Tembakau

Sorotan terbaru dari Tag # Tembakau

Sampoerna Pertahankan Kepemimpinan Pasar 2025 di Tengah Tantangan Industri Tembakau Ekonomi
Ekonomi
22 jam yang lalu

Sampoerna Pertahankan Kepemimpinan Pasar 2025 di Tengah Tantangan Industri Tembakau

Jakarta, katakabar.com -  PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna/BEI: HMSP) hari ini mengumumkan hasil kinerja tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dengan mencatatkan volume penjualan sebanyak 79,4 miliar batang, serta berhasil mempertahankan posisi sebagai pemimpin di industri hasil tembakau Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 30,7 persen. Seiring dengan capaian tersebut, Sampoerna mencatatkan kinerja peningkatan laba bruto  sebesar 11,2 persen menjadi Rp20,6 triliun, yang didukung oleh penerapan strategi penetapan harga di tengah kondisi pasar yang menantang. Laba bersih tercatat relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp6,6 triliun, mencerminkan kekuatan fundamental bisnis Perseroan serta konsistensi dalam menjalankan fokus strategi. “Strategi kami berfokus pada inovasi dan penguatan portofolio produk yang berorientasi pada konsumen dewasa untuk mempertahankan kepemimpinan di seluruh segmen di tengah dinamika industri yang terus berkembang. Kami juga terus menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan memperkuat hilirisasi di industri tembakau serta berkontribusi pada penciptaan nilai di seluruh rantai pasok,” ujar Presiden Direktur Sampoerna Ivan Cahyadi pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 di Jakarta, Senin (18/5) lalu. Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan resiliensi pada 2025. Tetapi, Industri Hasil Tembakau (IHT) terus menghadapi tantangan seiring tekanan daya beli yang berkelanjutan, berlanjutnya tren downtrading ke produk dengan harga lebih rendah, dan meningkatnya peredaran rokok ilegal. Kondisi ini tecermin dari kinerja IHT Nasional yang mengalami penurunan penjualan sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dampak terbesar dirasakan pada Rokok Golongan I, yakni penyerap tenaga kerja terbesar sekaligus kontributor utama terhadap penerimaan cukai negara. Pangsa pasar Rokok Golongan I telah tergerus secara signifikan, turun sekitar 22 poin dalam enam tahun terakhir dari 80% pada tahun 2019 dan sudah mendekati 50 persen pada Kuartal I 2026. Hal ini turut tecermin pada penurunan volume penjualan Perseroan sebesar 8,7 persen pada Kuartal I 2026, dengan penurunan volume terbesar pada kategori Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang merupakan segmen padat karya “Kami mengapresiasi keputusan Pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai pada 2026 sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas industri tembakau. Kebijakan ini, yang didukung oleh upaya pemerintah dalam pemberantasan rokok ilegal, memberi ruang pelaku industri legal untuk dapat terus berkontribusi terhadap penerimaan negara dan penciptaan lapangan kerja. Namun, penurunan pangsa pasar di  segmen Rokok Golongan 1 yang terus berlanjut dan perlindungan segmen SKT yang padat karya, perlu mendapatkan perhatian dari pemangku kepentingan. Dengan iklim usaha yang lebih kondusif, kami optimis dapat terus memperkuat ekosistem ekonomi nasional secara berkelanjutan,” ujar Ivan.  Dukungan Sampoerna pada SKT Padat Karya dan Perekonas Sampoerna secara konsisten memperkuat portofolio SKT guna menjaga mata pencaharian sekitar 70 ribu tenaga pelinting yang sebagian besar adalah perempuan dan bekerja di enam fasilitas produksi yang dimiliki perseroan serta 43 fasilitas produksi yang dimiliki, dan dioperasikan oleh Koperasi dan Pengusaha Daerah yang tersebar di 35 kabupaten dan kota di pulau Jawa. Urgensi untuk menjaga keberlangsungan segmen ini semakin nyata mengingat hasil studi Universitas Airlangga yang mencatat efek ekonomi berganda hingga 3,8 kali lipat. Artinya, setiap Rp1.000 aktivitas ekonomi yang dihasilkan fasilitas produksi SKT berpotensi menciptakan perputaran ekonomi sebesar Rp3.800 di masyarakat sekitar. Lantaran itu, keterlibatan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi penting dalam merumuskan kebijakan yang mendukung keberlanjutan industri tembakau nasional, khususnya di segmen SKT, guna menjaga ekosistem ekonomi daerah serta melindungi puluhan ribu lapangan kerja yang bergantung pada sektor ini. Sementara, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, Sampoerna terus menciptakan nilai di seluruh rantai nilai perseroan, mulai dari kemitraan dengan lebih dari 22.500 petani tembakau dan cengkih, bekerja sama dengan lebih dari 1,5 juta toko ritel, serta penciptaan sekitar 90.000 lapangan kerja di Indonesia dari kegiatan usaha Perseroan. Berdasarkan Studi  Litbang Kompas pada tahun 2025, dampak berganda aktivitas usaha Sampoerna mencapai sekitar Rp204,1 triliun per tahun atau setara dengan sekitar 1 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dengan rasio multiplier sebesar 1,7 kali. Sejalan dengan kontribusi tersebut, Perseroan juga terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia sebagai kunci pertumbuhan berkelanjutan melalui berbagai inisiatif pelatihan, pengembangan talenta, serta program pembinaan dengan pengusaha UMKM lokal di seluruh Indonesia. Beberapa program yang telah dijalankan adalah Sampoerna Retail Community (SRC) yang diluncurkan pada tahun 2008 dan  telah membina 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia dan menghasilkan total omzet sebesar Rp251 triliun per tahun atau setara dengan 9,46% PDB Retail Nasional 2025, Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) yang dimulai dari tahun 2007 dan telah menjangkau lebih dari 108.000 pelaku UMKM, serta Sampoerna Karya Bangsa yang memiliki  berbagai program pengembangan kapasitas, termasuk program HOPE yang telah melibatkan lebih dari 9.000 peserta dan pelatihan vokasional dengan lebih dari 1.500 peserta. Dengan pengalaman selama lebih dari 112 tahun di Indonesia, Sampoerna terus memperkuat perannya sebagai bagian integral dari perekonomian nasional melalui inovasi, keberlanjutan, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Dalam RUPST, Sampoerna juga mengumumkan pembagian dividen dari laba tahun buku 2025 dengan total sekitar Rp6,55 triliun dari saldo laba Perseroan, dengan rasio pembayaran dividen sebesar 99,95% atau Rp56,3 per saham, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pemegang saham. Perubahan Susunan Direksi Dalam RUPST, para pemegang saham menyetujui perubahan susunan Direksi Perseroan. RUPST menyetujui pengunduran diri Elvira Lianita dari jabatannya selaku Direktur Perseroan, sehubungan dengan penunjukan beliau pada peran baru sebagai Vice President Corporate Affairs East & Southeast Asia, Pacific and PMI Global Travel Retail, Philip Morris Asia Limited. Perseroan menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan selama masa jabatan beliau di Perseroan. Sejalan dengan hal tersebut, RUPST juga menyetujui pengangkatan Joy Kartika Widjaja dan Virawaty sebagai anggota Direksi Perseroan, serta Umer Jawaid sebagai Direktur Perseroan yang menggantikan Johan Bink, efektif sejak ditutupnya RUPST 2026. “Perubahan dalam jajaran Direksi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Perseroan untuk memastikan kepemimpinan yang solid dan relevan dengan dinamika bisnis. Kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi Elvira Lianita dan Bapak Johan Bink serta mengucapkan selamat menjalankan tugas kepada Ibu Joy Kartika Widjaja, Ibu Virawaty, dan Bapak Umer Jawaid,” jelas Ivan.

PTPN I Regional 1 Siapkan 500 Hektare untuk Kembalikan Kejayaan Tembakau Deli Nasional
Nasional
Senin, 20 Oktober 2025 | 11:39 WIB

PTPN I Regional 1 Siapkan 500 Hektare untuk Kembalikan Kejayaan Tembakau Deli

Deli Serdang, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 1 mencadangkan lahan seluas 500 hektare untuk menghidupkan kembali kejayaan Tembakau Deli, salah satu komoditas legendaris Indonesia yang telah dikenal dunia sejak abad ke 19. Tembakau Deli dikenal luas di pasar Eropa sebagai bahan baku utama cerutu premium dan menjadi primadona di Bremer Tabakborse, bursa lelang tembakau di Bremen, Jerman, sejak tahun 1950-an. Saat itu, komoditas asal Sumatera Utara ini menjadi simbol kualitas unggulan Indonesia dan sempat menjadi bagian dari materi pelajaran geografi nasional karena reputasinya di dunia internasional. Kini, PTPN I Regional 1 bertekad mengembalikan kejayaan itu. “Kami sedang menyiapkan dan mencadangkan lahan seluas 500 hektare untuk mengembalikan reputasi tembakau Deli yang dulu sangat prestisius. Kami juga sedang membangun infrastruktur dan berbagai kebutuhan agar kejayaannya bangkit kembali. Investasi kami cukup besar di sektor hulu dan hilir,” ujar Henri Tua Hutabarat, Manajer PTPN I Regional 1 Kebun Tembakau, di Medan, Senin (13/10) lalu. Dijelaskan Henri, langkah strategis ini merupakan hasil kajian komprehensif dan mendapat dukungan penuh dari PTPN III (Persero) Holding Perkebunan Nusantara selaku pemegang saham. Ia menambahkan, Region Head PTPN I Regional 1, Didik Prasetyo, menunjukkan komitmen kuat untuk menggarap kembali potensi besar komoditas tembakau yang telah lama menjadi ikon Deli Serdang dan Sumatera Utara. “Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami untuk mengembalikan Tembakau Deli ke posisi terdepan sebagai komoditas ekspor andalan,” kata Henri. Selain penanaman, ucapnya, investasi diarahkan pada pembangunan pabrik dan gudang cerutu Deli yang modern dan memenuhi standar internasional, guna meningkatkan efisiensi serta kualitas produk dari hulu hingga hilir. “Dengan fasilitas yang memadai, modern, dan memenuhi standar mutu, kami yakin dapat menghasilkan cerutu berkualitas tinggi yang siap bersaing di pasar global,” tegasnya.

Kupas Fakta Rokok dan Produk Tembakau Alternatif Nusantara
Nusantara
Selasa, 24 September 2024 | 20:19 WIB

Kupas Fakta Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Jakarta, katakabar.com - Saat ini masih banyak mispersepsi yang beredar di publik menyebutkan rokok sama berbahayanya dengan produk tembakau alternatif bagi kesehatan. Akibatnya, produk tembakau alternatif dianggap bukan opsi bagi perokok dewasa yang selama ini kesulitan beralih merokok. Saat ini masih banyak mispersepsi yang beredar di publik menyebutkan rokok sama berbahayanya dengan produk tembakau alternatif bagi kesehatan. Akibatnya, produk tembakau alternatif dianggap bukan opsi bagi perokok dewasa yang selama ini kesulitan beralih merokok.

Produk Tembakau Alternatif Tekan Penyakit Lantaran Kebiasaan Merokok Kesehatan
Kesehatan
Senin, 24 Juni 2024 | 19:42 WIB

Produk Tembakau Alternatif Tekan Penyakit Lantaran Kebiasaan Merokok

Jakarta, katakabar.com - Kehadiran produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik (vape) dan produk tembakau yang dipanaskan, memberikan angin segar bagi perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaan merokok. Soalnya, kebiasaan merokok sering kali dikaitkan dengan risiko penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Setelah diteliti secara ilmiah, produk tersebut terbukti memiliki risiko lebih rendah daripada rokok sehingga bisa membantu perokok dewasa memperbaiki kualitas hidupnya. Kehadiran produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik (vape) dan produk tembakau yang dipanaskan, memberikan angin segar bagi perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaan merokok. Apalagi, kebiasaan merokok sering kali dikaitkan dengan risiko penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Setelah diteliti secara ilmiah, produk tersebut terbukti memiliki risiko lebih rendah daripada rokok sehingga bisa membantu perokok dewasa memperbaiki kualitas hidupnya. Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR), Shoim Hidayat menjelaskan, produk tembakau alternatif menerapkan sistem pemanasan, sehingga hanya menghasilkan uap air atau aeosol, bukan asap seperti pada rokok. "Melalui sistem pemanasan tersebut, produk tembakau alternatif mampu mengurangi paparan risiko zat berbahaya dan berpotensi berbahaya hingga 90-95 persen lebih rendah daripada rokok," ujar Shoim. Berhenti merokok secara langsung sulit dilakukan perokok dewasa. Menurut jurnal psikologi bertajuk Success rates in smoking cessation: Psychological preparation plays a critical role and interacts with other factors such as psychoactive substances (2017), sebanyak 73 persen perokok ingin menghentikan kebiasaannya, tapi hanya 22 persen di antaranya yang benar-benar mencoba menghentikan kebiasaan tersebut, dan hanya 5 persen yang berhasil berhenti merokok tanpa bantuan profesional seperti terapis, psikolog, atau pemanfaatan produk tembakau alternatif. Untuk itu, perlu ada upaya pencegahan dan pengurangan potensi risiko penyakit berbahaya akibat kebiasaan merokok. Pemanfaatan produk tembakau alternatif dapat membantu perokok dewasa dalam meminimalisir potensi bahaya yang timbul dari kebiasaan merokok, termasuk penyakit kanker. Selain memanfaatkan produk tembakau alternatif untuk beralih dari kebiasaan merokok, ada beberapa cara mencegah penyakit berbahaya, yakni: - Menerapkan gaya hidup sehat dengan berolahraga dan aktivitas yang teratur - Mengatur waktu tidur agar badan mendapatkan istirahat yang cukup - Mengubah pola makan menjadi lebih sehat dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, dan sumber protein yang cukup, serta mengurangi makanan olahan - Hindari konsumsi minuman beralkohol - Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan Tidak ada kata terlambat untuk memulai kebiasaan hidup sehat sehingga risiko penyakit bisa ditekan semaksimal mungkin. Selain itu, pemanfaatan inovasi teknologi juga dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas hidup dan mengurangi potensi penyakit berbahaya.

Produk Tembakau Alternatif Opsi Beralih dari Kebiasaan Merokok Nusantara
Nusantara
Senin, 24 Juni 2024 | 19:01 WIB

Produk Tembakau Alternatif Opsi Beralih dari Kebiasaan Merokok

Jakarta, katakabar.com - Menghentikan kebiasaan merokok tidaklah mudah bagi perokok dewasa. Tunggu dulu, ada berbagai upaya yang bisa dioptimalkan perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaan merokok. Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO) memaparkan tentang pemanfaatan produk tembakau alternatif yang terbukti secara kajian ilmiah lebih rendah risiko daripada rokok. Produk tembakau alternatif menerapkan prinsip tobacco harm reduction, yakni pendekatan pengurangan dampak buruk akibat konsumsi tembakau melalui penggunaan produk yang lebih rendah risiko. Soalnya, sebagian produk tembakau alternatif melalui proses pemanasan, bukan proses pembakaran, yang terbukti secara signifikan mengurangi senyawa kimia berbahaya dan berpotensi berbahaya. Artinya, produk tersebut mengeliminasi Tar atau asap rokok yang bersifat karsinogenik. Karsinogen adalah zat yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Pada prinsipnya, produk tembakau alternatif inovasi lebih rendah risiko guna mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat, khususnya perokok dewasa. Adapun jenis-jenis produk tembakau alternatif antara lain rokok elektronik (vape), produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin. 1. Rokok Elektronik (Vape) Rokok elektronik (vape) adalah salah satu produk tembakau alternatif yang paling populer di masyarakat. Cara mengonsumsinya melalui hisapan cairan hasil sulingan tembakau yang sebelumnya dipanaskan, untuk menghasilkan penyerapan. Tidak ada proses pembakaran yang menimbulkan zat berbahaya seperti TAR. Produk ini hanya menghasilkan aerosol (uap air). 2. Produk Tembakau yang Dipanaskan (Heated Tobacco Product) Pada produk tembakau yang dipanaskan, tembakau asli dipanaskan menggunakan perangkat elektronik pada suhu terkontrol agar proses pembakaran tidak akan terjadi. Ada berbagai kajian ilmiah dari dalam dan luar negeri yang membuktikan produk tembakau yang dipanaskan memiliki risiko lebih rendah daripada rokok. Proses pemanasan pada penggunaan produk ini dapat mengurangi hingga 95% paparan terhadap zat kimia berbahaya dan berpotensi berbahaya. 3. Kantong Nikotin Kantong nikotin atau snus adalah produk tembakau tanpa asap yang digunakan dengan cara menempelkan produk pada gusi bagian atas. Populer di Swedia, kantong nikotin telah dimanfaatkan sejak lama di negara tersebut untuk mengurangi angka perokok. Untuk itu, kantong nikotin memiliki potensi dalam membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok. Produk tembakau alternatif masih memungkinkan penggunanya merasakan efek nikotin. Jadi, perokok dewasa yang beralih dari kebiasaan merokok bisa menghindari gejala putus nikotin. Meski profil risikonya lebih rendah dibandingkan rokok, produk tembakau alternatif tidak ditujukan untuk anak-anak, ibu hamil, maupun non-perokok untuk memulai merokok. Produk ini ditargetkan untuk perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaan merokok.