Sampoerna

Sorotan terbaru dari Tag # Sampoerna

Sampoerna Pertahankan Kepemimpinan Pasar 2025 di Tengah Tantangan Industri Tembakau Ekonomi
Ekonomi
22 jam yang lalu

Sampoerna Pertahankan Kepemimpinan Pasar 2025 di Tengah Tantangan Industri Tembakau

Jakarta, katakabar.com -  PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna/BEI: HMSP) hari ini mengumumkan hasil kinerja tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dengan mencatatkan volume penjualan sebanyak 79,4 miliar batang, serta berhasil mempertahankan posisi sebagai pemimpin di industri hasil tembakau Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 30,7 persen. Seiring dengan capaian tersebut, Sampoerna mencatatkan kinerja peningkatan laba bruto  sebesar 11,2 persen menjadi Rp20,6 triliun, yang didukung oleh penerapan strategi penetapan harga di tengah kondisi pasar yang menantang. Laba bersih tercatat relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp6,6 triliun, mencerminkan kekuatan fundamental bisnis Perseroan serta konsistensi dalam menjalankan fokus strategi. “Strategi kami berfokus pada inovasi dan penguatan portofolio produk yang berorientasi pada konsumen dewasa untuk mempertahankan kepemimpinan di seluruh segmen di tengah dinamika industri yang terus berkembang. Kami juga terus menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan memperkuat hilirisasi di industri tembakau serta berkontribusi pada penciptaan nilai di seluruh rantai pasok,” ujar Presiden Direktur Sampoerna Ivan Cahyadi pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 di Jakarta, Senin (18/5) lalu. Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan resiliensi pada 2025. Tetapi, Industri Hasil Tembakau (IHT) terus menghadapi tantangan seiring tekanan daya beli yang berkelanjutan, berlanjutnya tren downtrading ke produk dengan harga lebih rendah, dan meningkatnya peredaran rokok ilegal. Kondisi ini tecermin dari kinerja IHT Nasional yang mengalami penurunan penjualan sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dampak terbesar dirasakan pada Rokok Golongan I, yakni penyerap tenaga kerja terbesar sekaligus kontributor utama terhadap penerimaan cukai negara. Pangsa pasar Rokok Golongan I telah tergerus secara signifikan, turun sekitar 22 poin dalam enam tahun terakhir dari 80% pada tahun 2019 dan sudah mendekati 50 persen pada Kuartal I 2026. Hal ini turut tecermin pada penurunan volume penjualan Perseroan sebesar 8,7 persen pada Kuartal I 2026, dengan penurunan volume terbesar pada kategori Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang merupakan segmen padat karya “Kami mengapresiasi keputusan Pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai pada 2026 sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas industri tembakau. Kebijakan ini, yang didukung oleh upaya pemerintah dalam pemberantasan rokok ilegal, memberi ruang pelaku industri legal untuk dapat terus berkontribusi terhadap penerimaan negara dan penciptaan lapangan kerja. Namun, penurunan pangsa pasar di  segmen Rokok Golongan 1 yang terus berlanjut dan perlindungan segmen SKT yang padat karya, perlu mendapatkan perhatian dari pemangku kepentingan. Dengan iklim usaha yang lebih kondusif, kami optimis dapat terus memperkuat ekosistem ekonomi nasional secara berkelanjutan,” ujar Ivan.  Dukungan Sampoerna pada SKT Padat Karya dan Perekonas Sampoerna secara konsisten memperkuat portofolio SKT guna menjaga mata pencaharian sekitar 70 ribu tenaga pelinting yang sebagian besar adalah perempuan dan bekerja di enam fasilitas produksi yang dimiliki perseroan serta 43 fasilitas produksi yang dimiliki, dan dioperasikan oleh Koperasi dan Pengusaha Daerah yang tersebar di 35 kabupaten dan kota di pulau Jawa. Urgensi untuk menjaga keberlangsungan segmen ini semakin nyata mengingat hasil studi Universitas Airlangga yang mencatat efek ekonomi berganda hingga 3,8 kali lipat. Artinya, setiap Rp1.000 aktivitas ekonomi yang dihasilkan fasilitas produksi SKT berpotensi menciptakan perputaran ekonomi sebesar Rp3.800 di masyarakat sekitar. Lantaran itu, keterlibatan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi penting dalam merumuskan kebijakan yang mendukung keberlanjutan industri tembakau nasional, khususnya di segmen SKT, guna menjaga ekosistem ekonomi daerah serta melindungi puluhan ribu lapangan kerja yang bergantung pada sektor ini. Sementara, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, Sampoerna terus menciptakan nilai di seluruh rantai nilai perseroan, mulai dari kemitraan dengan lebih dari 22.500 petani tembakau dan cengkih, bekerja sama dengan lebih dari 1,5 juta toko ritel, serta penciptaan sekitar 90.000 lapangan kerja di Indonesia dari kegiatan usaha Perseroan. Berdasarkan Studi  Litbang Kompas pada tahun 2025, dampak berganda aktivitas usaha Sampoerna mencapai sekitar Rp204,1 triliun per tahun atau setara dengan sekitar 1 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dengan rasio multiplier sebesar 1,7 kali. Sejalan dengan kontribusi tersebut, Perseroan juga terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia sebagai kunci pertumbuhan berkelanjutan melalui berbagai inisiatif pelatihan, pengembangan talenta, serta program pembinaan dengan pengusaha UMKM lokal di seluruh Indonesia. Beberapa program yang telah dijalankan adalah Sampoerna Retail Community (SRC) yang diluncurkan pada tahun 2008 dan  telah membina 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia dan menghasilkan total omzet sebesar Rp251 triliun per tahun atau setara dengan 9,46% PDB Retail Nasional 2025, Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) yang dimulai dari tahun 2007 dan telah menjangkau lebih dari 108.000 pelaku UMKM, serta Sampoerna Karya Bangsa yang memiliki  berbagai program pengembangan kapasitas, termasuk program HOPE yang telah melibatkan lebih dari 9.000 peserta dan pelatihan vokasional dengan lebih dari 1.500 peserta. Dengan pengalaman selama lebih dari 112 tahun di Indonesia, Sampoerna terus memperkuat perannya sebagai bagian integral dari perekonomian nasional melalui inovasi, keberlanjutan, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Dalam RUPST, Sampoerna juga mengumumkan pembagian dividen dari laba tahun buku 2025 dengan total sekitar Rp6,55 triliun dari saldo laba Perseroan, dengan rasio pembayaran dividen sebesar 99,95% atau Rp56,3 per saham, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pemegang saham. Perubahan Susunan Direksi Dalam RUPST, para pemegang saham menyetujui perubahan susunan Direksi Perseroan. RUPST menyetujui pengunduran diri Elvira Lianita dari jabatannya selaku Direktur Perseroan, sehubungan dengan penunjukan beliau pada peran baru sebagai Vice President Corporate Affairs East & Southeast Asia, Pacific and PMI Global Travel Retail, Philip Morris Asia Limited. Perseroan menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan selama masa jabatan beliau di Perseroan. Sejalan dengan hal tersebut, RUPST juga menyetujui pengangkatan Joy Kartika Widjaja dan Virawaty sebagai anggota Direksi Perseroan, serta Umer Jawaid sebagai Direktur Perseroan yang menggantikan Johan Bink, efektif sejak ditutupnya RUPST 2026. “Perubahan dalam jajaran Direksi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Perseroan untuk memastikan kepemimpinan yang solid dan relevan dengan dinamika bisnis. Kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi Elvira Lianita dan Bapak Johan Bink serta mengucapkan selamat menjalankan tugas kepada Ibu Joy Kartika Widjaja, Ibu Virawaty, dan Bapak Umer Jawaid,” jelas Ivan.

Konsisten Kembangkan UMKM, Sampoerna Gelar Pesta Rakyat Bagi UMKM Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 02 Juli 2024 | 19:25 WIB

Konsisten Kembangkan UMKM, Sampoerna Gelar Pesta Rakyat Bagi UMKM Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Sebagai perusahaan terkemuka Indonesia yang beranjak dari sebuah usaha mikro di kota Surabaya pada 111 tahun yang lalu, PT HM Sampoerna Tbk. atu Sampoerna senantiasa konsisten berupaya membantu mengembangkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Puji Program WEC, Pemerintah Tawarkan Kerja Sama di Pendanaan dan Riset Lifestyle
Lifestyle
Senin, 17 Juni 2024 | 22:46 WIB

Puji Program WEC, Pemerintah Tawarkan Kerja Sama di Pendanaan dan Riset

Semarang, katakabar.com - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mendorong peningkatan pemberdayaan perempuan melalui berbagai kegiatan wirausaha. Lantaran, potensi perempuan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayahnya cukup besar. "Lebih dari 60 persen pelaku UMKM adalah perempuan. Ini menunjukkan perempuan itu ulet, lebih tahan, dan semangatnya luar biasa," ujar Sumarno di sela acara Final Day and Awarding Night Women Ecosystem Catalyst (WEC) di Openaire Resto Semarang, pada Kamis (6/6) malam lalu. WEC program yang digagas PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui Payung Program Keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) bersama Perkumpulan Imajinasi Penaja Mula dan Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah. Kata Sumarno, Pemerintah Provinsi atau Pemprov Jateng terus berupaya memfasilitasi pelaku UMKM agar dapat terus berkembang. Salah satunya dengan menggelar event pameran, pelatihan, dan program lainnya dengan menggandeng Bank Indonesia, Sampoerna, maupun stakeholder terkait. Di momen itu, Ia megapresiasi kegiatan WEC. Program ini dinilai mengajarkan perempuan wirausaha tentang pembuatan produk berkualitas, tata kelola keuangan bisnis, branding, perluasan jaringan pemasaran, dan lainnya. "Hasil kegiatan ini dapat membangun ekosistem usaha yang baik. Nanti teman-teman bakal dihubungkan dengan para pengusaha-pengusaha yang sukses," jelasnya. Menurut Sumarno, selain menjadi sarana pemberdayaan UMKM dan startup, program WEC menjadi bagian dari mengurangi angka pengangguran. "Ini program yang luar biasa," sebut Sumarno. Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa dan Sumber Daya Alam Kementerian Perkonomian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Musdhalifah Machmud mengapresiasi program tersebut. "Kita bakal menjadi penggerak ekonomi negara," tutur Musdhalifah kepada para peserta. Ia mengaku sudah melihat secara langsung bagaimana pelatihan wirausaha yang diadakan Pemerintah Jateng dengan Sampoerna. "Kita yakin kita bisa capai dengan mentor-mentor yang keren-keren. Saya yakin pencapaiannya keren banget. Acaranya santai tapi sangat berisi," imbuhnya. Negara, ucap Musdhalifah, masih membutuhkan lebih banyak lagi wirausaha. Untuk itu, ia usul agak program tersebut dapat dikembangkan ke wilayah yang lebih luas. "Kalau perlu kita kembangan program ini lebih luas lagi supaya banyak kesempatan anak-anak kita untuk dapat pengetahuan yang bermanfaat," terang Musdhalifah. Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ajeng Arum Sari menimpi, ada peluang wirausaha berkolaborasi dengan para peneliti BRIN. "Kita punya program pendanaan startup. Kita bisa mendorong mbak-mbak yang ada di sini untuk berkolaborasi dengan periset dari BRIN sehingga hasil risetnya terbukti secara ilmiah," bebernya. Dijelaskan, BRIN mempunyai skema pendanaan untuk startup yang nilainya mencapai Rp300 juta per tahun dengan durasi pengerjaan maksimal 2 tahun. "Kami punya lebih dari 10 ribu peneliti, jangan khawatir kalau tidak ada peneliti di bidang pangan, teknologi, bidang apapun pasti ada," tandas Ajeng.

Sampoerna Tingkatkan Kapasitas Perempuan Wirausaha Lewat WEC Nasional
Nasional
Selasa, 11 Juni 2024 | 19:09 WIB

Sampoerna Tingkatkan Kapasitas Perempuan Wirausaha Lewat WEC

Semarang, katakabar.com - Rangkaian program Women Ecosystem Catalyst atau WEC yang digagas PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui Payung Program Keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia atau SUI memasuki fase akhir pada Juni 2024. Program yang digelar atas kerja sama Sampoerna dengan Perkumpulan Imajinasi Penaja Mula dan Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah ini telah berlangsung dari Januari 2024 lalu. Di Hetero Space, Semarang, Jawa Tengah, di pekan pertama Juni 2024, digelar participant grooming, dikuti para peserta perempuan wirausaha. Dalam participant grooming, para peserta bertemu secara luring dan mendapatkan kesempatan untuk perdalam pemahaman dan kapasitasnya seputar pitching dan public speaking, serta wawasan mengenai peran perempuan dalam pembangunan ekonomi. Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramantio, menyatakan, program WEC sangat bermanfaat bagi pengembangan para perempuan yang berwirausaha. “Kegiatan ini sangat berguna sekali kepada seluruh peserta terpilih yang sudah mengikuti kegiatan sejauh ini. Harapannya, program ini bisa berkelanjutan,” jelas Eddy. Kuatkan Kemampuan Public Speaking Biar Bisa Bernegosiasi Bisnis Tak hanya memperkuat strategi pengembangan bisnis, pelaku wirausaha harus memiliki kemampuan berbicara yang baik di depan publik atau public speaking. Hal ini disampaikan praktisi MC bersertifikasi, Naiza Rosalia, yang turut berbagi pengalamannya kepada para peserta WEC. Kata Naiza, kemampuan public speaking sangat dibutuhkan saat melakukan negosiasi bisnis. “Kemampuan public speaking itu bermanfaat ketika bernegosiasi, dan bisa menambah kepercayaan diri dalam kegiatan bisnis dan pengambilan keputusan,” ujar Naiza. Jadi, harap Naiza, melalui materi yang disampaikannya, para peserta WEC semakin percaya diri saat berbicara di depan publik maupun bernegosiasi bisnis. Pemateri lainnya, pakar wirausaha Rizqy Kamila Fatin menekankan, membangun bisnis, dan pemahaman soal perencanaan sangat penting. Hal inilah yang ia bagikan kepada para peserta WEC dan mendorong para pelaku usaha untuk mengelola bisnisnya secara profesional, kreatif, dan menyesuaikan dengan kemajuan zaman. Pengembangan UMKM di Indonesia Salah satu dari 20 peserta terpilih yang mengikuti WEC, Ismiyati dari CV Global Net menuturkan, rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam WEC ini berguna bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Ismiyati, melalui WEC, ia mendapatkan berbagai ilmu untuk mengembangkan usahanya. Testimoni yang sama diungkapkan peserta lainnya, Nur Kholifah dari Kopi Gucialit. Selama mengikuti WEC, tak hanya menambah ilmu dan wawasan, tetapi juga mendapatkan kesempatan berjejaring dan melihat langsung ke lokasi usaha. “Saya ucapkan rasa terima kasih kepada Sampoerna, Impala, dan Dinas Koperasi atas pendampingan selama dua bulan yang telah diberikan kepada kami selaku pelaku UMKM untuk belajar mengembangkan bisnis,” ucap Nur Kholifah. WEC 2024 program inkubasi bisnis untuk UMKM dan Startup perempuan di Indonesia. Melalui WEC, Sampoerna, Perkumpulan Imajinasi Penaja Mula, dan Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah memberikan dukungan bagi pemberdayaan wirausaha dan organisasi perempuan. Total 20 peserta yang terpilih dari ribuan pendaftar yang mendapatkan kesempatan memperluas jaringan dengan sesama pelaku UMKM dan pemangku kepentingan lainnya dari sektor pemerintahan, konsumen, hingga investor. Mereka diajak untuk bertemu para pelaku usaha berskala besar di Semarang, Jawa Tengah. Pada kunjungan yang dilakukan pada 4 Juni 2024 lalu, para peserta WEC mendatangi empat lokasi usaha. Keempat lokasi itu adalah Oud en Nieuw by Toko Oen, Albitec, Crocodic, dan Ria Miranda. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan bisa mendapatkan pembelajaran langsung dari para pelaku usaha yang berhasil mengembangkan bisnisnya.

Program Women Ecosystem Catalyst dari Sampoerna Diapresiasi Peserta Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 11 Juni 2024 | 17:21 WIB

Program Women Ecosystem Catalyst dari Sampoerna Diapresiasi Peserta

Semarang, katakabar.com - Peserta program Women Ecosystem Catalyst atau WEC mengapresiasi upaya PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia” dan mitra strategis yang memberikan kesempatan pelatihan, pendampingan hingga kunjungan ke lokasi usaha yang telah sukses. Nur Kholifah, salah satu dari 20 peserta terpilih Program WEC menyatakan, kehadiran orogram WEC sangat membantu untuk mengembang bisnis UMKM karena tidak hanya menambah wawasan melalui sejumlah pelatihan, tetapi juga kesempatan untuk berjejaring termasuk melalui kesempatan berkunjung ke lokasi usaha. “Saya ucapkan terima kasih kepada Sampoerna, Impala, dan Dinas Koperasi atas pendampingan selama dua bulan yang telah diberikan kepada kami selaku pelaku UMKM untuk belajar mengembangkan bisnis,” ujarnya. Sebagai gambaran, Program Women Ecosystem Catalyst (WEC) 2024 merupakan program inkubasi bisnis untuk UMKM dan Startup perempuan di Indonesia. Program ini hadir berkat kolaborasi Sampoerna dengan Perkumpulan Imajinasi Penaja Mula, dan Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah. Program WEC fokus untuk memberikan dukungan bagi pemberdayaan wirausaha dan organisasi perempuan. WEC juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk membangun jejaring dengan sesama pelaku UMKM dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, pembeli, hingga investor. Program ini digelar selama enam bulan atau sejak Januari hingga Juni 2024. Setelah melalui tahapan roadshow di sembilan kota besar di Indonesia, terdata sebanyak 1.526 pendaftar yang kemudian dikurasi menjadi 371 peserta. Jumlah itu kemudian diseleksi kembali menjadi 20 peserta terbaik. Kunjungan Bisnis Peserta WEC Baru-baru ini pasanya pada 4 Juni 2024 lalu, 20 peserta WEC terpilih yang telah mendapatkan mentoring online memasuki fase challenge day. Di kesempatan itu, para peserta mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan pelaku usaha berskala besar di Semarang, Jawa Tengah. Terdapat empat lokasi usaha yang dikunjungi peserta WEC yakni Oud en Nieuw by Toko Oen, Albitec, Crocodic, dan Ria Miranda. Keempat lokasi itu dipilih karena sesuai dengan bisnis dan minat peserta WEC. Selain sebagai kesempatan pembelajaran, kunjungan ke empat lokasi usaha itu diharapkan membantu peserta WEC belajar langsung dari pelaku usaha yang telah berkembang. Para peserta WEC yang memiliki bisnis pada sektor food and beverage (F&B) melakukan kunjungan ke Oud en Nieuw by Toko Oen, kedai es cream legendaris di Kota Semarang. Sedang, peserta dengan minat usaha pada bioteknologi berkunjung ke Albitec, perusahaan bioteknologi yang berfokus pada pengembangan mikroalga Spirulina platensis air tawar. Terus, peserta WEC yang menaruh minat pada bisnis teknologi informasi mendapatkan kesempatan berkunjung ke Crocodic. Crocodic adalah perusahaan penyedia solusi teknologi yang salah satu bisnisnya ialah pengembangan aplikasi. Terakhir, peserta dengan minat pada fashion berkunjung ke Ria Miranda, usaha butik yang fokus pada kecantikan dan busana muslim. "Sangat menyenangkan bisa berbagi dengan sesama pelaku bisnis dari berbagai kota di Indonesia yang ikut dalam WEC ini," kata Monic, Pengelola bisnis Ria Miranda Semarang.

Dorong Potensi Wisata, Sampoerna Taja Pelatihan di Desa Ranupane Wisata
Wisata
Kamis, 30 Mei 2024 | 21:41 WIB

Dorong Potensi Wisata, Sampoerna Taja Pelatihan di Desa Ranupane

Jawa Timur, katakabar.com - Sampoerna Volunteer Community (SVC) bersama Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) gelar pelatihan kelima bagi masyarakat di Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada awal Mei 2024. Kepala Urusan Eksternal Sampoerna, Ishak Danuningrat menyatakan, program ini bagian dari upaya Sampoerna mendukung kemajuan perekonomian daerah, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui potensi wisata desa. Desa Ranupane terletak di kaki Gunung Semeru. Dengan lokasi yang strategis, desa ini memiliki berbagai potensi wisata alam dan bisa mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi. “Program ini dilakukan di bawah payung program Sampoerna Untuk Indonesia, khususnya pilar sosial, yakni kesejahteraan sosial ekonomi pada rantai pasok dan komunitas,” kata Ishak. Untuk pengembangan desa wisata, perlu dilakukan peningkatan kapasitas dari sektor UMKM, terutama yang bisa meningkatkan potensi wisata. Hal ini yang dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan yang dimulai sejak Februari 2024, dan berlangsung hingga Juli 2024. Berbagai pelatihan telah diberikan kepada masyarakat Desa Ranupane. Pelatihan-pelatihan itu, yakni pelatihan olahan pangan, pengemasan, pelabelan, manajemen keuangan, hingga pemasaran digital. Kesempatan Berharga Kembangkan Usaha Di pelatihan yang digelar 3 hingga 5 Mei 2024 di Kantor Desa Ranupane, sebanyak 17 peserta mendapatkan materi seputar media promosi. Di mana peserta berasal dari berbagai kalangan, antara lain petani, pedagang, dan ibu rumah tangga. Mereka mendapatkan pelatihan bagaimana membuat foto produk yang menarik, melakukan pemasaran melalui aplikasi WhatsApp Bussiness, hingga strategi memasarkan produk di marketplace. Bagi salah satu peserta, Hana, mengikuti pelatihan ini kesempatan yang berharga. "Pelatihan ini memberikan kesempatan berharga bagi UMKM Ranupane untuk mengembangkan produknya. Biasanya, kami hanya menjual kentang langsung kepada tengkulak. Sekarang, kami dapat belajar bagaimana meningkatkan nilai jual produk kami," tutur Hana. Tak hanya mengikuti berbagai materi, peserta bersama SETC dan SVC melakukan kunjungan dan melihat langsung bagaimana para peserta ini menjalankan usahanya. Dari kunjungan langsung ke lokasi usaha, diharapkan bisa mendekatkan diri kepada pelaku UMKM dan mendengar langsung kendala yang mereka hadapi. Sekretaris Desa Ranupane, Nunuk berharap, SETC dan SVC bisa gelar kegiatan ini secara berkesinambungan karena sangat bermanfaat bagi UMKM. "Kami berharap kehadiran SETC dan SVC tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi terus memberikan dukungan dalam pengembangan produk UMKM agar lebih diminati pembeli," ucap Nunuk.

Stafsus Presiden RI dan Kemenkop UKM Puji Pendampingan UMKM Sampoerna dan INOTEK Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 17 Mei 2024 | 07:53 WIB

Stafsus Presiden RI dan Kemenkop UKM Puji Pendampingan UMKM Sampoerna dan INOTEK

Stafsus Presiden JokowiJakarta, katakabar.com - Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) apresiasi upaya konsisten PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) dalam mendampingi UMKM nasional naik kelas melalui Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia (SUI)” bersama Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK). Teranyar, SETC bersama INOTEK meluncurkan Program SMEs Market Acceleration dan Global Access Tap-in Program (SEMANGAT) yang bertujuan membantu pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar dalam mewujudkan UMKM naik kelas. Program SEMANGAT berisi rangkaian kegiatan workshop, coaching, market matching dan tap-in internasional. Staf Khusus Presiden RI bidang Inovasi, Pendidikan, dan Daerah Terluar, Billy Mambrasar menyatakan, UMKM adalah pahlawan ekonomi nasional saat krisis keuangan global seperti yang terjadi pada 2008. "Yang menyelamatkan ekonomi Indonesia tetap bertumbuh saat itu ialah sinergitas UMKM. Kita punya pasar, kita punya supply dan demand. Yang menjadi PR ialah banyak pasar dan potensi ekspor internasional yang belum terisi oleh UMKM," ujarnya. Pemuda asal Papua ini menegaskan kegiatan seperti pendampingan UMKM, sharing session, berbagi tips and trick, hingga upaya membuka akses permodalan dan pasar harus terus ditingkatkan guna membantu UMKM Indonesia naik kelas dan menjadi eksportir. Salah satu peluang ekspor, lanjut Billy, ialah ke Amerika Serikat khususnya Arizona yang sejauh ini menjadi importir terbesar produk UMKM Indonesia. Produk UMKM asal Indonesia yang diekspor ke Arizona, katanya, ialah produk berbahan dasar kertas, garmen, dan tekstil. "Eksportir dari Indonesia umumnya pelaku UMKM yang kemudian naik kelas. Contohnya garmen dan tekstil paling banyak dari Jawa Barat dan itu bukan pemain besar tapi UMKM," jelasnya. Billy berharap agar pemda terus membantu pelaku UMKM di daerah. Pasalnya, pemda dan pemerintah memiliki anggaran untuk membantu pelaku UMKM. "Jangan sampai private sector seperti Sampoerna heboh banget dukung UMKM tapi dari sisi mereka (pemda) yang punya anggaran kemudian mager," ucapnya. Asisten Deputi Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha Kemenkop UKM, Christina Agustin, mengutarakan, Kemenkop UKM mengapresiasi kolaborasi INOTEK dan SETC yang konsisten mendampingi UMKM termasuk lewat peluncuran program SEMANGAT. "Kemenkop UKM melihat banyak upaya seperti ini harus konsisten dilakukan, berjalan beriringan dengan upaya pemerintah untuk optimalisasi akses pasar bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar global," ulasnya. Christina menjabarkan, hal itu ketika membacakan sambutan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara "Bincang Wirausaha Nasional, Komunitas dan Jejaring: Dapatkah Mendukung Akselerasi Pasar Wirausaha di Kancah Global?" di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM, pada Selasa (30/4) lalu. Kemenkop UKM, sebutnya, mengajak semua pemangku kepentingan untuk berkolaborasi bersama untuk mendukung UMKM masuk dalam rantai pasok global dan membantu pemulihan ekonomi nasional. "Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan inovasi, strategi untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat daya saing UKM agar siap menghadapi tantangan global," tambahnya. Komitmen Sampoerna Dukung UMKM Naik Kelas Kepala Hubungan Eksternal Sampoerna Ishak Danuningrat menyatakan, Sampoerna dan INOTEK berupaya menjawab salah satu tantangan UMKM yakni akses pasar melalui program SEMANGAT. Harapannya, pelaku UMKM menemukan akses pasar yang sesuai produknya dan bisa naik kelas salah satunya untuk bisa ekspor. "Kami percaya pendampingan berkelanjutan adalah kunci untuk UMKM berdaya saing dan dapat naik kelas menjadi bagian rantai pasok global," bebernya. SETC adalah program pelatihan kewirausahaan terintegrasi yang hadir sejak 2007. SETC memiliki fasilitas pelatihan sebagai sarana pendukung yang berdiri di lahan seluas 27 hektare (ha) di Pasuruan, Jawa Timur, SETC aktif memberikan pelatihan terpadu kewirausahaan mulai dari soft skill hingga hard skill guna meningkatkan kapasitas dan membantu UMKM semakin maju. SETC telah memberikan pelatihan kepada lebih 72.000 peserta dari seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2023. Selain pelatihan, SETC memfasilitasi riset terapan, pendampingan dan jejaring pasar, konsultasi usaha, serta jejaring UMKM.

Berdampak Positif Bagi Perekonomian, Sampoerna Pacu Pengembangan Kualitas SDM Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 16 Mei 2024 | 14:45 WIB

Berdampak Positif Bagi Perekonomian, Sampoerna Pacu Pengembangan Kualitas SDM

Jakarta, katakabar.com - Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Ivan Cahyadi menegaskan komitmen perusahaannya untuk terlibat aktif pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) nasional. Pengembangan SDM itu tidak hanya internal, tapi sasar mitra usaha sepanjang rantai pasoknya dan masyarakat luas, seperti para pelaku UMKM serta petani tembakau dan cengkih di Indonesia. Menurutnya, pengembangan SDM kunci bagi Sampoerna untuk terus bertumbuh lewat inovasi sekaligus berupaya berperan aktif dalam berkontribusi bagi perekonomian nasional. “Sebagai presdir yang baru, saya punya komitmen untuk melanjutkan komitmen Sampoerna yakni selalu fokus pada pengembangan SDM untuk Sampoerna dan untuk Indonesia," terangnya saat wawancara media di Jakarta, pada Selasa (14/5). Di perjalanan kariernya selama 27 tahun bersama Sampoerna, Ivan tidak menampik m perusahaan telah berinvestasi besar untuk membantu dirinya berkembang hingga saat ini. Menurutnya, komitmen pengembangan SDM didasarkan pada motto perusahaan yakni Anggarda Paramita (Menuju Kesempurnaan) dan Falsafah Tiga Tangan Sampoerna. Lewat motto Anggarda Paramita, Sampoerna percaya pekerjaan menuju kesempurnaan merupakan upaya tanpa henti lewat kerja keras dan kesempatan pengembangan diri agar bisa melakukan inovasi yang berdampak positif, tidak hanya bagi keberlangsungan perusahaan, tapi masyarakat luas. Hal itu sejalan dengan Falsafah Tiga Tangan yang terkait erat dengan kontribusi nyata Sampoerna bagi konsumen dewasa, karyawan, mitra usaha dan pemegang saham; dan masyarakat luas. “Kami percaya dengan melakukan pembinaan SDM yang kuat, kami dapat berinovasi dalam hilirisasi produk. Inovasi itu selalu terkait erat dengan kualitas SDM,” ujarnya. Ivan merinci komitmen pengembangan SDM yang dilakukan Sampoerna mencakup dua sisi, yaiut internal atau bagi karyawan, dan eksternal bagi para mitra usaha dan masyarakat luas. Untuk pengembangan SDM internal, lanjutnya, Sampoerna memberikan kesempatan berkarier sekaligus pengembangan diri. Maka itu, Sampoerna menyediakan banyak pelatihan yang terkait dengan core skill atau yang terkait dengan pengembangan dengan pendekatan manajemen kinerja dan program skills for future atau program pembelajaran yang menyediakan sertifikasi dari lembaga eksternal. Untuk memberikan pelatihan bagi karyawan, Sampoerna bekerja sama dengan sejumlah lembaga kredibel di dalam dan luar negeri guna meningkatkan kemampuan dan kapasitas. Sampoerna ingin membantu karyawan mengeluarkan kemampuan terbaiknya sehingga bisa berkontribusi bagi perusahaan dan masyarakat. Hal serupa dilakukan bagi karyawan untuk mempersiapkan masa purnatugas melalui program Holistic Program for Employability (HOPE) yang menyediakan berbagai pelatihan, dari manajemen keuangan hingga kewirausahaan. Ivan mengaku ia pun mengikuti HOPE untuk mempersiapkan diri ketika pensiun nanti. "Syarat karyawan untuk mengikuti berbagai pelatihan cuma satu, harus lulus," ucapnya. Berkat sejumlah upaya meningkatkan kualitas SDM, saat ini terdapat banyak SDM Sampoerna yang bekerja di afiliasi Philip Morris International (PMI) di seluruh dunia, seperti di Amerika Serikat, Swiss, Italia, Portugal, Polandia, Romania, Jepang, Filipina, Thailand, Malaysia, Hongkong, Uni Emirat Arab, Meksiko, Mesir, dan Maladewa. Sampoerna selalu berupaya agar karyawan bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dari dirinya. Sebaliknya, Sampoerna menjadi tempat belajar bagi para karyawan PMI. Saat ini, sejumlah karyawan PMI dan afiliasinya di berbagai asal Swiss, Korea Selatan, Italia, Filipina, Malaysia, Thailand, Pakistan, Kazakhstan, India, tengah bekerja di Sampoerna. Talenta Indonesia punya potensi dan kualitas yang sama baiknya dengan negara lain. Tidak berhenti di situ, Sampoerna juga menjadi tujuan pembelajaran bagi banyak karyawan PMI dari berbagai negara. Pengembangan SDM Mitra Bisnis dan UMKM Untuk pengembangan SDM para mitra bisnis dan UMKM, Sampoerna juga memiliki sejumlah program pendampingan. Sampoerna, melalui perusahaan pemasok, telah mendampingi lebih dari 22.000 petani tembakau dan cengkeh, melalui program kemitraan yang dijalankan sejak 2009. Di sisi lain, bagi para UMKM, di bawah payung Sampoerna Untuk Indonesia (SUI), Sampoerna memiliki dua program unggulan, yakni Sampoerna Retail Community (SRC) dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC). SRC adalah program pendampingan bagi pelaku usaha toko kelontong untuk bisa bersaing dan memanfaatkan digitalisasi. SRC yang dimulai sejak 2008 lalu ini kini telah membina lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia. Total omzet SRC tercatat sebesar Rp236 triliun, setara dengan 11,36 persen dari total PDB ritel nasional pada 2022. Adapun, SETC adalah program pelatihan kewirausahaan terintegrasi yang hadir sejak 2007. SETC memiliki fasilitas pelatihan sebagai sarana pendukung yang berdiri di lahan seluas 27 hektare di Pasuruan, Jawa Timur. SETC telah memberikan pendampingan komprehensif serta pengembangan kapasitas untuk pelaku UMKM kepada lebih dari 72.000 peserta yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia. "SETC hadir untuk membantu banyak orang agar bisa belajar menjadi entrepreneur yang baik," bebernya. Ivan menuturkan Sampoerna berinvestasi besar untuk membentuk ekosistem digital AYO by SRC yang menghubungkan produsen/mitra grosir, Toko SRC, dan konsumen. Sebagai informasi, saat ini terdapat setidaknya tiga aplikasi pada ekosistem digital SRC yakni My AYO by SRC yang menghubungkan pelanggan dengan Toko SRC, AYO Mitra by SRC yang menghubungkan mitra grosir dengan Toko SRC, dan AYO Toko by SRC membantu pemilik Toko SRC untuk mengelola usahanya, seperti memesan barang ke mitra SRC. “Efek berganda ini luar biasa, kami bukan hanya punya bisnis, tapi Sampoerna itu punya dampak positif terhadap rantai pasok dan masyarakat sekitar. Jadi pengembangan SDM bukan hanya untuk karyawan tapi juga mereka yang terlibat dalam rantai pasok dan masyarakat luas," sebutnya.

Bantu Akses Pasar UMKM, Sampoerna dan INOTEK Luncurkan Program 'SEMANGAT' Ekonomi
Ekonomi
Senin, 13 Mei 2024 | 12:23 WIB

Bantu Akses Pasar UMKM, Sampoerna dan INOTEK Luncurkan Program 'SEMANGAT'

Jakarta, katakabar.com - PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia (SUI)”, bersama Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) meluncurkan inisiatif pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah UMKM bertajuk “SMEs Market Acceleration & Global Access Tap-in Program” (SEMANGAT). Pemberdayaan UMKM pada program SEMANGAT ini bertujuan membantu pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar dalam mewujudkan UMKM naik kelas. SEMANGAT berisi rangkaian kegiatan workshop, coaching, market matching dan tap-in pasar internasional. Kepala Hubungan Eksternal Sampoerna, Ishak Danuningrat menyatakan, salah satu tantangan utama bagi UMKM agar dapat berkembang ialah akses pasar. Jadi, Sampoerna dan INOTEK berupaya menjawab tantangan tersebut melalui rangkaian kegiatan pendampingan UMKM dengan lebih berbagai macam topik. Ia berharap kegiatan ini dapat membantu pelaku UMKM dalam memperluas akses pasar sehingga usahanya dapat berkembang. "Kami percaya pendampingan yang berkelanjutan adalah kunci untuk mendukung UMKM agar semakin berdaya dan dapat menjadi bagian dari rantai pasok global," ujar Ishak di acara Bincang Wirausaha Nasional, Komunitas dan Jejaring, Dapatkah Mendukung Akselerasi Pasar Wirausaha di Kancah Global? di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Selasa (30/4) lalu. Program SEMANGAT, lanjutnya, terdiri dari 2 sub program yakni UKM Champion yang ditujukan bagi UKM yang belum termasuk dalam komunitas SETC dan UKM Kolaborator yang diarahkan untuk UKM yang sudah bergabung dalam SETC. Sedang, Sekretaris Dewan Pengurus INOTEK Foundation, Indra Uno menimpali, pihaknya bersama SETC telah lama berkolaborasi karena punya kesamaan tujuan yakni membantu UMKM tumbuh dan berkembang. Menurutnya, mentoring dan pendampingan UMKM sangat penting sebagai pemandu bagi UMKM agar lebih mudah berkembang. Lewat pendampingan dan mentoring, UMKM bakal lebih efisien dan efektif dari sisi biaya dan dapat fokus meningkatkan skill untuk meningkatkan produk dan penjualan. "Tantangan INOTEK, SETC, Kemenkop UKM ialah sebanyak-banyaknya mengkonversi dari pengetahuan menjadi keterampilan. Ketika jadi skill, UMKM bisa menjadi pendamping bagi UMKM lainnya. Ini difasilitasi dalam komunitas," tuturnya. SETC adalah program pelatihan kewirausahaan terintegrasi yang hadir sejak 2007. SETC memiliki fasilitas pelatihan sebagai sarana pendukung yang berdiri di lahan seluas 27 hektare (ha) di Pasuruan, Jawa Timur. SETC senantiasa aktif memberikan pelatihan terpadu kewirausahaan mulai dari soft skill hingga hard skill guna meningkatkan kapasitas dan membantu UMKM semakin maju. SETC telah memberikan pelatihan kepada lebih 72.000 peserta dari seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2023. Selain pelatihan, SETC memfasilitasi riset terapan, pendampingan dan jejaring pasar, konsultasi usaha, serta jejaring UMKM.

Dukung UMKM Maju, Sejumlah Kepala Daerah di Jabar Apresiasi Sampoerna dan INOTEK Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 07 Maret 2024 | 09:55 WIB

Dukung UMKM Maju, Sejumlah Kepala Daerah di Jabar Apresiasi Sampoerna dan INOTEK

Jawa Barat, katakabar.com - PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) dapat apresiasi dari para Kepala Daerah di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Karawang, Kota Cirebon, dan Kabupaten Bogor, atas upaya nyata pembinaan dan pendampingan UMKM di wilayah tersebut. Melalui Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia”, Sampoerna bekerja sama dengan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, baru-baru ini meluncurkan Program UMKM Untuk Indonesia untuk Transformasi Digital 2024 secara serentak di empat lokasi secara hybrid yakni di Bandung, Karawang, Bogor dan Cirebon, pada Kamis, memasuki pekan keempat Februari lalu. UMKM Untuk Indonesia untuk Transformasi Digital 2024 program pendampingan, inkubasi, dan akselerasi UMKM khususnya dalam hal transformasi digital, dan menyasar sekitar 1.000 UMKM di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh menyatakan, Pemkab Karawang memiliki komitmen kuat untuk mendorong UMKM naik tingkat. Sejumlah pendampingan dari Dinas Koperasi dan UKM sejak 2021-2023 telah membantu UMKM di Karawang untuk naik tingkat. Saat ini, kata Aep, produk UMKM asal Karawang sudah tersedia di minimarket di wilayah Karawang, Subang, Purwakarta dan Bekasi. Kolaborasi dengan Sampoerna melalui program UMKM Untuk Indonesia untuk Transformasi Digital 2024 akan disinergikan dengan UMKM di Karawang. “Sampoerna salah satu pelopor Pojok Lokal untuk UMKM. Kolaborasi ini kita padukan dengan yang berada di wilayah kita. Sampoerna telah mendampingi pengembangan destinasi wisata Jatidipala Tempuran sehingga sangat luar biasa,” ujarnya saat Launching Program UMKM Untuk Indonesia 2024. Diketahui, Pojok Lokal salah satu fasilitas yang tersedia di jaringan toko kelontong tradisional yang didampingi Sampoerna melalui program Sampoerna Retail Community (SRC). Di Pojok Lokal, UMKM di sekitar toko SRC dapat menitipkan produknya untuk dipasarkan. Kolaborasi dengan Sampoerna untuk mendampingi UMKM, harap Aep, terus berlanjut. Apalagi Pemkab Karawang telah menjalin komunikasi dengan perusahaan di Karawang agar di setiap koperasi perusahaan menyediakan produk UMKM. “Saat ini, kita tidak bisa lepas dari era digitalisasi. Kalau ingin maju, kita harus bisa mengikuti (digitalitasi). Melalui Dinas Koperasi dan UKM akan terus mendampingi para pelaku UMKM,” tegasnya. Staf Ahli Wali Kota Cirebon Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Agung Sedijono menuturkan, UMKM asal Cirebon punya potensi besar untuk tumbuh dan berkembang. Kolaborasi dengan Sampoerna dan Yayasan INOTEK bakal membantu UMKM untuk naik kelas dan bisa memenangkan pasar pada era digital. "UMKM tidak hanya singkatan dari Usaha Mikro Kecil Menengah tapi juga Usaha Maju Kian Makmur yang merupakan salah satu sasaran yang hendak dicapai melalui program UMKM Untuk Indonesia 2024," ulasnya. Dukungan Sampoerna dan Yayasan INOTEK, ucap Agung, memberikan dasar yang baik untuk pengembangan UMKM. Sampoerna, misalnya, telah memikirkan dan memiliki SETC sejak 2007 lalu, yang manfaatnya dirasakan saat ini. Di era digital, jelas Agung, saat semua orang berbelanja secara daring (online), UMKM juga harus mampu memasarkan produknya secara online melalui sejumlah lokapasar atau marketplace. "Era digital tidak bisa dilawan, siapa yang tidak mengikuti akan ketinggalan zaman. Di Cirebon ada ribuan UMKM, kami berharap meski bertahap semua bisa digarap Sampoerna untuk menjadikan Cirebon sebagai kota perdagangan yang maju menuju Indonesia Emas," terangnya. Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, Imam Wahyu Budiana wakili Pj Bupati Bogor menekankan, Pemkab Bogor mengapresiasi dan sambut baik inisiatif Sampoerna. Pemkab Bogor, lanjutnya, terus memberikan dukungan dan pendampingan bagi UMKM agar mampu meningkatkan level bisnisnya melalui fasilitasi, pendampingan, perizinan, pelatihan digital, produksi, sertifikasi dan lainnya. "Saya minta UMKM agar terus meningkatkan kualitas produk, manajemen, dan pemasaran serta memperluas jaringan dengan stakeholder dan sesama UMKM," harapnya. Komitmen Sampoerna Dukung UMKM Kepala Urusan Eksternal Sampoerna, Ishak Danuningrat menimpali, program UMKM Untuk Indonesia untuk Transformasi Digital 2024 membuka kesempatan bagi 1.000 UMKM dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat dan DKI Jakarta untuk akselerasi kegiatan wirausaha. Setelah peluncuran di Jawa Barat, sebutnya, secara terpisah dilangsungkan peluncuran program UMKM Untuk Indonesia di DKI Jakarta. "Nantinya 10 peserta terbaik turut berkompetisi pada acara puncak, yaitu IDEAL (Inovasi dan Digitalisasi Entrepreneur untuk Akselerasi Lanjutan) yang direncanakan akan digelar di bulan Agustus, di mana para peserta terbaik ini akan mendapatkan manfaat berupa pendampingan untuk peningkatan kapasitas produksi oleh BRIN," bebernya. UMKM, kata Ishak, tulang punggung ekonomi nasional yang membutuhkan dukungan semua pihak. Untuk itu, kolaborasi dengan semua pihak sangat penting guna membantu UMKM lebih maju. Salah satu tantangan pengembangan UMKM ialah akses pasar. Sampoerna dan INOTEK berusaha menjawab tantangan itu melalui berbagai macam pelatihan dan workshop, termasuk digitalisasi, legalitas usaha, manajemen usaha dan lainnya. "Kami percaya digitalisasi dan pendampingan adalah kunci mendukung UMKM agar semakin berdaya dan dapat menjadi bagian dari rantai pasok global. Jadi tidak hanya lokal, kami berharap sampai ke global," katanya. Sampoerna, tegas Ishak, pada 2024 telah beroperasi di Indonesia selama 111 tahun ini konsisten berkomitmen untuk mengembangan UMKM Indonesia. Melalui program keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia, Sampoerna memiliki dua program untuk UMKM. Pertama, program SETC yang sudah hadir sejak 2007. SETC adalah program kewirausahaan terintegrasi meliputi pelatihan hingga pendampingan UMKM berbagai bidang termasuk hard dan soft skill hingga networking antarpelaku usaha. Program SETC ditunjang oleh pusat pelatihan seluas 27 hektar berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur. Hingga saat ini, SETC telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 70.000 peserta dari seluruh Indonesia. Kedua, program SRC yang hadir sejak 2008. SRC bertujuan membina toko kelontong tradisional lebih modern dan mendapatkan akses digital. Saat ini ekosistem SRC telah terkoneksi dengan sekitar 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia. Toko SRC memiliki Pojok Lokal di mana para pelaku UMKM di sekitar SRC dapat menitipkan produk mereka di toko tersebut. Adapun, mayoritas pelaku UMKM binaan program SETC dan SRC ialah perempuan. "Ini sama dengan yang disampaikan oleh Presiden RI beberapa waktu lalu, bahwa tulang punggung dari UMKM adalah para perempuan. Melalui SETC dan SRC kami berharap UMKM Indonesia dapat menjadi lebih produktif, mandiri dan berdaya saing," tandasnya.