Resistance

Sorotan terbaru dari Tag # Resistance

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.168 Internasional
Internasional
Kemarin

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.168

Jakarta, katakabar.com - Harga emas diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Kamis (2/7) lalu. Menurut hasil analisis teknikal Dupoin Futures, Geraldo Kofit, arah pergerakan Gold dalam jangka pendek masih didominasi sentimen positif setelah harga berhasil bertahan di atas area support penting. "Kondisi tersebut memperlihatkan minat beli mulai kembali meningkat sehingga peluang kenaikan masih cukup terbuka selama tidak terjadi perubahan sentimen yang signifikan di pasar, Geraldo. Kata Geraldo, pergerakan Gold pada grafik H1 menunjukkan struktur yang semakin mengarah ke tren bullish. Setelah sempat mengalami tekanan, harga berhasil mempertahankan posisi di atas level support 4.025. Area tersebut kini menjadi pijakan penting bagi pergerakan emas karena mampu menahan tekanan jual sekaligus memicu munculnya kembali aksi beli dari para pelaku pasar. "Keberhasilan harga bertahan di atas support tersebut menunjukkan pelaku pasar masih melihat level tersebut sebagai area yang menarik untuk melakukan akumulasi. Hal itu membuat tekanan beli perlahan mulai mendominasi, sehingga peluang terjadinya kenaikan lanjutan masih cukup besar dalam jangka pendek," ulasnya. Selain mampu bertahan di atas support, ucap Gelardo, struktur harga juga mulai membentuk pola higher low, yaitu titik terendah terbaru yang lebih tinggi dibandingkan titik terendah sebelumnya. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering menjadi salah satu sinyal bahwa tren naik mulai terbentuk karena buyer mampu mempertahankan harga di level yang semakin tinggi. Geraldo menilai pola tersebut menjadi indikasi bahwa momentum bullish masih cukup solid. Selama area support di level 4.025 tidak ditembus ke bawah, kecenderungan pergerakan emas masih mengarah pada penguatan. Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, target kenaikan terdekat berada di area resistance 4.115. Level tersebut menjadi titik penting yang akan menguji kekuatan momentum beli dalam waktu dekat. Jika harga mampu bergerak melewati resistance tersebut dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan diperkirakan akan semakin besar. Dalam skenario tersebut, target berikutnya berada di kisaran level 4.168. Area ini dipandang sebagai resistance lanjutan yang berpotensi menjadi sasaran berikutnya apabila sentimen positif di pasar tetap terjaga. Dari sisi indikator teknikal, peluang penguatan juga mendapat konfirmasi dari pergerakan Moving Average (MA) 21 dan MA 34. Kedua indikator tersebut kini mulai berfungsi sebagai dynamic support, berbeda dengan kondisi sebelumnya ketika masih menjadi area penahan kenaikan harga. Perubahan ini mencerminkan adanya pergeseran momentum dari dominasi seller menuju buyer. Sedang, indikator Stochastic juga memberikan sinyal yang cukup positif. Setelah sebelumnya berada di area oversold atau jenuh jual, indikator tersebut mulai bergerak naik dan membentuk pola bullish crossover. Sinyal ini umumnya menunjukkan bahwa tekanan beli mulai meningkat dan membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya. Selain faktor teknikal, arah pergerakan emas juga dipengaruhi oleh berbagai sentimen fundamental global. Salah satu faktor yang berpotensi menopang harga adalah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven apabila ketidakpastian ekonomi dunia kembali meningkat. Risiko geopolitik, perlambatan pertumbuhan ekonomi global, maupun meningkatnya volatilitas di pasar keuangan dapat mendorong investor mengalihkan sebagian asetnya ke instrumen yang dinilai lebih aman seperti emas. Dalam kondisi tersebut, permintaan terhadap logam mulia biasanya ikut meningkat dan memberikan dorongan positif terhadap harga. Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat juga dapat menjadi katalis tambahan bagi penguatan emas. Ketika nilai dolar turun, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan cenderung meningkat. Faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika pasar semakin yakin bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mengambil kebijakan yang lebih longgar atau mulai membuka peluang penurunan suku bunga, maka tekanan terhadap dolar AS berpotensi berkurang. Kondisi tersebut biasanya diikuti oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield), yang pada akhirnya meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen investasi. Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan mencermati rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti inflasi, data tenaga kerja, maupun aktivitas sektor manufaktur dan jasa. Data-data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed sekaligus menentukan pergerakan dolar AS dan harga emas dalam jangka pendek. Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan prospek harga emas hari ini masih cenderung positif. Selama harga mampu bertahan di atas support 4.025, peluang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance 4.115 masih terbuka. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume yang kuat, maka kenaikan diperkirakan dapat berlanjut hingga area 4.168. Kombinasi sinyal teknikal yang semakin menguat dan dukungan faktor fundamental menjadikan skenario bullish sebagai proyeksi utama pergerakan Gold pada perdagangan saat ini.

Emas Masih Dibayangi Tekanan Jual, Resistance 4.063 Jadi Penghalang Utama Internasional
Internasional
Senin, 06 Juli 2026 | 07:35 WIB

Emas Masih Dibayangi Tekanan Jual, Resistance 4.063 Jadi Penghalang Utama

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas diprediksi masih dalam tren pelemahan pada perdagangan di awal Juli 2026. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, peluang kenaikan emas masih cukup terbatas karena tekanan jual tetap mendominasi pasar. "Kondisi tersebut tercermin dari kegagalan harga mempertahankan penguatan di area resistance, sehingga skenario penurunan masih menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam jangka pendek," jelasnya. Kata Geraldo, grafik H4 menunjukkan emas belum mampu keluar dari tren bearish yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Upaya harga untuk naik sempat terjadi, namun tidak bertahan lama setelah mendapat tekanan jual di kisaran level 4.025 hingga 4.063. Penolakan yang muncul di area tersebut mengindikasikan bahwa minat beli belum cukup kuat untuk mendorong harga menembus resistance penting. Selain gagal melewati resistance, sebutnya, struktur harga juga masih membentuk pola lower high, yaitu kondisi ketika puncak harga terbaru berada lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya. Dalam analisis teknikal, pola ini sering dianggap sebagai tanda bahwa tren turun masih berlangsung karena setiap kenaikan belum mampu mencetak level tertinggi baru. "Dengan struktur harga yang masih seperti ini, peluang pelemahan masih lebih besar dibandingkan potensi kenaikan," ujar Geraldo dalam analisis hariannya. Dupoin Futures memperkirakan harga emas memiliki peluang untuk kembali menguji area support pertama di level 3.942. Level tersebut menjadi titik penting yang perlu dicermati pelaku pasar karena dapat menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila tekanan jual tetap mendominasi dan harga berhasil menembus level tersebut, maka penurunan diperkirakan dapat berlanjut menuju support berikutnya di kisaran 3.868. Sinyal yang sama juga terlihat dari beberapa indikator teknikal. Indikator Stochastic mulai bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual setelah sebelumnya berada di area tengah. Pergerakan ini menunjukkan bahwa momentum bearish kembali menguat dan tekanan jual masih memiliki ruang untuk berlanjut dalam waktu dekat. Di sisi lain, posisi harga yang masih berada di bawah Moving Average (MA) 21 dan MA 34 semakin memperkuat pandangan bahwa tren utama belum berubah. Kedua indikator tersebut kini berfungsi sebagai resistance dinamis yang membatasi ruang kenaikan harga. Selama emas belum mampu bergerak dan bertahan di atas area tersebut, peluang untuk melanjutkan pelemahan dinilai masih lebih besar. Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga masih memberikan tekanan terhadap harga logam mulia. Salah satu faktor utama berasal dari penguatan dolar Amerika Serikat yang membuat emas menjadi kurang menarik di mata investor global. Ketika nilai dolar meningkat, harga emas cenderung lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga permintaannya dapat menurun. Tekanan juga datang dari tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield). Kondisi ini membuat sebagian investor memilih memindahkan dana ke instrumen berbasis dolar yang menawarkan tingkat pengembalian lebih menarik dibandingkan emas, yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset. Di samping itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pergerakan emas. Jika data ekonomi Amerika Serikat, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas bisnis, tetap menunjukkan performa yang solid, maka peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi akan semakin besar. Situasi tersebut berpotensi menjaga kekuatan dolar AS sekaligus membatasi ruang penguatan harga emas. Tetapi, pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi perubahan sentimen yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, maupun data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan kembali minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Faktor-faktor tersebut berpotensi memicu perubahan arah harga apabila muncul secara bersamaan. Untuk saat ini, Dupoin Futures menilai prospek emas masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu menembus area resistance di kisaran 4.025 hingga 4.063, tekanan bearish diperkirakan masih mendominasi. Oleh karena itu, level support 3.942 menjadi area yang patut diperhatikan. Jika level tersebut ditembus, peluang penurunan menuju 3.868 akan semakin terbuka. Pelaku pasar disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko dan mencermati perkembangan data ekonomi global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga emas dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.