Investor Tak Lagi Sekadar Cari Lahan, Ekosistem Industri Jadi Pertimbangan Utama Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 30 Juni 2026 | 10:05 WIB

Investor Tak Lagi Sekadar Cari Lahan, Ekosistem Industri Jadi Pertimbangan Utama

Jakarta, katakabar.com - Cara investor memilih kawasan industri di Indonesia mulai mengalami perubahan. Kalau sebelumnya keputusan investasi lebih banyak ditentukan harga lahan dan ketersediaan ruang produksi, kini semakin banyak perusahaan yang mempertimbangkan faktor konektivitas logistik, akses supply chain, ketersediaan utilitas, hingga dukungan ekosistem bisnis sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang. Perubahan tersebut terjadi seiring masuknya gelombang investasi baru dari sektor kendaraan listrik (EV), elektronik, data centre, hingga manufaktur berorientasi ekspor yang membutuhkan dukungan infrastruktur dan jaringan logistik yang semakin kompleks. Chief Commercial Officer PT Suryacipta Swadaya, perusahaan pengembang dan pengelola kawasan industri Suryacipta City of Industry di Karawang dan Subang Smartpolitan, Abednego Purnomo, mengatakan perubahan kebutuhan investor tersebut mencerminkan transformasi yang lebih luas dalam lanskap industri nasional. “Beberapa tahun terakhir kami melihat perubahan yang cukup signifikan. Investor tidak lagi hanya mengevaluasi biaya lahan atau kecepatan pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana sebuah kawasan dapat mendukung efisiensi supply chain dan keberlangsungan operasional mereka dalam jangka panjang,” kata Abednego. Menurutnya, perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya perhatian investor terhadap faktor-faktor yang sebelumnya tidak menjadi pertimbangan utama, seperti konektivitas menuju pelabuhan dan jaringan transportasi nasional, ketersediaan utilitas yang andal, hingga keberadaan fasilitas pendukung yang mampu menunjang aktivitas bisnis. Tren tersebut juga tercermin dari meningkatnya minat investor asing dan domestik terhadap kawasan industri yang memiliki dukungan infrastruktur strategis. Suryacipta mencatat peningkatan minat dari investor asal Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan. Namun, permintaan dari negara-negara strategis lainnya tetap berjalan positif, misalnya dari Jepang. Ketertarikan tersebut datang dari berbagai sektor, mayoritas dari sektor otomotif (khususnya EV) dan sektor part otomotif. Diikuti oleh heavy machinery, elektronik, data centre, dan pergudangan. Selain mencari lokasi produksi, investor juga mulai mempertimbangkan aspek pengembangan kawasan dan dukungan ekosistem bisnis secara menyeluruh seperti layanan investasi. Fenomena tersebut menunjukkan kawasan industri kini semakin dipandang sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan, bukan sekadar lokasi untuk membangun pabrik. Abednego menilai, tren pemilihan kawasan ini akan membentuk pola persaingan baru di sektor kawasan industri nasional dalam beberapa tahun mendatang. “Ke depan, daya saing kawasan industri akan semakin ditentukan oleh kualitas ekosistem yang dimiliki. Kawasan yang mampu mengintegrasikan kebutuhan industri, logistik, dan pengembangan bisnis akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menarik investasi baru,” tandasnya.

Bagaimana Hotel dan Komunitas Lokal Ciptakan Pengalaman Wisata Lebih Bermakna? Hotel
Hotel
Minggu, 07 Juni 2026 | 13:05 WIB

Bagaimana Hotel dan Komunitas Lokal Ciptakan Pengalaman Wisata Lebih Bermakna?

Jakarta, katakabar.com - Seiring Indonesia terus mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara, preferensi wisatawan juga mengalami perubahan. Kini, semakin banyak pelancong yang tidak hanya tertarik mengunjungi destinasi populer atau ikon wisata terkenal, tetapi juga mencari pengalaman yang lebih autentik, personal, dan dekat dengan budaya lokal. Perubahan ini menghadirkan peluang baru bagi industri hospitality. Hotel tidak lagi hanya berperan sebagai tempat menginap, tetapi juga dapat menjadi jembatan yang menghubungkan wisatawan dengan masyarakat, tradisi, dan budaya yang menjadi identitas sebuah destinasi. Koneksi Dengan Komunitas Lokal Semakin Bernilai Meningkatnya minat terhadap wisata berbasis pengalaman mendorong banyak wisatawan untuk mengenal destinasi secara lebih mendalam. Kuliner khas daerah, tradisi budaya, kerajinan lokal, hingga interaksi langsung dengan masyarakat setempat kini menjadi bagian penting dalam pengalaman berwisata. Di tengah persaingan yang semakin ketat untuk menarik wisatawan internasional, destinasi yang mampu menawarkan pengalaman yang autentik dan bermakna berpotensi memiliki daya tarik yang lebih kuat. Bagi hotel, kondisi ini membuka peluang untuk memperluas peran mereka, tidak hanya sebagai penyedia akomodasi tetapi juga sebagai penghubung antara wisatawan dan pengalaman lokal. “Banyak destinasi saat ini bersaing untuk menarik wisatawan internasional yang sama. Yang membedakan sebuah pengalaman menginap sering kali bukan hanya hotelnya, melainkan pengalaman yang diperoleh tamu di luar properti. Kami melihat semakin besarnya peluang bagi hotel untuk berkolaborasi dengan komunitas lokal dalam menghadirkan pengalaman yang berkesan, autentik, dan memberikan manfaat bagi wisatawan maupun masyarakat setempat,” ujar Chandra Himawan, Head of Marketing & Communications, Marclan International.  Dari Penyedia Akomodasi Jadi Penghubing Destinasi Hotel sering kali menjadi titik interaksi pertama wisatawan ketika tiba di sebuah destinasi. Posisi ini memberikan kesempatan bagi hotel untuk memperkenalkan berbagai pengalaman yang mungkin tidak ditemukan wisatawan melalui jalur wisata konvensional. Beragam aktivitas seperti wisata kuliner, lokakarya kerajinan tradisional, pertunjukan budaya, kunjungan ke pasar lokal, tur sejarah, hingga eksplorasi desa wisata dapat memperkaya pengalaman tamu sekaligus membantu mereka memahami budaya dan kehidupan masyarakat setempat secara lebih mendalam. Seiring meningkatnya minat terhadap pengalaman yang autentik, kemampuan hotel untuk menghubungkan tamu dengan karakter unik sebuah destinasi dapat menjadi salah satu nilai pembeda yang semakin penting. Menciptakan Nilai Bersama bagi Komunitas dan Destinasi Kolaborasi antara hotel dan komunitas lokal juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perkembangan destinasi. Kemitraan dengan pemandu wisata lokal, pengrajin, pelaku UMKM, komunitas budaya, maupun desa wisata dapat membuka peluang ekonomi tambahan sekaligus meningkatkan eksposur terhadap budaya dan tradisi setempat. Di sisi lain, wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih personal dan berkesan, sehingga mampu membangun hubungan yang lebih kuat dengan destinasi yang mereka kunjungi. Pendekatan ini mencerminkan semakin berkembangnya pemahaman bahwa keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kualitas pengalaman yang tercipta dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat lokal. Tatap Masa Depan Pariwisata Lebih Bermakna Seiring pertumbuhan industri pariwisata Indonesia, ekspektasi wisatawan diperkirakan akan terus berkembang. Semakin banyak pelancong yang mencari pengalaman yang menghadirkan koneksi budaya, keaslian, dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap suatu destinasi. Dalam konteks ini, peluang terbesar bagi industri hospitality mungkin tidak hanya terletak pada kemampuan memberikan layanan yang berkualitas, tetapi juga pada perannya dalam membantu wisatawan menjelajahi destinasi secara lebih bermakna. Dengan memperkuat kemitraan bersama komunitas lokal, hotel dapat berkontribusi pada terciptanya pengalaman wisata yang lebih kaya sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Saham Intel Melejit! Apakah Ini Awal Tren Bullish atau Sekadar Bull Trap? Internasional
Internasional
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 14:28 WIB

Saham Intel Melejit! Apakah Ini Awal Tren Bullish atau Sekadar Bull Trap?

Jakarta, katakabar.com - Saham Intel alami lonjakan signifikan setelah kabar mengejutkan datang dari SoftBank yang umumkan akan menginvestasikan $2 miliar ke perusahaan semikonduktor raksasa asal Amerika Serikat tersebut. Kabar ini langsung memicu sentimen positif di pasar dan membuat para investor optimistis terhadap prospek bisnis Intel ke depan. Dorongan modal segar ini diperkirakan akan mempercepat ekspansi Intel dalam mengembangkan teknologi chip generasi terbaru. Tak berhenti di situ, pasar juga dikejutkan oleh rumor pemerintahan Donald Trump dikabarkan sedang mempertimbangkan langkah besar: mengambil alih 10 persen saham Intel. Rencana ini disebut akan dilakukan melalui konversi dana dari CHIPS Act, dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai sekitar $11 miliar. Jika benar terealisasi, langkah ini akan menandai salah satu intervensi terbesar pemerintah AS di sektor semikonduktor. Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang pemerintah AS untuk memperkuat keamanan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan chip dari luar negeri, terutama dari Asia. Dengan meningkatnya tensi geopolitik dan perang teknologi global, penguasaan rantai pasokan chip menjadi isu krusial yang menentukan posisi Amerika Serikat dalam peta persaingan industri teknologi dunia. Bagi Intel sendiri, kombinasi investasi dari SoftBank dan potensi dukungan dari pemerintah AS dipandang sebagai angin segar. Dana besar ini berpotensi mempercepat pembangunan fasilitas produksi chip terbaru, meningkatkan kapasitas riset, dan memperluas pangsa pasar global. Para analis percaya suntikan modal semacam ini bisa membantu Intel mengejar ketertinggalan dari kompetitornya, seperti TSMC dan Samsung, yang selama ini mendominasi pasar chip canggih. Tapi, sentimen pasar saat ini terlihat positif, sejumlah pakar mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati. Jika rencana investasi pemerintah tidak berjalan sesuai ekspektasi atau menghadapi hambatan politik, harga saham Intel bisa kembali tertekan. Saat ini, pasar sedang menunggu konfirmasi resmi dari pihak Gedung Putih dan perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan arah pergerakan saham Intel dalam beberapa bulan ke depan. Meski kabar investasi besar-besaran dari SoftBank dan potensi dukungan pemerintah AS sempat memicu lonjakan harga saham Intel, sejumlah analis mengingatkan bahwa suntikan modal saja tidak cukup untuk membangkitkan kembali kejayaan raksasa semikonduktor ini. Menurut para pakar, tantangan terbesar Intel bukan sekadar soal pendanaan, tetapi juga menyangkut strategi bisnis dan keberhasilan mereka dalam memperluas basis pelanggan.

Bukan Sekadar Paham AI, Telkom Dorong Talenta Muda Jadi Solusi Tekno
Tekno
Rabu, 06 Agustus 2025 | 07:51 WIB

Bukan Sekadar Paham AI, Telkom Dorong Talenta Muda Jadi Solusi

Jakarta, katakabar.com - Telkom percaya generasi muda tak hanya perlu mahir AI, tapi juga paham dampaknya dan siap menciptakan solusi Disrupsi yang dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi, khususnya akal imitasi, telah mengubah wajah dunia kerja secara drastis. Beragam jenis pekerjaan mulai tergantikan oleh otomatisasi, sementara permintaan terhadap keterampilan baru meningkat tajam. Tapi, minimnya akses terhadap pelatihan kecerdasan buatan, kesenjangan literasi teknologi, dan belum terintegrasinya kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri membuat generasi muda berisiko tertinggal. Di tengah perubahan ini, penguasaan keterampilan baru serta pemahaman yang etis terhadap teknologi menjadi semakin mendesak. Menanggapi kondisi tersebut, Telkom Indonesia melalui program Indigo menyelenggarakan AI Connect dengan tema "Skillset Penting untuk Pekerjaan di Era AI". Kegiatan ini berlangsung pada 25 Juli 2025 di Telkom Landmark Tower, Jakarta, dan diikuti oleh 35 peserta dari berbagai latar belakang. AI Connect menghadirkan tiga narasumber, yaitu Andreas Tjendra (AI National Advisor), Abil Sudarman (AI Consultant), dan Andika Deni Prasetya (Founder & CEO Rakamin), yang membagikan perspektif seputar keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi transisi dunia kerja berbasis AI. Melalui diskusi interaktif, para peserta diajak memahami pentingnya berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, adaptabilitas, serta kesadaran etis dalam mengadopsi teknologi. esi panel diskusi AI Connect: Skilset Penting dalam Pekerjaan untuk Era AI Menurut Andreas Tjendra, tantangan terbesar saat ini bukan terletak pada ketersediaan teknologi, melainkan pada kesiapan individu memanfaatkannya secara bijak dan merata. Andreas menekankan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya memperlebar kesenjangan, tetapi justru menjadi peluang untuk menciptakan sistem pembelajaran yang lebih inklusif. Dalam pandangannya, talenta muda Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh bersama teknologi, asalkan didukung oleh akses dan pendekatan belajar yang relevan. Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo Telkom Indonesia, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Telkom untuk memperkuat kapasitas digital generasi muda. Menurutnya, ruang dialog seperti AI Connect tidak hanya penting untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga untuk membangun pola pikir yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Patricia berharap para peserta dapat tumbuh sebagai individu yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan solusi. "Kami percaya pemahaman terhadap AI bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan fundamental," ujarnya.

Bukan Sekadar Instalasi: Penting Pilih Partner Resmi Accurate Berpengalaman Default
Default
Sabtu, 12 Juli 2025 | 23:00 WIB

Bukan Sekadar Instalasi: Penting Pilih Partner Resmi Accurate Berpengalaman

● Otomatisasi Multi-Cabang & Manufaktur: Apakah Anda mengelola stok di banyak gudang atau memiliki proses produksi yang rumit? Kami ahli dalam mengkonfigurasi modul manufaktur dan multi-cabang Accurate agar data terpusat dan akurat. ● Integrasi Lanjutan via API: Perusahaan Anda sudah punya sistem ERP atau aplikasi internal lainnya? Tidak masalah. Kami dapat memanfaatkan dukungan API (Application Programming Interface) dari Accurate untuk menghubungkannya dengan sistem Anda, menciptakan ekosistem digital yang terintegrasi penuh. Tujuan kami bukan hanya agar sistem berjalan, tetapi agar tim Anda mahir menggunakannya. Proses implementasi Accurate kami selalu diikuti dengan pelatihan Accurate yang komprehensif dan disesuaikan dengan alur kerja Anda. Terkendala lokasi? Kami menyediakan sesi training Accurate online yang interaktif dan efektif, memungkinkan tim Anda belajar dari mana saja.