geopolitik seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan China serta konflik di Timur Tengah mendorong sentimen risk-off di pasar keuangan global. Ditambah dengan kebijakan suku bunga tinggi di AS, likuiditas global menjadi lebih ketat sehingga memicu tekanan di pasar kripto,” ujar Calvin. Ia menambahkan fluktuasi yang terjadi merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar. “Jika melihat tren beberapa tahun terakhir, lonjakan aktivitas pada 2024 dipicu oleh momentum Bitcoin halving, peluncuran ETF di AS, dan efek domino terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS. Sementara penurunan di 2025 hingga awal 2026 lebih merupakan fase normalisasi dan konsolidasi, bukan pelemahan fundamental industri. Fluktuasi ini menunjukkan bagaimana pergerakan harga kripto sangat berkaitan dengan kondisi ekonomi global maupun domestik,” jelasnya. Minat Investor Bergeser, Strategi Perlu Disesuaikan Perubahan kondisi pasar juga diikuti dengan pergeseran perilaku investor. Penurunan volume di pasar spot mulai diimbangi dengan meningkatnya minat terhadap instrumen derivatif, yang dinilai lebih fleksibel dalam menghadapi volatilitas. Instrumen ini memungkinkan pelaku pasar untuk mengambil posisi berdasarkan pergerakan harga tanpa harus memiliki aset secara langsung. Data menunjukkan volume perdagangan di pasar spot mengalami penurunan dari Rp24,33 triliun pada Februari menjadi Rp22,2 triliun pada Maret. Sebaliknya, pasar derivatif justru mencatatkan pertumbuhan, dari Rp3,88 triliun pada Februari menjadi Rp4,36 triliun pada Maret. Tren ini mengindikasikan adanya pergeseran minat investor menuju instrumen yang lebih adaptif terhadap kondisi pasar yang tidak stabil. “Kami melihat adanya pergeseran preferensi dari spot ke derivatif karena investor mencari instrumen yang lebih fleksibel dalam menghadapi pergerakan harga yang cepat. Derivatif memberikan opsi strategi yang lebih beragam, baik saat pasar naik maupun turun,” ucap Calvin. Melihat tren tersebut, Calvin mengungkapkan rencana untuk meluncurkan produk derivatif dalam waktu dekat. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin berkembang serta memberikan lebih banyak pilihan strategi bagi pengguna. “Pertumbuhan volume derivatif ini menjadi sinyal bahwa pasar semakin matang. Ke depan, kami ingin menghadirkan produk derivatif yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga mudah diakses oleh pengguna ritel, sehingga mereka bisa mengelola risiko dengan lebih baik di tengah kondisi pasar yang dinamis,” sebut Calvin. Tokocrypto Perkuat Ekosistem Lewat Program Referral Selain pengembangan produk, Tokocrypto juga menghadirkan fitur baru Referral 2.0 sebagai bagian dari strategi memperluas partisipasi masyarakat di industri kripto. Melalui program ini, pengguna dapat memperoleh komisi hingga 20 persen seumur hidup dari trading fee referral, sekaligus berkesempatan mengumpulkan reward tambahan dengan total hingga Rp200 juta setiap bulannya. Program ini dirancang untuk memberikan insentif yang lebih kompetitif sekaligus mendorong pertumbuhan komunitas pengguna secara organik. Kuota reward yang terbatas setiap bulan juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif pengguna dalam memanfaatkan fitur tersebut. Calvin menilai inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Tokocrypto dalam memperkuat literasi dan adopsi kripto di Indonesia. “Kami melihat minat masyarakat terhadap aset digital terus meningkat dan mulai mendekati pasar modal. Melalui program referral 2.0 dan pengembangan produk seperti derivatif, kami ingin memberikan lebih banyak akses dan peluang bagi masyarakat untuk terlibat di ekosistem kripto secara lebih luas,” bebernya. Di tengah pasar yang masih dinamis, Tokocrypto menekankan pentingnya pendekatan investasi yang disiplin dan berbasis strategi. Dengan kombinasi edukasi, inovasi produk, serta program insentif seperti referral, perusahaan optimistis dapat mendorong pertumbuhan industri kripto yang lebih sehat dan berkelanjutan di Indonesia.